cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 102 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2025): April" : 102 Documents clear
PELATIHAN KADER ANTI HIPERTENSI SEBAGAI UPAYA KOLABORATIF DALAM PENCEGAHAN HIPERTENSI DI MASYARAKAT Zahra, Najwa Reisha Az; Sulistyorini, Lilis
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29925

Abstract

Abstrak: Desa Tosanan berada di wilayah Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Berdasarkan analisis situasi melalui data dari puskesmas, ponkesdes, dan diskusi bersama bidan serta perawat desa, ditemukan masalah penyakit tidak menular yaitu hipertensi. Pada Kecamatan Kauman Kabupaten Ponorogo, jumlah penderita hipertensi sebanyak 10.373 kasus dengan jumlah terbanyak pada perempuan sebanyak 5.235 orang dan Desa Tosanan lebih dari 100 orang menderita hipertensi. Berdasarkan metode CARL bersama ibu lurah, kader, dan perawat desa, prioritas masalah hipertensi di Desa Tosanan berkaitan dengan rendahnya kesadaran masyarakat untuk cek kesehatan. Tujuan dari program Pelatihan Kader Anti Hipertensi (PEKA ATI) yakni untuk meningkatkan kapasitas kader dalam pencegahan dan penanganan hipertensi di masyarakat yang dilanjutkan di Puskesmas. Metode pelaksanaan PEKA ATI dengan metode ceramah dan terdapat inovasi games yang dapat diterapkan di masyarakat. Kegiatan dihadiri sebanyak 18 kader yang mengikuti pelatihan dan penyuluhan dengan peningkatan pengetahuan hipertensi sebesar 31,13%. Uji statistik menggunakan RStudio membuktikan adanya perbedaan signifikan antara hasil pre-test dan post-test dengan p-value 0,000000939 yang menunjukkan bahwa pelatihan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan kader. Untuk meningkatkan efektivitas program PEKA ATI, perlu penguatan kedisiplinan waktu, pendampingan bagi kader yang mengalami kendala teknologi, perluasan cakupan peserta, serta evaluasi berkala.Abstract: Tosanan Village is located in Kauman District, Ponorogo Regency, East Java Province. Based on the situation analysis through data from health centers, village health posts, and discussions with midwives and village nurses, a non-communicable disease problem was found hypertension. In Kauman District, Ponorogo Regency, the number of hypertension sufferers was 10,373 cases with the largest number in women as many as 5,235 people and Tosanan Village more than 100 people suffered from hypertension. Based on the CARL method the priority of hypertension in Tosanan Village is related to the low public awareness to check their health. Through the Anti-Hypertension Cadre Training (PEKA ATI) it aims to be enhance the capacity of cadres in the prevention and management of hypertension at the Puskesmas. The implementation method of PEKA ATI is with a lecture method and there are game innovations that can be applied in the community. The activity was attended by 18 cadres who took part in training and counseling with an increase in hypertension knowledge of 31.13%. Statistical tests using RStudio prove that there is a significant difference between the pre-test and post-test results with a p-value of 0.000000939 which indicates that this training is effective in improving cadre knowledge. To improve the effectiveness of the PEKA ATI program, it is necessary to strengthen time discipline, mentoring for cadres who experience technological constraints, expanding the scope of participants, and periodic evaluations.
SEKOLAH SEHAT TANPA NARKOBA: EDUKASI BAHAYA PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI SMA PGRI INDRALAYA Tari, Putri Inrian; Pulungan, Rafiah Maharani; Aulia, Fitri; Ambarwati, Dyah; Novitasari, Prihatini Dini
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29698

