cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL MUQODDIMAH : Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora
ISSN : 25485067     EISSN : 25986236     DOI : -
Jurnal Ilmiah Muqoddimah merupakan kumpulan penelitian ilmiah tentang Ilmu Sosial, khususnya yang berhubungan dengan disiplin Ilmu Sosial, Politik, Administrasi dan Humaniora, diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, tujuan pengembangan jurnal ini adalah sebagai wadah publikasi hasil-hasil penelitian dan telaah kritis terhadap konsep-konsep baru dalam ilmu-ilmu sosial. Jurnal Ilmiah Muqoddimah menerima sumbangan artikel hasil penelitian dan artikel konseptual (non penelitian) dari penulis umum.Dalam setiap penerbitannya, satu tahun dua kali (periode Maret – Agustus dan September – Februari).
Arjuna Subject : -
Articles 1,546 Documents
Analisis Penerapan Asas Asas Umum Pemerintahan Yang Baik Dalam Putusan Dan Prosedur Di BPSK Bukittinggi Putri, Hanifah Nilau; Frinaldi, Aldri; Roberia, Roberia
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.122-129

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB) dalam proses penyelesaian sengketa konsumen oleh Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Bukittinggi. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana asas kepastian hukum, kemanfaatan, ketidakberpihakan, kecermatan, tidak menyalahgunakan wewenang, keterbukaan, kepentingan umum, dan pelayanan yang baik diimplementasikan dalam prosedur dan putusan BPSK. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan yuridis-empiris, Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPSK Bukittinggi telah menerapkan sebagian besar asas AUPB dalam proses penyelesaian sengketa. Asas kepastian hukum, kemanfaatan, ketidakberpihakan, kecermatan, tidak menyalahgunakan wewenang, keterbukaan, kepentingan umum, dan pelayanan yang baik telah tercermin dalam berbagai prosedur, mekanisme kerja, serta pertimbangan majelis. Namun demikian, penelitian juga menemukan sejumlah kendala struktural, terutama menyangkut keterbatasan kewenangan BPSK, potensi pembatalan putusan oleh pengadilan, serta minimnya fasilitas administratif dan digitalisasi layanan. Kondisi tersebut berdampak pada efektivitas BPSK sebagai lembaga quasi-peradilan dalam memberikan perlindungan konsumen. Dengan demikian, diperlukan penguatan regulasi, peningkatan kapasitas kelembagaan, serta optimalisasi transparansi dan akses layanan publik untuk memperkuat fungsi BPSK sebagai penjaga kepentingan konsumen
Implementasi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 Tentang Pemajuan Kebudayaan Pada Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XX Provinsi Maluku Sampulawa, Selmin; Madubun, Jusuf; Pattimukay, Hengky Virgo Richardo
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.451-460

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan pada Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XX Provinsi Maluku. Fokus penelitian meliputi kegiatan perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan, serta faktor pendukung dan hambatan dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari Kepala BPK, Kepala Sub Bagian Umum, pamong budaya, dan tenaga teknis yang terlibat langsung dalam implementasi kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPK Wilayah XX telah melaksanakan implementasi kebijakan secara sistematis dan terstruktur. Aspek perlindungan dilakukan melalui inventarisasi budaya lokal, pengamanan hak kekayaan intelektual, pemeliharaan dan revitalisasi objek budaya. Pengembangan dan pemanfaatan kebudayaan dilaksanakan melalui festival budaya, penyebaran informasi, dan penguatan nilai-nilai budaya dalam kehidupan masyarakat. Pembinaan kebudayaan dilakukan melalui pendidikan, pelatihan, pendampingan lembaga, dan pemberian fasilitasi dana kepada komunitas budaya. Keterlibatan masyarakat dan lembaga budaya lokal menjadi faktor penting yang mendukung keberhasilan implementasi, meskipun tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan pengaruh globalisasi masih perlu diperhatikan. Saran penelitian mencakup penguatan koordinasi antar daerah, peningkatan sumber daya dan kapasitas SDM, serta penerapan strategi adaptasi terhadap globalisasi agar pelestarian dan pemajuan kebudayaan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Pengaruh Kearifan Lokal terhadap Adaptasi Gaya Belajar Mahasiswa dalam Meningkatkan Literasi Kewarganegaraan di Era Digital Suhartono, Suhartono; Qomaru Zaman, Akhamd; Listari, Icha Dwi; Pebri Setiani, Puspita
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.43-49

