cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA
ISSN : -     EISSN : 25494899     DOI : 10.21831
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 186 Documents
Penyuluhan Pemanfaatan Tanaman Obat Peningkat Sistem Imun Untuk Pencegahan Dan Penanggulangan Penyakit COVID-19 Di Masyarakat ningsih, arista wahyu
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol 5, No 1 (2021): Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.935 KB) | DOI: 10.21831/jpmmp.v5i1.34366

Abstract

Pemerintah saat ini sedang berusaha meningkatkan motivasi dan kepedulian masyarakat terhadap kesehatannya dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyakit Covid-19. Globalisasi berperan dalam memfasilitasi terjadinya pandemic virus Covid-19, dimana globalisasi menjadi jalan koneksi antar Negara terbuka bebas. Covid-19 merupakan masalah kesehatan masyarakat di seluruh dunia.  Melalui program pengabdian masyarakat STIKES RS Anwar Medika dosen STIKES RS Anwar Medika melakukan penyuluhan tanaman obat peningkat system imun tubuh. Program penyuluhan tersebut bertujuan untuk memberikan gambaran akan pentingnya mengkonsumsi herbal peningkat system imun tubuh dalam rangka pencegahan penyakit Covid-19. Dari hasil penyuluhan yang dilakukan kepada masyarakat evaluasi awal pengetahuan menunjukkan 61% masyarakat memahami tentang herbal imunodulator untuk pencegahan Covid-19. Setelah dilakukan penyuluhan kepada masyarakat, dilakukan evaluasi akhir pengetahuan. Hasilnya menunjukkan bahwa 84% masyarakat memahami tentang herbal imunodulator. Dari hasil pretes dan postes terdapat selisih 23%, menunjukkan bahwa penyuluhan tentang herbal imunodulator yang dipaparkan oleh pemateri menghasilkan kenaikan pemahaman peserta sebesar 23%.
Sistem Informasi Pendataan data Kependudukan Warga dan Pasar Online untuk UMKM Desa Sukorejo, Buduran Berdasarkan Program Smart Village Iwan - Santoso; Adi - Pramono
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol 5, No 2 (2021): Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1069.297 KB) | DOI: 10.21831/jpmmp.v5i2.37334

Abstract

Dalam Menghadapi kemajuan teknologi yang begitiu pesat saat ini khusunya perkembangan Iptek yang semakin maju dan juga kemudahan akses dalam setiap masyarakat maka  sangat dibutuhkan sebuah aplikasi yang bisa mendiskripsikan desa tersebut. Hal ini dikarenakan didalam aktivitas data kependudukan terhadap masyarakat masih dilakukan secara manual, Para perangkat desa Sukorejo biasanya melakukan data kependudukan dengan cara meminta Kartu Keluarga (KK) ke tiap-tiap warga kemudian di lakukan pendataan. Sedangkan untuk Pasar Online lingkup pemasarannya masih terbatas. Kondisi ini tentunya berdampak terhadap kurang maksimalnya kinerja perangkat desa di dalam melayani masyarakat dan terbatasnya akses keluar yang memiliki usaha UMKM. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk membuatkan aplikasi yang bisa meningkatkan efisiensi dan kemudahan dalam mendata kependudukan warga dan juga memasarkan produk UMKM yang ada diwilayah Sukorejo. Metode pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat adalah metode pelatihan, praktek serta tanya jawab. Sedangkan khalayak sasaran adalah warga desa khususnya perangkat desa Sukorejo, dan pengelola UMKM yang ingin memaksimalkan potensi yang ada dengan dibuatkanya aplikasi data kependudukan dan pasar online. Dengan diadakannya Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat melalui pelatihan dalam penggunaan Sistem Informasi ini khususnya perangkat desa Sukorejo dapat mempermudah serta meningkatkan kinerja perangkat desa secara lebih maksimal dalam memberikan layanan kepada masyarakat sesuai yang di inginkan pemerintah serta dapat meningkatkan pendapatan UMKM yang ada diwilayah Sukorejo.
Pengembangan Instrumen Penilaian Model PISA untuk Meningkatkan Kompetensi Guru dalam Mengukur Kemampuan Literasi Sains Peserta Didik Sekolah Menengah Pertama Setyawarno, Didik; Widodo, Eko; Rosana, Dadan; Setianingsih, Wita
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol 5, No 2 (2021): Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.221 KB) | DOI: 10.21831/jpmmp.v5i2.44319

