cover
Contact Name
ALBACORE
Contact Email
albacore@apps.ipb.ac.id
Phone
+62251-8622935
Journal Mail Official
albacore@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Jl. Agatis Kampus IPB, Dramaga – Bogor 16680 Telp. (0251)8622935
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Albacore : Jurnal Penelitian Perikanan Laut
ISSN : 25491326     EISSN : 2655559X     DOI : 10.29244
Albacore (Jurnal Penelitian Perikanan Laut) merupakan salah satu jurnal ilmiah di Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, FPIK IPB. Jurnal ini melanjutkan Bulletin PSP yang telah hadir lebih dahulu sejak tahun 1992 hingga tahun 2013.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 313 Documents
ANALISIS KEBIJAKAN KESELAMATAN KERJA PADA KEGIATAN OBSERVASI IKAN DAN ALAT PENANGKAPAN IKAN Achmad Tan'im Makky Gemilang; Fis Purwangka; Wazir Mawardi; Akhmad Solihin
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 4 No. 2 (2020): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.4.2.205-213

Abstract

Aktivitas penyelaman mengandung risiko bahaya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) jika pelaksanaannya menyimpang dari prosedur. Oleh karena itu diperlukan usaha preventif yakni antara lain melalui pembuatan peraturan perundang-undangan dan pengawasannya. Tujuan penulisan ini untuk mengkaji kebijakan lembaga-lembaga internasional dan sejauh mana kebijakan nasional mengatur keselamatan pada aktivitas observasi ikan dan alat tangkap. Data yang diambil adalah data pustaka atau telaah dokumen berupa kebijakan/pedoman (guidance) mengenai keselamatan kerja penyelaman dari lembaga internasional dan nasional. Penelitian awal dilaksanakan pada 2018 kemudian disempurnakan pada tahun 2021. Pengumpulan dilakukan dengan cara observasi content analysis yakni merupakan metode pengumpulan data penelitian melalui teknik observasi dan analisis terhadap isi pesan suatu dokumen. Keselamatan pada aktivitas penyelaman ilmiah pada hakekatnya untuk melindungi lingkungan dan orang-orang yang ada di tempat kerja agar terhindar dari kecelakaan. Indonesia baru memulai menerapkan beberapa aturan dan pedoman dari rekomendasi internasional sehingga dalam penerapannya masih terdapat kekosongan peraturan dan ditemukan beberapa kekurangan isi substansi dalam implementasinya. Maka Indonesia perlu melakukan pembenahan dalam kebijakan nasional mengenai keselamatan pada aktivitas selam untuk kepentingan ilmiah. Kata kunci: ikan, kebijakan, keselamatan kerja, penyelaman
PENGGUNAAN BAITED FADs SEBAGAI ALAT BANTU PEMIKAT DAN PENGUMPUL IKAN PADA MINI PURSE SEINE Laoda, Aryadiansyah Dwi Putra A; Zulkarnain; Komarudin, Didin; Sondita, Muhammad Fedi Alfiadi
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 6 No. 1 (2022): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.6.1.041-056

