cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,932 Documents
PELATIHAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN UNTUK PENINGKATAN KOMPETENSI GURU SMA DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA Darmawati Darmawati; Evi Suryawati; Yustina Yustina; Irda Sayuti; Darmadi Darmadi; Arnentis Arnentis; Diah Anugrah Dipuja
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20002

Abstract

Abstrak: Analisis situasi pada guru-guru biologi SMA yang bergabung di MGMP kota Dumai menunjukkan masih sulit menerapkan model pembelajaran pada kurikulum Merdeka. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam penerapan model pembelajaran pada kurikulum merdeka. Mitra pengabdian ini yaitu MGMP biologi SMA di kota Dumai yang terdiri dari 11 orang guru. Kegiatan terdiri dari (1) Persiapan; (2) Pelaksanaan; dan (3) Evaluasi. Untuk mengukur ketercapaian tujuan kegiatan yang dilakukan digunakan instrumen soal pretest dan posttest masing-masing 10 soal. Berdasarkan hasil yang diperoleh terjadi peningkatan nilai rerata pretest yang awalnya 45.45 meningkat menjadi 83.64 dengan nilai N Gain 0.70 (tinggi). Pengabdian ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru-guru biologi SMA yang bergabung di MGMP kota Dumai dalam menerapkan model pembelajaran pada kurikulum merdeka.Abstract: An analysis of the situation for high school biology teachers who joined the Dumai City MGMP showed that it was still difficult to implement the learning model of Merdeka curriculum. This service activity aimed to increase teachers' knowledge and skills in implementing learning models in the Merdeka curriculum. This submission partner was the MGMP Biology High School in the Dumai city which consisted of 11 teachers. The activities consisted of (1) Preparation; (2) Implementation; and (3) Evaluation. To measure the objectives achievement of the activities carried out, pretest and post est question instruments were used. Based on the results obtained, there was an increase in the average pretest score, which was initially 45.45, increasing to 83.64 with an N Gain value of 0.70 (high). This submission could be concluded that training activities could improve the knowledge and skills of high school biology teachers who join the Dumai City MGMP in implementing the learning model in the Merdeka curriculum. 
EDUKASI SEKS PADA ANAK-ANAK UNTUK PENINGKATAN PENGETAHUAN MELALUI CERAMAH DAN PRETEND PLAY Olivera Agnes Adar; Maria Afrinita; Imelda Rosniyati Dewi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.24352

Abstract

Abstrak: Edukasi seks sejak dini pada anak-anak perlu dilakukan sebab anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan mengalami pelecehan, dan penelantaran seksual yang dapat berpengaruh pada perkembangan fisik, emosional, perilaku, dan kognitifnya, dan menyebabkan gangguan mental yang parah bagi anak. Pemberian pendidikan seks pada anak di Desa Rado bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak dan orang tua tentang pentingnya edukasi seks sejak dini, agar meningkatkan keterampilan anak untuk dapat melindungi dirinya, serta memiliki kemampuan melakukan penilaian resiko yang baik terhadap segala bentuk kekerasan seksual. Metode yang digunakan adalah ceramah dan Pretend Play. Jumlah peserta dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah 32 peserta yang terdiri dari anak-anak, dan orang tua atau pendamping. Bentuk evaluasi yang digunakan adalah diskusi dan hasil umpan balik dengan parameter keberhasilannya adalah peningkatan pemahaman dan pengetahuan tentang materi yang diberikan. Hasil yang didapatkan adalah 100% peserta menjawab memahami materi pendidikan seks yang diberikan dan mengetahui tindakan pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kasus kekerasan seksual.Abstract: Early sex education for children needs to be carried out because children are the group most vulnerable to abuse, and sexual neglect can affect their physical, emotional, behavioral, and cognitive development which can cause serious mental disorders in children. Providing sex education to children in Rado Village aims to increase children's and parents' knowledge about the importance of sex education from an early age, to improve children's skills to be able to protect themselves, and to have the ability to carry out good risk assessments against all forms of sexual violence. The methods used are lecture and Pretend Play. The number of participants in this community service activity was 32 participants consisting of children and parents or companions. The form of evaluation used is discussion and feedback results with the parameters of success being increased understanding and knowledge of the material provided. The results obtained were that 100% of participants answered that they understood the sex education material provided and knew the preventive measures that could be taken to overcome cases of sexual violence.
SKRINING TINGKAT DEPRESI LANSIA DENGAN GERIATRIC DEPRESSION SCALE DI JAWA TENGAH Indah Sulistyowati; Alfiana Sahrina Cahyaningrum; Muhammad Rasyid Bintang Abdulmajid; Dhea Hanun Kartika; Izzatul Arifah; Erin Tri Cahyanti; NiLuh Tantri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.22966

