cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,932 Documents
EDUKASI SADARI SEBAGAI UPAYA DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA PADA GURU DAN SISWI Zulfia Samiun; Aslinda Aslinda; Fitria Hasanuddin; Sitti Maryam Bachtiar; Ratna Wulandari; Sitti Zakiyyah Putri; Musliha Mustary
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23415

Abstract

Abstrak: Kanker payudara menjadi perhatian global karena tingginya insiden di seluruh dunia. Peningkatan kesadaran akan kanker payudara sangat penting untuk membantu perempuan berisiko mencari perawatan medis untuk penyakit tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan terutama guru dan siswi mengenai cara deteksi dini kanker payudara. Sebelum kegiatan dilakukan, sosialisasi dilakukan di sekolah untuk mengetahui gambaran pengetahuan guru dan siswi di lokasi kegiatan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan selama 2 hari, pada hari pertama dilakukan silaturrahmi antara tim pengabdian dengan mitra serta sosialisasi kegiatan, sedangkan hari kedua dilakukan edukasi bahaya kanker payudara dan simulasi/praktik SADARI pada guru dan siswi di MAS Muallimin Muhammadiyah Makassar sebanyak 25 orang yang terdiri dari 10 guru dan 15 siswi. Sebelum dan setelah edukasi dilakukan pengisian kuesioner untuk melihat distribusi frekuensi pengetahuan peserta. Hasil akhir kegiatan memperlihatkan adanya perubahan skor pengetahuan peserta dimana sebelum edukasi didapatkan skor pretest pengetahuan dengan nilai rata-rata 55, setelah edukasi didapatkan skor pengetahuan peserta dengan nilai rata-rata 73. Ini memperlihatkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan mengenai kanker payudara dan pemeriksaan payudara secara mandiri setelah dilakukan edukasi.Abstract: Breast cancer is a global concern due to its high incidence worldwide. Increased awareness of breast cancer is essential to help at-risk women seek medical treatment for the disease. This community service activity was carried out to increase knowledge, especially teachers and female students, about how to detect breast cancer early. Before the activity was carried out, socialization was carried out at the school to find out the description of the knowledge of teachers and students at the location of the activity. This service activity was carried out for 2 days, on the first day a friendship was held between the service team and partners and socialisation of activities, while the second day was carried out education on the dangers of breast cancer and simulation / practice of SADARI for teachers and students at MAS Muallimin Muhammadiyah Makassar as many as 25 people consisting of 10 teachers and 15 students. Before and after education, a questionnaire was filled in to see the frequency distribution of participants' knowledge. The final results of the activity showed a change in the participants' knowledge score where before education the pretest knowledge score was obtained with an average value of 55, after education the participants' knowledge score was obtained with an average value of 73. This shows that there is an increase in knowledge about breast cancer and breast self-examination after education.
SKRINNING DIABETES MELITUS DAN PEMBERIAN JUS ALPUKAT PADA IBU HAMIL UNTUK MENCEGAH DIABETES MELITUS GESTASIONAL Nancy Olii; Nanda Wahyudi; Endah Yulianingsih; Nurfaizah Alza; Nurhidayah Nurhidayah; Nurnaningsih Ali Abdul; Yollanda Dwi Santi Violentina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.22091

