cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,084 Documents
PENGUATAN AKUNTABILITAS PENGELOLAAN SYIRKAH Muryani Arsal; Ainun Arizah; Nurul Fuada; Rezky Vivi Elfhita
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.11781

Abstract

Abstrak: Syirkah merupakan bentuk usaha yang mencampurkan hartanya dengan harta orang lain dan sulit untuk dibedakan yang mengharuskan adanya akad diantara orang yang berserikat dalam modal dan keuntungan, sehingga memerlukan pertanggungjawaban pengelolaan atas pencampuran  harta tersebut dari pengelola kepada pemilik modal. Oleh karenanya, tim pengabdian bertujuan memberikan penguatan akuntabilitas atas pengelolaan usaha syirkah. Kegiatan pengabdian ini menggunakan metode adactive collaboration management dan pelatihan partisipatif. Mitra kegiatan adalah mitra pemateri sebanyak dua orang yang merupakan ketua dan bendahara forum dosen ekonomi dan bisnis Islam yang bertempat tinggal di Malang Jawa Timur dan mitra pelaku syirkah sebanyak sembilan orang yang merupakan pelaku syirkah yang ada di Kota Makassar dan bergerak dibidang rumah makan, café dan resto, percetakan dan fotocopy, laundry serta rumah jahir akhwat Evaluasi kegiatan dilakukan dengan wawancara terhadap mitra pelaku syirkah. Hasil evaluasi di dapati bahwa terjadi peningkatan 100 persen dimana mitra memahami dengan baik adanya akuntabilitas transedental yang harus di lakukan oleh pengelola syirkah terhadap modal yang diberikan oleh pemilik.Abstract:  Syirkah is a form of business that mixes its assets with other people's assets and is difficult to distinguish which requires a contract between people who are united in capital and profits, thus requiring management accountability for the mixing of these assets from the manager to the owner of the capital. Therefore, the team aims to strengthen accountability for the management of the syirkah business. This activity uses the method of active collaboration management and participatory training. The activity partners consist of two, namely two speaker partners who are the chairman and treasurer of the Islamic economics and business lecturer forum residing in Malang, East Java and nine syirkah actors who are syirkah actors in Makassar City and are engaged in housing. restaurants, cafes and restaurants, printing and photocopying, laundry and sewing houses for sisters. Evaluation of activities is carried out by interviewing syirkah partners. The results of the evaluation found that there was a 100 percent increase where the partners understood well that there was transcendental accountability that had to be carried out by the syirkah manager for the capital provided by the owner. 
PELATIHAN PENYUSUNAN SOAL BERBASIS HOTS (HIGHER ORDER THINKING SKILLS) DENGAN APLIKASI LIVE WORKSHEET UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU Febblina Daryanes; Fitra Suzanti; Mariani Natalina Linggasari; Imam Mahadi; Suwondo Suwondo; Arnentis Arnentis; Irda Sayuti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.12061

