cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,932 Documents
PENINGKATAN KESADARAN DAN PARTISIPASI SISWA SEKOLAH DASAR TERHADAP LINGKUNGAN SEHAT DENGAN PELATIHAN PEMBIBITAN BERBASIS MEDIA ROCKWOOL Novi Haryati; Fitrotul Laili; Rini Mutisari; Anisa Aprilia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20585

Abstract

Abstrak: Membangun kesadaran masyarakat dan kepedulian terhadap lingkungan dimulai dengan implementasi pendidikan lingkungan sejak dini di sekolah. Inisiatif pengabdian masyarakat ini, yang dipimpin oleh Tim Dosen Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, bertujuan mengembangkan minat dan kapabilitas pertanian bawaan pada siswa kelas lima melalui penanaman berbasis hidroponik dengan menggunakan rockwool. Dilaksanakan dari bulan Juli hingga Agustus 2023, program ini menargetkan 27 siswa dan menggunakan berbagai teknik penyuluhan, termasuk kegiatan pembelajaran yang berpusat pada siswa seperti permainan yang menyenangkan. Pendekatan ini melibatkan pelatihan siswa mengenai media Rockwool dan pengalaman praktis dalam pembibitan tanaman. Program ini telah berhasil meningkatkan kesadaran lingkungan siswa terkait pemahaman tentang praktik pertanian berkelanjutan sebesar 97,14% dengan kuisioner tertutup, dan mengajarkan keterampilan praktis dalam pembibitan dengan media Rockwool. Hasilnya menunjukkan pemahaman siswa yang lebih baik tentang pentingnya menciptakan ruang hijau di sekolah dengan menggunakan Rockwool sebagai sumber oksigen. Pemantauan berkelanjutan oleh guru kelas memastikan kelancaran program ini, dengan menekankan pada praktikalitas pendekatan tersebut dalam menjaga lingkungan sekolah yang bersih dan menarik.Abstract: Developing community awareness and environmental concern begins with early implementation of environmental education in schools. This community service initiative, led by the team of Faculty of Agriculture at Brawijaya University’s lecturer, aims to cultivate interest and innate agricultural capabilities among fifth-grade students through hydroponic-based planting using rockwool. Executed from July to August 2023, the program targets 27 students and employs outreach techniques, including student-centered learning activities such as fun games. The approach involves training students on Rockwool media and practical seed germination experiences. The project successfully enhances students' environmental consciousness, instills knowledge of sustainable farming practices, and imparts practical skills in Rockwool-based seed germination. The results demonstrate improved student understanding of the significance of creating green spaces in schools using Rockwool as an oxygen source. Ongoing monitoring by class teachers ensures the project's smooth progression, emphasizing the practicality of the approach in maintaining a clean and aesthetically pleasing school environment. 
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM UPAYA PENCEGAHAN KETERLAMBATAN RUJUKAN MATERNAL Puspita Sukmawaty Rasyid; Fatmawati Ibrahim; Rahma Dewi Agustini
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.19878

