cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL MUQODDIMAH : Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora
ISSN : 25485067     EISSN : 25986236     DOI : -
Jurnal Ilmiah Muqoddimah merupakan kumpulan penelitian ilmiah tentang Ilmu Sosial, khususnya yang berhubungan dengan disiplin Ilmu Sosial, Politik, Administrasi dan Humaniora, diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, tujuan pengembangan jurnal ini adalah sebagai wadah publikasi hasil-hasil penelitian dan telaah kritis terhadap konsep-konsep baru dalam ilmu-ilmu sosial. Jurnal Ilmiah Muqoddimah menerima sumbangan artikel hasil penelitian dan artikel konseptual (non penelitian) dari penulis umum.Dalam setiap penerbitannya, satu tahun dua kali (periode Maret – Agustus dan September – Februari).
Arjuna Subject : -
Articles 1,546 Documents
Nilai Filosofis Tradisi Tabuik Dalam Kehidupan Sosial Masyarakat Pariaman Dewi, Silvina Tri; Fatimah, Siti; Fitrisia, Azmi
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.1-12

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji secara aksiologis nilai-nilai yang terkandung dalam Tradisi Tabuik sebagai warisan budaya di kehidupan sosial masyarakat Pariaman. Tradisi tahunan yang memperingati syahidnya Husain bin Ali di Karbala ini telah mengalami dinamika nilai signifikan, bergeser dari ritual yang sakral menuju komodifikasi pariwisata. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan kualitatif, dengan menganalisis sembilan tahapan ritual utama Tabuik mulai dari Mambuek Deraga hingga Tabuik Dibuang Kalauik. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Tabuik mengandung nilai aksiologi yang kompleks yang terbagi menjadi empat dimensi utama: Religius, Sosial, Estetika, dan Ekonomi. Dialektika nilai Religius dan Ekonomi menjadi fokus, di mana desakralisasi diimbangi oleh fungsi pragmatisnya dalam memperkuat integrasi sosial dan ekonomi lokal Pariaman. Kesimpulannya, nilai filosofis Tabuik bertumpu pada kesetiaan, persatuan komunal, dan utilitas kebudayaan sebagai penggerak pariwisata berkelanjutan.
Framing Media Kompas, Tempo, dan BBC Indonesia Pada Demonstrasi 25 Agustus 2025 di DPR Permana, Naufal Rizqi; Nugroho, Adi; Romadhoni, Budi Arista
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.316-325

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana media Kompas, Tempo, dan BBC Indonesia membingkai peristiwa demonstrasi 25 Agustus 2025 di depan Gedung DPR melalui pemberitaan media online, serta bagaimana framing tersebut beririsan dengan mekanisme agenda setting dalam membentuk persepsi publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan paradigma interpretatif melalui analisis framing model Robert N. Entman yang mencakup empat dimensi utama, yaitu pendefinisian masalah, diagnosis penyebab, penilaian moral, dan rekomendasi penanganan, yang dipadukan dengan Teori Agenda Setting untuk menelaah proses transfer salience dari agenda media ke agenda publik. Data primer diperoleh dari artikel berita Kompas.id, Tempo.co, dan BBC Indonesia yang secara intens meliput demonstrasi tersebut, sementara data sekunder bersumber dari literatur akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun melaporkan peristiwa yang sama, ketiga media membangun framing yang berbeda dan menghasilkan konstruksi realitas yang tidak seragam. Media Kompas cenderung membingkai demonstrasi sebagai ekspresi sah aspirasi demokratis dan menekankan pentingnya dialog serta refleksi politik. Media Tempo lebih menyoroti eskalasi konflik, kekacauan, dan ketidakadilan struktural sebagai akibat dari kegagalan dan pengkhianatan elit politik. Sementara itu, media BBC Indonesia memosisikan peristiwa tersebut sebagai indikator ketidakstabilan politik dan problem penanganan keamanan negara dengan sorotan kuat pada isu hak asasi manusia dan citra Indonesia di mata internasional. Temuan ini menegaskan peran strategis media dalam membentuk pemahaman publik terhadap peristiwa politik dan pentingnya literasi media kritis.
Revitalisasi Peran Masyarakat Hukum Adat dalam Pelestarian Lingkungan: Analisis Konstitusional atas Kasus Banjir Batang Toru, Tapanuli Selatan Faisal, Muhammad; Widodo, Tris; Fahmi, Yun
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.560-571

