cover
Contact Name
Noh Ibrahim Boiliu
Contact Email
nohibrahim.boiliu@uki.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
regulafidei@uki.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Agama Kristen, FKIP, Universitas Kristen Indonesia., Indonesia
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen
ISSN : 25028030     EISSN : 26209926     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
REGULA FIDEI: Jurnal Pendidikan Agama Kristen diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Agama Kristen, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia. Tujuan dari penerbitan jurnal ini adalah untuk memublikasikan hasil kajian ilmiah di bidang Pendidikan Agama Kristen dan yang terkait dengan studi keagamaan Kristen.
Arjuna Subject : -
Articles 150 Documents
Memaksimalkan Pemanfaatan Tiktok Sebagai Media Pembelajaran dalam Membangun Kreativitas Siswa Pujiono, Andrias; Kanafi, Kanafi; Arifianto, Yonatan Alex
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 7, No 1: Maret 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/rfidei.v7i1.129

Abstract

social media can be used as a learning medium. Tiktok is a social media that is specifically researched in building the creativity of students. In this article the method used is descriptive-analytical. Which analyzes various credible sources. Tiktok as a social networking application that is widely used by young people has creativity in it. This can be seen in the abundant variety of creative results that can be witnessed by its users, which ultimately encourages them to be creative. This spirit to be creative is supported by the ease of using features in the Tiktok application to produce content. In the end, students can easily produce a variety of content. From this study, it was concluded that Tiktok is a social media that is able to encourage the creativity of students. AbstrakMedia sosial dapat digunakan sebagai media pembelajaran. Tiktok sebagai media sosial yang diteliti secara khusus dalam hubungannya membangun daya kreativitas peserta didik. Dalam artikel ini metode yang digunakan adalah deskriptif analitis. Yang menganalisis berbagai sumber kredibel. Tiktok sebagai aplikasi jejaring sosial yang banyak digunakan kaum  muda ini telah membawa nilai kreativitas di dalamnya. Hal ini tampak pada ragam hasil kreativitas melimpah yang dapat disaksikan oleh penggunanya, yang pada akhirnya mendorong mereka untuk berkreasi. Spirit untuk berkreasi ini ditopang oleh kemudahan dalam menggunakan fitur di aplikasi Tiktok untuk menghasilkan sebuah konten. Yang pada akhirnya, dengan mudah para peserta didik dapat menghasilkan beragam konten. Dari penelitian tersebut diperoleh kesimpulan bahwa Tiktok adalah media sosial yang mampu mendorong daya kreativitas peserta didik. 
Strategi Pembelajaran yang Relevan dalam Mengajarkan Soteriologi pada Anak Sekolah Minggu Usia 6-12 tahun Susanti, Lidia; Suryaningsih, Eko Wahyu
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 7, No 2: September 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/rfidei.v7i2.104

Abstract

Artikel ini adalah sebuah penelitian yang bertujuan untuk menawarkan sebuah strategi pembelajaran yang relevan dalam menyampaikan pengajaran soteriologi kepada anak Sekolah Minggu usia 6-12 tahun.
Evaluasi Pembelajaran Model CIPP Sebagai Alat Ukur Keberhasilan Mengajar Guru Pendidikan Agama Kristen Hutapea, Rinto Hasiholan
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 7, No 2: September 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/rfidei.v7i2.141