Abstract

Abstrak : Keterampilan abad 21 siswa dapat ditingkatkan melalui pemberian instrumen evaluasi berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skills). Berdasarkan analisis situasi pada sekolah mitra masih banyak guru yang belum menggunakan instrumen evaluasi berbasis HOTS dikarenakan ketidakmampuan guru dalam menyusun soal tes berbasis HOTS serta belum berbasis teknologi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun soal evaluasi berbasis HOTS dengan menggunakan aplikasi Live Worksheet. Kegiatan terdiri dari 3 tahap yaitu, (1) persiapan; (2) pelaksanaan; dan (3) evaluasi. Sekolah mitra yaitu SMA N 1 Benai Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang. Ukuran ketercapaian kegiatan berdasarkan peningkatan pretest dan posttest serta angket respons peserta. Hasil kegiatan diperoleh bahwa pengetahuan peserta pelatihan meningkat sebesar 48.9% dan guru sudah dapat memasukan soal kedalam aplikasi live worksheet. Berdasarkan hasil angket mendapat respons positif dari peserta pengabdian mencapai 95.8% dengan kategori sangat baik. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun soal evaluasi berbasis HOTS melalui aplikasi live worksheet.Abstract: One way to improve students' 21st century skills is through the provision of evaluation instruments based on HOTS (Higher Order Thinking Skills) abilities. Based on the situation analysis at SMA N 1 Benai, Kuantan Singingi Regency, Riau Province, many teachers have not used HOTS-based evaluation instruments due to the teacher's inability to prepare HOTS-based test questions and an evaluation system that is not yet technology-based. This service activity aims to improve the teacher's ability to compile HOTS-based evaluation questions using the Live Worksheet application. Service activities consist of 3 stages, namely, (1) preparation; (2) implementation; and (3) evaluation. The partners in this activity were SMA N 1 Benai, Kuantan Singingi Regency, Riau Province with 30 participants. The measure of the achievement of community service activities can be seen from the increased value of the pretest and posttest as well as the questionnaire responses of the community service participants. The results of the service activities obtained data that the knowledge of the training participants increased by 48.9% and the teacher was able to enter questions into the live worksheet application. Based on the results of the questionnaire, it received a positive response from the service participants reaching 95.8% in the very good category. It can be concluded that community service activities can improve teachers' abilities in compiling HOTS-based evaluation questions through the live worksheet application. 
PELATIHAN MODEL KOMUNIKASI INTERPERSONAL BERBASIS SELF-REGULATION BAGI ORANG TUA UNTUK MEREDUKSI PERILAKU KLITIH PADA REMAJA Eka Aryani; Rosalia Prismarini Nurdiarti; Palasara Brahmani Laras
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.12749

Abstract

Abstrak: Klitih merupakan kegiatan yang dilakukan sekelompok orang yang menjurus ke arah perilaku kriminal seperti mencari target untuk dihajar, disiksa, bahkan sampai ada yang dibunuh. Klitih menjadi fenomena di Yogyakarta yang sangat meresahkan. Peran orang tua menjadi sangat penting dalam melakukan pengawasan terutama dalam mengantisipasi terjadinya tindak kekerasan yang melibatkan pelajar. Para orang tua perlu menggunakan pendekatan komunikasi yang tepat untuk dapat mendampingi anaknya dengan baik, sehingga perilaku-perilaku yang menjurus pada kenakalan dapat terminimalisir. Perlu adanya pelatihan untuk para orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anaknya, salah satunya dengan pelatihan komunikasi interpersonal berbasis self-regulation untuk mereduksi perilaku klitih pada remaja. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan komunikasi interpersonal berbasis self-regulation antara orang tua dan anak dalam melakukan pendampingan dan pengawasan pada anak. Pelatihan ini dilakukan selama 1 hari, dengan mitra 25 warga kelompok Program Keluarga Harapan di dusun Bangunrejo Sleman. Metode pelatihan meliputi pemaparan materi, diskusi, penugasan dan evaluasi. Berdasarkan hasil evaluasi pada pemahaman orang tua menunjukan Peserta menunjukan peningkatan sebesar 33,3% pada pemahaman orang tua terhadap perkembangan remaja anak, sebesar 30% peningkatan pemahaman mengenai pola pengasuhan yang tepat. Peningkatan terbesar terletak pada pemahaman mengenai komunikasi interpersonal berbasis self-regulation, yaitu sebanyak 70%. Abstract: Klitih is an activity carried out by a group of people that leads to criminal behavior, such as finding targets to beat up, torture, and even kill someone. Klitih is a very disturbing phenomenon in Yogyakarta. The role of parents is very important in supervising, especially in anticipating acts of violence involving students. Parents need to use the right communication approach to be able to accompany their children properly, so that behaviors that lead to delinquency can be minimized. There needs to be training for parents in accompanying the growth and development of their children, one of which is by training interpersonal communication based on self-regulation to reduce clit behavior in adolescents. This training aims to provide interpersonal communication skills based on self-regulation between parents and children in providing assistance and supervision to children. This training was conducted for 1 day, with 25 partners from the Family Hope Program group in Bangunrejo Sleman hamlet. Training methods include material presentation, discussion, assignment and evaluation. Based on the evaluation results on parental understanding, it showed an increase of 33.3% in parental understanding of the development of adolescent children, a 30% increase in understanding of proper parenting patterns. The biggest increase lies in the understanding of interpersonal communication based on self-regulation, which is as much as 70%.Participants showed a 33.3% increase in parents' understanding of adolescent child development, a 30% increase in understanding of proper parenting patterns. The biggest increase lies in the understanding of interpersonal communication based on self-regulation, which is as much as 70%. 
INISIASI MANAJEMEN KESEHATAN MENTAL PADA SEKOLAH BERBASIS PESANTREN Nuzulul Kusuma Putri; Khuliyah Candraning Diyanah; Azimatul Karimah; Izzuki Muhashonah; Namira Kholifatul Pramudinta
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.11711

