cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,932 Documents
PENGENALAN APLIKASI GOOGLE (DOC, SHEET DAN SLIDES) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM BIDANG PEMBELAJARAN KOMPUTER Paskalia Kartini; Desta Olivini; Kristina Kristina; Alfred Yulius Arthadi Putra; Amok Darmianto; Marnangkok Pakpahan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26473

Abstract

Abstrak: Fungsi Google doc, Sheet dan Slide tentu cukup penting untuk menunjang pembelajaran yang berkaitan dengan multimedia. Di era saat ini, hampir semua pembelajaran memerlukan program google doc, sheet dan slides dalam mendukung penyerapan materi pembelajaran. Adapun jenis aplikasi yang akan dikenalkan dalam pelatihan ini adalah Google Doc, Sheet dan Slide. Pelatihan dilakukan di sekolah menengah tingkat pertama (SMP) pada tanggal 12 Oktober 2023. Tujuan dari kegiatan adalah meningkatkan kemampuan softskill dan hardskill siswa-siswi SMP dalam menggunakan aplikasi google Doc, Sheet dan Slide untuk mengerjakan tugas sekolah. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan praktikum. Kegiatan ini diikuti oleh 44 siswa kelas IX. Evaluasi kegiatan menggunakan dua instrumen yaitu tes dan survei tingkat kepuasan kegiatan. Hasil evaluasi berupa pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sesudah mengikuti kegiatan pengabdian sebesar 24%. Nilai 24% menunjukkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan telah memberikan manfaat bagi para peserta. Nilai survei kepuasaan peserta adalah 91%Nilai ini menunjukkan peserta sangat puas terhadap kegiatan pengabdian pada Masyarakat (Pkm).Abstract: The Google Doc, Sheet, and Slide functions are essential in supporting learning related to multimedia. In the current era, almost all teaching requires Google Docs, Sheet, and Slides programs to support the absorption of learning material. The types of applications introduced in this training are Google Docs, Sheet, and Slide. The training was conducted at junior high schools (SMP) on October 12, 2023. The activity aimed to improve junior high school students' soft and hard skills using the Google Doc, Sheet, and Slide applications to do school assignments. The methods used are training and practicum. Forty-four class IX students attended this activity. Evaluation of activities uses two instruments: tests and activity satisfaction level surveys. The evaluation results in the form of pre-test and post-test showed an increase in participants' knowledge after participating in community service activities by 24%. A value of 24% indicates that the activities carried out have benefited the participants. The participant satisfaction survey value was 91%. This value shows that participants are delighted with service to society (Pkm) activities.
WORKSHOP PENGOLAHAN LIMBAH TULANG IKAN LAOSAN MENJADI CAMILAN STIK DI KOTA PASURUAN Senja Ikerismawati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.25974

Abstract

Abstrak: Kelurahan Panggungrejo di Kota Pasuruan dikenal dengan produk kerupuk ikan yang berbasis ikan laosan, namun limbah tulang ikan sering kali dibuang begitu saja, menyebabkan pencemaran lingkungan. Workshop ini bertujuan untuk mengajarkan ibu-ibu PKK di Panggungrejo mengolah limbah tulang ikan laosan menjadi stik camilan yang bernilai ekonomis. Metode kegiatan berupa workshop yang diikuti oleh 28 ibu-ibu PKK ini terdiri dari tiga tahapan: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap persiapan meliputi identifikasi kebutuhan, uji coba resep, penyusunan materi, dan koordinasi logistik. Pelaksanaan mencakup sosialisasi konsep zero waste, demonstrasi pembuatan stik tulang ikan, dan praktik langsung oleh peserta. Evaluasi dilakukan dengan mengamati hasil produk akhir stik tulang ikan laosan yang dibuat oleh mitra, dengan indikator utama berupa tekstur dan rasa stik. Selain itu, dilakukan evaluasi perubahan pengetahuan dan keterampilan mitra melalui pretest dan posttest. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 55% dan keterampilan sebesar 45% dalam mengolah limbah ikan menjadi produk bernilai tambah. Workshop ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK dari kategori cukup menjadi baik dan memberikan solusi terhadap masalah limbah tulang ikan di Panggungrejo.Abstract: Panggungrejo in Pasuruan City is known for its fish cracker products based on laosan fish, but fish bone waste is often discarded, leading to environmental pollution. This workshop aims to teach the PKK mothers in Panggungrejo how to process laosan fish bone waste into economically valuable snack sticks. The workshop, attended by 28 PKK mothers, is organized into three phases: preparation, implementation, and evaluation. The preparation phase includes identifying needs, testing recipes, preparing materials, and coordinating logistics. The implementation phase involves introducing the zero waste concept, demonstrating fish bone stick production, and hands-on practice by the participants. Evaluation is conducted by observing the final product of fish bone sticks made by the participants, focusing on the texture and taste of the sticks. Additionally, evaluation of the participants' knowledge and skills is carried out through pretests and posttests. The evaluation results show a 55% increase in knowledge and a 45% increase in skills in processing fish waste into value-added products. This workshop successfully improved the knowledge and skills of the PKK mothers from the adequate to the good category and provided a solution to the fish bone waste problem in Panggungrejo.
SUSTAINABLE TOURISM: SOLAR PANEL BASED LIGHTING DESIGN FOR AGROTOURISM SECTORS Yahya Febrianto; Agung Samudra; Mu'afa Purwa Arsana; Rokiy Alfanaar; Shesanti Citrariana; Sudarman Rahman; Awalul Fatiqin; Thathit Suprayogi; Galang Rizdho Desindria; Mika Adi Saputra; Risfa Aliya Al-Hadi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.25432

