cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,084 Documents
PEMBERDAYAAN IBU DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Nurnaningsih Ali Abdul; Ika Suherlin; Desriyanti Harun; Nancy Olii; Siti Choirul Dwi Astuti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.12232

Abstract

Abstrak: Stunting merupakan kurang gizi kronis sehingga gagal mencapai pertumbuhan optimal. Indonesia menempati peringkat ke lima dengan jumlah balita stunting terbanyak di dunia. Stunting dipengaruhi dari berbagai faktor, sehingga diperlukan pemberian zat gizi dan stimulasi yang tepat. Pijat atau stimulus touch merupakan salah satu alternatif pencegahan stunting. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu balita tentang stunting dan pijat bayi. Metode yang digunakan ceramah, tanya jawab, dan demosntrasi. Sasaran kegiatan ini adalah ibu-ibu ang memiliki balita sejumlah 30 orang, monitoring dan evaluasi berupa pre dan post test dengan menyaksikan langsu. Hasil kegiatan ini ada 28 ibu (96,6%) yang terampil dalam melakukan pijat bayi dan 2 orang ibu yang tidak terampil karena kendala bahasa.Abstract: Stunting is chronic malnutrition so that it fails to achieve optimal growth. Indonesia is ranked fifth with the highest number of stunted children under five in the world. Stunting is influenced by various factors, so it is necessary to provide propoer nutrition and stimulation. Massage or stimulus touch is an alternative to stunting prevention. The purpose of this activity is to ensure that all mother who have toddlers apply this baby massage in their daily lives. The methods used are lectures, questions and answers, and demonstrations. The target of this activity is 30 mothers who have toddlers, monitoring and evaluation are in the form of pre and post test by directly witnessing the practice of baby massage. The results of this activity were 28 mothers (96.6%) who were skilled at doing baby massage and 2 mothers who were unskilled due to language barriers.  
PENDAMPINGAN PROGRAM SATU GURU TIGA MEDIA SEBAGAI KREATIVITAS DALAM MENGEMBANGKAN MEDIA BERBASIS TPACK (TECHNOLOGICAL PEDAGOGICAL AND CONTENT KNOWLEDGE) Fida Rahmantika Hadi; Liya Atika Anggrasari; Endang Sri Maruti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.11803

Abstract

Abstrak: Perkembangan teknologi pada abad 21 membuat seorang guru harus mengembangkan kompetensi pada aspek teknologi dalam proses pembelajaran. Seorang guru diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi pada kemampuan pedagogi dan konten saja tetapi juga mengasah kemampuan pada aspek teknologi. Pengintegrasian materi, pedagogi, dan teknologi sangat dibutuhkan dalam bentuk perangkat pembelajaran berbasis TPACK (Technological, Pedagogical, and Content Knowledge). Pendampingan dalam program satu guru tiga media ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas guru sekolah dasar dalam mengembangkan media pembelajaran. Pendampingan ini dilakukan di SDN 03 Taman Kota Madiun dengan jumlah guru sebanyak 9 orang. Metode pelaksanaan dalam pendampingan program ini adalah koordinasi program, pelaksanaan program dan monitoring evaluasi menggunakan lembar penelitian. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan kemampuan sebesar 50% dalam mengembangkan kreativitas guru SD untuk dapat terampil dalam membuat dan memanfaatkan media pembelajaran berbasis TPACK.Abstract: Technological developments in the 21st century require a teacher to develop competence in technological aspects of the learning process. A teacher is expected not only to have competence in pedagogical and content skills but also to hone skills in technological aspects. Integration of material, pedagogy, and technology is urgently needed in the form of TPACK (Technological, Pedagogical, and Content Knowledge) based learning tools. Assistance in the one teacher three media program aims to increase the creativity of elementary school teachers in developing learning media. This assistance was carried out at SDN 03 Taman Kota Madiun with a total of 9 teachers. The implementation method in this program assistance is program coordination, program implementation and evaluation monitoring using research sheets. The results obtained indicate that there has been an increase in the ability of 50% in developing the creativity of elementary school teachers to be skilled in making and utilizing TPACK-based learning media.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI SONIC BLOOM PADA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN DI PONDOK PESANTREN MADINATUDDINIYAH NURUL MUSTHOFA Sri Asfiati; Asritanarni Munar; Wan Arfiani Barus; Khairunnisa Rangkuti; Indrayani Indrayani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.12753