Abstract

This manuscript intends to examine the learning evaluation of the CIPP (Context, Input, Process, Product) model as a measuring tool that can be used by Christian Religious Education teachers to determine teaching success. Literature review is the approach used to achieve the objectives of this study. The results of the study revealed that the success of teaching Christian Religious Education teachers cannot ignore aspects of the learning context. Where Christian Religious Education teachers need to pay attention to the media and learning facilities available and used. The availability of learning facilities, the understanding of students and teachers in the use of media, as well as the quality of the material delivered in the classroom are inputs that also need to be considered by the teacher. This aspect of input is closely related to the competence of the Christian Religious Education teacher himself. Where teachers are required to have the ability to use facilities, learning media, and the ability to master learning materials. This aspect of the process becomes the next important part as a measure of the success of teaching Christian Religious Education teachers. Especially the evaluation of each learning implementation process. Be it evaluation of the process of teacher teaching activities, evaluation of the process of using and utilizing media and learning facilities, as well as evaluating obstacles and obstacles in learning. Finally, the product aspect which includes the results of the implementation of learning, as well as the impact of the knowledge possessed by students and teachers are aspects that encourage the success of teaching Christian Religious Education teachers. Where the results of the implementation of learning in the classroom can be seen from the level of efficiency and effectiveness of teaching teachers. Whether it is related to the use of effective learning methods and media, or subject matter that is easy to understand and accept by students.Manuskrip ini bermaksud untuk mengkaji evaluasi pembelajaran model CIPP (Context, Input, Process, Product) sebagai alat ukur yang dapat digunakan oleh guru Pendidikan Agama Kristen untuk mengetahui keberhasilan mengajar. Literatur review menjadi pendekatan yang digunakan untuk mencapai tujuan dari penelitian ini. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa keberhasilan mengajar guru Pendidikan Agama Kristen tidak dapat mengabaikan aspek konteks pembelajaran. Dimana guru Pendidikan Agama Kristen perlu menaruh perhatian pada media dan sarana pembelajaran yang tersedia maupun yang digunakan. Ketersediaan fasilitas pembelajaran, pemahaman peserta didik dan guru dalam penggunaan media, serta kualitas materi yang disampaikan dalam kelas menjadi input yang juga perlu diperhatikan oleh guru. Aspek input ini berkaitan erat dengan kompetensi guru Pendidikan Agama Kristen itu sendiri. Dimana guru dituntut untuk memiliki kemampuan dalam menggunakan fasilitas, media pembelajaran, maupun kemampuan dalam menguasai materi pembelajaran. Aspek proses menjadi bagian penting berikutnya sebagai alat ukur keberhasilan mengajar guru Pendidikan Agama Kristen. Khususnya evaluasi setiap proses pelaksanaan pembelajaran. Baik itu evaluasi proses aktivitas mengajar guru, evaluasi proses penggunaan dan pemanfaatan media maupun sarana pembelajaran, serta evaluasi hambatan dan kendala-kendala dalam pembelajaran. Terakhir, aspek produk yang meliputi hasil pelaksanaan pembelajaran, serta dampak pengetahuan yang dimiliki peserta didik dan guru menjadi aspek yang mendorong keberhasilan mengajar guru Pendidikan Agama Kristen. Dimana hasil pelaksanaan pembelajaran di kelas dapat dilihat dari tingkat efisiensi dan efektivitas mengajar guru. Baik itu berkaitan dengan penggunaan metode dan media pembelajaran yang efektif, maupun materi pelajaran yang mudah dipahami dan diterima oleh peserta didik.
Konstruksi Filosofi Manajemen Keuangan Institusi Pendidikan Kristen di Era Digitalisasi Kuhu, Ryan Reflando; Pane, Exson; Hutagalung, Stimson
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 7, No 1: Maret 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/rfidei.v7i1.139

Abstract

Financial information systems in education institutions experienced transformation and progression. It moved from a conventional to a digital world that demands significant adaptation. Specifically speaking, Christian schools are far from academic exercises concerning financial information systems that are based on digital knowledge. This essay attempts to formulate the philosophy of financial information systems in Christian education institutions. By using the qualitative-descriptive method, this article invites articles, books, and other related sources that could contribute knowledge to the account. In sum, openness, expediency, and religious dimension are offered as an alternative philosophy to construct financial information system in a Christian school. AbstrakSistem informasi keuangan di institusi pendidikan mengalami perubahan dan progres. Bergerak dari model konvensional ke digital menuntut adaptasi yang siknifikan. Secara khusus, sekolah-sekolah Kristen jauh dari pengalaman akademik sehubungan dengan sistem informasi keuangan yang berdasarkan wawasan digital. Penelitian ini mencoba untuk mengformulasikan filosofi sistem informasi keuangan di institusi sekolah Kristen. Dengan menggunakan metode kualitatif-deskriptif, penelitian ini memanfaatkan artikel-artikel, buku-buku, serta referensi ilmiah lainnya yang dapat berkontribusi secara pengetahuan. Pada kesimpulannya, prinsip keterbukaan, kemanfaatan dan nilai keagamaan merupakan nilai filosofi alternatif yang ditawarkan bagi pengembangan sistem informasi keuangan di sekolah Kristen.  
Media Sosial sebagai Sumber Belajar bagi Generasi Z Pujiono, Andrias; Kanafi, Kanafi; Farida, Maraiati
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 7, No 2: September 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/rfidei.v7i2.80

