Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Kemampuan Menyimak Berita melalui Media Youtube pada Siswa Kelas VIII SMPN 4 Kota Bengkulu Nursafitri; Noermanzah; Arono
Jurnal Korpus Vol 7 No 2: Agustus 2023
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v7i2.29689

Abstract

memperbaiki proses pembelajaran menyimak berita. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan kemampuan siswa kelas VIII SMPN 4 Kota Bengkulu dalam menyimak berita menggunakan media YouTube. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data ini menggunakan teknik tes yaitu berupa soal pilihan ganda tentang unsur-unsur berita berupa unsur apa, siapa, di mana, kapan, siapa, dan bagaimana berjumlah 25 soal yang akan diberikan kepada siswa kelas VIII 6 SMPN 4 Kota Bengkulu. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 31 siswa dari jumlah populasi berjumlah 274 siswa. Teknik analisis data dengan cara menilai hasil tes, menetapkan skala keberhasilan, dan menghitung persentase kemampuan mengidentifikasi unsur-unsur berita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menyimak berita melaui media YouTube masuk dalam kategori sangat baik dengan nilai rata-rata 90,83.
Pelaksanaan Pembelajaran Keterampilan Menulis Teks Cerita Fantasi pada Siswa Kelas VII SMPN 13 Kota Bengkulu Diva, Zelpia Trixci; Noermanzah; Arono
Jurnal Korpus Vol 7 No 3: Desember 2023
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v7i3.29686

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran menulis teks cerita fantasi. Metode yang digunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 13 Kota Bengkulu tahun ajaran 2021/2022. Data dalam penelitian berupa data pengamatan proses pembelajaran menulis teks cerita fantasi dan sumber data pada penelitian ini adalah 1 orang guru bahasa indonesia dan 32 orang siswa kelas VII. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan empat tahap yaitu pengumpulan data, merangkum data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan dua kali pertemuan dengan alokasi waktu 45 menit, pertemuan pertama siswa menyimak kegiatan pembelajaran membahas tentang unsur intrinsik dan ekstrinsik teks cerita fantasi dan pertemuan kedua siswa mengamati video cerita fantasi. Pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan dengan tiga tahap pembelajaran, kegiatan pendahuluan yaitu menarik perhatian peserta didik dengan mengucapkan salam dan menyapa peserta didik, mengecek kehadiran siswa, memberikan motivasi belajar peserta didik, mengajukan pertanyaan terkait dengan materi yang diajarkan, kegiatan inti dalam pelaksanaan pembelajaran menulis teks cerita fantasi menggunakan pendekatan saintifik yang mempunyai beberapa tahap yaitu mengamati teks cerita fantasi, mengumpulkan informasi dari apa yang diamati, mengelolah informasi berdasarkan tugas yang diberikan guru dan kesimpulan dilaksanakan oleh guru dan siswa, dan bagian penutup yang dilakukan dengan mengucapkan salam.
PENGGUNAAN CANVA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERDASARKAN KURIKULUM MERDEKA DI MADRASAH ALIYAH NEGERI REJANG LEBONG oktavia, sarioktavia10; Arono; Yanti , Nafri
Jurnal Korpus Vol 8 No 2: Agustus 2024
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v8i2.37769

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan canva sebagai media pembelajaran bahasa Indonesia berdasarkan Kurikulum Merdeka, serta mengeksplorasi perangkat akses media. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dari lembar observasi, wawancara serta dokumentasi yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Madrasah Aliyah Negeri Rejang Lebong sudah memiliki perangkat akses media pembelajaran berupa proyektor, layar proyektor, komputer, serta jaringan internet untuk menunjang keberhasilan penayangan canva sebagai media pembelajaran bahasa Indonesia. Pemanfaatan canva sebagai media pembelajaran bahasa Indonesia dapat menciptakan pembelajaran yang interaktif serta memudahkan pemahaman konsep-konsep bahasa Indonesia. Pemanfaatan canva ini untuk menciptakan media pembelajaran yang menarik bagi siswa. Selain itu, kemajuan teknologi untuk mengakses canva menjadi daya tarik sehingga dapat menyesuaikan dan memudahkan untuk menyeimbangkan dengan kemajuan teknologi serta    kurikulum yang berlaku.
Profil Media Pembelajaran Guru Bahasa Indonesia Pada Implementasi Kurikulum Merdeka Di SMAN 6 Kota Bengkulu Jeki, Jeki Rahmad H; Arono; Kurniawan, Rio
Jurnal Korpus Vol 8 No 3 (2024): Desember 2024
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v8i3.37929

