cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,932 Documents
PENDAMPINGAN PEMBUATAN VIDEO ANIMASI MENGGUNAKAN MEDIA FLIPACLIP UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR MATEMATIKA Surya Sari Faradiba; Yuli Ismi Nahdiyati Ilmi; Abdul Mannan Qoffal
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.24830

Abstract

Abstrak: Pelatihan ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di SMK Al-Khozini dengan memanfaatkan teknologi animasi sebagai media pembelajaran yang menarik dan interaktif. Penggunaan aplikasi Flipaclip diharapkan dapat memperkaya metode pengajaran guru dan meningkatkan minat serta pemahaman siswa. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru SMK Al-Khozini dalam menggunakan aplikasi Flipaclip untuk pembuatan animasi sebagai media pembelajaran. Masalah yang dihadapi adalah rendahnya pengetahuan dan keterampilan guru dalam teknologi pembelajaran animasi. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, penyuluhan, workshop, dan praktikum dengan melibatkan 30 guru.. Evaluasi dilakukan melalui angket harian yang terdiri dari 20 pernyataan, wawancara terstruktur yang terdiri dari 10 pertanyaan, dan observasi langsung. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan teknis (hardskill) dari 40% menjadi 75% dan 85% guru merasa pelatihan ini sangat bermanfaat. Selain itu, 80% guru siap menerapkan media pembelajaran animasi di kelas mereka, mencerminkan peningkatan kemampuan teknis sebesar 35%. Kendala yang dihadapi termasuk keterampilan dasar komputer yang rendah dan koneksi internet yang tidak stabil, yang diatasi melalui dukungan tambahan.Abstract: This training is very important to improve the quality of learning at SMK Al-Khozini by utilizing animation technology as an attractive and interactive learning media. The use of the Flipaclip application is expected to enrich the teacher's teaching methods and increase student interest and understanding. This training aims to improve the ability of SMK Al-Khozini teachers to use the Flipaclip application for making animations as learning media. The problem faced is the low knowledge and skills of teachers in animation learning technology. The methods used include socialization, counseling, workshops, and practicum involving 30 teachers. Evaluation was conducted through daily questionnaires consisting of 20 statements, structured interviews consisting of 10 questions, and direct observation. Results showed a significant increase in technical skills (hard skills) from 40% to 75% and 85% of teachers found the training very useful. In addition, 80% of teachers were ready to implement animated learning media in their classrooms, reflecting a 35% increase in technical ability. Obstacles encountered included low basic computer skills and unstable internet connections, which were overcome through additional support. 
PELATIHAN PEMBUATAN TEH KOMBUCHA UNTUK MENINGKATKAN MINAT WIRAUSAHA SANTRI PUTRI TERHADAP PRODUK FERMENTASI Yulistia Budianti Soemarie; Nily su'aida; Aris Fadillah; Rizki Rahmadi Pratama
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.22946

