cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,932 Documents
PELATIHAN PENGELOLAAN ADMINISTRASI MENGGUNAKAN MICROSOFT OFFICE BAGI PEGAWAI UNTUK MENINGKATKAN KINERJA Azhar, Zulfi; Mulyani, Neni; Hutahaean, Jeperson
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21474

Abstract

Abstrak: Microsoft Office merupakan software yang harus dikuasai oleh perangkat desa, namun tidak semua perangkat desa menguasainya. Hal tersebut disebabkan belum adanya pelatihan dan kurangnya pengetahuan tentang aplikasi teknologi informasi di sehingga pelayanan kepada masyarakat cenderung memerlukan waktu yang lama untuk membuat laporan atau surat menyurat. Maka pelatihan Microsoft Office perlu diberlakukan kepada pegawai Desa Sei Silau Timur Kabupaten Asahan dalam melaksanakan tugas administrasi dan pengelolaan laporan dalam mengoperasikan Microsoft Office. Metode pelatihan dengan cara diskusi dan praktek untuk dalam Microsot Office, khususnya microsoft word, excel dan powerpoint dalam memudahkan pekerjaan administrasi kepada pegawai dari Desa Sei Silau Timur Kabupaten Asahan yang berjumlah 25 orang. Peserta pelatihan berhasil menyelesaikan pencapaian pelatihan ini dengan baik dari hasil nilai posttest rata-rata 90,88%. dengan penyampaian materi dengan penjelasan, praktek dan diskusi.Abstract: Microsoft Office is software that must be mastered by village officials, but not all village officials master it. This is due to the lack of training and lack of knowledge about the application of information technology so that services to the public tend to take a long time to make reports or correspondence. So Microsoft Office training needs to be given to employees of East Sei Silau Village, Asahan Regency in carrying out administrative tasks and managing reports in operating Microsoft Office. Training method using discussion and practice for Microsoft Office, especially Microsoft Word, Excel and Powerpoint to facilitate administrative work for employees from East Sei Silau Village, Asahan Regency totaling 25 people. The training participants successfully completed this training achievement with an average posttest score of 90.88%. By delivering material with explanation, practice and discussion.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS JAMU SERBUK MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA Salat, Sri Yunita Suraida; Yuniastri, Ratih; Pramasari, Ika Fatmawati; Tukiran, Tukiran; Ruhana, Amalia; Imron, Ali
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20318