Abstract

The Programme for International Student Assessment (PISA) adalah survei internasional tiga tahunan yang bertujuan untuk mengevaluasi sistem pendidikan di seluruh dunia dengan menguji keterampilan dan pengetahuan siswa berusia 15 tahun. Kegiatan yang telah dilaksanakan adalah kegiatan pelatihan secara daring menggunakan platform googlemeet yang ditujukan bagi guru- guru IPA tingkat SMP di seluruh Indonesia yang diwakili oleh 46 peserta. Kegiatan PPM dilaksanakan dengan cara daring (google meet), workshop, penugasan terstruktur, dan konsultasi dengan rincian sebagai berikut. Tutorial dan workshop yaitu penyampaian materi 1 adalah sistem penilaian berdasarkan kurikulum 2013 dan konsep dasar penilaian IPA model PISA serta kemampuan literasi sains. Tugas Terstruktur yaitu penyusunan model penilaian hasil belajar siswa untuk mata pelajaran IPA berdasarkan kurikulum 2013 model PISA untuk mengukur kemampuan literasi sains. Konsultasi tugas yaitu konsultasi dilakukan via email/HP, khususnya bagi peserta pelatihan yang mengalami kesulitan dalam menyelesaian tugas terstruktur. Hasil kegiatan ini telah dievaluasi berdasarkan masukkan dari guru IPA SMP di Indonesia  yang ternyata dapat meningkatkan kemampuan  kualitas penilaian peserta didik sehingga dapat menerapkan penilaian IPA model PISA untuk mengukur kemampuan literasi sains.
Aplikasi Bioteknologi Dalam Pengembangan Air Buah Kelapa Menjadi Nata De Coco Untuk Memberi Ketrampilan Peserta Didik Di SMA Negeri 1 Kambera Vidriana Oktoviana Bano; Erfy Melany Lalupanda; Yohana Ndjoeroemana
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol 5, No 2 (2021): Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.55 KB) | DOI: 10.21831/jpmmp.v5i2.38173

Abstract

Di Kabupaten Sumba Timur, pemanfaatan air buah kelapa tua menjadi nata de coco sangat jarang dilakukan. Nata de coco yang sering dikonsumsi selama ini merupakan produk buatan pabrik yang telah dikemas dalam wadah plastik atau kaleng, dikirim dari pulau Jawa ke daerah timur termasuk ke daerah Sumba dengan harga yang mahal. Disamping itu, salah satu tanaman unggulan untuk sektor Pertanian di Kabupaten ini adalah tanaman kelapa. Berdasarkan hal tersebut, maka kegiatan Aplikasi bioteknologi dalam pengembangan air buah kelapa menjadi  nata de coco ini menjadi sangat perlu untuk diperkenalkan kepada masyarakat Sumba Timur. Peserta kegiatan ini adalah peserta didik kelas XI IPA dan guru IPA SMAN 1 Kambera. Metode yang dilakukan adalah pelatihan aplikasi bioteknologi dalam mengembangkan air buah kelapa tua menjadi nata de coco sebagai produk akhir. Salah satu hasil luaran dari pelatihan ini adalah para peserta sadar akan pentingnya pemanfaatan bioteknologi dalam mengembangkan air buah kelapa tua (limbah) menjadi produk olahan makanan nata de coco yang bernilai ekonomi dan bergizi. In East Sumba Regency, the use of old coconut water to become nata de coco is very rare. Nata de coco, which is often consumed so far, is a factory-made product that has been packaged in plastic containers or cans, sent from Java to the east, including Sumba, at a high price. Besides that, one of the leading crops for the agricultural sector in this regency is coconut. Based on this, the activity of biotechnology applications in developing coconut water into nata de coco is very necessary to be introduced to the people of East Sumba. The participants of this activity were students of class XI IPA and science teachers of SMAN 1 Kambera. The method used is training in the application of biotechnology in developing old coconut water into nata de coco as the final product. One of the outcomes of this training is that the participants are aware of the importance of using biotechnology in developing old coconut fruit water (waste) into processed products for nata de coco food that have economic value and nutrition.
SOSIALISASI BLENDED LEARNING SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DARING Yanty Maria Rosmauli Marbun; Tarida Alfina Simanjuntak; Yanti Arasi Sidabutar; Monalisa Frince Sianturi; Juni Agus Simaremare; Marlina Agkris Tambunan; Yoel Purba; Srinatalia Silaen; Eva Pasaribu; Leonita Maria Manihuruk
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol 5, No 2 (2021): Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.102 KB) | DOI: 10.21831/jpmmp.v5i2.41298

