cover
Contact Name
Surya Darma
Contact Email
admin.jlk@untan.ac.id
Phone
+6285750630630
Journal Mail Official
admin.jlk@untan.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Hadari Nawawi, FMIPA Universitas Tanjungpura
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Laut Khatulistiwa
ISSN : 26146142     EISSN : 26148005     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/lkuntan
Jurnal Laut Khatulistiwa is the media for dissemination of information about the ideas from researchers and practitioners whose interested with marine issues. This journal published three times a year by Department of Marine Science, Faculty of Mathematic and Natural Sciences, Tanjungpura University, i.e at February, June and October. The scope of the articles on this journal is focus on study of marine science, including utilization of computing technology and marine instruments, development of measurement methods, and other related study. This journal is expected to be helpfull for practitioners, policy makers, lecturers, students and other parties to better understanding the situation and condition about marine and can provide inspiration on development of ideas to contribute improvement solutions for marine issues globally.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 3 (2025): October" : 9 Documents clear
Analisis Kelangsungan Hidup (Survival Rate) Hasil Transplantasi Terumbu Karang terhadap Perbedaan Kedalaman di Perairan Pulau Tikus Kota Bengkulu Syaputra, Andika Charles; Anggoro, Ari; Sugara, Ayub
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 8, No 3 (2025): October
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v8i3.94462

Abstract

Pulau Tikus merupakan pulau yang terletak di dalam wilayah administratif Kota Bengkulu. Pulau Tikus dikelilingi oleh terumbu karang yang luas sehingga mampu melindungi daratan pulau dari abrasi yang disebabkan oleh gelombang. Metode transplantasi karang yang digunakan ialah metode web spider, metode ini menjadi salah satu teknik rehabilitasi karang yang paling berhasil. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis kelangsungan hidup terumbu karang dengan metode web spider dengan kedalaman yang berbeda perairan Pulau Tikus Kota Bengkulu. Pada penelitian yang telah dilakukan, didapat untuk hasil pertumbuhan rata-rata panjang fragmen karang pada kedalaman 3 meter adalah 0,51 mm/2 minggu. Sedangkan, untuk pertumbuhan panjang fragmen pada kedalaman 5 meter ialah 0,91 mm/2 minggu. Selanjutnya untuk pertumbuhan lebar dari fragmen karang pada kedalaman 3 meter adalah 1,40 mm/2 minggu dan kedalaman 5 meter 0,36 mm/2 minggu. Transplantasi terumbu karang dengan metode web spider di Perairan Pulau Tikus Kota Bengkulu memiliki tingkat kelangsungan hidup (survival rate) berkisar antara 83-91,67% kedalaman 3 meter dan 75-87,50% pada kedalaman 5 meter.
Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol Daun Mangrove di Kawasan Ekowisata Borneo Bahari Desa Sungai Kakap Kalimantan Barat Cahyany, Brigita Sari Kusuma; Juniarti, Juniarti; Alfadzri, Andry; Listy, Irma; Awlia, Isti; Hidayat, Ade; Triono, Riski; Warsidah, Warsidah; Sofiana, Mega Sari Juane
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 8, No 3 (2025): October
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v8i3.94959

Abstract

Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat mempunyai total luasan area ekosistem mangrove mencapai 44.625,76 hektar. Ekosistem mangrove memiliki potensi besar sebagai sumber metabolit sekunder yang berperan penting dalam mekanisme adaptasi terhadap tekanan lingkungan. Kawasan ekowisata Borneo Bahari yang berada di Desa Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya merupakan area pesisir yang ditumbuhi oleh berbagai jenis mangrove seperti Acanthus ilicifolius, Avicennia marina, dan Sonneratia caseolaris. Namun, belum ada kajian mengenai kandungan metabolit sekunder pada mangrove di kawasan ekowisata Borneo Bahari. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan senyawa metabolit sekunder pada daun Acanthus ilicifolius, Avicennia marina, dan Sonneratia caseolaris. Metabolit sekunder dari ketiga jenis mangrove diekstraksi dengan pelarut etanol menggunakan metode maserasi. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol A. ilcifolius mengandung flavonoid dan saponin. Mangrove A. marina mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, dan steroid. Jenis S. caseolaris menunjukkan ekstrak mengandung senyawa flavonoid, saponin, dan steroid. Temuan ini menjadi dasar awal dalam eksplorasi lebih lanjut seperti potensi bioaktivitas metabolit sekunder dari mangrove di wilayah tersebut.
Analisis Jenis dan Kelimpahan Mikroplastik pada Kerang Darah (Anadara granosa) Hasil Tangkapan Nelayan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur Fahrurozi, Zidhan Muhammad; Eryati, Ristiana; Ritonga, Irwan Ramadhan
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 8, No 3 (2025): October
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v8i3.99922

