Articles
1,273 Documents
Pelatihan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Bagi Pengelola Bank Sampah Berkah Abadi Kelurahan Limbungan
David Setiawan;
Hamzah Eteruddin;
Ambar Tri Ratnaningsih;
Monice
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2021): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31849/dinamisia.v5i4.5196
Bank Sampah saat ini menjadi solusi dalam memecahkan persoalan sampah terutama di Kota Pekanbaru, sampah yang tidak bernilai ekonomis yang selama ini menjadi penyebab kebanjiran, polusi serta kotoran yang menjijikkan dapat menjadi barang – barang dan produk lainnya yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Dalam pengelolaannya, diperlukan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bidang kelistrikan agar peralatan kerja berupa mesin yang dioperasikan menggunakan tenaga listrik serta instalasinya telah sesuai standar yang berlaku sehingga capaian zero accident untuk keselamatan dan kesehatan dilingkungan tempat kerja dapat terwujud. Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Kelistrikan bagi Pengelola Bank Sampah Kelurahan Limbungan bertujuan untuk menambah pengetahuan, cara penanganan, serta langkah preventif apa saja yang harus dilakukan agar penggunaan dan pemasangan yang tidak selamat (dapat mengancam keselamatan kerja, ancaman kebakaran akibat konsleting dan sebagainya) dapat dihindari sehingga pelatihan ini diharapkan dapat mengubah budaya hidup selamat dengan moto mengutamakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) khususnya kelistrikan di lingkungan Bank Sampah Berkah Abadi Kelurahan Limbungan
Pengurangan Penggunaan Plastik Pada UMKM Perkampungan Wisata Budaya Betawi Setu Babakan Jakarta
Haswan Yunaz;
Ahmad Nurdin Hasibuan;
Dodi Wahab;
Reny Andriyanty
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2021): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31849/dinamisia.v5i4.5214
This program objection for assisting the government's efforts to reduce the plastics using in Indonesia, especially in South Jakarta. The expected benefit of the activity is the increasing of enviromental care insight by suppressing the plastic wrap using for small business unit in the Betawi Cultural Tourism Setu Babakan Village South Jakarta. The activity was counseling and discussion. The target audience was small and micro business units. The programme results are 92 percent of participants will suppress the use of plastic as a wrapper and 8 percent still do not have the desire to suppress the use of plastic wrap. 92 percent of them will try to apply the green marketing concept and there are still 8 percent who do not want to apply this concept. Ninety seven percent of participants stated that this activity provided benefits and increased understanding of reducing plastics using and the concept of green marketing.
Klinik Hukum Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Penyusunan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
Haris Retno Susmiyati;
Rahmawati Al Hidayah
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2021): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31849/dinamisia.v5i4.5273
Public participation in the preparation of regional regulations is a right guaranteed by the constitution, especially if the regulations to be made are closely related to the sustainability of the community's living space. This is what underlies community service activities carried out to the coastal communities of Balikpapan Bay through groups of fishermen and activists who focus on environmental and coastal issues with the aim of providing legal understanding and awareness to be involved or participate in the preparation of RZWP3K. With the FGD method through 3 stages which include presentation of material, identification of problems, and preparation of policy briefs, it is hoped that it will be able to provide concrete efforts for community participation in the preparation of regional regulations. Based on the results of community service activities, legal awareness was formed for the participants who attended, as evidenced by the involvement of all participants in the preparation of a policy brief that was submitted to the Kaltim DPRD - Special Committee on the Draft Regional Regulation. at RZWP3K East Kalimantan
Pelatihan English For Tourist Guide Untuk Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kota Pekanbaru
Syaifullah;
Refika Andriani
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2021): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31849/dinamisia.v5i4.5368
According to the Indonesian Tourism Association statutes 2011, tour guideshave several duties, one of them is improving consecutively their professionalism. The indicator which can be indicated from their professionalism is their capability in doing well communication with their colleague or tourist particularly communication in English. Related to the daily activity, wheneverI invite them to make an English tour none of them ready to execute it. It one of the symptoms shows that they have limit capability in English communication. To solve this problem, I and team have trained them in English for tourist guide in several meetings. As a result, this English tourist guide training can develop their capability in making English communicationas long as they want to practice their English with their colleague or by them selves
Pelatihan Pemanduan Wisata Berbahasa Isyarat melalui Video Virtual Tour bagi Kelompok Penggerak Pariwisata Desa Wisata Alamendah
Ghoitsa Rohmah Nurazizah
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2021): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31849/dinamisia.v5i4.5375
The progress of tourism seems has not pay enough attention to the needs of people with disabilities in terms of physical, moreover in the non-physical aspects such as inclusive communication for all tourists. The experience of traveling will be very memorable if there is effective and pleasant communication between tourists and tour managers. This communication can be applied if the manager understands how to communicate using the language that understood by people with disabilities, one of which is sign language. In this community service, sign language training is carried out for tourism community (operators) in order to bridge the need for a memorable travel experience for all tourists, including deaf tourists. This training was initiated early in Alamendah Tourism Village as a tourist village that has begun to develop and well known in the Bandung Regency area. This online training, of course, apart from providing hard skill training, also opens eyes and concerns that there are many things that must be considered and prepared for tourism activities become accessible and open to all humans. This kind of training can certainly be applied elsewhere using and adopting similar steps so that attention and awareness of inclusive tourism can spread and be grounded in Indonesia.
