cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL MUQODDIMAH : Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora
ISSN : 25485067     EISSN : 25986236     DOI : -
Jurnal Ilmiah Muqoddimah merupakan kumpulan penelitian ilmiah tentang Ilmu Sosial, khususnya yang berhubungan dengan disiplin Ilmu Sosial, Politik, Administrasi dan Humaniora, diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, tujuan pengembangan jurnal ini adalah sebagai wadah publikasi hasil-hasil penelitian dan telaah kritis terhadap konsep-konsep baru dalam ilmu-ilmu sosial. Jurnal Ilmiah Muqoddimah menerima sumbangan artikel hasil penelitian dan artikel konseptual (non penelitian) dari penulis umum.Dalam setiap penerbitannya, satu tahun dua kali (periode Maret – Agustus dan September – Februari).
Arjuna Subject : -
Articles 1,546 Documents
Analisis Perlindungan Hukum terhadap Korban Pelanggaran Pencurian Data Pribadi untuk Pinjaman Online berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi Muladi Wilopo, Muhammad Ilham
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.183-189

Abstract

Penyalahgunaan data pribadi pelamar kerja oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk pencairan dana pinjaman daring merupakan kejahatan siber yang menimbulkan kerugian materiil dan imateriil bagi korban. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme perlindungan hukum bagi korban pencurian data identitas berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual yang bersumber dari data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi tersebut memberikan perlindungan preventif melalui kewajiban pengendali data untuk melakukan verifikasi keaslian data dan memperoleh persetujuan eksplisit dari subjek data sebelum pemrosesan. Sementara itu, perlindungan represif diwujudkan melalui penerapan sanksi pidana penjara, denda administratif yang berat bagi perseorangan maupun korporasi, serta hak korban untuk mengajukan gugatan ganti rugi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi telah memperkuat posisi hukum korban dengan menetapkan prinsip pertanggungjawaban mutlak kepada penyelenggara sistem elektronik yang lalai dalam menjaga keamanan data, meskipun efektivitas penegakannya sangat bergantung pada pembentukan lembaga pengawas yang independen dan berwenang.
Transformasi Pendidikan Masyarakat Adat Ammatoa Kajang Hudzaifah Fahri, Muh. Alif; Junaeda, St.; Tenri Awaru, Andi Octamaya
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.79-88

Abstract

Masyarakat adat Ammatoa Kajang merupakan salah satu masyarakat yang masih memegang teguh tradisi kelokalan yang berpengaruh sampai ke bidang pendidikan yang dianut.  Pendidikan Masyarakat adat Kajang dominan berkutat pada pendidikan informal seperti pengetahuan yang diajarkan oleh keluarga deengan berdasar kepada Pasang ri Kajang. Di tengah majunya pendidikan formal di Indonesia, pendidikan informal Kajang masih berlaku sampai saat ini, meskipun filtrasinya telah terkikis arus transformasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan transformasi pendidikan di Kawasan Adat Kajang. Jenis penelitian berupa deskriptif menggunakan data kualitatif, informan terdiri dari tokoh adat, tokoh masyarakat, siswa dan guru. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teori perubahan sosial. Hasil penelitian menunjukkan : (1) Pendidikan informal mendominasi jenis pendidikan di lingkungan masyarakat adat Kajang dibandingkan pendidikan berbasis formal, sedangkan pendidikan non-formal diselenggarakan di luar wilayah kawasan adat. (2) Transformasi yang berlangsung di pendidikan kawasan adat adalah praktik pendidikan, strategi pembelajaran dan penggunaan teknologi.
Public Relations Practices in Government Social Responsibility Communication and Institutional Image Construction Ahmad, Seruni hi; Sumarlan, Iman
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.419-430

Abstract

This study examines how public relations roles are enacted in Government Social Responsibility (GSR) communication activities—publicly framed as Corporate Social Responsibility (CSR)—and how these practices contribute to institutional image construction in a local government context. Adopting a qualitative interpretive design, the study was conducted at the Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa of Brebes Regency, Indonesia. Data were gathered through non-participant observation of GSR socialization meetings, in-depth interviews with public relations practitioners and community participants, and analysis of institutional documents. Analysis followed a systematic qualitative coding process, including open coding, focused coding, and analytical categorization, guided by public relations role theory as a sensitizing framework. The findings show that public relations roles are enacted as interactional practices rather than fixed organizational functions. Communication facilitation emerged through dialog management and adaptive explanation, expert prescriber roles through advisory input and mediation of community concerns, and technical roles through informational materials supporting interaction. These repeated encounters shaped stakeholder interpretations of accessibility, responsiveness, and consistency, which cumulatively contributed to institutional image construction. This study underscores the importance of interactional competence in public sector public relations and advances role theory by grounding role enactment in observable communicative practice.
Collaborative Governance dalam Pengembangan Agrowisata Belimbing Desa Ngringinrejo Bojonegoro Fairuuz, Zalfaa'; Wahyudi, Kalvin Edo
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.13-21

