cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam
ISSN : 19784767     EISSN : 25494171     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 313 Documents
Kewajiban Orang Tua Terhadap Anak (Hadanah) sebagai Bentuk Perlindungan dalam Menyikapi Kejahatan Seksual: Interpretasi Ma'na Cum Maghza terhadap Q.S. Al-Tahrim: 6 Jannah, Sugiarti Khoirul; Bahroin, Moh. Haikal Balya Hafidzal
Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam Vol. 17 No. 1 (2025): September
Publisher : IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/darussalam.v17i1.4144

Abstract

Pergaulan bebas terhadap anak semakin marak terjadi di era sekarang. Akibatnya menimbulkan kejahatan seksual pada anak. Hal ini bisa terjadi karena kurangnya kontrol dari orang tua terkait keseharian anak, pergaulan teman, lingkungan dan penggunaan platform digital. Orang tua memiliki kewajiban untuk melindungi anaknya dari berbagai ancaman, termasuk kejahatan sosial. Bentuk perlindungan tersebut adalah menjaga anak-anak mereka terhindar dari fitnah dunia dan akhirat. Untuk itu, kekhawatiran semakin banyaknya kejahatan seksual terhadap anak artikel ini akan membahas tentang kewajiban orang tua sebagai bentuk upaya perlindungan bagi anak dari kejahatan seksual dalam QS. al-Ta?r?m ayat 6. Ayat al-Qur’an ini akan direlevansikan dengan konteks kejahtan seksual di era sekarang dengan menggunakan pendekatan ma’n? c?m maghz?. Penelitian ini menggunakan konsep library research melalui pendekatan hermeneutika ma'n? c?m maghz? yang akan diaplikasikan terhadap QS. al-Ta?r?m ayat 6. Pendekatan ini akan melakukan analisis semantik, melihat konteks histori turunya ayat dan mengkontekstualisasikan dengan fenomena digital. Temuan ini memperkaya wacana tafsir tematik dengan perspektif pendidikan moral kontemporer berbasis Qur’ani. Hasil dari penelitian ini, penulis mendapatkan dua pesan utama dari analisis tersebut, yaitu perintah untuk melindungi atau menjaga keluarga dan perintah untuk memberikan pendidikan adab atau keagamaan. Melalui analisis, terdapat landasan Al-Qur’an yang lain diantaranya surah al-Baqarah ayat 233, Q.S ??h?: 132, QS. al-Luqm?n ayat 13, QS. H?d ayat 42, dan Surah Al-Baqarah: 132-133 serta ditemukan dalam hadis nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wa Sall?m yang penulis cantumkan. Hak-hak kewajiban orang tua ini dapat menjadi upaya preventif, memberikan edukasi kepada para orang tua, guru, atau masyarakat lain untuk menghidarkan generasi muda sekarang terjerumus dalam pergaulan bebas.
Internalisasi Nilai-Nilai Islam dalam Praktek “Gireghen” sebagai Bentuk Kearifan Lokal Untuk Peningkatan Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat Jember Habibah, Siti Habibatur Rahma; Mondir, Mohammad; Fathoni, Joharul
Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam Vol. 17 No. 1 (2025): September
Publisher : IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi internalisasi nilai-nilai Islam dalam praktek "Girighen" sebagai bentuk kearifan lokal yang berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. "Girighen" merupakan sebuah tradisi lokal yang mencerminkan perpaduan antara ajaran Islam dan kebudayaan khususnya pada komunitas petani tembakau di Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana nilai-nilai Islam diterapkan dalam kegiatan "Girighen" dan dampaknya terhadap kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember yang mayoritas adalah petani tembakau. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi literatur. Temuan menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai Islam melalui tradisi "Girighen" dapat memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan kesejahteraan ekonomi, dan memperkuat kohesi komunitas petani tembakau di Kalisat Jember. Artikel ini menyimpulkan bahwa "Girighen" bukan hanya sebagai praktik budaya, tetapi juga sebagai mekanisme penting untuk meningkatkan kesejahteraan dalam kerangka kearifan lokal berbasis agama.
Pengembangan Kurikulum Program Studi Hukum Keluarga Islam Berbasis Kebutuhan Masyarakat untuk Pencegahan Perkawinan Anak Bin Ridwan, Rifanto; Husein, Muhammad
Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam Vol. 17 No. 1 (2025): September
Publisher : IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/darussalam.v17i1.4189

