cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,203 Documents
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN, PENDAMPINGAN, DAN PENGEMBANGAN DIVERSIFIKASI PRODUK BERBAHAN BAKU SINGKONG Atty Tri Juniarti; Bayu Indra Setia; Erry S. R. Pangestu; Erik Syawal Alghifari; Lira Mustika Sari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.15463

Abstract

Abstrak: Desa Gandamekar memiliki produk unggulan namun dalam pemanfaatannya belum dilakukan secara maksimal sehingga produksi hanya sebatas menjual tape singkong. Permasalahan selanjutnya yang umum dialami yaitu permasalahan keuangan terutama dalam penentuan harga jual. Pelaku UMKM masih menghitung penentuan harga produknya dengan mengira-ngira sehingga pelaku usaha tidak mengetahui apakah produk yang ditawarkan memberikan keuntungan ataukah sebaliknya. Dalam memberikan solusi ini dilaksanakan proses penyelesaian dengan tiga tahapan diantaranya analisis kebutuhan, sosialisasi dan pembinaan kegiatan produksi (diversifikasi produk), hingga sosialisasi dan pelatihan penentuan harga pokok produksi serta harga jual produk. Subjek penelitian berjumlah 55 pelaku UMKM di Desa Gandamekar Kabupaten Garut. Evaluasi pelaksanaan menggunakan kuesioner. Hasil menunjukkan pemahaman atas materi yang disampaikan mencapai 75,09 persen sehingga sosialisasi dan pelatihan dapat terkategorikan baik. Sosialisasi diversifikasi produk dengan mengenalkan ide kreatif pengolahan singkong yang dapat menginspirasi dalam meningkatkan nilai tambah serta mengetahui jenis biaya yang menjadi dasar perhitungan harga pokok produksi secara manual hingga melalui aplikasi.Abstract: Gandamekar Village has superior products but its utilization has not been carried out optimally so that production is only limited to selling cassava tape. The next problem that is commonly experienced is financial problems, especially in determining selling prices. MSME players still calculate the determination of the price of their products by guessing so that business actors do not know whether the products offered provide benefits or vice versa. In providing this solution, a settlement process is carried out with three stages including needs analysis, socialization and coaching of production activities (product diversification), to socialization and training on determining the cost of goods produced and selling prices of products. The research subjects amounted to 55 MSME actors in Gandamekar Village, Garut Regency. Evaluation of implementation using questionnaires. The results showed that the understanding of the material presented reached 75,09 percent so that socialization and training could be categorized well. Socialization of product diversification by introducing creative ideas for cassava processing that can inspire in increasing added value and knowing the types of costs that are the basis for calculating the cost of goods produced manually through the application.
PEMANFAATAN TANAMAN KELOR SEBAGAI UPAYA PENURUNAN ANGKA KEJADIAN STUNTING DAN PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI DESA TALAGENING, JAWA TENGAH Dyah Pikanthi Diwanti; Mutiara Dien Safitri; Evicenna Naftuchah Riani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.17503