Abstract

Abstrak: Indonesia kaya akan sumber daya alam yang melimpah, termasuk jenis tanaman herbal yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, seperti jahe, temulawak, kunyit, kencur, dan lainnya. Banyak orang memanfaatkan tanaman ini menjadi jamu, salah satunya seperti Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar dan Kelompok Tani Hutan (KTH) Bukit Lestari yang terletak di kecamatan ganding kabupaten Sumenep yang selanjutnya menjadi mitra dalam kegiatan ini dengan jumlah total 60 anggota. Kedua mitra ini telah merintis usaha sejak tahun 2019, namun ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan di pasar menjadikan usaha ini terbatas. Pengolahan yang dilakukan secara sederhana juga berkontribusi terhadap rendahnya produktivitas jamu yang dihasilkan. Melalui kegiatan pengabdian kepada Masyarakat program Kosabangsa, tim mengajak kedua kelompok ini untuk bermitra dan menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi. Melalui pembimbingan dari tim pembimbing, tim pelaksana kegiatan kosabangsa melakukan kegiatan pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan pemahaman diukur melalui pemberian pretest-postest dan keterampilan mitra serta penerapan teknologi tepat guna yang dimiliki tim pendamping diukur dengan mengisi checklist dan observasi langsung. Kegiatan pelatihan dan pendampingan oleh tim pelaksana beserta tim pendamping telah terlaksana dengan baik, mendapat dukungan penuh dari mitra. Hasil kegiatan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam menerapkan teknologi selama proses pembuatan jamu sebesar 88,89% dan inovasi produk jamu cair sebesar 88,6%, serta peningkatan produktivitas jamu sebesar 80%. Kegiatan keberlanjutan dapat berupa pendampingan pengajuan izin edar BPOM dan pengembangan produk sesuai dengan iklim usaha bidang pangan yang dinamis.Abstract: Indonesia is rich in abundant natural resources, including types of herbal plants that have many health benefits, such as ginger, turmeric, galangal, and others. Many people use this plant as herbal medicine, one of which is the Mawar,s Farming Group (KWT) and Bukit Lestari’s Farming Group (KTH) which are located in Ganding Sub-district, Sumenep district which later became partners in this activity with 60 members. These two partners have been starting a business since 2019, but the imbalance between supply and demand in the market means this business is limited. Simple processing also contributes to the low productivity of the herbal medicine produced. Through community service activities for the Kosabangsa program, the team invites these two groups to partner and solve the problems being faced by parnerts. Through guidance from the supervisory team, the Kosabangsa activity implementation team carries out training and mentoring activities to improve partners’ understanding, measured through administering a pretest-posttest, and skills as well as the application of appropriate technology owned by the accompanying team, measured by filling in a checklist and direct observation. Training and mentoring activities by implementing team and accompanying team have been carried out well, receiving full support from partners. The results oh the activity can increase partners’ knowledge and skills in applying technology during the herbal medicine manufacturing process by 88,89% and liquid herbal medicine productivity by 80%. Sustainability activities can take the form assistance in applying for BPOM distribution permits and product development in accordance with the dynamic business climate in the food sector.
PEMENUHAN GIZI SEIMBANG MELALUI PRAKTIK PEMBUATAN MPASI UNTUK MENCEGAH STUNTING PADA BADUTA (BAYI DI BAWAH DUA TAHUN) Pratama, Beny Dwi; Felindasari, Prisma; Titania, Dhea Adira; Setyawan, Hanif Hilmi; Susilo, Joko; Wulandari, Putri; Putri, Meilani Arindha; Noerviana, Annisa Putri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.19573

Abstract

Abstrak: Stunting merupakan masalah serius yang menjadi perhatian pemerintah Indonesia. Program Gerakan Nasional Stunting diluncurkan pada tahun 2017 dan telah berhasil untuk mengurangi prevalensi stunting di Indonesia secara signifikan. Sementara itu, Kabupaten Madiun mencatat prevalensi stunting yang relatif rendah dan telah mencapai target nasional pada tahun 2023 karena suksesnya program intervensi gizi dan pemantauan pertumbuhan di posyandu yang dilakukan pemerintah Kabupaten Madiun. Upaya pencegahan stunting ini dapat dimulai dari lingkungan sekitar melalui edukasi orangtua yang memiliki bayi dibawah 2 tahun (Baduta), praktik MPASI yang sehat, dan dukungan kepada keluarga Baduta untuk memastikan pertumbuhan dan perkembangan optimal. Program ini dilaksanakan selama 34 hari dengan metode pelaksanaan berupa ceramah, demonstrasi, konsultasi individu, dan diskusi kelompok. Jumlah partisipan dalam program ini adalah sebanyak 17 orangtua yang memiliki Baduta berisiko stunting serta orangtua lainnya yang memiliki Baduta di daerah Dusun Nampu, RT 24/RW7, Desa Sidorejo, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Hasil dari evaluasi program ini adalah 90% masyarakat yang telah diberi Pendidikan mampu memperoleh tentang pemahaman dan pengetahuan mengenai gizi seimbang dan MPASI untuk mencegah stunting pada Baduta (bayi di bawah dua tahun) di wilayah target. Dengan mendemonstrasikan proses pembuatan MPASI seperti bubur sayur sawi ayam dan puding pisang telur, masayarakat juga bisa membuatnya sendiri yang berguna untuk memenuhi kebutuhan nutrisi Baduta.Abstract: Stunting is a serious problem that is of concern to the Indonesian government. The National Stunting Movement Program was launched in 2017 and has succeeded in significantly reducing the prevalence of stunting in Indonesia. Meanwhile, Madiun Regency recorded a relatively low prevalence of stunting and has achieved the national target in 2023 due to the success of the nutrition intervention and growth monitoring program at posyandu carried out by the Madiun Regency government. Efforts to prevent stunting can start from the surrounding environment through education of parents who have babies under 2 years (Baduta), healthy MPASI practices, and support for Baduta families to ensure optimal growth and development. This program was implemented for 34 days with implementation methods in the form of lectures, demonstrations, individual consultations and group discussions. The number of participants in this program is 17 parents who have Baduta at risk of stunting as well as other parents who have Baduta in the Dusun Nampu area, RT 24/RW7, Sidorejo Village, Saradan District, Madiun Regency. The results of this program evaluation are that 90% of people who have been given education are able to gain understanding and knowledge about balanced nutrition and MPASI to prevent stunting in Baduta (babies under two years) in the target area. By demonstrating the process of making MPASI such as chicken mustard greens porridge and egg banana pudding, the community can also make their own which is useful for meeting Baduta's nutritional needs.
STUNTING DAN ANEMIA WARRIOR REMAJA SEBAGAI MITIGASI MASALAH GIZI DI DEPOK Simanungkalit, Sintha Fransiske; Samaria, Dora; Simajorang, Chandrayani; Ilmi, Ibnu Malkan Bakhrul; Jevon, Ariel Bintang; Widisantosa, Andrian Maulana Sungsang
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26278

