cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,932 Documents
PENYULUHAN INVESTASI SAHAM DAN PENGEMBANGAN APLIKASI KALKULATOR SAHAM PEMULA BAGI GURU HONORER Anton Agus Setyawan; Novel Idris Abas; Muhammad Randhy Kurniawan; Helmi Imaduddin; Muhammad Arkan Setyawan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21319

Abstract

Abstrak: Pendapatan bagi guru honorer yang tidak sebanding dengan guru berstatus PNS telah menjadi salah satu tantangan dalam memenuhi kebutuhan hidup, terutama untuk investasi pada aset di masa depan. Pentingnya pengelolaan keuangan yang efektif, termasuk di dalamnya strategi investasi. Tujuan dari program pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan skill berinvestasi para guru. Mitra dalam program ini adalah 15 guru dari sekolah Al Mujahiddin Surakarta. Berdasarkan data yang terhimpun, penyuluhan dan pengembangan aplikasi saham memberikan manfaat signifikan kepada para guru, di mana setelah penyuluhan, pemahaman para guru terkait investasi saham meningkat. Proses evaluasi dilakukan dengan melakukan pre dan post test. Hasil dari post-test menunjukkan adanya peningkatan hingga 185%.Abstract: The income disparity between honorary teachers and those with permanent status as civil servants has become one of the challenges in meeting their living needs, especially for investing in future assets. The importance of effective financial management, including investment strategies, cannot be overstated. The objective of this community service program is to enhance the investment skills of teachers. The partners in this program are 15 teachers from Al Mujahiddin Surakarta School. Based on the gathered data, the counseling and development of stock application have provided significant benefits to the teachers, wherein after the counseling sessions, the teachers' understanding of stock investments improved. Evaluation processes were conducted through pre and post-tests. The results from the post-test indicated an increase of up to 185%.
PELATIHAN EDUKATOR SEBAYA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN MASALAH GIZI PADA REMAJA Rahma Labatjo
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20300

Abstract

Abstrak: Masalah gizi yang umum terjadi pada remaja yaitu di antaranya, kurus, sangat kurus, gemuk, obesitas, pendek dan sangat pendek. Masalah-masalah tersebut erat kaitannya dengan asupan gizi yang tidak adekuat. Salah satu upaya dalam pencegahan masalah gizi pada remaja adalah adanya peran edukator sebaya. Edukator sebaya pada remaja perlu diberikan pelatihan secara kontinu untuk menjamin kemampuan dan pengetahuan yang terbarukan. Tujuan PkM adalah untuk meningkatkan kapasitas edukator sebaya dalam deteksi dini serta upaya penanggulangan masalah gizi remaja. ..PkM dilaksanakan di Kelurahan Pilolodaa Kota Gorontalo dengan target pelatihan 15 remaja anggota organisasi Karang Taruna yang ada di Kelurahan Pilolodaa Kota Gorontalo. Kegiatan PkM meliputi diskusi interaktif, pemberian materi dengan metode ceramah dan praktek pengukuran antropometri remaja. Evaluasi kegiatan berupa pre dan post-test. Hasil kegiatan PkM berupa peningkatan kemampuan dan keterampilan peserta dalam hal gizi remaja dan deteksi dini masalah gizi remaja sebesar 59%.Abstract: Common nutritional problems that occur in adolescents include being underweight, overweight, obese, short, and very short. These problems are closely related to inadequate nutritional intake. One effort in preventing nutritional problems in adolescents is the role of peer educators. Peer educators in adolescents need to be continuously trained to ensure updated abilities and knowledge. The purpose of Community Service (PkM) is to increase the capacity of peer educators in early detection and efforts to overcome adolescent nutritional problems. PkM was carried out in Pilolodaa Village, Gorontalo City with a target of training 15 teenage members of the Karang Taruna organization in Pilolodaa Village, Gorontalo City. The evaluation of the activity consisted of pre and post-tests. The results of the PkM activity showed an increase in the participants' abilities and skills in adolescent nutrition and early detection of adolescent nutritional problems by 59%.
EDUKASI KESEHATAN DAN PEMERIKSAAN ANC PADA IBU HAMIL Sony Bernike Magdalena Sitorus; Marlina Fitria Lailatul K; Febty Kuswanti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.19565

