cover
Contact Name
Otang Kurniaman
Contact Email
otang.kurniaman@lecturer.unri.ac.id
Phone
+62813-9527-8819
Journal Mail Official
pajar@ejournal.unri.ac.id.
Editorial Address
Gedung B1, FKIP Universitas Riau Kampus Bina Widya Km. 12,5 Simpang Baru Panam Pekanbaru Riau Indonesia 28293
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran)
Published by Universitas Riau
ISSN : 25808435     EISSN : 26141337     DOI : 10.33578
Core Subject : Education,
Jurnal PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) aims to develop and disseminate science and technology through the scientific article of research and study of concepts or theories as an effort to enrich the scientific knowledge in the field of education and teaching. Jurnal PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) covers issues concerning education and teaching at the level of primary, secondary and higher education. This article is based on the results of research and theoretical studies which are equivalent to research supported by various theoretical studies that produce research in the form of educational research, learning research, classroom action research, and development. The fields of science include: Social Sciences Education; Mathematics Education; Language Education; Science Education; Arts and Culture Education; Early Childhood Education; Civics Educational; Religious Education; Physical Education; Education and Teaching; Educational Psychology; Learning Media; Education Management; Educational Technology; Music Education; Economics Education.
Articles 1,268 Documents
PENGARUH PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGUATAN KEPALA SEKOLAH DAN IKLIM SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU DI SEKOLAH DASAR KECAMATAN WINONG Kaswi Kaswi; Gunawan Setiadi; Su`ad Su`ad
JURNAL PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Vol 5, No 6 (2021)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/pjr.v5i6.8318

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kinerja guru karena kurangnya pendidikan dan pelatihan penguatan kepala sekolah dan kurang menjaga iklim sekolah . Permasalahan dalam penelitian ini adalah: 1) Seberapa besar pengaruh pendidikan dan pelatihan penguatan kepala sekolah terhadap  kinerja guru pada Sekolah Dasar Negeri  di Kecamatan Winong, Kabupaten Pati?, 2) Seberapa besar pengaruh  iklim sekolah terhadap  kinerja guru pada Sekolah Dasar  Negeri di Kecamatan Winong, Kabupaten Pati? 3) Seberapa besar pengaruh   pendidikan dan pelatihan penguatan kepala sekolah  dan iklim sekolah secara bersama – sama terhadap  kinerja guru pada Sekolah Dasar  Negeri di Kecamatan Winong, Kabupaten Pati? Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif,  Jenis penelitian korelasional atau mencari pengaruh antara variabel bebas pendidikan dan pelatihan penguatan kepala sekolah (X1) dan iklim sekolah (X2), dengan variabel terikat: kinerja guru (Y). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli  sampai Agustus 2020 di 40 Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Winong. Jumlah populasi 267 dan sampel 160 dipilih secara acak. Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Uji Persyaratan menggunakan uji normalitas, uji homogenitas,uji linieritas dan uji multikolinieritas. Rencana hasil penelitian diuji menggunakan uji analisis regresi linier sederhana, uji t, analisis regresi linier berganda yang diolah menggunakan program SPSS. Dari olah data diketahui data berdistribusi normal, homogen, linier dan tidak multikolinier. Dari uji hipotesis ditemukan: 1). terdapat hubungan variabel X1 terhadap X2 dengan persamaan Y = 71.661 + 0.632X1 diterima kebenarannya. Artinya setiap kenaikan satu pendidikan dan pelatihan penguatan kepala sekolah akan menaikkan kinerja guru sebesar 0.632 pada konstanta 71.661, kekuatan korelasi sebesar 0.685. Besarnya kontribusi variabel X1 terhadap Y sebesar 89.6%, 2). terdapat hubungan variabel X2 terhadap Y dengan persamaan  Y =  71.661+ 0.495X2. Kekuatan korelasinya sebesar 0.697 dengan kontribusi 74.4%, 3). terdapat hubungan positif antara pendidikan dan pelatihan penguatan kepala sekolah dan iklim sekolah terhadap kinerja guru yang dinyatakan dengan persamaan  Ŷ = 71.661 +0.632X1+0.495X2. Kekuatan korelasinya sebesar 0.707. Kontribusi variabel X1 dan X2 terhadap Y sebesar 79,6%, sedangkan 20,4% dipengaruhi oleh faktor yang lain.
PROSES BERPIKIR KRITIS BERDASARKAN GAYA BELAJAR DALAM MEMECAHKAN MASALAH SOAL CERITA MATEMATIKA Sufyan Sufyan; Rukli Rukli; Agustan Agustan
JURNAL PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Vol 5, No 6 (2021)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/pjr.v5i6.8502

