cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,084 Documents
PEMBUATAN RENCANA BISNIS UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING UMKM PERTANIAN YANG TERDAMPAK PANDEMI Rici Solihin; Mirza Hedismarlina Yuneline
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.11801

Abstract

Abstrak: Permasalahan yang sering dihadapi oleh pengusaha terutama pemilik usaha rintisan adalah kurangnya perencanaan yang matang karena terlalu fokus pada pembuatan produk yang akan dijual tanpa memperhatikan aspek lain yang lebih utama dalam mengawali usaha. Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah untuk membantu pendamping UMKM agar dapat memahami model bisnis para pelaku UMKM Pertanian sehingga dapat membantu UMKM Pertanian yang terdampak pandemi di Kabupaten Bandung Barat untuk dapat berinovasi terhadap perubahan yang diperlukan khususnya dalam meningkatkan daya saing bisnis di masa pandemi. Metode pelaksanaan kegiatan PkM dilakukan secara dinamis tidak hanya bersifat ceramah tetapi juga melakukan simulasi pembuatan rencana bisnis yang dipadukan dalam permainan dan praktek agar suasana menyenangkan guna merangsang kreativitas dan inovasi dengan indikator keberhasilan melalui ketajaman analisis berdasarkan analisis SWOT dan Business Model Canvas. Mitra dari kegiatan PkM ini adalah 23 pendamping UMKM dari Bank Rakyat Indonesia dengan objek observasi adalah 4 (empat) UMKM Pertanian dengan menunjukkan hasil rata-rata penilaian analisis sebesar 89,5%. Dari hasil PkM ini teridentifikasi bahwa kekuatan UMKM pertanian ini adalah luasnya lahan, pengalaman dan teknologi budidaya dimiliki serta komoditas yang unik. Secara keseluruhan UMKM pertanian memiliki kelemahan keterbatasan akan modal.Abstract: The problem that is often faced by entrepreneurs, especially start-up business owners, is the lack of careful planning because they are too focused on making products to be sold without paying attention to other important aspects of starting a business. The purpose of this Community Service is to help MSME companions to understand the business model of Agricultural MSME so that they can assist the Agricultural MSME in West Bandung Regency to be able to innovate towards the changes needed, especially in increasing business competitiveness during pandemic. The method of implementing Community Service activities is carried out dynamically, not only in the form of lectures but also simulating the creation of a business plan which is integrated into games and practices in order to create the fun atmosphere to stimulate creativity and innovation with evaluation indicators are the analytical acumen based on SWOT and Business Model Canvas Analysis. The Partners of this Community Service are 23 (twenty-three) MSME companions from Bank Rakyat Indonesia and 4 (four) Agricultural MSMEs as objects of observation that showed the average result of analysis assessment of 89,5%. The results of the Community Service, it was identified that the strength of this agricultural MSME is the breadth of land, experience and cultivation technology owned as well as unique commodities. Overall, agricultural MSMEs have the weakness of limited capital.
HILIRISASI DAN OPTIMALISASI TEKNOLOGI EKSTRAKSI BERBASIS NANO TEKNOLOGI DI UMKM KELOMPOK TANI HARIANG JAYA BANTEN Edi Setiawan; Ari Widayanti; Hendi Saryanto; Resti Sintya Sari; Aisyah Syahfitri Oktaviani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.12709

