cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Majalah Farmaseutik
ISSN : 1410590x     EISSN : 26140063     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Farmaseutic accepts submission concerning in particular fields such as pharmaceutics, pharmaceutical biology, pharmaceutical chemistry, pharmacology, and social pharmacy.
Arjuna Subject : -
Articles 488 Documents
Transport Test of Total Flavonoid Model of Strawberry Emulgel (Fragaria vesca L.) Through Shed Snakeskin Membrane Dian Eka Ermawati; Suwaldi Martodiharjo; T.N Saifullah Sulaiman
Majalah Farmaseutik Vol 19, No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v19i2.78129

Abstract

Strawberries contain antioxidants, including quercetin-3-β-D-glucoside, coenzyme Q10, anthocyanins pelargonidin-3-O-glucoside, and cyanidin-3-glucoside. The amount of anthocyanins and flavonoids in fruit tends to decrease by 40-50% after the formulation process, so it is necessary to develop a formula to be applied as a topical preparation. The combination of emulsifiers can stabilize the active substance and increase the permeation of the preparation. This study aims to determine the total flavonoid permeation profile of strawberry fruit emulgel preparations with a combination of emulsifiers. This study used a total flavonoid model from strawberry emulgel. Emulgel was prepared with a combination of emulsifier span 80: croduret 50: propylene glycol at a ratio of 2: 4: 2. The permeation test was carried out using a modified vertical Franz diffusion cell equipped with Shed Snakeskin membrane. The permeation test results showed that the cumulative amount of total flavonoids transported across the shed snakeskin membrane was 117.14 g/cm2 out of a total of 2.24 mg of strawberries in the emulgel formula for 5 hours. The permeability of the snakeskin shed membrane was 2.84x10-5 g/cm2, and the flux value was 6.6x10-5 g/sec. The release kinetics follow the Higuchi kinetic model with the diffusion mechanism.
PERBANDINGAN KEMOTERAPI CHOP DAN RCHOP TERHADAP KEJADIAN ANEMIA PADA PASIEN KANKER LIMFOMA NON-HODGKIN Widya Leontin Susanti; Arief Nurrochmad; Retno Murwanti
Majalah Farmaseutik Vol 19, No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v19i2.78167

Abstract

Anemia merupakan kejadian efek samping obat akibat pemberian kemoterapi pada pasien kanker Limfoma Non-Hodgkin (LNH). CHOP dan RCHOP merupakan kemoterapi lini pertama yang diberikan pada pasien kanker LNH. Anemia dapat digunakan sebagai salah satu prediktor kematian pada pasien kanker LNH. Perbandingan efek kemoterapi lini pertama berupa anemia belum pernah dilakukan, sehingga tujuan penelitian ini membandingkan kemoterapi CHOP dan RCHOP terhadap kejadian anemia pada pasien. Desain penelitian adalah Kohort retrospektif pada pasien kanker LNH yang dirawat di RSUP Dr. Kariadi Semarang selama periode Januari 2017-April 2022. Subjek penelitian adalah pasien kanker LNH yang memenuhi kriteria inklusi dan dibagi menjadi dua kelompok yaitu CHOP dan RCHOP. Anemia didefinisikan sebagai penurunan nilai Hemoglobin <14 g/dL pada pria dan <12g/dL pada wanita. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian adalah analisis non parametrik berupa Chi-Square. Pasien CHOP mempunyai risiko 0,943 kali mengalami kejadian anemia dibandingkan dengan pasien RCHOP (p-value=0,132, RR 0,943, IK 95%=0,879-1,012). Kesimpulannya, tidak ada perbedaan kemoterapi CHOP dan RCHOP terhadap kejadian anemia pada pasien kanker LNH.
Profil Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Lanjut Usia Yang Dirawat Inap RS Akademik UGM Titami, Arina; Wiedyaningsih, Chairun; Pratama, I Dewa Putu
Majalah Farmaseutik Vol 19, No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v19i3.78446