Abstract

Abstrak: Salah satu pondok pesantren yang terletak di kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan, adalah Pondok Pesantren Putri Darul Falah. Sekitar 135 santri bersekolah di pesantren ini. Salah satu masalah yang dihadapi oleh santri putri di pondok pesantren Darul Falah adalah tidak adanya kurikulum kewirausahaan yang ditawarkan oleh pondok pesantren. Akibatnya, santri putri memiliki keterampilan yang sangat rendah dan dikhawatirkan akan berdampak pada minat mereka dalam wirausaha setelah mereka lulus. Teh kombucha adalah minuman fermentasi yang memiliki banyak manfaat kesehatan dan sangat disukai oleh semua orang, jadi santri harus bisa membuatnya. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mendidik santri putri tentang dasar ilmu kewirausahaan dan mengajar mereka cara membuat teh kombucha. Selain itu, mereka juga ingin menumbuhkan minat mereka untuk berwirausaha. Proses pelaksanaan pengabdian ini dimulai dengan survei lokasi kegiatan, pembuatan surat ijin kegiatan, dan persiapan dan pelaksanaan kegiatan, yang mencakup penyediaan materi melalui ceramah, diskusi, dan pelatihan pembuatan teh kombucha. Peserta pada pelatihan ini diikuti sebanyak 68 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan nilai pretest dan posttest sebesar 73,33%. Pelatihan juga menunjukkan bahwa peserta dapat membuat teh kombucha setelah fermentasi selama 14 hari.Abstract: One of the Islamic boarding schools located in Barito Kuala district, South Kalimantan Province, is the Putri Darul Falah Islamic Boarding School. Around 135 students at this Islamic boarding school. One of the problems faced by female students at the Darul Falah Islamic boarding school is that there is no entrepreneurship curriculum offered by the Islamic boarding school. As a result, female students have very low skills and this has a negative impact on their interest in entrepreneurship after they graduate. Kombucha tea is a fermented drink that has many health benefits and is loved by everyone, so students must be able to cook it. The aim of this service is to educate female students about the basics of entrepreneurship and teach them how to make kombucha tea. Apart from that, they also want to grow their interest in entrepreneurship. The stages of implementing this service start from surveying the activity location, making an activity permit, preparing and implementing the activity which consists of providing material using lecture methods, discussions and training in making kombucha tea. There were 68 participants in this training. The results obtained from this activity showed that there was an increase in the pretest and posttest scores by 73,33%. This training also showed that participants were able to make kombucha tea after fermenting the tea for 14 days.
PENINGKATAN PEREKONOMIAN PETANI GULA AREN MELALUI PENDAFTARAN BADAN USAHA MILIK DESA DALAM MENDUKUNG SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS Rosalia Dika Agustanti; MB Nani Ariani; Rio Wirawan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21984

Abstract

Abstrak: Permasalahan pada mitra adalah harga gula aren yang murah, menjual ke pengepul, belum adanya strategi pemasaran yang diterapkan dalam bisnis aren, belum dimilikinya Hak atas Merek sehingga tidak ada ciri khas pada produk Aren yang dihasilkan serta Petani Gula Aren membutuhkan wadah untuk memasarkan produknya. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberdayakan masyarakat khususnya pada Desa Puraseda untuk dapat meningkatkan perekonomian desa, meningkatkan usaha masyarakat dalam pengelolaan potensi ekonomi desa melalui Pendaftaran Badan Usaha Milik Desa, dan hal ini dapat dimulai dari bagaimana Petani Gula Aren dalam mengolah gula semut yang baik serta bagaimana cara untuk menjual produk gula tersebut dengan harga yang kompetitif. Metode yang digunakan dengan sosialisasi dan pendampingan, untuk sosialisasi telah terlaksana dan sampai saat ini pendampingan pendaftaran BUMDesa masih dalam tahap pelaksanaan oleh tim. Mitra khususnya adalah Desa Puraseda yang dalam hal ini terdapat Perangkat Desa serta Petani Gula Aren yang berjumlah 25 (dua puluh lima) orang. Monitoring dan Evaluasi dilaksanakan dalam bentuk angket dengan 2 (dua) pertanyaan, untuk itu terdapat peningkatan pengetahuan mengenai alur pendaftaran BUMDesa yang terintegrasi website bumdesa.kemendesa.go.id sebesar 48%.Abstract: The problems with partners are the cheap price of palm sugar, selling to collectors, there is no marketing strategy implemented in the palm business, they don't have brand rights so there is no distinctive characteristic of the palm sugar products they produce and palm sugar farmers need a platform to market their products. The aim of this activity is to empower the community, especially in Puraseda Village, to be able to improve the village economy, increase community efforts in managing the village's economic potential through the Registration of Village-Owned Enterprises, and this can start from how Palm Sugar Farmers process good palm sugar and how to sell these sugar products at competitive prices. The method used is socialization and mentoring, for socialization has been carried out and currently assistance for BUMDesa registration is still in the implementation stage by the team. The special partner is Puraseda Village, which in this case includes Village Officials and Palm Sugar Farmers totaling 25 (twenty five) people. Monitoring and Evaluation was carried out in the form of a questionnaire with 2 (two) questions, for this reason there was an increase in knowledge regarding the BUMDesa registration flow integrated with the bumdesa.kemendesa.go.id website by 48%.
Penyuluhan Pendidikan Peduli Lingkungan Melalui Pemilihan Jenis Sampah Bagi Siswa Sekolah Dasar Fifin Fitriana; Nurzaidah Putri Dalimunthe; Fitri Apriani; Sujadi Priyansah; Maulana Arif; Andesta Granitio Irwan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20932

