cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Majalah Farmaseutik
ISSN : 1410590x     EISSN : 26140063     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Farmaseutic accepts submission concerning in particular fields such as pharmaceutics, pharmaceutical biology, pharmaceutical chemistry, pharmacology, and social pharmacy.
Arjuna Subject : -
Articles 488 Documents
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Rencana Kebutuhan Obat Dan E-Procurement Di Rumah Sakit Di Indonesia Eniza Anggraini
Majalah Farmaseutik Vol 19, No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v19i2.77944

Abstract

Pengelolaan obat bagi rumah sakit merupakan proses yang penting dan utama bagi kegiatan operasional rumah sakit. Keberlangsungan ketersediaan obat di fasilitas kesehatan khususnya rumah sakit di era JKN ini dipengaruhi oleh proses pengelolaan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja indikator yang mempengaruhi rencana kebutuhan obat dan e-procurement di rumah sakit di Indonesia. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan instrument kuesioner yang dikembangkan dari systematic review dan telah divalidasi oleh 23 panel ahli. Kuesioner terdiri dari 2 faktor utama yaitu faktor akurasi RKO dan faktor kendala pengadaan obat melalui e-katalog. Penelitian ini sudah mendapatkan ethical clearence dari Komite Etik FKKMK-UGM. Penyebaran kuesioner diberikan kepada apoteker pengelola obat di rumah sakit di 5 wilayah regional JKN dan dilakukan pada bulan Juli sampai November 2021. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. hasil penelitian ini yaitu didapatkan 167 apoteker yang mengisi kuesioner. Indikator yang paling mempengaruhi faktor akurasi RKO yaitu indikator adanya kebutuhan accidental dan indikator  yang paling mempengaruhi faktor kendala pengelolaan obat melalui e-katalog yaitu indikator e-katalog
Analysis of the Influence of Marketing MIX on Factors of Buying Behaviour of Acne Skincare in Yogyakarta Erza Ridha Kartika; Susi Ari Kristina
Majalah Farmaseutik Vol 19, No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v19i2.80353

Abstract

The development of skin care in Indonesia is currently proliferating. Cosmetics for treating acne are one of the fastest growing markets in skincare. This study aims to identify acne skincare product brands in carrying out marketing strategies using the marketing mix method that influences consumer purchasing behaviour factors in Yogyakarta. This research is cross-sectional, with consumers interviewed using a structured questionnaire with a Likert scale system. Consumption patterns investigated in this survey include product brand, price, place and promotion. This survey involved 400 consumer respondents, the majority of whom were female (68.2%), on average aged 20-29 years (62.1%), were students (58%), with income <Rp. 500,000/month ( 41.8%). The average yield value for each marketing mix variable starts with the product variable with a score of (44.37, SD 7.99) followed by the price and promotion variables with an average score of each (34.82) and ( 25.89) which has the most influence on purchasing behaviour factors for acne skincare products. Meanwhile, the place variable obtained the lowest average score (16.8, SD 3.848). The results of the analysis of the influence of marketing mix variables on purchasing behaviour factors can be concluded that product and promotion variables influence purchasing behaviour factors with values of 10, 421 and 5.386, which have deals greater than the t-table values obtained at 2.24.
Stabilitas dan Sifat Fisik Sediaan Mikroemulgel Resveratrol Sebagai Tabir Surya dan Antiaging Secara In Vitro Aurellia Hawilla; Abdul Karim Zulkarnain; Raden Rara Endang Lukitaningsih
Majalah Farmaseutik Vol 19, No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v19i2.83497