Abstract

Abstrak: Pelayanan kesehatan ibu hamil (K4) pada tahun 2021 di Provinsi Sulawesi Tengah menunjukkan belum mencapai target RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) 2021 sebesar 80,1% dari target 85%. Kegiatan pemberian edukasi kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang kunjungan ANC (Antenatal Care). Kegiatan pemberian edukasi kesehatan menggunakan metode penyuluhan dengan media powerpoint dan leaflet yang dihadiri oleh 25 orang ibu hamil. Evaluasi yang dilakukan pada kegiatan ini dengan melihat hasil jawaban pretest dan posttes dari para peserta. Hasil dari kegiatan ini yaitu adanya peningkatan skor pengetahuan ibu sebelum diberikan edukasi kesehatan mayoritas pengetahuan ibu pada kategori kurang sebanyak 64% dan sesudah diberikan edukasi kesehatan pengetahuan ibu meningkat menjadi baik 100%.Abstract: Health services for pregnant women (K4) in 2021 in Central Sulawesi Province show that they have not reached the 2021 RPJMN target of 80.1% of the target of 85%. This health education activity aims to increase pregnant women's knowledge about ANC visits. The activity of providing health education used the outreach method using PowerPoint and leaflets, which was attended by 25 pregnant women. Evaluation is carried out in this activity by looking at the results of the pretest and posttest answers from the participants. The results of this activity were an increase in the mother's knowledge score before being given health education; the majority of the mother's knowledge was in the poor category at 64%, and after being given health education, the mother's knowledge increased to 100% good.
SOSIALISASI LITERASI DIGITAL DAN VILLAGE BRANDING BERBASIS WEBSITE Aris Kusumawati; Annisa Nur Salsabilla; Nazhiva Salma Putri Iswantoro
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.25327

Abstract

Abstrak: Inovasi Teknologi Informasi (TI) berbasis potensi lokal desa menjadi perhatian di era digital. Ketertarikan mengadopsi website sebagai media village branding secara tepat meningkatkan kebutuhan sosialisasi terkait literasi digital bagi warga desa. Hal serupa dialami oleh Kelompok Ternak Sumber Pangan Desa Kebonsari yang dikenal sebagai Kampung Bebek dan Telur Asin. Kebutuhan sosialisasi disebabkan karena kurangnya skill dan pengetahuan masyarakat desa terkait teknologi tepat guna. Berdasarkan permasalahan tersebut, tim abdimas memberikan sosialisasi untuk membantu masyarakat meningkatkan pengetahuan terkait literasi digital dan village branding kepada 12 warga desa yang berpengaruh dan berkepentingan terhadap keberlanjutan kelompok ternak. Materi pelatihan disusun berdasarkan target sosialisasi dan karakteristik peserta. Pelatihan diberikan menggunakan metode ceramah selama 120 menit oleh tim abdimas. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan cara penyebaran lembar checklist berdasarkan tujuh indikator capaian. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sosialisasi ini berhasil meningkatkan literasi digital dan village branding bagi peserta dengan rata-rata nilai capaian sebesar 83 poin.Abstract: Information Technology (IT) innovation based on local village potential is becoming a concern in the digital era. Interest in adopting websites as village branding media appropriately increases the need for socialization regarding digital literacy for village residents. A similar thing was experienced by the Sumber Pangan Livestock Group in Kebonsari Village, known as the Salted Duck and Egg Village. The need for socialization is caused by the village community's lack of skills and knowledge regarding appropriate technology. Based on these problems, the community service team provided outreach to help the community increase knowledge regarding digital literacy and village branding to 12 village residents who are influential and have an interest in the sustainability of livestock groups. Training materials are prepared based on socialization targets and participant characteristics. Training was provided for 120 minutes by the community service team. Evaluation of activities is carried out by distributing checklist sheets based on seven achievement indicators. The evaluation results show that this socialization was successful in increasing digital literacy and village branding for participants with an achievement score of 83 points. 
OPTIMALISASI FUNGSI KELUARGA DALAM PENCEGAHAN PERNIKAHAN DINI Fitria Yulastini; Gladeva Yugi Antari; Diah Ulfa Hidayati; Lalu Jupriadi; Evalina Fajriani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23376