Abstract

Abstrak: Permasalahan gizi di Indonesia ada 3, (triple burden of malnutrition) diantaranya termasuk, gizi kurang (stunting dan wasting), gizi lebih (overweight dan obesitas) dan defisiensi zat gizi mikro yang mencakup anemia. Tujuan dari kegiatan STAR (Stunting dan Anemia Warrior) adalah sebagai upaya edukasi kepada remaja agar mereka paham tentang permasalahan gizi di Indonesia dan cara pencegahannya dengan sasaran utamanya, yaitu siswa dan siswi kelas 10 SMK An Nur sejumlah 101 orang. Bentuk Evaluasi yang dilakukan tim pengabdian adalah memberikan pertanyaan per test dan post test. Tujuan evaluasi ini mengukur pengetahuan siswa terkait stunting setelah diberikan penyuluhan dan edukasi gizi. Peningkatan pengetahuan siswa sebanyak lebih dari 10% terkait stunting dan anemia. Abstract: There are 3 nutritional problems in Indonesia, (triple burden of malnutrition) including, undernutrition (stunting and wasting), overnutrition (overweight and obesity) and micronutrient deficiencies including anemia. The purpose of the STAR (Stunting and Anemia Warrior) activity is as an educational effort for adolescents so that they understand the nutritional problems in Indonesia and how to prevent them with the main target, namely 101 male and female students of grade 10 of SMK An Nur. The form of evaluation carried out by the community service team is to provide questions per test and post-test. The purpose of this evaluation is to measure students' knowledge regarding stunting after being given nutritional counseling and education. The increase in student knowledge is more than 50% regarding stunting and anemia. 
PENINGKATAN SOFT SKILL KEWIRAUSAHAAN SISWA MA MELALUI PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN BERBASIS BLOG Layli Hidayah; Isbadar Nursit; Erdhin Lies Tyanto
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.24396