Abstract

Mikroplastik pada biota perairan merupakan salah satu permasalahan global yang dihadapi sekarang ini. Salah satu biota perairan yang diketahui mengakumulasi mikroplastik adalah kerang darah (Anadara granosa). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan kelimpahan mikroplastik serta menganalisis korelasi antara kelimpahan mikroplastik dengan ukuran kerang darah. A. granosa dengan ukuran yang berbeda (kecil, sedang dan besar) dikumpulkan dari hasil tangkapan nelayan di Kabupaten Penajam Paser Utara. Proses identifikasi mikroplastik pada A. granosa menggunakan metode mikroskopis secara visual. Berdasarkan hasil identifikasi, ditemukan 4 tipe mikroplastik yang ditemukan pada daging kerang yang didominasi oleh tipe fiber (507 partikel), fragmen (273 partikel), film (194 partikel) dan pellet (15 partikel). Kelimpahan mikroplastik yang terdapat pada daging A. granosa adalah tipe fiber (11,3 partikel/ind), fragmen (6,07 partikel/ind), film (4,31 partikel/ind), dan pellet (0,33 partikel/ind). Tipe fiber merupakan yang paling banyak ditemukan, yaitu 507 partikel per individu. Warna hitam sebanyak 289 partikel mendominasi pada tipe mikroplastik yang ditemukan. Hubungan antara kelimpahan mikroplastik dan ukuran kerang (panjang dan berat) memiliki tingkat korelasi sangat kuat dan signifikan (p < 0,05).
Pengaruh Variasi Kedalaman terhadap Struktur Komunitas Ikan Terumbu Karang di Kepulauan Seribu, Jakarta Yudha, Firsta Kusuma; Sachio, Nikolas; Hidayati, Tirza; Fuadi, Itsar Nur; Assyifa, Siti Fatma; Rabiyanti, Intan; Afif, M. Irfan
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 8, No 3 (2025): October
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v8i3.98019

Abstract

Ikan terumbu karang merupakan salah satu kelompok biota dominan yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem terumbu karang. Penelitian ini bertujuan menganalisis kelimpahan dan biomassa ikan terumbu karang pada dua kedalaman berbeda di perairan Pulau Pramuka dan sekitarnya. Pengamatan dilakukan pada tujuh stasiun menggunakan metode Underwater Visual Census (UVC). -rata kelimpahan ikan pada kedalaman 3 m mencapai 46 ind/100 m², sedangkan pada kedalaman 10 m hanya 28 ind/100 m². Biomassa tertinggi pada kedalaman dangkal tercatat di Selatan Pulau Panggang sebesar 3.397,29 g/100 m², sementara biomassa terendah ditemukan di Utara Pulau Pramuka sebesar 677,84 g/100 m². Pada kedalaman 10 m, biomassa tertinggi terdapat di Selatan Pulau Air (5.301,68 g/100 m²) dan terendah di Dermaga 1 Pulau Pramuka (60,65 g/100 m²). Secara umum, ikan mayor mendominasi pada kedalaman dangkal, sedangkan ikan target lebih sering dijumpai pada kedalaman dalam. Temuan ini menunjukkan bahwa variasi kedalaman berpengaruh nyata terhadap struktur komunitas ikan terumbu karang melalui distribusi kelimpahan dan biomassa pada setiap lokasi pengamatan.
Tingkat Kestabilan Pantai di Pesisir Pelabuhan Mawasangka Awaluddin, Awaluddin; Takwir, Amadhan; Bahdad, Bahdad
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 8, No 3 (2025): October
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kestabilan pantai merupakan hasil interaksi kompleks antara berbagai faktor fisik, termasuk parameter tinggi gelombang, panjang gelombang, kelandaian pantai, serta ukuran butiran sedimen. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat kestabilan pantai diperairan Pelabuhan Mawasangka, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara. Metode dalam penelitian ini dengan pengumpulan data dari hasil pengukuran di lapangan, observasi, dan dokumentasi, penelitian. Pengambilan sampel dengan teknik sampling purposive. Metode penentuan kestabilan pantai menggunakan metode Sunamura dan Horikawa karena mampu memberikan estimasi kuantitatif terhadap perubahan garis pantai yang disebabkan oleh gelombang laut, terutama dalam konteks pengaruh arus sejajar pantai terhadap transportasi sedimen. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi Akresi atau abrasi ringan diperairan Pelabuhan Mawasangka di empat titik Stasiun penelitian Stasiun (1) dengan nilai 0,295289, Stasiun (2) 0,364086, Stasiun (3) 0,364086 dan Stasiun (4) 0,295289. Kondisi penelitian ini dipengaruhi oleh tinggi gelombang, panjang gelombang, kelandaian pantai, serta ukuran butiran sedimen.
Studi Perbandingan Karakter Morfometrik Lamun Oceana serrulata (R. Brown) Byng & Christenh di Perairan Bangka Selatan Emillia, Emillia; Adi, Wahyu; Supratman, Okto; Muftiadi, Muhammad Rizza
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 8, No 3 (2025): October
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v8i3.96906