Abstract

Resveratrol dapat menghambat aging karena sifatnya sebagai antioksidan sehingga dapat menangkal radikal bebas yang merupakan penyebab utama aging dan dapat melindungi kulit dari sinar UV sehingga berfungsi sebagai tabir surya. Resveratrol memiliki sifat sukar larut dalam air dan kemampuan bioavailabilitas rendah sehingga untuk meningkatkan transport perlu diformulasikan dalam bentuk mikroemulgel. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan formulasi sediaan tabir surya resveratrol dalam bentuk mikroemulgel yang dapat meningkatkan efektifitas sebagai tabir surya dan antiaging.Optimasi mikroemulsi resveratrol menggunakan software Design Expert 13 metode D-Optimal dengan respon ukuran partikel, drug loading, dan indeks polidispersi . Mikroemulsi kemudiaan diinkoporasi dalam gelling agent Carbopol 940 sehingga diperoleh sediaan mikroemulgel resveratrol yang optimal, kemudian dilakukan uji aktivitas tabir surya dan antiaging secara in vitro. Pengujian stabilitas dilakukan terhadap penyimpanan, suhu, perlakuan dengan sinar UV. Uji penentuan potensi tabir   surya secara in vitro yang dinyatakan dalam nilai SPF serta pengujian aktivitas antiaging secara in vitro ditunjukan dengan aktivitas penghambatan terhadap enzim elastase.Hasil penelitian diperoleh komponen formula mikroemulsi optimal yaitu Capryol sebesar 40 %, Cremophor RH sebesar 34,36 %, dan Transcutol P sebesar 25,64 %. Respon formula optimal didapatkan  drug loading 214,41 µg/mL; ukuran partikel 246,767 nm; dan indeks polidispersi 0,161. Nilai SPF mikrormulgel resveratrol pada konsentrasi 0,5 % sebesar 38,469 sedangkan untuk nilai antiaging sebesar 69,14 %.Kata Kunci: resveratrol, nanoemulgel, tabir surya, antiaging
Formulasi Dan Stabilitas Fisik Sediaan Cream Ekstrak Rimpang Temu Mangga (Curcuma manga Val.) Dan Uji Aktivitas Sebagai Tabir Surya Secara In Vitro Abdul Karim Zulkarnain; Kinuyo Matsumoto; Naemi Kajiwara
Majalah Farmaseutik Vol 19, No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v19i2.84915

Abstract

Rimpang temu mangga (Curcuma manga Val.) memiliki kandungan  kurkumin dan flavonoid yang dapat berfungsi sebagai fotoprotektor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas fisik cream ekstrak temu mangga dan menilai  aktivitasnya sebagai tabir surya secara in vitro. Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh sediaan yang optimal dari cream temu mangga yang memiliki sifat fisik yang baik dan stabil selama penyimpanan. Metode yang digunakan dalam pembuatan ekstrak temu mangga adalah maserasi dengan pelarut etanol 70%. Sediaan basis cream dibuat dengan software Design Expert®versi 10, sehingga diperoleh basis formula optimum. Sediaan  cream dibuat dengan cara penambahan ekstrak temu mangga 10% pada basis optimum yang telah dihasilkan. Sediaan yang diperoleh  diuji stabilitas fisik meliputi viskositas, daya sebar, daya lekat, dan rasio pemisahan. Aktivitas cream ditentukan secara in vitro dengan spektrofotometri dan hasilnya dinyatakan dengan nilai Sun Protecting Factor (SPF). Analisis data dilakukan secara statistik dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan formula optimum untuk karbopol sebesar 0,67 dan gliseril monostearate sebesar 3,33. Sifat fisik yang diperoleh dari cream temu mangga adalah baik dan tidak mengalami perubahan yang signifikan selama masa penyimpanan, sehingga disimpulkan bahwa sedian cukup stabil dan baik serta nilai SPF sebesar   15,16.
Perbandingan Respon Klinik Kaptopril dan Kombinasi Amlodipin-Kandesartan Pada Pasien Hipertensi Urgensi Nugroho, Agung Endro; Presticasari, Hardiyani; Rahmawati, Fita
Majalah Farmaseutik Vol 19, No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v19i3.67258

