cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,932 Documents
PELATIHAN JADAM MICROBA SOLUTION DI POKTAN SENGENIT MENUJU PERTANIAN RAMAH LINGKUNGAN Anwar, Muhammad; Iskandar, Muhammad Joni; Wadi, Ikhwan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26457

Abstract

Abstrak: Sebagian besar tanah pertanian tropis mengalami penurunan kesuburan tanah, keasaman, salinasi, degradasi lahan dan hilangnya produktivitas serta ketidakseimbangan unsur hara. Menjaga bahan organik tanah menjadi penting untuk mempertahankan produktivitas lahan pertanian. Tujuan pengabdian yaitu pelatihan pembuatan pembenah tanah metode Jadam Microba Solution (JMS) berbahan sumberdaya lokal. Metode pelaksanaan dengan Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan pendekatan ceramah dan praktikum langsung dengan jumlah peserta 28 orang anggota kelonpok tani. Kesimpulan dari pengabdian, Pelatihan pembuatan jadam microba solution ini mendapat respon positif atau menerima sebesar 96,18%, mitra dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dengan capaian masing-masing 100% dan 76,92%. Sebagai tindak lanjut akan dilaksanakan peran serta atau partisipasi anggota poktan terus ditingkatkan pada setiap kegiatan, akan jadwalkan praktek aplikasi JMS, pelatihan pembuatan JMS dengan umbi-umbian yang ada di sekitarnya.Abstract: Most tropical agricultural land experiences decreased soil fertility, acidity, salination, land degradation and loss of productivity and nutrient adequacy. Maintaining soil organic matter is important to maintain agricultural land productivity. The aim of the service is training in making soil amendments using the Jadam Microba Solution (JMS) method using local resources. The implementation method is Participatory Rural Appraisal (PRA) with a lecture and direct practicum approach with 28 participants, members of farmer groups. The conclusion of this service is that the training on making jadam microbial solution received a positive response or acceptance of 96.18%, partners were able to increase their knowledge and skills with achievements of 100% and 76.92% respectively. As a follow-up, the role and participation of Poktan members will continue to be increased in each activity, JMS application practice will be scheduled, training on making JMS with tubers in the surrounding area. 
PENERAPAN SISTEM KONTROL HAMA PADI DAN MONITORING SAWAH BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT) DI SUMATERA UTARA Nurul Maulida Surbakti; Sri Dewi; Fanny Ramadhani; Dian Septiana; Riza Pahlawan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.25241

Abstract

Abstrak: Artikel ini membahas tentang tantangan yang dihadapi petani padi di Sumatera Utara akibat serangan hama wereng dan belalang yang menurunkan secara signifikan hasil panen padi. Untuk mengatasi permasalahan ini, pengabdian ini dilakukan dengan menerapkan teknologi Internet of Things (IoT) dalam bentuk sistem kontrol hama padi dan monitoring sawah. Teknologi ini menggunakan perangkat berbasis IoT yang dilengkapi dengan sensor lingkungan dan aktuator seperti ultrasonik dan LED UV untuk mengusir dan menangkap hama, serta aplikasi mobile untuk pemantauan real-time. Implementasi teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan pertanian, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, dan mengurangi dampak lingkungan dari penggunaan pestisida kimia. Hasil uji coba awal menunjukkan bahwa sistem ini efektif dalam mengendalikan populasi hama, dengan potensi besar untuk meningkatkan produksi padi secara berkelanjutan di Desa Petumbukan dan daerah-daerah pertanian lainnya di Indonesia. Kelompok tani Kenanga yang terdiri dari 10 orang (4 laki-laki dan 6 perempuan) menjadi mitra dalam kegiatan ini. Mereka berada di Desa Petumbukan, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang. Metode pelaksanaan meliputi penyajian materi, praktik, dan pendampingan selama pelatihan. Evaluasi dilakukan melalui pemantauan lapangan dan analisis data hasil uji coba, dengan indikator keberhasilan berupa peningkatan produksi padi dan efektivitas pengendalian hama. Hasil menunjukkan peningkatan keterampilan mitra sebesar 80% dalam menggunakan teknologi IoT, yang juga berhasil menurunkan populasi hama wereng dan belalang, berpotensi meningkatkan produksi padi secara berkelanjutan.Abstract: This article discusses the challenges faced by rice farmers in North Sumatra due to attacks by brown planthoppers and grasshoppers that significantly reduce rice yields. To overcome this problem, this community service is carried out by implementing Internet of Things (IoT) technology in the form of a rice pest control system and rice field monitoring. This technology uses IoT-based devices equipped with environmental sensors and actuators such as ultrasonic and UV LEDs to repel and capture pests, as well as mobile applications for real-time monitoring. The implementation of this technology is expected to improve the efficiency of agricultural management, optimize resource use, and reduce the environmental impact of chemical pesticide use. Initial trial results show that this system is effective in controlling pest populations, with great potential to increase sustainable rice production in Petumbukan Village and other agricultural areas in Indonesia. The Kenanga farmer group consisting of 10 people (4 men and 6 women) is a partner in this activity. They are located in Petumbukan Village, Galang District, Deli Serdang Regency. The implementation method includes presentation of materials, practice, and assistance during training. The evaluation was conducted through field monitoring and analysis of trial data, with success indicators in the form of increased rice production and effectiveness of pest control. The results showed an 80% increase in partner skills in using IoT technology, which also succeeded in reducing the population of brown planthoppers and grasshoppers, potentially increasing rice production sustainably.
UPAYA PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT MENGENAI ASUPAN GIZI Maria Ulfa; Seshy Tinartayu; Hafidlotul Mu’awanah; Varianidia Veterini; Abdul Latief; An Yuliani; Afan Fatkhur Akhmad; Mohammad Zaim Chilmi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.22125