Abstract

Abstrak: Kesehatan mental pada remaja semakin membutuhkan perhatian selama pandemi COVID-19. Sekolah didorong juga berperan dalam mengawasi kesehatan mental remaja. Sayangnya, Poskestren sebagai upaya kesehatan berbasis sekolah masih dominan berorientasi pada upaya kuratif kesehatan fisik. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk menginisiasi kapabilitas sekolah dalam mengelola pelayanan kesehatan jiwa di Poskestren Al Amin sekaligus meningkatkan kesadaran siswa tentang perilaku di sekolah yang dapat memicu masalah kesehatan mental. Menggunakan konsep pendampingan dimana tim pengabdian masyarakat membantu mitra untuk dapat secara mandiri mengidentifikasi masalah kesehatan mental yang ada dan menentukan bentuk intervensi yang paling tepat. Hasilnya, dalam pengabdian masyarakat ini Poskestren mampu mengelola kesehatan mental secara mandiri melalui proses di setiap pengabdian masyarakat. Capaian keberhasilannya adalah 100% pada setiap langkah dan melebihi target hingga 145% pada langkah deliver. Instrumen yang digunakan dalam pendampingan juga membantu Poskestren dalam menilai dan mengidentifikasi kesehatan mental. Pengabdian kepada masyarakat telah berhasil merumuskan penyesuaian yang diperlukan untuk menginisiasi manajemen kesehatan jiwa sekolah berbasis pesantren. Abstract: Mental health among teenagers is gaining more attention todays. Schools are encouraged to be able provide monitoring function for this issue. However, Poskestren as school based health effort is still curative physical health oriented. This community service is carried out to initiate school’s capability in managing mental health services at the Al Amin Poskestren and at the same time increase students’ awareness on daily behaviour which could triggering mental health problems. It used the concept of mentoring where the community service team helps partners to be able to independently identify existing mental health problems and determine the most appropriate form of intervention. As the results, in this community service, Poskestren was able to manage mental health independently through the process in every community service. We achieved 100% target in each steps and exceeded 145% on deliver step’s target. The instruments used in mentoring also assist Poskestren in assessing and identifying mental health. Community service has succeeded in formulating the adjustments needed to initiate the mental health management of pesantren-based schools. 
PEMANFAATAN DAUN JERUJU (ACANTHUS ILICIFOLIUS) SEBAGAI KERUPUK RENYAH KAYA MANFAAT UNTUK MENINGKATKAN PEREKONOMIAN LOKAL Destiana Destiana; Siva Devi Azahra; Siti Puji Lestariningsih
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.12815