Abstract

Abstrak: Keterlambatan rujukan merupakan penyumbang kematian maternal. Hasil pemantauan lapangan menunjukan satu kasus kematian ibu usia kehamilan 36 minggu dengan eklampsia disebabkan karena kurangnya pengetahuan ibu, keluarga dan kelompok masyarakat mengenal secara dini tanda, gejala, risiko, komplikasi maternal serta ketidakmampuan mengambil keputusan merujuk/menghubungi bidan/tenaga kesehatan. Tujuan pengabdian adalah membentuk kelompok masyarakat mandiri yang mampu mendeteksi tanda gejala kegawatdaruratan maternal untuk mencegah keterlambatan rujukan maternal. Metode kegiatan pengabdian terdiri dari 3 tahap, yaitu tahap 1 memberikan pretest dan penyuluhan serta demonstrasi penggunaan lembar pemantauan deteksi dini kegawatdaruratan maternal kepada mitra sasaran, tahap 2 tim pengabmas melakukan pendampingan dan pembinaan pada mitra di rumah menggunakan lembar pemantauan, dan tahap 3 melakukan evaluasi kegiatan menghadirkan mitra dan posttest dengan 20 butir soal kuesioner. Mitra Pengabdian adalah tokoh masyarakat, kader, keluarga yang tinggal serumah, dan ibu hamil berjumlah 40 orang. Hasil yang diperoleh terdapat peningkatan pengetahuan dengan kategori baik sebesar 53% dan adanya kemampuan melakukan pemantauan deteksi dini kegawatdaruratan maternal menggunakan lembar pemantauan 100%.Abstract: Delays in maternal referral can lead to maternal mortality. A 36-week pregnant woman with eclampsia died due to a lack of knowledge among the mother, family, and community in recognizing early signs, maternal risks, complications, and the inability to make referral decisions or contact healthcare professionals. This community service aims to develop self-sufficient community organizations to avoid maternal referral delays. The activities are divided into three stages: Pretesting, counseling, and showing the use of early detection monitoring sheets are all part of Stage 1. Stage 2 directs and supports the target partners in their homes using monitoring sheets. The activities are evaluated in Stage 3 with the participation of target partners, followed by a post-test. Community leaders, community health workers, co-residing family members, and 40 pregnant women are among the project’s collaborators. The results demonstrate a 53% increase in knowledge and a 100% ability to monitor early identification of maternal emergencies utilizing the monitoring sheets.
PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE MELALUI PENYULUHAN DI PROVINSI JAWA BARAT Pratita, Anindita Tri Kusuma; Octavia, Diva Rachma; Mutiarani, Sri Sentia; Putra, Gusti Teguh Dwi; Ramadan, Rima Sonia; Nurazizah, Rifah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.25452

Abstract

Abstrak: Kasus DBD cenderung meningkat setiap tahunnya. Berdasarkan observasi awal, mayoritas masyarakat Desa Cayur, terutama kalangan lansia, belum sepenuhnya menyadari gejala awal DBD dan cara penanganan yang tepat. Oleh sebab itu, dilakukan program penyuluhan dengan tujuan memberikan edukasi yang mendalam mengenai DBD, sehingga masyarakat lebih siap dan mampu melakukan tindakan pencegahan yang efektif. Sistem evaluasi yang digunakan dalam pengabdian berikut yaitu One Group Pretest Postest Design dengan responden masyarakat cayur sebanyak 39 orang. Rata-rata nilai pretest yang semula 58.97 meningkat menjadi 83.33 pada posttest, menunjukkan peningkatan sebesar 24.36 poin. Data ini menunjukkan bahwa penyuluhan berhasil meningkatkan pengetahuan peserta secara signifikan. Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan SPSS, penyuluhan yang komprehensif dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang penyakit DBD.Abstract: DHF cases tend to increase every year. Based on initial observations, the majority of the Cayur Village community, especially the elderly, are not fully aware of the early symptoms of dengue fever and the appropriate treatment methods. Therefore, an outreach program was carried out with the aim of providing in-depth education about dengue fever, so that the community is better prepared and able to take effective preventive measures. The evaluation system used in the following service is One Group Pretest Posttest Design with 39 cayur community respondents. The average pretest score which was originally 58.97 increased to 83.33 in the post test, showing an increase of 24.36 points. This data shows that the extension succeeded in increasing participants' knowledge significantly. Based on the results of data processing using SPSS, comprehensive education can increase public knowledge and awareness about dengue fever. 
SIKAP DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PERILAKU CUCI TANGAN PAKAI SABUN PADA IBU DAN ANAK USIA DI BAWAH 2 TAHUN Zauza Hawa Zahara; Lita Sri Andayani; Zulhaida Lubis
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.23347

