cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Majalah Farmaseutik
ISSN : 1410590x     EISSN : 26140063     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Farmaseutic accepts submission concerning in particular fields such as pharmaceutics, pharmaceutical biology, pharmaceutical chemistry, pharmacology, and social pharmacy.
Arjuna Subject : -
Articles 488 Documents
Pembuatan Sediaan Tabir Surya Ekstrak Etanol Rimpang Temu Kunci (Boesenbergia pandurata (Roxb.) Schlecht), Aktivitas Inhibisi Fotodegradasi Tirosin dan Kandungan Fenolik Totalnya Tatang Irianti; Teuku Nanda Saifullah Sulaiman; Nanang Fakhrudin; Siluh Astuti; Nita Testikawati; Soda Farida; Jovanita Fara Addina
Majalah Farmaseutik Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.999 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v16i2.49421

Abstract

Indonesia merupakan negara tropis dengan intensitas sinar matahari yang tinggi sehingga hal ini dapat memberikan dampak negatif terhadap kulit manusia. Untuk mencegah kerusakan akibat dari cahaya matahari diperlukan suatu bahan yang bersifat fotoprotektor dengan mekanisme kerja menyerap atau menghalangi cahaya matahari masuk ke kulit. Flavonoid ekstrak etanol rimpang temu kunci (Boesenbergia pandurata (Roxb.) Schlecht) diketahui memiliki aktivitas sebagai fotoprotektor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol rimpang temu kunci dalam sediaan tabir surya yang mengandung bahan aktif oksibenson sebagai fotoprotektor; mengetahui aktivitas fotodegradasi tirosin serta kadar fenolik total ekstrak etanol rimpang temu kunci. Pada penelitian ini dilakukan dengan menguji delapan formula. Penentuan kemampuan fotoproteksi berdasarkan nilai transmisi eritema dan transmisi pigmentasi. Uji inhibisi fotodegradasi dilakukan dengan menggunakan enam kelompok komposisi tirosin dan Rhetoflam. Uji penentuan kadar fenolik total dilakukan menggunakan metode Follin-Ciocalteu. Hasil pengukuran diintrapolasikan ke dalam kurva baku asam galat. Penambahan ekstrak etanol rimpang temu kunci mampu menurunkan transmisi eritema 0,72-0,76 kali dan transmisi pigmentasi 0,57-0,61 kali dari sediaan tabir surya. Pemberian ekstrak etanol rimpang temu kunci 6% pada sediaan tabirsurya mengandung oksibenson 6% meningkatkan efektivitas tabir surya dengan menurunkan transmisi eritema 1,00 kali dan transmisi pigmentasi 1,02 kali lebih baik dari sediaan tabir surya mengandung bahan aktif oksibenson saja. Sedangkan kandungan fenolik total ekstrak etanol ripang temu kunci adalah sebesar 7,11 ± 0,15 % EAG dengan aktivitas penghambatan fotodegradasi tirosin 2,06 kali lebih besar dibandingkan dengan vitamin C pada kadar yang sama, yaitu 0,15%. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak etanolik rimpang temu kunci dapat dimanfaatkan sebagai bahan aktif fotoprotektor dalam sediaan kosmetik.
Estimasi Nilai Years of Life Lost (YLL) Penyakit Kanker Akibat Secondhand Smoke di Indonesia Kadek Ida Krisnadewi; Susi Ari Kristina; Chirun Wiedyaningsih
Majalah Farmaseutik Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.98 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v16i2.49615

Abstract

Paparan rokok pada perokok pasif  meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung koroner dan stroke pada orang dewasa, dan juga gangguan pernafasan hingga kematian pada anak-anak. Perokok pasif menjadi penyebab 42.000 kematian pada kanker, dan sebanyak 7000 lebih kematian disebabkan oleh kanker paru. Tujuan penelitian ini adalah menghitung beban ekonomi dari sisi Years of Life Lost (YLL). Estimasi nilai years of life lost  (YLL) untuk 6 penyakit kanker akibat perokok pasif diambil per kelompok jenis kelamin. YLL dihitung dengan mengalikan angka harapan hidup menurut standar WHO Life table dan estimasi kematian akibat kanker.Diperoleh hasil nilai YLL laki-laki dan perempuan apabila dijumlahkan yakni, nilai terbesar ialah pada kanker paru-paru (19.823 person years), diikuti dengan kanker kolon (19.007 person years), kanker pankreas (14.155 person years), kanker perut (3.372 person years), kanker kandung kemih (3.251 person years) dan kanker laring (1.242 person years). Kesimpulannya, terdapat 3 penyakit kanker akibat perokok pasif yang menimbulkan jumlah kehilangan tahun (akibat kematian dini YLL) terbesar ialah kanker paru-paru, kanker kolon dan kanker pankreas. Pertimbangan indikator YLL penting dilakukan sebagai sumber informasi dalam penentu kebijakan. Nilai YLL dari kanker paru cukup tinggi, hal ini perlu menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan tenaga kesehatan agar lebih mewaspadai dan menghimbau terkait bahayanya paparan perokok pasif bagi masyarakat.
Formulation of Anti-Acne Gel of Moringa oleifera, L. Ethanolic Extract and Antibacterial Test on Staphylococcus epidermidis Dian Eka Ermawati; Cahyarani Intan Ramadhani
Majalah Farmaseutik Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3929.634 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v16i2.50319