Abstract

Abstrak: Agrowisata Cipta Rasa Pak Slamet di Palangka Raya menghadapi masalah pencurian buah yang mengganggu keamanan. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan keamanan dan pengetahuan masyarakat lokal tentang energi terbarukan melalui penerapan sistem penerangan berbasis panel surya dengan sensor gerak. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, penyuluhan, dan workshop praktis kepada 15 anggota komunitas lokal. Evaluasi dilakukan dengan survei pre dan post-test untuk mengukur peningkatan keterampilan teknis (hard skill) dan pemahaman energi terbarukan. Hasil menunjukkan peningkatan keterampilan teknis peserta sebesar 50% dan peningkatan pemahaman tentang pentingnya energi terbarukan dari 30% menjadi 85%. Selain itu, sistem penerangan berhasil mengurangi pencurian buah sebesar 70%, meningkatkan nilai ekonomis agrowisata. Program ini berhasil meningkatkan keamanan dan keterampilan masyarakat, serta mendukung pariwisata berkelanjutan. Abstract: Pak Slamet's Cipta Rasa Agrotourism in Palangka Raya faces fruit theft issues affecting security. The program aims to enhance security and local community knowledge about renewable energy by implementing a solar panel-based lighting system with motion sensors. Methods included socialization, counseling, and practical workshops with 15 local community members. Evaluation was conducted using pre- and post-surveys to measure improvements in technical skills (hard skills) and understanding of renewable energy. Results showed a 50% increase in participants' technical skills and an increase in awareness of renewable energy from 30% to 85%. Additionally, the lighting system reduced fruit theft by 70%, enhancing the economic value of agrotourism. This program successfully improved security and community skills, supporting sustainable tourism.
INITIATING NANOBUBBLE TECHNOLOGY FOR IMPROVING FRESHWATER FISH FARMING QUALITY Rahman, Sudarman; Suprayogi, Thathit; Ngazizah, Febri Nur; Citrariana, Shesanthi; Haq, Muhammad Hasanul; Gerung, Jenny Blessia; Rahman, Ansori; Fatiqin, Awalul; Alfanaar, Rokiy; Febrianto, Yahya; Arsana, Mu'afa Purwa
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.25685