Abstract

Abstrak: Indonesia berada pada peringkat kedelapan angka tertinggi dari masalah pernikahan dini. Pencegahan usia pernikahan dini oleh negara yaitu dengan memfokusakan pada perlindungan anak dan promosi kesehatan guna meningkatkan peran orang tua dalam pendidikan anak. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai optimalisasi fungsi keluarga dalam pencegahan pernikahan dini. Kegiatan ini dilakukan di Kabupaten Dompu dengan sasaran tokoh masyarakat, tokoh agama, remaja beserta orang tuanya yang berkoordinasi dengan 1 mitra yaitu Desa Bakajaya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dalam bentuk promosi kesehatan menggunakan metode ceramah dan media leaflet.Evaluasi dilakukan dengan review kemampuan peserta sebelum dan setelah dilakukan promosi kesehatan. Berdasarkan evaluasi kegiatan didapatkan peningkatan pengetahuan tentang dampak pernikahan dini 57,4% menjadi 87,5%.Abstract: Indonesia is ranked eighth in terms of the problem of early marriage. The prevention of early marriage by the state is done by focusing on child protection and health promotion to increase the role of parents in children's education. This community service activity aims to increase public knowledge and understanding regarding optimizing family functions in preventing early marriage. This activity was carried out in Bakajaya Village, Woja subdistrict, Dompu Regency, targeting community leaders, religious leaders, teenagers, and their parents in coordination with one partner, Bakajaya Village. This community service activity is carried out through health promotion using lecture methods and leaflet media. Evaluation is done by reviewing participants' abilities before and after health promotion. Based on the activity evaluation, it was found that knowledge about the impact of early marriage increased by 57.4% to 87.5%. 
PENDIDIKAN KESEHATAN PADA ANAK TENTANG SENAM OTAK UNTUK MENINGKATKAN KONSENTRASI BELAJAR Nurul Pujiastuti; Lukman Handoko; Ria Gustirini; Ririn Indriani; Tri Astuti Sugiyatmi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.22313

Abstract

Abstrak: Gerakan senam otak menghubungkan otak, indera, dan tubuh untuk merangsang sistem saraf pusat, meningkatkan relaksasi, kejernihan pikiran, dan fokus. Adanya gerakan dan tempo yang teratur pada senam otak sehingga dapat dengan mudah diikuti anak. Tujuan pengabdian kepada Masyarakat yaitu memberikan pendidikan kesehatan tentang senam otak pada anak usia sekolah untuk meningkatkan softskill anak dalam konsentrasi belajar di Desa Kemantren Kec. Purwosari Kab. Pasuruan. Metode pengabdian kepada masyarakat melalui penyuluhan kesehatan dengan sasaran anak usia sekolah. Peserta pengabmas sebesar 8 orang. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa anak memiliki konsentrasi belajar sebagian besar kurang saat pre-test dan sebagian besar baik saat post-test. Konsentrasi belajar anak usia sekolah dinilai menggunakan skala tes The Army Alpha. Rata-rata nilai sebelum diberikan senam otak yaitu 2-7 (kategori rendah-sedang). Sedangkan rata-rata nilai setelah diberikan senam otak yaitu 8-12 (kategori tinggi-sangat tinggi). Kesimpulan pendidikan kesehatan tentang senam otak pada anak usia sekolah dapat meningkatkan konsentrasi belajar sebesar 100%.Abstract: Brain gymnastics movements connect the brain, senses, and body to stimulate the central nervous system, enhancing relaxation, mental clarity, and focus. The regular movements and tempo in brain gymnastics make it easy for children to follow. The objective of community service is to provide health education about brain gymnastics to school-aged children to improve their soft skills in learning concentration in Kemantren Village, Purwosari Sub-district, Pasuruan Regency. The method of community service is through health counseling targeting school-aged children. There were 8 participants in the community service program. The results of the community service show that children mostly had inadequate learning concentration during the pre-test and mostly had good concentration during the post-test. The learning concentration of school-aged children was assessed using The Army Alpha test scale. The average score before brain gymnastics was given ranged from 2-7 (low-medium category). Meanwhile, the average score after brain gymnastics ranged from 8-12 (high-very high category). The conclusion is that health education about brain gymnastics for school-aged children can increase learning concentration by 100%.
DISEMINASI LITERASI KEUANGAN SEBAGAI TRANSISI PENINGKATAN POTENSI UMKM MENGHADAPI INKLUSI KEUANGAN Meutia Layli; Firmansyah Firmansyah; Febrian Wahyu Wibowo; Kusumaningdiah Retno Setiorini; Nurjannah Nurjannah; Tiyas Indriyani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20776