Abstract

Abstrak: Anak usia di bawah dua tahun rentan terkena penyakit menular seperti diare, yang dapat menyebabkan stunting. Data menunjukkan bahwa diare merupakan penyebab kematian kedua tertinggi setelah pneumonia pada anak usia 29 hari hingga 11 bulan. Penyakit menular ini erat kaitannya dengan perilaku kebersihan yang buruk, praktik sederhana seperti mencuci tangan pakai sabun dapat mengurangi risiko stunting hingga 15%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sikap, dukungan keluarga, dan perilaku cuci tangan pakai sabun pada ibu dan anak stunting usia 6-24 bulan. Jenis penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional . Populasi penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak stunting usia 6-24 bulan yang tinggal di lokasi terpilih di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, sebanyak 480 orang dengan sampel penelitian diambil secara random sampling berjumlah 150 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis bivariate menggunakan uji chi-square. Hasil analisis menunjukkan ada hubungan antara sikap ibu terhadap perilaku cuci tangan pakai sabun (p<0,001), ada hubungan antara dukungan keluarga terhadap perilaku cuci tangan pakai sabun (p<0,001). Upaya untuk mengubah sikap dan dukungan keluarga terhadap perilaku cuci tangan pakai sabun dapat dilakukan dengan edukasi promosi cuci tangan pakai sabun dengan metode demonstrasi dan bermain peran. Diharapkan dengan melakukan edukasi promosi dengan metode tersebut dapat meningkatkan ibu dan keluarga untuk mencuci tangan pakai sabun.Abstract: Children under the age of two are vulnerable to infectious diseases such as diarrhea, which can lead to stunting. Data indicates that diarrhea is the second leading cause of death after pneumonia in children aged 29 days to 11 months. These infectious diseases are closely related to poor hygiene practices; simple practices such as handwashing with soap can reduce the risk of stunting by up to 15%. This study aims to analyze the attitudes, family support, and handwashing behavior with soap among mothers and stunted children aged 6-24 months. This research is analytical with a cross-sectional design. The study population comprises 480 mothers with stunted children aged 6-24 months living in selected locations in Deli Serdang Regency, North Sumatra, with a sample of 150 people taken through random sampling. Data collection was conducted using questionnaires, and bivariate analysis was performed using the chi-square test. The analysis results show a significant relationship between mothers' attitudes towards handwashing behavior with soap (p<0.001) and family support for handwashing behavior with soap (p<0.001). Efforts to change attitudes and family support towards handwashing behavior with soap can be achieved through educational promotions using demonstration and role-playing methods. It is expected that conducting educational promotions using these methods can enhance mothers' and families' handwashing practices with soap.
PENDAMPINGAN KELUARGA PEDULI STUNTING SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Siti Maryani; Mundarti Mundarti; Bekti Yuniyanti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.19630

Abstract

Abstrak: Stunting merupakan salah satu masalah gizi kronis yang terjadi di Indonesia. Angka gizi buruk dan stunting di Indonesia cukup tinggi, menduduki peringkat kedua di Asia Tenggara. Berdasarkan data Riskesdas 2018, angka prevalensi sebesar 30,8%. Keluarga mempunyai peran penting dalam mencegah stunting di semua tahap kehidupan. Mulai dari janin dalam kandungan, bayi baru lahir, balita, remaja, pernikahan, kehamilan, dll. Hal ini mendukung upaya pemerintah untuk mengatasi permasalahan di Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan keluarga agar peduli dan melakukan berbagai upaya untuk mencegah stunting di lingkungan keluarganya. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini di lakukan dengan menggunakan metode pendampingan pada keluarga yang memiliki balita di Desa kalijoso sejumlah 20 keluarga. Mitra dalam kegitan ini adalah keluarga yang memiliki balita dan pendampingan ini di lakukan pada ibu balita karena ibu balita memiliki waktu paling banyak dengan balita yaitu sejumlah 20 orang. Kegiatan yang di lakukan antara lain pemberian materi tentang stunting, pola asuh keluarga, dan praktik pemberian makan pada balita. Kegiatan berlangsung selama 3 bulan. Kegiatan ini berjalan dengan baik dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan pengetahuan dan ketrampilan keluarga dalam pencegahan stunting. Prestest di lakukan dengan menggunakan kuesioner tentang stunting dan peran upaya pencegahan stunting sejumlah 10 pertanyaan. hasil pretest dan posttest mengalami peningkatan sebesar 20%.Abstract: Stunting is one of the chronic nutritional problems in Indonesia. The rates of malnutrition and stunting are quite high, ranking second in Southeast Asia. According to the 2018 Riskesdas data, the prevalence rate is 30.8%. Families play a crucial role in preventing stunting at all stages of life, from the fetus in the womb to newborns, toddlers, adolescents, marriage, pregnancy, and beyond. This supports the government's efforts to address these issues in Indonesia. The objective of this activity is to enhance family knowledge, encouraging them to take various measures to prevent stunting within their households. The implementation of this community service activity involves a mentoring method with 20 families who have toddlers in the Kalijoso Village. The partners in this activity are families with toddlers, and mentoring is specifically targeted at mothers of toddlers, totaling 20 individuals. The activities include providing information about stunting, family parenting patterns, and practicing feeding toddlers. The entire initiative spans a duration of 3 months. The activity progressed well, contributing to the improvement of family knowledge and skills in preventing stunting. A pre-test was conducted using a questionnaire about stunting and the role of prevention efforts, comprising 10 questions. The results of the pre-test and post-test showed an improvement of 20%.
OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DARI SAMPAH RUMAH TANGGA Tri Susilawati; Indra Darmawan; Eka Ardiansyah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21484

