Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar
Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar is a journal published twice a year, namely in June and December that aims to be a forum for scientific publications to pour ideas and studies complemented with the results of research related to primary school education. To achieve this, basic education journals will selectively disseminate ideas and studies complemented by quality research results related to basic education, develop an education center to the elementary-school that can produce innovative, creative and original work and tested in the field of education and learning elementary School to be disseminated and implemented for improving the quality of primary-to-national education at the national, regional and international levels.
Articles
27,903 Documents
AN ANALYSIS OF STUDENTS` PRONUNCIATION ERRORS AND READING ALOUD ACTIVITY
Nadirah Afifah;
Lubis, Yani
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v10i03.29641
English pronunciation remains a significant challenge for Indonesian EFL learners, particularly in substitution errors where students replace target phonemes with more familiar sounds from their native language. This study investigated substitution error patterns among primary school students aged 10-12 years at a tutoring center in Medan, Indonesia, focusing on errors occurring during reading aloud activities to identify specific phoneme substitutions and understand L1 interference effects on English pronunciation accuracy. A qualitative case study approach was employed with six participants who were recorded reading level-appropriate English texts, with data analyzed using Braun and Clarke's thematic analysis framework and ELSA software for transcription support. The findings revealed three primary error categories: diphthong simplification where students consistently replaced complex English diphthongs (/əʊ/, /eɪ/) with monophthongs, vowel length and quality substitutions reflecting difficulties with English vowel distinctions absent in Indonesian phonology, and consonant voicing errors particularly affecting voiced fricatives and affricates. Notable examples included /nəʊt/ → /nɒt/ for "note," /ˈɡəʊ.ɪŋ/ → /ɡɒn/ for "going," and /ɡɪv/ → /ɡɪf/ for "give," demonstrating systematic L1 phonological interference rather than random pronunciation mistakes. The study concludes that Indonesian EFL learners require explicit, contrastive analysis-based pronunciation instruction targeting specific phonological difficulties, as without targeted intervention, these error patterns are likely to fossilize in learners' interlanguage systems. Future research should examine pronunciation development across different proficiency levels and evaluate the effectiveness of specific teaching techniques addressing identified error patterns.
PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE EXAMPLE NON EXAMPLE DIBANTU DENGAN MEDIA FLASHCARD UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA DI KELAS II SD NEGERI 3 PURBALINGGA LOR
An Nissa Hasna Muthi'ah;
Aji Heru Muslim
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 3 (2025): Volume 10 No3 September, 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v10i02.29672
The activeness of students in learning is a factor that contributes to the achievement of learning success. Observations in class II of SD Negeri 3 Purbalingga Lor show that students have not been actively involved optimally and are still low. The purpose of this study is to determine the increase in activeness and learning achievement through the use of cooperative models of Example Non Example type assisted by Flashcard media. The method chosen was classroom action research conducted in 2 cycles involving 22 grade II students, at SD Negeri 3 Purbalingga Lor as research subjects. Data collection techniques included observation of activeness, teacher and student activities, and tests. The findings of the study revealed that: first, the use of the Example Non Example type cooperative model was able to increase learning activeness from an average score of 2.25 in cycle I to 3.02 in cycle II. Secondly, there was an increase in learning achievement reflected in the average score of 67.81 in cycle I with sufficient criteria, then increased to 82.81 in cycle II with very good criteria. This increase shows that the research success indicators have been achieved.