Abstract

Abstrak: Pondok pesantren Madinatuddiniyah Nurul Musthofa memiliki sejumlah 63 orang santri berusia sekitar 6-20 tahun. Santri ini berasal dari keluarga kurang mampu, anak yatim dan anak-anak bermasalah, sehingga biaya kehidupan sehari-hari tidak dibebankan kepada para orang tua santri melainkan pemberian para donatur. Kehidupan di ponpes tidak terlepas dari membaca dan mendengarkan Al Qur’an. Tujuan pengabdian pada masyarakat (PKM) ini adalah membantu meningkatkan pemahaman dan kemampuan warga ponpes untuk bertanam sayuran sehingga dapat memenuhi kebutuhan sayuran sehari-hari dan mengurangi biaya hidup dengan memanfaatkan lahan yang ada menggunakan teknologi sonic bloom. Mitra PKM yang dilatih pada pengabdian ini adalah santri berusia 15-20 tahun yang berjumlah 25 orang. Metode yang digunakan adalah sosialisasi, pelatihan dan pendampingan. Hasil yang dicapai adalah meningkatnya pemahaman santri tentang teknologi sonic bloom menjadi 97,33%, pengetahuan santri 90,67% dan keinginan santri untuk melakukan budidaya sayuran dengan sonic bloom sebesar 100%. Abstract: Madinatuddiniyah Islamic Boarding School Nurul Musthofa has 63 students aged around 6-20 years. These students come from underprivileged families, are orphaned and children with problems, so that their daily living expenses are not borne by the students' parents but are provided by donors. Life in Islamic boarding schools is inseparable from reading and listening to the Qur'an. The purpose of this community service (CS) is to help increase the understanding and ability of Islamic boarding school residents to grow vegetables so that they can meet their daily vegetable needs and reduce the cost of living by utilizing existing land using sonic bloom technology. The CS partners who were trained in this service were students aged 15-20 years, totaling 25 persons. The method used are socialization, training and assistance The results achieved were an increase in students' understanding of sonic bloom technology to 97.33%, students' knowledge to 90.67% and students' desire to cultivate vegetables with sonic bloom to 100%. 
PENGENALAN DAN PEMANFAATAN APLIKASI VIRTUAL TOUR SEBAGAI MEDIA PROMOSI WISATA Dairoh Dairoh; Dwi Intan Af'idah; Sharfina Febbi Handayani; Riszki Wijayatun Pratiwi; Arief Rachman; Doni Cahya Adi Saputra
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.11734

Abstract

Abstrak: Terdapat 21 wisata di Kabupaten Brebes salah satunya adalah wisata Pulau Cemara. Kondisi pandemic mengakibatkan sektor wisata mendapatkan dampak dari kebijakan pemerintah yakni PPKM. Salah satunya adalah desa wisata di desa Sawojajar yakni di pulau cemara mengalami penurunan pengunjung.  Karena kondisi PPKM maka wisata pulau cemara ditutup sementara. Sehingga dengan kondisi tersebut dilakukan pengabdian masyarakat kepada pengelola dan pokdarwis dengan dinas pariwisata dengan 20 peserta.  Tujuan untuk mengenalkan dan pemahaman aplikasi virtual tour yang digunakan sebagai media promosi mengenalkan objek wisata.  Kegiatan PKM ini dilaksanakan pada tanggal 11-12 Januari 2022. Kegiatan PKM ini berupa sosialisasai pemberian materi kaitannya pengenalan dan kegunaan aplikasi virtual tour, dilanjutkan praktik penggunaan dari aplikasi virtual tour dan pendampingan. Hasilnya peserta mengetahui dan mengenal aplikasi virtual tour sebagai media promosi secara lancar dan antusias dengan hasil evaluasi kepada peserta yang mengikuti dengan pengisin quisioner diperoleh sebesar 85% peserta sudah dapat mengenal, memahami dan menggunakan aplikasi tersebut. Abstract: There are 21 tours in Brebes Regency, one of which is Cemara Island tourism. The pandemic condition has resulted in the tourism sector being impacted by the government's policy, namely PPKM. One of them is a tourist village in Sawojajar village, which is an island that has decreased visitors. Due to PPKM conditions, the Cedar Island tour was temporarily closed. So that with these conditions, community service was carried out for managers and Pokdarwis with the tourism service with 20 participants due to PPKM conditions, fir island tourism is temporarily closed. So with these conditions, community service is carried out to managers and Pokdarwis with the tourism office. The purpose is to recognize and understand the virtual tour application that is used as a medium to introduce tourist objects. This PKM activity was carried out on January 11-12, 2022. This PKM activity was in the form of socialization through the provision of application materials and the use of virtual tour applications, followed by the practice of virtual tours and mentoring. The result is that participants know the virtual tour application as a promotional medium smoothly and enthusiastically with the results of the evaluation of participants who take part in the questionnaire, it is obtained that 85% of participants are able to recognize, understand and use the application.
PEMANFAATAN ASAM HUMAT UNTUK BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN RAMAH LINGKUNGAN Yudhi Harini Bertham; Yuwana Yuwana; Atra Romeida; Indarwanto Indarwanto; Defi Ermayendri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.11988