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi untuk mendeskripsikan profil media pembelajaran Bahasa Indonesia berdasarkan di SMAN 6 Kota Bengkulu. Penelitian ini dilaksanakan saat masih dalam masa penerapan Kurikulum Merdeka dalam sekolah dan melihat bagaimana profil media pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan observasi dan dokumentasi yang dilakukan di SMA Negeri 6 Kota Bengkulu. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah guru dan siswa di SMA Negeri 6 Kota Bengkulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil media pembelajaran bahasa Indonesia berdasarkan Kurikulum Merdeka yaitu media visual yang berbentuk Buku, LKPD dan alat pembelajaran visual yaitu spidol dan papan tulis, serta media multimedia yang berbentuk gawai dan laptop. Media visual dan multimedia ini digunakan untuk menjelaskan materi dan mencari referensi pada teks argumentasi.
Pembelajaran Menulis Puisi Dengan Model Pembelajaran Kooperatif Terpadu Membaca Dan Menulis/CIRC (Cooperative Integrated And Composition) Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 7 Kota Bengkulu. Wahidah, Hijriatul; Utomo, Padi; Arono
Jurnal Korpus Vol 6 No 2: Agustus 2022
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v6i2.23069

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pelaksanaan  model pembelajaran Kooperatif terpadu membaca dan menulis/CIRC pada pembelajaran menulis puisi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripstif kualitatif. subjek pada penelitian ini guru yang melaksanakan pembelajaran dan siswa yang sedang melaksanakan proses pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif membaca dan menulis/ CIRC. Teknis pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukan penerapan model pembelajaran kooperatif terpadu membaca dan menulis/CIRC dilaksanakan sesuai dengan rancangan pembelajaran yang dirancang oleh guru pada masa pandemi, Guru memberikan materi pembelajaran dengan alokasi 60 menit dalam satu pertemuan dengan satu pertemuan dilakukan dengan dua fase pembelajaran dikarenakan faktor pandemi. Pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan dua kali pertemuan, kemudian guru memberi penilaian pada hasil pembelajaran berdasarkan kriteria penilaian yang terdapat pada rubrik dan disesuaikan dengan Rencana pelaksanaan Pembelajaran yang dibuat oleh guru.
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MENULIS CERITA FANTASI PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 KOTA BENGKULU Sandy, A’isyah Mutia; Purwadi, Agus Joko; Arono
Jurnal Korpus Vol 6 No 3: Desember 2022
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v6i3.23073

Abstract

The purpose of this study was to determine how the implementation of learning to write fantasy story texts was carried out. The method used in this study was a descriptive method with a qualitative approach. The population in this study were students of class VII G and class VIII H students of SMP N 2 Bengkulu City. The data collection techniques used observation and documentation techniques. The data analysis technique used in this study was to use qualitative data analysis. data, presentation of data and drawing conclusions. The results showed that the implementation of learning was carried out in two meetings with an allocation of 45 minutes, where in the first meeting the students observed a fantasy story text and the second meeting the students watched a fantasy story video. The implementation of learning is carried out in three stages of learning, namely preliminary activities, namely attracting the attention of students by greeting and greeting students, teachers checking student attendance, raising students' learning motivation, asking questions related to the material, which core activities are in the implementation of learning. writing fantasy story texts using a scientific approach which has several stages, namely observing fantasy story texts, collecting information from what is observed, processing information based on tasks given by the teacher and conclusions carried out by Indonesian language teachers and class VII students of SMP N 2 Bengkulu City, and activities Closing is done only by saying greetings due to time constraints. At the end of the lesson the teacher gives an assessment of the learning outcomes based on the assessment criteria contained in the lesson plan made by the teacher. 
Community Service through the Literacy Village Model Reading Park in Tapak Gedung Village, Kepahiang Regency Arono; Irma Diani; Wisma Yunita
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2025): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/abdimas.v8i1.5574