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran proses berpikir kritis peserta didik dalam pemecahan masalah matematika ditinjau dari gaya belajar visual, auditori dan kinestetik. Identifikasi proses berpikir kritis didasarkan atas langkah-langkah berpikir kritis IDEALS yakni Identify, Define, Enumerate, Analyze, List and Self Correct. Subjek penelitian terdiri dari 3 peserta didik yang masing-masing memiliki gaya belajar visual, auditori dan kinestetik yang memiliki nilai tertinggi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan hasil tes peserta didik di Sekolah. Oleh karena itu, triangulasi yang digunakan adalah triangulasi teknik. Hasil penelitian proses berpikir kritis siswa visual, auditori, dan kinestetik pada langkah identify, enumerate, analyze, list dan self-correct memiliki kesamaan dalam memecahkan masalah berbentuk soal cerita. Perbedaan proses berpikir kritis tersebut paling menonjol terlihat pada langkah define. Perbedaannya terletak pada cara dan saat menjelaskan bentuk akuarium berdasarkan fakta dan alasan logis yang diberikan, perbedaan yang lain terletak pada ketelitian siswa dalam memeriksa kembali jawaban yang diperoleh karena subjek auditori sempat menambahkan catatan dalam jawabannya. Siswa kinestetik dapat dikatakan memiliki proses berpikir kritis lebih baik dibandingkan siswa visual pada langkah define.
MINAT MEMBACA PADA MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN BAHASA JEPANG FKIP UNIVERSITAS RIAU Nana Rahayu; Sarah Azizah
JURNAL PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Vol 5, No 6 (2021)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/pjr.v5i6.8539

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan seberapa besar minat membaca mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang FKIP Universtias Riau terhadap bacaan berbahasa Jepang. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif  dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampel jenuh. Sampel penelitian adalah mahasiswa angkatan 2018 tahun ajaran 2020/2021 yang berjumlah 30 orang. Data minat membaca mahasiswa dikumpulkan melalui angket tertutup yang terdiri dari 30 item pernyataan dan diolah menggunakan bantuan IBM SPSS 25.0. Nilai terendah, tertinggi, rata-rata dan deviasi standar dihitung dengan statistik hipotetik untuk membantu pengaktegorian data yaitu kategori rendah, sedang dan tinggi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa minat membaca mahasiswa angkatan 2018 terhadap bacaan berbahasa Jepang masuk ke dalam kategori sedang dengan persentase sebesar 76.7%. Bacaan yang banyak disukai oleh mahasiswa adalah bacaan ringan seperti cerita rakyat atau dongeng anak-anak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semangat dan motivasi mahasiswa untuk membaca masih rendah sehingga mahasiswa belum memiliki perasaan dan sikap yang positif terhadap bacaan berbahasa Jepang.
KOMUNIKASI EFEKTIF ANTARA ORANGTUA DENGAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS TUNAGRAHITA DALAM MEMBIASAKAN BERIBADAH DI SLB NEGERI BREBES Almardliyatul Wardatun Nisa Almunawaroh; M. Nurul Yamin; Muhammad Samsudin
JURNAL PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Vol 5, No 6 (2021)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/pjr.v5i6.8493

Abstract

Manusia tidak dapat dilepaskan dari komunikasi, baik komunikasi interpersonal, komunikasi intrapersonal, dalam kehidupan sehari-hari untuk mencapai komunikasi efektif antara manusia satu dengan manusia yang lain. Komunikasi efektif adalah komunikasi yang antar individunya memahami satu tujuan bersama. Komunikasi yang baik antara orangtua dengan anak akan menimbulkan dampak yang baik pula pada keluarga hanya saja tidak semua keluarga mampu berkomunikasi dengan baik diantara anggota keluarga. Terlebih keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus tunagrahita. Penerimaan ini akan berdampak pada komunikasi efektif yang berlangsung antara orangtua dengan anak berkebutuhan khusus tunagrahita di SLB Negeri Brebes. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Karakteristik subyek dalam penelitian ini sebanyak empat orang dengan empat orangtua memiliki anak gangguan khusus tunagrahita ringan. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara sebagai metode utama dan metode observasi sebagai metode pendukung. Hasil penelitian menunjukan bahwa ke empat keluarga sudah melakanakan komunikasi efektif antara orangtua dengan anak berkebutuhan khusus tunagrahita dalam membiasakan beribadah.  Selain itu, faktor pendukung dari komunikasi efektif dalam mebiasakan beribadah menggunakan media audio visual. Sedangkan faktor penghambat dari komunikasi efektif antara orangtua dengan anak tunagrahita pola pikir yang lambat, emosi yang tidak stabil pada anak karena memiliki berkebutuhan khusus tunagrahita.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENYIMAK BERBASIS MEDIA AUDIO VISUAL DENGAN PEGINTEGRASIAN PENDIDIKAN KARAKTER POSITIF PESERTA DIDIK KELAS V SEKOLAH DASAR Foni Yulia Putri; Ramalis Hakim; Desyandri Desyandri; Darnis Arief; Risda Amini; Yeni Erita
JURNAL PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Vol 5, No 6 (2021)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/pjr.v5i6.8325

