cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL MUQODDIMAH : Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora
ISSN : 25485067     EISSN : 25986236     DOI : -
Jurnal Ilmiah Muqoddimah merupakan kumpulan penelitian ilmiah tentang Ilmu Sosial, khususnya yang berhubungan dengan disiplin Ilmu Sosial, Politik, Administrasi dan Humaniora, diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, tujuan pengembangan jurnal ini adalah sebagai wadah publikasi hasil-hasil penelitian dan telaah kritis terhadap konsep-konsep baru dalam ilmu-ilmu sosial. Jurnal Ilmiah Muqoddimah menerima sumbangan artikel hasil penelitian dan artikel konseptual (non penelitian) dari penulis umum.Dalam setiap penerbitannya, satu tahun dua kali (periode Maret – Agustus dan September – Februari).
Arjuna Subject : -
Articles 1,482 Documents
Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa Dalam Pembangunan Di Desa Wayame Kecamatan Teluk Ambon Kota Ambon Rengifurwarin, Zainal Abidin; Patty, Julia Theresia; Rahanra, Ivonny Yeany
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i4.2025.2106-2114

Abstract

Penelitian ini mengikuti dan melanjutkan peta jalan dalam rumpun ilmu administrasi publik dengan tema utama manajemen pelayanan publik dan tata kelola (governance), dengan menggunakan pendekatan akuntabilitas pengelolaan dana desa untuk menunjang keberhasilan program pembangunan desa. Penelitian ini berfokus pada masalah akuntabilitas dalam pengelolaan dana desa serta keberhasilan program pembangunan desa di Desa Wayame, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon. Kerangka teori yang digunakan adalah teori akuntabilitas birokrasi, yang menekankan bahwa pelaksanaan program pembangunan untuk kepentingan masyarakat desa merupakan kewajiban yang tidak dapat ditawar-tawar (Carlitz, 2013). Akuntabilitas diartikan sebagai kewajiban untuk melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan misi organisasi, baik dalam keberhasilan maupun kegagalan, terhadap hasil yang telah ditetapkan sebelumnya (Musfirah, B., Syamsu Alam, Musliha Sholeh, dan Fifi Nurafifah Ibrahim, 2023: 134–144). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan memadukan berbagai teknik pengumpulan data, seperti wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, disertai dengan analisis yang kritis dan triangulatif. Pendekatan ini diharapkan dapat menghasilkan temuan penelitian yang memiliki kebaruan (novelty), khususnya dalam mengeksplorasi dan mengonstruksi model akuntabilitas pengelolaan dana desa guna menunjang keberhasilan program pembangunan desa. Selain itu, penelitian ini juga berupaya mengembangkan dan mengadaptasi model yang telah dikaji sebelumnya agar dapat direplikasi dalam tata kelola dana desa untuk mendukung keberhasilan pembangunan desa.
Implementasi Jemput Bola Terpadu Sidoarjo yang Gemilang pada Kepemilikan Kartu Identitas Anak di Desa Kedungbocok Wachidah, Dyanita Nur; Hertati, Diana
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i4.2025.2020-2028

Abstract

Pentingnya Kartu Identitas Anak (KIA) sebagai dokumen identitas resmi setara dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Namun, capaian kepemilikan KIA di Kabupaten Sidoarjo masih di bawah target, yaitu 51,4% dari 60% yang ditetapkan pada tahun 2024. Rendahnya capaian tersebut disebabkan oleh minimnya kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya KIA serta layanan daring yang tersedia. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo meluncurkan program Jemput Bola Terpadu Sidoarjo yang Gemilang (Jebete Sayang) untuk mendekatkan pelayanan ke daerah yang jauh dari pusat layanan, seperti Desa Kedungbocok. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis terlaksananya implementasi program Jebete sayang dalam kepemilikan KIA di Desa Kedungbocok Kecamataan Tarik. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teori implementasi kebijakan George C. Edward III. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan informan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sidoarjo, Pemerintah Desa Kedungbocok, dan masyarakat penerima layanan. Hasil penelitian menunjukkan program Jebete Sayang cukup efektif dalam meningkatkan kepengurusan Kartu Identitas Anak melalui transmisi informasi yang beragam, konsistensi pesan, disposisi pelaksana yang positif, serta struktur birokrasi yang terorganisir. Namun terdapat kelemahan pada kejelasan komunikasi dan sosialisasi urgensi kepemilikan KIA, keterbatasan jumlah petugas, kendala teknis infrastruktur pendukung, dan koordinasi formal antar pemangku kepentingan yang masih perlu diperkuat untuk mencapai efektivitas maksimal.
Pengaruh Employee Well-Being, Family Supportive Supervisor Behavior dan Job Satisfaction Terhadap Work Engagement Triyanta, Yohanes; Jahani, Jahani
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i4.2025.1944-1953