Abstract

Abstrak: Salah satu daerah yang terdampak Covid-19 adalah Desa Hariang Jaya Lebak Banten yang merupakan daerah penghasil jahe. Pemanfaatan jahe di desa tersebut masih dilakukan dengan cara menjualnya secara mentah dengan harga yang relatif murah. Kegiatan ini dilakukan dengan cara memberikan pelatihan (workshop) kepada masyarakat agar jahe yang dihasilkan dapat diproduksi kembali menjadi produk yang bernilai tinggi. Pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat ini diikuti oleh 35 orang dan dilaksanakan selama 1 hari dengan 3 materi meliputi: formulasi serta praktik pembuatan ginger care dan jahe candy, sharing petani millenial, dan strategi digital marketing. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test didapati pemahaman peserta mengenai formulasi ginger care dan jahe candy meningkat signifikan dari 72% menjadi 94%. Kemudian hasil pre-test dan post-test strategi digital marketing mengalami kenaikan dari 54% menjadi 82%. Diharapkan peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang telah diberikan dengan optimal dalam memanfaatkan jahe merah menjadi suatu produk yang bernilai jual tinggi. Abstract: One of the areas affected by Covid-19 is Hariang Jaya Village, Lebak Banten, which is a ginger-producing area. Ginger is still used in the village by selling it raw at a relatively cheap price. This activity is carried out by providing training (workshops) to the community so that the ginger produced can be re-produced into high-value products. The training, which aims to increase community knowledge and skills, was attended by 35 people and was held for 1 day with 3 materials covering: formulation and practice of making ginger care and ginger candy, sharing millennial farmers, and digital marketing strategies. Based on the results of the pre-test and post-test, it was found that participants' understanding of the ginger care and ginger candy formulations increased significantly from 72% to 94%. Then the results of the pre-test and post-test of digital marketing strategies increased from 54% to 82%. It is hoped that the participants will be able to optimally implement the knowledge that has been given in utilizing red ginger into a product that has high selling value.  
SOSIALISASI PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK DENGAN MENGGUNAKAN MAGGOT BLACK SOLDIER FLY Rika Yayu Agustini; Winda Rianti; I Putu Eka Wijaya
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.12705

Abstract

Abstrak: Sampah organik terus mengalami peningkatan dan menyebabkan permasalahan yang serius. Sampah organik yang tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan berbagai masalah seperti kesehatan, pencemaran badan air, pencemaran udara serta lingkungan. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyakarat serta mengurangi penimbunan sampah organik di Desa Malangsari dengan memanfaatkan Maggot Black Soldier Fly. Metode yang digunakan adalah sosialisasi kepada mitra yang terdiri dari masyarakat Desa Malangsari Kecamatan Pedes Kabupaten Karawang sebanyak 24 orang. Evaluasi dilaksanakan dengan cara mitra mengisi formulir Pre-Test dan Post-Test. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat sebesar 75% dalam memanfaatkan timbunan sampah organik, baik yang berasal dari limbah rumah tangga maupun limbah pertanian lainnya. Selain itu, dengan adanya sosialisasi ini juga dapat meningkatkan minat masyarakat dalam membudidayakan Maggot BSF sehingga terjadi juga peningkatan sosial ekonomi masyarakat dengan penjualan produk maggot kering untuk pakan ternak unggas dan pupuk organik sebagai media tanam organik. Abstract: Organic waste continues to increase and causes serious problems. Organic waste that is not handled properly will cause various problems such as health, pollution of water bodies, air pollution and the environment. The purpose of this activity is to increase the knowledge and skills of the community and reduce the accumulation of organic waste in Malangsari Village by utilizing the Maggot Black Soldier Fly. The method used is outreach to partners consisting of 24 people from Malangsari Village, Pedes District, Karawang Regency. Evaluation is carried out by partners filling out the Pre-Test and Post-Test forms. The results of the service show that there is an increase in public knowledge of 75% in utilizing organic waste piles, both from household waste and other agricultural waste. In addition, this socialization can also increase public interest in cultivating BSF Maggot so that there is also an increase in the socio-economic community by selling dried maggot products for poultry feed and organic fertilizer as an organic planting medium. 
PENINGKATAN KOMPETENSI MELALUI PELATIHAN INSTALASI LISTRIK DALAM DIKLAT PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Santi Triwijaya; Andri Pradipta; Fathurrozi Winjaya; Akhwan Akhwan; Trisna wati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.12808