Abstract

Abstrak: Peredaran gelap narkoba dan penyalahgunaan narkoba marak terjadi di lingkungan pelajar. Masalah ini menjadi ancaman global yang tidak mengenal batas negara dan usia. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan siswa mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba. Metode yang digunakan yaitu penyuluhan/edukasi kesehatan kepada siswa kelas XII SMA PGRI Indralaya yang berjumlah 16 orang. Media yang digunakan yaitu poster, power point (PPT), dan video serta memberikan pretest dan posttest untuk mengetahui pengetahuan dan pandangan siswa terhadap narkoba. Kegiatan ini menunjukkan hasil bahwa terjadinya peningkatan pengetahuan siswa mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba yang dibuktikan dengan semakin banyak siswa yang memiliki pengetahuan yang baik setelah diberikan edukasi kesehatan, dari 50% siswa menjadi 87.5% siswa.Abstract: Illegal drug trafficking and drug abuse are prevalent among students. This issue has become a global threat that transcends national and age boundaries. The purpose of this activity is to increase students' understanding and knowledge of the dangers of drug abuse. The method used is health counselling or education for 16 students in the 12th grade of SMA PGRI Indralaya. The media used include posters, PowerPoint (PPT), and videos, along with pretests and posttests to assess the students' knowledge and perspectives on drugs. The activity showed results that indicated an increase in students' knowledge about the dangers of drug abuse, as evidenced by the rise in the number of students with good knowledge after the health education, from 50% to 87.5%.
PELATIHAN PEMBUATAN KONTEN PEMBELAJARAN AIK BERBASIS VIDEO MENGGUNAKAN CANVA UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS GURU DI SD MUHAMMADIYAH Abd. Madjid; Siti Bahiroh; Farida Kartini; Akbar Nur Aziz
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29611

Abstract

Abstrak: Penggunaan media pembelajaran berbasis video semakin penting dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran, termasuk dalam pelajarn Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Namun, banyak guru di SD Muhammadiyah belum memiliki keterampilan dalam pembuatan konten video pembelajaran. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melatih guru dalam membuat konten pembelajaran AIK berbasis video menggunakan Canva di SD Muhammadiyah Tamantirto. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, workshop, dan praktik langsung dengan partisipasi 30 guru. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan keterampilan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan guru dalam menggunakan Canva untuk membuat video pembelajaran AIK, dengan rata-rata peningkatan keterampilan sebesar 85%. Selain itu, guru merasa lebih percaya diri dalam menciptakan materi yang menarik dan interaktif. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kreativitas guru dalam menyampaikan materi AIK serta meningkatkan minat belajar siswa. Keberlanjutan program ini akan difokuskan pada pendampingan intensif dan pengembangan konten lebih lanjut.Abstract: The use of video-based learning media is increasingly crucial in enhancing educational effectiveness, including in Islamic and Muhammadiyah Studies (AIK). However, many teachers at Muhammadiyah elementary school lack the skills to create video learning content. This community service program aims to train teachers in developing AIK learning content using Canva as SD Muhammadiyah Tamantiro. The methods employed include socialization, workshops, and hands-on practice, involving 30 teachers. Evaluation was conducted through pre-test and post-test assessments to measure skill improvement. Results indicate a significant increase in teachers’ ability to use Canva for AIK video content creation, with an average skill improvement of 85%. Additionally, teachers reported increased confidence in designing engaging and interactive materials. This training is expected to enhance teachers' creativity in delivering AIK lessons and boost students' learning interest. Future programs will focus on intensive mentoring and further content development.
PENINGKATAN MANAJEMEN KESEHATAN PENDERITA HIPERTENSI MELALUI OPTIMALISASI PERAN KADER KOMPETEN Titin Andri Wihastuti; Shila Wisnasari; Latifa Putri Aulia; Yuliana Ratna Kumala; Muhammad Andre Sugiharto; Femas Hikmal Saputra; Moh Kevin Rofita Putra; Marcella Tiarani; Laurensia Mutiara Sujadmiko; Marfuah Marfuah; Septi Nurhayati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29753