Abstract

The main reason for this research is the attachment of Generation Z's life to social media. The author is interested in proving that social media is sufficient and interesting to be a source of learning for Generation Z. This research uses a literature study. With the established research stages, the authors can present a research result that can be accounted for. The result of this study is that social media can be used as a learning resource for Generation Z. However, teachers can be selective and provide appropriate references to students, which accounts and what types of social media contain educational content and those relevant to the theme—being studied. AbstrakLekatnya kehidupan Generasi Z dengan media sosial menjadi alasan utama penelitian ini dilakukan. Penulis tertarik untuk membuktikan bahwa media sosial mencukupi dan menarik untuk dijadikan sumber belajar bagi generasi Z. penelitian ini menggunakan studi kepustakaan. Dengan tahapan-tahapan penelitian yang ditetapkan, penulis yakin dapat menyajikan suatu hasil penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan. Hasil penelitian ini adalah media sosial dapat dijadikan sumber belajar bagi generasi Z. Namun demikian, para guru dapat berupaya selektif dan mampu memberikan rujukan yang tepat kepada peserta didik, akun mana saja dan apa jenis media sosial yang memuat konten edukasi, serta yang relevan dengan tema yang sedang dipelajari.  
Penanaman Nilai-Nilai Kristen Berdasarkan Ulangan 6:7 bagi Pertumbuhan Manusia Rohani Anak Samly, Deny; Saptono, Yohanes Joko
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 7, No 2: September 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/rfidei.v7i2.144

Abstract

Children's spiritual growth is significant for parents to pay attention to, and it is a task given by God to parents to become the main teacher for children's spiritual growth. This article explains the cultivation of Christian values based on Deuteronomy 6:7 for children's spiritual growth. Deuteronomy 6:7 states that God commands that parents carry this responsibility wholeheartedly to teach the diligent cultivation of Christian values, namely to give them in upbringing to children repeatedly. The thing instilled in the child is the most important and foremost to love God with all his heart, as stated in the previous verse (Deuteronomy 6:4-9). The cultivation of values to live produces the fruit of the spirit in their lives, and it is certainly the role of the work of the Holy Spirit that guides their lives. Every instillation of value given by parents to children that is carried out repeatedly will the child remember and apply it in their lives. Through this, they will also experience spiritual growth that loves God and makes God's words the foundation and principle of their lives. AbstrakPetumbuhan rohani anak sangat penting untuk diperhatikan orang tua dan adalah sebuag tugas yang diberikan oleh Tuhan kepada orang tua untuk menjadi guru utama bagi pertumbuhan kerohanian anak. Penulisan artikel ini bertujuan untuk menjelaskan tentang penanaman nilai-nilai Kristen yang berdasarkan pada Ulangan 6:7 bagi pertumbuhan rohani anak. Ulangan 6:7 menyatakan bahwa Tuhan memerintahkan agar orang tua membawa tanggung jawab ini dengan sepenuh hati untuk mengajarkan penanaman nilai Kristen dengan tekun yaitu memberikannya dalam didikan kepada anak secara berulang-ulang. Hal yang ditanamkan kepada anak yang terpenting dan terutama untuk mengasihi Allah dengan segenap hati seperti yang dinyatakan dalam ayat sebelum-sebelumnya (Ul 6:4-9). Penanaman nilai-nilai melainkan untuk hidup menghasilkan buah roh dalam hidup mereka dan sudah pasti adalah adanya peran karya dari Roh Kudus yang membimbing hidup mereka. Setiap penanaman nilai yang diberikan oleh orang tua kepada anak yang dilakukan secara berulang-ulang akan anak ingat dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. Melalui hal ini juga mereka akan mengalami pertumbuhan rohani yang mengasihi Tuhan dan menjadikan firman Tuhan sebagai pondasi serta prinsip dalam kehidulpan mereka.  
Strategi Pendidik Menangani Perbedaan Individu dalam Proses Pembelajaran Raranta, Joice Ester; Tando, Djanne
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 7, No 2: September 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/rfidei.v7i2.131