Abstract

Hipertensi urgensi didefinisikan sebagai hipertensi akut parah yang tidak terkontrol tanpa disertai kerusakan organ dengan tekanan darah sistolik ≥180 mmHg dan atau tekanan darah diastolik ≥110 mmHg. Kaptopril, Amlodipine dan Kandesartan merupakan obat yang banyak digunakan sebagai terapi hipertensi urgensi dengan target penurunan tekanan darah dalam waktu 24-48 jam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas Kaptopril dan kombinasi Amlodipin-Kandesartan dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi urgensi yang dirawat di Instalasi Gawat Darurat maupun bangsal rawat inap. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan cohort retrospektif dan pendekatan kuantitatif. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif terhadap catatan medik pasien hipertensi urgensi di salah satu RS pemerintah Kota Magelang periode Januari - Desember 2020. Jumlah subyek penelitian sebanyak 66 pasien, terdiri dari 30 pasien kelompok Kaptopril dan 36 pasien kelompok kombinasi Amlodipine-Kandesartan. Hasil dari penelitian ini tidak terdapat perbedaan signifikan dalam menurunkan tekanan darah antara Kaptopril dan kombinasi Amlodipin- Kandesartan (p>0,05) pada 24 jam setelah terapi. Kaptopril mampu menurunkan tekanan darah sistolik 205,6±17,14 mmHg menjadi 149,27±20,7 mmHg atau menurun 27,40% dalam waktu 24 jam. Sedangkan,  kombinasi Amlodipin-Kandesartan menurunkan tekanan darah sistolik dari 202,36±18,58 mmHg menjadi 149,33±20,95 mmHg atau menurun 26,20% dalam waktu 24 jam. Kaptopril menurunkan tekanan darah diastolik 114,47±8,54 mmHg menjadi 89,17±8,36 mmHg atau menurun 22,10% dalam waktu 24 jam. Sedangkan, kombinsi Amlodipin-Kandesartan menurunkan tekanan darah diastolik dari 116,69±10,95 mmHg menjadi 90,06±11,94 mmHg atau menurun 22,83% dalam waktu 24 jam.
Pengaruh Edukasi oleh Apoteker Menggunakan Metode Brief Counseling Terhadap Tingkat Pengetahuan, Kepatuhan, dan Luaran Klinik Pasien Hipertensi Wiyatami, Monia Agni; Sari, Ika Puspita; Yasin, Nanang Munif
Majalah Farmaseutik Vol 19, No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v19i3.74819

Abstract

Upaya BPJS Kesehatan dalam meningkatkan pemeliharaan kesehatan dan meningkatkan pengetahuan pasien hipertensi adalah menyelenggarakan program prolanis. Salah satu aktivitas prolanis yaitu pemberian edukasi kelompok. Namun selama pandemi COVID-19, program ini ditiadakan sementara dalam rangka pengendalian penularan infeksi, sehingga diperlukan strategi edukasi dengan metode konseling yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi oleh apoteker menggunakan metode brief counseling terhadap tingkat pengetahuan, kepatuhan, dan luaran klinik pasien hipertensi. Rancangan penelitian quasi-experimental pretest and posttest with control group. Bentuk intervensi berupa konseling singkat dengan poster melalui teknik 5A pada pasien hipertensi peserta prolanis yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi selama bulan September–Desember 2022. Data dianalisis secara statistik menggunakan Wilcoxon test untuk mengetahui perbedaan hasil masing-masing kelompok serta Independent sample T-test atau Mann-Whitney untuk mengetahui perbedaan antar kelompok sebelum dan setelah intervensi. Sebanyak 90 pasien yang diikuti selama satu bulan terdiri dari 46 kelompok intervensi dan 44 kelompok kontrol, menunjukkan bahwa pada kelompok intervensi terdapat peningkatan tingkat pengetahuan yaitu 14,93±1,756 menjadi 20,57±1,601 (p=0,000), peningkatan kepatuhan 1,54±1,168 menjadi 0,80±0,910 (p=0,000), penurunan tekanan darah sistolik 162,67±14,618 menjadi 146,80±15,809 (p=0,000), serta penurunan tekanan darah diastolik 98,96±7,674 menjadi 87,04±9,897 (p=0,000). Intervensi brief counseling disimpulkan dapat memperbaiki semua variabel yang diteliti dalam penelitian ini.
Hubungan Pengetahuan Tentang Hipertensi Terhadap Keinginan Untuk Berobat Masyarakat di Kelurahan Muja-Muju Yogyakarta Tahun 2022 Yuni Nurhayati; Marchaban Marchaban; Muvita Rina Wati
Majalah Farmaseutik Vol 19, No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v19i2.77093