Abstract

Moringa oleifera L. leaves contain flavonoid, alkaloid, and phenolic compounds which have antibacterial activity. Staphylococcus epidermidis is one of the bacteria that causes acne. The purpose of this study is to compare bacteriostatic ability of the extracts and gel for S. epidermidis bacteria and to get gel formula that can fulfills the physical properties of a good gel. Moringa leaves were extracted with maceration method using ethanol 70% in three days. HPMC 4000 was used as the polymer. Extract was added with variation concentrations of 5, 10, and 15%. Physical evaluation of gel was organoleptic, homogeneity, pH, viscosity, adhesion, and spread tests for 4 weeks. In vitro bacteriostatic activity test with 1% clindamycin gel as positive control and polymer gel as negative control. The result showed that variations concentrations of ethanolic extract of Moringa leaves affected the physical properties of gel including viscosity, pH, adhesion and spreadability. Bacteriostatic activity test of ethanolic extract of Moringa leaf was classified as strong activity, while 15% Moringa leaf ethanol extract gel was classified as moderate activity with average diameter was 9.14 mm
The Effect of Combination of Hydroxypropylmethylcellulose and Carboxymethylcellulose Sodium Polymers to The Physical Properties of Celery (Apium graveolens L.) Ethanolic Extract Patch Dian Eka Ermawati; Galuh Kartikasari
Majalah Farmaseutik Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3338.559 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v16i2.50358

Abstract

Celery herbs (Apium graveolens L.) contain apigenin compounds (flavonoids) that are effective as antihypertensiv. Celery herbs used in the form of decoction and oral preparations have a deficiency that is voluminous and can cause gastric irritation. Patches were chosen because it can prevent gastric irritation and reduce the frequency of drug administration because the drug is delivered over the skin with a long duration. This study aimed to know the effect of variations in the ratio of the concentrations of hydroxypropyl methylcellulose (HPMC) and carboxymethylcellulose sodium (CMC sodium) polymers to the physical properties of celery herbs ethanol extract patch.This study was conducted with maceration of celery herbs using 96% ethanol and then dispersed in patch made with variations in the concentrations ratio of HPMC and CMC sodium polymers of 3:1, 1:1, and 1:3. Patches were tested for physical properties including organoleptic, pH, thickness, weight, folding endurance, and moisture content. Statistical analysis of test data used One Way ANOVA and Paired Samples T Test.The results of statistical analysis showed that the increase concentrations ratio of CMC sodium polymer in the combination of HPMC and CMC sodium polymers could increase the thickness, weight, and moisture content of celery herbs ethanol extract patch. The best patch was formula 2 with the same concentration ratio of HPMC and CMC sodium polymers because it showed the best results with a pH 6,12-6,29, thickness 1,37-1,53 mm, weighting 2,24-2,52 gram, folding endurance more than 300 times, and the moisture content was quite stable.  
Analisis Luaran Klinik Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Berdasarkan Peresepan Antidiabetik dan Komplikasi Pande Made Desy Ratnasari; Tri Murti Andayani; Dwi Endarti
Majalah Farmaseutik Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.242 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v16i2.50566