Abstract

Abstrak: Kasus kematian ibu ketika melahirkan sangat tinggi di dunia. Kesehatan ibu khususnya ibu hamil berperan penting untuk kesehatan anak. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan tentang pemenuhan gizi untuk mengurangi stunting pada balita dan meningkatakan kondisi kesehatan serta gizi ibu hamil dan balita. Pengabdian ini melakukan pelatihan sebagai metode dengan pendekatan partisipatif untuk meningkatkan soft skill (pengetahuan) dan hard skill (cara mengolah makanan bergizi berbasis kearifan lokal). Peserta merupakan kader di Puskesmas dan masyarakat umum khususnya ibu hamil/menyusui serta ibu dan balita sebanyak 26 orang. Hasil dari kegiatan penyuluhan mengenai pemenuhan gizi untuk mengurangi stunting pada balita dan meningkatkan status nutrisi ibu hamil dan menyusui dan pada ibu balita yang disampaikan melalui media promosi menggunakan buku saku dan praktek. Monitoring dan evaluasi kegiatan ini yaitu melalui WhatsApp dan zoom meeting dimana kader puskesmas menyampaikan laporan mengenai penyuluhan menu makanan kepada ibu hamil/menyusui dan ibu dengan balita. Tingkat keberhasilan kegiatan ini yaitu 90% dikarenakan kendala cuaca. Pengetahuan yang diberikan diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dan sikap positif ibu hamil menyusui serta Ibu dan balita dalam menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan pegawai Puskesmas Sarang 2 dapat paham tentang pentingnya memperhatikan pemenuhan gizi dalam upaya mengurangi stunting.Abstract: Cases of maternal death during childbirth are very high in the world. Maternal health is important to children's health, especially for pregnant women. It is hoped that this activity can carry out outreach activities related to fulfilling nutrition to reduce stunting in toddlers and improve the health and nutritional conditions of pregnant women and toddlers, delivered through promotional media using pocketbooks and practice. This service provides training as a method with a participatory approach to improve soft skills (knowledge) and hard skills (how to process nutritious food). This service carries out training as a method with a participatory approach. Participants are cadres at the Puskesmas and civilians, especially pregnant/nursing women, mothers, and toddlers, with 26 participants. The results of outreach activities regarding nutritional requirements to reduce stunting in toddlers and improve the nutritional status of pregnant and breastfeeding mothers and mothers of toddlers are conveyed through promotional media using pocketbooks and practice. Monitoring and evaluating this activity is via WhatsApp and Zoom meetings where the puskesmas cadres submit reports regarding food menu counselling to pregnant/nursing mothers and mothers with toddlers. The success rate for this activity is 90% due to weather constraints. It is hoped that the knowledge provided can foster awareness and positive attitudes toward breastfeeding pregnant women, mothers, and toddlers by applying the knowledge gained in their daily activities. With this activity, it is hoped that Puskesmas Sarang 2 employees will understand the importance of paying attention to nutritional needs to reduce stunting.
INTEGRASI PENDIDIKAN KETERAMPILAN HIDUP SEHAT PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Fransina Alfonsina Izaac; Yane Tambing; Mona Safitri Fatiah; Lisda Oktavia Madu Pamangin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.22260