Abstract

Abstrak: Kelompok usia lanjut, yang dikenal sebagai lansia, memiliki risiko tinggi mengalami depresi. Belum pernah dilakukan skrining gejala depresi pada lansia secara rutin dalam skrining kesehatan pada saat Posyandu Lansia di Kartasura. Tujuan kegiatan yaitu melakukan skrining masyarakat yang berisiko mengalami depresi pada lanisa di Sukoharjo Jawa Tengah. Metode: Kegiatan meliputi skrining gejala depresi dan konseling individu sederhana dilakukan pada tanggal 23 Mei 2023. Sasaran yaitu 35 lanjut usia dengan usia di atas 50 tahun, peserta Posyandu Lansia di Kartasura. Pelaksanaan skrining gejala depresi menggunakan formulir Geriatric Depression Scale pada aplikasi Rumahskrining.id. Evaluasi hasil skrining dengan skor >6 yaitu kategori mengalami depresi. Hasil: hasil skrining menunjukkan 76% lansia tidak mengalami depresi. Terdapat 9 responden (26%) mengalami gejala depresi yang telah disarankan untuk melakukan pengobatan dan mendapatkan penanganan yang lebih lanjut. Kesimpulan: Skrining gejala depresi berkontribusi dalam meningkatkan penemuan masalah kesehatan mental pada lansia sebagai upaya peningkatan kesehatan mental sehingga mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.Abstract: Posyandu for the Elderly in Kartasura has not implemented a regular screening process to detect symptoms of depression. The objective was to identify individuals who are vulnerable to depression among the older population in Makamhaji Village, Kartasura District. Procedure: On May 23, 2023, the activity included the assessment of depressive symptoms and the provision of one-on-one counseling. The objective was to reach 35 older people who were participants in the older Posyandu in Jetis hamlet. Utilizing the Geriatric Depression Scale form on the Rumahskrining.id application. Evaluation of screening results with a score of >6 is the categorized as experiencing depression. Findings: The screening results indicated that 76% of the older population did not exhibit symptoms of depression. Out of the total, which accounts for 26% of the sample, who reported symptoms of depression, they were recommended to pursue therapy and continue with further interventions. Conclusion: Implementing screening measures for depression symptoms in the elderly enhances the identification of mental health issues, hence promoting mental well-being.
PEMBERDAYAAN REMAJA MELALUI REP2HEL COMMUNITY” DALAM UPAYA PENCEGAHAN PERNIKAHAN USIA DINI Yusni Podungge; Selvi Mohamad; Nurfaizah Alza; Fadli Husain
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.20485

