cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,203 Documents
PENERAPAN IPTEK PRODUKSI PAKAN IKAN PADA KELOMPOK PEMBUDIDAYA IKAN LELE Rini Mastuti; Muhammad Fuad; Muhammad Fauzan Isma
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.15780

Abstract

Abstrak: Pakan merupakan kebutuhan krusial yang sangat dibutuhkan dalam melakukan budidaya ikan. Kebutuhan akan pakan dalam usaha dapat mencapai 60% dari total biaya produksi. Tingginya harga pakan pabrikan dipasaran mengakibatkan meningkatknya biaya produksi sehingga menurunkan pendapatan pembudidaya, kondisi tersebut memerlukan inovasi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Pokdakan “Tiara Jaya” yang berada di Desa Bayeun Kabupaten Aceh Timur sebagai usaha kecil menengah (UKM) sangat membutuhkan solusi terhadap ketergantungan pada pakan pabrikan. Tim pengusul Pengembangan IPTEK bagi Masyarakat (PPIBM) Universitas Samudra melakukan inovasi memanfaatkan mesin pembuatan pakan mandiri berbahan dasar bensin. Tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah menjadikan UMKM mampu memproduksi pakan mandiri dengan penerapan IPTEK yang ada. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah metode Pemberdayaan Masyarakat berbasis Partisipatif yaitu Participatory Rural Appraisal (PRA) yaitu melibatkan pihak Mitra secara aktif bersama dengan Tim PKM. Kegiatan ini melibatkan 11 orang anggota mitra, 3 dosen dan 3 orang mahasiswa. Bedasarkan hasil evaluasi yang dilakukan dengan melihat tingkat kemampuan dalam mengolah pakan ikan lele, sdm mitra mengalami peningkatan skill sebesar 80%. Penilaian didasari dari hasil analisis kuisioner yang dibagikan sebelum dan sesudah kegiatan, meliputi skill memilih bahan pakan, modifikasi bahan pakan dan mengolah pakan. Berdasarkan evaluasi program, biaya produksi pakan mandiri biayanya relatif lebih hemat daripada pakan pabrikan.Abstract: Feed is a crucial need that is needed in fish farming. The need for feed in business can reach 60% of the total production cost. The high price of manufactured feed in the market has resulted in increased production costs thereby reducing farmers' income, these conditions require innovation to overcome these problems. Pokdakan "Tiara Jaya" located in Bayeun Village, East Aceh District as a small and medium enterprise (UKM) really needs a solution to dependence on manufactured feed. The team proposing Science and Technology Development for Society (PPIBM) Universitas Samudra made an innovation using a self-sufficient gasoline-based feed making machine. The purpose of this activity is to make UMKM able to produce feed independently with the application of existing science and technology. The method used in this service is the Participatory-based Community Empowerment method, namely the Participatory Rural Appraisal (PRA), which involves partners actively engaging with the PKM Team. This activity involved 11 partner members, 3 lecturers and 3 students. Based on the results of an evaluation carried out by looking at the level of ability in processing catfish feed, partner human resources experienced an increase in skill by 80%. The assessment is based on the results of the questionnaire analysis that was distributed before and after the activity, including skills in choosing feed ingredients, modifying feed ingredients and processing feed. Based on program evaluation, the cost of producing independent feed is relatively more economical than manufactured feed. 
PENDAMPINGAN DESA DENGAN PROGRAM INOVASI ‘KEDUNG KELUNG’ UNTUK MENCEGAH STUNTING DAN PENYAKIT IMS/HIV-AIDS Chandrayani Simanjorang; Laily Hanifah; Lina Berliana Togatorop; Mugi Rahayu Lestari; Asy Syifa Anwari Zahra; Rana Zahra Raniyah Wangsawinangun
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.17091