Abstract

Abstrak: Pengolahan sampah dengan sistem konvensional yaitu dibuang, dibakar serta ditimbun bukan merupan solusi terbaik dari masalah sampah yang selama ini menjadi masalah utama hampir di setiap daerah di Indonesia. Model pengelolaan terbaik yaitu menerapkan sistem 3R. Sampah organik yang dihasilkan di rumah tangga merupakan sampah yang sangat berpotensi diolah kembali sesuai kaidah 3R. Tujuan kegiatan ini adalah mensosialisasikan terkait pentingnya pengolahan sampah berbasis rumah tangga serta melatih warga mengolah sampah rumah tangga menjadi pupuk organik. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan ibu-ibu rumah tangga dalam mengelola sampah rumah tangga menjadi pupuk organik yang nantinya bisa bernilai ekonomi. Selain itu, dengan adanya pelatihan ii diharapkan ada kesadaran di masyarakat terkait pentingnya pengelolaan sampah secara maksimal berbasis rumah tangga. Metode yang digunakan yaitu dengan pelatihan dan sosialisasi. Mitra pengabdian ini adalah pemerintah Desa Berora Kecamatan Lopok Kabupaten Sumbawa. Jumlah peserta yang ikut dalam kegiatan ini sebanyak 30 orang. Evaluasi dilakukan dengan memberikan pre test dan post test serta dilakukan pendampingan pasca kegiatan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini menunjukkan ada peningkatan pemahaman dari 45% sebelum sosialisasi dan pelatihan menjadi 85% setelah kegiatan. Selain itu, kegiatan ini juga menghasilkan 30 botol 600ml pupuk organic cair serta 10kg pupuk padat.Abstract: Processing waste using conventional systems, namely throwing away, burning and landfilling, is not the best solution to the waste problem which has been a major problem in almost every region in Indonesia. The best management model is implementing the 3R system. Organic waste produced in households is waste that has the potential to be reprocessed according to 3R principles. The aim of this activity is to socialize the importance of household-based waste processing and train residents to process household waste into organic fertilizer. The method used is training and socialization. This service partner is the government of Berora Village, Lopok District, Sumbawa Regency. The number of participants who took part in this activity was 30 people. Evaluation is carried out by providing pre-tests and post-tests as well as providing post-activity assistance. The results obtained from this activity showed that there was an increase in understanding from 45% before socialization and training to 85% after the activity. Apart from that, this activity also produced 30 bottles of 600ml liquid organic fertilizer and 10kg of solid fertilizer.
PENDAMPINGAN PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK MENJADI PUPUK KOMPOS DAN PUPUK KANDANG Laksmindra Fitria; Chalivya Aska Rarafifi; Putri Dian Islami; Albert Lonardo; Tantri Ajeng Salma Salsabila; Enggal Prayogo
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20062