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit dengan tingkat angka kematian dan kesakitan yang cukup tinggi di dunia dan menduduki urutan pertama setiap tahunnya. Hipertensi dapat ditandai dengan pengukuran tekanan darah sistolik dan diastolik >140/90 mmHg. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang hipertensi terhadap keinginan masyarakat untuk berobat di Kelurahan Muja-Muju Yogyakarta Tahun 2022. Metode penelitian ini dilakukan dengan menggunakan jenis korelasi deskriptif dengan pendekatan cross sectional setelah mendapat ethical clearance tanggal 27 Mei 2022 dengan No. Skep/120/KEPK/V/2022.  Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan accidental sampling, dengan jumlah sampel yang diambil sebanyak 274 responden. Data diambil dengan menggunakan kuesioner yang telah divalidasi tentang pengetahuan tentang hipertensi, tentang keinginan untuk berobat dan dianalisis menggunakan uji Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki pengetahuan kategori “baik” sebanyak 191 responden (69,7%), memiliki keinginan untuk berobat dengan kategori “tinggi” sebanyak 158 responden (57,7%). Hasil uji Rank Spearman diperoleh nilai signifikan ρ-value = 0,000 atau ρ-value ≤ 0,05, yang berarti ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan tentang hipertensi dengan keinginan untuk berobat.
Gambaran Terapi Antibiotik Empirik dan Luaran Klinik pada Pasien Anak dengan Community Acquired Pneumonia dirawat inap RS Akademik UGM Nanang Munif Yasin; Samsul Alam; Tri Murti Andayani
Majalah Farmaseutik Vol 19, No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v19i2.77146

Abstract

Community acquired pneumonia (CAP) merupakan peneumonia yang berasal dari komunitas yang merupakan infeksi akut parenkim paru meliputi aveolus dan jaringan intestinal yang disebabkan oleh mikroorganisme. Penggunaan antibiotik empirik di setiap negara dapat berbeda-beda sesuai dengan sensitifitas bakteri maupun pola kuman di negara tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan terapi antibiotik empirik serta hubungannya terhadap luaran klinik pada pasien anak dengan CAP dirawat inap RSA UGM Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cohort retrospektif. Subjek dalam penelitian ini adalah pasien anak dengan CAP dirawat inap RSA UGM Yogyakarta pada periode Januari 2021 – Januari 2022. Data pada penelitian ini bersumber dari catatan medik RSA UGM, selanjutnya dilakukan analisis hubungan antara ketepatan penggunaan antibiotik empirik dengan luaran klinik menggunakan analisis chi-square. Jumlah pasien pada 1 Januari 2021 – 1 Januari 2022 didapatkan total 90 pasien kemudian yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 69 pasien dengan 80 regimen terapi antibiotik empirik. Sebanyak 55 pasien dengan umur < 5 tahun, pasien pada penelitian ini lebih banyak ditemukan pada jenis kelamin perempuan sebanyak 39 pasien. Pasien pada penelitian ini paling banyak menggunakan terapi tunggal dengan antibiotik sefalosporin generasi 3 yakni seftriakson sebanyak 38 pasien, terapi kombinasi yang paling banyak adalah ampisilin dan gentamicin sebanyak 8 pasien. Berdasarkan penilaian Gyssens sebanyak 30 pasien menerima terapi antibiotik empirik dengan tepat. Berdasarkan uji chi-square terdapat hubungan antara ketepatan antibiotik empirik dengan luaran klinik pasien dengan nilai p= 0,039 (p= <0,05) sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh ketepatan penggunaan antibiotik empirik terhadap luaran klinik pasien
Gambaran Profil Pengobatan Terapi Antihipertensi Pada Pasien Krisis Hipertensi Di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta Ismayati, Dwi; Endarti, Dwi; Rahmawati, Fita
Majalah Farmaseutik Vol 19, No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v19i3.77852