Abstract

Oceana serrulata (R. Brown) Byng & Christenh, adalah salah satu spesies lamun yang ditemukan di Bangka Selatan. Kajian mendalam mengenai perbedaan karakter morfometrik O. serrulata di wilayah Bangka Selatan belum pernah dilakukan sebelumnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi morfologi lamun, menganalisis karakter morfometrik lamun dan pengaruh susbtrat terhadap morfometrik O. serrulata. Penelitian dilakukan bulan Juni 2023 di Pantai Tanjung Kerasak, Penutuk, Kumbung dan Tanjung Sangkar. Penentuan titik lokasi sampling lamun dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Data morfometrik di analisis menggunakan analisis one way Anova, Principal Component Analysis (PCA) dan analisis kluster. Hasil penelitian menunjukkan panjang daun berkisar antara 22,86-101,48 mm, lebar daun 6,19-8,19 mm, panjang tangkai lamun 14,79-36,06 mm, diameter tangkai yaitu 2,14-2,46 mm. Sementara itu, panjang rhizoma berkisar 40,8-51,35 mm, diameter rhizoma 2,19-2,63 mm dan panjang akar 32,69-88-92 mm. Berdasarkan analisis komponen utama, substrat yang berpengaruh adalah pecahan karang, pasir, dan lumpur. Hasil analisis kluster yang mempunyai kesamaan antar lokasi yaitu Kumbung dan Tanjung Sangkar sedangkan hasil analisis Anova yaitu hanya mempunyai perbedaan secara signifikan pada bagian tangkai O. serrulata.
Analisis Laju Sedimentasi di Perairan Sekitar Muara Sungai Sampara, Kabupaten Konawe Ruzlim, Ruzlim; Irawati, Irawati; Pratikino, Asrin Ginong
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 8, No 3 (2025): October
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v8i3.95715

Abstract

Perairan sekitar Muara Sungai Sampara di Kabupaten Konawe merupakan salah satu kawasan transisi antara daratan dan lautan yang berpotensi mengalami sedimentasi akibat tekanan dari aktivitas industri, khususnya pertambangan nikel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laju sedimentasi, karakteristik sedimen, serta parameter lingkungan yang mempengaruhinya berupa kecepatan arus, Total Suspended Solid (TSS), salinitas, dan kekeruhan. Pengambilan sampel sedimen dilakukan dengan menggunakan sediment trap berbentuk silinder pada empat stasiun yang ditentukan secara purposive sampling selama 14 hari, kemudian dianalisis bersama data parameter lingkungan dengan metode regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Stasiun 2 yang berada di area delta dekat pemukiman memiliki laju sedimentasi terendah sebesar 26,27 mg/cm²/hari (kategori rendah), sedangkan Stasiun 3 yang berlokasi di laut terbuka menunjukkan laju sedimentasi tertinggi sebesar 124,45 mg/cm²/hari (kategori tinggi). Analisis jenis sedimen mengungkapkan bahwa fraksi yang mendominasi adalah lumpur (>94%) pada semua stasiun. Analisis regresi menunjukkan bahwa arus, salinitas, dan kekeruhan memiliki pengaruh positif terhadap sedimentasi, sedangkan TSS tidak signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa wilayah yang berdekatan dengan pertambangan nikel cenderung mengalami sedimentasi lebih tinggi dan puncaknya terjadi pada area menuju laut lepas, sehingga pemantauan berkala diperlukan untuk mencegah dampak lingkungan seperti pendangkalan muara dan gangguan terhadap aktivitas masyarakat pesisir.
Analisis Laju Penempelan Biofuling terhadap Substrat Alami dan Buatan di Desa Tanjung Piring Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan Madura Rohmah, Khilda Firdausiyah; Salma, Amanda Nadiva; Indriyawati, Novi; Dewi, Kartika; Agustin, Cantika Ellycia; Wulansari, Destin Retno; Fitriana, Dianita Aryani; Himmah, Nurul; Prasetyo, Adi; Fadilah, Iqbal Riza
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 8, No 3 (2025): October
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v8i3.98076