Abstract

Pengakuan terhadap masyarakat hukum adat dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menempatkan hak ulayat sebagai bagian dari arsitektur konstitusional pengelolaan sumber daya alam. Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 35/PUU-X/2012 menegaskan bahwa hutan adat bukan bagian dari hutan negara, sehingga memperkuat posisi masyarakat hukum adat sebagai subjek konstitusional. Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi konstitusional masyarakat hukum adat dalam pelestarian lingkungan hidup serta mengkaji kesenjangan implementasinya dalam konteks Batang Toru, Tapanuli Selatan. Metode yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dengan analisis perundang-undangan, putusan Mahkamah Konstitusi, dan pendekatan konseptual berbasis pluralisme hukum serta konstitusionalisme ekologis, yang diperkaya dengan data empiris sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif konstitusi Indonesia telah menyediakan dasar yang kuat bagi integrasi pranata adat dalam tata kelola lingkungan. Pranata adat Batak Angkola memiliki legitimasi sosial dan potensi regulatif terhadap pemanfaatan wilayah ulayat. Kesenjangan terjadi karena pengakuan konstitusional belum teroperasionalkan secara efektif dalam sistem perizinan dan regulasi sektoral. Revitalisasi peran masyarakat hukum adat merupakan konsekuensi logis dari mandat konstitusi untuk menjamin keberlanjutan ekologis dan perlindungan hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat.
Keterbukaan Informasi Publik Sebagai Pintu Pengungkapan Pelanggaran Etika dan Integritas Pejabat Publik Noor, Mohammad
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.212-225

Abstract

Penelitian ini berkaitan dengan studi kasus pengungkapan penggunaan ijazah bermasalah oleh oknum pejabat publik. peneliti telah mendapatkan informasi dan keterangan dari beberapa pihak terkait fakta manipulasi riwayat pendidikan oknum anggota DPD/MPR disertai bukti surat pernyataan dari satuan pendidikan, keterangan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan dan Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin. Fakta adanya manipulasi riwayat pendidikan dilatarbelakangi oleh terjadinya peristiwa rekayasa penerbitan ijazah oleh satuan pendidikan. Penelitian yang telah dilakukan dengan melakukan pengkajian terhadap peristiwa dan meneliti pelanggaran yang telah terjadi terkait informasi publik yang tidak pernah konsisten. Selanjutnya dilakukan penelitian penyebab peristiwa tersebut, dimana dalam hasil penelitian ditemukan informasi dan bukti pelanggaran perudang-undangan tentang sistem pendidikan nasional 
Pencegahan Penyimpangan Sosial Melalui Tradisi Budaya Lokal: Pacu Jalur Yusma, Agliana; Sulhin, Iqrak
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.461-473

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tradisi Pacu Jalur sebagai strategi pencegahan penyimpangan sosial di kalangan pemuda Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilaksanakan melalui wawancara mendalam terhadap narasumber, observasi langsung di lapangan, serta studi dokumentasi yang berkaitan dengan penyelenggaraan Pacu Jalur. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa tradisi Pacu Jalur tidak hanya berfungsi sebagai sarana olahraga dan hiburan masyarakat, tetapi juga sebagai institusi sosial yang menanamkan nilai-nilai karakter, seperti gotong royong, religiusitas, disiplin, tanggung jawab, persatuan, sikap bersahabat, kerja keras, dan sportivitas. Nilai-nilai tersebut diwujudkan melalui pola latihan yang teratur, kepatuhan terhadap ketentuan, penerapan sanksi sosial, pelaksanaan doa bersama, serta pengawasan kolektif oleh pelatih, pengurus, dan masyarakat. Internalisasi nilai-nilai tersebut terbukti mampu mendorong perubahan perilaku pemuda ke arah yang lebih positif, seperti meningkatnya disiplin, rasa tanggung jawab, serta menurunnya kecenderungan terhadap perilaku menyimpang. Dengan demikian, tradisi Pacu Jalur dapat dipandang sebagai bentuk pencegahan penyimpangan sosial berbasis budaya lokal yang efektif dan berkelanjutan, serta memiliki kontribusi penting dalam pembentukan karakter dan ketahanan sosial pemuda di tengah dinamika perubahan masyarakat.
Peran Produk Digital Fintech Terhadap Inklusi Keuangan Dan Tranformasi Ekonomi Masyarakat Indonesia Di Era Ekonomi Digital Maulida, Fidia; Sari, Nuzulia Kumala; Halif, Halif
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.130-136