Abstract

Abstrak: Hutan mengove yang luas dan jarak dekat dengan pusat kota menjadikan Desa Sui Kupah Kabupaten Kubu Raya menajdi salah satu desa tujuan wisata alami di Provinsi Kalimantan Barat, akan tetapi pada saaat ini pemanfaatan hutan mangrove dirasa belum optimal sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan pemanfaatannya. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan tumbuhan mengrove jeruju (Acanthus ilicifolius) sebagai produk olahan (kerupuk) agar nantinya dapat di perdagangkan kepada wisatawan sehingga menjadi menjadi sumber pendapatan alternatif bagi masyarakat sekitar. Pengabdian ini dilakukan dengan cara sosialisasi, demonstrasi dan praktek pembuatan kerupuk oleh para peserta kemudian dilanjutkan dengan proses evaluasi dengan cara menyebarkan kuisoner sebelum dan setelah pelaksanaan terhadap 31 orang peserta yang berasal dari Tim Penggerak PKK Desa Sui Kupah. Hasil pelaksanaan kegiatan dan evaluasi menunjukkan terjadi peningkatan pengetahauan tentang manfaat tanaman jaruju dari yang awalnya 27 % menjadi 100 %, peningkatan ketrampilan dari 29 % menjadi 100 % dan ketertarikan pengembangan produk dari 48% menjadi 84%. Abstract: The vast forest and close proximity to the city center make Sui Kupah Village, Kubu Raya Regency, one of the natural tourist destination villages in West Kalimantan Province, but at this time the use of mangrove forest is not optimal so efforts are needed to increase its. This service aims to increase the use of mangroves Acanthus iliciofilus plants as processed products (crackers) so that later they can be traded to tourists and become an alternative source of income for the surrounding community. This service was carried out using the participants' socialization, demonstration, and cracker-making practices then continued with the evaluation process by distributing questionnaires before and after the implementation of 31 participants from the Sui Kupah Village PKK Driving Team. The activities and evaluations showed an increase in awareness of the benefits of Acanthus iliciofilus plants from the initial 27 % to 100%, an increase in skills 29% to 100%, and product development interest 48% to 84%.  
UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS HIMPAUDI MELALUI PELATIHAN MENGANYAM Nur Samsiyah; Tiara Intan C; Vivi Rulviana; Eka Nofri Ari Yanto
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.12586

Abstract

Abstrak: Program pembelajaran yang sesuai dengan kreativitas anak usia paud yang dapat meningkatkan motorik anak salah satunya melalui menganyam. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi dan pelatihan keterampilan menganyam pada guru PAUD di kecamatan Geger. Pentingnya pelatihan anyaman bagi guru dapat digunakan untuk melatih keterampilan motorik siswa salah satunya dengan membuat berbagai anyaman dari berbagai bahan, sehingga keterampilan menganyam guru meningkat. Anyaman disediakan seperti kertas dan pita oleh kelompok HIMPAUDI. Metode pengabdian dilakukan dengan sosialisasi dan dilanjutkan dengan pelatihan. Pelatihan ini penting bagi guru paud untuk mengajarkan matorik kasar anak paud. Tahap sosialisasi dilakukan dengan memberikan materi berupa pentinnya peningkatan motorik siswa dan materi anyaman. Tahap pelaksanaan dilakukan dengan praktik menganyam. Pengabdian diikuti oleh sejumlah kelompok HIMPAUDI di kecamatan Geger Madiun. Hasil pelaksanaan pengabdian pada guru-guru HIMPAUDI terdapat peningkatan kreativitas menganyam secara tradisional dengan 2 sumbu pada pertemuan pertama dan kedua menganyam berbagai benda pada pertemuan ketiga. Guru-guru pada kelompok HIMPAUDI sangat antusias dalam mengikuti kegiatan menganyam. Hasil menganyam dapat ditunjukkan oleh guru berupa produk anyaman dan tingkat ketercapaian dalam pelatihan mencapai 98%. Abstract: Learning programs that are in accordance with the creativity of early childhood children which can improve children's motor skills, one of which is through weaving. This service aims to provide socialization and training in weaving skills to PAUD teachers in the Geger sub-district. The importance of webbing training for teachers can be used to train students' motor skills, one of which is by making various webbing from various materials, so that the teacher's weaving skills increase. Matting is provided such as paper and ribbon by the HIMPAUDI group. The service method is carried out by socialization and followed by training. This training is important for early childhood teachers to teach early childhood gross math. The socialization stage was carried out by providing material in the form of the importance of improving students' motor skills and woven material. The implementation stage is carried out by weaving practices. The service was attended by a number of HIMPAUDI groups in the Geger Madiun sub-district. The results of the implementation of community service for HIMPAUDI teachers showed an increase in creativity in traditional weaving with 2 axes at the first meeting and in the second meeting, weaving various objects at the third meeting. The teachers in the HIMPAUDI group were very enthusiastic about participating in the weaving activity. The results of weaving can be shown by the teacher in the form of woven products and the level of achievement in training reaches 98%. 
PENCEGAHAN PENYAKIT TIDAK MENULAR MELALUI PEMBENTUKAN KADER PEDULI IBU HAMIL HIPERTENSI Magdalena M. Tompunuh; Eka Rati Astuti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.12139