Abstract

When it comes to the learning process, it is not enough for the instructor to just transfer the material, or what is more frequently referred to as the transfer of knowledge. Because there are various components of learning that need to be assessed by teachers on their pupils, including cognitive aspects, emotional aspects, and psychomotor aspects. This is because learning encompasses all of these characteristics. Therefore, in order to realize learning goals with the best possible results, it is necessary for teachers to have an understanding of the peculiarities of each student. We are going to discover that individual variation is typically the result of the simultaneous interplay between hereditary factors and environmental impacts, which finally results in the production of a one-of-a-kind human person. Therefore, in order to be an effective educator, one must have the ability to comprehend the qualities and features of each unique pupil. In a certain manner or approach, and then directly implement it in the learning process, so that they are aware of the differences between their pupils and how to overcome them in ways that are simple for students to grasp or understand. 
Pengembangan Pendidikan Karakter Berdasarkan Teori Thomas Licona di Bimbingan Belajar Barengkok Desa Tenjo, Bogor Akimas, Handreas Sudarmiko; Tanasyah, Yusak
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 7, No 1: Maret 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/rfidei.v7i1.110

Abstract

Character education is an effort to form the personality of students into fully human beings so that they are useful to society and the country. The importance of character education requires philosophy, planning, and strategies to achieve the desired goals in the development of character education. The focus of character education is based on the theories and thoughts of Thomas Licona to shape the personality of students in Barengkok tutoring, Tenjo village, Bogor district. Based on Licona's theory, we can see that the development of measurable and coherent character education is the existence of real behavior in the form of honesty, responsibility, and courtesy. The terminology of character education introduced by Thomas Licona in the 1900s narrowed down to three main elements, namely knowing the good (knowing goodness), desiring the good (loving the truth) and doing the good (doing good). With this research, it is hoped that educators will understand aspects of education at the level of doing, not only on aspects of knowing and loving. This study uses a qualitative observation research method which explains the phenomena that exist in Barengkok tutoring. The phenomenon that occurs in Barengkok tutoring is not only limited to cognitive learning to students but gives students the opportunity to experience character building directly both in class and learning. The role of educators is to be able to integrate learning in tutoring in various subjects with character education as the entrance to the formation of children's character. Based on these three Licona theories, it is hoped that the development of character education in tutoring can be maximally applied to students. The author will examine through research from library sources and the theory of character education from Thomas Licona.  AbstrakPendidikan karakter merupakan upaya untuk pembentukan kepribadian peserta didik menjadi manusia yang seutuhmya sehingga berguna bagi masyarakat dan negara. Pentingnya Pendidikan karakter ini memerlukan filosofi, perencanaan, strategi untuk mencapai tujuan yang dikehendaki dalam pengembangan Pendidikan karakter. Fokus pendidikan karakter ini diambil berdasarkan teori dan pemikiran Thomas Licona dalam upaya membentuk kepribadian peserta didik di bimbingan belajar Barengkok, desa Tenjo kabupaten Bogor. Berdasarkan teori Licona maka kita dapat melihat pengembangan pendidikan karakter yang terukur dan koheren adalah adanya perilaku yang nyata berupa kejujuran, tanggung jawab, sopan santun. Terminologi pendidikan karakter yang dikenalkan Thomas Licona di era 1900-an sesungguhnya mengerucut pada tiga unsur utama, yaitu knowing the good (mengetahui kebaikan), desiring the good (mencintai kebenaran) dan doing the good (melakukan kebaikan). Dengan penelitian ini diharapkan para pendidik memahami aspek pendidikan pada level melakukan, bukan hanya pada aspek mengetahui dan mencintai. Kajian ini menggunakan metode penelitian kualitatif observasi yang mana menjeleskan fenomena yang ada di dalam bimbingan belajar Barengkok. Fenomena yang terjadi dalam bimbingan belajar Barengkok tidak hanya sebatas dalam pembelajaran secara kognitif kepada peserta didik melainkan memberikan kepada peserta didik untuk dapat mengalami pembentukan karakter secara langsung baik di dalam kelas dan pembelajaran. Peran dari pendidik untuk dapat mengintegrasikan pembelajaran pada bimbingan belajar dalam berbagai mata pembelajran dengan pendidikan karakter menjadi pintu masuk dalam pembentukan karakter anak. Didasarkan tiga teori Licona ini, diharapkan pengembangan Pendidikan karakter di bimbingan belajar dapat maksimal diterapkan pada peserta didik. Penulis akan mengkaji melalui riset dari sumber kepustakaan dan teori pendidikan karakter dari Thomas Licona.  
Meneropong Dimensi Internet of Things pada Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Hutasoit, Binsar; Farida, Helen; Yulianto, Tunggul; Hartono, Handreas; Hendra, Vitaurus
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 7, No 1: Maret 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/rfidei.v7i1.76