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan menyimak siswa. Hal ini disebabkan oleh kurang tepatnya bahan ajar untuk meningkatkan kemampuan menyimak siswa. Mengembangkan bahan ajar menyimak berbasis media audio visual diharapkan dapat meningkatkan kemampuan menyimak siswa. Berdasarkan hal tersebut dikembangkan bahan ajar menyimak berbasis media audio visual dengan pengintegrasikan pendidikan karakter positif peserta didik kelas V sekolah dasar. Tujuan yang hendaknya dicapai dalam pengembangan bahan ajar ini adalah untuk menghasilkan bahan ajar menyimak berbasis media audio visual yang valid, praktis, dan efektif. Jenis penelitian adalah penelitian pengembangan (research and development).  Model pengembangan  yang digunakan yaitu model 4-D yang terdiri dari tahap pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (development), dan penyebaran (disseminate). Data penelitian dari uji validitas diperoleh melalui lembar validasi RPP dan bahan ajar. Data kepraktisan dikumpul melalui lembar observasi keterlaksanaan RPP dan angket respon guru serta siswa. Keefektifan dilihat dari aktivitas dan proses hasil belajar siswa berupa penilaian karakter dan keterampilan menyimak siswa. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian dari uji validitas yang dilakukan menunjukkan bahwa bahan ajar yang dihasilkan sangat valid. Hasil observasi, angket, dan wawancara dengan guru juga menyatakan bahwa bahan ajar ini praktis. Pada tahap uji efektivitas, didapatkan hasil rata-rata. Hasil penilaian keterampilan menyimak berbasis media audio visual siswa untuk penilaian keterampilan proses juga telah berada pada kategori sangat baik, dan didapatkan hasil bahwa 93% siswa  mampu menyimak berbasis media audio visual. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa bahan ajar menyimak berbasis media audio visual untuk kelas V SD yang telah dihasilkan dapat dinyatakan valid, praktis, dan efektif.
PENGARUH MODEL THINK PAIR SHARE DAN MEDIA CROSSWORD PUZZLE UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR MATEMATIKA SISWA SEKOLAH DASAR DI NGEMBALREJO BAE KUDUS Taufiqu Rohman; Sri Surachmi W; Murtono Murtono
JURNAL PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Vol 5, No 6 (2021)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/pjr.v5i6.8341