Abstract

Local cultural literacy with character is currently lacking in society so that it does not describe and reflect the area where a region is located. This is because the low literacy culture of Indonesian society today has an impact on the low interest in reading and writing in society. This condition is also influenced by the limited number of reading parks or village libraries, which is only 3.06%. A different thing was found in Tapak Gedung which does not yet have a village library so that literacy activities in reading and writing there are still limited. For this reason, this community service activity aims to describe and reveal the tendency of the community's interest in reading and writing, train the community in writing in the community so that they can foster their interest in reading and writing, compile literacy drafts in identifying folk tales and poetry, and describe responses to reflections on activities that have been carried out to provide input and action on the literacy village model activities of the reading corner that has been carried out. The community service method used is Tabatage Unib (Tapak Gedung Reading Park, University of Bengkulu) APTE Model (Needs Analysis, Training, Action, and Evaluation). The community service team in this case uses this model as a stage of service. Literacy reading and writing that is developed, namely reading and telling stories and writing village history/potential local wisdom in the form of fiction. The community is more dominant in telling stories than reading and is no longer illiterate. The tendency of existing folklore is in the form of tourist attractions, myths, folklore, typonyms, history, and events in society. Training and guidance can maximize the APTE model independently and in groups that are actively followed by participants. There needs to be printed and non-printed reading materials with a good internet connection network. The output of community service activities is documented in the form of recordings published on YouTube and publication of articles in the Sinta 5 journal.
Pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar Dalam Pembelajaran Berdiferensiasi Guru Bahasa Indonesia Kota Bengkulu Susanti, Dewi; Arono; Ariesta, Ria
Diksa : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 11 No. 1 (2025): Diksa : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The aim of this research is to describe the use of the Merdeka Mengajar Platform in Differentiated Learning for Indonesian Language Teachers in Bengkulu City at SMK Negeri 6 Seluma and SMA Negeri 3 Bengkulu City which was carried out in the odd semester of the 2024/2025 academic year. The method used in this research is a descriptive qualitative method carried out by means of observation, interviews and documentation. After the data was collected, the data was analyzed using a qualitative approach. The research results show that the independent teaching platform has a display that is easy to understand and easy to access. Available features include student assessments, independent training, community, proof of work, inspirational videos. The teaching tools provided still need to be developed so that they can be used more optimally in creating work for both teachers and students. The benefits of using an independent teaching platform can be felt reciprocally by teachers and students. Differentiated learning is also carried out in 4 forms, namely differentiation in learning environment, content, process and product. Differentiation is rooted in mapping students' learning needs. This mapping of participants' learning needs was obtained through an initial survey, pretest or known as initial assessment. Next, the teacher designs Indonesian language learning according to the mapping results. However, differentiating learning does not mean that teachers create different material for each student, let alone creating different evaluation question packages for students. Teachers also carry out evaluations and reflections. This differentiation requires more time to do and this time is often an obstacle for teachers. Apart from that, teachers are also unable to carry out learning by opening classes on the independent teaching platform due to the lack of students' digital skills. However, differentiated learning has been carried out by using the independent teaching platform as a source of reference and inspiration for others. So it can be concluded that using this independent teaching platform can improve the quality, skills, creativity and potential of each teacher. Keywords: Utilization, Independent Teaching Platform, Teachers. ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan Pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar Dalam Pembelajaran Berdiferensiasi Guru Bahasa Indonesia Kota Bengkulu di SMK Negeri 6 Seluma dan SMA Negeri 3 Kota Bengkulu yang dilaksanakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2024/2025. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif yang dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Setelah data dikumpulkan, data dianalisis secara pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform merdeka mengajar memiliki tampilan yang mudah dipahami dan mudah diakses. Fitur yang tersedia berupa asesmen murid, pelatihan mandiri, komunitas, bukti karya, video inspiratif. Perangkat ajar yang diberikan masih perlu dikembangkan agar dapat digunakan lebih optimal dalam menciptakan karya baik bagi guru maupun siswa. Manfaat menggunakan platform pengajaran mandiri dapat dirasakan secara timbal balik oleh guru dan siswa. Pembelajaran berdiferensiasi juga dilakukan dalam 4 bentuk, yakni berdiferensiasi dalam lingkungan belajar, konten, proses dan produk. Berdiferensiasi berakar pada pemetaan kebutuhan belajar peserta didik. Pemetaan kebutuhan belajar peserta ini didapat melalui survei awal, pretes atau dikenal dengan istilah asesmen awal. Selanjutnya, guru merancang pembelajaran bahasa Indonesia sesuai hasil pemetaan. Namun, mendiferensiasi pembelajaran bukan berarti guru membuat materi yang berbeda-beda disetiap peserta didik, apalagi membuat paket soal evaluasi yang berbeda-beda pada peserta didik. Guru juga melakukan evaluasi dan refleksi Diferensiasi ini memerlukan lebih banyak waktu untuk melakukannya dan waktu inilah yang sering menjadi hambatan guru. Selain itu, guru juga tidak bisa melaksanakan pembelajaran dengan membuka kelas di dalam platform merdeka mengajar dikarenakan kurangnya kemampuan kecakapan digital peserta didik. Tetapi, pembelajaran berdiferensiasi sudah dilakukan dengan pemanfaatan platform merdeka mengajar sebagai sumber referensi dan inspirasi bagi orang lain. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan platform pengajaran mandiri ini dapat meningkatkan kualitas, keterampilan, kreativitas dan potensi setiap guru. Kata Kunci: Pemanfaatan, Platform Merdeka Mengajar, Guru.
Move Analysis of Review Article Abstracts: Variations and Commonalities in Two Health Science Subdisciplines Villia, Ade Sissca; Arono; Sumaryono, Dino; Suryanti, Reny
JOALL (Journal of Applied Linguistics and Literature) Vol. 9 No. 2 (2024): August 2024
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/joall.v9i2.35791