Abstract

Abstrak: Desa Talagening merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Bobotsari. Angka kejadian stunting di Desa Talagening cukup tinggi yaitu berjumlah 23 balita yang bertumbuh pendek dan 4 balita bertubuh sangat pendek. Dari jumlah 23 balita tersebut terdapat 2 balita yang memiliki status gizi kurang. Upaya penurunan stunting terus dilakukan oleh pemerintah Desa Talagening. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam rangka penurunan stunting yaitu dengan pemberian makanan tambahan yang dapat memenuhi angka kecukupan gizi anak salah satunya dengan memanfaatkan bahan yang ada di masyarakat yaitu daun kelor.Pendekatan yang dilakukan dengan mengukur tingkat pemahaman stunting dari adanya pre dan post test, diskusi dan membuat produk makanan bergizi dari daun kelor. Data hasil pre test dan post test menunjukan peningkatan prosentase pemahaman peserta sebessar 80% dan adanya kesesuaian dengan kebutuhan dari masyarakat Kegiatan ini diikuti oleh 11 kader Nasyiatul Aisyiyah dan 10 remaja Desa Talagening. Untuk memecahkan masalah yang ada, dilakukan dengan beberapa metode kegiatan seperti ceramah, diskusi, dan praktik dalam kegiatan. Kegiatan ini merupakan upaya untuk penurunan angka stunting di wilayah Talagening. Upaya sosialisasi, pelatihan, pendampingan dan publikasi kegiatan menjadi rangkaian yang memiliki tujuan untuk pencegahan dengan melibatkan institusi pendidikan, kesehatan dan kader yang akan terjun ke masyarakat.Abstract: Talagening Village is one of the villages located in Bobotsari District. The incidence of stunting in Talagening Village is quite high, namely 23 toddlers who grow short and 4 toddlers with very short stature. Of the 27 toddlers, there are 2 toddlers who have less nutritional status. Efforts to reduce stunting continue to be carried out by the Talagening Village government. One of the efforts that can be made in the context of reducing stunting is by providing additional food that can meet the child's nutritional adequacy rate, one of which is by utilizing materials available in the community, namely Moringa leaves. This activity was attended by 11 Nasyiatul Aisyiyah cadres and 10 adults from Talagening Village. The approach taken is to measure the level of understanding of stunting from pre and posttests, discussions and making nutritious food products from Moringa leaves. To solve existing problems, it is carried out with several methods of activities such as lectures, discussions, and practice in activities. This activity is an effort to reduce stunting rates in the Talagening area. Socialization efforts, training, mentoring and publication of activities are a series that have a goal of prevention by involving educational institutions, health and cadres who will be involved in the community.
PEMBERDAYAAN REMAJA PUTRI MELALUI PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP PROGRAM PENDEWASAAN USIA PERKAWINAN Anieq Mumthiah Al Kautzar; Andi Dian Diarfah; ferawati Taherong; Nurfaizah Alza; Zelna Yuni Andryani; Firdayanti Firdayanti; Andi Mahdiyah Arif
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.16753

Abstract

Abstrak: Pendewasaan usia perkawinan tidak hanya sekedar menunda perkawinan hingga mencapai usia ideal, namun diharapkan remaja memiliki pengetahuan dan sikap yang baik dalam merencanakan keluarga, mempertimbangkan seluruh aspek yang berkaitan dengan kehidupan berkeluarga nantinya. Tujuan kegiatan ini agar remaja dapat memahami konsep Pendewasaan Usia Perkawinan sehingga lebih sadar akan pentingnya mempersiapkan fisik dan mental sehingga lebih siap nantinya dalam berkeluarga serta diharapkan remaja dapat menghindari seks bebas. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan memberikan pendidikan Kesehatan kepada remaja putri. Tahap akhir pada kegiatan ini adalah peserta mengisi kembali kuesioner posttest sebagai evaluasi untuk mengetahui perubahan pengetahuan dan sikap ramaja putri setelah pemberian materi. Hasil evaluasi menunjukkan tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah tercapai. Metode dan media yang digunakan dalam memberikan materi efektif dalam peningkatan pengetahuan dan sikap remaja putri.Abstract. Maturation of marriage age is not just delaying marriage until it reaches the ideal age, but it is expected that adolescents have good knowledge and attitudes in planning a family, considering all aspects related to family life later. The purpose of this activity is for adolescents to understand the concept of Maturity of Marriage Age so that they are more aware of the importance of preparing physically and mentally so that they are better prepared later in the family and it is hoped that adolescents can avoid free sex. The method used in this activity is to provide health education to adolescent girls. The final stage is for participants to fill out a post-test questionnaire as an evaluation to determine changes in the knowledge and attitudes of adolescent girls after providing material. The evaluation results show of community service activities have been achieved. The methods and media used in providing material effectively increase adolescent girl's knowledge and attitudes.
PENDAMPINGAN PENYUSUSUNAN KURIKULUM PESANTREN BERBASIS DAKWAH DAN KADERISASI DI LKSA PANTI ASUHAN MUHAMMADIYAH DI KABUPATEN PONOROGO Nurul Abidin; Riyanto Riyanto; Asih Asih; Alif Dian Safitri; Safitri Windi Handayan; Ella Rodia; Astiti Amalia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.16140