Abstract

Abstrak: Komunitas KKSS Palangka Raya menghadapi tantangan dalam budidaya ikan air tawar, termasuk kualitas air yang buruk dan pertumbuhan ikan yang tidak optimal, yang menghambat produktivitas perikanan. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan 18 anggota komunitas dalam menerapkan teknologi nano bubble sebagai solusi inovatif. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, penyuluhan, diskusi kelompok terarah (FGD), dan praktik langsung penerapan teknologi di kolam ikan mitra. Evaluasi dilakukan dengan wawancara dan observasi untuk mengukur perubahan keterampilan dan hasil budidaya pasca penerapan teknologi. Hasilnya menunjukkan bahwa teknologi nano bubble secara signifikan meningkatkan kualitas air dan mempercepat pertumbuhan ikan, serta meningkatkan keterampilan peserta dalam pengoperasian dan pemeliharaan sistem sebesar 80%. Peningkatan keterampilan ini berkontribusi pada peningkatan produktivitas perikanan di kawasan tersebut, sekaligus menjadi model untuk pengelolaan perikanan air tawar di wilayah Palangka Raya.Abstract: The KKSS Palangka Raya Community faces challenges in freshwater fish farming, including poor water quality and suboptimal fish growth, which hinder aquaculture productivity. This community service program aimed to enhance the skills of 18 community members in applying nanobubble technology as an innovative solution. The methods employed included socialization, counseling, focus group discussions (FGD), and hands-on practice in applying the technology in the community's fishponds. Evaluation was conducted through interviews and observations to measure changes in skills and farming outcomes after the technology's implementation. The results indicated that nanobubble technology significantly improved water quality and accelerated fish growth, while also enhancing participants' skills in operating and maintaining the system by 80%. This skill enhancement contributed to increased aquaculture productivity in the area and serves as a model for freshwater fishery management in the Palangka Raya region.
PENINGKATAN KEBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI IMPLEMENTASI TEKNOLOGI HOT STIRRER - IOT UNTUK MENGOLAH LIMBAH ORGANIK MENJADI PEMBERSIH SEPATU Vera Noviana Sulistyawan; Maharani Kusumaningrum; Ima Winaningsih; Febry Putra Rochim; Lambang Setyo Utomo; Faizal Ghozali Abas; Very Mareta Rahmawati Sulistyawan; Muhammad Abyan Nizar Muntashir
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.25334

Abstract

Abstrak: Pertumbuhan populasi dan perubahan gaya hidup menyebabkan peningkatan volume limbah, menciptakan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Dalam pengabdian ini, tim pengabdi mengimplementasikan teknologi Hot Stirrer berbasis IoT untuk limbah organik menjadi pembersih sepatu. Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan keberdayaan masyarakat. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian berfokus pada pendekatan kolaboratif dan partisipatif, yang mencakup kegiatan pelatihan dan penyuluhan kepada masyarakat. Kegiatan ini memberikan peningkatan terhadap pengetahuan, kesadaran, dan motivasi masyarakat Desa Sabranglor untuk memanfaatkan limbah menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomi sebanyak 46,7%. Hasil angket menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian ini bermanfaat bagi masyarakat dengan tingkat kebermanfaatan sebesar 89,4%. Selain itu, kegiatan ini berhasil meningkatkan kebersihan lingkungan sebesar 87,2%. Tingkat pemahaman peserta terhadap cara mengelola limbah sampah organik juga meningkat sebesar 90,6%, dan kemampuan dalam mengoperasikan teknologi Hot Stirrer berbasis IoT untuk pengelolaan limbah organik mencapai 80,6%.Abstract: Population growth and lifestyle changes have led to an increase in waste volume, creating negative impact on the environment and community welfare. In this community service, the community service team implemented IoT-based Hot Stirrer technology for organic waste into shoe cleaners. The main objective of this activity is to increase community empowerment. The method of implementing community service activities focuses on a collaborative and participatory approach, which includes training and outreach activities to the community. This activity provides an increase in the knowledge, awareness, and motivation of the Sabranglor Village community to use waste into something that has economic value by 46.7%. The results of the questionnaire showed that this community service activity was beneficial to the community with a level of usefulness of 89.4%. In addition, this activity succeeded in increasing environmental cleanliness by 87.2%. The level of understanding of participants on how to manage organic waste also increased by 90.6%, and the ability to operate IoT-based Hot Stirrer technology for organic waste management reached 80.6%.
EDUKASI MEMASAK MP-ASI SEHAT BERGIZI PADA IBU YANG MEMILIKI BALITA WEIGHT FALTERING Lia Arian Apriani; Eli Arsanah; Reza Indra Wiguna; Iwan Wahyudi; Lalu Muhammad Sadam Husen
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23351