Abstract

This study aims to identify the factors contributing to child marriage in Rejang Lebong and Kepahiang Regencies, develop a community needs-based curriculum model for the Islamic Family Law (HKI) Study Program, and provide recommendations for curriculum implementation to enhance graduates' competencies as agents of social change. The research employs a qualitative approach with a descriptive-analytical method, involving in-depth interviews, participatory observation, and document analysis. Informants include heads of Religious Affairs Offices (KUA), community leaders, child marriage couples, and lecturers from the HKI Study Program. The findings reveal that the primary factors driving child marriage include premarital pregnancy, economic pressures, low educational attainment, social norms, and the influence of modern technology. Based on these findings, a curriculum model was developed incorporating new courses such as family law counseling methods, conflict management, and mini-field research to directly address community needs. The curriculum is also designed to integrate modern technology into learning to support 21st-century competencies. The study concludes that developing a community needs-based curriculum has the potential to reduce child marriage rates, increase legal awareness, and empower HKI graduates as solutions to social problems. With cross-sector collaboration and continuous evaluation, this curriculum can serve as an applicable model for other educational institutions.
The Body Shop dan Zero Waste: Sebuah Strategi Multinational Corporations dengan Keselarasan Sustainable Development Goals 2030 PBB Kannaby, Ahmad Haibat
Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam Vol. 17 No. 1 (2025): September
Publisher : IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/darussalam.v17i1.4197

Abstract

Sustainable Development Goals (SDGs-program pembangunan berkelanjutan) adalah program dari PBB yang diproyeksikan dapat menciptakan masa depan yang lebih baik dan lebih berkelanjutan bagi seluruh umat manusia. Program gagasan dari PBB ini masif dilakukan dan diimplementasikan, baik oleh pemerintah maupun swasta, tanpa terkecuali Multinational Corporations (MNC) seperti The Body Shop. Hal yang sulit dilakukan untuk menjaga kelestarian alam adalah ketika perusahaan hanya mampu menciptakan suatu produk dengan margin keuntungan yang tinggi, tanpa memikirkan bagaimana dampaknya kelak bagi bumi dan isinya. Keadaan ini juga ditambah oleh masyarakat yang kurang peduli terhadap kelestarian alam sehingga strategi khusus perlu diambil untuk membuat alam kembali lestari. The Body Shop merupakan salah satu produk kecantikan yang aktif mengusung kampanye ramah bumi yang juga mendukung program pembangunan berkelanjutan sejak awal mula didirikan. The Body Shop secara aktif mengajak konsumennya melakukan gerakan zero waste, go green dan no animal cruelty melalui kampanye dan produk-produk yang ditawarkan. Dalam tulisan ini, penulis mengeksplorasi bagaimana strategi yang diterapkan oleh The Body Shop yang turut andil membantu tercapainya program pembangunan berkelanjutan.
Larangan Menikah dengan Pezina Perspektif Maqashid Syariah Al Fauzi Nur, Hanif; Baihaqi, Yusuf; Zaki, Muhammad
Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam Vol. 17 No. 1 (2025): September
Publisher : IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/darussalam.v17i1.4263