Abstract

Over the past few years, genre studies in research article abstracts have prompted the interest of numerous researchers. However, the scope of genre analysis in studying the abstracts of review articles is highly restricted. Thus, offering a structured framework as guidelines for the writers can serve as a resolution to the issue. The objective of this study is to examine the composition of abstracts in review articles within the fields of health information and nursing. To this end, a total of 100 abstracts were chosen from articles published in prestigious international journals. The present study utilised Soy, Arsyad, and Syafryadin’s (2023) five-move model. A slight modification was introduced in the present study by including the Result move separated from the Discussion move. The results identified six moves: Background, Objective, Method, Result, Discussion, and Conclusion. The method move (M3) was obligatory in nursing, while the objective move (M2) was obligatory in health information. Then, Background-Objective-Method-Result-Conclusion was the most frequent sequence in the two subdisciplines. As a practical implication, novice writers might consider using the fundamental principle of rhetorical move structure while writing an abstract for a review article. The present study can potentially serve as a basis for further studies.
Integrating Contextual Learning Model and Outcome-Based Education in EFL Classroom of Higher Education Hardiah, Mei; Damayanti, Indah; Arono; Yunita, Wisma
International Journal of Innovation and Education Research Vol. 4 No. 1 (2025): International Journal of Innovation and Education Research (IJIER)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/ijier.v4i1.40539

Abstract

Integrating CTL and OBE in teaching English as a foreign language is possible to apply in the university context since both approaches are based on a student-centered approach and focus on outcomes as authentic assessment. This research was conducted to find out the implementation of integrating CTL and OBE in the English Morphology class. The students of the 3rd semester acted as the subject of the research. The implementation of CTL in the teaching and learning process included the components of constructivism, inquiry, asking, learning community, reflection, and authentic assessment. The OBE result was based on students' projects, which were measured by observing students' knowledge and performance through presentation. The result revealed that integrating CTL and OBE in English Morphology class consequently eases the students to comprehend the concept of morphology as realized from the student project. It can be concluded that integrating CTL and OBE in teaching theoretical subjects in a higher education EFL context affects the students positively. Further research with different approaches to the research is suggested to be conducted. Keywords: CTL, OBE, Integrating, English Morphology Course