Abstract

Abstrak: Dalam rangka meningkatkan soft skill kewirausahaan siswa MA PK Wachid Hasyim Surabaya, sebuah program pelatihan kewirausahaan diadakan dengan melibatkan 83 siswa dan didampingi oleh 8 guru. Program ini bertujuan untuk mempersiapkan siswa menghadapi tuntutan dunia bisnis yang semakin kompleks. Melalui program ini, diharapkan siswa dapat mengembangkan kemampuan kewirausahaan yang meliputi integritas, komunikasi, kesopanan, tanggung jawab, keterampilan sosial, sikap positif, profesionalisme, fleksibilitas, kerja tim, dan etos kerja. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan kewirausahaan siswa, dengan persentase peningkatan skill mencapai 40%. Kegiatan ini melibatkan serangkaian tahap, dimulai dari pra kegiatan yang meliputi analisis kebutuhan, perencanaan pelatihan, hingga implementasi penggunaan platform blog. Selama kegiatan inti, siswa didampingi untuk memahami konsep desain dan penulisan blog, menguasai teknis penggunaan platform, serta mengembangkan kemampuan kreatif dalam merancang tata letak dan menghasilkan konten yang informatif. Selanjutnya, monitoring dan evaluasi dilakukan secara berkala untuk mengukur dampak program, yang menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam literasi digital dan kreativitas siswa.Abstract: In order to enhance the entrepreneurial soft skills of MA PK Wachid Hasyim Surabaya students, an entrepreneurship training program was conducted involving 83 students and accompanied by 8 teachers. This program aims to prepare students to face the demands of an increasingly complex business world. Through this program, it is expected that students can develop entrepreneurial skills including integrity, communication, etiquette, responsibility, social skills, positive attitude, professionalism, flexibility, teamwork, and work ethic. Evaluation results show a significant improvement in students' entrepreneurial skills, with a 40% increase in skill levels. The activities involve a series of stages, starting from pre-activities which include needs analysis, training planning, to the implementation of blog platform usage. During the core activities, students are assisted in understanding the concepts of blog design and writing, mastering the technical use of the platform, and developing creative skills in designing layouts and producing informative content. Furthermore, monitoring and evaluation are conducted periodically to measure the program's impact, showing a significant improvement in students' digital literacy and creativity.
IMPLEMENTASI MODUL DFPLAYER MINI MP3 UNTUK MEMPERMUDAH PEMUTARAN AUDIO SURAH AL-QURAN DI MASJID AL-KAHFI UNIVERSITAS TEKNOLOGI SUMBAWA Alimin Alimin; Paris Ali Topan; Syamsul Bahri; Dinda Fardila
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23402

Abstract

Abstrak: Pemutaran audio di masjid sudah menjadi suatu kebiasaan di masyarakat dalam memberikan pesan ke masyarakat atau jamaah sekitar masjid bahwa kegiatan ibadah akan segera dilaksanakan. Untuk mempermudah kegiatan pemutaran audio, masjid harus memiliki suatu perangkat pemutar audio yang baik. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu mencoba untuk Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mengimplementasikan modul DFPlayer Mini MP3 sebagai suatu solusi teknologi yang sederhana, mudah dioperasikan dan diperbaiki bagi Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di Masjid Al-Kahfi UTS yang menjadi mitra dalam pengabdian ini tanpa memerlukan pengetahuan teknis yang mendalam, yang selama ini mengalami kesulitan dan masalah dalam pemutaran audio. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pelatihan tata cara penggunaan DFPlayer kepada DKM. Berdasarkan evaluasi dari hasil pengabdian yang telah dilaksanakan memperlihatkan tingkat keberhasilan kegiatan ini mencapai 100%, Yang mana alat pemutar audio tersebut berfungsi dengan normal dan dapat membantu tim DKM-UTS dalam proses pemutaran audio Al-Quran sebagai penanda kegiatan di masjid.Abstract: Playing audio in mosques has become a habit in society to give messages to the public or congregation around the mosque that worship activities will soon be carried out. To make audio playback activities easier, mosques must have a good audio-playing device. The aim of this community service activity is to try to The aim of this community service activity is to implement the DFPlayer Mini MP3 module as a simple, easy-to-operate and repair technological solution for the Mosque Prosperity Council (DKM) at the UTS Al-Kahfi Mosque, which is a partner in this service, without requiring in-depth technical knowledge, which has previously experienced difficulties and problems in audio playback. The method used in this service is training on how to use DFPlayer for DKM. Based on the evaluation of the results of the service that has been carried out, it shows that the success rate for this activity has reached 100%. The audio player is functioning normally and can help the DKM-UTS team in the process of playing the audio of the Al-Quran as a marker for activities in the mosque. 
PEMANFATAN LAHAN SEMPIT BUDIDAYA SAYURAN SECARA VERTICAL CULTURE DI PANTI ASUHAN PUTERA MUHAMMADIYAH Sri Utami; Widihastuty Widihastuty; Sasmita Siregar
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.22334

