cover
Contact Name
Noh Ibrahim Boiliu
Contact Email
nohibrahim.boiliu@uki.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
regulafidei@uki.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Agama Kristen, FKIP, Universitas Kristen Indonesia., Indonesia
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen
ISSN : 25028030     EISSN : 26209926     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
REGULA FIDEI: Jurnal Pendidikan Agama Kristen diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Agama Kristen, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia. Tujuan dari penerbitan jurnal ini adalah untuk memublikasikan hasil kajian ilmiah di bidang Pendidikan Agama Kristen dan yang terkait dengan studi keagamaan Kristen.
Arjuna Subject : -
Articles 150 Documents
Prinsip Didaktik Pentakostal: Ekstraksi Teologis dan Pedagogis dari Paulo Freire Pantan, Frans; Timadius, Hendrik; Pakpahan, Gernaida K. R.; Cahyono, Heru
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 6, No 2: September 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/rfidei.v6i2.120

Abstract

In the past decade, Pentecostal scholars have continued to make improvements in all aspects of human life. This includes the world of education and ecclesiastical. The world of Pentecostal Education has undertaken a process of re-extraction of theology and its pedagogy. This process is carried out by absorbing the values echoed by Paulo Freire about the concept of Education which provides as much space as possible for the development of free thinking. Free thinking is meant by the spirit of social humanism with fellow human beings, not oppressing in the form of verbally or in deeds, and parallels between teachers and students. Whereas in ecclesiastical, the value of humanizing humans to understand humans as a whole is. The method used to collect data is descriptive qualitative with library studies. The results of the study found that the Freire concept was in the process of absorbing and being applied by Bethel School of Theology even though it had been modified into a Pentecostal Catechesis concept. Meanwhile, in an ecclesiastical context, GBI has adopted Freire's values in the form of humanizing training such as the Healing Movement Camp (HMC), I am a Christ Follower (SPK), and Doulos Camp. AbstrakDalam satu dekade terakhir, para cedikiawan Pentakosta terus melakukan pembenahan dalam segala aspek kehidupan umat. Termasuk didalamnya dunia Pendidikan dan gerejawi. Dunia Pendidikan pentakosta melakukan proses reekstraksi akan teologi dan pedagoginya. Proses ini dilakukan dengan menyerap nilai-nilai yang digemakan oleh Paulo Freire akan konsep Pendidikan yang memberikan ruang sebesar-besarnya untuk kepengembangan berpikir bebas. Berpikir bebas yang dimaksud adalah semangat humanisme sosial dengan sesama manusia, tidak melakukan penindasan dalam bentuk verbal maupun perbuatan, dan kesejajaran antara guru dan murid. Sedangkan dalam gerejawi, nilai memanusiakan manusia untuk memahami manusia secara utuh adalah. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah kualitatif deskriptif dengan studi perpustakaan. Hasil penelitian menemukan bahwa konsep Freire sedang dalam proses menyerap dan aplikasi oleh Sekolah Tinggi Teologi Bethel meskipun telah dimodifikasi menjadi konsep Katekesis Pentakosta. Sedangkan dalam konteks gerejawi, GBI telah mengadopsi nilai Freire dalam bentuk pelatihan memanusiakan manusia seperti Healing Movement Camp (HMC), Saya Pengikut Kristus (SPK), dan Doulos Camp. 
Karakteristik Desain Pembelajaran Inkarnatif: Studi Analisis Aksidensi Konsep Inkarnasi Sugiono, Sandrakh; Hardori, Johni
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 7, No 1: Maret 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/rfidei.v7i1.127