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di era digital, khususnya rendahnya literasi kewarganegaraan mahasiswa akibat maraknya informasi tidak akurat dan lemahnya internalisasi nilai Pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kearifan lokal terhadap adaptasi gaya belajar mahasiswa serta kontribusinya dalam meningkatkan literasi kewarganegaraan digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan subjek 28 mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang memiliki latar belakang budaya beragam. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, angket berbasis teori gaya belajar VARK, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal berpengaruh kuat terhadap adaptasi gaya belajar mahasiswa, terutama dalam aspek kedisiplinan, kerja sama, etika digital, dan motivasi belajar. Adaptasi gaya belajar berbasis visual, auditori, membaca/menulis, dan kinestetik berkontribusi signifikan terhadap peningkatan literasi kewarganegaraan digital, khususnya kemampuan menyaring informasi, memahami hak dan kewajiban digital, serta menerapkan etika komunikasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran mampu memperkuat literasi kewarganegaraan digital mahasiswa secara kontekstual dan berkelanjutan
Filsafat Manusia Dalam Al-Quran Perspektif Hermeneutika Fazlur Rahman Zulkarnain, Zulkarnain; Arifinsyah, Arifinsyah; Zulkarnaen, Zulkarnaen
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.355-366

Abstract

Hermeneutika Fazlur Rahman sebagai wacana dialektis, merupakan cara baru dalam memahami Al-Quran. Teori doble movemen didisain untuk mendekatkan alam fikiran pembaca pada pengertian substantif, seperti saat Al-Quran diturunkan, tetapi dalam konteks kekinian. Fazlur berusaha menghindari pemahaman atomistik dalam mengurai filsafat manusia, namun menempatkan makna al-Qur’an sebagai  satu kesatuan holistik dan utuh, mencakup aspek teologis, etika, dan hukum. Penelitian ini bertujuan mengurai pandangan komprehensif hermeneutika Fazlur dan pemikiran filosof lainnya sebagai pembanding. Termasuk dikotomi subjektivisme kaum konservatif dan kalangan Islam modernis atas isu-isu modernitas. Metode kualitatif dan pendekatan sosio-historis dipergunakan untuk menganalisis konsepsi manusia. Dari hasil penelitian didapat heremneutika Fazlur menegaskan relevasnsi eksistensi manusia dan tanggungjawabnya pada peradaban. Kesimpulannya, gagasan keislaman hermeneutika Fazlur Rahman sejalan dengan kebutuhan dunia modern, sehingga secara aspiratif manusia mampu berperan kontributif dalam menata dunia yang berkeadilan
Dampak Implementasi Kebijakan Makan Bergizi Gratis Terhadap Ekonomi Mikro Di Lingkungan Sekolah (Studi Kasus UMKM Jajanan Sekolah Di Kabupaten Pringsewu Lampung) Maulidya, Ade; Yulianto, Yulianto; Kusuma, Yori Tirta
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.602-614

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi siswa, namun implementasinya berpotensi menimbulkan dampak turunan terhadap ekonomi mikro, khususnya UMKM jajanan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak implementasi kebijakan MBG ekonomi mikro  di lingkungan sekolah di Kabupaten Pringsewu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan Dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi MBG menyebabkan penurunan pendapatan UMKM jajanan sekolah akibat perubahan pola konsumsi siswa, dengan tingkat dampak yang bervariasi. UMKM yang sangat bergantung pada konsumsi harian siswa mengalami penurunan pendapatan lebih besar, sementara UMKM dengan produk yang lebih fleksibel relatif lebih mampu bertahan. Pelaku UMKM merespons kondisi tersebut melalui berbagai strategi adaptasi, seperti pengurangan produksi, diversifikasi produk, dan peningkatan nilai tambah, meskipun efektivitasnya masih terbatas. Dengan demikian kebijakan MBG memiliki implikasi ekonomi mikro yang perlu diperhatikan dalam evaluasi kebijakan publik, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih integratif antara peningkatan gizi siswa dan keberlanjutan UMKM lokal.
Faktor Pengendalian Diri Anak Berhadapan Hukum Di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Bengkulu Tusakdiah, Halimah; Bangsu, Tamrin; Siregar, Rosi L Vini
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.261-273