Abstract

Abstrak: Indikator keberhasilan pembangunan kesehatan antara lain adalah penurunan angka kematian ibu dan bayi. Angka kematian ibu (AKI) menggambarkan permasalahan status ibu hamil, ibu melahirkan, dan ibu nifas. Penyebab tertinggi AKI adalah hipertensi dalam kehamilan. Pengobatan ibu hami lhipertensi hanya menggunakan obat kimiawi. Belum ada terapi non farmakologi. Tujuan pengabdian adalah pendampingan pijat kaki diharapkan dapat mencegah kejadian hipertensi pada ibu hamil. Metode yang digunakan yaitu demonstrasi pijat kaki yang kemudian kader melakukan pijat kaki pada ibu hamil yang hipertensi. Mitra adalah kader kesehatan sebanyak sepuluh orang. Evaluasi menggunakan sistem observasi pada saat kader melakukan pijat kaki. Hasil yang telah dicapai adalah kader mampu melakukan pijat kaki dan tekanan darah pada ibu hamil berkurang setelah dilakukan pijat kaki sebesar 100%, yang tadinya belum bisa pijat kaki, setelah dilakukan pelatihan, sepuluh kader bias melakukan pijat kaki pada ibu hamil hipertensi.Abstract: Indicators of successful health development include reducing maternal and infant mortality rates. The maternal mortality rate (MMR) illustrates the problems of the status of pregnant women, giving birth and postpartum women. The highest cause of AKI is hypertension in pregnancy. Treatment of hypertensive pregnant women only uses chemical drugs. There is no non-pharmacological therapy yet. The purpose of the service is that foot massage assistance is expected to prevent the occurrence of hypertension in pregnant women. The method used is the demonstration of foot massage which then the cadres do foot massage on hypertensive pregnant women. Partners are ten health cadres. The evaluation uses the observation system when the cadres do the foot massage. The results that have been achieved are that cadres are able to do foot massage and blood pressure in pregnant women is reduced after foot massage by 100%, who previously could not massage feet, after training, ten cadres can do foot massage in hypertensive pregnant women. 
UPAYA PENINGKATAN LITERASI TENTANG SELF-MANAGEMENT PADA KELOMPOK ASMA MELALUI SERANGKAIAN KEGIATAN PENYULUHAN Enita Dewi; Kartinah Kartinah; Faizah Betty Rahayuningsih; Budi Kristanto; Riska Cahyani Zahra
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.12392