Abstract

Hypertension is a common disease that is simply defined as a persistent increase in arterial blood pressure. Elderly is correlated with increased blood pressure, which increases the risk of heart disease, stroke, and kidney disease. Intensive treatment of hypertension can significantly reduce the risk of heart and cerebral vascular disease, including target organ damage. This study is an observational study with a retrospective cohort design. The subjects in this study were elderly patients with a diagnosis of hypertension who were hospitalized at the Gadjah Mada University Academic Hospital (RSA UGM) Yogyakarta in the period January 1, 2021–December 31, 2021. The data in this study were sourced from the medical records of the UGM RSA. Data analysis was carried out descriptively to describe the profile of the use of antihypertensive drugs in elderly patients with a diagnosis of hypertension who were hospitalized. The number of patients in that period was found to be 534 patients and then 120 patients who met the inclusion criteria. The 60-69 years age group was the most patient group (71 patients). The proportion of women was more (73 patients) than men. The highest prevalence of comorbidities was diabetes as many as 29 patients. The highest prevalence of length of stay in hospital (LoS) is 1-5 days as many as 66 patients. In this study, the most common use of antihypertensive drugs in elderly patients with hypertension who were treated at UGM RSA was combination therapy (66 patients). Most patients used single therapy with calcium channel blocker (CCB) antihypertensive drugs, namely amlodipine as many as 24 patients and the most combination therapy was amlodipine and candesartan as many as 20 patients.
Identifikasi Kejadian Adverse Drug Reaction pada Penggunaan Amlodipin di Instalasi Rawat Jalan RSUD Undata Rumi, Amelia; Aulia, Raiza; Tandah, Muhamad Rinaldhi
Majalah Farmaseutik Vol 19, No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v19i3.78950

Abstract

Latar Belakang: Adverse Drug Reaction (ADRs) atau reaksi obat yang merugikan merupakan salah satu masalah yang muncul saat mengkonsumsi obat, salah satunya adalah efek samping obat. Tingkat ADRs yang dilaporkan saat ini di Indonesia berkisar antara 15% sampai 30% pada pasien rawat inap. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi kejadian ADRs, kejadian ADRs yang terjadi serta skor probabilitas ADRs berdasarkan instrumen algoritma Naranjo yang terjadi di Instalasi Rawat Jalan RSUD Undata Palu khususnya pasien penyakit hipertensi yang mengkonsumsi obat amlodipin. Metode: Pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan prospektif yang bersifat cross-sectional dengan bantuan kuesioner algoritma Naranjo. Hasil: Didapatkan sebanyak 30 responden dengan kejadian ADRs sebesar 16,70% pada penggunaan obat amlodipin di Instalasi Rawat Jalan RSUD Undata, dimana ADRs yang terjadi, yaitu sebanyak 3 responden yang merasakan edema dengan persentase sebesar 10%, 2 responden yang merasakan diuresis dengan persentase sebesar 6,70%, dan sebanyak 1 responden yang merasakan mengantuk, mual, pusing, lelah dan susah tidur dengan persentase sebesar 3,30%, kemudian skor probabilitas ADRs dimana definite tidak terdeteksi sama sekali, probable sebanyak 5 responden (16,70%), possible sebanyak 2 responden (6,70%) dan doubtful sebanyak 23 responden (76,60%). Kesimpulan: Obat amlodipin cocok digunakan untuk terapi hipertensi jika dilihat dari ADRs yang terjadi yaitu hanya 5 dari 30 responden yang merasakan ADRs. 
Penggunaan Seftriakson Vs Penisilin Pada Pasien Leptospirosis Berat: Tinjauan Naratif Yasin, Nanang Munif; Pujilestari, Dwi; Nuryastuti, Titik
Majalah Farmaseutik Vol 19, No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v19i3.80477

Abstract

Leptospirosis penyakit demam septik akut yang disebabkan bakteri leptospira interrogan. leptospirosis merupakan salah satu penyebab zoonosis terpenting morbiditas dan mortilitas. Tatalaksana leptospirosis dengan menggunakan panduan yang diatur oleh Kemenkes pada tahun 2017. Antibiotik yang digunakan yakni penisilin atau seftriakson. Studi ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan antibiotik seftriakson di bandingkan penisilin dengan metode tinjauan naratif menggunakan artikel dari database Cochrane, Pubmed, dan Scopus. Pencarian artikel menggunakan kata kunci, leptospirosis, Weil’s syndrom, penisilin dan Seftriakson, case study, cohort dan Randomized Control Trial (RCT), yang terbit antara tahun 2012 hingga 2022. Hasil penyaringan didapatkan 8 artikel studi yang masuk kriteria inklusi dan eksklusi. Efektivitas antibiotik seftriakson lebih baik dari penisilin. Dengan luaran klinik pasien membaik. Kesimpulan pada studi tinjauan naratif ini, terapi leptospirosis selama rawat inap disesuaikan dengan kondisi klinik pasien. seftriakson dan penisilin merupakan antibiotik yang aman digunakan pada pasien leptospirosis. Penggunaan seftriakson lebih efektif digunakan sebagai pilihan terapi pada leptospirosis berat.
Skrining Jamur Tanah Penghasil L-asparaginase dan Aktivitas Antibakterinya Terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus Indah Kurniawati; Purwanto Purwanto; Indah Purwantini
Majalah Farmaseutik Vol 19, No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v19i2.82558