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis pengaruh model Think Pair Share terhadap minat belajar siswa dalam Matematika di SD 2 Ngembalrejo Bae Kudus (2) Menganalisis pengaruh media crosswors puzzle terhadap minat belajar siswa dalam Matematika di SD 4 Ngembalrejo Bae Kudus Hasil (3) Menganalisis Pengaruh model Think Pair Share dan media crosswors puzzle terhadap minat belajar siswa dalam Matematika di SD 5 Ngembalrejo Bae Kudus. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif analisis data dengan statistik. Dalam penelitian ini, penulis melakukan studi lapangan di sekolah dasar di desa Ngembalrejo. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari siswa Kelas 5 di empat SD, yaitu SD 2 Ngembalrejo, SD 4 Ngembalrejo, SD 5 Ngembalrejo, dan SD 3 Ngembalrejo sebagai kelas kontrol dengan menggunakan teknik simple random sampling. Dalam analisis ini, penulis menggunakan analisis statistik, yaitu regresi dan korelasi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Model Think Pair Share pada minat belajar matematika siswa di SD 2 Ngembalrejo Bae Kudus dalam kategori baik, adalah 41 dalam rentang interval 41-49. 2) Media Crossord Puzzle pada minat belajar matematika siswa di SD 4 Ngembalrejo Bae Kudus dalam kategori sangat baik, yairu 41 dalam rentang interval 41-49. 3) ) Model Think Pair Share dan Media Crossord Puzzle pada minat belajar matematika siswa di SD 5 Ngembalrejo Bae Kudus dalam kategori baik, adalah 52 dalam rentang interval 52-62 4) Terdapat pengaruh signifikan dari model Think Pair Share dan media crosswors puzzle untuk meningkatkan minat belajar matematika siswa Sekolah Dasar di Ngambalrejo Bae Kudus, dengan persamaan regresi Ŷ1 = 49.630 + 0.381X1, Ŷ2 = 50.985 + 0.342X2, Ŷ3 = 51.226 + 0.683X3. Model Think Pair Share memiliki jumlah positif dan signifikan menjadi 0.336 yang termasuk dalam kategori rendah dan dapat berkontribusi kepada siswa dalam ,meningkatkan minat belajar matematika siswa sebesar 11.27% di SD 2 Ngembalrejo. Media crosswors puzzle memiliki jumlah positif dan signifikan menjadi 0.345 yang termasuk dalam kategori rendah dan dapat berkontribusi kepada siswa dalam ,meningkatkan minat belajar matematika siswa sebesar 11.875% di SD 4 Ngembalrejo. Model Think Pair Share dan Media crosswors puzzle memiliki jumlah positif dan signifikan menjadi 0.356 yang termasuk dalam kategori rendah dan dapat berkontribusi kepada siswa dalam, meningkatkan minat belajar matematika siswa sebesar 12.647% di SD 5 Ngembalrejo.
PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN PENGUASAAN MATERI MELALUI PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN Yuliantoro Yuliantoro; Supentri Supentri; Yanuar Al Fiqri
JURNAL PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Vol 5, No 6 (2021)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/pjr.v5i6.8519

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis penelitian yang mengunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian deskriptif secara observasi yang berfungsi untuk melihat “Peningkatan Keaktifan dan Penguasaan Materi Mahasiswa. Pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi dan kajian referensi berhubungan tentang pembelajaran. Penelitian ini menitikberatkan dalam pengamatan pelaksanaan pembelajaran terhadap keaktifan dan peningkatan penguasaan materi pembelajaran melalui beberapa pendekatan model pembelajaran. Hasil penilitian menunjukkan keaktifan sesudah perlakuan merupakan aktivitas pembelajaran yang berusaha untuk merangsang seluruh indra yang ada pada mahasiswa dalam proses pembelajaran sehingga hal ini merupakan upaya mahasiswa dalam memperoleh pengalaman belajar dalam aktivitas keaktifannya. Pengamatan dan penilain dalam fokus penelitian ini, peneliti mengunakan dua penilaian pertama dengan cara pengukuran terhadap kompetensi penguasaan materi tanpa mengunakan pendekatan model pembelajaran menunjukkan rata-rata penguasaan materi mahasiswa adalah 68 %, hal ini juga memiliki penilaian secara kategori mendekati baik, tetapi ketika dilakukan perlakukan dengan mengunakan pendekatan model pembelajaran jaring laba-laba dan tongkat berjalan dalam aktivitas diskusi lebih hidup bahkan berdampak kepada tingkat penguasaan materi pembelajaran yang dikuasa mahasiswa menunjukkan rata-rata berjumlah 90 %, hal ini menunjukkan kategori sangat baik penguasaan materi yang dimiliki oleh mahasiswa.
PENGARUH PENGGUNAAN SMARTPHONE DAN E-LEARNING TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN KEARSIPAN KELAS X OTKP DI SMKS KRIAN 2 SIDOARJO Lussy Heavyndah; Durinda Puspasari
JURNAL PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Vol 5, No 6 (2021)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/pjr.v5i6.8421