Abstract

Abstrak: Hipertensi masih menjadi permasalahan global dan menjadi prioritas untuk ditangani. Angka kejadian hipertensi di Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang masisih tergolong tinggi. Masalah kesehatan terkait dengan hipertensi yang diidentifikasi di wilayah Kecamatan Yosowilangun yaitu rendahnya manajemen kesehatan penderita hipertensi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan manajemen kesehatan penderita hipertensi, berfokus pada pengetahuan tentang perilaku yang dapat mendorong kontrol tekanan darah, melalui pembentukan dan optimalisasi peran kader hipertensi dalam Support Group. Kegiatan ini melibatkan 20 kader hipertensi dan 60 penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Yosowilangun Kabupaten Lumajang. Beberapa program yang dilaksanakan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu: (1) pemeriksaan kesehatan; (2) pelatihan kader hipertensi dan pembentukan Support Group Komunitas Peduli Hipertensi (KOMPETEN); dan (3) pemberian edukasi dan pelatihan pada penderita hipertensi mengenai pentingnya aktivitas fisik dan pengolahan bahan makanan untuk mengontrol tekanan darah. Keberhasilan program dievaluasi dari peningkatan skor pengetahuan kader dan penderita hipertensi setelah pemberian edukasi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran kader (95%) serta penderita hipertensi (77,5%) mengenai manajemen kesehatan melalui peran Support Group, yaitu KOMPETEN. Selain itu, program pengabdian kepada masyarakat ini berhasil membentuk dan mengoptimalkan peran Support Group untuk meningkatkan manajemen kesehatan penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Yosowilangun, Kabupaten Lumajang.Abstract: Hypertension remains a global issue and a priority to be addressed. The prevalence of hypertension in the Yosowilangun Subdistrict, Lumajang is relatively high. The health problem related to hypertension identified in the Yosowilangun Subdistrict is the inadequate health management of hypertension patients. This community service activity aims to improve the health management of hypertension patients, focusing on knowledge about behaviors that can promote blood pressure control, through the establishment and optimization of the role of hypertension cadres in Support Groups. This activity involves 20 hypertension cadres and 60 hypertension patients in the working area of Yosowilangun Public Health Center, Lumajang Regency. The programs implemented in this community service activity include: (1) health screenings; (2) training for hypertension cadres and the establishment of the Hypertension Care Community (KOMPETEN); and (3) providing education and training for hypertension patients on the importance of physical activity and food preparation to control blood pressure. The success of the program is evaluated based on the increase in knowledge scores of hypertension cadres and patients after receiving health education. Evaluation results show increased knowledge and awareness among cadres (95%) and hypertension patients (77,5%) regarding health management through the Support Group's role, KOMPETEN. In addition, this community service program successfully established and optimized the Support Group's role in improving the health management of hypertension patients in the Yosowilangun Community Health Center area, Lumajang.
SOSIALISASI DAN IMPLEMENTASI TEKNOLOGI DALAM PENINGKATAN MANAJEMEN DATA MASYARAKAT Farida Nur Hayati; Farida Nur Hidayah; Fachry Azaria Pradipta; Felix Dean Janitra; Rafid Al Khairy; Razzan Fawwaz Rayhan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29731

Abstract

Abstrak: Pembangunan desa memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kualitas hidup manusia. Untuk mewujudkan Indonesia yang maju, desa-desa diharapkan memiliki kemampuan dalam memanfaatkan teknologi dan informasi. Kehadiran teknologi dan informasi, tidak hanya memberi kemudahan tetapi juga memunculkan aksi kejahatan. Kondisi ini akan menciptakan potensi risiko yang signifikan terkait ancaman kejahatan cyber. Selain itu, Adanya data yang akurat dan lengkap dalam mengelola suatu wilayah juga merupakan hal yang tidak dapat diabaikan. Dengan pendataan yang baik, suatu organisasi dapat membuat keputusan yang lebih tepat dan efektif. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan serangkaian kegiatan pengabdian masyarakat yang mencakup sosialisasi mengenai keamanan siber serta perancangan website untuk mendukung pengelolaan data desa. Kegiatan ini melibatkan kurang lebih 60 penduduk yang terdiri dari perangkat desa dan masyarakat umum. Selanjutnya, evaluasi dilakukan menggunakan kuisioner dan wawancara untuk mengukur efektivitas program. Hasil analisis evaluasi kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan, diketahui bahwa 56% warga berpendapat bahwa kegiatan pengabdian yang telah dilakukan sudah sangat baik.Abstract: Village development aims to improve community welfare and the quality of human life. To realize an advanced Indonesia, villages are expected to have the ability to utilize technology and information. The presence of technology and information not only provides convenience but also gives rise to criminal acts. This condition will create significant potential risks related to the threat of cybercrime. In addition, the existence of accurate and complete data in managing an area is also something that cannot be ignored. With good data collection, an organization can make more precise and effective decisions. To overcome this problem, a series of community service activities were carried out which included socialization regarding cyber security and website design to support village data management. This activity involved approximately 60 residents consisting of village officials and the general public. Furthermore, an evaluation was carried out using questionnaires and interviews to measure the effectiveness of the program. The results of the evaluation analysis of the activities that had been carried out, it was found that 56% of residents thought that the community service activities that had been carried out were very good. 
EDUKASI DAN SOSIALISASI PEMBUATAN BIOPORI SEBAGAI SOLUSI RAMAH LINGKUNGAN DI LINGKUNGAN PEDESAAN Bambang Winarto; Nia Wahyu Damayanti; Sri Suryanti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.30047