Abstract

Nelayan Tenau di Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur melakukan kegiatan penangkapan ikan pelagis dengan mini purse seine yang dilakukan pada malam hari menggunakan atraktor cahaya lampu tanpa atraktor rumpon. Lama waktu tunggu dalam proses pengumpulan ikan dengan cahaya lampu menyebabkan operasi penangkapan ikan tidak efektif dan jumlah ikan yang berkumpul di bawah sinar lampu tidak banyak. Penelitian ini mencoba menggunakan kombinasi atraktor rumpon dan umpan atau disebut juga dengan atraktor rumpon berumpan (baited FADs) sebagai perlakuan dalam penelitian. Tujuan penelitian ini adalah menentukan komposisi hasil tangkapan, menentukan pengaruh penggunaan baited FADs dibandingkan dengan kontrol terhadap hasil tangkapan dan jumlah hauling serta menentukan produktivitasnya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental fishing dengan 20 trip sebagai ulangan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada mini purse seine perlakuan, terlihat ikan yang tertangkap lebih dari satu jenis per trip dibandingkan dengan mini purse seine kontrol. Hal ini diduga reaksi dari umpan tersebut menyebabkan ikan-ikan berkumpul pada baited FADs. Penggunaan baited FADs telah memberikan pengaruh yang nyata terhadap total berat hasil tangkapan (Asymp. Sig. (2-tailed) < 0,05) dan total hauling/trip (Asymp. Sig. (2-tailed) < 0,05). Persentase kenaikan produktivitas mini purse seine perlakuan terhadap kontrol sebesar 109,3% dan rata-rata produktivitas mini purse seine perlakuan dan kontrol masing-masing sebesar 226 kg/haul dan 202 kg/haul. Kata kunci: baited FADs, experimental fishing, ikan pelagis, mini purse seine, produktivitas
KESESUAIAN UKURAN GROSS TONNAGE (GT) KAPAL DENGAN DOKUMEN PADA KAPAL GILLNET DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN KARANGSONG, KABUPATEN INDRAMAYU Apriliani, Izza Mahdiana; Abdillah, Muhammad Faisal; Dewanti, Lantun Paradhita; Sunarto
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 6 No. 2 (2022): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.6.2.139-144

Abstract

Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Karangsong menjadi salah satu pelabuhan terbesar dan paling tinggi aktivitasnya di Kabupaten Indramayu. Hal tersebut dapat dilihat dari jumlah armada kapal yang tersebar di PPI Karangsong. Di sisi lain, puluhan kapal yang berada di Indramayu melakukan praktik mark down. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji kesesuaian ukuran gross tonnage (GT) kapal dengan dokumen pada kapal gillnet di PPI Karangsong, Kabupaten Indramayu. Riset ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2021, bertempat di PPI Karangsong, Kabupaten Indramayu. Pengambilan sampel dilakukan dengan objek riset kapal gillnet berukuran <5 GT, 5-10 GT, >10-20 GT, >20-30 GT, dan >30 GT. Data yang diambil berupa panjang geladak kapal, lebar kapal dan dalam/tinggi kapal. Pengambilan sampel dari objek riset masing-masing sebanyak 3 kali ulangan per interval GT. Metode riset yang digunakan adalah survei. Data dianalisis secara deskripsi komparatif dengan membandingkan ukuran GT kapal antara ukuran pada dokumen kapal dan ukuran berdasarkan pengukuran fisik kapal. Terdapat beberapa ketidaksesuaian yang ditemukan terjadi pada kapal dengan kategori ukuran >10-20 GT, ukuran >20-30 GT, dan ukuran >30 GT. Selisih ukuran GT kapal tertinggi terdapat pada kapal dengan ukuran >30 GT. Kata kunci: gross tonage, pengukuran kapal, mark down, PPI Karangsong
RISIKO AKTIVITAS PENANGKAPAN TRAMMEL NET NELAYAN ANGGOTA KUB HARAPAN KITA BINA NUSANTARA Nugraha, Ridwan Maulana; Purwangka, Fis; Iskandar, Budhi Hascaryo; Romli, Muhammad
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 6 No. 3 (2022): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.6.3.231-239