Abstract

Abstrak: Muhammadiyah Children Center (Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak-LKSA) di kabupaten Ponorogo sampai dengan tahun 2022 jumlahnya 16 lembaga dengan sekitar 788 anak asuh yang tersebar di 9 Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) di Kabupaten Ponorogo. Dalam pelaksanaannya setiap lembaga dalam menerapkan manajemen pendidikannya masih berjalan sendiri-sendiri, belum ada kurikulum yang seragam yang diterapkan. Maka, tujuan dari kegiatan ini adalah menyusun kurikulum LKSA berbasis pesantren yang dapat digunakan secara seragam oleh semua LKSA panti asuhan Muhammadiyah di Ponorogo. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pendampingan terhadap 16 pimpinan LKSA Muhammadiyah se Ponorogo secara luring. Tim penyususn pertama kali membuat draf kurikulum, kemudian draft ini dibawa ke forum workshop untuk digodok, dan menampung semua saran dan masukan dari seluruh pimpinan LKSA agar kurikulum sesuai dengan kebutuhan pemakai. Langkah terakhir, kurikulum ini dirapatkan kembali oleh tim penyusun untuk disempurnakan, dan selanjutnya disahkan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Ponorogo. Hasil dari kegiatan ini tersusunnya berupa sebuah kurikulum pesantren berbasis dakwah dan kaderisasi di LKSA panti asuhan Muhammadiyah di kabupaten Ponorogo, yang telah disahkan oleh PDM, dan telah dilounching pada Musyawarah Daerah ke 11 Muhammadiyah dan Aisyiyah Ponorogo.Abstract: Muhammadiyah Children Center (Child Social Welfare Institution-LKSA) in Ponorogo district until 2022 there are 16 institutions with around 788 foster children spread over 9 Muhammadiyah Branch Leaders (PCM) in Ponorogo Regency. In practice, each institution in implementing its educational management is still running separately, there is no uniform curriculum that has been implemented. So, the purpose of this activity is to develop a pesantren-based LKSA curriculum that can be used uniformly by all LKSAs of Muhammadiyah orphanages in Ponorogo. The method used in this service is offline assistance to all LKSA Muhammadiyah leaders in Ponorogo. The drafting team first made a draft of the curriculum, then this draft was brought to the workshop forum to be discussed, and accommodated all suggestions and input from all LKSA leaders so that the curriculum was in accordance with user needs. The last step, this curriculum was brought together again by the drafting team to be perfected, and then ratified by the Muhammadiyah Ponorogo Regional Leadership. The results of this activity are in the form of a pesantren curriculum based on da'wah and regeneration at the LKSA Muhammadiyah orphanage in Ponorogo district, which has been approved by PDM, and has been launched at the 11th Regional Conference of Muhammadiyah and Aisyiyah Ponorogo.
Edukasi Pirolisis Sampah Plastik Menjadi Bahan Bakar Alternatif Skala Rumah Tangga Lusi Ernawati; Rizqy Romadhona Ginting; Muhammad Imron Zamzani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.17444

Abstract

Abstrak: Plastik menyumbang 17% dari produksi sampah serta menempati urutan ketiga penyumbang sampah terbesar TPA Kota Balikpapan, setelah kertas, sisa makanan dan sampah rumah tangga lainnya. Sampah plastik sangat sulit dimusnahkan, sehingga mengakibatkan penuhnya lahan penampungan sampah (landfill). Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi penerapan teknologi pirolisis sampah plastik menjadi bahan bakar. Diharapkan wawasan masyarakat tentang teknologi pirolis sampah plastik juga semakin terbuka seiring dengan issu pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) dengan merujuk kota Balikpapan menjadi kota layak huni dan berwawasan lingkungan. Edukasi ini dikemas dalam bentuk sosialisasi dan demonstrasi alat pirolisis secara langsung dengan dihadiri 32 warga masyarakat Giri Mulyo RT 24. Evaluasi dilakukan dengan perhitungan hasil kuisioner kepuasan masyarakat terhadap pelaksanaan program kegiatan. Dari hasil evaluasi kuisioner diperoleh bahwa peningkatan wawasan warga tentang edukasi pirolisis sampah plastik baik sebesar 90% dengan indeks capaian tertinggi sebesar 96,3% dari warga memberikan respon positif pada survey akses kemudahan dalam memperoleh bahan baku sampah plastik. Sedangkan indeks capaian terendah sebesar 57,8% dari warga menilai bahwa teknologi pirolisis sampah plastik masih sulit untuk dikembangkan dan diterapkan secara massal.Abstract:  The third highest contributor to garbage in Balikpapan City TPA, behind paper, food waste, and other home waste, is plastic, which accounts for 17% of waste production. Due to how challenging it is to destroy plastic garbage, landfills are frequently filled. By using pyrolysis technology to convert plastic trash into fuel, this program aims to educate the communities. The subject of moving the National Capital (IKN) is becoming more widely discussed, and Balikpapan is being referred to as a living and environmentally friendly city, which has increased public awareness of pyrolysis technology for plastic waste. There are 32 participants from Giri Mulyo from RT 24 joined in this program, which was done as a direct socialization and demonstration. From the questionnaire evaluation, it was found that the knowledge of Giri Mulyo residents was increase regarding plastic waste pyrolysis education was good by 90% with the highest achievement index being 96.3% of residents giving positive responses to the survey on easy access to obtaining plastic waste raw materials. Meanwhile, the lowest achievement index was 57.8% of residents who considered that plastic waste pyrolysis technology was still difficult to develop on a large community.   
PENDAMPINGAN GURU MATEMATIKA KELOMPOK SARAYA DALAM MENGEMBANGKAN PERANGKAT PEMBELAJARAN PERAGA DIGITAL Maximus Tamur; Kristianus Viktor Pantaleon; Fransiskus Nendi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.16874