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan kepada para guru tentang penggunaan Blended Learning dalam pembelajaran daring di masa pandemi ini. Dalam hal ini Blended Learning yang dimaksud adalah aplikasi Zoom sebagai media tatap muka virtual dan aplikasi Google Classroom sebagai sarana media pembelajaran tekstual. Kedua aplikasi tersebut dapat bermanfaat secara efektif untuk meningkatkan pembelajaran secara daring. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah mencakup ceramah variatif disertai dengan praktek langsung. Hasil dari kegiatan ini adalah berupa kecakapan guru-guru dalam menggunakan aplikasi Zoom dan Google Classroom pada kegiatan pembelajarannya. Guru-guru SD Negeri 091316 Pematang Raya sebelumnya belum menggunakan sistem Blended Learning dalam pembelajaran selama masa pandemi ini, tetapi setelah adanya pelatihan pembelajaran daring,  para guru merasa cukup puas dan dipermudah dalam proses pembelajaran online. Antusiasme guru-guru menggunakan aplikasi Zoom dan Google Classroom sangat mendukung proses pembelajaran daring yang efektif dan variatif.
Peningkatan Minat dan Kemampuan Menghitung Siswa Melalui Game Matematika Maisyatul azkiyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol 5, No 2 (2021): Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.85 KB) | DOI: 10.21831/jpmmp.v5i2.36145

Abstract

Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan minat serta kemampuan menghitung siswa Kelas VII SMP Darul Falah Pegantenan melalui implementasi game matematika. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah  Participatory Action Research (PAR) berupa: 1) pemberian materi matematika serta pretest untuk mengetahui kemampuan awal siswa; 2) pengaplikasian game matematika sebagai media meningkatkan minat dan kemampuan merhitung siswa; dan 3) penyampaian ulang materi serta pemberian posttest untuk mengetahui hasil dari pengimplementasian game matematika. Minat siswa terhadap matematika sebelum pengimplementasian game matematika adalah 25% dan setelah pengaplikasian menjadi 87,5%. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, game matematika mampu meningkatkan minat siswa terhadap pelajaran matematika serta meningkatkan kemampuan berhitung siswa yang dapat dilihat dari nilai hasil pretest dan posttest.
Pelatihan Kompetisi Sains Nasional (KSN) Cabang Matematika Tingkat SMP/MTs melalui Pembelajaran Berbasis Puzzle (National Science Competition Training for Junior High School/MTs Mathematics Through Puzzle-Based Learning) Ogi Danika Pranata
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol 5, No 2 (2021): Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.203 KB) | DOI: 10.21831/jpmmp.v5i2.42276