Abstract

Perkembangan teknologi finansial (financial technology atau fintech) telah memberikan kontribusi besar terhadap perluasan inklusi keuangan dan transformasi ekonomi di Indonesia. Produk digital fintech, seperti layanan peer-to-peer lending, dompet digital, dan sistem pembayaran berbasis aplikasi, membuka akses keuangan bagi masyarakat yang sebelumnya tidak terlayani oleh lembaga keuangan konvensional, khususnya di daerah terpencil dan kelompok berpendapatan rendah. Namun, efektivitas fintech dalam mendorong inklusi keuangan masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti rendahnya literasi digital, kurangnya perlindungan konsumen, serta risiko keamanan data. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji peran strategis layanan digital fintech dalam memperluas inklusi keuangan serta mengidentifikasi berbagai faktor yang mempengaruhi efektivitasnya, baik yang bersifat mendukung maupun menghambat, terhadap proses transformasi ekonomi nasional. Hasil analisis menunjukkan bahwa sinergi antara inovasi teknologi, kebijakan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan peningkatan literasi keuangan menjadi kunci utama untuk memastikan keberlanjutan peran fintech dalam memperkuat ekonomi digital Indonesia.
Nahdlatul Ulama dan Negara Kesatuan Republik Indonesia: Landasan Ideologis, Historis, dan Keagamaan Riyadi, Sugeng; Amalia, Khikmatun
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.95-104

Abstract

Di tengah dinamika pemikiran keislaman dan kebangsaan serta menguatnya wacana pendirian negara Islam dan khilafah, posisi dan sikap organisasi Islam arus utama menjadi penting dalam memperkuat fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis dasar pemikiran Nahdlatul Ulama (NU) dalam menerima Pancasila dan UUD 1945 sebagai dasar dan konstitusi negara melalui pendekatan studi literatur. Subjek penelitian ini adalah Nahdlatul Ulama sebagai organisasi keagamaan, sedangkan objek penelitiannya berupa pandangan, sikap, dan keputusan-keputusan resmi NU terkait negara dan pemerintahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (studi literatur), di mana teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi terhadap sumber primer berupa Q?n?n As?s?, AD/ART NU, keputusan Muktamar dan Munas Alim Ulama, serta hasil bahtsul mas?’il, dan sumber sekunder berupa literatur klasik dan kontemporer yang relevan. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan historis untuk menelusuri konteks sosial-politik lahirnya sikap NU, serta pendekatan hermeneutika dan fenomenologi untuk menafsirkan teks dan memahami makna di balik keputusan-keputusan NU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NU memandang negara sebagai wasilah untuk mewujudkan kemaslahatan umat, menerima Pancasila sebagai ideologi yang selaras dengan nilai-nilai Islam, serta menolak konsep khilafah dan Negara Islam Indonesia karena dinilai tidak relevan dengan realitas negara-bangsa modern.
The Influence of Universal Moral and Ethical Values on Managerial Decision-Making in Social Organizations in Padang Matinggi District Harianja, Nurbaya; Lona, Rina Tiur
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.367-375