Abstract

Abstrak: Kesehatan masyarakat berperan penting dalam pembangunan suatu negara. Hal tersebut disebabkan urgensi kesehatan dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Masalah tingginya angka kasus stunting dan pengalihan dana program makanan tambahan dapat teratasi dengan program inovasi ‘Kedung Kelung’. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat desa terkait stunting dan penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS)/HIV-AIDS serta meningkatkan kemampuan Ibu dalam kreasi menu ‘Kedung Kelung’ untuk mencegah stunting. Metode yang digunakan adalah ceramah kepada remaja, ibu hamil, dan orang dewasa dengan topik utama, yaitu pencegahan stunting dan infeksi menular seksual (IMS) serta pemenuhan gizi seimbang dengan melaksanakan demonstrasi inovasi menu ‘Kedung Kelung’. Mitra dari kegiatan ini adalah Desa Parungseah dan NGO lokal Trradika dengan jumlah peserta 25 orang. Evaluasi dilakukan terhadap persiapan, pelaksanaan, dan hasil peningkatan pengetahuan peserta secara kuantitatif melalui kuesioner. Terdapat peningkatan proporsi peserta yang berpengetahuan cukup antara pre-test (47,1%) dan post-test (52,9%) dengan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 13,12 menjadi 16,53 poin.Abstract: Public health plays an important role in the development of a country. This is due to the urgency of health in efforts to improve the quality of human resources. The problem of the high number of stunting cases and the diversion of additional food program funds can be resolved with the 'Kedung Kelung' innovation program. The purpose of this service is to increase the knowledge of the village community regarding stunting and Sexually Transmitted Infections (STI)/HIV-AIDS and to increase the mother's ability to create the 'Kedung Kelung' menu to prevent stunting. The method used is lectures to adolescents, pregnant women and adults with the main topics, namely the prevention of stunting and sexually transmitted infections (STIs) and fulfillment of balanced nutrition by carrying out demonstrations of the 'Kedung Kelung' menu innovation. The partners for this activity were Parungseah Village and the local NGO Trradika with 25 participants. Evaluation was carried out on the preparation, implementation, and results of increasing the participants' knowledge quantitatively through a questionnaire. There was an increase in the proportion of participants who had sufficient knowledge between the pre-test (47.1%) and post-test (52.9%) with an increase in the average knowledge score from 13.12 to 16.53 points.
SKEMA INTEGRASI PELATIHAN PREHOSPITAL PARA TIM AMBULANS KOTA YOGYAKARTA Nova Maryani; Maria Ulfa
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.16327

Abstract

Abstrak: Dalam keadaan gawat darurat, penanganan korban kecelakaan dalam satu jam pertama merupakan waktu yang sangat penting untuk menghindari kondisi buruk bahkan kematian. Salah satu pelayanan prehospital adalah transportasi ambulans yang sudah tersedia baik dibawah kewenangan dinas kesehatan setempat, maupun unit masyarakat yang memiliki ambulans mandiri. Meskipun demikian, pelayanan ambulans mandiri kurang dilengkapi pengetahuan dan keterampilan mengenai penanganan pre hospital dan cara rujuk yang memadai. Tujuan kegiatan pelatihan prehospital dan Basic Life Support (BLS) bertujuan untuk memperluas pengetahuan dan keterampilan tim Ambulans mandiri di Yogyakarta sehingga dapat meningkatkan angka hidup pasien/korban yang dirujuk ke rumah sakit. Pelatihan ini dilakukan dengan pemaparan materi dan praktik menggunakan manekin agar peserta yang berjumlah 30 orang mampu melakukan penanganan Prehospital dan BLS dengan benar. Selanjutnya kegiatan evaluasi dilakukan dengan membagikan kuesioner yang terdiri dari 15 pertanyaan pilihan ganda pada saat sebelum kegiatan pelatihan dan sesudah dilakukannya pelatihan. Hasil evaluasi peserta pelatihan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan sebesar 1.07 pada keterampilan dan pengetahuan peserta pelatihan dalam melakukan penanganan Prehospital dan BLS pada pasien gawat darurat. Sehingga harapannya kegiatan serupa dapat dilakukan oleh lebih banyak organisasi/institusi agar dapat bermanfaat bagi masyarakat luas. Abstract: Handling accident patients within the first hour of an emergency is crucial to avoid destructive conditions and even death. One of the prehospital services is an ambulance which is already available under the authority of the local health office, as well as community units that have independent ambulances. Independent ambulance services must gain knowledge and skills regarding prehospital handling and adequate referral methods. The prehospital and Basic Life Support (BLS) training activities aimed to increase the knowledge and skills of the independent Ambulance team in Yogyakarta to increase the survival rate of patients/victims referred to hospitals. This training was carried out by presenting material and practicing using mannequins so that the 30 participants were able to carry out prehospital and BLS treatment properly. Furthermore, evaluation activities were carried out by distributing questionnaires consisting of 15 multiple choice questions at the time before the training activities and after the training is carried out. The evaluation results of the training participants showed an increase of 1.07 in the skills and knowledge of the training participants in carrying out prehospital and BLS treatment in emergency patients. So it is expected that similar training activities can be carried out by more organizations/institutions so that they can benefit the wider community 
PENDIDIKAN KESEHATAN UNTUK MENCEGAH KECANDUAN INTERNET DENGAN AKTIVITAS FISIK PADA REMAJA Maria Veronika Ayu Florensa; Veronica Paula; Catharina Guinda Diannita; Erniyati Fangidae; Lani Natalia Watania; Novita Susilawati Barus; Kristina Yuni Hapsari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.17313