Abstract

Biofouling merupakan penempelan dan pertumbuhan organisme pada permukaan benda yang terbenam di laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis biofouling, komposisi, kelimpahan, laju pertumbuhan, kategori indeks biologis serta parameter kualitas perairan Tanjung Piring, Socah, Kabupaten Bangkalan guna mengetahui kecocokan perairan untuk biofouling hidup. Metode yang digunakan adalah metode visual census, dengan mengidentifikasi jenis dan jumlah individu setiap jenis biota penempel yang ditemukan. Kegiatan pengamatan menggunakan substrat buatan dengan 2 perlakuan, di cat dan tanpa cat antifouling. Berdasarkan hasil identifikasi diperoleh 4 spesies dari 2 kelas Gastropoda, Bivalvia dan Maxillopoda yang ditemukan pada 2 titik pengamatan. Spesies yang ditemukan yaitu Turbo chrysostomus, Nassarius oliva, Ostrea edulis dan Amphibalanus amphitrite. Nilai spesies paling melimpah pada substrat sebesar 0,371 ind/cm2. Hasil indeks keanekaragaman dimana titik 2 menunjukkan keanekaragaman yang lebih besar. Indeks keseragaman menunjukkan hasil tertinggi sebesar 0.4773 menandakan distribusi tiram lebih merata serta hasil dominansi menunjukkan rentang nilai antara 0,55-0,66, dengan kategori sedang. Hasil pengukuran kualitas perairan menunjukkan nilai suhu antara rentang 27-35°C, salinitas antara 25-30 ppt, pH mulai 7,7-8,8. Kedalaman paling dalam pada nilai 22 cm dan kecerahan tertinggi mencapai 100%. Hasil DO tetinggi bernilai 6,08 dengan kecepatan arus paling kuat sebesar 25,27 ke arah barat laut.
Mangrove Cerdas 4.0: Perancangan Geodatabase untuk Mendukung Transformasi Digital Pengelolaan Konservasi Perairan Kayong Utara Berbasis WebGIS Saputra, Robin; Zibar, Zan; Raynaldo, Adityo
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 8, No 3 (2025): October
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v8i3.98839

Abstract

Penelitian ini menghadirkan inovasi dalam pengelolaan ekosistem mangrove melalui pengembangan WebGIS Mangrove Cerdas 4.0, sebuah sistem digital interaktif yang mengintegrasikan data penginderaan jauh, survei lapangan, dan analisis kualitas air untuk mendukung konservasi pesisir berbasis data spasial. Inovasi ini menjawab kekosongan penerapan teknologi WebGIS yang selama ini belum optimal digunakan dalam pemantauan mangrove di Indonesia. Penelitian dilakukan di Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara, dengan pendekatan kombinatif antara klasifikasi citra Sentinel-2B menggunakan algoritma Support Vector Machine (SVM), analisis Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) untuk kerapatan vegetasi, dan interpolasi Inverse Distance Weighting (IDW) untuk parameter kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 15 jenis mangrove (12 sejati dan 3 asosiasi) dengan dominansi Rhizophora apiculata, R. mucronata, dan Sonneratia alba. Luas kawasan mangrove mencapai 13.871,70 ha dengan akurasi klasifikasi 70,73% (Kappa 0,5579). Berdasarkan NDVI, kerapatan mangrove terbagi atas kategori jarang (490,67 ha), sedang (6.713,92 ha), dan rapat (6.667,11 ha). Parameter kualitas air menunjukkan kondisi yang mendukung pertumbuhan mangrove, yaitu pH 7,0-8,69, DO 3,50-7,99 mg/L, salinitas 11,21-30,49‰, dan suhu 26,6–33,09°C. Seluruh hasil diintegrasikan dalam WebGIS berbasis Leaflet yang dapat diakses publik untuk monitoring konservasi. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi teknologi WebGIS berbasis data spasial dapat menjadi model transformasi digital pengelolaan ekosistem pesisir, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap konservasi berbasis sains dan partisipasi masyarakat di era 4.0.

Page 1 of 1 | Total Record : 9