Abstract

Abstrak: Kasus pernikahan usia dini di Kelurahan Pilolodaa cukup tinggi yaitu 9 kasus (25.71%) pada tahun 2021 hingga Juni 2022. Tingkat pengetahuan remaja terkait dampak pernikahan usia dini dan keterampilan mendeteksi masalah remaja masih rendah. Demikian pula pada kader posyandu remaja dan karang taruna sebagai mitra pendukung. Tujuan dari pengabdian masyarakat adalah peningkatan pengetahuan dan sikap remaja, kader posyandu dan anggota karang taruna terkait dampak pernikahan usia dini serta peningkatan keterampilan dalam mendeteksi masalah kesehatan remaja. Metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab, diskusi, demonstrasi dan praktik pemeriksaan payudara sendiri serta deteksi dini anemia. Mitra sasaran remaja sebanyak 30 orang dan mitra pendukung masing-maisng 3 orang. Berdasarkan analisis hasil kuesioner pre dan post, semua remaja mengalami peningkatan pengetahuan (100%) dan untuk sikap serta peningkatan keterampilan remaja maupun mitra dalam mendeteksi masalah kesehatan remaja yang dinilai dengan lembar cheklist juga hasilnya terdapat peningkatan (100%) serta terbentuknya komunitas REP2HEL yang telah dikukuhkan oleh Lurah Kelurahan Pilolodaa.Abstract: Cases of early marriage in Pilolodaa Village are quite high, namely 9 cases (25.71%) from 2021 to June 2022. The level of knowledge of teenagers regarding the impact of early marriage and skills in detecting teenage problems are still low. Likewise with youth posyandu cadres and youth organizations as supporting partners. Community service aims to increase the knowledge and attitudes of teenagers, posyandu cadres, and youth organization members regarding the impact of early marriage as well as increasing skills in detecting adolescent health problems. The methods used are lectures, questions and answers, discussions, reflection, and the practice of breast self-examination and early detection of anemia. The youth target partners are 30 people, and the supporting partners are 3 people each. Based on the analysis of the results of the questionnaire before and after, all teenagers experienced an increase in knowledge (100%) and attitudes and increased skills of teenagers and partners in detecting teenage health problems as assessed using a checklist sheet. The results also showed an increase (100%) and the formation of a REP2HEL community, which has been achieved. confirmed by the head of Pilolodaa Village.
PROYEK PENCEGAHAN STUNTING MELALUI EDUKASI PERTANIAN PERKOTAAN DAN PENGANEKARAGAMAN PANGAN PADA TINGKAT RUMAH TANGGA Andree Wijaya Setiawan; Yohanes Hendro Agus; Nugraheni Widyawati; Endang Pudjihartati; Maria Marina Herawati; Suprihati Suprihati; Djoko Murdono; Kezia Natalia; Jonathan Galih Raka Kusuma; Sabrina Ayu; Exvaricha Exvaricha; Yuliana Pratiwi Asti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20414

Abstract

Abstrak: Pertanian perkotaan merupakan tema lintas sektoral yang mencakup dimensi sosial, ekonomi, dan lingkungan dari pembangunan berkelanjutan. Perubahan lanskap yang cepat diiringi masyarakat yang kehilangan apresiasi terhadap jasa ekosistem, menyebabkan rendahnya ketahanan dalam hal mitigasi masalah yang timbul akibat urbanisasi seperti stunting. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan hardskill berupa pengetahuan dan kemampuan penyelesaian masalah terkait dengan stunting yang ada di masyarakat terutama pada skala rumah tangga. Metode yang diterapakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah berdasarkan metode pembelajaran orang dewasa (Andragogi) melalui ceramah dan praktek langsung beberapa teknologi tepat guna (TTG) berbasis pertanian perkotaan untuk pencegahan stunting. Target kegiatan ini adalah kelompok masyarakat sejumlah 50 orang meliputi siswa siswi SMA – SMK, guru SMA – SMK, anggota PKK dan perangkat desa di Kabupaten Semarang. Hasil evaluasi kegiatan berdasarkan angket menunjukan 84% peserta kegiatan mendapatkan pengetahuan berkaitan dengan materi yang telah diberikan dan 86% peserta kegiatan juga menjadi terampil dan ingin mengaplikasikan ilmu yang telah didapat.Abstract: Urban agriculture is a cross-cutting theme encompassing sustainable development's social, economic, and environmental dimensions. Rapid landscape changes accompanied by people who lose appreciation for ecosystem services lead to low resilience in mitigating problems arising from urbanization, such as stunting. This activity is expected to increase hard skills in the form of knowledge and the ability to solve community stunting problems, especially at the household scale. The method applied in this community service is based on adult learning methods (Andragogy) through lectures and direct practice of several appropriate technologies (TTG) based on urban agriculture for stunting prevention. The target of this activity is a community group of 50 people, including high school students, high school teachers, PKK members, and village officials in Semarang Regency. The activity evaluation results based on the questionnaire showed that 84% of the participants gained knowledge related to the material given, and 86% of the participants also became skilled and wanted to apply the knowledge they had gained.
PENINGKATAN DAYA TARIK WISATA DI KOTA PALEMBANG DENGAN PERMAINAN LAYANG-LAYANG Agustina Heryati; Fauzia Afriyani; Husni Mubarat
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.19698