Abstract

ampah merupakan salah satu permasalahan besar yang harus ditangani pemerintah dan masyarakat. Sampah dapat berasal dari sekolah. Tim pengabdian melakukan kegiatan Penyuluhan Pendidikan Peduli Lingkungan Melalui Pemilihan Jenis Sampah Bagi Siswa Sekolah Dasar yang bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya pemilihan jenis sampah, dampak sampah, dan pengelolaan sampah yang baik. Tempat pelaksanaan kegiatan SD Negeri 12 Lubuk Besar melibatkan siswa kelas V sebanyak 15 orang dan siswa kelas VI sebanyak 15 orang. Metode dalam pengabdian ini adalah penyuluhan dengan 3 tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Berdasarkan kegiatan disimpulkan bahwa siswa SD Negeri 12 Lubuk Besar sangat antusias dan termotivasi mengikuti kegiatan. Kegiatan berjalan dengan lancar. Dari hasil pretest dan posttest didapat bahwa ada peningkatan pengetahuan yaitu dari hasil pretest 54 menjadi 81,67. Sedangkan untuk aspek keterampilan memilah sampah didapat hasil aspek identifikasi dampak sampah dengan nilai 85, memilah sampah B3 77,63, memilah sampah an organic 79,83, memilah sampah organic 81,33 dan identifikasi sumber sampah 83,1.Abstract: Waste is one of the significant problems that the government and society must address. Waste can come from schools. The community service team conducted an Environmental Care Education Counseling activity through Waste Type Selection for Elementary School Students, which aims to provide an understanding of the importance of choosing the type of waste, the impact of waste, and good waste management. The place for implementing the activities of SD Negeri 12 Lubuk Besar involved 15 fifth-grade students and 15 sixth-grade students. The method in this service is counseling with 3 stages, namely the planning, implementation, and evaluation stages. Based on the activity, it was concluded that the SD Negeri 12 Lubuk Besar students were enthusiastic and motivated to participate. The activity went smoothly. From the results of the pretest and posttest, it was found that there was an increase in knowledge, namely from the pretest result of 54 to 81.67. As for the skills aspect of sorting waste, the results of identifying the impact of waste with a score of 85, sorting B3 waste 77.63, sorting an organic waste 79.83, sorting organic waste 81.33, and identifying the source of waste 83.1.
PELATIHAN PEMBUATAN PAKAN ALTERNATIF UNTUK TERNAK DENGAN MEMANFAATKAN BATANG PISANG TERFERMENTASI UNTUK MENINGKATKAN NILAI NUTRISI David Agustinus Nguru; Alberth N. Ndun; Alvrado B. Lawa; Simon E. Mulik; Salden E. Nifu; Hendrikus U. Padu; Diana M. Sabat; Morin M. Sol’uf; Ni M. P. Setyani; Adiyanto N. Banamtuan; Nautus S. Dalle
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20006