Abstract

Abstrak: Sampah organik rumah tangga dan kotoran hewan ternak berpotensi menyebabkan ketidaknyamanan karena menimbulkan bau tak sedap dan menjadi sumber penyakit. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada warga Kampung Satwa mengenai cara pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi pupuk kompos Takakura dan kotoran hewan ternak menjadi pupuk kandang. Selain memberikan solusi permasalahan mengenai sampah organik, kegiatan ini sekaligus untuk membangun rasa tanggung jawab dan kemandirian dalam pengelolaan sumber daya hayati yang berkesinambungan, sesuai dengan program sebagai desa tujuan wisata berbasis ekologi. Target kegiatan adalah ibu-ibu yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) dan bapak-bapak yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) di Kampung Satwa Yogyakarta. Kegiatan ini berlangsung selama bulan September–November 2022. Pupuk hasil karya warga kemudian diuji di LPPT-UGM untuk dibandingkan kualitasnya dengan pupuk komersil dan standar nasional Indonesia (SNI). Hasil menunjukkan bahwa pupuk Takakura lebih baik dibandingkan pupuk kompos komersil. Sementara itu kualitas pupuk kandang buatan warga setara dengan pupuk kandang komersil. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan dan pendampingan pembuatan pupuk kompos dan pupuk kandang di Kampung Satwa berhasil dengan baik.Abstract: Organic waste from household and livestock are potential to cause discomfort in the settlement due to the stench which also serve as a source of pathogenic germs. This program was designed to provide training and assistance to Kampung Satwa locals to process household organic waste into Takakura compost and livestock organic waste into manure. In addition to provide solution for organic waste problems, this activity helps to build responsibility and independence in sustainable management of biological resources, related to the program as ecologically-based tourist destination. The target of the activity were members of the Women Farmers Group (KWT) and members of the Farmers Group (Poktan) in Kampung Satwa. This activity took place during September–November 2022. Takakura compost and manure made by residents were then tested at LPPT-UGM to compare their quality with commercial products and SNI standards. Results showed that Takakura compost outperformed commercial product. Meanwhile, Poktan’s manure is comparable to commercial product. It can be concluded that the training and mentoring activities on processing organic wastes into compost and manure in Kampung Satwa were successful.
PKM LITERASI DIGITAL DAN IMPLEMENTASI WEBSITE PERSEKUTUAN PEMUDA PELAJAR NENIARI UNTUK MENINGKATKAN AKSESIBILITAS DAN PENYEBARAN INFORMASI Tuhuteru, Hennie; Sumah, Janeman; Etwiory, Ulan Ningsih; Samusamu, Rizel
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26292

Abstract

Abstrak: Pemahaman yang mendalam tentang literasi digital menjadi sangat krusial, baik bagi individu maupun sebuah organisasi. Website, sebagai salah satu media penyebaran informasi yang paling efektif, berperan penting dalam meningkatkan literasi digital sebuah organisasi dan masyarakat luas. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mitra terkait literasi digital, serta meningkatkan aksesibilitas dan penyebaran informasi bagi organisasi Persekutuan Pemuda Pelajar Neniari (P3N) secara luas. Metode kegiatan ini berupa sosialisasi untuk literasi digital dan pelatihan pengelolaan website yang dilaksanakan melalui 4 tahapan, yaitu Persiapan, Pelaksanaan, Evaluasi dan Keberlanjutan Program. Kegiatan dilakukan terhadap Mitra P3N, yang merupakan sebuah organisasi nirlaba berbasis kedaerahan. P3N saat ini beranggotakan 32 orang. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test dengan 10 pertanyaan selama kegiatan sosialisasi literasi digital dan formulir checklist untuk mengetahui peningkatan keterampilan mitra dalam pengelolaan website P3N. Hasil kegiatan yang telah dicapai, yaitu adanya peningkatan pengetahuan Mitra terkait literasi digital yang sebelumnya rata-rata 46,3% menjadi 89,6%, serta peningkatan keterampilan Mitra sebesar 91,5%.Abstract: Understanding the digital literacy has become crucial, both for individuals and organizations. Websites, as one of the most effective media for disseminating information, play a significant role in enhancing an organization's digital literacy and that of the wider community. Therefore, this community service aims to improve understanding of digital literacy and to increase accessibility and dissemination of information for the “Persekutuan Pemuda Pelajar Neniari” (P3N) organization. The method employed in this activity is a socialization of digital literacy and website management training structured into four phases: Preparation, Implementation, Evaluation, and Program Sustainability. P3N is a non-profit, community-based organization and currently has 32 members. Evaluation is conducted using pre-tests and post-tests with 10 questions during the socialization and a checklist form to assess the increase skills in managing the P3N website. The results achieved from the activity include an increase in P3N knowledge of digital literacy from an average of 46.3% to 89,6%, and an increase in skills of 91,5%.
PENGGUNAAN AI UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MIND MAPPING SISWA Syaefani Arif Romadhon; Iin Indrayanti; M. Sofyan Firmansyah; M. Taufik Qurohman
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.24321