Abstract

Abstrak: Permasalahan banjir dan tanah longsor akibat berkurangnya daerah resapan air di Desa Kebobang, Malang Provinsi Jawa Timur membutuhkan solusi yang efektif, biaya yang murah, ramah lingkungan dan mudah untuk dibuat atau diaplikasikan oleh masyarakat sehingga digunakan metode biopori. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengedukasi dan mensosialisasikan metode pembuatan serta penggunaan biopori secara langsung pada masyarakat. Selain itu kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan Soft-Skill dan Hard-Skill secara seimbang, agar peserta tidak hanya memiliki kemampuan teknis tetapi juga mampu mengedukasi dan membangun kesadaran masyarakat pedesaan secara efektif. Kegiatan ini melibatkan 10 peserta yang terdiri dari pengurus serta warga setempat. Kegiatan edukasi dan sosialisasi mencakup penyampaian materi mengenai biopori dan praktik pembuatan biopori. Sistem evaluasi pada kegiatan pengabdian ini dirancang untuk mengukur efektivitas pelaksanaan program, tingkat pemahaman masyarakat, serta keberhasilan implementasi pembuatan lubang biopori di lingkungan pedesaan yang meliputi pra edukasi, edukasi dan pasca edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai metode biopori sebagai suatu cara penanggulangan banjir dan tanah longsor. Berdasarkan hasil evaluasi pra-edukasi dan pasca-edukasi, terjadi peningkatan pemahaman masyarakat terhadap konsep dan manfaat biopori sebesar sekitar 44,55%. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasi dan sosialisasi berhasil meningkatkan pengetahuan serta kesadaran masyarakat mengenai solusi ramah lingkungan dalam pengelolaan air dan sampah organik melalui penerapan teknologi biopori.Abstract: The problem of flooding and landslides due to the reduction of water catchment areas in Kebobang Village, Malang, East Java Province, requires a solution that is effective, inexpensive, environmentally friendly and easy for the community to make or apply, so the biopore method is used. The purpose of this activity is to educate and socialise the method of making and using biopores directly to the community. In addition, this activity aims to improve soft skills and hard skills in a balanced way, so that participants not only have technical abilities but are also able to educate and build awareness in rural communities effectively. This activity involved 10 participants consisting of administrators and local residents. Educational and socialisation activities include the delivery of material on biopores and biopore construction practices. The evaluation system for this community service activity is designed to measure the effectiveness of the programme implementation, the level of community understanding, and the success of biopore construction in rural areas, including pre-education, education and post-education. The results of the activity show an increase in the community's understanding of the biopore method as a way of mitigating floods and landslides. Based on the results of the pre-education and post-education evaluations, there was an increase in public understanding of the concept and benefits of biopores by around 44.55%. This shows that educational and socialisation activities have successfully increased public knowledge and awareness of environmentally friendly solutions in water and organic waste management through the application of biopore technology. 
PELATIHAN LITERASI DIGITAL DAN APLIKASI AUGMENTED REALITY UNTUK PEMBELAJARAN KREATIF Ernestus Holivil; Betharia Pane; Nur Hijriah Zubaedah Narang; Risal Mantofani Arpin; Rafi Akhsanul Kholikin; Abdi Kurniawan Radja; Muhammad Alwan Habibi Mushlih
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29712