Abstract

Abstrak: Masalah kesehatan yang terjadi pada remaja menjadi bagian yang menjadi sorotan bagi pihak pemerintah, hal ini mengingat banyak ditemukan remaja yang telah melakukan hubungan seks pada usia 15-19 tahun baik pada laki-laki (59%) dan perempuan (74%) pada tahun 2018. Untuk itu tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dilakukan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan anak usia sekolah dan remaja tentang pendidikan keterampilan hidup sehat, agar remaja mampu menghadapi berbagai masalah yang dilalui dalam tahapan perkembangannya. Kegiatan PkM dilakukan pada hari Minggu, 30 Oktober 2023 dengan kelompok sasaran adalah remaja dengan rentang usia antara 12 – 24 tahun sejumlah 40 orang. Kegiatan PkM ini dilakukan secara online pada siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Paulus, remaja gereja, Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Cenderawasih (FKM UNCEN), Politeknik Kesehatan (Poltekes Kemkes Jayapura). Kelompok sasaran yang ikut dalam kegiatan ini di ambil dengan teknik accidental, dimana metode yang digunakan pada 3 yaitu: metode tanya jawab, metode penyuluhan kesehatan dan metode pengumpulan data. Hasil kegiatan PkM ini diperoleh jika sebagian besar peserta yang ikut pada kegiatan PkM ini berusia paling banyak 13 tahun dengan jenis kelamin terbanyak adalah perempuan, selain itu diperoleh selisih peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan sekitar 13,2%. Hasil ini didapatkan melalui evaluasi yang dilakukan setelah kegiatan PkM dengan menggunakan quis. Setelah menerima materi, kelompok remaja dapat menjawab soal pada kuis sekitar 8 bahkan 9 jawaban benar dari 10 soal, dibandingkan sebelum mendapatkan materi. Sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan antara penkesmas dengan tingkat pengetahuan. Saran yang dapat diberikan dari kegiatan ini adalah perlu adanya upaya berkesinambungan dan komprehensif yang melibatkan lintas sektor, seperti Dinas Kesehatan, BKKBN, pihak sekolah maupun akademisi dalam memberikan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan juga sikap menuju remaja sehat.Abstract: Health problems that occur in adolescents are part of the spotlight for the government, this is considering that many adolescents have had sex at the age of 15-19 years both in men (59%) and women (74%) in 2018. For this reason, the purpose of Community Service (PkM) activities is carried out with the aim of increasing the knowledge of school-age children and adolescents about healthy life skills education, so that adolescents are able to face various problems passed in their development stages. The PKM activity will be carried out on Sunday, October 30, 2023 with the target group being adolescents with an age range between 12 – 24 years old totalling 40 people. This PKM activity was carried out online for Paul Junior High School (SMP) students, church teenagers, students of the Faculty of Public Health, Cenderawasih University (FKM UNCEN), Health Polytechnic (Poltekes Kemkes Jayapura). The target group that participated in this activity was taken by accidental techniques, where the methods used in 3 are: question and answer method, health counselling method and data collection method. The results of this PKM activity were obtained if most of the participants who participated in this PKM activity were at most 13 years old with the most gender being women, while the difference in increasing knowledge before and after counselling was given around 13.2% and a relationship was obtained between the health centre and the level of knowledge. Suggestions for this activity: the need for continuous and comprehensive efforts in involving the academic community and also the health office, BKKBN and schools in Jayapura City in providing counselling to increase knowledge in order to increase understanding and also attitudes of adolescents towards healthy adolescents.
PENINGKATAN KAPASITAS GURU PAUD ‘AISYIYAH DALAM MENGOPTIMALKAN TUMBUH KEMBANG ANAK USIA DINI Irdawati Irdawati; Nadia Nur Imani; Adelia Citra Wardani; Kurniawan Dwi Anggoro
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20854