Abstract

Abstrak: Dewasa ini upaya pencegahan kekambuhan asma belum menjadi skala prioritas dalam pelayanan kesehatan. Padahal, dampak negatif yang ditimbulkan cukup serius dalam meningkatkan morbiditas dan mortalitas. Prediksi kasus asma akan meningkat di beberapa negara berkembang akibat polusi udara dan gaya hidup. Upaya pengabdian masyarakat melalui program penyuluhan kesehatan dilakukan untuk meningkatkan literasi self management kelompok asma agar tahu, mau dan mampu melakukan manajemen diri asma. Metode yang dilakukan adalah rangkaian penyuluhan kesehatan tentang self-management asma dengan menggunakan metode ceramah, diskusi, dan demonstrasi serta menggunakan media PPTx, booklet, dan video. Rangkaian penyuluhan ini melibatkan tim mahasiswa inter profesi dan berhasil meningkatkan 50% level pengetahuan sebagian besar peserta dalam seluruh kegiatan. Level pengetahuan peserta meningkat dalam beragam bidang secara holistic, senam (100%), PLB (40%), diit (36%), ROP (27%). Kegiatan serupa penting sebagai upaya peningkatan pengetahuan self-management kelompok penyandang asma sehingga mengurangi resiko kekambuhan dan kematian. Penguatan kaderisasi dibutuhkan untuk sustainability dari PkM ini. Abstract:  Currently, efforts to prevent asthma recurrence have not become a priority in health services. In fact, the negative impact is quite serious in increasing morbidity and mortality. Prediction of asthma cases will increase in several developing countries due to air pollution and lifestyle. Community service efforts through health education programs are carried out to increase self-management literacy in asthma groups so they know, want and are able to do asthma self-management. The method used is a series of health education about asthma self-management using lecture, discussion, and demonstration methods and using PPTx media, booklets, and videos. This series of counseling involved inter-professional student teams and succeeded in increasing the knowledge level of most participants in all activities by 50%. The level of knowledge of participants increased in various fields holistically, gymnastics (100%), PLB (40%), diet (36%), ROP (27%). Similar activities are important as an effort to increase self-management knowledge of groups with asthma so as to reduce the risk of recurrence and death. Strengthening regeneration is needed for the sustainability of this community service. 
DISEMINASI PENGEMBANGAN INFORMASI PELAYANAN MASYARAKAT BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF DI DESA SINDANGKARYA Sinta Rosalina; Uah Maspuroh; Dian Hartati; Nea Resta
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.12004

Abstract

Abstrak: Pengurusan administrasi secara konvensional membuat pekerjaan organisasi desa menjadi lebih lambat dan transparan. Kesenjangan digital akibat kurangnya infrastruktur dan sumber daya manusia membuat terhambatnya pengembangan informasi pelayanan masyarakat berbasis multimedia. Tujuan pengabdian untuk mengembangkan informasi pelayanan masyarakat berbasis multimedia interaktif. Metode yang digunakan adalah diseminasi modul sistem informasi pelayanan masyarakat berbasis multimedia interaktif. Kegiatan dilaksanakan pada Rabu, 21 September 2022. Kegiatan diikuti oleh 25 orang yang terdiri atas aparatur desa, anggota karang taruna, kader posyandu, dan bidan. Setelah dilaksanakannya kegiatan pendampingan dan diseminasi, perangkat desa mengalami perubahan signifikan. Segenap aparatur desa telah mampu menjalankan sistem media interaktif dengan baik. Sebanyak 88% mengatakan terbantu dengan adanya multimedia interaktif dalam pelayanan informasi. Dengan demikian kegiatan diseminasi modul bermanfaat untuk mengembangkan multimedia interaktif sebagai informasi pelayanan masyarakat. Aparatur desa dapat meningkatkan kemampuan menyimpan data administrasi dan menyebar informasi desa dengan mudah.Abstract: Conventional administrative management makes the work of village organizations slower and more transparent. The digital divide due to a lack of infrastructure and human resources has hampered the development of multimedia-based community service information. The purpose of the service is to develop interactive multimedia-based community service information. The method used is the dissemination of community service information system modules based on interactive multimedia. The activity was held on Wednesday, September 21, 2022. The activity was attended by 25 people consisting of village officials, members of youth organizations, posyandu cadres, and midwives. After the mentoring and dissemination activities were carried out, village officials underwent significant changes. All village officials have been able to run the interactive media system well. As many as 88% said they were helped by interactive multimedia in information services. Thus the module dissemination activities are useful for developing interactive multimedia as information on community services. Village officials can improve their ability to store administrative data and disseminate village information easily. 
PERINTISAN UNIT USAHA PENGELOLAAN SAMPAH BUMDESA PANYANGGAR DESA WISATA CIPTA KARYA Shanti Veronica br Siahaan; Sira Albina; Petrus Benny; Deli Deli; Serli Aprianti; Oktoberni Oktoberni; Sofia Anggriani; Novena Gloria Dara Tarigas; Rezza Pana Kontesa; Angga Domeos Manggara
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.12799