Abstract

Abstrak: Areal pertanian yang semakin terbatas di wilayah perkotaan membuat minat bertani bagi kalangan muda menjadi rendah. Pertanian vertikultur merupakan salah satu alternatif berbudidaya tanaman pada lahan yang terbatas dan dapat membangun semangat bertani pada anak-anak panti asuhan. Sistem budidaya vertikultur bertujuan untuk memanfaatkan pekarangan yang sempit secara optimal dan dapat menghasilkan produk pertanian terutama sayuran organik yang dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari para mitra. Mitra PKPM dalam kegiatan ini berjumlah sekitar 3 orang pengurus Panti dan 110 orang dan merupakan siswa di Panti Asuhan Putera Muhammadiyah Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan siswa panti sebagai mitra sehingga mereka trampil dalam berbudidaya sayuran organik menggunakan sistem Vertical Culture. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini dimulai dengan sosialisasi kepada para siswa tentang budidaya sayuran organik dan melatih para siswa untuk bercocok tanam menggunakan sistem Vertical Culture. Evaluasi dilakukan dengan wawancara langsung dengan adik-adik panti pada saat pemanenan sayuran dilakukan. Hasil yang dicapai dalam kegiatan ini adalah bertambahnya pengetahuan dan pemahaman petani tentang budidaya tanaman sayuran organik sekitar 70%, dan 30% siswa paham tentang sistemVertical Culture.Abstract: The increasingly limited agricultural area in urban areas has led to low interest in farming among young people. Verticulture farming is an alternative to cultivating plants on limited land and can build the spirit of farming in orphanage children. The verticulture cultivation system aims to optimally utilize narrow yards and can produce agricultural products, especially organic vegetables that can meet the daily needs of the partners. PKPM partners in this activity amounted to about 3 orphanage administrators and 10 people and were students at Putera Muhammadiyah Orphanage in Medan City, North Sumatra Province. The purpose of this community service activity is to increase the understanding and knowledge of orphanage students as partners so that they are skilled in cultivating organic vegetables using the Vertical Culture system. Evaluation was carried out by direct interview with the orphanage children at the time of harvesting vegetables. The method used in this activity begins with socialization to students about organic vegetable cultivation and training students to grow crops using the Vertical Culture system. The results achieved in this activity are the increase in knowledge and understanding of farmers about organic vegetable cultivation by about 70%, and 30% of students understand the Vertical Culture system.
MAKSIMALISASI PELAPORAN PAJAK AMAL USAHA MUHAMMADIYAH DARI PPS-PPA MERDEKA 78 Muhammad Khaedar Sahib; Mira Mira; Mitami Gali Pangesti; Muhammad Adil; Ayani Dinasti Azira; Irsyak Aditya
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20089