Abstract

Abstrak: Angka kejadian Diabetes Mellitus (DM) di Puskesmas Kota Selatan tahun 2022 sebanyak 226 kasus. DM adalah suatu penyakit metabolik yang ditandai dengan adanya hiperglikemia yang terjadi karena pankreas tidak mampu mensekresi insulin, gangguan kerja insulin, ataupun keduanya. Ibu hamil yang menderita DM akan mengakibatkan gangguan kesehatan pada ibu dan janin. Alpukat merupakan tanaman yang tumbuh di daerah tropis dan mudah di dapat seperti di Provinsi Gorontalo. Kandungan senyawa didalam alpukat dapat mencegah penyakit DM pada ibu hamil sehingga dapat meningkatkan kesehatan ibu dan janin. Tujuan pengabdian masyarakat ini yaitu skrinning DM pada Ibu hamil dan meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai DM pada Ibu hamil serta manfaat konsumsi jus alpukat untuk mencegah DM pada ibu hamil. Metode: berupa skrinning dan penyuluhan kepada ibu hamil di wilayah kerja puskesmas Kota Selatan yang berjumlah 13 orang, serta akan dilakukan pretest dan post test untuk menilai pengetahuan ibu hamil mengenai DM pada Ibu hamil serta manfaat konsumsi jus alpukat untuk mencegah DM pada ibu hamil. Pengabdian masyarakat dikatakan berhasil jika terjadi peningkatan pengetahuan ≥40%. Hasil: terjadi peningkatan 69,2% pengetahun ibu hamil setelah diberikan penyuluhan mengenai DM pada ibu hamil serta manfaat konsumsi jus alpukat untuk mencegah DM pada ibu hamil.Abstract: The incidence of Diabetes Mellitus (DM) in the South City Health Center in 2022 is 226 cases. DM is a metabolic disease characterized by hyperglycemia which occurs because the pancreas is unable to secrete insulin, insulin work is impaired, or both. Pregnant women who suffer from DM will cause health problems for the mother and fetus. Avocados are plants that grow in tropical areas and are easy to obtain, such as in Gorontalo Province. The compound content in avocados can prevent DM in pregnant women so that it can improve the health of the mother and fetus. The aim of this community service is screening for DM in pregnant women and increasing pregnant women's knowledge about DM in pregnant women as well as the benefits of consuming avocado juice to prevent DM in pregnant women. Method: in the form of screening and counseling, and a pretest and posttest will be carried out to assess pregnant women's knowledge regarding DM in pregnant women and the benefits of consuming avocado juice to prevent DM in pregnant women. Community service is said to be successful if there is an increase in knowledge of ≥40%. Results: there was an increase of 69.2% in pregnant women's knowledge after being given education about DM in pregnant women and the benefits of consuming avocado juice to prevent DM in pregnant women.
PEMBERDAYAAN ANAK ABK DALAM GERAKAN LITERASI DIGITAL ETIC SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PERUNDUNGAN MELALUI MEDIA SOSIAL Firman Firman; Siti Fatihaturrahmah Al Jumroh; Yeni Witdianti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21424

Abstract

Literasi Digital merupakan program yang diluncurkan oleh presiden Republik Indonesia pada tahun 2017 dalam hal ini yang bertanggung jawab KOMINFO, yang dimana pada program ini memilikiempat pilar atau komponen utama yaitu: (1) Digital Etic, (2) Digital Culture, (3) Digital Skill, dan (4) Digital safety. Program tersebut sebagai upaya mengatasi dampak dari perkembangan teknologiinformasi baik dari segi perangkat keras maupun perangkat lunak yang sangat mudah untuk diaksesdimana dan kapanpun. Hal ini menimbulkan masalah sosial di kalangan masyarakat umum khususnya anak remaja yang mana sangat mudah untuk mengakses informasi berupa video, gambardan teks tanpa ada filter. Sehingga mempengaruhi pola bahasa dalam berkomunikasi seperti contoh dengan mudahnya melakukan perundungan, hinaan, ujaran kebencian, baik agama, suku dan ras. Mengatasi masalah tersebut perlu dilakukan kegiatan pendampingan secara terstruktur dengan menggunakan metode edukatif kepada remaja dan guru di sekolah tingkat SMP terkhusus anak berkebutuhan khusus. Mitra dalam kegiatan ini adalah SMPLB Kabpaten Sorong. Hasil yang diperoleh melalui instrument evaluasi, menunjukkan aplikasi yang diciptakan yang merupakan sebuah pengembangan media pembelajaran berbasis literasi digital etic ini mampu meningkatkan kemampuan siswa dalm berliterasi digital sehingga tingkat perundungan dapat diminimalisir, hal itu terbukti dari hasil insrument yang dibagikan kepada siswa, bahwa 92% siswa telah mampu berliterasi digital dan merasakan dampak positif dari pendampingan ini.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM OPTIMALISASI BUDIDAYA LEBAH MADU BERBASIS AGROFORESTRI Triyatno Triyatno; Febriandi Febriandi; Lailatur Rahmi; Nur Falah; Muhammad Reza Fauzan; Rendi Prayoga; Ramos Mardiansyah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.19710