Abstract

Abstrak: Tingginya kejadian stunting di Kabupaten Lombok tengah, menjadikannya kabupaten dengan prevalensi stunting yang paling banyak di Provinsi Nusa Tenggara Barat, hal ini berkorelasi dari data kasus bayi yang mengalami weight faltering sebanyak 184.922 kasus. Oleh karena itu diperlukan adanya intervensi yang bersifat promotive pada kelompok ibu-ibu yang memiliki balita weight faltering melalui pembentukan kelompok “self help group” untuk menangani masalah balita weight faltering. Kegiatan pemberdayaan ini bertujuan untuk meningkatkan softskill dan hardskill dari mitra dalam mencegah permasalahan stunting kedepannya melalui kegiatan yang bersifat edukatif untuk peningkatan pengetahuan mitra dalam merawat balita di 100 HPK. Sasaran edukasi adalah kelompok ibu yang tergabung dalam kelompok swabantu yang memiliki balita weight faltering terdiri dari 26 ibu-ibu dan 26 balita. Kegiatan edukasi ini dilakukan dalam bentuk kegiatan pendidikan kesehatan dan pelatihan. Materi edukasi yang diberikan melalui media modul “MP-ASI sehat bergizi bebas weight faltering”, sedangkan pelatihan yang diberikan adalah demonstari memasak “Sup telur jagung manis”. Evaluasi keberhasilan dari kegiatan ini dilihat dari tingkat pengetahuan mitra yang di ukur sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil dari evaluasi kegiatan menunjukkan persentase peningkatan pengetahuan mitra meningkat dari 11,5% dan setelah kegiatan menjadi 27%. Kegiatan pemberdayaan ini merupakan strategi intervensi promosi kesehatan menggunakan media modul yang disertai pembentukan kelompok swabantu ibu yang bertujuan untuk mencegah sedini mungkin terjadinya kasus stunting pada balita weight faltering.Abstract: The high incidence of stunting in Central Lombok Regency means that Central Lombok Regency has the highest prevalence of stunting in West Nusa Tenggara Province. This is correlated with 184,922 cases of babies experiencing weight faltering. Therefore, promotive intervention efforts are needed for groups of mothers who have weight faltering toddlers. This empowerment activity aims to improve the soft skills and hard skills of partners in preventing stunting problems in the future through educational activities to increase partners' knowledge in caring for toddlers at 100 HPK. The target of educational activities is a group of mothers who have weight faltering toddlers, which consists of 26 mothers and 26 toddlers. This educational activity has been carried out in the form of health education and training activities. The educational material provided is through the media module "Healthy, nutritious MP-ASI without weight faltering", while the training provided is a cooking demonstration "Sweet Corn Egg Soup". This empowerment activity is a health promotion intervention strategy using modules and then the formation of self-help groups for mothers which aims to prevent as early as possible cases of stunting in weight faltering toddlers.
PENGUATAN GERAKAN KECAMATAN SADAR DEMOKRASI PADA KELOMPOK TIM PENGGERAK PEMBERDAYAAN KESEJAHTERAAN KELUARGA MELALUI PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN Taufik Nurohman; Fitriyani Yuliawati; Wiwi Widiastuti; Riska Sarofah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.19671

