Jurnal Pendidikan Matematika Raflesia
Jurnal Pendidikan Matematika Reflesia telah memiliki P-ISSN: 2548-4435 (Media Cetak) dan E-ISSN : 2615-8752 (Media Online) yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu, yang memuat artikel-artikel yang berisi tentang hasil-hasil penelitian, telaah/tinjauan pustaka, kasus lapangan atau gagasan dalam bidang ilmu matematika dan Pendidikan Matematika.
Articles
174 Documents
Aplikasi Construct 2 Pengembangan E-LKPD dengan Berbasis STEM
nurul hamidah;
rany widyastuti;
netriwati netriwati
Jurnal Pendidikan Matematika Raflesia Vol 5, No 3 (2020): Innovative Mathematics Learning
Publisher : Universitas Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33369/jpmr.v5i3.11536
Salah satu media dalam pembelajaran matematika adalah LKPD. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengembangan dan mengetahu respon e-LKPD berbasis berbantuan aplikasi construct , serta mengetahui keefektifan e-LKPD berbasis STEM berbantuan aplikasi construct 2. Metode penelitian yang digunakan ialah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan pengembangan ADDIE dan tergolong pre-experimental. pengumpulan data dengan wawanca, tes dan angket. adapun Hasil penelitian Respon peserta didik terhadap e-LKPD berbasis STEM yaitu “Sangat menarik” dari perhitungan skor rata-rata pada uji coba skala kecil yaitu 3,65% dan pada uji coba lapangan skala besar yang diikuti oleh 30 peserta didik skor rata-rata kemenarikan yang diperoleh yaitu 3,55 pada kriteria “Sangat menarik” dan dikatagorikan sangat layak untuk digunakan.
Gamelan Sebagai Media Discovery Learning untuk Mengetahui Kemampuan Representasi Matematik Siswa
Elgie Firdyan Eka Zhoga;
Feni Rita Fiantika;
Jatmiko Jatmiko
Jurnal Pendidikan Matematika Raflesia Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33369/jpmr.v6i1.11996
Representasi matematik merupakan syarat yang harus dimiliki oleh siswa, karena representasi matematik sangat diperlukan dalam pemahaman konsep maupun penyelesaian masalah matematika. Pembelajaran disekolah guru bisa menggunakan salah satu model pembelajaran discovery learning untuk mengetahui kompetensi representasi matematik yang dimiliki siswanya dan juga agar para siswa mampu aktif dan kreatif. Dalam pembelajaran discovery learning bisa saja mengkolaborasikan dengan kebudayaan yang ada dilingkungan sekitar melalui media yaitu gamelan. Subyek pada penelitian ini yaitu 3 siswa dengan masing-masing kemampuan representasi matematik tinggi, sedang maupun rendah yang diambil dari 4 sekolah dasar yang berbeda dari hasil tes tulis mereka, serta dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dimana mendeskripsikan peristiwa serta peneliti berperan aktif untuk mendapatkan data yang diinginkan. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan masing-masing kemampuan representasi matematik siswa dengan kemampuan tinggi, sedang maupun rendah. Hasil yang diperoleh bahwasannya siswa yang berkemampuan representasi matematik tinggi mampu untuk memenuhi disetiap indikator representasi matematik yang sudah diberikan melalui permasalahan. Untuk siswa yang berkemampuan representasi matematik sedang masih ada sedikit indikator yang belum mampu untuk melengkapi yang ada dipermasalahan. Sedangkan pada siswa yang berkemampuan representasi matematik rendah masih banyak indikator yang belum mampu dilengkapi disetiap indikatornya.
Penguasaan Guru dan Calon Guru Matematika Terhadap Konsep Persamaan Kuadrat
Saleh Haji;
Yumiati Yumiati
Jurnal Pendidikan Matematika Raflesia Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33369/jpmr.v6i1.14678
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penguasaan Guru dan Calon Guru Matematika terhadap konsep ‘Persamaan Kuadrat’. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan penelitian dengan metode deskriptif. Subjek penelitian sebanyak 37 orang guru dan calon guru matematika dari mahasiswa S1 dan S2 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu yang mengikuti perkuliahan Matematika Sekolah, Pembelajaran Matematika, dan Seminar pada Semester Genap Tahun Akademik 2019-2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan Guru dan Calon Guru Matematika terhadap konsep ‘Persamaan Kuadrat’dalam kategori cukup baik dengan skor 66,1.