Abstract

Abstrak: Guru TK perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam mengoptimalkan tumbuh kembang anak usia dini. Banyak guru di TK kurang memahami tentang cara mendeteksi dan menginterprestasikan tumbuh kembang anak usia dini. Dengan memahami keterbatasan- keterbatasan program sekolah, penting bagi pihak terkait untuk bekerja sama dalam memberikan dukungan, sumber daya, dan pelatihan yang diperlukan untuk membantu guru-guru TK Aisyiyah meningkatkan kualitas pendidikan yang mereka berikan. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan guru TK ‘Aisyiyah tentang pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini dan pentingnya melakukan pemeriksaan secara berkala untuk mengetahui adanya keterlambatan maupun kelainan sejak dini. Metode pelaksanaan kegiatan terdapat pengenalan kepada guru TK, pelatihan pemeriksaan tumbuh kembang anak, pendampingan kepada guru TK dan diakhiri dengan tahap evaluasi mendampingi guru TK dalam pengisisan buku monitoring secara mandiri. Mitra yang terlibat dalam kegiatan ini adalah guru TK ‘Aisyiyah Gumpang 1, TK ‘Aisyiyah Ngadirejo 2, dan TK ‘Aisyiyah Ngadirejo 3. Hasil dari kegiatan tersebut kapasitas guru TK meningkat dalam melakukan pemeriksaan tumbuh kembang anak dan deteksi dini gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Dengan diberikan kegiatan ini guru TK dapat menerapkan program berkelanjutan untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak usia dini di TK ‘Aisyiyah Gumpang 1, TK ‘Aisyiyah Ngadirejo 2, dan TK ‘Aisyiyah Ngadirejo 3.Abstract: Kindergarten teachers need to have adequate knowledge and skills in optimizing the growth and development of early childhood. Many kindergarten teachers do not understand how to detect and interpret early childhood growth and development. By understanding the limitations of the school program, it is important for related parties to work together to provide the support, resources and training needed to help Aisyiyah Kindergarten teachers improve the quality of the education they provide. This training activity aims to increase the knowledge of 'Aisyiyah Kindergarten teachers about the growth and development of early childhood and the importance of carrying out regular checks to detect any delays or abnormalities from an early age. The method of implementing the activities includes introduction to kindergarten teachers, training in examining children's growth and development, mentoring to kindergarten teachers and ending with the evaluation stage of accompanying kindergarten teachers in filling out monitoring books independently. The partners involved in this activity were teachers from Kindergarten 'Aisyiyah Gumpang 1, Kindergarten 'Aisyiyah Ngadirejo 2, and Kindergarten 'Aisyiyah Ngadirejo 3. As a result of this activity, the capacity of kindergarten teachers increased in conducting child growth and development checks and early detection of growth and development disorders. By providing this activity, kindergarten teachers can implement sustainable programs to optimize the growth and development of early childhood children at 'Aisyiyah Gumpang 1 Kindergarten, 'Aisyiyah Ngadirejo 2 Kindergarten, and 'Aisyiyah Ngadirejo 3 Kindergarten.
EDUKASI BOUNDING AND ATTACHMENT IBU DAN BAYI DALAM RANGKA MENINGKATKAN STIMULASI PERKEMBANGAN PSIKOLOGIS BAYI Noviyati Rahardjo Putri; Riza Amalia; Caroline Dharmawan; Okti Indriyani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20264