Abstract

Abstrak: Masalah yang dihadapi oleh peternak di Desa Ponain, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yaitu sulitnya memenuhi kesediaan pakan secara kesinambungan baik mutu mau jumlahnya. Hal ini karena harga pakan yang tinggi, sehingga peternak memberikan pakan seadahnya tanpa melihat kebutuhan harian ternak babi yang menyebabkan produktivitas ternak babi menurun dan membutuhkan waktu pemeliharaan yang lebih lama. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memanfaatkan bahan lokal menjadi pakan alternatif dengan cara meningkatkan nilai gunanya dan pengurangi penggunaan pakan komersial sehingga lebih ekonomis serta meningkatkan softskill dan hardskill masyarakat dalam mengelolah pakan alternatif. Pelaksanaan PkM ini menggunakan metode ceramah dan eksperimen langsung bersama masyarakat. Masyarakat yang ikut dalam kegiatan ini adalah 25 orang dengan 19 laki-laki dan 6 orang perempuan. Evaluasi kegiatan ini dilihat dari adanya pre-test sebelum kegiatan dan post-test pada akhir kegiatan. Solusi yang di tawarkan yaitu pembuatan pakan alternatif menggunakan batang pisang yang difermentasi. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan dan mengoptimalkan kandungan nutrisi dan nilai guna batang pisang sehingga peternak dapat memenuhi kebutuhan nutrisi harian ternak babi serta dapat menekan biaya pakan. Melalui kegiatan pengabdian ini peternak dapat mengetahui pemanfaatkan pembuatan pakan alternatif guna menekan biaya produksi pakan yang mahal. Berdasarkan hasil evaluasi melalui post-test dari 25 orang menunjukan hasil 80% responden mengalami peningkatan pengetahuan tentang fermentasi batang pisang.Abstract: The problem faced by breeders in Ponain Village, Amarasi District, Kupang Regency, East Nusa Tenggara (NTT) is the difficulty of meeting feed supplies in a sustainable manner, both in quality and quantity. This is because the price of feed is high, so farmers provide as little feed as they can without considering the daily needs of pigs, which causes pig productivity to decrease and requires longer maintenance time. This Community Service (PKM) aims to utilize local ingredients into alternative feed by increasing its useful value and reducing the use of commercial feed so that it is more economical and improves the community's soft skills and hard skills in managing alternative feed. The implementation of PkM uses lecture methods and direct experiments with the community. There were 25 people who took part in this activity, 19 men and 6 women. Evaluation of this activity is seen from the pre-test before the activity and post-test at the end of the activity. The solution offered is making alternative feed using fermented banana stems. This aims to increase and optimize the nutritional content and use value of banana stems so that farmers can meet the daily nutritional needs of pigs and can reduce feed costs. Through this service activity, breeders can learn about the use of alternative feed production to reduce expensive feed production costs. Based on the results of evaluation via post-test from 25 people, the results showed that 90% of respondents had increased knowledge about banana stem fermentation.
UTILISASI LIMBAH MINYAK JELANTAH MENJADI PRODUK SABUN PADAT DAN LILIN SEBAGAI UPAYA PENERAPAN ZERO WASTE Ernawati, Lusi; Lestari, Rizka; Yuniar, Rizka Ayu; Putri, Nita Ariestiana; Hariyadi, Asful
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.25997

Abstract

Abstrak: Limbah minyak goreng merupakan salah satu limbah rumah tangga yang berpotensi mencemari lingkungan. Residu dari proses penggorengan ini banyak mengandung asam lemak yang memiliki potensi untuk diolah menjadi produk sabun padat dan lilin. Kegiatan pengabdian masyarakat ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan mitra baik hard skill dan soft skill yakni mencakup: (1) mitra mampu memahami prosedur pembuatan sabun dan lilin dengan bahan dasar minyak jelantah, (2) terbentuknya ketrampilan mitra dalam membuat produk berupa sabun padat dan lilin aroma terapi, (3) mengasah kemampuan komunikasi mahasiswa ITK yang terlibat dalam tim panitia kegiatan pengabdian melalui presentasi dan hubungan sosial dengan peserta pelatihan. Selain itu kegiatan ini menjadi salah satu bentuk upaya penerapan zero waste untuk mengubah limbah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan bernilai ekonomi. Adapun metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui transfer of knowledge dan technology dengan langkah-langkah: (1) persiapan, (2) pelaksanaan, dan (3) evaluasi kegiatan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan di kampus ITK sebagai host kegiatan berlokasi di lab kimia dasar dengan peserta siswa dan guru SMP 5 Balikpapan sebanyak 20 orang. Kegiatan ini dilakukan melalui beberapa metode yaitu ceramah, tanya jawab dan diskusi kemudian dilanjutkan praktik pembuatan sabun padat dan lilin. Kegiatan ini berjalan dengan baik dan disambut antusias oleh peserta pelatihan. Perubahan pemahaman peserta sebelum dan setelah pelaksanaan kegiatan tentang proses pembuatan sabun dan lilin dari limbah minyak minyak jelantah menjadi indikator keberhasilan kegiatan. Sebanyak 90% peserta (termasuk guru dan para siswa) belum mengetahui bagaimana cara pembuatan sabun padat dan lilin aroma terapi dari minyak jelantah sebelum mengikuti kegiatan pelatihan. Setelah dilakukan pelatihan dan praktik pembuatan, seluruh peserta telah mengetahui cara pembuatan sabun maupun lilin dari minyak jelantah serta diharapkan peserta pelatihan memiliki keterampilant memanfaatkan limbah minyak goreng di rumah.Abstract: One of the household pollutants that might contaminate the environment is cooking oil waste. Many fatty acids found in the frying residue have the ability to be converted into solid soap and wax compounds. This community service project aims to enhance partners' abilities, both hard and soft skills. These abilities include: (1) partners' comprehension of the steps involved in creating soap and candles from used cooking oil; and (2) partners' development of skills in creating solid soap and candle products. aromatherapy; (3) through presentations and interpersonal interactions with training participants, ITK students participating in the committee team for the service activity will improve their communication abilities. Aside from that, this activity is an attempt to achieve zero waste by turning rubbish into useful and valuable goods. The method for implementing activities is carried out through the transfer of knowledge and technology with the steps: (1) preparation, (2) implementation, and (3) evaluation of activities. Twenty students and teachers from SMP 5 Balikpapan participated in the program, which was hosted on the ITK campus in the basic chemistry lab. A variety of techniques were used to carry out this activity, including lectures, Q&A sessions, and group discussions. The process of creating solid soap and candles was the next step. The training participants eagerly welcomed and the activity proceeded smoothly. An indicator of the activity's success is how participants' knowledge of how to make soap and candles from leftover used cooking oil changed before and after the activity. Prior to taking part in the training session, up to 90% of participants—including teachers and students—did not know how to produce solid soap and aromatherapy candles out of spent cooking oil. All participants learned how to produce soap and candles from spent cooking oil after completing training and manufacturing practice, and it is anticipated that training participants would be able to use leftover cooking oil at home.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN BLOG UNTUK MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL DAN KREATIVITAS SISWA SMK DALAM MENGELOLA KONTEN ONLINE Sikky El Walida; Fadhila Kartika Sari; M. Iqbal Maulana Halisna
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.24394