Abstract

Krisis hipertensi merupakan suatu kelompok hipertensi berat yang dikategorikan menjadi hipertensi emergensi dan hipertensi urgensi dan dibedakan berdasarkan ada tidaknya kerusakan organ. Hipertensi emergensi merupakan suatu kejadian hipertensi yang memerlukan penanganan segera karena dapat mengancam jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien dan mendeskripsikan pola penggunaan antihipertensi pada pasien krisis hipertensi selama 24 jam di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cohort retrospektif yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif berdasarkan catatan medik pasien krisis hipertensi di RSUP Dr Sardjito pada periode Januari 2018 hingga Juli 2022. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi dalam penelitian ini sebanyak 37 subjek yang dipilih dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien krisis hipertensi paling banyak terjadi pada rentang usia 41-60 tahun yaitu sebesar (59,46 %), kemudian usia lebih dari 60 tahun (29,73 %), dan usia 18-40 tahun (10,81%). Klasifikasi krisis hipertensi yang paling banyak yaitu hipertensi urgensi (64,86 %), sedangkan hipertensi emergensi (35,14 %). Gambaran terapi antihipertensi yang digunakan pada kasus krisis hipertensi di RSUP Dr. Sardjito terdiri dari kombinasi 2 antihipertensi sebesar (40%), antihipertensi tunggal (32%), kombinasi 3 antihipertensi (19%) dan kombinasi 4 antihipertensi, kombinasi 5 antihipertensi, kombinasi 6 antihipertensi masing-masing sebesar (3%).
Perancangan Instrumen Untuk Menganilisis Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Rencana Kebutuhan Obat Dan E-Procurement Fauzi, Lalu Rizki
Majalah Farmaseutik Vol 19, No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v19i3.77942

Abstract

Puskesmas sebagai salah satu yang disebutkan bagian dari Fasilitas Tingkat Pertama yang menjadi layanan pertama Program JKN sebelum di rujuk ke rumah sakit. Tugas Apoteker di Puskesmas selain farmasi klinis juga berperan dalam melakukan manajemen obat termasuk di dalamnya perencanaan dan pengadaan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja indikator yang mempengaruhi rencana kebutuhan obat dan e-procurement di puskesmas dan dinas kesehatan di Indonesia. Penelitian yang dilakukan yaitu dengan menggunakan kuesioner yang dikembangkan dari systematic review. Penelitian ini sudah mendapatkan ethical clearence dari Komite Etik FKKMK-UGM. Kuesioner divalidasi dengan 2 tahap, tahap 1 divalidasi oleh 18 panel ahli berdasarkan nilai mean dan IQR. Pada tahap ke 2 dilakukan modifikasi dengan dilakukan FGD dan hasil FGD diuji reliabilitas dengan uji Cronbach’s Alpha. Hasil penelitian didapatkan 48 indikator berdasarkan systematic review yang disebarkan kepada panel ahli. Kemudian didapatkan 52 sub indikator yang sudah divalidasi oleh panel ahli. Pada tahap 2 didapatkan semua indikator memenuhi standar nilai mean dan hanya 1 indikator yang memiliki nilai IQR yang rendah yaitu 2,25. Hasil uji Cronbach’s Alpha didapatkan pada faktor akurasi RKO dan faktor kendala pengelolaan obat melalui e-katalog yaitu 0,89. Kuesioner sudah tervalidasi oleh para panel ahli serta sudah memenuhi nilai reliabilitas sehingga kuesioner ini sudah layak untuk digunakan sebagai instrument untuk menganalisis faktor – faktor yang mempengaruhi rencana kebutuhan obat dan e-procurement di puskesmas dan dinas kesehatan di Indonesia.