cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
DIKLUS: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah
ISSN : 0854896X     EISSN : 26859637     DOI : 10.21831
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 162 Documents
Modal Sosial dalam Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Ekonomi Sirkular di Kepulauan Selayar Rizal Sultan Madani; A. Muhammad Agumpratama W; Mersi Irwan
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diklus.v10i1.101206

Abstract

Abstrak Permasalahan sampah di Kabupaten Kepulauan Selayar saat ini telah mencapai titik krusial, yang ditandai dengan fenomena kelebihan kapasitas pada TPA Kaburu sebagai pusat pembuangan utama. Kondisi ini merefleksikan bahwa sistem pengelolaan sampah konvensional tidak lagi memadai, sehingga dibutuhkan transisi menuju pendekatan yang lebih baik. Upaya strategis ini diwujudkan melalui kolaborasi multipihak, salah satunya melalui Program CSR Peduli Lingkungan Tanadoang oleh PT PLN IP UP PLTD Selayar. Program tersebut berfokus pada pengolahan limbah organik. Efektivitas dan keberlanjutan program ini sangat ditentukan oleh optimalisasi modal sosial di tengah masyarakat. Intervensi program telah berhasil menggeser paradigma warga dari sekadar membuang sampah menjadi praktik pengelolaan ekonomi sirkuler secara komunal. Elemen modal sosial, yang terdiri kepercayaan, norma sosial, altruisme, dan jaringan sosial merupakan salah satu faktor penentu keberlanjutan program. Sinergi antara aspek ekonomi dan sosial ini menjadi faktor determinan dalam menjamin keberlanjutan pengelolaan sampah berbasis komunitas di Kabupaten Kepulauan Selayar. Kata Kunci: modal sosial, ekonomi sirkuler, pemberdayaan masyarakat, tanggung jawab sosial lingkungan   Social Capital in Circular Economy-Based Community Empowerment in the Selayar Islands   Abstract The waste management issue in Kepulauan Selayar Regency has reached a critical juncture, marked by the overcapacity of the Kaburu Landfill as the primary disposal site. This condition highlights the inadequacy of conventional waste management systems, underscoring the urgent need to transition toward a more sustainable approach. This strategic effort is realized through multi-stakeholder collaboration, notably through the "Tanadoang Environmental Care" CSR Program initiated by PT PLN IP UP PLTD Selayar, which focuses on organic waste processing. The effectiveness and long-term sustainability of the program are heavily reliant on optimizing social capital within the community. Program interventions have successfully shifted the residents' paradigm from mere waste disposal toward communal circular economy practices. Elements of social capital—comprising trust, social norms, altruism, and social networks—serve as key determinants of program continuity. Ultimately, the synergy between these social and economic dimensions acts as a decisive factor in ensuring sustainable community-based waste management in Kepulauan Selayar Regency. Keywords: social capital, circular economy, community empowerment, corporate social responsibilty
Ketahanan Masyarakat Berkelanjutan melalui Program Kampung Sehat Indonesia Power: Pendekatan Asset-Based Community Development Farra Ananda Cancerika; Muh Fathurrohman Wahab; Desifa Widyanengsi
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diklus.v10i1.101391

Abstract

Abstrak Program Kampung Sehat Indonesia Power (KSIP) merupakan inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN Indonesia Power UBP Tello UP PLTD/G Tello yang menerapkan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) untuk mengoptimalkan aset lokal sebagai dasar penguatan ketahanan masyarakat secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi pendekatan ABCD dalam Program KSIP dan menganalisis kontribusi program terhadap peningkatan ketahanan masyarakat. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di Kelurahan Tello Baru, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik dan analisis interaktif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi berbagai aset komunitas, yang meliputi modal sumber daya alam, modal sosial, modal sumber daya manusia dan kelembagaan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat, memperkuat kapasitas kelembagaan, mengembangkan ekonomi sirkular, serta meningkatkan kemampuan masyarakat dalam beradaptasi terhadap berbagai tantangan. Pendekatan ABCD terbukti menjadi strategi pemberdayaan yang efektif dalam mendukung implementasi TJSL yang partisipatif, adaptif, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan. Kata Kunci: kampung sehat indonesia power, asset-based community development, pemberdayaan masyarakat   Sustainable Community Resilience through Kampung Sehat Indonesia Power: Asset-Based Community Development Approach   Abstract Kampung Sehat Indonesia Power (KSIP) Program is a Corporate Social Responsibility (CSR) initiative by PT PLN Indonesia Power UBP Tello UP PLTD/G Tello that applies the Asset-Based Community Development (ABCD) approach to optimize local assets as a foundation for strengthening community resilience in a sustainable manner. This study aims to analyze the implementation of the ABCD approach in the KSIP Program and to assess the program’s contribution to enhancing community resilience. The study employs a qualitative method using a case study design conducted in Tello Baru Village, Makassar City, South Sulawesi. Data were collected through participatory observation, semi-structured interviews, and documentation, and were subsequently analyzed using thematic analysis and interactive analysis techniques. The findings indicate that the optimization of various community assets including natural resource capital, social capital, human resource capital, and institutional capital can increase community participation, strengthen institutional capacity, foster a circular economy, and enhance the community’s ability to adapt to various challenges. The ABCD approach has proven to be an effective empowerment strategy in supporting the implementation of TJSL that is participatory, adaptive, and oriented toward sustainable development. Keywords: kampung sehat indonesia power, asset-based community development, community empowerment