PENGEMBANGAN MEDIA ULAR TANGGA UNTUK MENINGKATKAN NUMERASI MATERI BILANGAN CACAH KELAS II SEKOLAH DASAR
ira Nur Puspita Sari;
Intan Rahmawati;
Bagus Ardi Saputro
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10, Nomor 02 Juni 2025 publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar belakang penelitian ini rendahnya kemampuan numerasi siswa pada materi bilangan cacah, serta minimnya media pembelajaran yang menarik dan interaktif bagi siswa kelas II Sekolah Dasar. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menilai validitas media ular tangga dalam pembelajaran numerasi; 2) Mengukur kepraktisan media ular tangga sebagai alat bantu pembelajaran; dan 3) Menganalisis efektivitas media ular tangga dalam meningkatkan kemampuan numerasi siswa pada materi bilangan cacah. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE, yang mencakup lima tahapan: Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Subjek penelitian terdiri dari 29 siswa dari kelas II Sekolah Dasar. Produk yang dikembangkan adalah media permainan ular tangga bertema petualangan harta karun, yang dilengkapi dengan kartu soal, lembar aturan, dan lembar jawaban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tersebut dinyatakan “sangat layak” berdasarkan evaluasi dari ahli materi dan ahli media. Uji kepraktisan menunjukkan bahwa media ini mudah digunakan dan menyenangkan. Uji efektivitas memperlihatkan adanya peningkatan kemampuan numerasi siswa pada indikator kemampuan siswa dalam menerapkan angka atau simbol matematis dalam menyelesaikan masalah sehari-hari. Saran dari penelitian ini adalah media ular tangga ini dapat dikembangkan lebih lanjut untuk materi matematika lainnya dan digunakan pada jenjang kelas berbeda sebagai pendekatan pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GAME BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA TEBAK KATA TERHADAP PEMAHAMAN ANAK TENTANG SINONIM DAN ANTONIM KELAS 2 SEKOLAH DASAR
Aulia, Sely Vivi;
Cahyaningtyas, Andarini Permata
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman siswa kelas II SDN Wonoplembon 01 terhadap materi sinonim dan antonim, meskipun siswa memiliki antusiasme tinggi. Kesenjangan yang ditemukan adalah guru belum menggunakan model pembelajaran yang inovatif dan interaktif sesuai karakteristik siswa sekolah dasar. Model Game Based Learning (GBL) hadir sebagai solusi karena dapat meningkatkan keterlibatan siswa melalui pembelajaran berbasis permainan. Studi sebelumnya menunjukkan bahwa Game Based Learning (GBL) mampu meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa, tetapi belum banyak yang mengkaji Game Based Learning (GBL) berbantuan media tebak kata dalam memahami sinonim dan antonim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Game Based Learning (GBL) berbantuan media tebak kata terhadap pemahaman siswa tentang sinonim dan antonim. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi experimental nonequivalent control group design). Sampel penelitian adalah 44 siswa dari dua sekolah dasar. Teknik pengumpulan data menggunakan tes (pretest dan posttest), observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan penggunaan model GBL berbantuan media tebak kata terhadap peningkatan pemahaman siswa. Uji statistik menunjukkan nilai signifikansi < 0,05. Penerapan Game Based Learning (GBL) juga meningkatkan keaktifan, kerja sama, dan kemampuan berpikir kritis siswa. Dapat disimpulkan bahwa model Game Based Learning (GBL) efektif digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya pada materi sinonim dan antonim. Disarankan agar guru mengimplementasikan model ini secara berkelanjutan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan bermakna.
IMPLEMENTASI DEEP LEARNING DALAM PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI: TINJAUAN PERAN PENGAWAS RA SEBAGAI PENDAMPING PENDIDIKAN
nurchasanah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10, Nomor 02 Juni 2025 publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v10i02.29729
In the era of modern education, learning approaches oriented towards deeper learning have increasingly gained special attention, especially in the context of early childhood education. This study employs a qualitative method with a literature review approach. The findings indicate that deep learning in early childhood education emphasizes the development of profound understanding as well as critical thinking, creativity, communication, and collaboration skills in accordance with the demands of the 21st century and Islamic values. The implementation of this approach in Raudhatul Athfal (RA) is carried out through interactive learning methods such as project-based learning and reflective discussions that comprehensively integrate religious values and the 4C skills. The role of RA supervisors is crucial as educational facilitators who not only perform administrative supervision but also provide technical guidance, motivation, and facilitation to teachers to ensure the effective application of deep learning. Therefore, supervisors act as a bridge between policy and practice on the ground to guarantee holistic learning quality oriented towards the optimal development of children’s potential. Keywords : Deep learning; Early Childhood Education; RA Supervisors
MANAJEMEN GURU SEBAGAI PELAKSANA PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DALAM MEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK ( STUDI KASUS DI SMP NEGERI 9 PALEMBANG ): MANAJEMEN GURU P5
Hergo Herius;
Tri Widayatsih, Mahasir
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v10i03.29738
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis manajemen guru sebagai pelaksana Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam membentuk karakter peserta didik di SMP Negeri 9 Palembang. Fokus kajian terletak pada perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi peran guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila ke dalam proses pembelajaran berbasis projek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen guru dalam pelaksanaan P5 di SMP Negeri 9 Palembang telah dilakukan secara terstruktur melalui kolaborasi tim, penguatan kompetensi guru, dan penyusunan modul projek yang relevan dengan konteks peserta didik. Guru berperan tidak hanya sebagai fasilitator, tetapi juga sebagai pembimbing karakter dengan menanamkan nilai-nilai gotong royong, kebhinekaan global, kemandirian, dan nilai-nilai luhur Pancasila lainnya. Evaluasi dilakukan secara holistik dengan menekankan pada proses dan perkembangan karakter siswa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa manajemen guru yang efektif dan kolaboratif berperan penting dalam kesuksesan implementasi P5 serta memberikan kontribusi signifikan dalam pembentukan karakter peserta didik. Temuan ini merekomendasikan perlunya peningkatan kapasitas guru secara berkelanjutan dan penguatan sistem monitoring dalam pelaksanaan projek P5.