Abstract

Abstrak: Bukti menunjukkan bahwa pengetahuan kontek teknologi para guru memiliki dampak pada niat mereka untuk menggunakannya di kelas. Musawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) SARAYA merupakan salah satu kelompok guru di Kecamatan Satarmese Kabupaten Manggarai NTT yang menyadari peran dan manfaat teknologi tetapi tidak memiliki pengetahuan yang memadai untuk menggunakannya dalam kelas. Untuk alasan tersebut maka kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini akan mengajak 22 orang guru yang tergabung dalam MGMP SARAYA untuk menggunakan teknologi dan memiliki skill didaktis yang seimbang dalam memanfaatkannya. Untuk mencapai tujuan tersebut maka PKM ini fokus pada workshop pengembangan perangkat pembelajaran berbasis alat peraga digital selama dua pertemuan. Perangkat yang dikembangkan dibantu dengan visualisasi menggunakan alat peraga maya seperti geogebra, cabri, cabri express, dan g-skecth. Dari hasil analisis terhadap respon peserta, para guru menyadari kegunaan teknologi (90,2%) dan juga mereka meyakini teknologi dapat membantu para guru dalam pembelajaran (87,4%). Hasil analisis keseluruhan kegiatan menemukan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan dapat digunakan oleh guru dan berpotensi meningkatkan minat siswa dalam belajar matematika.Abstract: Evidence shows that teachers' contextual knowledge of technology has an impact on their intention to use it in the classroom. SARAYA's Subject Teacher Conference (MGMP) is a group of teachers in Satarmese District, Manggarai Regency, NTT who are aware of the role and benefits of technology but do not have sufficient knowledge to use it in class. For this reason, this community service activity will invite 22 teachers who are members of the SARAYA MGMP to use technology and have balanced didactic skills in utilizing it. To achieve this goal, this PKM focused on developing digital visual aids-based learning tools workshops for two meetings. The developed device is aided by visualization using virtual props such as Geogebra, Cabri, Cabri Express, and g-sketch. From the analysis of the participant's responses, teachers are aware of the usefulness of technology (90.2%) and they also believe technology can help teachers in learning (87.4%). The results of the analysis of the entire activity found that the learning tools developed could be used by teachers and had the potential to increase students' interest in learning mathematics.
EDUKASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN HOME REMEDIES UNTUK MENGURANGI MASALAH KESEHATAN MENTAL Nily Su'aida; Yulistia Budianti Soemarie; Karina Erlianti; Sabit Tohari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.15884

Abstract

Abstrak: Masalah kesehatan mental merupakan salah satu permasalahan kesehatan nasional yang masuk dalam prioritas program kesehatan nasional. Fakta menjukkan bahwa 1 dari 3 remaja dengan usia 10-19 tahun di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental. MAN 2 Model Banjarmasin merupakan salah satu sekolah percontohan dengan berbagai kegiatan akademik yang diantaranya dapat menjadi faktor pencetus terjadinya gangguan kesehatan mental seperti academic stress dan bullying. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait pentingnya menjaga kesehatan mental serta memberikan pelatihan pembuatan home remedies sebagai terapi sederhana untuk membantu mengurangi masalah kesehatan mental. Mitra pada pengadian ini yaitu siswa kelas X MAN 2 Model Banjarmasin berjumlah 37 siswa. Metode yang digunakan yaitu pemberian penyuluhan, hipnomotivasi, diikuti dengan pelatihan pembuatan home remedies. Hasil yang diperoleh dari kegiatan PKM ini yaitu mitra mendapatkan ilmu pengetahuan terkait kesehatan mental yang ditunjukkan dari peningkatkan rata-rata nilai pre-test dan post-test sebesar 33% serta keterampilan dalam pembuatan home remedies yang dapat digunakan untuk terapi alternatif dalam mengurangi masalah kesehatan mental.Abstract: Mental health disorders are national health problems that are included in the priorities of the national health program. It is reported that one in three adolescents aged 10-19 in Indonesia experience mental health disorders. It is known that school is a risk factor for mental health disorders. MAN 2 Model Banjarmasin is a school with various academic activities that can trigger mental health disorders such as academic stress and bullying. The implementation of this community service activity (PKM) aims to provide education related to the importance of maintaining mental health and training in making home remedies as a simple therapy to help reduce mental health problems. A total of 37 students from the MAN 2 Model Banjarmasin participated in this public service. The methods used were counseling and hypnomotivation followed by training in making home remedies. The results obtained from this PKM are that partners gain knowledge related to mental health, as shown by an increase in the average pre-test and post-test scores by 33%, and skills in making home remedies that can be used for alternative therapy in reducing mental health problems.
PENGUATAN BRANDING DAN PROMOSI DESA WISATA NGIDAM MUNCAR MELALUI EKSISTENSI WEBSITE Andika Drajat Murdani; Haryo Kusumo Aji; Wirid Winduro
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 4 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i4.9119