Abstract

Pengembangan agrowisata menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat potensi lokal. Agrowisata Belimbing di Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, berkembang melalui keterlibatan berbagai pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses kolaborasi antaraktor dalam pengembangan agrowisata menggunakan kerangka Collaborative Governance dari Ansell dan Gash, yang mencakup dialog tatap muka, membangun kepercayaan, komitmen terhadap proses, pemahaman bersama, dan hasil sementara. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antaraktor berjalan cukup baik, berdampak positif pada peningkatan ekonomi lokal, memperkuat hubungan antaraktor, dan meningkatkan citra desa sebagai kawasan agrowisata. Kepercayaan terbentuk melalui interaksi sosial dan kesamaan tujuan, meskipun intensitas dialog tatap muka dan koordinasi rutin menurun. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan mekanisme komunikasi, peningkatan partisipasi masyarakat, dan transparansi antaraktor merupakan langkah penting untuk menjaga keberlanjutan kolaborasi antaraktor dalam pengembangan Agrowisata Belimbing. Dengan upaya tersebut, kolaborasi dapat terus berjalan efektif dan memberi manfaat bagi masyarakat serta perkembangan destinasi wisata secara berkelanjutan.
A Political Semiotic Analysis of the One Piece Flag: A Comparative Study of Demonstration Movements in Indonesia and Nepal Utomo, Wahyu Wiji
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.326-336

Abstract

Latar belakang penelitian ini menyoroti bagaimana lanskap politik global telah mengalami transformasi melalui masuknya budaya populer ke dalam bahasa perlawanan. Simbol-simbol yang berasal dari anime dan budaya pop, khususnya Bendera Bajak Laut Topi Jerami dari serial One Piece, telah direkontekstualisasi menjadi alat semiotik politik dalam demonstrasi di Indonesia dan Nepal. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis semiotik Roland Barthes yang dikombinasikan dengan desain studi kasus komparatif. Kerangka metodologis ini memungkinkan interpretasi mendalam terhadap tanda-tanda visual dan proses pembentukan mitos yang mengubah simbol fiksi menjadi narasi politik perlawanan. Temuan utama mengungkap bahwa di Indonesia, Bendera Topi Jerami merepresentasikan perlawanan terhadap ketidakadilan ekonomi dan kekerasan negara, sedangkan di Nepal, simbol tersebut menandakan penentangan terhadap korupsi, nepotisme, dan sensor digital. Makna-makna ini berpadu menjadi bentuk perlawanan glokal yang menunjukkan bagaimana simbol budaya populer transnasional berfungsi sebagai infrastruktur solidaritas kolektif lintas negara. Kontribusi penelitian ini terletak pada perluasan kajian Semiotika Politik melalui konsep cultural hybrid resistance, yang memperlihatkan bagaimana simbol global memperoleh makna politik baru dalam konteks sosial-politik yang beragam. Implikasinya menunjukkan bahwa simbol-simbol budaya semacam ini seharusnya dibaca sebagai indikator kesadaran politik generasi muda, bukan sekadar ekspresi budaya populer semata.
Disrupsi Digital dan Degradasi Nilai Kesantunan: Studi Kasus Praktik Diglosia dalam Ruang Publik Digital Pemuda Surakarta Herwindya Bw, Sri; Pawito, Pawito
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.572-579

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik diglosia bahasa dalam perilaku komunikasi generasi muda di Kota Surakarta sebagai wilayah pusat budaya Jawa. Modernisasi dan keberadaan institusi keraton membentuk dinamika tersendiri dalam penggunaan bahasa Jawa dan bahasa Indonesia di kalangan generasi muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap generasi muda di Surakarta serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan validitas data melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik diglosia diwujudkan melalui penggunaan ragam tinggi dan ragam rendah secara fungsional. Bahasa Indonesia digunakan sebagai ragam tinggi dalam konteks formal seperti pendidikan dan institusi pemerintahan, sedangkan bahasa Jawa digunakan sebagai ragam rendah dalam interaksi nonformal. Variasi krama inggil dan krama madya dipakai saat berkomunikasi dengan pihak yang lebih tua sebagai bentuk etika kultural, sementara ngoko digunakan dalam relasi sebaya. Praktik tersebut dipengaruhi oleh kebiasaan keluarga, lingkungan sosial, dan norma budaya lokal
Bantuan Kemanusiaan UNICEF Melalui Humanitarian Action for Children di Afghanistan Pada Tahun 2021-2024 Fidelia, Vasthi Nadia; Pratama, Akbar Yuda; Damayanti, Hanum Alfina; Masruroh, Mahdiyatin; Hapsari, Renitha Dwi
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.226-237