Abstract

Abstrak: Pendampingan pembuatan blog untuk siswa SMK An-Nur Al Munir dilaksanakan dalam rangka meningkatkan literasi digital dan kreativitas siswa dalam mengelola konten online yang mencakup keterampilan desain, penulisan konten, dan komunikasi online. Kegiatan ini melibatkan 20 siswa dan dilakukan melalui demonstrasi dan praktik langsung membuat blog. Hasil kegiatan ini tercatat keterampilan siswa meningkat secara signifikan dengan persentase peningkatan skill mencapai 40%. Persentase ini diperoleh melalui angket harian yang terdiri dari 15 pernyataan dan wawancara yang terdiri dari 10 pertanyaan.. Langkah-langkah pendampingan yang dilakukan meliputi: (1) analisis kebutuhan; (2) perencanaan pelatihan; dan (3) implementasi penggunaan platform blog yang memberikan kontribusi dalam meningkatkan literasi digital dan kreativitas siswa dalam mengelola konten online. Evaluasi berupa umpan balik dari siswa dan pembaca blog menjadi indikator penting dalam kesuksesan kegiatan ini yang menunjukkan dampak positif terhadap penguatan literasi digital, pemberdayaan kreativitas, dan pengembangan keterampilan berpikir kritis siswa. Dengan demikian, pendampingan pembuatan blog ini memberikan landasan yang kuat bagi kemajuan siswa dalam menghadapi tantangan di era digital.Abstract: The mentoring program for blog creation for students at SMK An-Nur Al Munir was conducted to enhance digital literacy and creativity in managing online content, encompassing skills in design, content writing, and online communication. This activity involved 20 students and was executed through demonstrations and hands-on practice in blog creation. The results indicate a significant improvement in student skills, with a skill enhancement percentage reaching 40%. This percentage was derived from daily questionnaires consisting of 15 statements and interviews containing 10 questions. The mentoring process included the following steps: (1) needs analysis; (2) training planning; and (3) implementation of blog platform usage. These steps contributed to increasing digital literacy and creativity in managing online content. Evaluation, including feedback from students and blog readers, served as a crucial indicator of the success of the program, showing a positive impact on strengthening digital literacy, empowering creativity, and developing students' critical thinking skills. Thus, the blog creation mentoring provided a solid foundation for student advancement in facing challenges in the digital age.
PEMBENTUKAN PRIBADI ANAK DALAM UPAYA PERLIDUNGAN DIRI DAN PENCEGAHAN PERILAKU BULLYING MELALUI PROGRAM JAGOAN CILIK Kurniawan Kurniawan; Khoirunnisa Khoirunnisa
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.22424