Abstract

Abstrak Latarbelakang: Penggunaan internet yang tanpa pengawasan dari orang tua dapat menimbulkan dampak negative untuk remaja salah satunya kondisi kecanduan. Banyaknya waktu yang digunakan untuk mengkases internet membuat remaja menjadi enggan beraktifitas fisik. Pengabdian kepada masyarakat ini ditujukan untuk memberikan pengetahuan pada remaja tentang cara mencegah kecanduan internet dengan aktivitas fisik yang sehat. Metode: Kegiatan PKM dilakukan dengan metode seminar, diikuti oleh remaja yang duduk di Sekolah Menengah Atas sejumlah 45 siswa. Edukasi kesehatan yang diberikan pada peserta meliputi mengenal adiksi internet pada remaja serta cara mencegah adiksi melalui aktivitas fisik. Evaluasi dilakukan dengan menilai perbedaan skor pengetahuan peserta sebelum dan sesudah diberi edukasi Kesehatan. Hasil pendidikan kesehatan ini yaitu terjadi peningkatan nilai rata-rata pengetahuan siswa tentang kecanduan internet dan aktivitas fisik untuk remaja dari 76.59 menjadi 95.68. Kesimpulan: Pengetahuan siswa tentang pencegahan kecanduan internet dan aktivitas fisik pada remaja meningkat setelah diberikan pendidikan kesehatan, dengan demikian promosi kesehatan jiwa bagi remaja yang merupakan kolaborasi antara professional kesehatan dan instansi pendidikan perlu semakin ditingkatkan.Abstract: The use of the internet without parental supervision can have a negative impact on adolescents, one of the condition is internet addiction. The amount of time used to access the internet makes teenagers reluctant to do physical activities. Methods: The activity was carried out using the seminar method, attended by adolescents who were in Senior High School, totaling 45 students. Health education provided to participants includes recognizing internet addiction in adolescents and how to prevent addiction through physical activity. The evaluation was conducted by assessing the difference in participants' knowledge scores before and after being given health education. The result of this health education is an increase in the average score of students' knowledge about internet addiction and physical activity for adolescents from 76.59 to 95.68. Conclusion: Students' knowledge about preventing internet addiction and physical activity in adolescents increased after being given health education, thus mental health promotion for adolescents which is a collaboration between health professionals and educational institutions needs to be be increasingly promoted.
DETEKSI DINI MASALAH KESEHATAN MENTAL PADA KELOMPOK RENTAN DENGAN PENYAKIT PENYERTA KARDIOVASKULAR TERKAIT PANDEMI COVID-19 Mulyanti Roberto Muliantino; Yuanita Ananda; Rika Sarfika
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.15402