Abstract

Abstrak: Teknisi yang tidak memiliki kualifikasi di bidang instalasi listrik dapat menghasilkan instalasi yang tidak aman. Untuk mengatasi kondisi tersebut diperlukan peningkatan keterampilan dari teknisi instalasi listrik melalui pendidikan non formal berbasis pada pengabdian kepada masyarakat (PKM) yaitu Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) Instalasi listrik. Tujuan dari pelaksanaan PKM adalah menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi dalam bidang instalasi listrik. Peserta DPM Instalasi Listrik pada bulan juni 2022 ada sejumlah 20 peserta dari SMK Negeri 1 Madiun yang berlangsung dari tanggal 20 Juni 2022 sampai dengan 22 Juni 2022. Evaluasi diklat dilaksanakan dengan pengamatan secara langsung kemampuan peserta untuk menghasilkan hasil instalasi listrik yang dapat menyalakan beban lampu. Rata-rata peningkatan kompetensi dari peserta diklat instalasi listrik adalah 29,5% dari 5 (lima) indikator pengamatan yaitu pengetahuan akan komponen peralatan instalasi listrik, fungsi setiap komponen, pengetahuan akan simbol komponen instalasi listrik, mampu membaca dan memahami wiring instalasi listrik, serta memiliki kompetensi dalam intalasi listrik. Abstract: Technicians who are not qualified in the field of electrical installations can result in unsafe and reliable installations. To overcome this condition, it is necessary to increase the skills of electrical installation technicians through non-formal education based on Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), namely Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) Instalasi listrik. The aim of implementing PKM is to produce qualified human resources in the field of electrical installation. There were 20 participants in the Electrical Installation DPM in June 2022 from SMK Negeri 1 Madiun which took place from June 20 2022 to June 22 2022. The training evaluation was carried out by directly observing the participants' ability to produce electrical installations that can light up the lamp. The average competency increase of electrical installation training participants was 29.5% as seen from 5 (five) observation indicators, namely knowledge of electrical installation equipment components, function of each component, knowledge of electrical installation component symbols, ability understand electrical installation wiring, and had competency in electrical installations. 
PELATIHAN MICROSOFT EXCEL DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN PENGOLAHAN DATA DALAM PERENCANAAN KONSTRUKSI BAGI MAHASISWA TEKNIK SIPIL Patrisius Valdoni Sandi; Claudius Lippershey Bright Caling; Antonius Walfino Teja; Vitalianus Aldo Marianto; Paulus Regianus Rahmat; Aurel Jeckson Kunang
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.12551

Abstract

Abstrak: Mahasiswa teknik sipil yang akan menjadi sumber daya manusia bidang konstruksimemiliki peran vital untuk beradaptasi memanfaatkan teknologi. Salah satu pemanfaatan teknologi yang sangat penting adalah microsoft excel sebagai alat yang dapat membantu mengolah, menghitung, dan menyimpulkan data berupa angka. Pengetahuan mahasiswa teknik sipil yang sangat minim terhadap pemanfaatan microsoft excel, menjadi dasar pelaksanaan kegi atan ini. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan meningkatkan pemahaman atas pemanfaatan dalam sektor konstruksi. Dengan pelatihan ini, diharapkan mahasiswa teknik sipil dapat dengan mudah memanfaatkan microsoft excel dalam tugas perkuliahan maupun dalam pekerjaan konstruksi. Kegiatan ini melibatkan 50 mahasiswa teknik sipil yang tergabung dalam UKM Cerpra Unika Santu Paulus Ruteng. Kegiatan ini diisi dengan uji pra dan pasca pelatihan, pelatihan, serta penyebaran kuesioner kualitas kegiatan. Pelatihan dinyatakan berhasil berdasarkan hasil uji pra-pelatihan dengan tingkat pengetahuan mahasiswa sebesar 51,75 (kurang) dan pasca-pelatihan meningkat signifikan sebesar 90,15 (sangat baik). Sedangkan berdasarkan hasil uji kuesioner, penilaian kualitas pelaksanaan pelatihan dinyatakan dalam kategori baik sekali (4,523). Abstract: Civil engineering students who will become human resources in the field of construction have a vital role to adapt to utilizing technology. One of the most important uses of technology is Microsoft Excel as a tool that can help process, calculate, and infer data in the form of numbers. The knowledge of civil engineering students who are very minimal about the use of microsoft excel, is the basis for implementing this activity. This activity aims to introduce and increase understanding of utilization in the construction sector. With this training, it is hoped that civil engineering students can easily utilize Microsoft Excel in lecture assignments and in construction work. This activity involved 50 civil engineering students who were members of the UKM Cerpra Unika Santu Paulus Ruteng. This activity is filled with pre- and post-training tests, training, and the dissemination of activity quality questionnaires. The training was declared successful based on the results of the pre-training test with a student knowledge rate of 51.75 (less) and post-training a significant increase of 90.15 (very good). Meanwhile, based on the results of the questionnaire test, the assessment of the quality of training implementation was stated in the very good category (4.523).  
EDUKASI DISMENOREA PADA REMAJA SEBAGAI UPAYA MENGURANGI KETIDAKNYAMANAN SELAMA MENSTRUASI Noviyati Rahardjo Putri; Kharisma Tristia Dewi; Madha Yuli Christiana; Na’ilah Salma Inas; Nabila Ramadhani; Iffah Indri Kusmawati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.12121