Abstract

Abstrak: Penggunaan pupuk kimia secara terus menerus dalam jangka panjang akan mncemari lingkungan, sehingga kelestarian sumber daya lahan dan keberlanjutan produksi tidak akan terjaga. Asam humat merupakan salah satu bahan bersifat ramah lingkungan dan mampu meningkatkan kesuburan tanah. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilana masyarakat khususnya kelompok Wanita Tani di Kelurahan Beringin Raya, Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu dalam mengaplikasikan asam humat untuk budidaya sayuran yang ramah lingkungan. Metode pelaksanaan kegiatan ini dibagi 3 tahap yaitu: (1) sosialisasi; (2) praktik budidaya tanaman sayur; dan (3) evaluasi. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan terlihat bahwa sebelum kegiatan sosialisasi dilakukan terdapat 10 orang (44%) yang hanya mengetahui definisi dan peranan asam humat, namun tidak ada peserta yang mengetahui bagaimana cara menggunakan asam humat. Selanjutnya setelah dilakukannya pemaparan materi sosialisasi, terdapat peningkatan jumlah peserta yang mengetahui defenisi dan peranan asam humat yaitu menjadi 25 orang (100%). Sedangkan peserta yang menyatakan faham cara penggunaan asam humat setelah dilakukan sosialisasi adalah sebanyak 20 orang (80%). Hasil evaluasi akhir kegiatan juga menunjukkan bahwa seluruh peserta tertarik untuk mengadopsi asam humat dalam budidaya sayuran. Abstract: The continuous use of chemical fertilizers in the long term will pollute the environment, so that the sustainability of land resources and the sustainability of production will not be maintained. Humic acid is an environmentally friendly material and can increase soil fertility. This PKM activity aims to increase the knowledge and skills of the community, especially the Women Farmer group in Beringin Raya Village, Muara Bangkahulu District, Bengkulu City in applying humic acid for environmentally friendly vegetable cultivation. The method of implementing this activity is divided into 3 stages, namely: (1) socialization; (2) vegetable cultivation practice; and (3) evaluation. Based on the results of the evaluation conducted, it was seen that before the outreach activities were carried out there were 10 people (44%) who only knew the definition and role of humic acid, but none of the participants knew how to use humic acid. Furthermore, after the presentation of socialization material, there was an increase in the number of participants who knew the definition and role of humic acid, namely to 25 people (100%). While the participants who stated that they understood how to use humic acid after the socialization was carried out were 20 people (80%). The results of the final evaluation of the activity also showed that all participants were interested in adopting humic acid in vegetable cultivation. 
PENINGKATAN MUTU GURU MELALUI PENDAMPINGAN PENULISAN DAN PUBLIKASI JURNAL UNTUK GURU-GURU MAN Ahmad Bahtiar; Nuryani Nuryani; Mahsusi Mahsusi; Syihaabul Hudaa
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.12615