Abstract

Abstrak: Pengalaman selama 2 tahun menghadapi pandemi COVID-19 menimbulkan dampak psikologis tersendiri bagi masyarakat, terutama pada masyarakat yang memiliki penyakit penyerta dan merupakan kelompok rentan terinfeksi virus corona, diantaranya penderita gangguan kardiovaskular. Penderita sering mengalami kecemasan dan depresi karena takut terinfeksi. Deteksi dini masalah kesehatan mental penting dilakukan dalam membantu pemulihan kesehatan dan kesejahteraan psikologis masyarakat. Kegiatan PKM ini bertujuan mengindentifikasi masalah kesehatan mental berupa gejala kecemasan dan depresi pada masyarakat dengan penyakit kardiovaskular. Metode PKM ini adalah melakukan skrining kesehatan mental kepada 13 orang penderita penyakit kardiovaskular. Data kecemasan dan depresi dievaluasi menggunakan kuisionerWHO-5 dan GAD-7 melalui wawancara terpimpin. Data dianalisis dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil kegiatan skrining ditemukan sebanyak 2 orang peserta diidentifikasi mengalami gejala depresi berat (15,4%), 5 orang mengalami gejala depresi sedang (38,4%), 4 orang mengalami gejala depresi ringan (30,4%), dan 2 orang dengan tanpa gejala depresi/ normal (15,4%). Deteksi dini kesehatan mental terkait pandemi COVID-19 penting dilakukan sebagai upaya identifikasi lebih awal masalah psikologis yang dialami masyarakat terutama pada masyarakat dengan penyakit penyerta kardiovaskular yang menjadi populasi rentan pada masa pandemi COVID-19. Upaya ini dapat dilakukan secara berkala dalam menjamin kesejahteraan dan kesehatan mental masyarakat.Abstract: Two year experiences of dealing with the COVID-19 pandemic has a psychological impacted, especially for peoples living with co-morbidities as a vulnerable group such as peoples with cardiovascular disease. They have experience of anxiety, stress and depression for fear of infection. Early detection of mental health was important in assisting the recovery of people's psychological health and well-being. This activity aimed to identify early mental health disorders in the form of anxiety, stress and depression in people with cardiovascular disease who are a vulnerable group during the COVID-19 pandemic. Guided interviews were used to 13 peoples with cardiovascular disease using the WHO-5 and GAD-7 instruments to evaluated anxiety and depression. The data was analyzed and presented in the form of a frequency distribution. The results showed that 2 people with cardiovascular disease had severe depression (15.4%), 5 people had moderate depression (38.4%), 4 people had mild depression (30.4%) and 2 people had minimal depression (15, 4%). Early detection of mental health related to the COVID-19 pandemic is important as an effort to identify psychological problems experienced, especially in people with cardiovascular co-morbidities who are a vulnerable population during the COVID-19 pandemic. This effort can be carried out periodically to ensure the welfare and mental health of the communities.
PENDAMPINGAN PRAKTIK WUDHU RAMAH LINGKUNGAN: IMPLEMENTASI FISIKA DALAM PEMBELAJARAN ISMUBA Yusri Handayani; Ahmad Nashir; Dewi Hikmah Marisda
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.15644