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara beriklim tropis yang memiliki kelembaban tinggi sehingga memungkinkan untuk tumbuhnya berbagai tanaman dan mikroorganisme yang baik. Salah satu mikroorganisme yang dapat tumbuh dengan baik di Indonesia adalah jamur. Mikroorganisme ini merupakan produsen yang sangat baik dari enzim hidrolitik, biofuel, asam organik, polisakarida, dan metabolit sekunder yang dapat dikembangkan sebagai obat antibiotik, obat antikanker, agen hipokolesterolemia, imunosupresan, dan lain-lain. Sebanyak 12 jamur berhasil diisolasi dari tanah di Bantul, Merapi dan Gunung kidul. Hasil uji menunjukkan bahwa 7 isolat jamur menghasilkan enzim L-asparaginase yaitu PB1, PB2, PRB1, PB4, PB3, PRGK2 dan PGK1, sedangkan 4 isolat jamur menunjukkan aktivitas antibakteri dengan zona hambat terbesar adalah isolat jamur CM sebesar 4,649 mm terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan sebesar 13,681 mm terhadap bakteri Escherichia coli.
Efek Kombinasi 2,4 D Dan Kinetin Pada Pembentukan Kalus Daun Catharanthus roseus (L.) G. Don Serta Deteksi Alkaloidnya Khoiriyah, Siti; Santosa, Djoko; Purwantini, Indah
Majalah Farmaseutik Vol 19, No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v19i3.82593

Abstract

Catharanthus roseus (L.) G. Don dikenal dengan tapak dara merupakan tanaman obat tradisional, yang telah dibudidayakan sebagai tanaman penghasil senyawa alkaloid vinkristin dan vinblastin sebagai antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi 2,4 D dan kinetin terhadap keberhasilan pembentukan dan pertumbuhan kalus serta mengetahui adanya kandungan senyawa alkaloid pada kalus. Eksplan diinokulasi dalam media Murashige-Skoog (MS) padat yang ditambahkan 2,4 D 1 mg/L dan kinetin 4 mg/L untuk menghasilkan kalus, kemudian kalus disubkultur dan dipanen setelah berumur 21 hari. Kalus dimaserasi dengan etanol p.a. Identifikasi senyawa dilakukan menggunakan KLT dengan fase diam silika gel 60 F254  dan fase gerak berupa kloroform:metanol (9:1). Bercak pada pelat KLT dideteksi dengan sinar UV 254 dan 366 nm serta pereaksi Dragendorff. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi 2,4 D 1 mg/L dan kinetin 4 mg/L berpengaruh dalam memacu keberhasilan pembentukan dan pertumbuhan kalus dengan rata-rata berat basah dan berat kering kalus masing-masing sebesar 2,359 dan 0,249 gram. Hasil identifikasi senyawa menunjukkan bahwa pada kalus dan tanaman asal mengandung alkaloid yang kemungkinan sama, yaitu senyawa dengan nilai Rf 0,89 dan 0,86.
Estimasi Biaya Penyakit COVID-19 Rawat Inap di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta: Direct Medical Cost Simanullang, Raymon; Andayani, Tri Murti; Wiedyaningsih, Chairun
Majalah Farmaseutik Vol 19, No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v19i3.83529