Abstract

Learning Christian Religious Education must have different characteristics from learning other fields of science in addition to having the same characteristics. These different characteristics cannot come from the basics of education that are used in general, unless learning for Christian Religious Education is developed based on different learning model designs. The development of different learning model designs must also be based on concepts, theories, philosophy, or theology, which have differences from the development of other learning model designs. The development of the learning design can be done by analyzing the contents of the concept of the incarnation of the Word of God to find the characteristics of its occurrence. The characteristics of the accidental incarnation of the Word of God then became the characteristics of incarnative learning designs for Christian Religious. The results of accidental analysis of the concept of the incarnation of God's Word are as follows: 1) divine and human dimensions, 2) distinctive, 3) communicative-participatory, 4) contextual-multicultural, 5) lifetime, 6) trinity-centric, 7) ethical- theocentric, 8) ecclesiastical and 9) the values of the kingdom of God. AbstrakPembelajaran Agama Kristen haruslah memiliki karakteristik yang berbeda dengan pembelajaran bidang-bidang ilmu lainnya di samping adanya karakteristik yang sama. Karakteristik yang berbeda tersebut tidak dapat berasal dari dasar-dasar pendidikan yang digunakan pada umumnya, kecuali pembelajaran bagi Agama Kristen dikembangkan berdasarkan desain model pembelajaran yang berbeda. Pengembangan desain model pembelajaran yang berbeda harus pula berdasarkan konsep, teori, filsafat, atau teologi, yang memiliki perbedaan dengan pengembangan desain model pembelajaran lainnya. Pengembangan desain pembelajaran tersebut dapat dilakukan dengan menganalisis isi konsep inkarnasi Firman Allah hingga didapati ciri-ciri aksidensinya. Ciri-ciri aksidensi inkarnasi Firman Allah tersebutlah yang kemudian menjadi karakteristik desain pembelajaran inkarnatif bagi Agama Kristen. Hasil analisis aksidensi terhadap konsep inkarnasi Firman Allah sebagai berikut: 1) berdimensi ilahi dan insani, 2) khas, 3) komunikatif-partisif, 4) kontekstual-multikutural, 5) seumur hidup, 6) trinitas-sentris, 7) etis-teosentris, 8) eklesiatif dan 9) nilai-nilai kerajaan Allah.
Sekolah Kristen dan Pendidikan Agama Kristen dalam Persiapan Menghadapi Era Society 5.0 Matius I Totok Dwikoryanto; Yudi Hendrilia; Carolina Etnasari Anjaya
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 6, No 2: September 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46307/rfidei.v6i2.102

Abstract

Society 5.0 perlu dihadapi dengan persiapan yang serius dan matang dari Sekolah Kristen sebagai penyelenggara PAK.  Sekolah Kristen melalui PAK dituntut mampu melahirkan generasi unggul yang berkarakter Kristus  untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia berkualitas pada society 5.0. Dibutuhkan upaya keras untuk dapat mencapai hal ini.  Metode riset mempergunakan jenis kualitatif deskriptif dengan dilengkapi studi pustaka. Hasil dari riset ditemukan bahwa meskipun gagasan society 5.0 saat ini masih terasa sebatas konsep namun persiapan ke arah masa itu tetaplah menjadi suatu tuntutan yang harus dipenuhi. Dalam hal ini diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan PAK mengingat PAK memegang peranan sangat penting dalam menyiapkan peserta didik yang unggul tidak hanya secara intelektual namun dalam karakter, mental dan spiritual. Upaya sekolah Kristen untuk menyiapkan society 5.0 adalah dengan cara: pertama,  merumuskan ulang visi dan misi sekolah.Kedua,  sekolah Kristen perlu mengembalikan orientasi atau fokus pelayanan kepada Tuhan semata. Ketiga, secara serius membangun budaya sekolah dan mengaktualisasikan secara nyata sehingga seluruh anggota keluarga sekolah dapat mengalami transformasi kehidupan serupa dengan Tuhan.   Keempat, peningkatan mutu PAK melalui pengembangan kualitas dan profesionalitas guru, pengembangan materi dan metode pembelajaran yang fleksibel dan kontekstual, peningkatan literasi bagi guru dan peserta didik serta peningkatan kesejahteraan guru.Kelima,  menyediakan sarana dan perlengkapan pembelajaran sesuai kebutuhan.Keenam, sekolah perlu membangun sinergi dengan semua pihak, yaitu gereja, masyarakat, keluarga dan dunia usaha. Salah satu program bersama yang dapat dilakukan adalah melakukan penelitian demi perkembangan ilmu PAK, ilmu sosial maupun ilmu lain. Hasil penelitian dapat membantu mengatasi permasalahan sosial dan membangun kehidupan masyarakat yang berkualitas
Peran Gereja Bagi Pendidikan Agama Kristen Remaja: Suatu Pendidikan Transformasi Sosial Andreas Bayu Krisdianto; Amos Neolaka; Sutrisno Sutrisno
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 6, No 2: September 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46307/rfidei.v6i2.126