Abstract

AbstrakKompetisi Sains Nasional (KSN) merupakan wadah kompetitif untuk meningkatkan kompetensi pendidikan. Pelatihan sebagai persiapan untuk mengikuti KSN dilakukan oleh sekolah dan dinas pendidikan. Pelatih sekaligus penulis bekerja sama dengan Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Sungai Penuh untuk melaksanakan pelatihan KSN matematika. Bagi penulis, kerja sama ini merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, khususnya kepada sekolah. Pelatihan dirancang melalui proses pembelajaran berbasis puzzle (puzzle-based learning) yang dilaksanakan dalam 10 pertemuan. Pertemuan pertama ditujukan untuk pengenalan KSN dan model pembelajaran yang akan diterapkan, yaitu pembelajaran berbasis puzzle. Model ini diterapkan pada 8 pertemuan selanjutnya. Puzzle-puzzle disesuaikan dengan materi pembelajaran. Pada pertemuan terakhir dilakukan tryout sebagai bentuk evaluasi dan uji coba sebelum mengikuti KSN matematika tingkat Kabupaten/Kota. Melalui pelatihan yang dilakukan, penulis menemukan bahwa peserta didik termotivasi untuk belajar ketika menggunakan puzzle. Mereka mamandang puzzle sebagai suatu tantangan yang harus diselesaikan. Motivasi tinggi ditunjukkan oleh peserta didik dengan mengerahkan semua kemampuan matematika yang mereka miliki untuk menyelesaikan puzzle. Kondisi pembelajaran seperti ini sangat tepat untuk mendukung kemampuan penyelesaian masalah dan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Temuan ini sesuai dengan apa yang diharapkan dalam kegiatan KSN sebagai wadah yang kompetitif untuk penguatan pendidikan di Indonesia.Kata kunci: pembelajaran berbasis puzzle, matematika, kompetisi sains nasional AbstractThe National Science Competition (KSN) is a competitive platform to improve educational competence. Training in preparation for KSN is conducted by schools and education offices. The trainer and also writer collaborated with Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Sungai Penuh to carry out KSN training in mathematics. For the authors, this collaboration was an activity for community service, especially to the schools. Training is designed through puzzle-based learning in 10 sessions. The first session was intended for the introduction of KSN and the learning model, namely puzzle-based learning. This model was applied to the next 8 sessions. The puzzles are adapted to the learning materials. Then the last session was conducted a tryout as a form of evaluation and trial before attending mathematics KSN in district level. Through the training, the authors found that learners were motivated to learn when using puzzles. They saw a puzzles as a challenge that must be solved. Learners showed high motivation by exerting all their mathematical abilities to solve puzzles. This kind of learning condition is very appropriate to support problem solving skills and high-level thinking skills. This finding was in accordance with what was expected in KSN activities as a competitive platform for strengthening education in Indonesia.Key words: puzzle-based learning, math, national science competition
Pelatihan Kebersihan Individu Sebagai Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 di SMA Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta YUNITA FERA RAHMAWATI; Tatag Bagus Putra Prakarsa; Ciptono Ciptono; Tri Harjana; Suhandoyo Suhandoyo
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol 5, No 2 (2021): Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.551 KB) | DOI: 10.21831/jpmmp.v5i2.38303

Abstract

AbstrakPengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan  guru Biologi SMA/MA di Kabupaten Kulon Progo dalam meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan guru tentang sistem kekebalan tubuh, kebersihkan lingkungan dan praktek membuat cairan untuk sanitasi individu dan cara pemakaiannya yang benar. Pelatihan dilaksanakan dalam bentuk paparan materi dan pelatihan tatap muka sesuai dengan protokol kesehatan pada hari Kamis, 30 Juli 2020 di Ruang PPG 1 dan 2 FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta. Materi pelatihan meliputi gambaran umum kekebalan tubuh dan kebersihan lingkungan, serta praktik membuat hand sanitizer sesuai dengan formula WHO. Berdasarkan analisis nilai test nilai rata-rata post test peserta lebih tinggi dibandingkan pre test, dan menunjukkan peningkatan sebesar 58,7%. Sedangkan berdasarkan analisis respon peserta, sebanyak 73% peserta berharap dapat membuat hand sanitizer selama pelatihan, sebanyak 93% peserta menyatakan pelatihan yang diselenggarakan sesuai dengan harapan, sebanyak 93% peserta menyatakan bahwa materi pelatihan dapat membantu mengatasi persoalan yang mungkin muncul di kelas, sebanyak 80% peserta menyatakan bahwa materi pelatihan berikutnya yang ingin diselenggarakan adalah membuat cuci tangan, dan seluruh peserta berminat untuk menerapkan materi pelatihan saat mengajar. Pelatihan kebersihan individu dan lingkungan sekolah dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 di SMA di Kabupaten Kulon Progo. Melalui pelatihan ini, harapannya guru-guru dapat memiliki pengetahuan dan ketrampilan tentang sistem kekebalan tubuh, kebersihan lingkungan dan pembuatann hand sanitizer guna memutus penyebaran virus di masa pandemi.Kata kunci: Pelatihan kebersihan,, hand sanitizer, Covid-19 AbstractThis community service aims to improve the ability of SMA / MA biology teachers in Kulon Progo Regency to increase teachers, knowledge and skills about the immune system, environmental cleaning and the practice of making fluids for individual sanitation and how to use them properly. The training is carried out in the form of material exposure, and face-to-face training according to health protocols on Thursday, July 30, 2020 in PPG 1 and 2 FMIPA Rooms, Yogyakarta State University. The training materials include an overview of immune and environmental hygiene, as well as the practice of making hand sanitizers according to the WHO is a formula. Based on the test score analysis, the average post-test score of the participants was higher than the pre-test, and showed an increase of 58.7%. Meanwhile, based on the analysis of participant responses, as many as 73% of participants expected to be able to make hand sanitizers during the training, as many as 93% of participants stated that the training was carried out as expecting, as many as 93% of participants stated that the training material can help overcome problems that may arise in class, as many as 80% of participants stated that the next training material they wanted to hold was hand washing, and all participants were interested in applying the training material while teaching. Personal hygiene training and school environment to prevent the spread of Covid-19 in high schools in Kulon Progo Regency. Through this training, it is hoped that teachers will have knowledge and skills about the immune system, environmental hygiene and the manufacture of hand sanitizers to stop the spread of the virus during a pandemic.Keywords: Hygiene training, hand sanitizer, Covid-19 pandemic.
Pemberdayaan Kader Posyandu Melalui Model Three Level Marketing Menuju Lansia Sehat dan Mandiri Rachmah Laksmi Ambardini; BM Wara Kushartanti; Rita Eka Izzati; Tutiek Rahayu
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol 5, No 2 (2021): Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.213 KB) | DOI: 10.21831/jpmmp.v5i2.44316