Abstract

Salah satu aktivitas penangkapan yang banyak dilakukan nelayan di Teluk Palabuhanratu menggunakan alat tangkap trammel net. Kegiatan penangkapan termasuk kegiatan dengan tingkat risiko yang tinggi. Pengkajian terhadap risiko pada kegiatan penangkapan trammel net perlu dilakukan sebagai upaya untuk mengurangi dampak dari risiko yang dapat terjadi kepada nelayan agar nelayan dapat melakukan upaya mitigasi untuk mengurangi bahkan menghilangkan dampak dari risiko yang mungkin terjadi pada aktivitas penangkapan yang dilakukan. Penelitian ini mengkaji risiko dalam tiga tahapan pra-penangkapan, penangkapan dan pasca penangkapan. Penelitian dilakukan dengan observasi langsung dan wawancara kepada nelayan. Pengolahan data dilakukan menggunakan metode Hazard and Operability Study untuk memetakan risiko dari setiap tahapan kegiatan. Risiko pada tahapan pra-penangkapan berkaitan dengan risiko bisnis dan peralatan. Risiko aktivitas penangkapan adalah risiko keselamatan, bisnis, kesehatan dan peralatan. Risiko pada aktivitas pasca penangkapan diantaranya risiko bisnis, peralatan dan keselamatan. Nelayan harus bisa melakukan upaya mitigasi risiko sebagai upaya untuk meminimalisir risiko yang muncul dari setiap kegiatan yang dilakukan. Kata kunci: HAZOP, mitigasi, risiko, trammel net
SELEKSI JENIS DAN KETINGGIAN UMPAN PANCING ULUR UNTUK MENANGKAP IKAN DEMERSAL Gondo Puspito; Sugeng Hartono; Mustaruddin; Andrew Amadeus
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 4 No. 3 (2020): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.4.3.341-351

Abstract

Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh perbedaan umpan dan ketinggian umpan pancing ulur terhadap komposisi jenis dan jumlah ikan demersal yang tertangkap. Penelitian menggunakan metode eksperimen. Jenis umpan yang digunakan berupa udang putih (Penaeus merguiensis), udang dogol (Metapenaeus monoceros), dan cumi-cumi (Loligo spp.). Adapun ketinggian umpan adalah 1, 2 dan 3 m dari permukaan dasar perairan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi jenis ikan hasil tangkapannya sama, yaitu kakap merah (Lutjanus sp), kuwe (Caranx ignobilis), kerapu (Epinephelus sp), kuniran (Upeneus sulphureus), kerong-kerong (Terapon jarbua). Umpan udang putih ternyata mendapatkan 196 ikan, atau 57,94 % dari seluruh ikan hasil tangkapan, selanjutnya udang dogol (111 ikan; 35,92 %), dan cumi-cumi (24 ikan; 6,13 %). Sementara, ketinggian umpan yang memberikan hasil tangkapan terbanyak adalah 1 m, yaitu 157 ekor, atau 47,43 % dari seluruh ikan hasil tangkapan, sedangkan 2 m (146 ikan; 44,11 %), dan 3 m (28 ekor; 8,46 %). Kata kunci: ikan demersal, jenis umpan, ketinggian umpan, pancing ulur
ANALISIS TINGKAT PENERAPAN TEKNOLOGI DI PT TEGAL SHIPYARD UTAMA, CILACAP Ayu, Erika Kusumaning; Prihantoko, Kukuh Eko; Kurohman, Faik
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 6 No. 3 (2022): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.6.3.267-280

Abstract

PT Tegal Shipyard Utama cabang Cilacap adalah salah satu dari tiga perusahaan dock kapal di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Cilacap. Perusahaan ini memiliki 3 (tiga) unit jalur slipway dock dan 1 (satu) unit mesin penarik. Sehingga dalam operasionalisasi jalur slipway dock digunakan secara bergantian menggunakan satu unit mesin penarik yang tersedia. Tingkat teknologi yang digunakan oleh suatu perusahaan akan mempengaruhi kinerja perusahaan. Tingkat teknologi dapat diidentifikasi berdasarkan 4 (empat) komponen yaitu technoware, humanware, orgaware dan infoware. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tahapan proses docking kapal dan menganalisis tingkat penerapan teknologi pada PT Tegal Shipyard Utama cabang Cilacap. Metode penelitian bersifat deskriptif kuantitatif. Penelitian dilakukan dengan studi pustaka, observasi lapangan, dokumentasi dan wawancara dengan responden berjumlah 22 (dua puluh dua) orang yang merupakan tenaga kerja di lokasi penelitian. Data dianalisis secara deskriptif dan model teknometrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses docking di lokasi penelitian terdiri dari 4 (empat) tahapan yaitu proses pelayanan dan administrasi, proses penaikan kapal ke dock, proses perawatan kapal dan proses penurunan kapal dari dock. Hasil analisis tingkat penerapan teknologi di lokasi penelitian termasuk pada kategori semi modern dengan nilai TCC sebesar 0,58. Kata kunci: Cilacap, dock kapal, SWOT, teknometrik
PENANGANAN RAJUNGAN OLEH PELAKU RANTAI PASOK, KAITANNYA DENGAN PENERAPAN SISTEM TRACEABILITY DALAM PERIKANAN SKALA KECIL DI CIREBON, INDONESIA Domu Simbolon; Thomas Nugroho; Widya Angela Fajrin; Daniel Julianto Tarigan
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 4 No. 3 (2020): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.4.3.353-370