Abstract

Abstrak: Fakta menunjukkan bahwa sebagian besar Wajib Pajak masih enggan membayar pajak dengan benar. Mereka akan selalu berusaha untuk mengelak dari pembayaran pajak. Oleh karena itu, dalam sistem self Assesment system ini keberadaan basis data perpajakan yang lengkap dan akurat sangat penting bagi Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Sesuai dengan sistem self Assesment system maka WP mempunyai kewajiban untuk mendaftarkan diri ke Kantor Pelayanan Pajak untuk diberikan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Muhammadiyah khususnya di kota makassar memiliki banyak amal usaha baik di bidang Pendidikan, Kesehatan, maupun Sosial. Dengan adanya program pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta terkait perpajakan, yaitu seputar pajak penghasilan. Sasaran dalam kegiatan pengabdian ini adalah seluruh Guru yang ada di Pondok Pesantren Darul Arqam Gombara Makassar yaitu sebanyak 40 orang. Penyampaian materi kegiatan dilakukan oleh Dosen dari Prodi D-III Perpajakan Unismuh makassar, Dosen Universitas Airlangga dan Praktisi Perpajakan, Kegiatan dilakukan dengan metode presentasi dan penjelasannya di depan khalayak serta didukung dengan pemberian modul materi pada saat masa pelatihan dilaksanakan. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan pendekatan Community Development Practice. Pendekatan ini menggunakantiga persyaratan yangharus dipenuhi yaitu berbasis pada masyarakat community based, local resource based dan suistainable. Sehingga yang akhirnya pengabdian ini didesain dengan pendekatan pelatihan yang berkelanjutan. Untuk menilai tingkat keberhasilan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian Guru yang menjadi sasaran, akan dilakukan evaluasi meliputi empat kriteria yang telah ditetapkan, yaitu: Ceramah dan Demonstrasi, Praktik/pelatihan dan evaluasi melalui pemberian pre-test dan post-test.Abstract: Facts show that most taxpayers are still reluctant to pay taxes correctly. They will always try to evade paying taxes. Therefore, in this self-assessment system, the existence of a complete and accurate tax database is very important for the Directorate General of Taxes (DJP). In accordance with the self-assessment system, taxpayers have the obligation to register with the Tax Service Office to be given a Taxpayer Identification Number (NPWP). Muhammadiyah, especially in the city of Makassar, has many charitable efforts in the fields of Education, Health and Social Affairs. This community service program aims to increase participants' understanding and skills regarding taxation, namely income tax. The targets for this service activity are all teachers at the Darul Arqam Gombara Islamic Boarding School, Makassar, namely 40 people. Delivery of activity material was carried out by Lecturers from the D-III Taxation Study Program at Unismuh Makassar, Lecturers at Airlangga University and Tax Practitioners. The activities were carried out using presentation methods and explanations in front of the audience and supported by the provision of material modules during the training period. The method used is to use the Community Development Practice approach. This approach uses three requirements that must be met, namely community based, local resource based and sustainable. So ultimately this service is designed with a sustainable training approach. To assess the level of success of the implementation of targeted teacher service activities, an evaluation will be carried out covering four predetermined criteria, namely: Lectures and Demonstrations, Practice/training and evaluation through administering pre-tests and post-tests.
PENERAPAN TEKNOLOGI PEMILAH SAMPAH HELIX BERSUSUN UNTUK OPTIMASI DAUR ULANG DAN KOMERSIALISASI PRODUK ECOPRINT BERBASIS PEWARNA ALAMI Bambang Sugiantoro; Nana Kariada Tri Martuti; YB. Praharto; Utis Sutisna; Nana Supriyana; Widowati Widowati; Sunyoto Sunyoto
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20115