Abstract

Abstrak: Desa Muara Sikabaluan Kabupaten Kepulauan Mentawai merupakan desa yang secara geografis terbentuk berupa Kawasan pesisir Pantai dan juga perbukitan dengan hutan yang cukup luas. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat dalam budidaya lebah madu, sehingga dapat meningkatkan softskill dan hardskill masyarakat dalam budidaya lebah madu hutan. Metode yang digunakan yaitu dengan memberikan pre-test dan post test tentang budidaya lebah madu berbasis agroforestry, dengan mitra 25 orang anggkota karang taruna. Kegiatan ini dilakukan dibalai taman nasional siberut kabupaten kepulauan mentawai. Kegiatan pengabdian ini, berfokus pada pelatihan pembudidayaan lebah madu, cara pembuatan stup, pemindahan koloni, pemanenan madu dan proses pemasaran madu. Hasil pre-test dan post-test yang dilakukan menunjukkan hasil masyarakat hasil pre test dan post-test yang dilakukan menunjukkan hasil masyarakat yang mengalamai peningkatan pemahaman dalam konsep dasar agroforestry meningkat dari 16 % menajdi 60%.Kemudiam terjadi peningkatan pemahaman tentang biogeografi lebah madu dari 24% menjadi 68%, terjadi peningkatan keterampilan budidaya lebah madu meningkat 16% menajdi 84% serta peningkatan sikap dan keterampilan memanen madu hutan lestari dari 12% menjadi 75. Abstract: Muara Sikabaluan Village, Mentawai Islands Regency, is a village that is geographically formed in the form of a coastal area and also hills with quite extensive forests. The aim of this service activity is to increase the community's understanding and knowledge in cultivating honey bees, so that it can improve the soft skills and hard skills of the community in cultivating forest honey bees. The method used was by providing a pre-test and post-test regarding agroforestry-based honey bee cultivation, with 25 youth organization members as partners. This activity was carried out at the Cyberut National Park, Mentawai Islands Regency. This service activity focuses on training in cultivating honey bees, how to make stup, moving colonies, harvesting honey and the honey marketing process. The results of the pre-test and post-test carried out showed that the results of the community. The results of the pre-test and post-test carried out showed that the community experienced an increase in understanding of the basic concepts of agroforestry, increasing from 16% to 60%. Then there was an increase in understanding of the biogeography of honey bees from 24% to 68%, there was an increase in honey bee cultivation skills, increasing by 16% to 84% and an increase in attitudes and skills in harvesting sustainable forest honey from 12% to 75.
PELATIHAN KETERAMPILAN MAKRAME SEBAGAI UPAYA REHABILITASI SOSIAL KELUARGA TERDAMPAK GEMPA CIANJUR Yani Achdiani; Isma Widiaty; Mirna Purnama Ningsih; Lia Shafira Arlianty; Aprellia Anggraeni; Listi Amelia; Machicha Putri Mudi; Neneng Rena Karoniawati; Wulandari Wulandari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20223

Abstract

Abstrak: Gempa bumi mengakibatkan keluarga terdampak gempa mengalami dampak fisik dan sosial sehingga memerlukan pendampingan rehabilitasi sosial untuk memulihkan kehidupannya. Salah satu bentuk kegiatan pendampingan yang dapat diberikan yaitu pelatihan keterampilan makrame. Tujuan pelatihan ini untuk memberikan keterampilan makrame kepada keluarga terdampak gempa di Cianjur. Metode yang digunakan pada kegiatan pelatihan ini adalah ceramah, diskusi, demonstrasi, dan praktik. Partisipan pada kegiatan pelatihan ini berjumlah 20 orang perwakilan keluarga terdampak gempa di Desa Warungkondang Cianjur. Monitoring dan evaluasi dilakukan observasi dan wawancara untuk mengetahui umpan balik dari peserta pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan persentase peningkatan hasil kegiatan pelatihan sebesar 85%. Sehingga pada akhir kegiatan, seluruh peserta mengetahui dan mempraktikkan pembuatan makrame strapbag dan keychain. Saran keberlanjutan kegiatan pelatihan ini dapat dilanjutkan pemberikan pelatihan mengenai pemasaran produk.Abstract: The earthquake resulted in earthquake-affected families experiencing physical and social impacts that require social rehabilitation assistance to restore their lives. One form of assistance that can be provided is macrame skills training. The purpose of this training is to provide macrame skills to earthquake-affected families in Cianjur. The methods used in this training activity are lectures, discussions, demonstrations, and practices. The participants in this training activity amounted to 20 representatives of earthquake-affected families in Warungkondang Village, Cianjur. Monitoring and evaluation were carried out by observation and interviews to find out feedback from training participants. The results of the activity found that all participants were able to participate in the activity and practice making strapbag and keychain macrame. Suggestions for the sustainability of this training activity can be continued by providing training on product marketing.  
PENYULUHAN GIZI ANAK SEBAGAI KUNCI PENCEGAHAN STUNTING PADA MASYARAKAT DESA GUNUNGSARI Amin, Saeful; Amelya, Isti Nisa; Lansini, Sinka; Cahya, Nabilla Amelia; Rachmat, Shinta Widia; Gunawan, Adri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.25806