Abstract

Kabupaten Cirebon merupakan salah satu daerah penghasil rajungan di Provinsi Jawa Barat, meskipun dengan menggunakan usaha penangkapan skala kecil. Rajungan ini merupakan komoditas ekspor andalan Indonesia pada bidang perikanan. Kasus penolakan produk rajungan masih sering terjadi dari pelaku eksportir karena usaha perikanan skala kecil belum bisa memenuhi persyaratan pelaku ekspor terkait dengan ecolabelling dan keamanan produk. Permasalahan ini perlu diatasi melalui analisis rantai pasok dari setiap pelaku agar mereka dapat memahami mekanisme penjaminan keamanan produk sesuai dengan standar yang berlaku. Selain itu, pelaku rantai pasok juga perlu menyadari akan pentingnya informasi terkait dengan traceability yang menjadi syarat produk ekspor. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi proses rantai pasok dan penerapan sistem traceability dalam perikanan rajungan skala kecil di Cirebon. Metode penelitian adalah survei dengan teknik pengambilan sampel menggunakan snowball sampling. Analisis data menggunakan teknik dekskriptif dan pendekatan skala Guttman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanganan rajungan pada tingkat nelayan (bubu dan gillnet) dan perusahaan pasteurisasi telah memenuhi kriteria, dengan nilai kesesuaian adalah 13,53 untuk nelayan bubu, 12,83 untuk nelayan jaring dan 12 untuk perusahaan pasteurisasi. Pelaksanaan traceability internal hanya dilakukan oleh perusahaan pasteurisasi, sedangkan traceability eksternal baru dimulai dari pedagang pengumpul dan pengupas, dan perusahaan pasteurisasi. Kata kunci: Cirebon, kesesuaian, rantai pasok, rajungan, traceability
EFEKTIVITAS ATRAKTOR DAN STRATEGI PENGKAYAAN STOK CUMI-CUMI DI TANJUNG LUAR, KABUPATEN LOMBOK TIMUR, NTB Mustaruddin; Baskoro, Mulyono S.; Santoso, Didik; Karnan
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 6 No. 3 (2022): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.6.3.281-291

Abstract

Cumi-cumi merupakan satu dari empat komoditas perikanan penting dari Kabupaten Lombok Timur, namun produksinya cenderung menurun akibat degradasi habitat cumi. Tindakan pemasangan atraktor cumi-cumi diyakini dapat membantu memecahkan masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis persiapan teknis dan efektivitas operasional atraktor, serta merumuskan strategi pengkayaan stok cumi-cumi yang berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, effectiveness analysis, dan analytical hierarchy process. Pemasangan atraktor, perlu memilih wilayah perairan berstatus bebas/tidak sedang dimanfaatkan, memiliki kedalaman sedang (remang-remang), dan kondisi oseanografinya cocok untuk cumi-cumi. Atraktor drum bekas yang dipasang di perairan Tanjung Luar mempunyai efektivitas 63,33 %. Kemitraan industri dan nelayan dalam pengkayaan stok merupakan strategi unggulan (prioritas I) untuk pengkayaan stok cumi-cumi yang berkelanjutan di Tanjung Luar, Kabupaten Lombok Timur (L = 0,221, inconsistency 0,03). Kata kunci: atraktor, cumi-cumi, degradasi habitat, perairan, strategi pengkayaan stok
ANALISIS PEMANGKU KEPENTINGAN: RENCANA OPERASIONALISASI SENTRA BISNIS PERIKANAN TERPADU NUMANA KABUPATEN WAKATOBI Zahirudin; Solihin, Iin; Nurani, Tri Wiji; Wahju, Ronny Irawan
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 6 No. 3 (2022): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.6.3.241-255

