cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam
ISSN : 19784767     EISSN : 25494171     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 347 Documents
Strategi Guru dalam Menumbuhkan Kemampuan Berpikir Kreatif pada Pembelajaran SBdP melalui Pendekatan Pembelajaran Mendalam Alfi Mukaromah; Lia Mareza
Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam Vol. 18 No. 1 (2026): September
Publisher : IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/darussalam.v18i1.5355

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam menumbuhkan kemampuan berpikir kreatif pada pembelajaran SBdP melalui pendekatan pembelajaran mendalam serta mengidentifikasi faktor penghambat dan faktor pendukung strategi guru dalam menumbuhkan kemampuan berpikir kreatif pada pembelajaran SBdP melalui pendekatan pembelajaran mendalam di kelas V SD Negeri 2 Tambaksogra. Penelitian ini menggunakan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan pada penelitian ini adalah guru kelas V dan enam siswa kelas V. Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa strategi guru dalam menumbuhkan kemampuan berpikir kreatif pada pembelajaran SBdP melalui pembelajaran mendalam yaitu: a. Diskusi melalui pendekatan Problem Based Learning (PBL), b. Penggunaan media pembelajaran, c. Penerapan metode praktik langsung, d. Presentasi karya. Adapun faktor pendukung yaitu peran orang tua dan kompetensi guru. Sedangkan faktor penghambat yaitu keterbatasan waktu pembelajaran serta perbedaan kemampuan dan karakteristik siswa. Penelitian ini dapat menjadi acuan bagi guru dalam mengembangkan kemampuan berpikir kreatif siswa melalui pembelajaran yang aktif, bermakna, dan berpusat pada siswa.
Restorative Justice Dalam Tindak Kekerasan Bullying Yang Dilakukan Oleh Anak Di Bawah Umur dalam Perspektif Hukum Pidana Islam Novian Syarif Anwar Daian; Deden Najmudin; Yusup Azazy
Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam Vol. 17 No. 2 (2026): April
Publisher : IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/darussalam.v17i2.4298

Abstract

Fenomena tindak kekerasan berupa bullying yang dilakukan oleh anak di bawah umur semakin marak terjadi, khususnya di lingkungan pendidikan. Kondisi ini menimbulkan persoalan serius karena tidak hanya merugikan korban, tetapi juga berimplikasi pada masa depan pelaku. Sistem peradilan pidana anak di Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 telah mengedepankan konsep keadilan restoratif sebagai alternatif penyelesaian perkara, namun penerapannya dalam kasus bullying masih menghadapi berbagai kendala, baik dari sisi perlindungan korban maupun kepastian hukum bagi pelaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan restorative justice terhadap tindak pidana bullying yang dilakukan oleh anak di bawah umur dalam perspektif hukum positif dan hukum pidana Islam. Dengan menggunakan metode penelitian yuridis normatif melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini menelaah regulasi, doktrin, serta pandangan hukum Islam yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa restorative justice secara normatif memberikan peluang penyelesaian yang lebih humanis, karena menekankan pada pemulihan, perdamaian, dan pemaafan. Namun, praktiknya sering kali menimbulkan ketidakadilan, seperti korban yang tertekan untuk memaafkan meskipun belum siap secara psikologis, atau sanksi yang bersifat subjektif bagi pelaku. Dalam perspektif hukum Islam, prinsip al-‘adl (keadilan) dan al-ishlah (perdamaian) memberikan landasan moral agar penyelesaian perkara melalui keadilan restoratif tidak menjadi sarana pemaksaan, melainkan benar-benar berorientasi pada pemulihan. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan restorative justice yang seimbang, baik dalam kerangka hukum positif maupun hukum pidana Islam, guna melindungi hak-hak korban sekaligus membina pelaku anak.
Dampak Prophetic Leadership Kiai Terhadap Pembentukan Grit dan Agency Santri: Model Manajemen Pendidikan Berbasis Keunggulan Karakter Siti Aimah; Nur Wiarsih
Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam Vol. 17 No. 2 (2026): April
Publisher : IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/darussalam.v17i2.4393