Abstract

Abstrak: Dismenorea merupakan salah satu ketidaknyamanan menstruasi yang sering dirasakan. Prevalensi dismenorea secara global mencapai 71,1% dan Indonesia sebesar 87,5%. Dampak dismenorea pada remaja meliputi rasa nyaman terganggu, aktifitas menurun, pola tidur dan selera makan terganggu, kesulitan berkonsentrasi sampai dengan menggangu sekolah. Pengetahuan sangat penting untuk membentuk perilaku seseorang terutama dalam menangani dismenorea. Pengetahuan yang cukup akan menjadi dasar penatalaksaan awal individu dalam mengurangi dismenorea yang dirasakan. Penyuluhan merupakan upaya perubahan perilaku manusia yang dilakukan melalui pendekatan edukatif. Tujuan dari kegiatan ini untuk agar remaja putri dapat mengatasi dismenore dengan tepat. Metode dari kegiatan ini berupa penyuluhan kepada remaja. Jumlah mitra yang menjadi sasaran adalah 7 remaja. Hasil yang dicapai adalah peningkatan pengetahuan remaja mengenai dismenorea dengan presentase hasil pretest yang dikategorikan berpengetahuan baik 14%, berpengetahuan cukup 71%, dan berpengetahuan kurang 14% setelah dilakukan penyuluhan didapatkan presentase hasil posttest dengan kategori berpengetahuan baik 71% dan berpengetahuan cukup 29%.Abstract: Dysmenorrhea is one of the most common menstrual discomforts. The prevalence of dysmenorrhea globally reaches 71.1% and Indonesia reaches 87.5%. The impact of dysmenorrhea on young women includes disturbed comfort, decreased activity, disturbed sleep patterns, disturbed appetite, disturbed interpersonal relationships, difficulty concentrating to disrupting school. Knowledge is very important to shape one's behavior, especially in dealing with dysmenorrhea. Adequate knowledge will be the basis for individual initial management in reducing perceived dysmenorrhea. Counseling is an effort to change human behavior through an educative approach. The purpose of this activity is for young women to be able to deal with dysmenorrhea properly. The method of this activity is in the form of providing training to youth. The number of partners who were targeted were 7 teenagers. The results achieved were an increase in the knowledge of young women about dysmenorrhea with the percentage of pretest results that recognized good knowledge of 14%, sufficient knowledge of 71%, and insufficient knowledge of 14% after counseling was carried out, the percentage of posttest results with good knowledge category was 71% and sufficient knowledge was 29%. 
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENGELOLAAN KEUANGAN BAGI PENGGIAT UMKM USIA MUDA Lucia Ari Diyani; Chita Oktapriana; Huda Aulia Rachman
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.12390