Abstract

Abstrak: Salah satu kompetensi professional guru di antaranya menulis karya tulis ilmiah. Namun, penulisan karya tulis ilmiah di kalangan guru mengalami berbagai masalah. Salah satu masalah yang sering terjadi dalam penulisan artikel di jurnal nasional. Banyak guru yang mengalami hambatan dalam penulisan terutama saat mengakses sistem OJS jurnal. Tulisan ini mencoba menjelaskan bagaimana kegiatan peningkatan mutu guru melalui pendampingan penulisan dan publikasi jurnal untuk guru-guru MAN. Setelah mengikuti kegiatan ini, guru-guru diharapkan sudah menguasai OJS dan mampu membuat artikel jurnal. Kegiatan ini melibatkan guru-guru MAN Insan Cendekia Serpong, MAN 2 Kota Malang, MAN 2 Kota Kediri, dan MAN Pekalongan. Kegiatan ini diikuti lima MAN dari pulau Jawa, tetapi MAN 2 Pasuruan tidak aktif mengikuti pengabdian ini. Pengabdian ini menggunakan beberapa tahapan, di antaranya: pengenalan program, pengelompokkan guru berdasarkan keilmuan, pemberian materi oleh narasumber melalui Zoom, dan pembinaan oleh masing-masing dosen pembimbing. Kegiatan evaluasi dilakukan melalui kelompok kecil di dalam grup Whatsapp dengan pembina masing-masing. Setiap tiga orang guru mendapatkan satu pembimbing untuk mengevaluasi perkembangan penulisan setiap guru Dari pelatihan yang diberikan didapatkan guru-guru MAN sangat antusias mengikuti program pendampingan penulisan ini. Selain itu, didapatkan hasil yang cukup memuaskan berupa artikel dari guru yang diterbitkan di jurnal nasional. Sebanyak 22% guru sudah menyelesaikan artikelnya dan disubmit ke jurnal nasional. kemudian, 29% guru sudah menyelesaikan artikel dan siap disubmit. Sebanyak 40% masih dalam proses dan 9% masih di dalam tahap awal pengerjaan (pendahuluan).Abstract: One of the professional competencies of teachers includes writing scientific papers. However, writing scientific papers among teachers experiences various problems. One of the problems that often occurs in writing articles in national journals. Many teachers experience obstacles in writing, especially when accessing the journal OJS system. This paper tries to explain how to improve the quality of teachers through mentoring in writing and publishing journals for MAN teachers. After participating in this activity, teachers are expected to have mastered OJS and be able to create journal articles. This activity involved teachers from MAN Insan Cendekia Serpong, MAN 2 Malang City, MAN 2 Kediri City, and MAN Pekalongan. This activity was attended by five MAN from the island of Java, but MAN 2 Pasuruan was not actively participating in this service. This service uses several stages, including: program introduction, grouping teachers based on knowledge, providing material by resource persons through Zoom, and coaching by each supervisor. Evaluation activities are carried out through small groups in the Whatsapp group with their respective supervisors. Every three teachers get one mentor to evaluate the progress of each teacher's writing. From the training provided, it was found that MAN teachers were very enthusiastic about participating in this writing assistance program. In addition, satisfactory results were obtained in the form of articles from teachers published in national journals. As many as 22% of teachers have completed their articles and submitted them to national journals. then, 29% of teachers have completed articles and are ready to be submitted. As many as 40% are still in the process and 9% are still in the early stages of work (preliminary). 
PEMBERDAYAAN KELOMPOK USAHA TANI DALAM RANGKA PENGEMBANGAN HILIRISASI PRODUK KOPI ROBUSTA Andi Eko Wiyono; Dian Purbasari; Intan Hardiatama
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.12149

Abstract

Abstrak: Kelompok usaha tani kopi di Desa Kalibaru Manis mengalami beberapa permasalahan dalam pengelolaan hilirisasi pascapanen kopi Robusta. Permasalahan yang ada diantaranya keterbatasan pengetahuan, teknologi dan sarana dalam penanganan pasca panen kopi, dan juga pemasaran yang belum dikelola secara baik. Melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM), solusi yang diberikan yaitu melalui pendampingan dan pelatihan proses, penggunaan alat dan mesin penanganan pasca panen kopi dan juga pemasaran produk kopi kepada kelompok usaha tani kopi. Mitra kegiatan ini adalah anggota kelompok usaha tani kopi di Desa Kalibaru Manis yaitu KUB Srikandi, sebanyak 20 peserta. Teknik eEvaluasi dilakukan di akhir kegiatan melalui pengamatan dan wawancara langsung terkait respon peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa selama pelaksanaan pelatihan, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dan sekitar 90% peserta memahami proses, penggunaan alat dan mesin pasca panen kopi robusta. Abstract: The coffee farming group in Kalibaru Manis Village experienced several problems in the management of postharvest robusta coffee downstream. The problems that exist include limited knowledge, technology and facilities in handling post-harvest coffee, as well as marketing that has not been managed properly. Through the Community Partnership Program (PKM), the solution provided is through process assistance and training, the use of tools and machines for post-harvest handling of coffee and also the marketing of coffee products to coffee farming groups. The partners for this activity were members of the coffee farming group in Kalibaru Manis Village, namely KUB Srikandi, with a total of 20 participants. Evaluation techniques are carried out at the end of the activity through direct observation and interviews related to participant responses. The results of the activity showed that during the implementation of the training, the participants showed high enthusiasm and about 90% of the participants understood the process, use of tools and machines after the robusta coffee harvest. 
PELATIHAN PENGOLAHAN LIMBAH KOPI SEBAGAI TEH CASCARA DAN PRODUK KERAJINAN Setiyono Setiyono; Ayu Puspita Arum; Susan Barbara Patricia SM; Dyah Ayu Savitri; Fadli Firmansyah Andrean; Zalzabila Syafarinda Putri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.12403