Abstract

Abstrak: Gerakan sadar demokrasi harus dilaksanakan dengan berkolaborasi dari berbagai sector terutama perempuan. Program pengabdian pada masyarakat ini dilakukan dengan skema pemberdayaan masyarakat unggulan program studi (PbM-PUPS). Kecamatan sadar demokrasi merupakan program inovasi dari Jurusan Ilmu Politik Universitas Siliwangi. Hal ini dilatarbelakangi oleh pentingnya keterlibatan akademisi dalam Pendidikan politik terutama masalah demokrasi substantif dan prosedural. Sasaran utama pada program ini adalah Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Kecamatan Cipedes. Mitra dilakukan dengan PKK dengan jumlah perempuan sebanyak 45. Kelompok perempuan ini memiliki mitra kerja pemerintah, Organisasi kemasyarakatan maupun kelurahan. Metode pengabdian ini dengan memberikan pelatihan mengenai konsep demokrasi dan civil society, upaya keterlibatan dalam pemilihan umum yang berintegritas serta menginisiasi Gerakan sadar demokrasi dengan melibatkan Kelompok masyarakat Kelurahan Cipedes, Nagarasari, Panglayungan, dan Sukamanah. Melalui Gerakan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi tentang pentingnya keterlibatan masyarakat dalam partisipasi politik terutama dalam menyongsong Pemilihan Umum Serentak tahun 2024. Selain itu, kontribusi terhadap peran perempuan dalam menumbuhkan kesadaran orientasi pemahaman dasar tentang demokrasi dan politik baik bagi individu maupun kelompok melalui program pengabdian ini. Demokrasi yang sehat, adil dan menjunjung tinggi kesetaraan bisa diinisiasi apabila keterlibatan perempuan terutama pada pembangunan indeks demokrasi. Melalui kesadaran perempuan dapat memberikan kesempatan sebagai strategi pengarusutamaan gender yang akan mempercepat pembangunan berkelanjutan. Hasil pengabdian ini melalui pre-test dan post-test dengan rata-rata keberhasilan sebanyak 87 %.Abstract: The democratic awareness movement must be implemented in collaboration with various sectors, especially women. This community service program is carried out with a superior study program community empowerment scheme (PbM-PUPS). The Democracy Awareness District is an innovation program from the Political Science Department of Siliwangi University. This is motivated by the importance of academic involvement in political education, especially substantive and procedural democracy issues. The main target of this program is the Family Welfare Empowerment Team (PKK) in Cipedes District. The partnership is carried out with the PKK with a total of 45 women. This women's group has government partners, community organizations and sub-districts. This research method involves providing training on the concepts of democracy and civil society, efforts to involve people in general elections with integrity and initiating a democratic awareness movement involving community groups in Cipedes, Nagarasari, Panglayungan and Sukamanah subdistricts. Through this movement, it is hoped that it will be able to contribute to the importance of community involvement in political participation, especially in welcoming the 2024 Simultaneous General Election. In addition, it will contribute to the role of women in raising awareness of basic understanding of democracy and politics for both individuals and groups through this service program. A democracy that is healthy, fair and upholds equality can be initiated if women are involved, especially in developing the democracy index. Through awareness, women can provide opportunities as a gender mainstreaming strategy that will accelerate sustainable development. The results of this service were through pre-test and post-test with an average success of 87%.
PEMBUATAN TEPUNG MOCAF (MODIFIED CASSAVA FLOUR) SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI KOMODITAS LOKAL Emilda Emilda; Shafiera Lazuarni; Kgs. M. Nur Kholis; Roswaty Roswaty; Lili Syafitri; Susi Handayani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.22005

Abstract

Abstrak: Kegiatan ini didasari harga singkong di Desa Sungai Duren, Sumsel yang sangat murah hanya 1000/kg. Tujuan dilakukan kegiatan pembuatan tepung mocaf di Desa Sungai Duren adalah untuk menambah pengetahuan dan keterampilan mengolah singkong menjadi tepung mocaf sehingga dapat memberikan nilai tambah pada komoditas singkong, meningkatkan harga jual, menjadi produk subsitusi dari tepung terigu yang masih banyak di impor. Metode kegiatan ini adalah demonstrasi yang terdiri dari demonstrasi proses dan hasil. Pelaksanaan kegiatan dilakukan di Kantor Kepala Desa Sungai duren, kecamatan lembak, sumsel dengan jumlah peserta dalam kegiatan ini adalah sebanyak 20 orang yang merupakan petani singkong dan Ibu Rumah Tangga. Peserta dalam kegiatan ini dapat mengetahui singkong dapat dimodifikasi menjadi tepung (Mocaf), manfaat tepung mocaf dan makanan olahan yang bisa dibuat dari bahan tepung mocaf. Selain itu, peserta juga dapat memahami bagaimana proses pembuatan tepung mocaf. Dari hasil post-test peserta menggunakan kuesioner menunjukkan bahwa sebanyak 25% peserta menjawab setuju dan sangat setuju sebanyak 75% bahwa penyampaian materi mudah dipahami, 15% peserta setuju dan 85% peserta sangat setuju bahwa kegiatan ini meningkatkan pengetahuan, 20% peserta setuju dan 80% peserta sangat setuju bahwa pelatihan yang dilakukan mudah dipraktekkan, 40% peserta setuju dan 50% peserta sangat setuju bahwa akan menerapkan pengetahuan dan keterampilan untuk memanfaatkan singkong menjadi mocaf sebagai olahan makanan untuk kebutuhan keluarga atau usaha.Abstract: This activity is based on the price of cassava in Sungai Duren Village, South Sumatra, which is very cheap, only 1000/kg. The aim of the mocaf flour making activity in Sungai Duren Village is to increase knowledge and skills in processing cassava into mocaf flour so that it can provide added value to cassava commodities, increase selling prices, and become a substitute product for wheat flour which is still widely imported. The method of this activity is a demonstration which consists of a demonstration of the process and results. The activity was carried out at the Sungai Duren Village Head's Office, Lembak sub-district, South Sumatra with the number of participants in this activity being 20 people who were cassava farmers and housewives. Participants in this activity can find out that cassava can be modified into flour (Mocaf), the benefits of mocaf flour and processed foods that can be made from mocaf flour. Apart from that, participants can also understand the process of making mocaf flour. Based on the results of the participants' post-test using a questionnaire, it shows that 25% of participants answered agree and strongly agreed, 75% said that the delivery of the material was easy to understand, 15% of participants agreed and 85% of participants strongly agreed that this activity increased knowledge, 20% of participants agreed and 80% participants strongly agreed that the training carried out was easy to put into practice, 40% of participants agreed and 50% of participants strongly agreed that they would apply their knowledge and skills to utilize cassava into mocaf as processed food for family or business needs. 
LOKAKARYA PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI BAGI MAHASISWA CALON GURU MATEMATIKA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KESIAPAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN Febrianti Rofidatul Hasanah; Fitria Fitria; Siti Nor Jamilatul Atuni; Akh. Fauzi; Anies Fuady
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.21133