Pelatihan Protokol Kesehatan Bagi Pemandu Wisata Pedesaan di Kabupaten Belitung
Rina Fitriana;
Wisnu Bawa Tarunajaya;
Kemal Akbar
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2021): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31849/dinamisia.v5i3.5395
Menghadapi era adaptasi kebiasaan baru, Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung kembali mengadakan pelatihan bagi pramuwisata pedesaan dan pengelola Desa Wisata yang bertujuan menyiapkan pelaku wisata agar mampu memasarkan Desa Wisata dan memberikan jaminan pelayanan prima yang sesuai dengan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Salah satu materi yang diberikan dalam pelatihan tersebut adalah materi protokol kesehatan yang meliputi kebersihan, kesehatan, keamanan dan keberlangsungan lingkungan dan praktek penerapannya. Peserta pelatihan sebanyak 40 orang. Metode pelatihan adalah tutorial, diskusi dan praktek. Hasil pelatihan,70% (28 peserta) menyatakan bahwa itu adalah pelatihan pertama mereka tentang penerapan protokol kesehatan, 90% (36 peserta) menyatakan teori tersebut dapat diterapkan di destinasi wisata di tempatnya sedangkan 10% (4 peserta) berpendapat fasilitas pendukung masih harus dilengkapi agar kegiatan wisata dapat berjalan sesuai dengan protokol kesehatan yang ada. Sebanyak 60% peserta (24 orang) berpendapat bahwa demi pendalaman materi tersebut maka durasi pelatihan perlu diperpanjang, sementara sebanyak 50% peserta (20 orang) meyakini bahwa akan lebih baik apabila dalam pelatihan serupa, tenaga kesehatan ikut dihadirkan sehingga penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) bagi Desa Wisata, diantaranya SOP di objek wisata dan homestay, dapat dilakukan sebagai salah satu luaran pelatihan yang dapat menjadi bekal peserta saat hendak menerapkannya di destinasinya masing-masing.
Pelatihan Pembuatan Sabun Cair Cuci Tangan di BUMDES Sei Rampah, Serdang Bedagai, Sumatera Utara
Bayu Eko Prasetyo;
Sri Yuliasmi;
Henny Sri Wahyuni;
Lia Laila
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2021): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31849/dinamisia.v5i3.5403
Kondisi pandemi Covid-19 yang masih mengkhawatirkan serta ditambah pula kesadaran masyarakat Indonesia untuk mengikuti protokol kesehatan yang masih sangat rendah, menggunggah tim pengabdian untuk turut memberikan kontribusi dalam mencegah penyebaran Covid 19. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di kecamatan Sei Rampah dipilih sebagai mitra pengabdian karena aktivitas perekonomian yang padat dan lokasi yang dekat dengan Kota Medan. Pelatihan pembuatan sabun cair cuci tangan yang merupakan salah satu prosedur yang sangat penting dalam mencegah penularan virus dilakukan dengan cara temu muka dengan jumlah peserta terbatas dan penggunaan protokol kesehatan yang ketat. Pembuatan video pembelajaran, modul pelatihan dan demonstrasi langsung di depan peserta dilakukan sehingga diharapkan transfer teknologi yang dilakukan dapat berjalan dengan efektif walau dilakukan dengan penuh keterbatasan. Pengabdian masyarakat yang telah dilakukan berjalan dengan lancar dan diharapkan dapat menambah pengetahuan, serta meningkatkan kesadaran untuk mengikuti protokol kesehatan dalam usaha mencegah penularan virus Covid 19 dan diharapkan sabun cuci tangan yang dihasilkan dapat terus dikembangkan menjadi produk usaha BUMDes tersebut.