Abstract

Abstrak: Pengembangan desa wisata dianggap mampu menunbuhkembangkan ekonomi masyarakat pedesaan secara lebih merata, sesuai dengan agenda prioritas sektor pariwisata Indonesia. Hal inilah yang ditangkap oleh Desa Muncar, dengan langkah mengembangkan Desa Wisata Ngidam Muncar. Namun, terdapat keterbatasan dalam branding dan promosi desa, terutama melalui website, karena keterbatasan kapabilitas tim BUMDes Muncar Makmur. Kegiatan pengabdian ini bertujuan membangun website untuk menguatkan branding dan promosi Desa Wisata Ngidam Muncar, serta memberikan pelatihan pengelolaan website, agar website dapat eksis dengan pengelolaan mandiri. Metode yang dilakukan melalui pelatihan, praktikum dan pendampingan. Mitra utama adalah Pemerintah Desa Muncar. Pelatihan branding dan promosi secara umum diberikan kepada perangkat desa secara umum, terutama Pokdarwis, sementara pelatihan, praktikum dan pendampingan pengelolaan website secara khusus dengan BUMDes Muncar Makmur sebagai pihak yang bertugas menangani promosi digital. Kegiatan menghasilkan sebuah website yang dikemas dengan skema branding khas desa wisata, dan peningkatan softskill peserta dalam branding dan promosi, termasuk pengelolaan website.Abstract: The development of tourist villages is considered to develope the rural communities economic, in accordance with the priority agenda of the Indonesian tourism sector. Muncar Village captured by developing the Ngidam Muncar Tourism Village. However, there are weaknesses in village branding and promotion, especially through the website, due to the limited capability of the Muncar Makmur BUMDes team. This activity aims to build a website to strengthen Ngidam Muncar branding and promotion, by providing website management training. The method implemented through training, practicum and mentoring. The main partner is the Muncar Village Government. Branding and promotion training are generally given to village officials in general, especially Pokdarwis, while training, practicum and website management assistance are specifically with BUMDes Muncar Makmur as the party in charge of handling digital promotions. The activity success to produce a website that is packaged with a typical tourist village branding scheme, and increases the soft skills of participants in branding and promotion, including website management.
EDUTAINMENT KADARZI 1000 HPK SEBAGAI UPAYA ZERO NEW STUNTING Berliana Devianti Putri; Winda Kusumawardani; Rizky Amalia Sinulingga; Elfira Nanda Virgyta Saputra; Aldila Deselma Mubarrokah; Dwi Setiani Sumardiko; Lailatul Muqmiroh; Amillia Kartika Sari; Muhaimin Muhaimin; Anisa Fitri Syabania
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.17549