Abstract

Abstrak: Terbatasnya pengetahuan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tentang literasi keuangan saat ini masih sangat minim. Hal ini dibuktikan dari kendala-kendala yang muncul pada beberapa UMKM. Pentingnya literasi keuangan untuk dipahami oleh pelaku UMKM akan memudahkan mereka mendapatkan permodalan sehingga dapat digunakan untuk menyejahterakan usahanya. Maka kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan luterasi keuangan bagi para pelaku UMKM, dan Hal ini menjadi motivasi dilakukannya Pengabdian Kepada Masyarakat yang ditujukan kepada UMKM Desa Sawitan - Magelang dengan metode sosialisasi terkait dengan literasi keuangan dan tentunya akan memberikan dampak positif terutama pada kemudahan inklusi keuangan. Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari beberapa dosen dan mahasiswa, dan dihadiri oleh 17 pelaku UMKM. Hasil monitoring menunjukkan tiga kendala yang dialami oleh beberapa pelaku UMKM yang mana 47% pelaku UMKM mengalami kendala tidak memahami bagaimana pencatatan yang terstruktur, lalu sebanyak 29% pelaku UMKM mengalami kendala tidak mampu membayar tenaga profesional, dan kedala ketiga dialami oleh 24% pelaku UMKM yaitu penjualan yang tidak menutup modal, sehingga mereka segan untuk mencatatkan kerugiannya. Setelah dilakukannya kegiatan ini, para pelaku UMKM tersebut merasa lebih memahami dan termotivasi untuk memperbaiki sistem keuangan yang dimilikinya Hal tersebut dibuktikan dengan para pelaku yang termotivasi untuk menyusun laporan keuangan sederhana atas transaksi keuangan agar dapat menjadi sebuah pelaporan yang sesuai dengan standar, dan dapat menjadi dasar pengajuan inklusi keuangan, maupun digitalisasi seiring dengan perkembangan finansial teknologi.Abstract: The knowledge of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) regarding financial literacy is currently still very minimal. This is proven by the obstacles that arise in several MSMEs. The importance of financial literacy for MSME players to understand will make it easier for them to obtain capital so that it can be used to make their business prosperous. So this activity aims to increase financial literacy knowledge for MSME players, and this is the motivation for carrying out Community Service aimed at MSMEs in Sawitan Village - Magelang with outreach methods related to financial literacy and of course will have a positive impact, especially on the ease of financial inclusion. This activity presented speakers from several lecturers and students, and was attended by 17 MSME players. The monitoring results show three obstacles experienced by several MSME actors, where 47% of MSME actors experience the problem of not understanding how to record records, then as many as 29% of MSME actors experience the problem of not being able to pay professional staff, and the third obstacle is experienced by 24% of MSME actors, namely sales that do not cover capital, so they are reluctant to record their losses. After carrying out this activity, the MSME actors felt more understanding and motivated to improve their financial system. This was proven by the actors being motivated to prepare simple financial reports on financial transactions so that they could become reports that were in accordance with standards, and could become the basis for proposals for financial inclusion, as well as digitalization in line with developments in financial technology.
PELATIHAN KETERAMPILAN HIDUP SEHAT DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN PSIKOSOSIALREMAJA Yuniske Penyami; Norma Nofianto
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20090