Abstract

Abstrak: Mind Mapping sangat membantu para siswa untuk mendapatkan kata-kata baru. Pengabdian ini bertujuan untuk mengenalkan kepada siswa AI mindmapping yaitu Whimsical, serta diharapkan dapat meningkatkan softskill dan hardskill peserta didik. Metode yang digunakan yaitu sosialisasi kepada para siswa tentang bagaimana penggunaan AI Whimsical. Siswa yang dilibatkan dalam kegiatan PKM ini berjumlah 32 orang kelas XI jurusan Akuntansi. Selain melalui observasi, siswa juga diberikan pretest dan posttest untuk mengevaluasi pemahaman siswa tentang mindmapping. Rata-rata persentase untuk pre-test dari keempat kategori adalah 35.75%, sedangkan rata-rata persentase untuk post-test adalah 65.77%. Secara keseluruhan hasil menunjukkan bahwa penggunaan AI dalam pembelajaran vocabulary memberikan dampak positif dalam meningkatkan penguasaan kosakata siswa pada semua kategori yang diuji.Abstract: Mind Mapping is very helpful for students to get new words. This service aims to introduce AI mindmapping students, namely Whimsical. The method used is socialization to students about how to use AI. The students involved in this community service activity amounted to 32 people. In addition to observation, students are also given a pretest and posttest to evaluate students' understanding of mindmapping. The average percentage for the pre-test of the four categories was 35.75%, while the average percentage for the post-test was 65.77%. Overall, the results show that the use of AI in vocabulary learning has a positive impact on improving students' vocabulary mastery in all categories tested.
PENINGKATAN PENGETAHUAN MENGENAI NYAMUK VEKTOR PENULAR PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANGGOTA PALANG MERAH REMAJA DI KOTA TASIKMALAYA Dewi Peti Virgianti; Yane Liswanti; Sudianto Sudianto; Rochmanah Suhartati; Alsya Latisa; Lisdiana Pavila Safitri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.25362

Abstract

Abstrak: Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit tahunan di Indonesia. 3M plus adalah bentuk gerakan dengan tujuan mencegah penularan penyakit DBD. Gerakan tersebut tidak hanya dapat dilakukan di lingkungan masyarakat tetapi juga harus dilakukan di lingkungan sekolah. Ekstra kurikuler Palang Merah Remaja (PMR) dapat menjadi penggerak kegiatan 3M ini di lingkungan sekolah dengan menjadikan mereka sebagai Jumantik (Juru Pemantau Jentik). Kegiatan yang dilakukan ini memiliki tujuan untuk dapat meningkatkan pengetahuan peserta mengenai nyamuk penularan penyakit demam berdarah dengue (DBD) pada anggota PMR di Kota Tasikmalaya sehingga diharapkan dapat menjadi jumantik yang baik. Metode yang dilakukan adalah memberikan pre test sebelum dilakukan pemberian materi dan post test setelah dilakukan pemberian materi tentang nyamuk vektor penyakit demam berdarah. Peserta yang menjadi peserta kegiatan berjumlah 70 orang, yang merupakan anggota dan pembina PMR dari 15 Sekolah Menengah Atas di Kota Tasikmalaya. Kegiatan ini melibatkan mitra sebagai koordinator PMR, yaitu SMAN 5 Kota Tasikmalaya. Hasil dari kegiatan ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan pengetahuan dari peserta dengan rata-rata 35,7 % setelah dilakukan pemberian materi, yang dibuktikan dengan uji t-test didapat nilai sig (2-tailed) ≤ 0,05 yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil sebelum dan sesudah pemaparan materi.Abstract: Dengue hemorrhagic fever (DHF) is an annual disease in Indonesia. 3M Plus is a form of movement aimed at preventing dengue fever transmission. This movement should not only take place in the community but also in the school environment. The Youth Red Cross (PMR) extra-curricular activity can be a driving force for 3M activities in the school environment by making them Jumantik (Larvae Monitoring Volunteers). We conducted this activity to enhance the participants' understanding of mosquitoes that spread dengue hemorrhagic fever (DBD) among PMR members in Tasikmalaya City, with the goal of preparing them to become effective jumantiks. The method used was to give a pre-test before giving material and a post-test after giving material about mosquitoes that are vectors of dengue fever. There were 70 participants, who were PMR members and coaches from 15 high schools in Tasikmalaya City. This activity involved partners as PMR coordinators, namely SMAN 5 Tasikmalaya City. The results of this activity are shown by the increase in knowledge of the participants with an average of 35.7% after the presentation of the material, as evidenced by the t-test obtained sig value (2-tailed) ≤ 0.05, which means there is a significant difference in the results before and after the presentation of the material.