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji larangan menikah dengan pezina (az-Z?n? dan az-Z?niyah) dalam perspektif Maq??id as-Syar?'ah sebagaimana yang termuat dalam ayat-ayat al-Qur'an dan hadis Nabi. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini meliputi dua aspek utama: pertama, bagaimana pandangan ulama terhadap larangan menikah dengan pezina; kedua, bagaimana tinjauan Maq??id as-Syar?'ah terhadap larangan menikahi pezina. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis dan bersifat normatif, yaitu dengan mengkaji sumber-sumber primer berupa al-Qur'an, hadis, serta literatur fikih klasik dan kontemporer yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua pandangan dari para ulama yang membahas persoalan ini, pertama adalah ulama yang menghalalkan pernikahan ini disebabkan tidak adanya pelarangan secara mutlak oleh Rasullah dan menurut ulama ini surat an-N?r ayat 3 hanyalah pelarangan untuk melakukan zina dan bukan sebagai bentuk pengharaman, dan pendapat kedua adalah mengharamkan pernikahan dengan pezina dikarenakan landasan hukumnya jelas sebagaimana terdapat dalam surat an-N?r ayat 3 dan dalam hadis Nabi SAW. Dalam perspektif Maq??id as-Syar?'ah, larangan ini mencerminkan perlindungan terhadap agama (?if? ad-D?n), keturunan (?if? an-Nasl), jiwa (?if? an-Nafs), akal (?if? aq-‘Aql), dan menjaga harta (?if? am-Mal). Oleh karena itu, larangan tersebut tidak hanya bersifat normatif-teologis, tetapi juga memiliki dimensi sosial dan memiliki fungsi preventif yang relevan dengan pembinaan keluarga.
Perlindungan Hukum bagi Korban Pengancaman dan Penyebaran Data Pribadi oleh Debt Collector Perspektif Hukum Pidana Islam Abdi, Muhammad Yunus; Ramadani, Ramadani
Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam Vol. 17 No. 1 (2025): September
Publisher : IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/darussalam.v17i1.4269

Abstract

Perlindungan hukum terhadap korban pengancaman dan penyebaran data pribadi oleh debt collector menjadi isu krusial di era digital, di mana praktik penagihan kerap melanggar privasi dan martabat individu. Penelitian ini bertujuan menganalisis perlindungan hukum berdasarkan hukum positif Indonesia, khususnya UU No. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi, UU ITE, KUHP, dan regulasi OJK, serta mengkaji perspektif hukum pidana Islam melalui prinsip ghasab, tahd?d, dan ifsy?’ al-asr?r dengan sanksi ta‘z?r. Metodologi yang digunakan adalah penelitian hukum normatif yuridis dengan pendekatan perbandingan hukum. Hasil temuan menunjukkan bahwa hukum positif memiliki instrumen regulasi lengkap namun terkendala implementasi, sedangkan hukum pidana Islam lebih fleksibel dan menekankan pemulihan sosial. Kesimpulan menyatakan bahwa integrasi nilai hukum Islam dengan kerangka hukum positif dapat menghasilkan perlindungan korban yang lebih komprehensif, mencakup aspek legal-formal, moral, dan kemaslahatan sosial.
Generasi Muda dan Narasi Lokal dalam Dakwah Multikultural: Studi Literatur tentang Efektivitas Strategi Komunikasi Berbasis Kearifan Lokal di Era Digital Dharojah, Rakhma Widya; Ibrahim, Malik; Istikomah, Fajar
Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam Vol. 17 No. 1 (2025): September
Publisher : IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstraksi Penelitian ini mengkaji relevansi dan efektivitas strategi komunikasi dakwah berbasis kearifan lokal dalam menghadapi dinamika dakwah multikultural di era digital. Generasi muda, khususnya Gen Z, sebagai digital natives memiliki pola komunikasi yang singkat, visual, dan interaktif sehingga memerlukan pendekatan baru dalam penyampaian pesan keagamaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan systematic literature review (SLR) terhadap artikel dan jurnal terakreditasi terbitan 2020–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa kearifan lokal tetap relevan sebagai media dakwah apabila dikontekstualisasikan ke dalam format digital seperti video pendek, meme budaya, dan storytelling visual. Temuan juga menegaskan bahwa efektivitas dakwah ditentukan oleh sejauh mana pesan memenuhi kebutuhan kognitif, afektif, identitas, dan integrasi sosial audiens muda sebagaimana dijelaskan dalam teori Uses and Gratifications (U&G). Penelitian ini menekankan pentingnya inovasi komunikasi dakwah yang kreatif, partisipatif, dan berbasis budaya agar pesan keagamaan tetap otentik sekaligus mampu diterima generasi muda di masyarakat multikultural. Abstract This study explores the relevance and effectiveness of local wisdom-based communication strategies in addressing the dynamics of multicultural da’wah in the digital era. Young people, particularly Generation Z as digital natives, communicate in short, visual, and interactive formats, requiring new approaches to religious messaging. This study applies a qualitative method through a systematic literature review (SLR) of accredited journal articles published between 2020 and 2025. Findings indicate that local wisdom remains relevant when contextualized into digital formats such as short videos, cultural memes, and visual storytelling. The study also highlights that the effectiveness of da’wah depends on the extent to which messages fulfill cognitive, affective, identity, and social integration needs of young audiences, as explained by the Uses and Gratifications (U&G) theory. This research emphasizes the importance of creative, participatory, and culture-based communication innovations to ensure religious messages remain authentic and relevant to younger generations in multicultural societies.
Pemahaman Masyarakat Kelurahan Kampung Mesjid, Kualuh Hilir, Labuhanbatu Utara tentang Pernikahan Dini: Alasan dan Implikasi Kebijakan Sihombing, Rofitrah; Akbar, Ali
Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam Vol. 17 No. 1 (2025): September
Publisher : IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/darussalam.v17i1.4274