Abstract

Abstrak: Di era digital, pemanfaatan teknologi dalam pendidikan menjadi penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Salah satu teknologi yang berpotensi besar dalam mendukung pembelajaran interaktif adalah Augmented Reality (AR). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dan pemanfaatan teknologi Augmented Reality (AR) dalam pembelajaran di SMA Tiga Putra. Masalah utama yang dihadapi adalah keterbatasan integrasi teknologi dalam pembelajaran akibat kurangnya pemahaman siswa dan guru tentang literasi digital serta pemanfaatan AR sebagai media interaktif. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan workshop berbasis praktik langsung dengan pendekatan pendampingan. Kegiatan ini melibatkan 50 peserta, terdiri dari 25 siswa dan 25 guru. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta kuisioner kepuasan peserta. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman literasi digital sebesar 42%, peningkatan keterampilan penggunaan AR sebesar 56%, serta peningkatan motivasi belajar siswa sebesar 48%. Sebanyak 97,6% peserta menyatakan bahwa AR memiliki manfaat signifikan dalam pembelajaran. Hasil ini mengindikasikan perlunya pelatihan lanjutan dan dukungan infrastruktur agar implementasi AR dapat lebih optimal dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran.Abtract: This activity aims to improve digital literacy and the use of Augmented Reality (AR) technology in learning at SMA Tiga Putra. The main problem faced is the limited integration of technology in learning due to the lack of understanding of students and teachers about digital literacy and the use of AR as an interactive media. The methods used include socialization, training, and workshops based on direct practice with a mentoring approach. This activity involved 50 participants, consisting of 25 students and 25 teachers. Evaluation was carried out through pre-tests and post-tests as well as participant satisfaction questionnaires. The results showed an increase in understanding of digital literacy by 42%, an increase in AR usage skills by 56%, and an increase in student learning motivation by 48%. As many as 97.6% of participants stated that AR has significant benefits in learning. These results indicate the need for further training and infrastructure support so that AR implementation can be more optimal in increasing learning effectiveness.
PALANG MERAH REMAJA SEBAGAI AGEN PERUBAHAN STRATEGI PENYULUHAN KESEHATAN PERILAKU HIDUP SEHAT DI KALANGAN REMAJA DI JAKARTA Kurnaesih, Een; Firmansyah, Muhammad Ramadhani; Husssein, Muhammad; Ulhaq, Dhya; P, Salsabila Putri; Wibisono, Ranya Nashita; Raharjo, Agung
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29718

Abstract

Abstrak: Kesehatan remaja merupakan aspek krusial dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Namun, masih banyak remaja yang memiliki pemahaman rendah terhadap perilaku hidup sehat dan pertolongan pertama dalam keadaan darurat. Palang Merah Remaja (PMR) sebagai organisasi kepemudaan memiliki potensi besar dalam menjadi agen perubahan untuk meningkatkan kesadaran kesehatan di kalangan remaja. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menguatkan peran PMR dalam strategi penyuluhan kesehatan bagi remaja melalui pendekatan edukatif, interaktif, dan berbasis pengalaman. Kegiatan penyuluhan mencakup materi tentang gangguan makan, diabetes, kesehatan mental, dan anemia, yang sering dialami oleh remaja. Metode yang digunakan dalam penyuluhan ini meliputi pre-test, post-test, diskusi, dan permainan edukatif untuk meningkatkan pemahaman siswa. Peserta kegiatan ini adalah siswa MA Citra Cendekia sejumlah 53 orang. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa, dengan nilai rata-rata post-test meningkat dari 67,88 menjadi 81,61, yang menunjukkan keberhasilan metode interaktif yang diterapkan.Abstract: Adolescent health is a crucial aspect in developing quality human resources. However, many adolescents still have a low understanding of healthy living behavior and first aid in emergencies. The Youth Red Cross (PMR), as a youth organization, has great potential to become an agent of change to increase health awareness among adolescents. This community service activity aims to strengthen the role of PMR in health education strategies for adolescents through an educational, interactive, and community-based approach. This study aimed to raise students' awareness about adolescent health and the significance of the Youth Red Cross (PMR) in promoting health within the school environment. The counseling session covered topics such as eating disorders, diabetes, mental health, and anemia, which are prevalent among adolescents. The methods used in the session included pre-tests, post-tests, discussions, and educational games to enhance students' understanding. The participants of this activity were 53 students from MA Citra Cendekia. Evaluation results indicated a significant improvement in students' knowledge, with average post-test scores increasing from 67.88 to 81.61, demonstrating the effectiveness of the interactive methods employed.
PENYULUHAN PENYAKIT INFEKSI MENULAR SEKSUAL DI KALANGAN IBU RUMAH TANGGA DAN REMAJA PUTRI Yuliana, Anna; Rahmiyani, Ira; Zain, Dichy Nuryadin; S, Resha Resmawati; Hidayat, Taufik
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.30059