Abstract

Abstrak: Pengetahuan dan pengalaman serta keseriusan dalam menangani sampah diperlukan agar sampah tidak hanya menjadi masalah namun dapat bermanfaat melalui program 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan pelaksanaan sistem bank sampah. Oleh karena itu melalui program Matching Fund kedaireka tahun 2022 Institut Shanti Bhuana bekerjasama dengan BUMDesa Panyanggar Desa Cipta Karya, Kabupaten Bengkayang. melakukan serangkaian kegiatan untuk meningkatkan kepedulian dan kemampuan masyarakat desa untuk dapat melihat potensi nilai sosial dan nilai ekonomis penanganan sampah dan mempersiapkan SDM untuk pengelolaan sampah melalui kegiatan ceramah, diskusi, pelatihan, pendampingan disertai evaluasi kegiatan yang dilaksanakan mulai bulan September-Desember 2022, dengan jumlah total peserta kegiatan mencapai 250 orang yang diikuti oleh Pemerintahan Desa Cipta Karya, pengurus unit pengelola sampah BABE, perwakilan masyarakat desa dan mahasiswa Institut Shanti Bhuana. . Hasil yang dicapai dari kegiatan ini adalah terbentuknya unit pengelolaan sampah BABE serta peningkatan kemampuan peserta kegiatan dalam pemahaman nilai sosial dan nilai ekonomis dari sampah melalui kegiatan pemilahan sampah sesuai jenisnya, sistem bank sampah, dan berbagai manfaat pengelolaan sampah yang dapat dilihat melalui aktivitas Jumat Bersih, laporan kegiatan unit pengelolaan sampah BABE dan produk yang dihasilkan dari pengolahan pupuk cair organik dan sampah plastik. Abstract: Knowledge and experience as well as seriousness in dealing with waste are needed so that waste is not only a problem but can be beneficial through the 3R program (Reduce, Reuse, Recycle) and the implementation of a waste bank system. Therefore, through the Matching Fund Kedaireka program in 2022, the Shanti Bhuana Institute is collaborating with the BUMDESa Panyanggar, Cipta Karya Village, Bengkayang Regency. conducted a series of lectures, discussions, training, and mentoring along with an evaluation of activities carried out from September-December 2022, with a total number of activity participants reaching 250 people who were attended by Cipta Karya Village Government, administrators of the BABE waste management unit, village community representatives and students of Institute Shanti Bhuana. The results achieved from this activity were the formation of a BABE waste management unit and an increase in the ability of activity participants to understand the social value and economic value of waste through activities of sorting waste according to its type, a waste bank system, and various benefits of waste management which can be seen through Clean Friday activities, report on the activities of the BABE waste management unit and products resulting from the processing of organic liquid fertilizer and plastic waste. Knowledge and experience as well as seriousness in dealing with waste are needed so that waste is not only a problem but can be beneficial through the 3R program (Reduce, Reuse, Recycle) and the implementation of a waste bank system. Therefore, through the matching fund program in 2022, Institute Shanti Bhuana in collaboration with BUMDesa Panyanggar Cipta Karya Village, Bengkayang is carrying out a series of activities to increase the awareness and ability of the village community to be able to see the potential social and economic value in waste and prepare human resources to handle waste management. through lectures, discussions, training, mentoring and evaluation of activities carried out from September-December 2022. The results achieved from this activity were the formation waste management unit “BABE” and an increase the participants ability in understanding the social and economic value that can still be obtained from waste through activities segregation of waste according to its type, waste bank system, and various benefits of waste management.