Abstract

Pendidikan Agama Kristen adalah penggerak untuk pertumbuhan kerohanian remaja.  Pendidikan Agama Kristen berperan sebagai pengerak pertumbuhan kerohania remaja menuju dewasa. Gereja adalah wadah yang dapat memberikan Pendidikan Agama Kristen yang berkualitas guna tumbuh kembangnya kerohanisan remaja. Gereja seringkali melupakan bagaimana seharusnya bertindak dan memiliki peran aktif dalam setiap kehidupan jemaat. Gereja sudah seharusnya memberikan dukungan penuh terhadap pelayanan remaja sebab dari mereka nanti yang akan meneruskan perjuangan kita dimasa yang akan datang. Gereja yang berkualitas dengan Pendidikan Agama Kristen yang berkualitas akan melahirkan remaja yang berkualitas kedepannya.
Kurikulum Pendidikan Agama Kristen Berbasis Multikulturalisme yang Reseptif dengan Kepercayaan Roh Nenek Moyang di Minahasa Manawan, Michael Joshua; Nainggolan, Bartholomeus Diaz; Hutagalung, Stimson
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 7, No 2: September 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/rfidei.v7i2.140

Abstract

The wrestling between religion and culture has increased, specifically speaking, the Minahasan ancestral spirit's practice. Theological, sociological, and religious approaches have been made to portray peacefulness and friendship. Indeed, the fluctuation still exists. Therefore, this essay offers a multicultural Christian religious education curriculum as an alternative contribution to the tension. This research is a qualitative analysis-descriptive method, grasping books, articles, and other related sources as academic references. In conclusion, the principles of equality, empowerment, prejudice, and motivation should be the foundation for curriculum development. Consequently, the curriculum considers the Minahasa ancestral spirit ritual as an object of study instead of its competitor. AbstrakPergulatan antara agama dan budaya meningkat, khususnya, praktek pemujaan roh nenek moyang orang Minahasa. Pendekatan-pendekatan teologi, sosiologi dan agama sudah dilakukan untuk menampilkan kedamaian dan persahabatan. Namun, fluktuasi masih berlanjut. Itulah sebabnya, penelitian ini mencoba untuk menawarkan kurikulum pendidikan agama Kristen multikultural sebagai kontribusi alternatif bagi gejolak yang ada. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif analisis-deskriptif, menggunakan buku-buku, artikel-artikel dan rujukan lainnya sebagai referensi ilmiah. Sebagai kesimpulan, prinsip-prinsip kesetaraan, pemberdayaan, prasangka, dan motivasi harus ditempatkan sebagai fondasi pengembangan kurikulum. Konsekuensinya, kurikulum akan menganggap kebudayaan ritual roh nenek moyang sebagai objek pembelajaran daripada sebagai pesaingnya. 
Manajemen Pendidikan Kristiani: Sebuah Diskursus, Respons, dan Tawaran Manik, Novida Dwici Yuanri; Negoro, Alisaid Prawiro; Sutrisno, Sutrisno; Bulan, Susanti Embong
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 7, No 1: Maret 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/rfidei.v7i1.125

Abstract

Educational management is a context that shows the planning, organizing, leadership, and controlling processes. Every organization, school, or college needs to use education management to achieve its vision, mission, and goals. Implementation of manage-ment is not easy. Various factors hinder the realization of good management. The progress and decline of a school or college's quality depend on its management system. This study uses a qualitative method with a descriptive approach, presents data from various kinds of literature, and conducts discussions, responses, and proposals that include strategies, leadership roles, and leading with integrity. By its fragments, it appears that the implementation of responsible education management provides substantial value for the quality and development of education in a school or college environment. AbstrakManajemen pendidikan adalah sebuah konteks yang memperlihatkan proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian. Setiap organisasi, sekolah, atau perguruan tinggi sejatinya perlu menggunakan manajemen pendidikan dalam mencapai visi, misi, dan tujuan. Pelaksanaan manajemen tidaklah mudah. Ada berbagai faktor yang men-jadi penghambat terwujudnya manajemen yang baik. Maju mundurnya kualitas sebuah sekolah atau perguruan tinggi, bergantung pada sistem manajemennya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, memaparkan data dari berbagai literatur, dan melakukan diskursus (bahasan), respons, dan proposal yang mencakup strategi, peran pemim-pin, dan memimpin dengan integritas. Tampak bahwa penerapan manajemen pendidikan secara bertanggung jawab sesuai dengan fragmen-fragmennya, memberikan nilai yang kuat bagi mutu dan pengembangan pendidikan di lingkungan sekolah atau perguruan tinggi. 
Integritas Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Kurikulum Merdeka Belajar Usmany, Janeman Rudolf; Sutiono, Vicky Samuel
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 7, No 1: Maret 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/rfidei.v7i1.103