Abstract

Kondisi kemanusiaan memburuk sejak Taliban kembali mengambil alih kekuasaan pada 15 Agustus 2021. Konflik bersenjata berkepanjangan, bencana alam, perubahan iklim, dan pandemi Covid-19 memperparah krisis sosial dan ekonomi masyarakat Afghanistan, khususnya bagi kelompok yang rentan mengalami kelaparan, seperti anak-anak. Anak-anak menghadapi keterbatasan akses pendidikan, kekerasan, eksploitasi, hingga pernikahan dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana bantuan kemanusiaan yang dilakukan oleh UNICEF melalui program Humanitarian Action of Children (HAC) dalam merespons kebutuhan anak-anak di Afghanistan pada tahun 2021-2024. Penelitian ini menggunakan konsep humanitarian assistance dari Miriam Bradley dengan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis data sekunder yang berbasis dari laporan tahunan IGO, website resmi IGO, media massa, dan penelitian-penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UNICEF melalui HAC menyediakan dua bantuan kemanusiaan, yakni bantuan material dan bantuan layanan. Bantuan material berupa penyediaan bahan pangan, pengadaan barang medis, WASH, dan CVA. Selain itu, terdapat berbagai bantuan layanan, seperti layanan kesehatan, dukungan gizi, pendidikan formal dan non-formal, serta layanan psikososial. Meskipun terdapat peningkatan cakupan bantuan dari tahun ke tahun, data menunjukkan bahwa masih banyak anak-anak yang belum tersentuh bantuan karena keterbatasan sumber daya dan tantangan geografis maupun politik. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama internasional yang lebih kuat dan pendekatan yang inklusif untuk menjangkau seluruh anak-anak terdampak di Afghanistan.
Pengaruh Motivasi dan Disiplin Terhadap Prestasi Kerja Pegawai PT. Capella Daihatsu Medan Hasibuan, Yenni Rosyinah; Parapat, Natalia; Simamora, Mukti
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.474-479

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi dan disiplin terhadap prsetasi kerja pegawai PT. Capella Daihatsu Medan. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan cara wawancara (interview), pertanyaan (quistioner) dan studi dokumentasi. Sedangkan tekinik analisis data adalah menggunakan tenknik kuantitatif dengan tidak melakukan pengambilan sampel karena jumlah populasi yang sedikit, sehingga semua pegawai bagian administrasi pada PT. Capella Daihatsu Medan yang berjumlah 30 pegawai dalam populasi dijadikan responden. Analisis data dilakukan dengan uji validitas, uji reliabilitas, analisis regresi, koefisien korelasi, koefisien determinasi, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja pegawai dengan nilai koefisien determinasi sebesar 22,5% dan uji hipotesis menunjukkan t hitung t tabel (4,205 2,048). Disiplin juga berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja pegawai dengan nilai koefisien determinasi sebesar 24,4% dan uji hipotesis diperoleh t hitung t tabel (3,005 2,048). Secara simultan, motivasi dan disiplin berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja pegawai dengan persamaan regresi Y = 29,276 + 0,031X1 + 0,316X2 serta nilai koefisien determinasi sebesar 24,6%, sedangkan sisanya sebesar 75,4% dipengaruhi oleh faktor lain. Uji hipotesis menunjukkan F hitung F tabel (4,413 3,17), sehingga dapat disimpulkan bahwa motivasi dan disiplin secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap prestasi kerja pegawai PT.Capella Daihatsu Medan. Kata kunci: Disiplin, Motivasi, Prestasi Kerja Pegawai
Pengaruh Penggunaan Tagar #SIKAPIUANGMU di Platform X Terhadap Literasi Keuangan Digital Generasi Z: Mediasi Difusi Inovasi Setyastuti, Devi Wuri
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.137-146