Abstract

Abstrak: Bullying pada anak paling sering terjadi pada lingkungan sekolah. Sekolah menjadi tempat yang paling umum dan paling sering terjadinya perundungan maupun intimidasi. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan anak dalam upaya mencegah perilaku bullying pada anak. Metode yang digunakan pada kegiatan ini yaitu pendidikan kesehatan dalam bentuk program jagoan cilik yang dilakukan pada 30 orang siswa sekolah dasar DTA Nurul Haq kelas 1-6. Kegiatan pengabdian dilakukan selama satu bulan yang terbagi kedalam tiga tahap kegiatan yaitu persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi rencana tindak lanjut. Hasil dievaluasi secara lengasung dengan metode observasi dan pertanyaan sebanyak 10 pertanyaan tertutup. Berdasarkan hasil evaluasi, anak-anak antusias dalam mengikuti pendidikan kesehatan yang dikemas dalam kegiatan pengabdian dengan topik jagoan cilik, serta memahami pematerian terkait pencegahan perilaku bullying. Hasil dari pengolahan data pre-test dan post-test yang telah dilakukan mengalami peningkatan informasi pada terkait program jagoan cilik sebagai upaya petrlindungan diri dan pencegahan bulying dengan kenaikan skor rata-rata dari pre-test ke post-test sebesar 1,41 dengan rincian rata-rata pre-test sebesar 6,2 dan rata-rata post- test sebesar 7,63. Meskipun demikian, ketika sesi pematerian disampaikan, ada beberapa kosakata yang sulit dimengerti oleh anak. Selain itu, ketika proses pematerian, beberapa anak sibuk dan kurang fokus terhadap materi. Untuk kegiatan pengabdian selanjutnya bisa berfokus pada pengembangan media yang kreatif dalam promosi kesehatan terkait bullying, agar anak mudah dimengerti dan tahu secara jelas informasi-informasi yang disampaikan.Abstract: Bullying in children most often occurs in the school environment. Schools are the most common and most frequent place for bullying and intimidation. The purpose of this activity is to increase children's understanding and ability to prevent bullying behavior in children. The method used in this activity is health education in the form of a little hero program conducted on 30 DTA Nurul Haq elementary school students in grades 1-6. The service activity was carried out for one month which was divided into three stages of activity, namely preparation, implementation, and evaluation of follow-up plans. The results were evaluated directly with the observation method and direct questions as many as 10 open questions. Based on the evaluation results, children are enthusiastic in participating in health education packaged in community service activities with the topic of little heroes, and understand the presentation related to preventing bullying behavior. Questions that can be answered by children related to bullying and cyberbullying include understanding, types or forms, impacts and victims, as well as prevention and handling. However, when the presentation session was delivered, there were several vocabulary languages that were difficult for children to understand. In addition, during the presentation process, some children were busy and less focused on the material. Future service activities can focus on developing creative media in health promotion related to bullying, so that children can understand and know clearly the information conveyed.
MENINGKATKAN KESADARAN REMAJA: EDUKASI TOXIC RELATIONSHIP DAN BODY IMAGE UNTUK KESEHATAN REPRODUKSI Laily Hanifah; Febilla Dwinanda Riyanti; Siska Amanda; Mugi Rahayu Lestari; Bunga Andriana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21275