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pengkajian faktor kemampuan anak berhadapan dengan hukum (ABH) dalam mengendalikan diri di LPKA Kelas II Bengkulu. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dan observasi. Subjek penelitian adalah ABH usia 16–17 tahun, dengan 5 informan ABH dan 1 petugas pembinaan. Penelitian ini mengidentifikasi pola pengendalian diri ABH berdasarkan kerangka teori regulasi emosi dari Gilliom, yang terlihat dalam strategi seperti active distraction, passive waiting, information gathering, comfort seeking, focus on delay object/task, dan peak anger. Hasil menunjukkan bahwa ABH dengan dukungan keluarga dan kondisi psikologis yang lebih stabil cenderung menggunakan strategi regulasi emosi adaptif, sementara ABH yang mengalami trauma atau minim dukungan lebih banyak menunjukkan pola impulsif seperti berkelahi, menarik diri, atau melanggar aturan. Temuan ini memperkuat pentingnya pendekatan pembinaan berbasis regulasi emosi dalam konteks LPKA. Keseluruhan temuan ini menegaskan perlunya strategi intervensi yang tidak hanya menitikberatkan pada kondisi psikologis anak, melainkan juga mendorong peran aktif keluarga dan lingkungan sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan model pembinaan di LPKA dengan menekankan kerja sama antara lembaga dan keluarga dalam memperkuat pengendalian diri anak
Kepuasan Pernikahan pada Perempuan Jawa Anggun, Dewi; Widjanarko, Mochamad
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.498-508

Abstract

Kepuasan pernikahan merupakan kondisi psikologis dan penilaian subjektif pasangan terhadap kualitas hubungan pernikahan secara keseluruhan, yang mencerminkan sejauh mana kebutuhan, harapan, dan tujuan pernikahan terpenuhi. Wanita Jawa cenderung menerima segala situasi bahkan yang terpahit sekalipun, serta pandai memendam penderitaan (Handayani Novianto, 2021). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pernikahan pada perempuan Jawa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi serta menggunakan teknik observasi tertruktur dan wawancara semi-terstruktur. Analisis data yang digunakan penelitian ini adalah coding, uji kredibilitas member checking dan triangulasi sumber data. Subjek penelitian dipilih berdasarkan kriteria informan perempuan bersuku Jawa yang menikah dengan laki-laki bersuku Jawa dan telah menjalani pernikahan sekurang-kurangnya dua tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan faktor yang memengaruhi kepuasan penikahan pada perempuan Jawa yaitu peran gender, komitmen, menjadi orang tua, kepuasan seksual, manajemen konflik dan komunikasi. Sedangkan faktor kontekstual yang tampak, yakni pengalaman masa lalu, perbedaan harapan dari pernikahan, kepribadian, finansial, usia pernikahan, perbedaan usia pasangan, kondisi kesehatan pasangan, quality time, dan religiusitas memengaruhi kepuasan pernikahan secara situasional.
Penegakan Hukum terhadap Peredaran Minuman yang Mengandung Etil Alkohol Tanpa Pita Cukai (Studi Kasus Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean A Pasuruan) Chinanta, Azizul Hakim; Sulistiyantoro, Hariyo
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.178-182