Abstract

Abstrak: Bounding attachment merupakan suatu hubungan kasih sayang dan keterikatan batin, saling mencintai dan saling membutuhkan antara orangtua dan bayi. Peran ibu dalam bounding attachment adalah memenuhi kebutuhan dan menciptakan rasa “aman” bagi bayi. Pengetahuan ibu merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi bounding and attachment karena pengetahuan dan pendidikan yang baik akan menjadi dasar orang tua khususnya ibu untuk mengimplementasikan perilaku kesehatan demi optimalisasi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Tujuan dari kegiatan ini yaitu agar ibu bayi (0-1 tahun) dan kader kesehatan dapat memahami pentingnya bounding and attachment terutama untuk perkembangan bayi dan kesehatan ibu. Metode dari kegiatan ini berupa penyuluhan dengan menggunakan poster. Jumlah mitra yang menjadi sasaran adalah ibu bayi (0-1 tahun) sebanyak 5 orang dan 5 orang kader kesehatan. Hasil yang dicapai adalah peningkatan pengetahuan mahasiswi mengenai mitra dengan rerata hasil pretest adalah 7,4 dan hasil posttest adalah 9,3. Informasi kesehatan melalui edukasi kesehatan yang didapatkan apabila direspon dengan baik akan menjadi suatu sikap positif sehingga mampu membentuk karakter dan perilaku kesehatan.Abstract: Bounding attachment is a relationship of affection and inner attachment, mutual love and mutual need between parents and babies. The mother's role in bounding attachment is to fulfill needs and create a sense of "security" for the baby. Maternal knowledge is one of the factors that influences bonding and attachment because good knowledge and education will be the basis for parents, especially mothers, to implement health behavior to optimize the baby's growth and development. The aim of this activity is so that mothers of babies (0-1 years) and health cadres can understand the importance of bonding and attachment, especially for baby development and maternal health. The method of this activity is in the form of outreach using posters. The number of partners targeted is 5 mothers of babies (0-1 years) and 5 health cadres. The results achieved were an increase in student knowledge regarding partners with the average pretest result being 7.4 and posttest result being 9.3. Health information through health education that is obtained if responded well will become a positive attitude so that it can shape character and health behavior. 
LALOSI (LANSIA KLINIK ONE STOP SERVICE) UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT TIDAK MENULAR LANSIA NUSA INDAH HUTUMURI Asmin, Elpira; Wulandari, Puput; Rahawarin, Haikal Eko F; Seimahuira, Theresia; Kailola, Nathalie; Tuharea, Mahusein
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.25950

Abstract

Abstrak: Penyakit tidak menular (PTM) merupakan penyakit yang cenderung berlangsung lama dan merupakan hasil dari kombinasi faktor genetik, fisiologis, lingkungan, dan perilaku, kondisi ini sering dikaitkan dengan kelompok usia tua, namun bukti menunjukkan bahwa 17 juta kematian PTM terjadi sebelum usia 70 tahun. Dalam penanganan PTM di Negeri Hutumuri dilakukan kegiatan penyuluhan kesehatan sebagai salah satu usaha yang dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan lansia tentang penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, dislipidemia, kanker dan PPOK. Kegiatan Lansia Klinik One Stop Service (LALOSI) yang agendanya terdiri atas Aktivitas senam pagi, penyuluhan, pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis dilakukan di Negeri Hutumuri, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon, Provinsi Maluku. Kegiatan diikuti oleh kelompok Lansia Nusa Indah Hutumuri yang berjumlah 42 orang pada tanggal 18 Mei 2024. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya promotif dan preventif dalam mengendalikan penyakit tidak menular pada lansia. Kegiatan ini berjalan baik dengan partsipasi aktif para lansia dalam mengikuti kegiatan Lansia Klinik One Stop Service (LALOSI). Pada akhir kegiatan dilaksankan evaluasi berupa tanya jawab dan observasi, hasilnya terjadi peningkatan pengetahuan. Sekitar 90% lansia mengetahui tentang penyakit tidak menular dan bersemangat untuk mengikuti kegiatan secara rutin pada jadwal berikutnya.Abstract: Non-communicable diseases (NCDs) are diseases that tend to last a long time and are the result of a combination of genetic, physiological, environmental, and behavioral factors, this condition is often associated with the elderly, but evidence shows that 17 million NCD deaths occur before the age of 70 years. In handling NCDs in Negeri Hutumuri, health education activities are carried out as one of the efforts made to increase the understanding and knowledge of the elderly about non-communicable diseases such as hypertension, diabetes mellitus, dyslipidemia, cancer and COPD. The Elderly One Stop Service Clinic (LALOSI) activity, whose agenda consists of morning exercise activities, education, health checks and free treatment, was carried out in Negeri Hutumuri, South Leitimur District, Ambon City, Maluku Province. The activity was attended by the Nusa Indah Hutumuri Elderly group totaling 42 people on May 18, 2024. This activity was carried out as a promotive and preventive effort in controlling non-communicable diseases in the elderly. This activity went well with the active participation of the elderly in participating in the Elderly One Stop Service Clinic (LALOSI) activities. At the end of the activity, an evaluation was carried out in the form of questions and answers and observations, the results showed an increase in knowledge. Around 90% of the elderly know about non-communicable diseases and are enthusiastic about participating in activities routinely on the next schedule. 
OPTIMALISASI PENGETAHUAN IBU DALAM MEMBENTUK GENERASI SEHAT MELALUI EDUKASI PENCEGAHAN STUNTING Anis Laela Megasari; Andi Nurhalisah; Ayyesa Khayla Ananda; Anis Pradita Sukmawati; Naufal Rizky Ramadhani; Yonanda Regita Noviantari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.24492