Abstract

Abstrak: Desa Curahpoh merupakan salah satu penghasil kopi Robusta dan Arabika di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Pengolahan kopi menghasilkan limbah yang akan mencemari lingkungan jika tidak dikelola lebih lanjut. Limbah ini berpotensi diolah menjadi produk teh cascara dan kerajinan. Pengelolaan limbah ini menjadi potensi besar karena bahan baku gratis dan mengurangi tumpukan limbah pada lingkungan yang mendukung zero waste agriculture. Program pengabdian ini bertujuan melatih masyarakat Desa Curahpoh Bondowoso untuk mengolah limbah kopi menjadi teh cascara dan kerajinan. Kegiatan ini dilaksanakan melalui sosialisasi dan praktek pembuatan teh cascara dan boneka kerajinan kulit kopi. Peserta yang mengikuti kegiatan ini sejumlah 20 orang. Setelah mengikuti kegiatan ini, peserta memperoleh peningkatan keterampilan sebesar 97,5% dalam pembuatan teh celup cascara dan kerajinan kulit kopi. Bahkan peserta banyak melakukan inovasi terhadap produk yang dibuat selama kegiatan pengabdian dan mempromosikannya kepada masyarakat. Abstract: Curahpoh Village is one of the producers of Robusta and Arabica coffee in Bondowoso Regency, East Java. The results of coffee processing generate waste that will pollute the environment if not managed further. This waste has the potential to be processed into cascara tea products and crafts. This waste management has great potential because the raw materials are free and reduce the pile of waste in an environment that supports zero waste agriculture. This service program aims to train the people of Curahpoh Bondowoso Village to process coffee waste into cascara tea and crafts. This activity is carried out through socialization and practice of making cascara tea and coffee leather craft dolls. There were 20 participants who took part in this activity. After participating in this activity, participants gained 97,5% of hard skills in making cascara tea bags and coffee leather crafts. In fact, many participants made innovations to the products made during service activities and promoted them to the community. 
UPAYA PENCEGAHAN ANEMIA MELALUI DETEKSI DINI DAN PELATIHAN PEMERIKSAAN HEMOGLOBIN (HB) Rosdiana Mus; Presly G Siahaya; Dylan Tamalsir; Mutmainnah Abbas; Melda Yunita; Intania Riska Putrie; Titin Agustina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.12019