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam model Manajemen Pendidikan Berbasis Keunggulan Karakter di pesantren melalui lensa Kepemimpinan Profetik (Prophetic Leadership) Kiai serta menguji dampaknya terhadap pembentukan ketahanan diri (Grit) dan daya dorong pribadi (Agency) pada diri santri. Berbeda dari studi kepemimpinan konvensional, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan Kiai, jajaran pengelola, dan santri teladan, serta analisis dokumen kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pesantren Darussalam Blokagung berhasil secara efektif menerapkan model Manajemen Pendidikan Berbasis Keunggulan Karakter melalui Kepemimpinan Profetik Kiai sebagai fondasi moral, kurikulum Adabullah wa Adabun N?s menanamkan keseimbangan spiritual-sosial, program Riyadhah dan Mujahadah melatih ketahanan, model Syu‘ra membangun agency santri, serta manajemen suksesi ikhlas menjamin keberlanjutan nilai pesantren. Kontribusi teoretis penelitian ini terletak pada pengembangan kerangka Prophetic-Grit-Agency (PGA) Model dalam manajemen pendidikan Islam, memberikan wawasan baru bagi lembaga pendidikan dalam mengintegrasikan nilai-nilai spiritual tradisional dengan konstruksi psikologi positif modern, sehingga menghasilkan lulusan yang tidak hanya berintelektual dan berakhlak, tetapi juga memiliki daya saing global dan ketahanan hidup yang tinggi. Penelitian ini merekomendasikan replikasi model PGA sebagai standar baru dalam pengelolaan pendidikan karakter kontemporer.
Kepemimpinan Transformasional dalam Perspektif Islam Luthfiatul Udhma; Ahmad Manshur
Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam Vol. 17 No. 2 (2026): April
Publisher : IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/darussalam.v17i2.4413

Abstract

Kepemimpinan transformasional merupakan gaya kepemimpinan yang berorientasi pada perubahan positif, pengembangan sumber daya manusia, dan penciptaan visi bersama untuk mencapai tujuan organisasi. Dalam perspektif Islam, kepemimpinan transformasional tidak hanya menekankan aspek profesional dan moral, tetapi juga spiritualitas yang berlandaskan nilai-nilai tauhid, amanah, keadilan, dan ihsan. Pemimpin dalam Islam berperan sebagai khalifah yang bertanggung jawab memimpin dengan keteladanan, membimbing dengan hikmah, serta mendorong perubahan menuju kebaikan umat. Artikel ini membahas integrasi prinsip-prinsip kepemimpinan transformasional dengan nilai-nilai Islam melalui pendekatan konseptual dan analisis literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai seperti keikhlasan, keadilan, musyawarah, dan tanggung jawab moral menjadi dasar penting dalam membentuk kepemimpinan transformasional Islami. Dengan menginternalisasi nilai-nilai spiritual dan etika Islam, seorang pemimpin mampu membangun budaya organisasi yang berorientasi pada kemaslahatan dan keberlanjutan. Kajian ini merekomendasikan pentingnya penerapan model kepemimpinan transformasional berbasis Islam dalam lembaga pendidikan, pemerintahan, dan organisasi sosial untuk mewujudkan perubahan yang berkeadilan dan berkeberlanjutan.
Paradigma Baru Hukum Pidana melalui Keadilan Restoratif: Tinjauan Konseptual, Praktik, dan Relevansinya di Indonesia Brurry Hariyanto
Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam Vol. 17 No. 2 (2026): April
Publisher : IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/darussalam.v17i2.4459

Abstract

This study examines the emerging paradigm of criminal law through restorative justice (RJ) in Indonesia, highlighting its conceptual foundations, practical applications, and local relevance. Unlike traditional punitive or rehabilitative models, RJ emphasizes the restoration of social and moral relationships by requiring offenders to acknowledge wrongdoing, repair harm, and engage in dialogue with victims and communities. The research employs a qualitative approach, including field observations, interviews with mediators, offenders, victims, and community representatives, as well as document analysis of relevant laws and regulations. Findings indicate that restorative practices such as victim-offender mediation, community conferencing, and family group conferencing effectively reduce recidivism, increase victim satisfaction, and strengthen community cohesion. The study also identifies contextual challenges in Indonesia, including limited institutional capacity, inconsistent legal interpretation, and insufficient community and victim involvement. Theoretical implications affirm RJ as a relational and transformative model, not merely an alternative punitive measure. Practically, the findings support broader adoption of dialogical restorative processes, institutional support, and integration into rehabilitation programs to ensure sustainable social reintegration. This research contributes to understanding how global restorative justice principles can be culturally adapted in Indonesia, offering guidance for policy, judicial practice, and community-based interventions.
Internalisasi Pesan Dakwah pada Tradisi Keleman dalam Perspektif Interaksi Simbolik Muchamad Wildanil Mubarok Wildanil Mubarok
Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam Vol. 17 No. 2 (2026): April
Publisher : IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/darussalam.v17i2.4488