Abstract

Abstrak: Tidak sedikit mahasiswa calon guru yang belum memahami sepenuhnya terkait elemen-elemen pendukung dalam Kurikulum Merdeka, salah satunya mengenai pembelajaran berdiferensiasi. Beberapa faktor penyebabnya adalah keterbatasan pemahaman konsep, kurangnya pengalaman lapangan, dan tantangan dalam mengidentifikasi kebutuhan individual siswa. PMahasiswa perlu mempersiapkan pemahaman dan keterampilan yang mumpuni terkait terkait pembelajaran berdiferensiasi Kurikulum Merdeka serta elemen-elemen di dalamnya seperti pembelajaran berdiferensiasi perlu dimiliki oleh mahasiswa sebelum melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang penerapan pembelajaran berdiferensiasi bagi mahasiswa calon guru matematika sebagai upaya mempersiapkan PPL di sekolah. Metode pelaksanaan terdiri dari: (1) pra kegiatan, merumuskan masalah mitra dan solusinya; (2) pelaksanaan lokakarya pembelajaran berdiferensiasi; dan (3) monitoring dan evaluasi pada saat dan setelah lokakarya. kegiatan pengabdian dilakukan melalui sosialiasi, Focus Group Discussion (FGD), dan praktik. Instrumen evaluasi keberhasilan berupa kuesioner untuk memeriksa pemahaman mahasiswa mengenai pembelajaran berdiferensiasi. Kegiatan ini melibatkan 32 mahasiswa. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa 80% mahasiwa setuju dan sangat setuju bahwa kegiatan lokakarya dan materi yang disampaikan oleh tim pengabdi mencukupi untuk mahasiswa mampu menerapkan serta mengembangkan perangkat dan media pembelajaran berdiferensiasi.Abstract: Students need to have a good understanding and skills related to Merdeka Curriculum and its elements such as differentiated learning before carrying out Field Experience Practices (PPL). This service activity aims to provide an understanding of the application of differentiated learning for prospective mathematics teacher students as an effort to prepare for PPL at school. The method of service activities is carried out through socialisation, Focus Group Discussion (FGD), and practice. The success evaluation instrument is a questionnaire to check students' understanding of differentiated learning. This activity involved 32 students. The results of this activity show that 80% of students agree and strongly agree that the workshop activities and materials presented by the service team are sufficient for students to be able to apply and develop differentiated learning tools and media.Not a few prospective teacher students don’t fully understand the supporting elements in the Merdeka Curriculum, one of which is about differentiated learning. Some of the factors that cause this are limited understanding of concepts, lack of field experience, and challenges in identifying students' individual needs. Students need to prepare a qualified understanding and skills related to differentiated learning before carrying out Teaching Practice (PPL). This service activity aims to provide an understanding of the application of differentiated learning for prospective mathematics teachers as an effort to prepare for PPL at school. The implementation method consists of: (1) pre-activity, formulating partner problems and solutions; (2) implementation of differentiated learning workshops; and (3) monitoring and evaluation during and after the workshop. The success evaluation instrument is a questionnaire to check students' understanding of differentiated learning. This activity involved 32 students. The results of this activity show that 80% of students agree and strongly agree that the workshop activities and materials presented by the service team are sufficient for students to be able to apply and develop differentiated learning tools and media. 
DETEKSI GOLONGAN DARAH ABO-RHESUS DI PAUD AL URWATUL WUSQO Rochmanah Suhartati; Dewi Peti Virgianti; Rudy Hidana; Yane Liswanti; Tanendri Arrizqiyani; Khusnul Khusnul; Talisa Nursalsabila; Meri Meri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.24762