Abstract

Abstrak: Permasalahan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah perilaku borosnya peserta didik ketika berwudhu. Adapun tujuan kegiatan pengabdian adalah lahirnya perubahan perilaku hemat air terhadap peserta didik melalui pembiasaan berwudhu dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang dilakukan pada kegiatan pengabdian yaitu penyuluhan, demonstrasi dan evaluasi. Pengabdian ini dilakukan di Lab. School SMP Unismuh Makassar dengan jumlah peserta sebanyak 25 peserta didik yang diakhiri dengan evaluasi berupa pembagian angket pemahaman konsep kepada peserta didik. Hasil dari pengabdian pendampingan praktik wudhu ramah lingkungan yaitu terdapat 80% peserta didik sudah dapat melaksanakan wudhu secara hemat, berati peserta didik tersebut sudah menjaga ekosistem air dengan kata lain pengabdian yang dilakukan oleh tim dosen telah memberikan sumbangsih bagi lingkungan.Abstract: The problem in Community Service (PkM) activities is the extravagant behavior of students when performing ablutions. The purpose of community service activities is to bring about changes in water-saving behavior for students through the habit of doing ablution in everyday life. The methods used in community service activities are counseling, demonstrations and evaluations. This service is carried out in the Lab. Unismuh Makassar Middle School School with a total of 25 participants which ended with an evaluation in the form of distributing questionnaires to students' understanding of the concept. The result of the dedication to accompanying environmentally friendly ablution practices is that 80% of students have been able to carry out ablution sparingly, meaning that these students have protected the water ecosystem, in other words the service carried out by the lecturer team has contributed to the environment.
PENGUATAN KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA MELALUI PELATIHAN WAY TO ENTREPRENEURSHIP DI INKUBATOR BISNIS UNIVERSITAS TRILOGI Maulidian Maulidian; Mutiara Dewi Puspitawati; Novita Novita; Iis Purnengsih
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.16995

Abstract

Abstrak: Peran entrepreneurship menjadi semakin penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan inovasi. Sebagai respons terhadap tantangan ini, kami menyelenggarakan pelatihan Way to Entrepreneurship. Tujuan pelatihan adalah membekali mahasiswa Universitas Trilogi yang juga tergabung sebagai tenant Inkubator Bisnis dengan pengetahuan dan keterampilan esensial dalam kewirausahaan. Melalui pelatihan ini, diharapkan mahasiswa dapat mempersiapkan diri dan membangun kepercayaan diri dalam memulai dan mengelola bisnis mereka sendiri. Pelatihan dilaksanakan dalam format workshop yang dihadiri 32 peserta. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan memberikan angket kepada peserta yang terdiri dari tiga kategori penilaian yaitu narasumber, materi, dan suasana. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa narasumber menguasai materi, komunikatif, menarik, presentasi menarik, tepat waktu, dan memberi kesempatan diskusi dengan skor minimal 4,72. Materi yang disampaikan memiliki tujuan kegiatan jelas, relevan, bermanfaat, sesuai dengan harapan, cakupan memadai, dan sesuai dengan perkembangan industri, dengan nilai minal skor 4,66. Pada suasana kegiatan pelatihan menunjukkan bahwa peserta tidak setuju bahwa kegiatan membosankan dan kurang menarik dengan skor minimal 1,53. Selain itu, peserta juga setuju kegiatan banyak diskusi, peserta aktif berinteraksi, dan pelaksanaan tepat waktu, dengan skor minimal 3,91.Abstract: The role of entrepreneurship is becoming increasingly important in driving economic growth and innovation. In response to this challenge, we organized the Way to Entrepreneurship training. The purpose of the training is to equip Trilogy University students who are also Business Incubator tenants with essential knowledge and skills in entrepreneurship. Through this training, students are expected to prepare themselves and build confidence in starting and managing their own business. The training was conducted in a workshop format with 32 participants. The evaluation was carried out using questionnaires that assessed three categories: the speaker, the material, and the atmosphere. The results demonstrated that the speaker effectively mastered the material, was communicative, engaging, timely, and facilitated discussions, with a minimum score of 4.72. The presented material was clear in its objectives, relevant, beneficial, met expectations, had adequate coverage, and was in line with industry developments, with a minimum score of 4.66. In terms of the training atmosphere, participants disagreed that the event was boring and lacked interest with a minimum score of 1.53. Furthermore, participants agreed that the event facilitated ample discussions, active participant interaction, and was executed on time, with a minimum score of 3.91.
PEMANFAATAN DAUN KELOR SEBAGAI PRODUK BERNILAI JUAL TINGGI Awari Susanti; Nur Hidayah Sari; Widawati Widawati; Rizqon Jamil Farhas
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.16196