Abstract

This reseach explores the internalization of the message of da'wah in the keleman tradition from a symbolic interaction perspective. Keleman is a local tradition that reflects a blend of culture and Islamic teachings, especially in the farming community in Tambakrejo Hamlet. This study aims to identify how the message of da'wah conveyed by this keleman tradition is in accordance with the 3 patterns of George Herberd Mead's symbolic interaction theory, namely mind, self, and society. This reseach uses a qualitative method with a case study approach, data collected through interviews, observations, and literature studies. The findings show that the internalization of the message of da'wah in the keleman tradition can occur due to the interaction of the Tambakrejo community that occurs both verbally and non-verbally. The result is that the message of da'wah arises from the interaction of the community: (a) Mind, which changes the keleman tradition from being carried out at the grave to being moved to the hamlet hall, (b) Self, which views the symbols in the keleman tradition in the meaning of each individual, (c) Society, which gives meaning to the keleman tradition as a hope that the planting process will be smooth without any obstacles.
Pemenuhan Hak Konstitusi Atas Pendidikan Dalam Perspektif Siyasah Dusturiyyah: Studi Kasus Pasal 31 Ayat 1 UUD 1945 Muhammad Akbar Elzian Syahputra; Delfi Suganda; Nurul Fithria
Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam Vol. 17 No. 2 (2026): April
Publisher : IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/darussalam.v17i2.4538

Abstract

This study examines the constitutional guarantee of the right to education under Article 31 of the 1945 Constitution of Indonesia through the integrative lens of Islamic constitutional theory (siyasah dusturiyyah). Using a normative-descriptive method, this research analyzes primary legal sources, classical Islamic texts, and empirical data to investigate the implementation gaps in educational rights. The findings reveal significant disparities between constitutional mandates and empirical realities, with 8.5% of school-age children lacking access to formal education and extreme regional inequalities in educational participation. From the siyasah dusturiyyah perspective, the state bears dual responsibility: legal under the constitution and moral-spiritual under Islamic principles of leadership (imamah) and the protection of intellect (hifzh al-'aql). The study develops three integrative models complementary, convergent, and transformative to address structural educational inequalities. These findings emphasize that integrating constitutional and Islamic legal approaches provides a holistic framework for developing more equitable and inclusive education policies in Indonesia's multicultural context. The research recommends budgetary reorientation towards underdeveloped regions, affirmative action based on integrative justice principles, and enhanced monitoring systems combining public accountability and Islamic oversight principles (hisbah).
The Da'wah Through Social Media Youtube (Analysis of Da'wah Content in the Hikayat Podcast Budi Ashari Official Episode 26 Ngaji Kok Berantem: - Muhammad Iswan; Abdul Pirol; Efendi Palammai
Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam Vol. 17 No. 2 (2026): April
Publisher : IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/darussalam.v17i2.4696

Abstract

This study examines Islamic preaching through YouTube social media in the Hikayat Podcast Budi Ashari Official episode 26 entitled Ngaji Kok Berantem. The main issue of the research is the phenomenon of conflict and polarization of the community in the digital space and the role of preaching in responding to these conditions. This study aims to describe the characteristics of Budi Ashari's preaching language, identify the religious values ??conveyed, and analyze the relevance of the preaching message to the spiritual and social life of the community. The method used is content analysis with Norman Fairclough's critical discourse approach, which is directed reflectively to understand the deeper meaning of the preaching message. Data were obtained from podcast transcripts,, journals, and other supporting sources. The analysis was carried out in three stages: analysis of the preaching language, the meaning of preaching, and spiritual and social reflection. The results show that Budi Ashari's preaching language is communicative, narrative, and contextual, combining historical stories with contemporary realities. The religious values ??highlighted include knowledge, faith, piety, peace, concern, and respect for differences within the framework of Islamic brotherhood. In conclusion, the preaching delivered is relevant to the challenges faced by the community in the era of social media and contributes to building
Urgensi Pewarisan Usaha Petis Udang Tradisional sebagai Pembelajaran Pendidikan Berbasis Budaya Lokal: Kajian Etnopedagogik Ali Manshur; I Wayan Artika; I Wayan Rasna
Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam Vol. 17 No. 2 (2026): April
Publisher : IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/darussalam.v17i2.4749