Abstract

Perkembangan era digital telah mentransformasi pola komunikasi dan konsumsi informasi masyarakat, menjadikan media sosial sebagai kanal strategis literasi publik. Di Indonesia, meskipun penetrasi internet mencapai 78,19%, terdapat kesenjangan signifikan antara literasi keuangan (66,46%) dan inklusi keuangan (80,51%). Generasi Z sebagai digital natives memiliki keterpaparan tinggi terhadap informasi finansial namun belum siap menghadapi risiko digital, ditandai fenomena konsumtif, penipuan finansial, dan keputusan investasi tidak rasional. Menanggapi tantangan ini, Otoritas Jasa Keuangan meluncurkan kampanye literasi keuangan melalui tagar #SikapiUangmu di Platform X. Penelitian ini menganalisis pengaruh penggunaan tagar tersebut terhadap literasi keuangan digital Generasi Z dengan tahapan difusi inovasi sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori melibatkan 200 responden berusia 17-26 tahun melalui purposive sampling. Data dianalisis menggunakan PLS-SEM. Hasil menunjukkan penggunaan tagar berpengaruh positif signifikan terhadap tahapan difusi inovasi (?=0,809; p0,001), tahapan difusi inovasi berpengaruh positif signifikan terhadap literasi keuangan digital (?=0,250; p0,001), dan terjadi mediasi penuh (indirect effect ?=0,311; VAF=66,7%). Temuan mengkonfirmasi proses difusi inovasi sebagai mekanisme transformasi yang mengonversi paparan informasi menjadi literasi melalui tahapan kognitif, afektif, dan behavioral terstruktur, memberikan kontribusi teoretis integrasi Teori Difusi Inovasi Rogers dengan literasi keuangan digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan tagar #SikapiUangmu efektif meningkatkan literasi keuangan digital apabila pengguna melewati seluruh tahapan difusi inovasi secara sistematis, menegaskan pentingnya strategi komunikasi digital yang berfokus pada proses, bukan sekadar eksposur. Kata kunci: difusi inovasi, Generasi Z, literasi keuangan digital, media sosial, tagar The development of the digital era has transformed communication patterns and information consumption, making social media a strategic channel for public literacy. In Indonesia, despite internet penetration reaching 78.19%, there is a significant gap between financial literacy (66.46%) and financial inclusion (80.51%). Generation Z as digital natives have high exposure to financial information but are not ready to face digital risks, characterized by consumptive behavior, financial fraud, and irrational investment decisions. Responding to this challenge, the Financial Services Authority launched a financial literacy campaign through the #SikapiUangmu hashtag on Platform X. This study analyzes the influence of hashtag usage on Generation Z digital financial literacy with innovation diffusion stages as a mediating variable. The research uses a quantitative explanatory approach involving 200 respondents aged 17-26 years through purposive sampling. Data were analyzed using PLS-SEM. Results show hashtag usage has a positive significant effect on innovation diffusion stages (?=0.809; p0.001), innovation diffusion stages have a positive significant effect on digital financial literacy (?=0.250; p0.001), and full mediation occurs (indirect effect ?=0.311; VAF=66.7%). Findings confirm the innovation diffusion process as a transformation mechanism that converts information exposure into literacy through structured cognitive, affective, and behavioral stages, providing theoretical contribution by integrating Rogers' Diffusion of Innovation Theory with digital financial literacy. The study concludes that #SikapiUangmu hashtag usage is effective in enhancing digital financial literacy when users systematically progress through all innovation diffusion stages, emphasizing the importance of digital communication strategies focused on process rather than mere exposure.
Evaluasi Program Ning Yaonah Dalam Pelayanan Akta Kematian Di Kabupaten Jombang Safitri, Shavira Aulia; Manggalou, Singgih
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.50-58

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Program Ning Yaonah dalam pelayanan akta kematian di Kabupaten Jombang. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis evaluasi menggunakan teori William N. Dunn yang meliputi enam kriteria, yaitu efektivitas, efisiensi, kecukupan, perataan, responsivitas, dan ketepatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Ning Yaonah telah memberikan kemudahan akses pelayanan akta kematian secara digital. Namun, pada tataran implementasi program belum berjalan optimal, terutama dalam aspek efektivitas, efisiensi, kecukupan, perataan, responsivitas, dan ketepatan. Kendala utama meliputi keterbatasan sumber daya manusia, infrastruktur jaringan yang belum merata, dan sistem Ning Yaonah yang masih sulit dipahami, serta minimnya sosialisasi layanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sistem layanan, peningkatan kapasitas aparatur, dan strategi sosialisasi yang berkelanjutan agar pelayanan akta kematian berbasis digital dapat berjalan lebih optimal.