Abstract

Abstrak: Salah satu permasalahan yang dihadapi mitra PkM dalam hal ini kelompok masyarakat dan pelaku UMKM adalah kurangnya pengetahuan dan informasi bagaimana memanfaatkan tumbuhan kelor sebagai tanaman untuk kesehatan dalam bentuk produk pangan dan obat-obatan. Tujuan PKM ini adalah untuk memberikan pengarahan dan sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku UMKM tentang memanfaatkan tumbuhan kelor sebagai obat dan olahan makanan agar menjadi nilai ekonomi bagi masyarakat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan sosialisai dan penyuluhan, diskusi sebagai tahap evaluasi awal (pre test) untuk mengetahui potensi mitra agar lebih termotivasi melakukan kreatifitas dalam pengolahan pangan dan bahkan dapat menjadikannya sebagai usaha keluarga. Mitra dalam PkM ini adalah kelompok masyarakat tani dan pelaku UMKM di Kabupaten Kampar yang berjumlah 25 orang. Pelatihan dilakukan dengan penyediaan sarana dan prasarana kegiatan pengabdian dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, berdasarkan evaluasi melalui pre test dan post test yang dilakukan dapat diketahui peningkatan pemahaman peserta terkait manfaat daun kelor sebesar 80%. Kegatan PkM ini meliputi penyampaian teori tentang manfaat, khasiat nilai gizi dan nilai ekonomi serta praktek pengolahan tanaman kelor menjadi obat tradisional dan beberapa olahan bahan pangan serta dapat menjadi sumber Ekonomi bagi Masyarakat.Abstract: One of the problems faced by PkM partners, in this case community groups and MSME actors, is the lack of knowledge and information on how to use Moringa as a health plant in the form of food products and medicines. The purpose of this PKM is to provide direction and outreach to the community and MSME actors about utilizing Moringa plants as medicine and processed food so that they become economic value for the community. The method used in this activity is socialization and counseling, discussion as an initial evaluation stage (pretest) to find out potential partners so that they are more motivated to be creative in food processing and can even make it a family business. Partners in this PkM are community groups of farmers and MSME actors in Kampar Regency, totaling 25 people. The training is carried out by providing facilities and infrastructure for community service activities in an effort to increase the knowledge and skills of the community, based on evaluation through the pre-test and post-test conducted, it can be seen that participants' understanding of the benefits of Moringa leaves has increased by 80%. This PkM activity includes the delivery of theories about the benefits, properties of nutritional value and economic value as well as the practice of processing Moringa plants into traditional medicines and some processed food ingredients and can become a source of economy for the community.
PENGENALAN DAN PELATIHAN KENDALI ROBOT REMOTE CONTROL BERBASIS MIKROKONTROLER PADA SISWA SMK Eko Budihartono; Lukmanul Khakim; Nurohim Nurohim; Achmad Sutanto
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Internet of Things (IoT) merupakan salah satu paradigma teknologi yang dikembangkan dalam revolusi industri 4.0. Tujuan pengenalan dan pelatihan kendali robot remote control berbasis mikrokontroler pada siswa SMK Negeri 3 Kota Tegal guna meningkatkan hardskill, pengetahuan dan ketrampilan siswa dibidang kendali robot remote control. Metode pelaksanaan dengan diadakan workshop dan pelatihan tentang Internet of Things, komponen pembentuk IoT, Project kendali robot remote control dan demo kendali robot remote control. Kegiatan PKM ini dilakukan oleh 4 dosen dan 2 mahasiswa Prodi D3 Teknik Komputer, PKM ini diikuti 41 siswa dari jurusan permesinan dan jurusan elektro siswa SMK Negeri 3 Kota Tegal. Dalam mengikuti workshop dan pelatihan ini evaluasi untuk mengetahui siswa dalam mengetahui mengenai perkembangan teknologi IoT system kendali robot remote control berbasis mikrokontroler dilakukan post-test diakhir kegiatan PKM. Pada pelatihan ini peserta kegiatan mempunyai ilmu yang baru dan dapat mengetahui mengenai perkembangan teknologi khususnya penggunaan teknologi IoT, dimana hasil post-test yang didapat 98% siswa paham dalam mengikuti wokshop penguasaan teknologi IoT berbasis mikrokontroler guna meningkatkan softskill.Abstract: Internet of Things (IoT) is one of the technological paradigms developed in the industrial revolution 4.0. The purpose of the introduction and training of microcontroller-based remote control robot control for SMK Negeri 3 Tegal City students is to improve the hard skills, knowledge and skills of students in the field of remote control robot control. The method of implementation is by holding workshops and training on the Internet of Things, components that form IoT, remote control robot control projects and remote control robot control demos. This PKM activity was carried out by 4 lecturers and 2 students of D3 Computer Engineering Study Program, PKM was attended by 41 students from the machining department and electrical department of SMK Negeri 3 Tegal City. In participating in this workshop and training, an evaluation to find out students in knowing about the development of IoT technology microcontroller-based remote control robot control system was carried out post-test at the end of PKM activities. In this training, activity participants have new knowledge and can find out about technological developments, especially the use of IoT technology, where the post-test results obtained 98% of students understand in participating in the workshop on mastering microcontroller-based IoT technology to improve soft skills.
PENINGKATAN PENGETAHUAN PENGELOLAAN SAMPAH PADA MASYARAKAT Dino Rimantho; Agri Suwandi; Vector Anggit Pratomo
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.16432