Abstract

Penegakan hukum terhadap peredaran Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) tanpa pita cukai merupakan upaya krusial untuk mengamankan penerimaan negara dan melindungi kesehatan publik. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk penegakan hukum (preventif-represif) dan mengidentifikasi hambatan struktural, substansial, serta kultural yang dihadapi oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean A Pasuruan. Pendekatan yang digunakan adalah yuridis empiris, yang menggabungkan analisis regulasi dengan data lapangan melalui wawancara mendalam terhadap PPNS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan hukum dilakukan secara sistematis dan didukung oleh substansi hukum yang memadai, memungkinkan penerapan sanksi administrasi (denda empat kali nilai cukai) sebagai upaya restorative justice fiskal untuk pemulihan kerugian negara. Namun, efektivitas penegakan hukum terkendala oleh keterbatasan personel dan sarana prasarana (struktur) serta resistensi dan rendahnya kesadaran hukum masyarakat (budaya hukum), yang menjadi hambatan paling signifikan. Simpulannya, sinergi antara penindakan tegas dan edukasi publik berkelanjutan merupakan kunci untuk memutus rantai peredaran MMEA ilegal di Pasuruan.
Perlindungan Hukum Terhadap Pendaftaran Merek Dalam Usaha Kuliner Bakso Hebat Mataram Di Pekanbaru Zales, Rabina; Nurhayati, Siti; Rafianti, Fitri
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.162-170

Abstract

Perkembangan usaha kuliner di Indonesia semakin pesat, namun masih banyak pelaku usaha yang belum memahami pentingnya pendaftaran merek sebagai instrumen perlindungan hukum. Sistem hukum Indonesia menganut prinsip first to file, yaitu hak atas merek hanya diberikan kepada pihak yang pertama kali mendaftarkannya. Hal ini menyebabkan usaha kuliner yang tidak melakukan pendaftaran merek berada pada posisi yang rentan terhadap peniruan, pemalsuan, maupun gugatan hukum dari pihak lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum terhadap pendaftaran merek dalam usaha kuliner, dengan mengambil studi kasus Bakso Hebat Mataram di Pekanbaru. Metode penelitian yang digunakan adalah normatif yuridis dengan pendekatan kualitatif, melalui telaah terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku serta literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap pendaftaran merek diwujudkan dalam bentuk perlindungan preventif melalui hak eksklusif pemakaian merek, dan perlindungan represif melalui gugatan perdata maupun tuntutan pidana terhadap pelanggaran merek. Studi kasus ini menegaskan bahwa keterlambatan atau kelalaian dalam pendaftaran merek dapat menimbulkan kerugian besar bagi pelaku usaha, baik secara hukum maupun reputasi bisnis. Oleh karena itu, pendaftaran merek perlu dipandang sebagai strategi hukum sekaligus strategi bisnis yang penting bagi keberlangsungan usaha kuliner.
Negotiating Moral Values through Interpersonal Communication: Student–Teacher Interaction in an Islamic Boarding School Efendi, Harun Ar; Sumarlan, Iman
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.407-418

Abstract

This study aims to analyze the role of students’ interpersonal communication with teachers in fostering moral development (akhlak) at Al-Barohin Islamic Boarding School. Employing a qualitative approach with a case study design, this research examines how interpersonal communication functions as a medium for moral and character education in the daily life of an Islamic boarding school. Data were collected over a four-month period through participant observation, in-depth interviews, and documentation, involving seven informants consisting of teachers, students, and a boarding school caregiver. Data analysis was conducted using Miles and Huberman’s interactive model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that students’ interpersonal communication plays a significant role in moral development when characterized by openness, empathy, supportiveness, positiveness, and equality. Dialogical and participatory communication patterns foster mutual trust, strengthen teacher-student relationships, and support the internalization of Islamic moral values such as discipline, responsibility, and self-awareness. Students are positioned not merely as passive recipients of moral instruction but as active communicative agents who contribute meaningfully to the moral education process through continuous interaction with teachers. This study concludes that effective interpersonal communication between students and teachers forms a fundamental foundation for sustainable moral education in Islamic boarding schools and highlights the importance of student agency in value-based educational communication.