PENERAPAN METODE CERITA KONSEP SOSIAL BUDAYA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN CTL DALAM MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR PADA MATAPELAJARAN IPAS SISWA SDN GUNUNG SARI II KOTA MAKASSAR: Penerapan Metode Cerita Konsep Sosiaal Budaya Melalui Model Pembelajaran CTL dalam Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar pada Mata pelajaran IPAS Siswa SDN Gunung Sari ll
Dr. Fitri Yanty Muchtar, S.Pd.,M.Pd, Eka Fitri Nurindriana, Dr. Jamaluddin Arifin, S.Pd.,M.Pd.
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10, Nomor 02 Juni 2025 publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v10i02.29746
This research was conducted to determine how the application of the socio-cultural concept story method through the CTL (Contextual Teaching and Learning) learning model in increasing student interest and student learning achievement in IPAS from student class IV SDN Gunung Sari II. The purpose of this research is to determine the effect of the method on student interest and student learning achievement. The type of research used was experimental with a quantitative approach, involving 18 students as research subjects. The results showed that students' learning interest increased from an average pretest of 24.22% to a posttest of 44.72% (an increase of 20.50%), with statistically significant results (Sig. 0.000 <0.05) and student learning achievement also increased from an average pretest score of 75.28% to a posttest of 86.39% (an increase of 11.11%), and also statistically significant (Sig. 0.000 <0.05). The application of the socio-cultural concept story method through the CTL learning model has a positive impact in increasing student interest and learning achievement in IPAS at SDN Gunung Sari II. This research was conducted to determine how the application of the socio-cultural concept story method through the CTL (Contextual Teaching and Learning) learning model in increasing student interest and student learning achievement in IPAS from student class IV SDN Gunung Sari II. The purpose of this research is to determine the effect of the method on student interest and student learning achievement. The type of research used was experimental with a quantitative approach, involving 18 students as research subjects. The results showed that students' learning interest increased from an average pretest of 24.22% to a posttest of 44.72% (an increase of 20.50%), with statistically significant results (Sig. 0.000 <0.05) and student learning achievement also increased from an average pretest score of 75.28% to a posttest of 86.39% (an increase of 11.11%), and also statistically significant (Sig. 0.000 <0.05). The application of the socio-cultural concept story method through the CTL learning model has a positive impact in increasing student interest and learning achievement in IPAS at SDN Gunung Sari II.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KREATIF CERITA PENDEK MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DENGAN MEDIA PUISI SISWA KELAS V SDN 21 SEMBAWA: MENULIS KREATIF CERITA PENDEK MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DENGAN MEDIA PUISI
Dwi Aryani;
Dessy Wardiah, Siti Rukiyah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v10i03.29758
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kemampuan dan besarnya persentase peningkatan kemampuan menulis kreatif cerita pendek melalui model pembelajaran problem based learning dengan media puisi peserta didik kelas V SDN 21 Sembawa. Jenis penelitian yang dilaksanakan adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 21 Sembawa, dengan sampel dalam penelitian ini sebanyak 25 orang peserta didik Sekolah Dasar Negeri 21 Sembawa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian ini diketahui bahwa pelaksanaan pembelajaran menulis kreatif cerita pendek melalui penggunaan metode PBL dapat meningkatkan aktivitas peserta didik dan guru peserta didik dalam pembelajaran menulis kreatif cerita pendek menjadi menarik minat dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil belajar pada pretest yaitu rata-rata hasil belajar 68 ketuntasan belajar 32% yang mempunyai arti bahwa dari 25 orang peserta didik yang melakukan pretest hanya 8 orang peserta didik yang tuntas. Pada siklus I diperoleh hasil rata-rata hasil belajar 74,4 ketuntasan belajar 64 % yang mempunyai arti bahwa dari 25 orang peserta didik ada 16 orang peserta didik yang tuntas. Pada siklus II diperoleh hasil rata-rata hasil belajar 80,2 ketuntasan belajar 84 % artinya bahwa dari 21 orang peserta didik ada semua peserta didik yang mencapai nilai ketuntasan