Abstract

Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang membutuhkan terapi antidiabetik seumur hidup guna mengontrol glukosa darah serta mencegah terjadinya komplikasi. Peresepan antidiabetik yang diberikan kepada pasien serta terjadinya komplikasi dapat mempengaruhi luaran klinik yaitu glukosa darah sewaktu (GDS). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan  luaran klinik  berdasarkan peresepan antidiabetik dan jenis komplikasi.  Rancangan penelitian adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Subyek penelitian adalah pasien DM tipe 2 dengan usia ≥18 tahun yang memperoleh antidiabetik secara rutin minimal 3 bulan sebelum penelitian Di Instalasi Rawat Jalan RSUD Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta periode September 2017. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif berdasarkan rekam medik dengan teknik purposive sampling. Analisis data demografi dan perbedaan luaran klinik berdasarkan peresepan antidiabetik dilakukan secara deskriptif. Uji Chi-square digunakan untuk melihat perbedaan luaran klinik berdasarkan jenis komplikasi. Hasil penelitian menunjukkan sebesar 48,5% pasien memperoleh kombinasi antidiabetik oral dan insulin, sedangkan terjadinya komplikasi didominasi makrovaskuler (19,5%). Terdapat perbedaan luaran klinik berdasarkan peresepan antidiabetik dan komplikasi (p=0,009). Pasien dengan kombinasi oral serta pasien tanpa komplikasi menunjukkan luaran klinik yang terkontrol paling tinggi.
Gambaran Ketergantungan Nikotin pada Rokok Elektronik/Vape Dikalangan Mahasiswa Yogyakarta Dima Nurohmah Hayati; Susi Ari Kristina; Yoyi Suryo Prabandari
Majalah Farmaseutik Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.383 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v16i2.52211

Abstract

Rokok elektronik atau vape adalah salah satu alat yang mengandung nikotin. Peredaran di Indonesia, saat ini merupakan barang yang memiliki dampak negatif bagi masyarakat yakni terdapatnya zat addictive berupa nikotin yang dapat membuat ketergantungan pada penggunanya, termasuk didalamnya adalah pengguna oleh mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ketergantungan nikotin pada rokok elektronik/vape dikalangan mahasiswa Yogyakarta. Teknik sampling yang digunakan adalah convenience sampling menggunakan kuesioner FTND (Fagerstrom Test for Nicotine Dependence) secara online dan hasil disajikan secara deskriptif. Dari total enam pertanyaan FTND, sebanyak 137 responden mahasiswa yang memenuhi kriteria inklusi, diperoleh kriteria dari mayoritas responden adalah berjenis kelamin laki – laki, berusia kurang dari atau sama dengan 22 tahun, sedang menempuh pendidikan Sarjana Strata 1 (S1), dan memiliki pendapatan kurang dari Rp. 1.850.000, dengan mayoritas kategori ketergantungan nikotin adalah low to moderate dan moderate dependence (83.3% dan 39.4%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan rokok elektronik/vape dikalangan mahasiswa dapat menyebabkan ketergantungan nikotin dengan kategori low to moderate.
Nilai Antioksidan dan SPF dari Kombinasi Minyak Biji Nyamplung (Calophyllum inophyllum L) dan Minyak Kelapa Sawit (Elaeis guineensis) Indri Astuti Handayani; Anny Victor Purba; Deni Rahmat
Majalah Farmaseutik Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.201 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v16i2.52244

Abstract

Minyak biji nyamplung dilaporkan memiliki kandungan vit E 2,05% dan β karoten sebesar 8,44mg/100g, minyak kelapa sawit dilaporkan memiliki kandungan vit E 27,6mg/100g dan β karoten 505mg/kg sehingga dapat berfungsi sebagai antioksidan dan tabir surya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peningkatan atau penurunan nilai antioksidan dan SPF dari kombinasi minyak antara minyak biji nyamplung dengan minyak kelapa sawit. Metode untuk mengukur aktivitas antioksidan adalah peredaman radikal bebas, nilai SPF diukur menggunakan metode perhitungan nilai absorbansi menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan minyak biji nyamplung, minyak kelapa sawit dan kombinasi minyak (2:3) memiliki aktivitas antioksidan (IC50) secara berturut-turut sebesar 192,77; 140, 89 ; dan 237,26 µg/mL. Nilai SPF dari minyak biji nyamplung, minyak kelapa sawit dan kombinasi minyak (2:3) pada konsentrasi 125 µg/mL sebesar 6,69, 1,33 dan 6,54.
Efektifitas Gel Ekstrak Etanol Daun Asam Jawa (Tamarindus indica L.) Terhadap Jumlah Fibroblast pada Proses Penyembuhan Luka Insisi Tikus Jantan Galur Sprague Dawley Agustina Susilowati; Dian Ratna Rianti; Erma Yunita; Nanda Syta Nur'aini
Majalah Farmaseutik Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.355 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v16i2.52451