Abstract

Abstrak: Pada masa remaja timbul persepsi dan gambaran mengenai fisik atau bentuk tubuh yang ideal yang harus dimiliki. Emosi dan perasaan pada remaja pun belum optimal, sehingga muncul rasa keragu-raguan, kecemasan, serta ketakutan. Kedua hal tersebut merupakan masalah karena dapat menimbulkan kepribadian yang negatif pada diri remaja yang akan berdampak jangka panjang apabila tidak segera diatasi. Tujuan diadakannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa salah satu SMA di Depok mengenai perilaku toxic relationship dan body image. Pengabdian kepada masyarakat dilakukan kepada 86 siswa menggunakan metode Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE), serta dilaksanakan secara luring. Hasil uji pretest dan post-test menggambarkan p-value sebesar 0,000 yang artinya edukasi yang disampaikan bermanfaat untuk menambah wawasan siswa mengenai perilaku toxic relationship dan body image. Sebagai saran, diharapkan ada program lanjutan bagi siswa untuk memperkuat implementasi dari edukasi mengenai toxic relationship dan body image yang diberikan.Abstract: During adolescence, appear perceptions and images of the ideal physic or body shape that should be possessed. Emotions and feelings in adolescents are not optimal, so there is a sense of indecision, anxiety, and fear. Both of these things are problems because they can cause a negative personality in adolescents which will have a long-term impact if not overcome immediately. The purpose of this community service activity is to increase the knowledge among students in one high school in Depok regarding toxic relationship and body image. Community service was carried out to 86 students using the Communication, Information, and Education (IEC) method directly to the students. The results of the pretest and post-test tests illustrate a p-value of 0.000, which means that the education is useful for increasing students' insight into toxic relationship behavior and body images. As a suggestion, it is hoped that there will be a follow-up program for students to strengthen the implementation of education about toxic relationships and body images.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TENTANG PEMANFAATAN DESA WISATA PANTAI SEBAGAI SANDROMATERAPY DAN PENINGKATAN SUPPORT GROUP DALAM PENGENDALIAN STROKE Mike Asmaria; Dwi Happy Anggia Sari; Hidayati Hidayati; Hilma Yessi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20241

Abstract

Abstrak: Desa Pauh Barat memiliki data penderita resiko stroke tertinggi dengan angka kejadian hipertensi dan diabetes yang meningkat setiap tahunnya. Faktor risiko dominan stroke adalah umur yang semakin meningkat, jantung koroner, diabetes melitus, hipertensi, dan gagal jantung. Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan motivasi hidup sehat dan produktif serta meringankan beban psikologis penderita terkait penyakit dan kehidupanya. Metode yang di gunakan dalam pengabdian ini yaitu praktikum sandromaterapy (terapy pasir pantai yang sudah terpapar panas matahari) kegiatan dilaksanakan pada jam 4 sampai 6 sore, kegiatan di laksanakan pantai Pauh Barat bagian utara. Mitra Pengabdian masyarakat ini adalah kader lansia dan penderita resiko tinggi stroke Desa Pauh Barat sebanyak 35 orang. Monitoring dan Evaluasi pengabdian ini dilakukan dengan observasi serta pendampingan. Hasil pengabdian ditemukan adanya peningaktan derajat kesehatan yang di buktikan oleh penurunan tekanan darah peserta sebanyak 11 orang (61,70%) dari 17 orang penderita hipertensi dan penurunan kadar gula darah bagi penderita diabetes yaitu sebanyak 5 orang (50%) dari 10 orang penderita. Dengan pelaksanaan sandromaterapy ini penderita resiko tinggi stroke merasakan sensasi terapy pada persayarafan dan otot kaki, serta kenikmatan suasana pantai yang memberikan relaksasi.Abstract: Pauh Barat Village has data on sufferers at the highest risk of stroke with the incidence of hypertension and diabetes increasing every year. The dominant risk factors for stroke are increasing age, coronary heart disease, diabetes mellitus, hypertension and heart failure. The aim of this service is to increase motivation to live a healthy and productive life and ease the psychological burden of sufferers related to their illness and life. The method used in this service is sandromatherapy practicum (beach sand therapy that has been exposed to the heat of the sun). This activity is carried out from 4 to 6 pm on the northern part of West Pauh Beach. These community service partners are elderly cadres and 35 participants suffering from high risk of stroke in West Pauh Village. Monitoring and evaluation of this service is carried out through observation and assistance. The results of the service found an increase in health status as evidenced by a decrease in blood pressure for 11 participants (61.70%) of 17 people with hypertension and a decrease in blood sugar levels for diabetes sufferers, namely 5 people (50%) of 10 people sufferers. With the implementation of sandromatherapy, sufferers at high risk of stroke feel a therapeutic sensation in the nerves and leg muscles, as well as the enjoyment of the beach atmosphere which provides relaxation.