Abstract

Abstrak: Peningkatan daya tarik wisata dapat dilakukan dengan permainan layang-layang. Permainan layang-layang merupakan permainan tradisional yang perlu dilestarikan. Kampung KB Layang-layang Mitra UPPKS Layang-layang merupakan salah satu sentra produksi layang-layang di Kota Palembang. Permasalahan motif layangan masih bebas, pemasaran dengan menitipkan toko atau warung serta belum adanya pencatatan keuangan. Sehingga perlu pelatihan dan pendampingan kepada Mitra. Tujuan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan serta peningkatan penjualan. Pelatihan diikuti sebanyak 25 orang peserta terdiri dari ibu rumah tangga dan para remaja UPPKS. Solusi hard skill berupa penggunaan alat pengabdian, motif, facebook, Instragram dan pembukuan, sedangkan soft skill memberikan presentasi materi pelatihan di setiap kegiatan. Sistem evaluasi dengan penyebaran kuesioner kepada peserta diolah dengan microsoft excel. Indikator keberhasilan yakni pengetahuan dan keterampilan peserta serta peningkatan penjualan layang-layang. Hasil yang telah dicapai meningkatnya produksi layang-layang melalui mesin sablon produksi layang-layang 2500 perhari dan mesin pemotong kertas menghasilkan 600 lembar. Rata-rata peserta mengalami peningkatkan pengetahuan dan keterampilan setelah diadakan pelatihan sebesar 80%.Abstract: Increasing tourist attraction can be done with kite games. Kite game is a traditional game that needs to be preserved. Kampung KB Layang-layang Mitra UPPKS Layang-layang is one of kite production centres in Palembang City. Problems kite motifs are still free, marketing by leaving shops or stalls and no financial records. So it needs training mentoring to partners. The aim is to improve knowledge, skills and increase sales. Training was attended 25 participants consisting housewives and UPPKS teenagers. Hard skill solutions in form of using service tools, motifs, Facebook, Instragram bookkeeping, while soft skills provide presentations of training materials in each activity. The evaluation system by distributing questionnaires participants is processed Microsoft Excel. The indicators of success are knowledge and skills of participants increase in kite sales. Results achieved increased kite production through screen printing machines producing 2500 kites per day and paper cutting machines producing 600 sheets. On average, participants experienced 80% increase in knowledge and skills after training.
DAMPAK GIBAH TERHADAP KEHARMONISAN DI KALANGAN PEREMPUAN PADA MASYARAKAT PESISIR KELURAHAN GADING KOTA TANJUNG BALAI Julinar Arianti; Abdullah Abdullah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.24474