Abstract

Curriculum renewal is a natural thing in the world of education, and all levels of education in Indonesia are implementing a curriculum of Merdeka Belajar. This article aims to show the importance of the integrity of a Christian Religious Education teacher in the curriculum of Merdeka Belajar that is being promoted by the government. The method used is descriptive with a literature approach related to the topic of independent learning and Christian education. As a result, even though this curriculum emphasizes the dimensions of student learning freedom, the integrity of a teacher is something that cannot be ignored in the learning process. In conclusion, Christian education not only spends a lot of time and energy on technical and administrative issues but still emphasizes the values of teacher integrity. AbstrakPembaharuan kurikulum merupakan hal yang wajar terjadi di dunia pendidikan; dan semua level pendidikan di Indonesia sedang menerapkan kurikulum merdeka belajar. Artikel ini bertujuan untuk menunjukkan pentingnya integritas seorang guru Pendidikan Agama Kristen dalam kurikulum merdeka belajar yang sedang digalakkan oleh pemerintah. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan literatur terkait topik merdeka belajar dan pendidikan kristiani. Hasilnya, sekalipun kurikulum ini menekankan pada dimensi kebebasan belajar siswa, namun integritas seorang guru menjadi satu hal yang tidak dapat diabaikan dalam proses belajar. Kesimpulannya, pendidikan kristiani tidak hanya menghabiskan banyak waktu dan energi pada persoalan teknis dan administratif, melainkan juga tetap memberi penekanan pada nilai-nilai integritas guru.   
Hakikat Panggilan Guru Agama Kristen untuk Memberitakan dan Mengajar Kasih Allah Sirait, Jannes Eduard
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 7, No 1: Maret 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/rfidei.v7i1.77

Abstract

This scientific study discusses the call of Christian religious teachers to teach and proclaim God's love. They are called from the world but they are not from the world. That is, even if teachers and preachers are called from this world, they cannot live like this world. They must be in line with God's thinking and not take sides in the worldly living world. The Gospel of John 17:14-23 contains requests, exhortations and calls to teach, and spread God's love. This study uses descriptive analysis method, which is to conduct in-depth analysis and try to explain or describe the call of Christian religious teachers to teach and spread God's love based on the prayer of Jesus Christ as written in the Gospel of John. Through this analysis, Jesus made requests and requests to God the Father. It is the status, responsibility, and work that must be done by Christian religious teachers, among others, is to teach and share God's love with the world. AbstrakKajian ilmiah ini membahas tentang panggilan guru agama Kristen untuk mengajar dan memberitakan kasih Allah. Mereka dipanggil dari dunia tetapi mereka tidak berasal dari dunia. Artinya, sekalipun para guru dan pemberita dipanggil dari dunia ini, tetapi tidak boleh hidup sejalan dengan dunia ini. Mereka harus sejalan dengan pemikiran Allah dan tidak berpihak pada dunia yang hidup secara duniawi. Injil Yohanes 17:14-23 berisi tentang permohonan, nasihat dan panggilan untuk mengajar, percaya dan memberitakan kasih Allah. Penelitian ini menggunakan metode analisa deskriptif, yaitu melakukan analisa mendalam dan berusaha menjelasakan atau mendeskripsikan panggilan guru agama Kristen untuk mengajar dan memberitakan kasih Allah yang didasarkan pada doa Yesus Kristus sebagaimana dituliskan dalam Injil Yohanes. Melalui analisis ini, terlihat bahwa Yesus Kristus menyampaikan doa dan permohonan kepada Allah Bapa. Menjelaskan status, tanggung jawab dan pekerjaan yang harus dilakukan oleh guru agama Kristen, diantaranya adalah mengajar dan memberitakan kasih Allah kepada dunia. 
Optimalisasi Manajemen Berbasis Sekolah di Era Merdeka Belajar Darmawan, I Putu Ayub; Wenas, Maria Lidya; Kurniawan, Aran Hendri; Purwanto, Harry
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 7, No 2: September 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/rfidei.v7i2.142