Abstract

Abstrak: Dalam upaya menanggulangi masalah kekurangan gizi yang sering terjadi pada anak dan ibu hamil, khususnya stunting, sebuah program pengabdian kepada masyarakat telah dilaksanakan di Desa Gunungsari. Tujuan utama dari program ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan ibu-ibu terhadap masalah stunting atau gizi buruk. Program ini menggunakan metode sosialisasi yang didukung oleh penggunaan alat visual seperti proyektor untuk presentasi, serta distribusi pamflet yang berisi informasi tentang cara pencegahan stunting.Dalam pelaksanaan program ini, kerja sama terjalin antara Tim KKN yang beranggotakan 5 orang, 5 kader yang bertugas memandu jalannya program, dan seorang bidan setempat di Desa Gunungsari. Selama kegiatan, pamflet tentang stunting dibagikan kepada para peserta saat materi disampaikan. Keberhasilan program diukur dengan memberikan pretest dan posttest untuk menilai pemahaman peserta mengenai penyuluhan stunting. Fokus utama dari kegiatan ini adalah pada ibu-ibu yang memiliki bayi atau balita di desa tersebut. Hasil dari observasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mengenai stunting sebesar 61% di antara para peserta. Peningkatan ini menandakan keberhasilan yang signifikan dalam mengangkat kesadaran dan pengetahuan masyarakat lokal tentang masalah stunting dan gizi buruk. Kegiatan ini membuktikan bahwa dengan pendekatan yang tepat dan kolaboratif, pengetahuan tentang stunting di Desa Gunungsari dapat ditingkatkan secara efektif, memberikan dampak positif bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakatAbstract: In an effort to tackle the issue of malnutrition commonly occurring among children and pregnant women, particularly stunting, a community service program was implemented in Gunungsari Village. The primary goal of this program was to raise awareness and knowledge among mothers about the problem of stunting or poor nutrition. The program utilized socialization methods supported by visual aids like projectors for presentations, along with the distribution of pamphlets containing information on stunting prevention. The implementation involved collaboration between a Community Service Team consisting of five members, five community health workers guiding the program, and a local midwife in Gunungsari Village. During the activities, pamphlets about stunting were distributed to participants as the material was presented. The success of the program was measured by administering pretests and posttests to assess the participants' understanding of the stunting counseling. The main focus of the activity was on mothers with infants or toddlers in the village. Observations showed a 61% increase in knowledge about stunting among the participants. This increase indicates a significant success in raising local community awareness and knowledge about stunting and malnutrition issues. This activity demonstrates that with the right and collaborative approach, knowledge about stunting in Gunungsari Village can be effectively enhanced, providing a positive impact on the health and well-being of the community.
PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS DIFFERENTIATED INSTRUCTION DALAM MENDUKUNG KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Eufrasia Jeramat; Valeria Suryani Kurnila; Gabariela Purnama Ningsi; Fransiskus Nendi; Fransiskus Suhardi; Yohanes Rion Afandi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.24378