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat di Sekolah PAUD Al Urwatul Wusqo melalui pemeriksaan golongan darah ABO-Rhesus memiliki maksud dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai kesehatan. Informasi tentang golongan darah ABO tidak hanya penting untuk pemeliharaan kesehatan individu, tetapi juga membantu memahami peran golongan darah dalam kehidupan sehari-hari. Kesesuaian golongan darah dalam transfusi darah sangat penting untuk menghindari reaksi imunologis dan komplikasi klinis. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui jenis golongan darah siswa dan orang tua dan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya mengetahui golongan darah, sehingga mereka lebih siap dalam menghadapi situasi medis yang memerlukan pengetahuan tentang golongan darah. Metode pelaksanaan : kegiatan dilaksanakan melalui pemeriksaan darah terhadap siswa dan orang tua mereka dengan total sebanyak 51 orang peserta. Persiapan meliputi perencanaan, penyediaan alat dan bahan, serta persiapan dokumen yang diperlukan. Pemeriksaan darah dilakukan di lokasi sekolah dengan bantuan kepala sekolah, guru, dan orang tua siswa. Monitoring dilakukan selama pelaksanaan kegiatan untuk memastikan partisipasi peserta. Evaluasi dilakukan untuk menilai keberhasilan kegiatan dengan cara ceklist observasi. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar peserta mengikuti pemeriksaan golongan darah dan peserta mengalami peningkatan dari 0% menjadi 100% dalam memahami cara pemeriksaannya. Distribusi golongan darah ABO menunjukkan bahwa 10 orang (25%) bergolongan darah A, 14 orang (35%) bergolongan darah B, 4 orang (10%) bergolongan darah AB, dan 12 orang (30%) bergolongan darah O. Semua peserta memiliki golongan darah Rhesus positif. Pemeriksaan golongan darah penting untuk keamanan transfusi darah dan mengidentifikasi risiko penyakit tertentu.Abstract: Community service activities at Al Urwatul Wusqo PAUD School Perum Graha Persada Sindangkasih through ABO-Rhesus blood type checks aim to increase public awareness and knowledge about health. Information about ABO blood groups is not only important for individual health maintenance, but also helps understand the role of blood groups in everyday life. Blood group compatibility in blood transfusion is essential to avoid immunological reactions and clinical complications. This activity aims to find out the type of blood type of students and parents and is expected to increase people's understanding of the importance of knowing blood type, so that they are better prepared to face medical situations that require knowledge of blood type. Implementation method: the activity was carried out through blood tests on students and their parents with a total of 51 participants. Preparation includes planning, provision of tools and materials, and preparation of necessary documents. Blood tests were conducted at the school site with the help of the principal, teachers, and parents. Each participant was given interesting snacks to attract their interest. Monitoring was conducted during the implementation of the activities to ensure the participation of the participants. Evaluation was conducted to evaluate the success rate of the activity. The results of the activity showed that most of the participants participated in the blood group examination. The distribution of ABO blood type A was 10 people (25%), blood type B was 14 people (35%), blood type AB was 4 people (10%), and blood type O was 12 people (30%). All participants had a positive Rhesus blood type. The importance of checking blood type is related to the safety of blood transfusions and the risk of certain diseases. In conclusion, this community service activity was successful in raising awareness about the importance of knowing blood type. It is recommended to continue periodic blood group checks, especially for new students.