Abstract

Abstrak: Desa Kemutug Lor, Kabupaten Banyumas, Propinsi Jawa Tengah berlokasi diarea penyangga wisata ikonik baturaden, dengan banyaknya aktifitas wisata dan pengunjung dan industry wisata harus menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan produktifitas Masyarakat. Upaya mengelola sampah dilakukan dengan memilah dengan mendirikan TPST, tetapi memiliki keterbatasan teknologi terutama proses pemilahan yang masih manual. Aktifitas ekonomi sesuai potensi wisata berupa produk unggulan yang dikembangkan berupa produk ecoprint masih terkendala model dan teknologi konvensional. Tujuan penerapan teknologi adalah untuk meningkatkan volume daur ulang sampah dan meningkatkan produktifitas produk ecoprint. Mitra kegiatan adalah Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Cemerlang, pengelola sampah wisata dan usaha rumahan di bawah pengelolaan BUMDES Wanatirta Mukti yang mengembangkan produk ecoprint. Upaya peningkatan keberdayaan kelompok terhambat permasalahan utama yaitu pengetahuan SDM, kebutuhan teknologi tepat guna dan pemasaran produk. Metode yang diaplikasikan adalah penerapan teknologi yang disesuaikan dengan kebutuhan mitra pengelola sampah berupa optimasi pemilahan dan daur ulang, sedangkan pada usaha ecoprint diterapkan penguatan corak tulang daun, model busana dan teknologi table - steamer kain. Hasil penguatan kelompok pengelola sampah dengan mesin pemilah 4 ton/jam mampu mendaur ulang sampah sebesar 95%, dari sebelumnya hanya 35%. Produksi ecoprint mampu meningkatkan kapasitas produksinya 60%, dan variasi produknya meningkat 55%. Pemasaran dengan website mampu mempromosikan produk dan layanan penjualan secara online.Abstract: Kemutug Lor Village, Banyumas Regency, Central Java Province is located in the iconic Baturaden tourist buffer area, with many tourist activities and visitors and the tourism industry must maintain environmental cleanliness and increase community productivity. Efforts to manage waste are carried out by sorting it by establishing a TPST, but this has technological limitations, especially the sorting process which is still manual. Economic activities in accordance with tourism potential in the form of superior products developed in the form of ecoprint products are still constrained by conventional models and technology. The aim of applying technology is to increase the volume of waste recycling and increase the productivity of ecoprint products. The activity partners are the Cemerlang Community Waste Manajemen, tourism waste management and home businesses under the management of Village Enterprise Wanatirta Mukti which develops ecoprint products. Efforts to increase group empowerment are hampered by the main problems, namely knowledge of human resources, the need for appropriate technology and product marketing. The method applied is the application of technology adapted to the needs of waste management partners in the form of optimizing sorting and recycling, while in the ecoprint business, strengthening leaf bone patterns, clothing models and table - fabric steamer technology are applied. The results of strengthening the waste management group with a 4 ton/hour sorting machine were able to recycle 95% of waste, from previously only 35%. Ecoprint production was able to increase production capacity by 60%, and product variety increased by 55%. Marketing with a website is able to promote products and sales services online.
PELATIHAN PEMBUATAN LKPD BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK MENANAMKAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN SISWA Durrotun Nafisah; Suryanti Suryanti; Ganes Gunansyah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26002

Abstract

Abstrak: Kondisi kehidupan modernisasi disertai dengan laju eksploitasi berimbas pada kerusakan lingkungan sehingga diperlukan pengembangan karakter peduli lingkungan di sekolah. Kearifan lokal merupakan hal penting bagi masyarakat dalam beradaptasi dengan alam dan menjadi suatu warisan budaya dalam memanfaatkan dan mengelola sumber daya alam. Tujuan pengabdian memberikan pelatihan pembuatan LKPD berbasis kearifan lokal kepada guru SD untuk menanamkan karakter peduli lingkungan siswa di sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam kegiatan PKM adalah ceramah dan workshop. Kegiatan PKM akan dilaksanakan dalam tiga tahap yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. PKM dilaksanakan dengan kegiatan pelatihan yang diberikan kepada guru-guru sekolah dasar kelas IV di Kabupaten Trenggalek yang berjumlah 26 guru. Hasil kegiatan dalam pengabdian masyarakat ini adalah peningkatan kemampuan guru dalam pembuatan LKPD berbasis kearifan lokal untuk menanamkan karakter peduli lingkungan siswa. Terdapat 74% guru menjawab terdapat peningkatan pengetahuan/pemahaman terhadap topik pengabdian masyarakat. Sehingga hasil tugas pembuatan LKPD berbasis kearifan lokal untuk menanamkan karakter peduli lingkungan siswa dapat diterapkan dimasing-masing sekolah.Abstract: Modern living conditions accompanied by the rate of exploitation have an impact on environmental damage, so it is necessary to develop an environmentally caring character in schools. Local wisdom is important for society in adapting to nature and becomes a cultural heritage in utilizing and managing natural resources. The aim of the service is to provide training in making LKPD based on local wisdom to elementary school teachers to instill the character of caring for the environment in students in elementary schools. The methods used in PKM activities are lectures and workshops. PKM activities will be carried out in three stages, namely the preparation stage, implementation stage and evaluation stage. PKM is implemented with training activities given to 26 grade IV elementary school teachers in Trenggalek Regency. The result of this community service activity is an increase in teachers' abilities in making local wisdom-based LKPD to instill environmental care in students. This can be shown by the percentage result of 74% of teachers answering about knowledge/understanding of community service topics. So that the results of the task of making LKPD based on local wisdom to instill students' environmentally caring character can be applied in each school.