Abstract

Digital technology that is developing rapidly has brought great changes to the world of education. Digital technology has entered the period of the industrial revolution 4.0 marked by increased network connectivity, the development of interactions between digital systems, artificial and virtual intelligence. The rapid development of digital devices has resulted in the use of the internet in everyday life and school systems. Internet of Things (IoT) can be interpreted as interconnection between hardware connected to the internet. IoT has changed a pattern of life and educational behavior patterns by changing the way of the learning process by providing a more efficient educational experience. Christian Religious Education as part of the school system cannot escape the development of IoT. Christian Religious Education was chosen to be the subject to be observed with the consideration that Christian Religious Education is the main religious science that can be used as a solution to overcome various negative impacts due to the increasingly massive development of digital technology. There is a positive side to the application of IoT, but there is also a negative side related to morality and ethics. Nomophobia is one of the negative sides as a form of anxiety and dependence on one's smartphone. Christian religious education teachers must act to neutralize the symptoms where digital media has been used as a reference to answer the problems faced by students. Thus students will return to the word of God which is authoritative in all aspects of their lives.   AbstrakTeknologi digital yang perkembang pesat telah membawa perubahan yang besar pada dunia pendidikan. Teknologi digital telah memasuki periode revolusi industri 4.0 ditandai dengan meningkatnya jaringan konektivitas, perkembangan interaksi antar sistem digital, kecerdasan artifisial dan virtual. Perkembangan cepat perangkat digital telah menghasilkan penggunaan internet di dalam kehidupan sehari-hari dan sistem persekolahan. Internet of Things (IoT) dapat diartikan sebagai interkoneksi antar perangkat keras yang terhubung dengan internet. IoT telah mengubah suatu pola kehidupan dan pola perilaku pendidikan dengan mengubah cara proses pembelajaran dengan memberikan pengalaman pendidikan yang lebih efisien. Pendidikan Agama Kristen sebagai bagian dari sistem persekolahan tidak dapat melepaskan diri dengan perkembangan IoT. Pendidikan Agama Kristen dipilih untuk dijadikan mata pelajaran yang diamati dengan pertimbangan bahwa Pendidikan Agama Kristen merupakan ilmu utama keagamaan yang dapat dipergunakan sebagai solusi jawaban mengatasi berbagai dampak negatif akibat perkembangan teknologi digital yang semakin masif. Ditemukan sisi positif pada penerapan IoT, namun terdapat pula sisi negatifnya yang berkaitan dengan moralitas dan etika. Nomophobia merupakan salah satu sisi negatif sebagai bentuk kecemasan dan ketergantungan pada smartphone yang dimilinya. Guru pendidikan agama Kristen harus bertindak untuk menetralisir gejala dimana media digital telah dipakai sebagai rujukan untuk menjawab persoalan yang dihadapi anak didik. Dengan demikian anak didik akan kembali kepada firman Allah yang berotoritas dalam seluruh aspek kehidupannya. 
Pendidikan Multikultural Dalam Penanaman Misi Ramah Kemanusiaan Bagi Anak Oleh Komunitas Pelayan Anak Sangkakala (Kopelans) Sari, Dwi Novita; Nugroho, Fibry Jati
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 7, No 2: September 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/rfidei.v7i2.138

Abstract

This article reviews the importance of planting a humanitarian-friendly mission for children as a form of preventive effort from the emergence of selfish attitudes as a result of the onslaught of modernization and a social media lifestyle. The urgency of this research is that if a humanitarian mission is not instilled in children, the next generation will lose character, so the purpose of education, namely to develop the potential of students and form human beings who believe and have noble character (based on Law No. 20 of 2003 concerning National Education System) cannot be realized. Therefore, it is crucial to study this matter. Kopelans, as a community engaged in children's services scope, uses the puppet stage media in teaching a humanitarian-friendly mission for children. The children served are multicultural, specifically from different social, ethnic, and religious statuses. This study uses a qualitative approach using analytical-descriptive methods that can closely describe what is happening in the field. The data collection tools used are literature studies, interviews, and observations. The result is that Kopelans use multicultural education as the basis for inculcating moral values that are a condition of truth for inculcating a humanitarian-friendly mission for children. Humanity-friendly missions are crucial to be ingrained from a young age. Humanity-friendly mission helps children understand tolerance, thereby reducing selfishness. The humanitarian-friendly mission is instilled through the puppet stage media can be accepted by children.

Page 9 of 15 | Total Record : 150