Abstract

Abstrak: Stunting dapat mempengaruhi kualitas sumber daya manusia sehingga dapat menjadi hambatan pembangunan nasional. Stunting dapat dicegah melalui optimalisasi gizi 1000 HPK setiap individu baru. Berdasarkan Kemenkes 2021 Kabupaten Blora memiliki prevelensi stunting sebesar 21,5%. Besaran ini lebih tinggi dibandingkan dengan prevelensi stunting di Provinsi Jawa Tengah yaitu sebesar 20,9%. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan status kesehatan perempuan berusia remaja hingga dewasa sebagai upaya pencegahan  stunting baru. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa  penyuluhan stunting, penerapan keluarga sadar gizi (KADARZI) 1000 HPK (Hari Pertama Kelahiran),  dan praktik pengolahan pangan sesuai angka kecukupan gizi di wilayah Kecamatan Bogorejo, Blora, Jawa Tengah. Peserta kegiatan ini diikuti sebanyak 75 orang meliputi ibu kepala desa, kader posyandu, ibu balita stunting, serta ibu hamil KEK di lingkungan Kecamatan Bogorejo. Pengetahuan peserta sebelum mendapatkan materi rata-rata 79.30 dan meningkat secara signifikan setelah mendapatkan materi, yaitu rata-rata sebesar 84.21 (p-value=0.001). Edutaiment KADARZI 1000 HPK berjalan sukses dan telah mencapai indikator keberhasilan sebagai upaya peningkatan pengetahuan dalam rangka mencegah terjadinya stunting baru.Abstract:  Stunting can affect the quality of human resources so that it can become an obstacle to national development. Stunting can be prevented through optimizing the nutrition of 1000 HPK every new individual. Based on the Ministry of Health 2021, Blora Regency has a stunting prevalence of 21.5%. This rate is higher than the stunting prevalence in Central Java Province, which is 20.9%. This activity aims to increase knowledge of the health status of women aged adolescents to adults as an effort to prevent new stunting (zero new stunting). Community service activities in the form of stunting counseling, (edutainment) implementation of a nutrition-aware family (KADARZI) 1000 HPK (First Day of Birth), and food processing practices according to the Nutritional Adequacy Rate in the bogorejo sub-district area, Blora, Central Java. The participants of this activity were 75 people, including village heads, posyandu cadres, mothers of stunting toddlers, and pregnant women with SEZ in Bogorejo sub-district. The participants' knowledge before getting the material averaged 79.30 and increased significantly after getting the material, which became an average of 84.21. Based on edutaiment indicators, KADARZI 1000 HPK is considered successful. 
PENINGKATAN KAPASITAS KEGEMPAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM DESA TANGGUH BENCANA Fadlurrahman Fiqi Salman; Kusnandar Kusnandar; Sugihardjo Sugihardjo
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.16955

Abstract

Abstrak: Gempa bumi tidak seperti bencana alam lainnya yang dapat diprediksi, namun manusia dapat mengurangi risiko bencana melalui Pengurangan Risiko Bencana (PRB). Program PRB yang berlaku di Indonesia saat ini adalah Program Desa Tangguh Bencana (Destana). Desa Santong Mulia memiliki beberapa masalah bencana yaitu tingkat risiko gempa bumi tinggi, tingkat kerugian tinggi terhadap gempa bumi, termasuk 17 desa dengan indeks kerentanan sosial tinggi, dan tingkat kapasitas ketangguhan rendah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan kegempaan Tim Siaga Bencana Desa (TSBD) melalui program destana, agar memiliki kapasitas serta kemandirian dalam penanggulangan bencana tingkat desa. Mitra pengabdian masyarakat adalah TSBD Santong Mulia berjumlah 20 orang. Metode yang digunakan adalah sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan. Evaluasi peningkatan pengetahuan kegempaan melalui pemberian pre-test dan post-test. Hasil evaluasi terdapat peningkatan pengetahuan mitra sebesar 45%. Hasil wawancara dan observasi ditemukan perubahan kapasitas Masyarakat pada aspek sumber pengetahuan bencana, paradigma penanggulangan bencana, pengetahuan bencana dan PRB, dokumen penanggulangan bencana desa, dan pelaksanaan PRB tingkat desa.Abstract: Earthquakes are not like other predictable natural disasters, but humans can reduce disaster risks through Disaster Risk Reduction (DRR). The DRR program in Indonesia is Disaster Resilient Village, as known as Desa Tangguh Bencana (Destana). Santong Mulia Village has disaster-related problems, namely a high level of earthquake risk, a high level of loss to earthquakes, 17 villages with a high social vulnerability index, and a low level of resilience capacity. This community service activity aims to improve knowledges, attitudes, and skills of the Disaster Preparedness Team as known as Tim Siaga Bencana Desa (TSBD), through the Destana Program. The participant is TSBD Santong Mulia with 20 people. The methods were socialization, training, and mentoring. The evaluation of knowledge improvement was carried out through giving pre and posttest. The participant knowledge was increased by 45%. The capacity level has changed such as disaster knowledge sources, disaster management paradigms, disaster and DRR knowledge, disaster management documents, and village-level DRR implementation.