Abstract

Abstrak: Pemerintah Kota Surakarta memiliki program zero stunting pada tahun 2024. Sayangnya, masih ditemukan kasus stunting di Kota Surakarta. Salah satu penyebabnya yaitu kurangnya pengetahuan ibu terhadap pencegahan stunting. Tujuan kegiatan ini yaitu terjadi peningkatan pengetahuan ibu setelah dilakukan kegiatan ini sehingga diharapkan dapat mempercepat capaian zero stunting dan membentuk generasi sehat. Metode kegiatan ini dikemas dalam bentuk penyuluhan dengan menggunakan media leaflet. Mitra kegiatan ini yaitu ibu yang memiliki balita di Desa Jebres, sebanyak 19 orang. Evaluasi kegiatan dilakukan untuk mengetahui perubahan pengetahuan peserta menggunakan kuesioner dengan 10 pertanyaan pilihan ganda. Evaluasi dilakukan sebelum dan setelah penyuluhan diberikan. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan skor pengetahuan peserta sebesar 30 (rerata skor pretest sebesar 60 dan rerata skor posttest sebesar 90). Berdasarkan hal tersebut, diharapkan dapat menjadi agenda tetap yang dilakukan oleh posyandu balita dan pihak desa dalam rangka menurunkan angka kejadian stunting di wilayah tersebut. Abstract: The Surakarta City Government has a zero stunting program by 2024. Unfortunately, cases of stunting are still found in the City of Surakarta. One of the causes is the mother's lack of knowledge regarding stunting prevention. The aim of this activity is to improve maternal technology after carrying out this activity so that it is hoped that it can accelerate the achievement of zero stunting and form a healthy generation. This activity method is packaged in the form of counseling using leaflet media. The partners for this activity are 19 mothers who have toddlers in Jebres Village. Evaluation activities were carried out to determine changes in participants' knowledge using a questionnaire. Evaluation is carried out before and after the counseling is given. The results of this activity showed that there was an increase in the participants' knowledge scores by 30 (average pretest score was 60 and average posttest score was 90). Based on this, it is hoped that this can become a permanent agenda carried out by the toddler posyandu and the village in order to reduce the incidence of stunting in the area.
PENGEMBANGAN TEPUNG PORANG DENGAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA MESIN PENEPUNG PORANG Christian Julius Wijaya; Shella Permatasari Santoso; L. Anang Setiyo Waloyo; Jenni Lie; Chintya Gunarto; Andrew Joewono; Chatarina Dian Indrawati; Wenny Irawaty; Felycia Edi Soetaredjo; Suryadi Ismadji
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.22591