Abstract

Abstrak: Masalah gizi yang paling umum dan sulit diatasi secara global yaitu anemia. Prevalensi kejadian anemia masih sangat tinggi terutama pada usia 5-14 tahun. Maluku termasuk salah satu provinsi dengan angka kejadian anemia yang masih tinggi. Deteksi anemia dapat dilakukan dengan melakukan skrining pemeriksaan hemoglobin secara berkala. Remaja putri pada umumnya memiliki pola diet tidak sehat dan dapat memicu risiko anemia. Sehubungan dengan hal tersebut perlu dilakukan kegiatan pencegahan anemia melalui deteksi dini dengan pemeriksaan dan pelatihan penggunaan alat sederhana pemeriksaan hemoglobin pada pihak sekolah. Kegiatan dilaksanakan pada 15 November 2022 di SMAN 3 Salahutu, Maluku tengah dengan jumlah peserta 142. Tahapan kegiatan dimulai dengan pendaftaran subjek, pengukuran tinggi dan berat badan dan pemeriksaan hemoglobin. Selain itu, memberikan pelatihan kepada guru untuk melakukan pemeriksaan Hb secara berkala. Hasil menunjukkan bahwa jumlah responden kelas X sebanyak 33, kelas XI sebanyak 61 dan kelas XII sebanyak 48 responden dengan rentang usia dari 14 hingga 19 tahun. Hasil pemeriksaan Hb menunjukkan nilai minimum pemeriksaan Hb ada 8, 24 g/dL dan maksimum 16,47 g/dL. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rata-rata responden mempunyai kadar hemoglobin normal.Abstract: The most common and difficult nutritional problem globally is anemia. The prevalence of anemia is still very high, especially at the age of 5-14 years. Maluku is one of the provinces with a high incidence of anemia. Anemia detection can be done by screening hemoglobin examination periodically. Adolescent girs generally have unhealthy diet patterns and can trigger the risk of anemia. In this regard, it is necessary to carry out activities to prevent anemia through early detection through Hemoglobin examination. The activity was held on 15 November 2022 at SMAN 3 Salahutu, Maluku Tengah with 142 participants. The activity phase began with subject registration, measuring height and weight and checking hemoglobin. In addition, providing training to teachers to carry out regular Hb checks. The results showed that the number of respondents in class X was 33, class XI was 61 and class XII was 48 respondents with an age range from 14 to 19 years. The results of the Hb examination showed that the minimum value of the Hb examination was 8.24 g/dL and the maximum was 16.47 g/dL. The results showed that the average respondent had a normal hemoglobin level.  
TATA KELOLA PESANTREN: PENERAPAN STRUKTUR ORGANISASI ENTITAS BERORIENTASI NON LABA DI PONDOK PESANTREN KABUPATEN BANDUNG Rr. Sri Saraswati; Wahdan Arum Inawati; Fajra Octrina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.12653

Abstract

Abstrak: Pondok Pesantren Modern As-Suruur yang terletak di Desa Pameungpeuk – Banjaran, memiliki komponen mutu lulusan, proses pembelajaran, mutu guru dan manajemen sekolah yang dinilai baik sehingga terakreditasi A oleh Badan Akreditasi Nasional/Madrasah (BAN-SM). Sosialisasi tentang penerapan 5 prinsip tata kelola yang baik yaitu transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, kemandirian dan kewajaran harus dapat diterapkan di institusi pondok pesantren agar dapat meningkatkan kinerja yang efektif dan efisien. Pelaksanaan tata kelola yang baik dimulai dalam menetapkan struktur organisasi dan individu yang terlibat dalam kepengurusan pondok pesantren. Penjelasan mengenai struktur organisasi dan uraian pekerjaan serta tanggung jawab setiap pengurus harus dapat dijelaskan dengan baik dan transparan. Pembelajaran mengenai perlunya sistematika struktur organisasi yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi menjadi tujuan dari pengabdian masyarakat ini. Setiap individu pengurus dalam struktur organisasi harus dijelaskan di dalam profil kepengurusan dengan memuat nama lengkap, pendidikan serta tanggung jawab pekerjaannya. Penerapan struktur organisasi yang transparan dan jelas menghindari adanya praktik korupsi dan kolusi serta memudahkan pencapaian tujuan pesantren As-Suruur sehingga akan meningkatkan reputasi pesantren. Dari hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa 90,52% peserta setuju bahwa kegiatan ini direspon dengan baik oleh masyarakat sasar. Abstract: The As-Suruur Modern Islamic Boarding School which is located in Desa Pamempeuk– Banjaran, has components of graduate quality, learning process, teacher quality and school management which are considered good so that it is accredited A by the National Accreditation Board/Madrasah (BAN-SM). Dissemination of the application of the 5 principles of good governance namely transparency, accountability, responsibility, independence and fairness must be implemented in Islamic boarding schools in order to improve effective and efficient performance. The implementation of good governance begins with establishing the organizational and individual structures involved in managing Islamic boarding schools. An explanation of the organizational structure and job descriptions as well as the responsibilities of each administrator must be clearly explained and transparent. Learning about the need for a systematic organizational structure that is tailored to the needs of the organization is the goal of this community service. Each individual administrator in the organizational structure must be explained in the management profile, including full name, education and job responsibilities. A transparent and clear organizational structure avoids corruption and collusion practices and facilitates the achievement of the goals of the As-Suruur pesantren so that it will enhance the reputation of the pesantren. The results of this community service activity showed that 90.52% of participants agreed that this activity was well received by the target community.