Abstract

Abstrak: Pendampingan pengembangan perangkat pembelajaran matematika berbasis Differentiated Instruction (DI) adalah kegiatan yang dilakukan pada bulan maret hingga juni 2024. Pendampingan ini melibatkan dua sekolah menengah pertama yaitu SMPN 4 Langke Rembong dan SMP Seminari Pius XII Kisol. Tujuan kegiatan pendampingan adalah meningkatkan softskill dan hard skill guru matematika dalam merancang modul ajar dan melaksanakan pembelajaran berbasis DI. Kegiatan ini dilakukan melalui tiga tahap yaitu persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Tahap persiapan berupa coaching & diskusi. Tahap pelaksanaan berupa pendampingan penyusunan perangkat dan pelaksanaan pembelajaran dengan DI. Tahap evaluasi berupa penilaian terhadap pemahaman konsep DI dan pelaksanaan pembelajaran dengan DI. Hasil yang telah dicapai adalah pemahaman konsep mengalami peningkatan sebesar 27.39%, dan pelaksanaan pembelajaran dengan DI sebesar 31,94%.Abstract: Assistance in developing mathematics learning tools based on Differentiated Instruction (DI) is a service activity from March to June 2024. This assistance involved two junior high schools, SMPN 4 Langke Rembong, and SMP Seminari Pius XII Kisol. The mentoring activity aims to improve the soft and hard skills of mathematics teachers in designing teaching modules and implementing DI-based learning. This activity was carried out through three stages: preparation, implementation, and evaluation. The preparation stage is in the form of coaching and discussion. The implementation stage is in the form of assistance in the preparation of tools and implementation of learning with DI. The evaluation stage assesses the understanding of DI concepts and the implementation of learning with DI. The results that have been achieved are that the understanding of concepts has increased by 27.39%, and the implementation of learning with DI has increased by 31.94%.
PENYULUHAN PENCEGAHAN DBD DI PC PERSISTRI KOTA TASIKMALAYA Dichy Nuryadin Zain; Anisa Pebiansyah; Anna Yuliana; Saeful Amin; Ira Rahmiyani; Ilham Alifiar; Taufik Hidayat; Resha Resmawati Shaleha
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23025

Abstract

Abstrak: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia yang disebabkan oleh virus dengue dan ditandai dengan tingginya jumlah nyamuk Aedes aegypti, sehingga mempengaruhi lingkungan dan kemampuan masyarakat dalam mengendalikan penularan DBD di suatu wilayah. Tujuan penyuluhan ini adalah peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam mencegah penularan DBD. Proses penyuluhan mencakup persiapan, instruksi edukasi DBD, pengenalan aplikasi android RESIX, pemasangan paket tempat sampah, penyerahan alat kebersihan, diskusi dan evaluasi kegiatan melalui kuisioner pretest dan postest yang terdiri dari lima soal pada 110 ibu-ibu di PC Persistri Kota Tasikmalaya. Hasil evaluasi menunjukkan pengetahuan tentang DBD meningkat secara signifikan, dengan peningkatan skor sebesar 24.43%.Abstract: Blood dengue fever is a health problem in Indonesia that is part of a type of infectious disease caused by the dengue virus and is transmitted through aegypti mosquito bite characterized by high heat.Environmental factors as well as the role of society in the efforts to prevent the occurrence of DBD disease are closely related to the occurrence of DBD in a region.The purpose of this dissemination is to increase public knowledge and awareness in preventing the transmission of DBD.Preparation methods include preparation, DBD education, Introduction to Android Resix, Installation of garbage packages, submission of hygiene equipment as well as discussion and evaluation of activities through a pretest and postest query of up to 5 questions on 110 persistry PC mothers.The evaluation results showed a significant increase in knowledge of DBD with an increase in score by 24.43%.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI INOVASI TEKNOLOGI: IMPLEMENTASI APLIKASI MO-TAMU UNTUK MENINGKATKAN KEAMANAN LINGKUNGAN Yessy Asri; Dwina Kuswardani; Emilia Emilia; Widya Nita Suliyanti; M. Jafar Ely; Widi Pramudya; Esa Firmansyah; Muhammad Fajri; Atikah Rifdah Ansyari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21050