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh nilai-nilai moral dan etika universal terhadap pengambilan keputusan manajerial dalam organisasi sosial di Kecamatan Padang Matinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, melibatkan 42 responden yang merupakan pengurus dan manajer organisasi sosial aktif. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert 1–5 dan dianalisis menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai moral dan etika universal memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pengambilan keputusan manajerial (? = 0,68; p = 0,000; R² = 0,462). Semakin tinggi komitmen pengurus terhadap nilai moral seperti kejujuran, keadilan, tanggung jawab sosial, dan kepedulian terhadap anggota dan masyarakat, semakin konsisten, transparan, dan etis keputusan yang diambil. Penelitian ini juga menegaskan bahwa penerapan nilai moral tidak hanya sekadar formalitas, tetapi menjadi landasan praktis dalam pengambilan keputusan organisasi sosial. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi penguatan internalisasi nilai moral, penyusunan pedoman pengambilan keputusan berbasis etika, serta dukungan pembina dan pemerintah daerah untuk meningkatkan akuntabilitas dan keberlanjutan organisasi sosial
Pemanfaatan Acara Tradisi Rebu- Rebu Dalam Meningkatkan Partisipasi Politik Masyarakat Pada Pilpres 2024 Di Desa Sibunga-Bunga Hilir Kecamatan STM Hulu Barus, Nico Septian Pratama; Pinem, Windawati
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.274-282

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan tradisi Rebu-Rebu dalam meningkatkan partisipasi politik masyarakat pada Pemilu Presiden 2024 di Desa Sibunga-Bunga Hilir, Kecamatan Sinembah tanjung muda hulu. Permasalahan yang menjadi dasar penelitian ini adalah tingginya angka partisipasi politik masyarakat pada Pilpres 2024, di mana tercatat 359 orang dari 437 pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) menggunakan hak pilihnya, sementara hanya 78 orang yang tidak menggunakan hak pilih. Fenomena ini menarik untuk dikaji karena tradisi Rebu- Rebu, sebagai salah satu warisan budaya masyarakat, dimanfaatkan sebagai sarana untuk mendorong kesadaran politik.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan penelitian dipilih secara purposive, berjumlah 12 orang yang terdiri dari tokoh adat, aparat desa, dan masyarakat umum. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, sedangkan validasi data menggunakan triangulasi. Berdasarkan hasil wawancara 12 responden bahwa benar adanya tradisi rebu rebu dimanfaatkan sebagai sarana meningkat partisipasi politik melalui sosialisasi politik dan komunikasi politik tradisi rebu rebu juga memiliki potensi menjadi ruang untuk meningkatkan kesadaran politik masyrakat di desa sibunga - bunga hilir mengikuti perkembangan isu isu politik melalui media sosial dan televisi, mayoritas informan mengetahui siapa saja pasangan calon presiden dan wakil presiden pada pemiliu pilpres 2024.
Government Communication on Instagram as a Diffusion Channel: Public Engagement and Electric Bus Policy in Yogyakarta Athar, Aditya Zharfan; Wardhana, Ardiyanto
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.509-521

Abstract

This study examines how government communication on Instagram functions as a diffusion channel in fostering public engagement and discursive adoption of a policy-driven innovation, focusing on the EV Trans Jogja electric bus program in Yogyakarta, Indonesia. Diffusion of innovations theory assumes a progression from awareness to adoption; however, empirical evidence remains limited regarding how this process unfolds when sustainability policies are communicated through government-managed social media. Existing studies on government Instagram use largely emphasize information dissemination and visibility, leaving diffusion dynamics across adoption stages underexplored. A qualitative case study design was employed by analyzing communication related to EV Trans Jogja published on the official @dishubdiy Instagram account between January and May 2025. Data consist of Instagram posts, captions, audience comment threads, and reply or non-reply practices, complemented by in-depth interviews and field observations. Guided by diffusion of innovations theory, the stages of knowledge, persuasion, decision, implementation, and confirmation were operationalized as analytical categories to identify discursive indicators of engagement and adoption. The findings indicate that Instagram communication effectively enhances public visibility and awareness of the electric bus program, demonstrating strong diffusion performance at the knowledge stage. However, communicative support declines at subsequent stages. Persuasion remains largely symbolic and weakly dialogic, decision-making is constrained by fragmented procedural information, and implementation and confirmation receive limited institutional reinforcement. Later-stage diffusion indicators are predominantly articulated through audience-generated discourse. These patterns reflect an institutional communication logic that prioritizes informational visibility over engagement-oriented interaction, thereby constraining diffusion beyond awareness. The study concludes that in government-led sustainability policies, social media visibility alone is insufficient to advance diffusion toward adoption. Effective diffusion requires interactive, audience-centered, and stage-specific communication strategies aligned with the informational and experiential needs of each diffusion stage.