SUPERVISI AKADEMIK MELALUI TEKNIK COACHING DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONALITAS GURU DI SD NEGERI 158 PALEMBANG
Musdalifah;
Dessy Wardiah;
Sri Wahyu Indrawati
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v10i03.29768
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Untuk mengetahui (1) Faktor pendukung supervisi akademik dengan teknik coaching dalam meningkatkan kompetensi profesional guru di SD Negeri 158 Palembang (2) Mengetahui pelaksanaan supervisi akademik dengan teknik coaching dalam meningkatkan kompetensi profesional guru di SD Negeri 158 Palembang dan (3) Untuk mengetahui evaluasi supervisi akademik dengan teknik coaching dalam meningkatkan kompetensi profesional guru di SD Negeri 158 Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif, penelitian yang menghasilkan data deskriptif, pengumpulan data menggunakan wawancara terhadap nara sumber, observasi pada tempat penelitian dan dokumentasi terhadap data yang di temukan di lapangan. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa (1) faktor pendukung supervise akademika yakni dukungan dari kelapa sekolah dan rekan sejawat dalam memberikan motivasi ekstrinsik kepada guru, ketersediaan fasilitas sekolah sebagai aset penting dalam pelaksanaan pembelajaran, kepercayaan diri seorang guru dalam menghadapi tantangan dan semangat untuk terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman, serta peran peserta didik yang mampu meningkatkan keterampilan kompetensi guru khususnya kompetensi profesional guru. (2) Pelaksanaan supervise akademik meliputi tahapan Perencanaan, Pelaksanaandan Tindak Lanjut, supervisi akademik membantu guru dalam mengembangkan keterampilan mengajar, menyesuaikan kurikulum, dan menciptakan pembelajaran yang lebih efektif. (3) Evaluasi pelaksanaan supervise akademik dengan memberikan umpan balik yang membangun, mengadakan pelatihan bagi guru, memanfaatkan teknologi. Selain itu, guru lebih terinovasi untuk terus belajar dan berkembang dalam meningkatkan kualitas kinerjanya agar menjadi guru professional dan untuk kemajuan SD Negeri 158 palembang.
IMPLEMENTASI PROGRAM PEMBERIAN PERMAKANAN LANJUT USIA KELUARGA TUNGGAL DAN DISABILITAS TUNGGAL BERDASARKAN PERATURAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2021 TENTANG ASISTENSI REHABILITASI SOSIAL (Studi Kasus di Kecamatan GondangWetan Kabupat
Subali, Ilham Ramadhani;
Hambali, Hambali
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10, Nomor 02 Juni 2025 publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v10i02.29782
Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang menganalisis implementasi Program Permakanan bagi Lanjut Usia dan Penyandang Disabilitas Tunggal di Kecamatan Gondangwetan. Dengan menggunakan kerangka teori implementasi George Edwards III, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung maupun menghambat keberhasilan program tersebut. Temuan menunjukkan bahwa di tingkat operasional, pelaksanaan program berjalan cukup efektif berkat tingginya komitmen para pelaksana lapangan serta dukungan sumber daya anggaran yang memadai, sehingga mampu meningkatkan kepuasan para penerima manfaat. Namun demikian, penelitian juga menemukan permasalahan mendasar pada aspek struktur birokrasi, khususnya terkait validitas Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang menjadi basis penentuan sasaran program. Rendahnya akurasi data ini disebabkan oleh prosedur pembaruan data yang belum terintegrasi dan masih bersifat tidak efisien. Ketidakakuratan data DTKS tersebut menimbulkan hambatan sistemik yang berpotensi mengurangi efektivitas program secara keseluruhan, meskipun manfaatnya tetap dirasakan secara nyata oleh penerima di lapangan. Oleh karena itu, perbaikan sistem pendataan yang lebih akurat, terpadu, dan berkelanjutan menjadi krusial guna memastikan tepatnya penyaluran bantuan serta mendukung keberlanjutan program permakanan di masa mendatang.