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh employee well-being, family supportive supervisor behavior, dan job satisfaction terhadap work engagement guru di Yayasan Pendidikan Handayani Kota Bekasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian penjelasan (explanatory) dengan metode penelitian berupa pengumpulan data menggunakan kuesioner. Model analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Sampel penelitian ini berjumlah 83 guru, yang diambil dengan non-probability sampling dengan teknik sampling jenuh. Hasil penelitian diperoleh data bahwa: (1) uji parsial pengaruh employee well-being terhadap work engagement diperoleh thitung 3,203 ttabel 1,66 dan Sig. 0,002 0,05, maka Ho ditolak dan H1 diterima. Artinya bahwa employee well-being secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap work engagement; (2) uji parsial pengaruh family supportive supervisor behavior terhadap work engagement diperoleh thitung 2,235 ttabel 1,66, dan Sig. 0,028 0,05, maka Ho ditolak dan H2 diterima. Artinya bahwa family supportive supervisor behavior secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap work engagement; (3) uji parsial pengaruh job satisfaction terhadap work engagement diperoleh thitung 2,880 ttabel 1,66, dan Sig. 0,005 0,05, maka Ho ditolak dan H3 diterima. Artinya bahwa job satisfaction secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap work engagement; (4) uji simultan pengaruh employee well-being, family supportive supervisor behavior dan job satisfaction terhadap work engagement diperoleh Fhitung 32,239 Ftabel 4,04 dan Sig. 0,000 0,05, maka Ho ditolak dan H4 diterima. Artinya bahwa employee well-being, family supportive supervisor behavior, dan job satisfaction secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap work engagement. Variabel employee well-being merupakan variabel paling dominan yang mempengaruhi work engagement guru di Yayasan Pendidikan Handayani Kota Bekasi.
Inovasi Layanan Publik Berbasis Teknologi : Studi Kasus Implementasi Layanan Online Pemerintah Pamungkas, Pandu; Munawir, Irsad
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i4.2025.2251-2263

Abstract

Inovasi layanan publik berbasis teknologi menjadi salah satu strategi utama pemerintah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern, efisien, dan transparan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi layanan publik berbasis teknologi melalui studi literatur dan studi kasus terhadap beberapa layanan online pemerintah. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menggunakan jurnal-junral ilmiah yang membahas teknologi informasi di masing-masing daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi layanan publik digital terhadap beberapa layanan pemerintah seperti Kumis Mbahtejo, Sistem Pelayanan Izin Terbuka Elektronik (Sipeka), Ragem (Religius, Adaptable, Great, Educate, Modern), dan Sistem Pelayanan Akhir Pekan (Sipekan) yang menunjukkan bahwa digitalisasi layanan publik mampu mempercepat proses birokrasi, mengurangi maladministrasi, meningkatkan partisipasi masyarakat, dan memperluas akses layanan. Namun, implementasi layanan berbasis teknologi masih menghadapi kendala berupa kesenjangan digital, rendahnya literasi digital masyarakat, resistensi dari aparatur, serta ancaman keamanan data. Oleh sebab itu, diperlukan strategi komprehensif yang mencakup penguatan infrastruktur teknologi, pendidikan literasi digital, penguatan regulasi perlindungan data, serta reformasi budaya birokrasi agar transformasi digital dapat berjalan efektif. Kajian ini menyarankan perlunya penguatan infrastruktur digital, pendidikan literasi digital, serta penyesuaian kebijakan dan budaya birokrasi agar inovasi layanan publik berbasis teknologi dapat berjalan optimal
Literasi Digital Sebagai Pilar Demokrasi Digital: Membangun Kesadaran Politik Masyarakat Di Era Disrupsi Teknologi Nasuha, Cecep Nana
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i4.2025.2188-2195