Abstract

Abstrak: Pada masyarakat pesisir seperti di Kelurahan Gading, Kota Tanjung Balai, gibah dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap keharmonisan sosial, khususnya di kalangan perempuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami pengaruh-pengaruh gibah terhadap keharmonisan dan kehidupan sosial perempuan di wilayah pesisir kota Tanjung Balai. Adapun metode penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penanganan terhadap fenomena gibah memerlukan pendekatan yang holistik dan berbasis masyarakat, yang melibatkan pendidikan nilai-nilai moral serta penegakan hukum yang konsisten. Langkah-langkah ini diharapkan dapat membantu membangun keharmonisan dan kepercayaan di antara masyarakat, khususnya perempuan di Kelurahan Gading. Dalam konteks penelitian ini, gibah telah terbukti memiliki dampak yang signifikan terhadap kehidupan sosial dan emosional perempuan di Kelurahan Gading. Dampak dari praktik ini meliputi merusak reputasi individu, memicu konflik sosial di masyarakat, dan menciptakan suasana tidak nyaman serta tidak aman bagi mereka yang terlibat. Fenomena ini memerlukan perhatian serius dalam upaya pencegahan dan penanggulangan untuk menjaga keharmonisan dalam interaksi sosial di komunitas.Abstract: In coastal communities such as Gading Village, Tanjung Balai City, gibah can have a significant impact on social harmony, especially among women. The purpose of this study is to understand the effects of gibah on the harmony and social life of women in the coastal area of Tanjung Balai city. The method of this research is a qualitative method with a descriptive approach. The results of this study indicate that handling the phenomenon of gibah requires a holistic and community-based approach, which involves education of moral values and consistent law enforcement. These steps are expected to help build harmony and trust among the community, especially women in Gading Village. In the context of this research, gibah has been shown to have a significant impact on the social and emotional lives of women in Kelurahan Gading. The impacts of this practice include damaging an individual's reputation, triggering social conflict in the community, and creating an uncomfortable and unsafe atmosphere for those involved. This phenomenon requires serious attention in prevention and mitigation efforts to maintain harmony in social interactions in the community.
INTALASI SEL SURYA SKALA RUMAH TANGGA DI DESA PULAU LEMUKUTAN Usman A. Gani; Marcelina Marcelina; Ismail Yusuf; Kho Hie Khwee; Syahrul Khairi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.20151

Abstract

Abstrak: Pulau Lemukutan, yang terletak di Kalimantan Barat, merupakan tujuan wisata populer dan cagar alam laut yang didedikasikan untuk melestarikan ekosistem dan lingkungan. Namun, desa di pulau ini hanya memiliki akses listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) dalam waktu yang terbatas, yaitu dari pukul 6 pagi hingga 6 sore, yang menyebabkan pemadaman listrik yang mengganggu aktivitas sehari-hari warga. Untungnya, daerah ini menerima intensitas sinar matahari yang tinggi, yang membuatnya menjadi sumber energi alternatif yang potensial untuk kegiatan perumahan dan penerangan umum. Adanya program pengabdian masyarakat dilakukan di Desa Pulau Lemukutan, Kecamatan Sungai Raya, dengan tujuan untuk mengedukasi Green Energy kepada masyarakat dan meningkatkan pemahaman dan keterampilan mereka. Program ini diikuti oleh 20 peserta, sebagian besar laki-laki yang tinggal di RT 03 RW 01 Dusun Batu Barat. Pelatihan yang diberikan meliputi perancangan, pemasangan, pengoperasian, dan perawatan instalasi panel surya. Metode yang digunakan untuk menyampaikan program ini adalah sosialisasi dan pelatihan. Untuk mengevaluasi efektivitas program, digunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada pemahaman peserta, dari rata-rata 53,5% menjadi 87,5%. Selain itu, pelatihan ini juga diaplikasikan secara praktis untuk memasang penerangan jalan bertenaga surya di Balai Rakyat Satu Atap.Abstract: In West Kalimantan, Lemukutan Island is a tourist destination and marine reserve that preserves the ecosystem and environment. However, the village only uses electricity from the State Electricity Company (PLN) from 6am to 6pm. This results in power cuts that disrupt residents' activities. However, this area has high sunlight intensity, so it has the potential to become an alternative energy source for residential activities and public lighting. Community service aims to educate the community in supporting Green Energy by increasing community understanding and skills. The activity was carried out in Pulau Lemukutan Village, Sungai Raya District and was attended by 20 participants, most of whom were men who lived in RT 03 RW 01 Batu Barat hamlet. The method used was socialisation and training such as design, installation, operation and maintenance of solar panel installations. Pre-test and post-test questionnaires were used to evaluate the effectiveness of the programme, and the results showed a significant increase in understanding from an average of 53.5% to 87.5%. Furthermore, the training was practically applied to install solar-powered street lighting in Balai Rakyat Satu Atap.
PENDAMPINGAN PELAKU UMKM MASYARAKAT DESA MELALUI PELATIHAN BRANDING PRODUCT DAN SERTIFIKASI HALAL Amal Taufiq; Moch. Firman; Abyati Faizah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.23965