Abstract

Abstrak: Permasalahan yang dihadapi penggiat UMKM diantaranya adalah kesulitan melakukan pengelolaan keuangan dengan tertib dan benar. Tujuan kegiatan ini memberikan solusi sehingga peserta dapat memisahkan keuangan keluarga dengan keuangan usaha, mengetahui jumlah laba usaha, dapat melakukan analisis kelayakan untuk membuka cabang baru serta mampu memonitor perkembangan usaha. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan pendampingan, dengan mitra penggiat UMKM sebanyak 32 orang berusia 20-35 tahun. Evaluasi dilakukan dengan menyebarkan pretest dan posttest. Hasil evaluasi menunjukkan terdapat peningkatan pemahaman pengelolaan keuangan menjadi 88-100%, dari sebelumnya 25-63%. Tingkat kepuasan peserta adalah 92% menyatakan sangat puas dan 8% puas. Selain itu peserta berkeinginan mengikuti kegiatan lanjutan dengan memilih topik: 13% pencatatan persediaan, 25% perhitungan harga pokok penjualan dan terbanyak adalah 62% membutuhkan pelatihan dan pendampingan pelaporan pajak UMKM. Abstract: The problems faced by MSME activists include the difficulty in managing finances in an orderly and correct manner. The purpose of this activity is to provide a solution so that participants can separate family finances from business finances, find out the amount of operating profit, be able to carry out a feasibility analysis to open a new branch and be able to monitor business development. The method used is training and mentoring, with 32 MSME activist partners aged 20-35 years. Evaluation is done by spreading the pretest and posttest. The evaluation results show that there is an increase in understanding of financial management to 88-100%, from the previous 25-63%. The satisfaction level of the participants was 92% very satisfied and 8% satisfied. In addition, participants wished to take part in follow-up activities by selecting topics: 13% inventory recording, 25% calculation of cost of goods sold and the most was 62% requiring training and assistance in MSME tax reporting.  
PEMBERDAYAAN KADER PKK MELALUI PELATIHAN PENGELOLAAN TEPUNG GANYONG GARUT dan UBI UNGU SEBAGAI KETAHANAN PANGAN YANG SEHAT Wardiyah Wardiyah; Adin Hakim Kurniawan; Harpolia Cartika; Junaedi Junaedi; Purnama Fajri; Mochammad Rahmat
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.12001

Abstract

Abstrak: Keterampilan mengelola tepung dari bahan ubi ungu, ganyong dan garut sebagai sumber pangan belum banyak diketahui oleh kader PKK, yang mengakibatkan pemanfaatan umbi-umbian tersebut kurang dimanfaatkan masyarakat kelurahan Johar Baru. Konsumsi beras berlebih dapat menyebabkan risiko diabetes mellitus karena mengandung karbohidrat yang tinggi namun rendah serat. Dalam meningkatkan ketahanan pangan yang sehat diperlukan softskill melalui workshop dan training ibu kader PKK Kelurahan Johar Baru pada pengelolaan tepung ubi ungu ganyong dan garut. Metode yang digunakan pada program ini menggunakan presentasi, training dan demo. Mitra kegiatan ini berjumlah 25 orang kader PKK wilayah Kelurahan Johar Baru. Kegiatan pelatihan ini menghasilkan peningkatan keterampilan kader PKK sebesar 90,62%. Kesimpulan pemberdayaan masyarakat ini berdampak pada minat peserta dalam mengikuti pelatihan pengelolaan tepung.Abstract: The level of consumption of non-rice food sources is lower than that of rice. The commodities of purple yam flour, canna and arrowroot are underutilized by Indonesian people, who consider rice the primary source of carbohydrates. Excessive rice consumption can lead to the risk of diabetes mellitus because it contains high carbohydrates but low fibre. To improve healthy food, soft skills need through workshops and training for PKK cadres in Johar Baru Village on managing canna and arrowroot as alternative staples to maintain nutritional food security among families. With the presentation method, training and demonstration of flour making for PKK cadres with the aim of cadres having new knowledge to manage flour from purple yam, canna and arrowroot. This activity was implemented by 25 PKK cadres in the Johar Baru area. After participating in community service activities, the result was that PKK cadres better understood the management of making flour showed that 90,62%. 
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU KONSUMSI 5 PORSI SAYUR DAN BUAH UNTUK PENCEGAHAN HIPERTENSI PADA WANITA DEWASA Mohammad Jaelani; Muflihah Isnawati; Dian Luthfita Prasetya Muninggar; Meirina Dwi Larasati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.12791