Abstract

Digital technology development has fundamentally transformed Indonesia's political landscape. This research analyzes the role of digital literacy as a pillar of digital democracy in building public political awareness in the era of technological disruption. Indonesia's Digital Literacy Index in 2024 reached a score of 43.34, showing improvement from the previous year but still remaining in the moderate category. The research employs a literature review method by analyzing various academic sources related to digital literacy, digital democracy, and Indonesian public political participation. Findings reveal that low digital literacy contributes to the spread of misinformation and disinformation that threatens democratic integrity. Data shows that 42.3% of respondents still believe false information related to the 2024 Election, while 10.34% of political content on social media contains hate speech. This research concludes that structured and comprehensive digital literacy improvement is necessary to strengthen Indonesia's digital democracy through collaborative strategies among government, educational institutions, and civil society.
Partisipasi Penyandang Disabilitas Dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Sinjai Di Desa Saotengah Kecamatan Tellulimpoe Lutfi, Muhammad; Amelia, Putri; Salman, Salman; Nurdin, Mochamat; Adiputra, Muhlis Hajar
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i4.2025.2242-2250

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui partisipasi politik penyandang disabilitas dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Desa Saotengah, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai. Fokus penelitian meliputi pemberian kesempatan menyalurkan aspirasi, memilih dan dipilih, serta keterlibatan penyandang disabilitas dalam tahapan pemilu. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan purposive sampling, di mana data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan partisipasi penyandang disabilitas mengalami peningkatan dari Pilkada 2018 sebesar 47,5% menjadi 58,7% pada Pilkada 2024 dengan 46 pemilih disabilitas. Namun, partisipasi belum optimal karena hambatan seperti minimnya forum aspirasi, fasilitas ramah disabilitas di Tempat Pemungutan Suara (TPS), keterbatasan sosialisasi khusus, serta rendahnya pelibatan penyandang disabilitas dalam tahapan sosialisasi dan penghitungan suara. Temuan ini menegaskan bahwa demokrasi partisipatif hanya dapat tercapai jika seluruh warga, termasuk penyandang disabilitas, memperoleh akses politik setara. Penelitian ini menguatkan literatur tentang demokrasi inklusif di tingkat desa dan merekomendasikan pemerintah desa, KPU, dan PPS serius mengimplementasikan Undang-Undang No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas dan PKPU No. 23 Tahun 2013. Studi ini dapat menjadi referensi pengembangan kebijakan dan penelitian selanjutnya untuk meningkatkan partisipasi politik penyandang disabilitas di desa lain.
Transaksi Politik Di Balik Dukungan: Menguak Motif Dukungan Partai PAN Di Pildaka Kepulauan Sula Tahun 2020 Pora, Sahrul; Al-Hamdi, Ridho; Rahmat, Al Fauzi; Kanuna, Resky Sirupang
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i4.2025.2156-2166

Abstract

Penelitian ini membahas motif politik di balik dukungan Partai Amanat Nasional (PAN) dalam Pilkada Kepulauan Sula tahun 2020, dengan fokus pada faktor yang mempengaruhi keputusan partai dalam memberikan rekomendasi kepada Hendrata Thes-Umar Umabaihi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi motif utama yang melatarbelakangi dukungan politik PAN serta melihat bagaimana dinamika internal partai dalam proses pengambilan keputusan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui wawancara dengan pengurus partai dan dianalisis menggunakan perangkat lunak Nvivo 12 Plus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif insentif material, terutama dalam bentuk mahar politik, menjadi faktor dominan dalam keputusan PAN, sementara motif solidaritas dan idealisme memiliki pengaruh yang lebih kecil. Selain itu, keputusan dukungan lebih banyak ditentukan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) daripada Dewan Pimpinan Cabang (DPC), sehingga aspirasi masyarakat lokal kurang diperhitungkan. Kesimpulan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa pragmatisme politik masih menjadi realitas dalam proses politik elektoral di Indonesia, di mana kepentingan strategis partai lebih diutamakan dibandingkan dengan kualitas kepemimpinan calon dan aspirasi pemilih.
Strategi Pemerintah Nusa Tenggara Barat Dalam Penanganan Isu Climate Change Melalui Kerjasama SDG 13 Dengan Islamic Relief Worldwide Di Kabupaten Lombok Utara Akbar, Andra Taruna
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i4.2025.2297-2309