Abstract

AbstrakLansia dengan penyakit degeneratif cukup tinggi. Di sisi lain, tingkat kemandiriannya rendah. Kader posyandu berada di garda terdepan dalam menerapkan pola hidup sehat di masyarakat. Tujuan pengabdian kepada masyarakat (PPM) ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu lansia dalam menerapkan pola hidup sehat pada lansia. Program ini menggunakan model “Three Level Marketing” yaitu tim pengabdian menyampaikan materi kepada kader posyandu lansia, kemudian kader mensosialisasikan pengetahuan dan keterampilan dalam menerapkan pola hidup sehat kepada lansia di lingkungannya, sehingga pengetahuan dan keterampilan dalam menerapkan pola hidup sehat semua lansia di wilayah itu meningkat. Sasaran peserta PPM adalah 32 kader posyandu lansia di wilayah padukuhan Karangmalang, Caturtunggal, Depok, Sleman. Materi PPM adalah penerapan pola hidup sehat pada lansia. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan angket pengetahuan, sikap, dan perilaku dalam menerapkan pola hidup sehat dan angket kepuasan pelanggan. Data dianalisis secara deskriptif dan analitis. Hasil kegiatan PPM dari aspek proses dinilai berhasil. Hal ini terlihat dari kehadiran seluruh kader lansia yang berjumlah 32 orang dan seluruh kader berpartisipasi aktif selama kegiatan PPM. Dilihat dari aspek produk, semua elemen menunjukkan peningkatan yang signifikan (p0,05). Total kenaikannya adalah 8,53%, dari 84,9% menjadi 93,43%. Unsur pengetahuan mengalami peningkatan tertinggi (12,21%), diikuti unsur sikap (8,1%) dan perilaku (4,32%). Secara umum, program pengabdian masyarakat ini berjalan dengan sukses. Para peserta menyatakan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat terutama dalam meningkatkan pemahaman tentang pola hidup sehat bagi lansia.Kata kunci: Model three level marketing, pola hidup sehat, lansia.
Qualitative Analysis of Borax in the Meatballs by Using Turmeric Extract Nastiti Utami
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol 5, No 2 (2021): Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.256 KB) | DOI: 10.21831/jpmmp.v5i2.40191

Abstract

Education on health risk of borax and the production of turmeric paper for simple qualitative analysis of borax in food has been conducted in Krasak, Trucuk, Klaten.The purpose of the community service was to provide solutions for prevent the consumption of food products containing prohibited food additives.The methods used in this community service were: education on health risk of borax for health types of harmful food additives, characteristics of foods containing borax, and workshop to make turmeric paper. Qualitative analysis conducted based on curcumin contained in turmeric extract can be used to break down borax bonds into boric acid and bind them to complex boron cyanocurcumin. Discoloration from yellow to redness in turmeric paper can be used as a natural indicator ingredient to detect the presence of borax. The result of this activity is an increase in public knowledge known from post test results and satisfactory responses 85.25% of the results of questionnaires that reveal was very interesting.

Page 10 of 19 | Total Record : 186