Abstract

Abstrak: Vitamin dan antioksidan dalam sayur dan buah dapat menjadi faktor protektif terjadinya hipertensi. Rekomendasi anjuran konsumsi 5 porsi sayur buah di Indonesia hanya dilakukan oleh 4,6% penduduk Indonesia. Tujuan kegiatan pengabmas ini adalah meningkatkan pengetahuan dan perilaku konsumsi sayur buah sehingga menjadi kebiasaan makan sehat sehari-hari. Kegiatan ini merupakan kegiatan sosialisasi,menggunakan metode edukasi gizi dan demonstrasigizi kepada 31 wanita dewasa di RW X Kelurahan Pedurungan Tengah Kota Semarang. Kegiatan yang dilakukan adalah sosialisasi tentang Pesan Umum Gizi Seimbang, edukasi peningkatan konsumsi sayur buah dan demonstrasi olahan sayur buah. Sebanyak 92% peserta mengalami peningkatan pengetahuan tentang peningkatan konsumsi sayur buah. Ada peningkatan proporsi perilaku frekuensi konsumsi sayur 2-3 kali sehari (semula 77,42% menjadi 78,95%) dan >3 kali (semula 3,23% menjadi 10,53%). Ada peningkatan perilaku konsumsi buah harian ≥150 gram per sajian (68,42%). Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan tentang konsumsi sayur buah sebagai pesan umum gizi seimbang dan perubahan perilaku peningkatan konsumsi sayur buah sesuai anjuran porsi. Abstract: Fruits and vegetables contain vitamins and antioxidants has gained considerable interest as protecting against hypertension. In Indonesia, only 4.6% of the population consume five servings of fruits and vegetables intake recommendation. The purpose of carrying out this community service was to increase the knowledge and behavior of consuming fruits and vegetables therefore it could promote participant’s daily healthy eating behavior. The activities were including socialization,used nutrition education method, and demonstration for thirty-one adult women in RW X, Pedurungan Tengah, Semarang. The sequence of this projects were socialization on Balanced Nutrition Dietary Guidelines, education on increasing fruit and vegetables consumption, and also cooking video demonstrations of processed fruit and vegetables . There were 92% participants had an increase knowledge related with fruit and vegetables consumption. The proportion of the frequency of vegetables intake had increase 2-3 times a day (77.42% to 78.95%) and >3 times (3.23% to 10.53%). There was an increase in daily fruit consumption behavior ≥150 grams per serving (68.42%). This community service was succeeded in increasing fruits and vegetables consumption knowledge as a general message of balanced nutrition and behavioral changes in increasing fruits and vegetables consumption according to its intake recommended.  
PENINGKATAN KOMPETENSI KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM PELAYANAN KEFARMASIAN PADA SISWA FARMASI Agus Susanto; Heni Purwantiningrum; Meliyana Perwita Sari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.12288

Abstract

Abstrak: Pekerjaan kefarmasian mengalami perubahan paradigma dari beroinetasi pada produk (drug orientation) menjadi berorientasi pada pelayanan (patient orientation) atau yang disebut pharmaceutical care. Hal ini berdampak pada pelayanan kefarmasian tidak hanya sekadar memberikan obat kepada pasien, tetapi harus memastikan pasien mengonsumsi obat secara rasional untuk mencapai pengobatan yang optimal. Sayangnya masih banyak tenaga kefarmasian yang masih belum aktif memberikan informasi obat kepada pasien. Salah satu faktor adalah kurangnya kompetensi komunikasi yang dimiliki oleh tenaga farmasi. Oleh karena itu, kompentensi komunikasi perlu dipersiapkan sejak di bangku sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi komunikasi interpersonal siswa. Kegiatan pengabdian dilakukan kepada 37 siswa SMK Harapan bersama, Kota Tegal, dengan menggunakan metode penyuluhan. Hasil kegiatan ini memperlihatkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan berkomunikasi siswa. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya kenaikan 12,2% pengetahuan siswa. Kegiatan ini mendorong siswa untuk secara aktif meningkatkan kemampuan komunikasi dalam mempersiapkan diri untuk memasuki praktik di lapangan.Abstract: Pharmaceutical work has changed its paradigm from product-oriented (drug-oriented) to service-oriented (patient-oriented) or what is called pharmaceutical care. This has an impact on pharmaceutical services that do not only provide drugs to patients, but must ensure that patients consume drugs rationally to achieve optimal treatment. Unfortunately, there are still many pharmaceutical workers who are still not actively providing drug information to patients. One factor is the lack of communication competence possessed by pharmacy personnel. Therefore, communication competence needs to be prepared since school. This activity aims to improve students' interpersonal communication competencies. The service activity was carried out to 37 students of SMK Harapan Bersama, Tegal City, using the counseling method. The results of this activity showed an increase in students' knowledge and communication skills. Based on the pre-test and post-test results, there was a 12.2% increase in student knowledge. This activity encourages students to actively improve communication skills in preparing themselves to enter practice in the field.