Abstract

Penelitian ini akan menjelaskan tentang bagaimana strategi yang diterapkan oleh pemerintah Nusa Tenggara Barat dalam penanganan isu climate change melalui kerja sama SDG 13 dengan salah satu INGO, Islamic Relief Worldwide di salah satu wilayah yang berada di Kabupaten Lombok Utara. Posisi pemerintah Nusa Tenggara Barat di sini menjelaskan bahwa isu climate change adalah isu yang memang menjadi masalah global karena keadaannya yang tidak bisa diprediksi karena harus mengikuti perkembangan alam itu sendiri. Pemerintah NTB memegang peran penting terhadap isu ini karena mengingat beberapa wilayah mengalami kerugian akibat bencana alam yang salah satunya adalah perubahan iklim yang tidak menentu. Sebagai salah strategi yang di lakukan oleh pemerintah NTB, mereka menggandeng salah satu INGO yang sejak dahulu telah berada di NTB dan menjadikan perubahan iklim sebagai salah satu isu penting sehingga kerja sama SDG ini adalah sebagai bentuk pengembangan SDG di NTB, terutama dalam target SDG ke-13. NTB memanfaatkan potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Lombok Utara sebagai wilayah uji coba penanaman pohon sebagai hasil hibah dengan Islamic Relief Worldwide sebagai bentuk reboisasi serta peningkatan hasil buah-buahan sebagai bentuk pembangunan ekonomi yang lahir akibat perubahan iklim.
Pelaksanaan Prinsip-Prinsip Good Governance Pada Bidang Pemasaran Di Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kabupaten Garut Oktafiani, Marifa Alifah; Karlina, Rina; Kurniawan, Akmal; Nurhaliza, Nurul; Muliawaty, Lia
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i4.2025.2196-2202

Abstract

Penelitian ini mengkaji pelaksanaan prinsip Good Governance (Akuntabilitas, Transparansi, Partisipasi, dan Supremasi Hukum) pada Bidang Pemasaran Pariwisata di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, serta mengidentifikasi hambatan yang menyebabkan pelaksanaannya belum optimal. Pariwisata di Garut diakui sebagai sektor strategis yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, menuntut pengelolaan yang efektif dan bertanggung jawab. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan kerangka analisis good governance dan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, serta dokumentasi di lapangan. Hasilnya menunjukkan bahwa Akuntabilitas formal (E-kinerja) dan Partisipasi (bottom-up melalui Musrenbang) telah berjalan baik. Namun, pelaksanaan keseluruhan belum optimal karena hambatan struktural, seperti praktik double job dan kesenjangan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM), keterbatasan fasilitas, serta ketiadaan regulasi baku formal untuk pemasaran digital dan kolaborasi publik. Disimpulkan bahwa kendala tersebut menyebabkan fokus kerja lebih condong pada kepatuhan administrasi daripada kinerja substantif. Direkomendasikan agar Disparbud melakukan penataan ulang jabatan, pelatihan SDM, dan menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) baku untuk pengelolaan media sosial dan kolaborasi eksternal guna memperkuat Supremasi Hukum dan Transparansi.
Analisis Representasi Semangat Hidup Dalam Film Summer Ghost (Model Roland Barthes) Suratno Putri, Yasinta Indriarti; Budhiarti, Tri Widya; Sianturi, Henry Roris P.
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i4.2025.2264-2270

Abstract

Penelitian ini membahas bagaimana semangat hidup direpresentasikan dalam film Summer Ghost (2021) melalui pendekatan semiotika Roland Barthes. Film ini menggambarkan dinamika emosional dan psikologis individu yang mengalami keterasingan, trauma, dan keraguan akan makna hidup. Dengan menganalisis sembilan adegan utama, penelitian ini mengkaji bagaimana makna dibentuk melalui struktur tanda dalam tiga lapisan: denotatif (makna literal), konotatif (makna emosional dan simbolik), serta mitos (makna ideologis). Hasil analisis menunjukkan bahwa semangat hidup tidak dihadirkan secara langsung, melainkan dibangun melalui elemen visual seperti cahaya kembang api, ruang hening, gerak tubuh, serta nuansa warna dan pencahayaan. Representasi ini menegaskan bahwa proses untuk menemukan kembali semangat hidup bersifat personal, bertahap, dan sering kali dimulai dari kesadaran kecil terhadap nilai keberadaan. Film ini secara simbolik menyampaikan bahwa keberanian untuk hidup dapat tumbuh melalui penerimaan, refleksi, dan pemaknaan ulang terhadap luka dan kehilangan.