Abstract

Abstrak: Penyakit infeksi menular seksual masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, terutama di lingkungan dengan tingkat interaksi sosial yang tinggi. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja serta ibu rumah tangga mengenai pencegahan infeksi menular melalui penyuluhan yang interaktif dan berbasis bukti. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan langsung, diskusi interaktif, serta evaluasi pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pemahaman. Materi mencakup konsep infeksi menular, faktor risiko, dan langkah pencegahan berbasis perilaku sehat. Mitra terdiri dari 86 remaja putri dan ibu rumah tangga di lingkungan Masjid Abah Djaedi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dengan nilai N-Gain sebesar 0,83 masuk kategori tinggi dan persentase peningkatan pemahaman 83,34% yang masuk dalam kategori efektif. Partisipasi aktif peserta mencerminkan kebutuhan penyuluhan lebih lanjut. Program ini diharapkan berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan infeksi menular secara berkelanjutan.Abstract: Sexually transmitted infections remain a significant public health challenge, particularly in environments with high social interaction. This community engagement program aimed to enhance adolescents' and housewives' knowledge and awareness of infectious disease prevention through interactive and evidence-based education.The methodology included direct counseling, interactive discussions, and pretest and posttest evaluations to assess knowledge improvement. The educational materials covered the concepts of infectious diseases, risk factors, and preventive measures based on healthy behaviors. The partners consist of 86 teenage girls and housewives in the Abah Djaedi Mosque area. Evaluation results demonstrated a significant increase in participants’ understanding, with an N-Gain score of 0.83 (high category) and an 83.34% improvement in knowledge (effective). The participants' active engagement indicated the need for further health education. This program is expected to contribute to sustainable public awareness regarding infectious disease prevention.
PENGUATAN KOMPETENSI GURU DALAM MERANCANG PEMBELAJARAN YANG MENGUATKAN KEMAMPUAN NUMERASI SISWA SMP Suryanti, Sri; Damayanti, Nia Wahyu; Yanti, Liza Puspita
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.30026

Abstract

Abstrak: Kemampuan numerasi siswa SMP di Indonesia masih berada pada kategori rendah, sebagaimana ditunjukkan oleh hasil PISA 2022. Salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya keterampilan guru dalam merancang pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan numerasi siswa. Program pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi guru dalam merancang pembelajaran yang menguatkan kemampuan numerasi siswa melalui kegiatan penguatan dan workshop. Kegiatan ini melibatkan 31 guru SMP Labschool Unesa dengan metode penguatan melalui seminar, workshop dan pendampingan dalam pembuatan perangkat ajar. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test terhadap pemahaman guru serta observasi praktik mengajar. Hasil menunjukkan peningkatan sebesar 30% dalam pemahaman konsep numerasi dan peningkatan 30% dalam keyakinan pentingnya integrasi numerasi dalam pembelajaran. Selain itu, 85% peserta menyatakan peningkatan kepercayaan diri dalam merancang pembelajaran berbasis numerasi. Program ini berkontribusi pada peningkatan kualitas pembelajaran numerasi dan dapat dijadikan model pelatihan bagi sekolah lain. Abstract: The numeration of junior high school students in Indonesia is still in the low category, as shown by the results of PISA 2022. One of the factors is the lack of teacher skills in designing effective learning to improve student numeration. This service program aims to strengthen teacher competencies in designing learning that strengthens the ability of student numeration through strengthening and workshop activities. This activity involved 31 Middle School teachers of Labschool Unesa with a strengthening method through seminars, workshops and assistance in making teaching tools. Evaluation is carried out through pre-test and post-test of teacher understanding and observations of teaching practices. The results show an increase of 30% in understanding the concept of numeration and an increase of 30% in the belief in the importance of numeration integration in learning. In addition, 85% of participants stated an increase in self -confidence in designing numeration -based learning. This program contributes to improving the quality of learning numeration and can be used as a training model for other schools.

Page 8 of 11 | Total Record : 102