Abstract

Pemerintah Kabupaten Wakatobi berupaya membangun Sentra Bisnis Perikanan Terpadu (SBPT) pada kawasan taman nasional. Wilayah dengan banyak kepentingan dalam penggunaannya (proyek infrastruktur, konservasi laut, dan pemanfaatan sumberdaya ikan) melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pemangku kepentingan di wilayah pembangunan SBPT Numana dan memberikan solusi terhadap kendala pembangunan dan pengoperasian SBPT Numana berdasarkan pengaruh dan kepentingan dari pemangku kepentingan. Data yang dikumpulkan adalah pemangku kepentingan yang terlibat, pengaruh dan kepentingan, harapan, dan kendala para pemangku kepentingan. Analisis data menggunakan analisis pemangku kepentingan melalui pendekatan kualitatif dan kuantitatif dan analisis deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 22 pemangku kepentingan yang dipetakan menjadi empat kelompok berdasarkan tingkat pengaruh-kepentingan yang berbeda-beda yaitu kelompok key players, context setters, subjects, dan crowds. Rekomendasi yang diusulkan adalah menyelesaikan dokumen Amdal dan WKOPP SBPT Numana, meningkatkan keterlibatan DKP Provinsi Sulawesi Tenggara, melaksanakan komitmen perjanjian kerja sama, dan berbagi tanggung jawab dengan pemangku kepentingan yang memiliki pengaruh dan kepentingan terhadap SBPT Numana. Kata kunci: kepentingan, pemangku kepentingan, pengaruh, rekomendasi, Sentra Bisnis Perikanan Terpadu Numana
DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP PEDAGANG IKAN DI TEMPAT PELELANGAN IKAN PALABUHANRATU Muninggar, Retno; Meitama, Salma; Solihin, Iin
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 6 No. 1 (2022): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.6.1.067-076

Abstract

Pembatasan kegiatan selama pandemi Covid-19 memberikan dampak pada kegiatan pemasaran ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Palabuhanratu. Tujuan penelitian ini adalah menghitung indeks persepsi pedagang terhadap dampak Covid-19, menghitung keuntungan pedagang ikan serta kelayakan usaha pemasaran ikan saat pandemi. Penelitian ini menggunakan pendekatan case study. Teknik penentuan responden menggunakan metode accidental sampling. Analisis data menggunakan metode skoring, analisis keuntungan dan Revenue Cost Ratio. Hasil penelitian menunjukkan indeks persepsi pedagang ada pada interval 54,3% atau sedang. Artinya, hal tersebut menunjukkan bahwa pandemi Covid-19 menyebabkan perubahan terhadap parameter aktivitas pemasaran ikan dengan dampak sedang. Parameter yang terkena dampak: jumlah konsumen, harga ikan, pendapatan pedagang, jumlah ikan, jumlah pedagang, kegiatan lelang dan kegiatan jual beli. Perbandingan keuntungan pedagang ikan di TPI saat pandemi mengalami penurunan hingga 50%. Nilai R/C > 1 menunjukkan bahwa usaha pemasaran ikan di TPI Palabuhanratu tetap layak dilakukan. Kata kunci: pandemi Covid-19, Palabuhanratu, pedagang, pemasaran, Tempat Pelelangan Ikan