Abstract

The development of the world of education now continues to strive to improve the quality of the implementation of the learning process to produce graduates who can compete in the world of work, and have creativity and critical thinking skills. The government also plays a role in improving the quality of school management through decentralization of education in the form of school-based management and the provision of an independent learning curriculum. The aim of independent learning is the development of superior quality human resources. Therefore, this article aims to answer the question of how to optimize school-based management in the era of independent learning. The purpose of this study is to describe the optimization of school-based management in the era of independent learning. The research method used is a literature study by exploring various data sources and the results of research that has been carried out on school-based management and the independent learning curriculum. The results showed that school-based management supports the process of implementing learning in improving the quality of education in Indonesia. By taking into account the current educational curriculum, freedom of learning, becomes a guideline for managers of educational institutions to produce graduates of superior quality. Two important aspects of school-based management in improving the quality of education are managerial aspects and learning aspects.
Memetakan Tantangan Pendidikan Kristiani bagi Remaja Menghadapi Gaya Hidup Era Society 5.0 Saputro, Joko; Missa, Antonius; Sitinjak, Abraham Pontius
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 7, No 2: September 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/rfidei.v7i2.145

Abstract

This paper describes the impact of the emergence of Society 5.0, a new civilization in the information age. Today humans are faced with a completely new situation in the arena of history. With the presence of Society 5.0, it is hoped that the community can solve various social challenges and problems by utilizing various innovations born in the Industrial Revolution 4.0. This is a new civilization, a new world, a time in which a human-centered society balances economic progress with the resolution of social problems by a system that integrates cyberspace and physical space. Society 5.0 will balance economic development and solve social problems. Then, is it true that Society 5.0 will bring progress for the benefit of many people? Civilization Society 5.0 is an answer as well as new challenges that have emerged as a result of the era of the Industrial Revolution 4.0, which was accompanied by disruption marked by a world full of turmoil, uncertainty, complexity, and ambiguity, of course, it is a new hope for families to educate their children so as not to experience disruption. This research method is the theological method in Christian religious education. Through this paper, the authors put conceptual ideas for Christian religious education, especially in building a harmonious family, and several solutions to the challenges of the civilization of Society 5.0.  AbstrakDengan kehadiran Society 5.0 diharapkan masyarakat dapat menyelesaikan berbagai tantangan dan permasalahan sosial dengan memanfaatkan berbagai inovasi yang lahir di era Revolusi industri 4.0. Inilah sebuah peradaban dunia baru, sebuah masa di mana masyarakat berpusat pada manusia yang menyeimbangkan kemajuan ekonomi dengan penyelesaian masalah sosial oleh sistem yang mengintegrasikan ruang dunia maya dan ruang fisik. Lalu, apakah benar bahwa Society 5.0 akan membawa kemajuan bagi kemaslahatan orang banyak? Tulisan ini bertujuan mengurai dampak yang ditimbulkan akibat dari kemunculan Society 5.0 yang merupakan peradaban baru di era informasi. Metode penelitian ini adalah metode analitis teologis bidang pendidikan agama Kristen. Melalui tulisan ini penulis menaruh gagasan konseptual bagi Pendidikan agama Kristen khususnya dalam membangun keluarga harmonis, serta beberapa solusi dalam menyambut tantangan yang didapat dari peradaban Society 5.0. Hasil penelitian ini adalah Peradaban Society 5.0 merupakan jawaban sekaligus tantangan baru yang muncul akibat era Revolusi Industri 4.0 yang dibarengi disrupsi yang ditandai dunia yang penuh gejolak, ketidakpastian, kompleksitas, dan ambiguitas, tentu saja itu merupakan harapan baru bagi keluarga-keluarga untuk mendidik anak-anaknya agar tidak mengalami disrupsi. Society 5.0 menyeimbangkan pembangunan ekonomi dan menyelesaikan masalah sosial. 

Page 8 of 15 | Total Record : 150