Abstract

Abstrak: Keamanan lingkungan di masyarakat menjadi fokus utama dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan RT 012 RW 016 Perumahan Bunga Raya, Bekasi. Untuk mendukung tujuan tersebut, diterapkan Mo-Tamu (Monitoring Tamu), sebuah aplikasi inovatif yang memberdayakan pengurus Rukun Tetangga, yang terdiri dari sepuluh orang pengurus dan lima orang petugas keamanan. Pendampingan dan pelatihan intensif dilakukan untuk memastikan efektivitas aplikasi dalam mengelola dan memantau tamu secara real-time melalui perangkat mobile guna meningkatkan keamanan warga. Serangkaian kegiatan, termasuk analisis kebutuhan, perencanaan, pengembangan, uji coba, dan evaluasi, telah dilaksanakan pada tahap I hingga tahap IV. Tahap analisis kebutuhan pada bulan September 2023 bertujuan memahami permasalahan di lapangan terkait monitoring keamanan. Tahap perencanaan menyusul, dengan merinci proses pengembangan aplikasi mobile berdasarkan kebutuhan yang telah diidentifikasi. Pengembangan aplikasi dilakukan pada tahap III dengan merujuk pada desain dan spesifikasi yang telah ditentukan sebelumnya. Uji coba dan evaluasi dilakukan pada tahap IV, dan hasilnya menunjukkan 77% pengurus rukun tetatngga merasa puas dan sisanya 23% belum merasa puas. Pengurus rukun tetangga dan petugas keamanan menyatakan kepuasan terhadap kinerja aplikasi dan sisanya berharap aplikasi ini dapat meningkatkan tingkat keamanan, menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi warga, dan menjadi langkah progresif dalam memperkuat keamanan dan kenyamanan lingkungan setempat.Abstract: Environmental security in the community is the main focus of community service activities at RT 012 RW 016 Bunga Raya Residents, Bekasi. To support this goal, Mo-Tamu (Guest Monitoring) was implemented, an innovative application that empowers consisting of ten RT management and five security personnel. Intensive mentoring and training were conducted to ensure the application's effectiveness in managing and monitoring guests in real-time through mobile devices to further improve residence security. A series of activities, including needs analysis, planning, development, piloting, and evaluation, have been carried out from phase I to phase IV. The needs analysis phase in September 2023 aimed to understand the problems in the field related to security monitoring. The planning stage followed, detailing the mobile application development process based on the identified needs. Application development was carried out in stage III by referring to the predetermined design and specifications. Trials and evaluations were carried out in phase IV, and the results showed that 77% of administrators were not satisfied and the remaining 23% were not satisfied. Neighbor administrators and security officers expressed satisfaction with the performance of the application and the rest hoped that this application could increase the level of security, create a safer environment for residents, and be a progressive step in strengthening the safety and comfort of the local environment.
PENGUATAN PEMANFAATAN MEDIA AUDIO VISUAL AIDS DALAM PEMEROLEHAN KOSA KATA BAHASA INGGRIS BAGI SISWA SISWI PENDIDIKAN VOKASI Iin Indrayanti; Syaefani Arif Romadhon
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20460

Abstract

Abstrak: Media Audio Visual Aids (AVA) merupakan bagian integral dari proses belajar mengajar dalam bentuk yang inovatif, kreatif, interaktif, dan menyenangkan. Tujuan dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat kali ini adalah penguatan pemanfaatan media AVA untuk meningkatkan pemerolehan kosa kata (vocabulary acquisition) melalui beberapa tahapan di SMKN 1 Bulakamba Kabupaten Brebes. Melalui tiga tahapan berbentuk pelatihan berbantuan media AVA menggunaan PPt dengan materi 12 (duabelas) kosa kata Bahasa Inggris, 35 orang siswa kelas XI jurusan Audio Video mengikuti 2 sesi latihan dan diakhiri dengan sesi evaluasi pemerolehan kosa kata (vocabulary). Penilaian dilakukan berdasarkan tiga aspek yaitu tepat kosa kata benda (nouns) tepat ejaan (spelling) dan tepat pelafalan (Pronunciation). Hasil yang diperoleh diketahui bahwa pemerolehan kosa kata pada awal sesi adalah 47%, dan terjadi peningkatan signifikan menjadi 86%. Para siswa pun merasa senang dan sangat merasakan manfaat media AVA dalam belajar Bahasa Inggris selama kegiatan.Abstract: Audio Visual Aids (AVA) media is an important part of teaching and learning in a creative and fun way. The goal of this Community Service activity is to help students at SMKN 1 Bulakamba, Brebes Regency, improve their vocabulary using AVA media. To give training sessions to 35 of class XI students of Audio Video Study Program, Power Point slides and audio-visual tools were utilized in the teaching of 12 new words. Students were tested for vocabulary acquisition, particularly correct nouns, accurate spellings and pronunciations in a three-meetings treatment. The research revealed that 47% of the vocabulary was acquired by participants prior to the treatments. Following the training, there was a significant increase or improvement of 86%. Using AVA media during the activity was found to be very effective in helping the students learn English.