Abstract

Penelitian ini menganalisis pemahaman masyarakat tentang pernikahan dini di Kelurahan Kampung Mesjid, Kecamatan Kualuh Hilir, Kabupaten Labuhanbatu Utara, yang hingga kini masih marak. Dengan pendekatan hukum-empiris studi kasus, data dihimpun melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam dengan KUA, lurah, orang tua, warga, serta individu yang terlibat dalam pernikahan dini. Temuan menunjukkan bahwa mayoritas warga memahami pernikahan dini sebagai pernikahan di bawah usia 19 tahun sesuai hukum nasional; namun praktik tetap berlangsung karena simpul faktor tafsir keagamaan, kehormatan/tradisi, tekanan ekonomi, dan kehamilan pranikah. Pandangan bahwa sumber-sumber Islam tidak menetapkan batas usia minimum membuat sebagian pelaku merasa kepatuhan keagamaan sudah memadai, sementara ketersediaan dispensasi dari Pengadilan Agama turut memfasilitasi terjadinya pernikahan dini. Sosialisasi yang telah dilakukan menunjukkan kemajuan, tetapi dampaknya belum konsisten. Studi ini merekomendasikan pengetatan praktik dispensasi berbasis bukti risiko, konseling pranikah berbasis risiko, pendidikan publik yang terkoordinasi, serta program retensi sekolah, disertai penguatan kolaborasi KUA, kelurahan, pengadilan
Pengaruh Lingkungan dan Input terhadap Proses Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SMK Negeri 2 Purworejo Yuniastanti, Linda; Putro Widoyoko, Sugeng Eko; Apri Setiaji, Cahyo
Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam Vol. 17 No. 1 (2025): September
Publisher : IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada atau tidak pengaruh positif dan signifikan antara lingkungan dan input terhadap proses projek penguatan profil pelajar Pancasila di SMK Negeri 2 Purworejo. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan kasualitas , model penelitian menguunakan CIPP (context, input, process, product). Populasi penelitian ini sebanyak 465 siswa dan 26 fasilitator yang ditentukan dengan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5%. Pengambilan sampel menggunakan teknik proportional random sampling. Pengumpulan data menggunakan skala likert dengan alternatif jawaban 4. Untuk uji validitas menggunakan validitas konstruk dan reliabilitas. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil analisis deskriptif lingkungan berada pada kategori sangat baik (3,5), input kagetori baik (2,92) dan proses kategori baik (3,06). Hasil korelasi parsial menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara lingkungan terhadap proses sebesar 51,98% (rhitung = 0,721, t = 3,119, sig = 0,012 < 0,05). (2) Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara input terhadap proses sebesar 42,51% (rhitung = 0,652, t = 2,582, sig = 0,030 < 0,05). (3) Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara lingkungan dan input secara bersama – sama terhadap proses sebesar 60,00% {(R) 0,774, Fhitung = 6,737, sig = 0,016 < 0,05} sehingga seluruh hipotesis diterima.
Lavender Marriage Perspektif Ulama Kota Medan dan Implikasinya dalam Hukum Keluarga Islam di Indonesia Habibie, Azrai Agnil; Turnip, Ibnu Radwan Siddik
Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam Vol. 17 No. 1 (2025): September
Publisher : IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/darussalam.v17i1.4280