Abstract

Absytrak: Sekitar 2,3 juta remaja mengalami masalah perilaku emosional yang sering disebabkan oleh rendahnya keterampilan psikososial pada remaja. Pelatihan keterampilan psikososial berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan, efikasi diri dan keterampilan psikososial remaja. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan skrining masalah emosional dan psikososial remaja dengan menggunakan kuesioner SDQdan meningkatkan keterampilan psikososial remaja melalui pelatihan 10 Keterampilan Hidup Sehat. Pelatihan keterampilan psikososial dirancang sebagai metode untuk mencapai tujuan pengabdian. Sebanyak 36 peserta pelatihan yang merupakan siswa-siswi terpilih berusia remaja dari salah satu sekolah. Kegiatan pelatihan terdiri dari skrining, pemberian materi, role play, sharing, pembuatan komitmen, pengisian kuesioner SDQ, wawancara, pembuatan essay oleh 3 perwakilan peserta. Topik materi yang diberikan terdiri dari bullying dan 10 keterampilan psikososial dalam modul Kemenkes. Peserta mampu menerapkan keterampilan yang diajarkan, membangun komitmen untuk terus berlatih, hasil SDQ menurun 16,7% dan menghasilkan karya untuk meningkatkan literasi keterampilan psikososial remaja. Monitoring evaluasi dilakukan sebulan setelah kegiatan.Abstract: Approximately 2.3 million adolescents experience emotional behavior problems. Lack of psychosocial skills is a risk factor for adolescent psychosocial problems. Adolescents are at risk of experiencing severe psychosocial problems if they are not trained. Psychosocial skills training has a significant effect on increasing knowledge, self-efficacy and psychosocial skills of adolescents. Community service activities are aimed at screening adolescent psychosocial problems and improving adolescent psychosocial skills. Psychosocial skills training is designed as a method to achieve service goals. A total of 36 training participants were selected teenage students from one of the schools. Training activities consist of screening, providing material, role play, sharing, making commitments, filling out SDQ questionnaires, interviews, writing essays by 3 participant representatives. The topic of the material provided consists of bullying and 10 psychosocial skills in the Ministry of Health module. Participants were able to apply the skills taught, build commitment to continue practicing, SDQ results decreased by 16.7% and produced work to increase adolescent psychosocial skills literacy. Monitoring evaluation is carried out a month after the activity.
OPTIMALISASI GIZI 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN MELALUI PEMBENTUKAN, PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN KELOMPOK PENDUKUNG ASI Mercy Joice Kaparang; Yuli Admasari; Sarliana Sarliana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.23962