Membangun Masyarakat Mandiri dimasa Pandemi COVID-19 Melalui Pelatihan Akutansi Biaya Produk dan Teknik Pemasaran Digital
Desti Fitriati;
Nur Yulianti Hidayah;
Febri Maspiyanti
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2021): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31849/dinamisia.v5i4.5544
Pandemi Corona membuat hampir semua masyarakat melakukan kegiatan dari rumah, baik itu urusan sekolah maupun pekerjaan. Tidak sedikit pula perusahaan yang melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) maupun merumahkan para pekerjanya. Hal ini pula yang menyebabkan sistem keuangan Indonesia menjadi tidak stabil dan roda perekonomian Indonesia mengalami penurunan. Untuk menstabilkan sistem keuangan ini, maka langkah yang bisa dilakukan adalah membuat sebuah peluang usaha baru sebagai alternatif pendapatan. Peluang usaha baru yang diusulkan ini juga sejalan dengan karakteristik Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), dimana UMKM memiliki peranan penting dalam perekonomian di Indonesia. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa hambatan internal maupun eksternal yang harus dihadapi pelaku UMKM. Salah satu hambatan internal yang menjadi fokus utama yang akan diangkat adalah Sumber Daya Manusia (SDM) meliputi kurangnya pengetahuan mengenai teknologi produksi terbaru dan cara menjalankan quality control terhadap produk, kurangnya kemampuan membaca kebutuhan pasar masih belum tajam, sehingga belum mampu menangkap dengan cermat kebutuhan yang diinginkan pasar, dan pemasaran produk masih mengandalkan cara sederhana mouth to mouth marketing (pemasaran dari mulut ke mulut). Untuk mengatasi berbagai permasalahan di atas maka dilakukanlah kegiatan penyuluhan dan workshop tentang pelatihan akuntansi biaya dan teknik pemasaran digital, dimana topik ini diambil agar pelaku UMKM maupun masyarakat yang baru memulai usaha karena terdampak COVID-19 mendapatkan wawasan tentang cara mengendalikan dan mencatat biaya produksi, serta dapat menjangkau pangsa pasar yang lebih luas dengan desain promosi yang lebih menarik dan teknologi digital marketingnya
Peningkatan Pola Pikir Petani Untuk Mengikuti Program Peremajaan Sawit Rakyat di Desa Laut Tador Batu Bara Provinsi Sumatera Utara
Mardiana Wahyuni;
Friska Anggraini Barus
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2021): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31849/dinamisia.v5i3.5545
Perkebunan rakyat berkontribusi dalam pengembangan kelapa sawit di Indonesia dengan proporsi luas arealnya adalah± 45%. Karakteristik petani/pekebun pada umumnya dengan luas areal yang sempit, keterbatasan modal dan SDM yang rendah. Kultur teknis mempergunakan bibit tidak berkualitas, input pupuk minim; hanya mengandalkan potensi alam sehingga produktivitasnya rendah. Pemberdayaan petani perlu disertai dengan perubahan pola pikir sehingga mampu mengelola tanaman dengan orientasi bisnis. Pengabdian ini dilakukan di Kelompok Tani Mandiri Desa Laut Tador Kecamatan Laut Tador Kabupaten Batu Bara. Rintisan kegiatan telah dimulai pada tahun 2016 dan pada tahun 2020 difokuskan pada pendampingan untuk mengikuti Program pemerintah Peremajaaan Sawit Rakyat (PSR) yang terdiri dari kegiatan membangun akses informasi, sarana pembelajaran dengan demplot, penyuluhan dan pendampingan oleh penyusun proposal. PSR telah terealisasi melibatkan 42 petani dengan luas areal_61.0517_ ha, dana Rp 30.000.000,-/ha dengan total dana Rp 1.831.551.000;. Progress saat ini sampai pada persiapan tanam dan program keberlanjutannya akan melakukan pendampingan penanaman dan pelaksanaan tumpang sari.
Penyuluhan dan pelatihan kewirausahaan sebagai upaya peningkatan intensi berwirausaha pada UKM ”Bangkit”
Surahma Asti Mulasari;
Fatwa Tentama;
Sulistyawati;
Tri Wahyuni Sukesi;
Herman Yuliansyah;
Lu'lu' Nafiati
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2021): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31849/dinamisia.v5i4.5661
Covid-19 has had a major impact on all aspects of life and in all fields. Since Covid-19 was declared a pandemic, there have been many impacts of Covid-19 and the most pronounced impact has been on the Small and Medium Enterprises (SME) sector. The aim of this program is to provide counseling and training to increase entrepreneurial intentions in “Rise” SMEs in the midst of the Covid-19 pandemic. The target of this program is the people of Ngoro-Oro village who are members of UKM "Bangkit". The method used is in the form of counseling, training and direct practice (role play). Implementation of training for two days. The first day was in the form of counseling and entrepreneurial intention training which consisted of two sessions. The second day was the practice of processing local food ingredients into various types of food such as various kinds of chips (cassava chips, banana chips, spinach chips, etc.), various cakes such as bika and several types of brownies. The result of the program is that the community becomes aware of the concept of entrepreneurship, has the intention or desire to become entrepreneurial and has skills in processing local food ingredients into food products that have sale value