Abstract

Kasus terkonfirmasi positif COVID-19 tercatat sejak 2019 hingga 2021 mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Analisis biaya dengan cost of illness mampu mengidentifikasi dan mengukur biaya secara keseluruhan dari penanganan suatu penyakit. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis total biaya medik langsung dan komponennya serta faktor-faktor yang mempengaruhi biaya pasien COVID-19 rawat inap di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta periode Juli-September 2021. Metode penelitian observasional analitik berdasarkan perspektif rumah sakit dengan rancangan penelitian cross sectional. Pengambilan data diambil secara retrospektif dari rekam medik, data rincian biaya pengobatan, dan berkas klaim pasien. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil penelitian diperoleh jumlah pasien COVID-19 rawat inap sebanyak 99 sampel yang memenuhi kriteria inklusi, total biaya medik langsung Rp. 1.916.902.329 dengan rata-rata biaya per pasien Rp. 19.362.650, komponen biaya terbesar adalah biaya jasa pelayanan medis (53%) serta biaya obat dan BMHP (31,43%). Terdapat perbedaan total biaya medik langsung dari faktor jenis kelamin, lama rawat inap, dan kelas perawatan. Dapat disimpulkan bahwa ada pengurangan total biaya medik langsung yang dipengaruhi oleh variabel-variabel tersebut.
Analisis Manajemen Pendukung dalam Pengelolaan Obat di Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka Timur Yasin, Nanang Munif; Lawalata, Angela Flora Stephanie; satibi, Satibi
Majalah Farmaseutik Vol 19, No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v19i3.84296

Abstract

Management Support diperlukan dalam menunjang kegiatan pengelolaan obat dari tahap seleksi obat, perencanaan obat, permintaan dan penerimaan obat, penyimpanan obat, pendistribusian obat, pengendalian obat, pencatatan, pelaporan, pengarsipan, pemantauan dan evaluasi pengelolaan obat di Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka Timur, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis gambaran Management Support dalam pengelolaan obat yang meliputi organisasi, sumber daya manusia, anggaran dan Sistem Manajemen Informasi yang mempengaruhi proses pengelolaan obat sebagai bentuk evaluasi dan pengembangan kebijakan dalam pengelolaan obat. Penelitian ini merupakan penelitian desktriptif, data di kumpulkan melalui penelusuran data pengelolaan obat tahun 2020-2021, observasi dan wawancara mendalam menggunakan lembar checklist dan pedoman wawancara yang telah divalidasi oleh expert judgement, data dianalisis secara content analysis. Berdasarkan hasil penelitian organisasi di Dinas Kesehatan sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Kolaka Timur No. 56 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata kerja Dinas Kabupaten Kolaka Timur, Anggaran pengelolaan obat bersumber dari dana DAK dan DAU namun pemanfaatannya masih terbatas, SDM di Instalasi Farmasi sudah cukup namun terbatas pada staf perencanaan dan pengadaan, pengelolaan obat memanfaatkan SIM dari Perencanaan hingga pendistribusian obat namun masih terbatas oleh sarana-prasarana, dari hasil penelitian pengelolaan obat belum berjalan optimal karena Management Support di Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka Timur belum sepenuhnya dengan baik
Study on the Utilization of Medicinal Plants by the Community of Uelawu Village, Konawe District, Southeast Sulawesi Tahoangako, Sarmadhan Saputra; Santosa, Djoko; Fakhrudin, Nanang
Majalah Farmaseutik Vol 19, No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v19i3.84448

Abstract

Ethnomedicine is the science related to ethnicity and medicine. Ethnomedicine studies are basically carried out to understand health culture from the point of view of local community knowledge, especially the medical system that has become a community tradition for generations. Local genius of the use of medicinal plants to prevent and treat various diseases has been passed down from generation to generation by ethnic groups in Southeast Sulawesi. Ethnomedicine research on medicinal plants in Uelawu Village, Konawe Regency, Southeast Sulawesi Province aims to find out the types of plants that are efficacious as traditional medicines, how to prepare them, the doses used and how to use them in traditional medicine. The research method used was snowball sampling, through interviews with the people of Uelawu Village using a questionnaire covering the type of disease, herb, or single plant used (local name of the plant, part of the plant used, and method of preparation). Each local plant name used is determined and its Latin name is determined and a herbarium is made. The results showed that in Uelawu Village, Konawe District, Southeast Sulawesi Province, there were 25 species from 15 plant families that were used by the traditional community of Uelawu Village as ingredients for plant ingredients. The most used part of the plant is the leaves. Preparation of medicinal plant ingredients by boiling and then drinking is the method most often used by traditional communities living in Uelawu Village in utilizing medicinal plants as a medium for traditional medicine.