Abstract

Abstrak: Pengolahan sampah terkait dengan kurangnya sumber daya baik bagi masyarakat maupun pemerintah untuk menangani sampah. Dalam skenario ini, masyarakat memainkan peran penting dalam pengelolaan sampah. Kecamatan Cinangka di Kabupaten Serang-Banten merupakan salah satu lembaga pendidikan yang memiliki permasalahan pengelolaan sampah. Metode pengelolaan sampah di Kecamatan Cinangka saat ini adalah penimbunan dan pembakaran. Oleh karena itu, tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kesadaran akan masalah sampah dan menilai seberapa baik masyarakat umum memahami sampah. Sebanyak 25 orang menerima penyuluhan tentang pengelolaan sampah dari perwakilan desa di Kecamatan Cinangka sebagai bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Sebelum dan sesudah penyuluhan, kuesioner diserahkan ke peserta penyuluhan. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan rata-rata 6 partisipan (24%) memberikan respon yang tepat terhadap 22 pertanyaan pada kuesioner awal, dan sebanyak 20 orang (80%) memberikan respon yang tepat terhadap 22 pertanyaan pada post-kuesioner. bahwa setelah diberikan penyuluhan, pemahaman masyarakat tentang sampah mengalami peningkatan yang dibuktikan dengan rata-rata jawaban akurat pada pre-questionnaire yang diberikan kepada enam orang dan post-questionnaire yang diberikan kepada dua puluh orang.Abstract: Waste processing is related to the lack of resources for the community and the government to handle the waste. In this scenario, the community plays an important role in waste management. Cinangka District in Serang-Banten Regency is one of the educational institutions that has problems with waste management. The current method of waste management in Cinangka District is landfilling and burning. Therefore, the purpose of this community service is to increase awareness of waste issues and assess how well the general public understands waste. As many as 25 people received counselling on waste management from village representatives in Cinangka District as part of community service activities. Before and after counselling, questionnaires were handed out to counselling participants. The results of community service showed that an average of 6 participants (24%) responded correctly to the 22 questions in the initial questionnaire. As many as 20 people (80%) responded correctly to the 22 questions in the post-questionnaire.