Abstract

Abstrak: 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan masa krusial yang berdampak pada tumbuh kembang dan kesehatan anak di masa depan. Memberikan Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif merupakan satu langkah penting untuk optimalisasi gizi 1000 HPK. Cakupan terendah pemberian ASI eksklusif di Sulawesi Tengah adalah Kabupaten Poso sebesar 34,9%. Pembentukan kelompok pendukung ASI (KP-ASI) dapat menjadi solusi efektif untuk mengatasi berbagai kendala dalam pemberian ASI eksklusif. Desa Boe salah satu desa di Kecamatan Pamona Selatan Kabupaten Poso yang belum terbentuk KP ASI. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membentuk, melatih dan mendampingi KP-ASI. Pemerintah dan bidan Desa Boe merupakan mitra dalam pengabdian masyarakat. Tiga puluh peserta, termasuk kader dan ibu hamil, mengikuti program yang berlangsung di Balai Desa Boe pada tanggal 20–22 Mei 2024. Cara pelayanannya melalui ceramah dan sesi tanya jawab. Penilaian pengetahuan mengenai ASI eksklusif digunakan untuk mengevaluasi kegiatan. Berdasarkan temuan evaluasi, Desa Boe telah membentuk KP-ASI, dan setelah dilakukan pengabdian, 80% peserta memiliki pengetahuan yang kuat.Abstract: The First 1000 Days of Life (HPK) is a crucial period that has an impact on children's future growth and development and health. Providing breast milk (ASI) exclusively is an important step to optimize 1000 HPK nutrition. The lowest coverage of exclusive breastfeeding in Central Sulawesi is Poso Regency at 34.9%. The formation of a breastfeeding support group (KP-ASI) can be an effective solution to overcome various obstacles in providing exclusive breastfeeding. Boe Village is one of the villages in South Pamona District, Poso Regency where KP ASI has not yet been formed. This service activity aims to form, train, and assist KP-ASI. The government and the midwives of Boe Village are the partners in community service. Thirty participants, including cadres and expectant mothers, participated in this program, which took place in the Boe Village Hall on May 20–22, 2024. The way the service is provided is through lectures and Q&A sessions. The assessment of knowledge regarding exclusive breastfeeding is used to evaluate the activities. According to the evaluation's findings, Boe Village has established KP-ASI, and following the service, 80% of participants had strong knowledge.
SOSIALISASI DAN STUDIUM GENERALE DIGITAL MARKETING PADA UMKM DI DESA SUKARAJA KABUPATEN CIAMIS Rifki Abdul Malik; Nina Herlina; Andini Grace Tinia; Purnama Sari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.22535

Abstract

Abstrak: Permasalahan yang ada saat ini adalah UMKM di desa sukaraja kabupaten Ciamis belum memahami perlunya promosi secara digital sehingga menghambat masyarakat untuk mengetahui produknya. Tujuan kegiatan PKM ini adalah meningkatkan UMKM di desa sukaraja kabupaten Ciamis dalam membuat Digital Marketing, Social Media Branding, Content Planning, Instagram Marketing. Metode pelaksanaan PKM adalah sosialisasi, studium generale. Adapun sistem evaluasi pelaksanaan PKM. Keadaan mitra dibandingkan sebelum dan sesudah implementasi untuk menentukan evaluasi desain. Mitra PKM ini adala UMKM di desa sukaraja kabupaten Ciamis sebanyak 50 orang. Kegiatan PKM ini menghasilkan Peningkatan pemahaman peserta mengenai digital marketing sebasar 47,4%, setelah diberikan sosialisasi pemahaman meningkat menjadi 56,2% dengan kenaikan 8,8%. Peningkatan pemahaman tentang social media marketing sebelum sebelum sosialisasi 21,4% berubah menjadi 59,4% menunjukkan adanya kenaikan 38%. Selanjutnya, pemahaman terhadap manfaat digital marketing, sebelumnya 46,3% berubah menjadi 55,5% atau meningkat sebesar 9,2%. Pemahaman komponen identitas merek, konten dan pemanfaatan fitur sosial media meningkat 44,2% dari 24,5% menjadi 68,7%.Abstract: The current problem is that MSMEs in Sukaraja village, Ciamis district, do not yet understand the need for digital promotion, thus preventing the public from knowing about their products. The aim of this PKM activity is to improve MSMEs in Sukaraja village, Ciamis district in creating Digital Marketing, Social Media Branding, Content Planning, Instagram Marketing. The method for implementing PKM is socialization, workshops. There is an evaluation system for PKM implementation. The conditions of partners are compared before and after implementation to determine design evaluation. The PKM partners are 50 MSMEs in Sukaraja village, Ciamis district. This PKM activity resulted in an increase in participants' understanding of digital marketing by 47.4%, after being given socialization, understanding increased to 56.2% with an increase of 8.8%. Increased understanding of social media marketing before socialization from 21.4% changed to 59.4%, indicating an increase of 38%. Furthermore, understanding of the benefits of digital marketing, previously 46.3% changed to 55.5% or an increase of 9.2%. Understanding of brand identity components, content and use of social media features increased 44.2% from 24.5% to 68.7%.