Abstract

Abstrak: Desa Banjarejo merupakan sebuah desa dikecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk yang memiliki beragam UMKM tersebar di berbagai titik. Namun pelaku UMKM mengalami masalah dalam persaingan usaha serta kebanyakan mereka belum meimiliki sertifikasi halal. Berdasar itulah Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa KKN ini bertujuan untuk meningkatkan skill branding dan sekaligus sosialisasi dan pendampingan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM di desa Banjarejo. Kegiatan peningkatan skill masyarakat ini diikuti sekitar 25 peserta dari kelompok pelaku UMKM, pemerintah desa, KUA, mahasiwa KKN. Hasil pengabdian menujukkan bahwa tingkat pasrtisipasi masyarakat dalam proses kegiatan ini sebanyak 100% sedangkhan tingkat kebrhasilan dalam penigkatan skill branding product dan sertifikasi halal sebanyak 80% sehingga perlu adanya keberlanjtan dari kegiatan ini dengan melibatkan pemeritah desa, tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat. Abstract: Banjarejo Village is a village in Rejoso sub-district, Nganjuk Regency which has a variety of UMKM spread across various points. However, UMKM experience problems in business competition and most of them do not have halal certification. Based on that, the community service carried out by KKN students aims to improve branding skills and at the same time socialize and assist halal certification for MSMEs in Banjarejo village. This community skills improvement activity was attended by around 25 participants from groups of UMKM actors, village government, KUA, KKN students. The results of the service show that the level of community participation in this activity process is 90%, while the success rate in improving product branding skills and halal certification is 80%, so there is a need to continue this activity by involving the village government, community leaders and local religious leaders.
WORKSHOP DALAM RANGKA OPTIMALISASI KESADARAN MASYARAKAT TENTANG DOKUMEN KEPENDUDUKAN UNTUK PEMILIHAN UMUM 2024 Made Ngurah Demi Andayana; I Putu Yoga Bumi Pradana; Nadia Sasmita Wijayanti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.22600

Abstract

Abstrak: Data kependudukan merupakan unsur penting untuk mendukung Pemilihan Umum Tahun 2024 yang jujur dan adil. Namun, Pemerintah dan masyarakat Desa Penfui saat ini belum sepenuhnya memiliki kesadaran akan pentingnya tertib administrasi, ditunjukkan dari banyaknya masyarakat yang belum memiliki dokumen kependudukan yang lengkap. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran pemerintah dan masyarakat akan pentingnya kelengkapan dokumen kependudukan untuk mendukung terselenggaranya Pemilihan Umum Tahun 2024. Metode sosialisasi menggunakan metode ceramah, diskusi dan workshop, yang diikuti oleh 35 peserta terdiri dari perangkat desa dan masyarakat Penfui Timur. Hasil evaluasi kegiatan atas pemahaman peserta mengenai pentingnya kelengkapan dokumen kependudukan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sebesar 89% tentang pentingnya kelengkapan dokumen kependudukan, 85% peserta dapat menentukan alur pembuatan administrasi kependudukan di Pemerintah Desa setempat, 88% peserta berpartisipasi aktif dan menunjukkan kepuasan terhadap kegiatan sebesar 95%. Kendala dan hambatan terkait keterbatasan waktu dan keterbatasan internet, namun dapat teratasi dengan baik selama kegiatan.Abstract: Data Population plays a crucial role to ensure the smooth conduct of transparent and equitable elections in 2024 Despite its significance, the residents and authorities of Penfui Village have yet to fully recognize the necessity of having their administrative records in order, as evidenced by the widespread lack of complete population documentation among them. The objective of the initiative is to heighten the awareness of both the government and the citizens about the vital need for complete population records to ensure the smooth conduct of transparent and equitable elections in 2024. An interactive approach involving Q&A sessions, discussion, and workshops was employed for the campaign, which was participated in by 50 individuals, including village officials and East Penfui residents The results of the activity evaluation showed an 89% increase in participants ' understanding of the importance of completeness of population documents, 85% of participants were able to determine the flow of making Population Administration in the local village Government, 88% of participants actively participated and showed 95% satisfaction with the activities. Constraints and obstacles related to time constraints and internet limitations, but can be overcome well during the activity.