Kemampuan Komunikasi Matematika Siswa Pada Model Pembelajaran Everyday Mathematics dan Connected Mathematics Project
Ayu Ziana;
Ristontowi Ristontowi
Jurnal Pendidikan Matematika Raflesia Vol 5, No 3 (2020): Innovative Mathematics Learning
Publisher : Universitas Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33369/jpmr.v5i3.11505
Salah satu tujuan pembelajaran matematika adalah aplikasi komunikasi matematika. Di SMP Negeri 1 Seluma, kegiatan pembelajaran matematika rata-rata kemampuan komunikasi matematika siswa masih tergolong rendah karena masih menggunakan pembelajaran konvensional. Oleh karena itu, guru perlu berinovasi menggunakan Everday Mathematics dan Connected Mathematics Project . Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada perbedaan antara kemampuan komunikasi matematika siswa pada model Everday Mathematics , Connected Mathematics Projectdan konvensional. Jenis Penelitian ini adalah eksperimen semu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2020. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Seluma. Sampel penelitian ini dipilih secara acak dengan mengundi, yaitu kelas VIII B sebagai kelas eksperimen I dengan menggunakan Everday Mathematics , VIII D sebagai kelas eksperimen 2 dengan menggunakan Connected Mathematics Project, dan kelas VIII A sebagai kelas kontrol. Data dikumpulkan dengan tes komunikasi matematika. Data dianalisis dengan Anava. Berdasarkan hasil analisis ada perbedaan aplikasi komunikasi matematika siswa pada kelas eksperimen I, eksperimen 2 dan kontrol. Berdasarkan uji BNT (Beda Nyata Terkecil) perlakuan bahwa perlakuan yang memberikan hasil yang berbeda adalah perlakuan model Everday Mathematics dengan konvensional dan Connected Mathematics Project dengan konvensional. Sedangkan perlakuan Everday Mathematics dan Connected Mathematics Project tidak memberikan hasil kemampuan komunikasi matematika siswa yang berbeda. Proyek Matematika Everday dan Matematika Terhubungmemberikan hasil yang lebih baik bila dibandingkan dengan konvensional.
Representasi Spasial Siswa Pada Materi Geometri Ruang selama Pembelajaran Matematika Realistik Berbasis Etnomatematika Bengkulu
Sayudi Agriyanto;
Iwan Setiawan;
Agus Susanta
Jurnal Pendidikan Matematika Raflesia Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33369/jpmr.v6i2.14951
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan hasil representasi spasial siswa Madrasah Aliyah Negeri Seluma pada materi geometri ruang selama pembelajaran matematika realistik berbasis etnomatematika Bengkulu. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian siswa kelas XII MIPA Madrasah Aliyah Negeri Seluma yang berjumlah 20 siswa dengan dipilih 6 siswa sebagai subjek penelitian. Dalam penelitian ini pengumpulan data dilakukan berdasarkan tes tertulis dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi spasial siswa mencakup 5 indikatornya yaitu 1) 87,5% siswa menjawab benar pada soal dengan indikator menyatakan kedudukan antar unsur-unsur suatu bangun ruang, 2) 66,67% siswa menjawab benar pada soal dengan indikator mengidentifikasi dan mengklasifikasikan bangun ruang, 3) 75% siswa menjawab benar pada soal dengan indikator membayangkan bentuk atau posisi suatu objek geometri yang dipandang dari sudut pandang tertentu, 4) 54,16% siswa menjawab benar pada soal dengan indikator mengonstruksi dan merepresentasikan model-model geometri yang digambar pada bidang datar dalam konteks ruang, dan 5) 58,33% siswa menjawab benar pada soal dengan indikator menginvestigasi suatu objek geometri.
Analisis Kesulitan Belajar Dan Self Confidence Anak Berkebutuhan Khusus Slow Learner Dalam Pembelajaran Matematika
Oriza Sarah Safitri;
Hella Jusra
Jurnal Pendidikan Matematika Raflesia Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33369/jpmr.v6i2.16444
Penelitian dilakukan untuk memberikan suatu deskripsi mengenai kesulitan belajar dan self confidence pada anak yang memiliki kebutuhan khusus tipe S1ow learner khususnya dalam pelajaran matematika. Peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek yang ditetapkan adalah 2 anak kebutuhan khusus S1ow learner pada tingkat VIII. Peneliti menetapkan kuisioner, observasi dan wawancara di dalam mengumpulkan data. Penelitian yang dilakukan memberikan sebuah hasil dimana terdapat bukti bahwa anak dengan kebutuhan khusus tipe S1ow leaner memiliki tingkat belajar yang sulit dalam memahami pelajaran matematika yaitu pada bagian berhitung seperti pertambahan, perkurangan, pembagian dan perkalian, melakukan penghafalan rumus serta kesulitan dalam memahami keseluruhan pelajaran matematika. Hal tersebut disebabkan oleh (1) Minat yang kurang dalam pelajaran matematika sehingga kesulitan untuk berhitung; (2) Kurangnya kebiasaan dalam belajar matematika sehingga membuat kesulitan dalam menerapkan rumus pada soal, dan (3) Kurangnya konsentrasi dalam belajar matematika sehingga sulit untuk memahami materi. Terdapat sebuah fakta bahwa anak dengan kebutuhan khusus sangat sulit untuk memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi. Anak tersebut tidak akan memiliki tingkat optimistik pada saat mendapatkan kritikan. Tetapi, anak tersebut mampu dalam melakukan sebuah pengambilan keputusan serta berpendapat.
Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Dengan Menerapkan Model Discovery-Learning dan Problem-Based-Learning Berbantuan Geogebra
Lilik Subagio;
Ida Karnasih;
Irvan Irvan
Jurnal Pendidikan Matematika Raflesia Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33369/jpmr.v6i2.15733
Wawancara dan obervasi pendahuluan memperlihatkan bahwa keinginan belajar dari siswa tergolong masih rendah. Salah satu cara meningkatkan motivasi belajar siswa adalah dengan menerapkan model Discovery-Learning serta Problem Based Learning berbantuan Geogebra. Penelitian bertujuan melihat perbedaan pengaruh dari penerapan model Discovery-Learning dan Problem-Based Learning berbantuan Geogebra terhadap peningkatan motivasi belajar dari siswa. Penelitian Eksperimen menjadi metode dalam penelitian ini. Data penelitian diperoleh melalui angket sebelum dan setelah tindakan. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Merujuk dari hasil analisis deskriptif diperoleh rata-rata motivasi belajar siswa dari kelas eksperimen 1 adalah 123,06 dari sebelumnya 93,97 atau naik 29,09 point. Sedangkan untuk kelas eksperimen 2 rata-ratanya adalah 121,31 dari sebelumnya 96,16 atau meningkat 25,16 point. Maka dapat disimpulkan bahwa kedua model pembelajaran yaitu DL dan PBL berbantuan Geogebra sama-sama memberikan pengaruh positif dalam peningkatan motivasi belajar siswa. Akan tetapi tidak terdapat perbedaan pengaruh dari penerapan kedua model pembelajaran terhadap peningkatan motivasi belajar siswa.
Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar Ditinjau dari Gaya Belajar Siswa SMP
Aditya Dwi Nugroho;
Rafiq Zulkarnaen;
Ramlah Ramlah
Jurnal Pendidikan Matematika Raflesia Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33369/jpmr.v6i2.13406
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis siswa SMP pada setiap jenis gaya belajar tunggal (visual, auditori, dan kinestetik). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus tunggal. Penelitian ini merupakan kasus tunggal dan dilakukan di Sekolah Menengah Pertama Negeri di Gunung Putri, Jawa Barat Indonesia. Subjek penelitian ini terdiri dari tiga siswa kelas 9 yang mewakili masing-masing gaya belajar yaitu S-25 sebagai sampel dengan gaya belajar visual, S-14 sebagai sampel dengan gaya belajar auditory, dan S-26 sebagai sampel dengan gaya belajar kinestetik. Data diolah menjadi tiga tahap yaitu pencocokan pola, pembuatan penjelasan, dan analisis deret waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari indikator kemampuan komunikasi matematis hanya satu indikator yang mampu diselesaikan oleh sampel dengan gaya belajar tipe auditori yaitu indikator penyajian gambar atau diagram menjadi ide matematika.
Profil Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMK Materi Program Linear Menggunakan Model Problem Based Learning
Dewi Purnama Sari
Jurnal Pendidikan Matematika Raflesia Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33369/jpmr.v6i2.16119
Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan model pembelajaran problem based learning serta mengetahui profil kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan kategori tinggi, sedang dan rendah. Jenis penelitian yang digunakan yaitu mix methods dengan tahap kuantitatif pre-experimental design tipe one group pretest-posttes dan kualitatif deskriptif. Sampel yang digunakan sebanyak 30 siswa serta diambil 3 siswa dalam mendeskripsikan profil kemampuan pemecahan masalah matematis. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre-test, post-test, wawancara semi terstruktur. Instrumen dibuat dalam bentuk esai yang dirancang untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Hasil penelitian menunjukkan problem based learning sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Siswa dengan kemampuan pemecahan masalah tinggi dan sedang mampu melakukan minimal 3 tahap dalam proses pemecahan masalah, sementara siswa kategori rendah hanya mampu maksimal 2 tahap dalam proses pemecahan masalah matematis.
Eksplorasi Justifikasi dan Rasionalisasi Mahasiswa dalam Konsep Teori Graf
Tian Abdul Aziz
Jurnal Pendidikan Matematika Raflesia Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33369/jpmr.v6i2.16526
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan performa mahasiswa dalam memberikan justifikasi dan rasionalisasi terhadap empat buah pernyataan tentang konsep Teori Graf dalam konteks perkuliahan Matematika Diskrit. Penelitian ini adalah studi kasus dan melibatkan sebanyak 23 mahasiswa semester enam di salah satu perguruan tinggi negeri di Jakarta. Respon mahasiswa dianalisis dan dikelompokkan ke dalam empat kategori berdasarkan justifikasi dan rasionalisasinya. Temuan dari penelitian ini adalah bahwa sebagian besar mahasiswa belum dapat memberikan justifikasi dan rasionalisasi yang tepat terhadap empat pernyataan yang diberikan. Terkadang justifikasi tidak sejalan dengan rasionalisasi yang diberikan. Berdasarkan temuan tersebut, didapatkan bahwa keberhasilan atau kegagalan mahasiswa dalam memberikan justifikasi dan rasionalisasi setidaknya dipengaruhi oleh tiga faktor pendukung atau penyebab, yaitu: (1) pemahaman konsep, (2) koneksi matematis, dan (3) pembuktian matematika. Terdapat implikasi dari hasil penelitian ini.