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis: 1) pengaruh penggunaan smartphone terhadap motivasi belajar siswa; 2) pengaruh penggunaan e-learning terhadap motivasi belajar siswa; 3) pengaruh penggunaan smartphone dan penggunaan e-learning terhadap motvasi belajar siswa pada mata pelajaran kearsipan kelas X OTKP di SMKS Krian 2 Sidoarjo. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan menggunakan populasi seluruh siswa kelas X OTKP SMKS Krian 2 Sidoarjo yang berjumlah 86 siswa. Sampel yang digunakan non-probability sampling dengan jenis sampel total, dimana jumlah sampel yang digunakan sama dengan jumlah populasi yaitu 86 siswa kelas X OTKP SMKS Krian 2 Sidoarjo. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara dan angket. Uji coba instrumen dalam penelitian ini terdiri dari uji validitas dan uji reliabilitas. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: 1) uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, uji multikolinieritas, dan uji heteroskedastisitas; 2) uji hipotesis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) tidak terdapat pengaruh signifikan penggunaan smartphone terhadap motivasi belajar siswa; 2) terdapat pengaruh signifikan penggunaan  e-learning terhadap motivasi belajar siswa; 3) terdapat pengaruh signifikan penggunaan  smartphone dan penggunaan  e-learning terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran kearsipan kelas X OTKP di SMKS Krian 2 Sidoarjo.
KOMPETENSI PROFESIONAL GURU SD NEGERI 43 MANDAU KABUPATEN BENGKALIS Susanti Susanti; Zufriady Zufriady; Otang Kurniaman
JURNAL PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Vol 5, No 6 (2021)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/pjr.v5i6.8210

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kompetensi profesional Guru SD Negeri 43 Mandau Kabupaten Bengkalis. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 43 Mandau Kabupaten Bengkalis pada September 2020. Jenis penelitian adalah kuantitatif yang memberikan gambaran tentang keadaan yang sedang berlangsung pada objek penelitian yaitu Kompetensi Profesional Guru SD Negeri 43 Mandau Kabupaten Bengkalis. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Sampel yang digunakan yaitu seluruh SD Negeri 43 Mandau Kabupaten Bengkalis yang berjumlah 16 orang guru. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik angket melalui media google form dengan instrumen penelitian ini berupa pernyataan tentang kompetensi profesional guru dengan empat alternatif jawaban dengan jumlah 57 soal. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kompetensi professional guru SD Negeri 43 Mandau Kabupaten Bengkalis secara keseluruhan mencapai 80,91% dengan kategori baik. Jumlah kompetensi inti yang memperoleh nilai pada interval 85-100 dengan kategori “Baik Sekali” berjumlah 1 kompetensi inti, jumlah kompetensi inti yang memperoleh nilai pada interval 70-84 dengan kategori “Baik” berjumlah 2 kompetensi inti, jumlah kompetensi inti yang memperoleh nilai pada interval 50-69 dengan kategori “Cukup” berjumlah 1 kompetensi inti, dan jumlah kompetensi inti yang memperoleh nilai pada interval 0-49 dengan kategori “Kurang” berjumlah 0 kompetensi inti.
PENGARUH PEMBELAJARAN E-LEARNING DAN MINAT BELAJAR SISWA TERHADAP EFEKTIFITAS MENGAJAR GURU PPKn DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN KOTA PEKANBARU Solihin Solihin; Gimin Gimin; Azhar Azhar
JURNAL PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Vol 5, No 6 (2021)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/pjr.v5i6.8467

Abstract

                                                                                                 ABSTRAKTujuan utama dari penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pelaksanaan pembelajaran E-learning terhadap Efektifitas Mengajar, pengaruh pelaksanaan pembelajaran E-learning terhadap minat belajar siswa dan untuk melihat  pengaruh Minat Belajar Siswa terhadap Efektifitas mengajar guru dalam persepsi siswa. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan kuesioner. Sampel dalam penelitian ini adalah 99 siswa SMK Negeri Kota Pekanbaru. Analisis data menggunakan analisis jalur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Pengaruh pembelajaran E-Learning terhadap minat belajar siswa dengan nilai sumbangan sebesar 26.2% dengan pengaruh rendah karena masih terdapat 73.8% ditentukan oleh factor lain. 2) Pengaruh pembelajaran E-Learning terhadap efektifitas mengajar guru terdapat dengan nilai sumbangan 25.7% dengan pengaruh rendah karena masih terdapat 73.7% ditentukan oleh faktor lain. 3) pengaruh minat belajar siswa terhadap efektifitas mengajar guru dalam persepsi siswa dengan nilai sumbangan 24.5% ini dalam kategori rendah karena masih terdapat 74.3%  ditentukan oleh factor lain. Sementara secara bersama pembelajaran E-Learning dan minat belajar siswa terhadap efektiftas mengajar siswa dengan menggunakan analisis jalur terdapat 33.3% ini dalam kategori rendah karena terdapat 66.7% masih dipengaruhi faktor lain. Penelitian ini merekomendasikan kepada pemerhati dan stakeholter kebijakan di sekolah untuk giat melakukan pelatihan, workshop dan lainnya yang dapat meningkatkan pembelajaran E-Learning guna meningkatkan minat belajar dan efektifitas pengajaran.

Page 68 of 127 | Total Record : 1268