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pandangan para ulama di Kota Medan terhadap fenomena lavender marriage, serta implikasi hukumnya terhadap hukum keluarga Islam di Indonesia, khususnya dalam konteks keabsahan pernikahan, hak dan kewajiban suami istri, serta kemungkinan perceraian. Penelitian ini juga mengkaji bagaimana hukum Islam memandang pernikahan yang dijalani tanpa niat membentuk keluarga, dan apakah pernikahan seperti ini termasuk ke dalam bentuk penipuan atau pernikahan yang cacat secara syar'i.Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris untuk melihat dan menggali langsung pandangan dan penafsiran para ulama kota medan terhadap konsep lavender marriage dan dampaknya terhadap hukum keluarga islam. Sumber data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan sejumlah ulama kota medan yang memiliki kapasitas dalam bidang hukum islam dan keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua pandangan Ulama Kota Medan yang berbeda. Diantaranya menyatakan bahwa pernikahan lavender marriage tidak diperbolehkan secara keseluruhan dikarenakan terdapat unsur kebohongan publik yang terjadi sehingga dapat menimbulkan kemudhorotan. Sedangkan lainnya menyatakan Pernikahannya sah namun terkait pemasalahan menyembunyikan identitas homoseksualnya adalah permasalahan yang berbeda dan itu urusan pribadi sehingga dosa yang ia dapatkan adalah dari bohongnya bukan dari keharaman pernikahan tersebut. Lavender Marriage juga berimplikasi pada keabsahan dan keberlangsungan pernikahan, hak-hak pasangan dan perlindungan korban, yaitu potensi terjadinya keretakan rumah tangga dan kehancuran psikologis anak yang lahir dari pasangan Lavender Marriage kemudian juga Terjadinya krisis kepercayaan terhadap lembaga pernikahan dan Kesulitan Hukum dan administrasi seperti warisan keturunan dan hak asuh anak jika pernikahan ini terbongkar. Kata Kunci: Lavender Marriage, Hukum Islam, Homoseksual, Pendapat Ulama, Kota Medan. ABSTRACT This research aims to examine the views of Islamic scholars (ulama) in the city of Medan regarding lavender marriage and its legal implications for Islamic family law in Indonesia, especially concerning the validity of the marriage, the rights and obligations of spouses, and the potential for divorce. It also seeks to explore whether such marriages, which are devoid of sincere marital intent, can be classified as deception or flawed under Islamic law. This empirical legal research involves fieldwork to directly gather opinions from religious scholars in Medan through in-depth interviews. The findings reveal two differing perspectives among the ulama: one group considers lavender marriage entirely haram due to the element of public deception and potential harm (mudharat), while the other deems the marriage valid but separates the sin of dishonesty from the legality of the union itself. Ultimately, the research shows that lavender marriage has far-reaching implications for those involved, including emotional damage to innocent spouses, psychological harm to children, a decline in public trust in the institution of marriage, and legal complications related to inheritance, lineage, and custody if the true nature of the marriage is uncovered. Keywords: Lavender Marriage, Islamic Law, Homosexuality, Ulama’s Perspective, Medan City.