Abstract

This study aims to examine the urgency of transmitting traditional shrimp paste (petis udang) enterprises as a form of local culture based education from an ethnopedagogical perspective. The research was conducted at the Bawang Merah shrimp paste enterprise in Muncar District, Banyuwangi Regency, which continues to employ traditional production methods and actively involves family members and the coastal community. A qualitative approach with a case study design was employed. Data were collected through participant observation, in-depth interviews with four groups of informants (the enterprise owner, the owner’s child, workers, and community leaders), and documentation. Data analysis followed the stages of data reduction, data display, and verification, using content analysis, discourse analysis, and interpretative analysis. The findings reveal that the shrimp paste enterprise functions as a non-formal educational space where local knowledge, life skills, and character values such as hard work, patience, responsibility, discipline, and mutual cooperation are transmitted through learning by doing. The inheritance process occurs naturally through role modeling, gradual participation, and collective work interactions, reflecting core principles of ethnopedagogy and cultural enculturation. Nevertheless, the study also identifies potential dysfunctions, particularly limited adaptation to socio-economic changes and a lack of innovation that may affect younger generations’ interest in continuing the enterprise. This research underscores that traditional shrimp paste enterprises serve not only economic purposes but also play a strategic role as local culture–based learning systems that contribute to character formation, cultural identity, and the sustainability of coastal traditions
Konsep Pendidikan Karakter dalam Perspektif Pemikiran Etika Ibnu Miskawaih Agil Rendi; Totong Heri
Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam Vol. 17 No. 2 (2026): April
Publisher : IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/darussalam.v17i2.4790

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah konsep pembentukan karakter dalam kerangka pemikiran etika Ibnu Miskawaih serta signifikansinya terhadap pendidikan kontemporer. Fenomena yang melatarbelakangi penelitian ini adalah krisis moral dan penurunan integritas karakter pada era globalisasi, yang memerlukan reformulasi pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai etika Islam. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library Research) dan teknik analisis isi (content analysis). Data dikumpulkan dari sumber primer, yaitu karya monumental Ibnu Miskawaih, khususnya Tahdzib al-Akhlaq wa Tathir al-A'raq, serta sumber sekunder berupa buku, artikel jurnal, makalah akademik, dan risalah keagamaan yang diterbitkan antara tahun 2020–2025. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, kategorisasi tema, dan interpretasi filosofis untuk mengungkap keterkaitan antara pemikiran etika Miskawaih dan pembentukan karakter di masa kini. Temuan penelitian menunjukkan bahwa konsep pendidikan karakter Ibnu Miskawaih berpijak pada harmonisasi antara akal, nafsu, dan emosi melalui mekanisme pembiasaan moral, penyucian jiwa (tazkiyah al-nafs), serta pemberian teladan. Tujuan utama pendidikan karakter menurutnya adalah tercapainya kebahagiaan (sa'adah) dan kesempurnaan moral (kamal al-nafs). Dari sudut pandang teoritis, penelitian ini memperkaya khazanah filsafat pendidikan Islam dengan menyajikan integrasi antara etika rasional Aristotelian dan nilai-nilai spiritual Islam. Secara praktis, temuan tersebut memberikan landasan untuk pengembangan kurikulum karakter pendidikan yang holistik dan kontekstual, selaras dengan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila. Penelitian ini menyimpulkan perlunya penelitian empiris lanjutan untuk mengimplementasikan konsep etika Miskawaih dalam pendidikan formal, dengan tujuan memperkuat moralitas dan integritas generasi muda di era digital. Kata kunci: Ibn Miskawayh, pendidikan karakter, etika Islam, filsafat moral, pembentukan karakter.