Abstract

Abstrak: Porang merupakan komoditas alam dengan potensi yang besar dimana dapat terus dikembangkan mengingat kebutuhan ekspor yang cukup tinggi. Porang dapat dimanfaatkan menjadi berbagai produk turunan perantara maupun jadi, seperti mie, beras, tepung, dan keripik. Namun, nilai jual porang saat ini mengalami penurunan yang sangat drastis dimana berdampak negatif pada perekonomian petani porang. Berbagai trobosan diupayakan oleh pemerintah Desa Morang, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun untuk menyelamatkan pertanian porang dan perekonomian petani porang. Pemerintah desa menjalin kemitraan dengan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya untuk membuka peluang pengembangan teknologi pengolahan porang dan produk-produk turunannya. Kemitraan ini telah menghasilkan berbagai teknologi tepat guna untuk produksi produk-produk turunan porang dimana salah satunya yaitu mesin penepung porang yang dapat dipergunakan untuk produksi tepung porang. Dengan adanya fasilitas mesin ini, petani porang perlu diberikan wawasan dan keterampilan bisnis untuk memanfaatkan mesin tersebut dalam memproduksi tepung porang. Dalam kegiatan ini, pendampingan diberikan kepada kelompok petani porang di Desa Morang yang terdiri dari sekitar 30 petani dalam bentuk pelatihan penggunaan mesin, diseminasi produk turunan porang dan peluang bisnisnya, serta pendampingan produksi skala kecil. Kegiatan ini dievaluasi dengan sistem kuisioner terkait wawasan dan keterampilan yang diberikan serta pelaksanaan kegiatan ini dimana tingkat keberhasilan dari kegiatan ini mencapai lebih dari 75%.Abstract: Porang is a natural commodity with great potential which can continue to be developed considering the high demand for exports. Porang can be used to make various intermediate and finished derivative products, such as noodles, rice, flour and chips. However, the selling value of porang is currently experiencing a very drastic decline which has a negative impact on the economy of porang farmers. Various breakthroughs have been attempted by the government of Morang Village, Kare Sub-district, Madiun District to save porang farming and the economy of porang farmers. The village government has established a partnership with Widya Mandala Surabaya Catholic University to open up opportunities for developing technology for processing porang and its derivative products. This partnership has produced various appropriate technologies for the production of porang derivative products, one of which is a porang flour machine which can be used to produce porang flour. With this machine facility, porang farmers need to be given the insight and business skills to use this machine to produce porang flour. In this activity, assistance was provided to a group of porang farmers in Morang Village consisting of around 30 farmers in the form of training on machine use, dissemination of porang derivative products and business opportunities, as well as assistance with small-scale production. This activity was evaluated using a questionnaire system regarding the insights and skills provided as well as the implementation of this activity where the success rate of this activity reached more than 75%.
PENCEGAHAN PERNIKAHAN DINI MELALUI KELAS PERSIAPAN PERNIKAHAN DAN PEDULI KESEHATAN REPRODUKSI PADA KELOMPOK REMAJA AKHIR Firdayanti Firdayanti; Ferawati Taherong; Nurfaizah Alza; Zelna Yuni Andryani; Anieq Mumthi’ah Al Kautzar; A. Dian Diarfah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21826

Abstract

Abstrak: Pernikahan dini merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi pada remaja dengan kejadian yang masih tinggi yaitu pada usia kurang dari 19 tahun pada tahun 2020 sebanyak 21,84% dan mulai lagi mengalami peningkatan pada masa pandemi covid-19. Tujuan kegiatan pengabdian ini meningkatkan pengetahuan kepada remaja terkait kesiapan pernikahan dalam aspek islam, pendewasaan usia pernikahan dan peduli terhadap kesehatan reproduksi sekaligus membentuk kelas persiapan pernikahan dini dan peduli kesehatan reproduksi. Metode yang digunakan adalah ceramah tanya jawab dan diskusi secara ofline dan online. Jumlah sasaran pada kegiatan ini adalah 17 orang. Hasil yang diperoleh adalah adanya peningkatan pengetahuan remaja antara sebelum dan setelah pemberian materi dengan dengan perubahan rata-rata 10,00 serta terbentuknya kelas persiapan pernikahan dini dan peduli kesehatan reproduksi yang akan menjadi konselor sebaya bagi remaja lainnya yang diketuai oleh bidan koordinator Puskesmas Rappocini disertai pendampingan dari tim pengabdian masyarakat.Abstract: Early marriage is one of the reproductive health problems in adolescents with a still high incidence, namely at the age of less than 19 years in 2020 at 21.84%, which began to increase again during the COVID-19 pandemic. The aim of this service activity is to increase knowledge among teenagers regarding marriage readiness in Islamic aspects, maturing the age of marriage, and caring for reproductive health, as well as forming early marriage preparation classes and caring for reproductive health. The methods used are question-and-answer lectures and offline and online discussions. The number of targets for this activity was 17 people. The results obtained were an increase in teenagers' knowledge between before and after giving the material, with an average change of 10.00 as well as the formation of an early marriage preparation and reproductive health care class which will become peer counselors for other teenagers, headed by the Rappocini Community Health Center coordinator midwife accompanied by assistance from community service team.