Abstract

Obat penyembuhan luka saat ini retalif mahal dan memungkinkan terjadinya efek samping dalam penggunaannya, sehingga perlu dikembangkan obat penyembuhan luka yang berasal dari tanaman herbal. Tanaman herbal yang dapat digunakan sebagai penyembuh luka yaitu tanaman asam jawa (Tamarindus indica). Asam jawa memiliki senyawa flavonoid, saponin, dan tanin yang berfungsi sebagai penyembuhan luka. Tujuan penelitian ini untuk dapat mengetahui efektifitas gel ekstrak etanol daun asam jawa terhadap jumlah fibroblast pada proses penyembuhan luka insisi tikus jantan galur Sprague Dawley. Metode dari penelitian ini yaitu eksperimental dengan menggunakan 25 ekor tikus dan dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan dengan masing-masing terdiri dari 5 ekor tikus. Kelompok I (kontrol negatif), kelompok II (kontrol positif, kelompok III, IV dan V diberikan sediaan gel ekstrak etanol daun asam jawa 0,5%, 1% dan 2%. Hasil dari penelitian diketahui bahwa gel ekstrak etanol daun asam jawa dengan konsentrasi 0,5%, 1% dan 2% tidak berbeda bermakna (p>0,05) dengan kelompok kontrol positif, sehingga dapat disimpulkan bahwa gel ekstrak etanol daun asam jawa konsentrasi 0,5%, 1% dan 2% dapat berperan sebagai penyembuh luka insisi dengan mekanisme meningkatkan jumlah fibroblast.
Pengaruh Variasi Komposisi Pemanis Xilitol dan Aspartam Terhadap Formulasi Tablet Kunyah Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya) The effect Meri Ropiqa; Sisca Devi; Akhmad Kharis Nugroho; Yosi Bayu Murti
Majalah Farmaseutik Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.275 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v16i2.52559

Abstract

Pepaya merupakan salah satu tanaman yang dimanfaatkan sebagai antiplasmodium di Indonesia. Kandungan alkaloid karpain pada daun yang bertanggung jawab sebagai senyawa antiplasmodium memiliki rasa pahit sehingga perlu diformulasikan dalam bentuk sediaan tablet yang mudah diterima. Berkaitan dengan prevalensi malaria yang sering menyebabkan kematian pada usia 5 hingga 9 tahun, maka perlu dilakukan formulasi bentuk sediaan tablet kunyah yang merupakan bentuk sediaan yang disukai kategori usia anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi komposisi pemanis xilitol dan aspartam terhadap karakteristik fisik granul dan fisik tablet kunyah. Formulasi tablet kunyah dibuat dengan kombinasi xilitol dan aspartam sebanyak tiga formula, pada formula I dengan perbandingan xilitol:aspartam (284:40), formula II (292:32), dan formula III ( 300:24).   Berdasarkan hasil penelitian pada uji kekerasan tablet menunjukkan ada perbedaan nilai yang signifikan (p < 0,05) antara satu formula dengan formula lainnya, hal ini menunjukan variasi pemanis sangat berpengaruh terhadap kekerasan tablet yang dihasilkan. 
Analisis Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kefarmasian Menggunakan Metode Servqual Berdasarkan Status Akreditasi di Kabupaten Ogan Komering Ilir Hafizh Amrullah; Satibi Satibi; Achmad Fudholi
Majalah Farmaseutik Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.24 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v16i2.53647

Abstract

Puskesmas sebagai fasiltas kesehatan tingkat pertama dituntut untuk selalu meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Akreditasi menjadi sebuah metode dalam meningkatkan pemerataan dan kualitas pelayanan kesehatan di puskesmas. Diperlukan adanya evaluasi penerapan standar akreditasi pelayanan kesehatan di puskesmas untuk menilai efektivitas akreditasi puskesmas, salah satunya dengan survei kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan harapan dan kenyataan terhadap mutu pelayanan kefarmasian di puskesmas terakreditasi dan mengetahui perbedaan skor gap kepuasan pasien terhadap mutu pelayanan kefarmasian. Penelitian deskriptif analitik ini dilakukan dengan pendekatan cross-sectional. Subyek penelitian adalah pasien di puskesmas yang pelayanan kefarmasiannya diselenggarakan oleh tenaga kefarmasian menggunakan metode non-probability sampling berdasarkan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang disusun berdasarkan teknik ServQual model. Dimensi responsiveness menduduki peringkat teratas gap kepuasan puskesmas terakreditasi. Dari kelima dimensi, kesemuanya berbeda signifikan antara skor harapan dan kenyataan dengan probabilitas 0,000 (p<0,05) kecuali aspek emphaty. Uji beda gap kepuasan pasien puskesmas terakreditasi dan puskesmas tidak terakreditasi menghasilkan perbedaan yang nyata antara keduanya, probabilitas = 0,000 (p<0,05). Terdapat perbedaan yang nyata antara rendahnya kinerja pelayanan kefarmasian dengan tingginya harapan pasien puskesmas terakreditasi, namun  di sisi lain bahwa status akreditasi berpengaruh terhadap kepuasan pasien puskesmas terakreditasi.