cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,306 Documents
EDUKASI KESEHATAN TENTANG PENERAPAN GAYA HIDUP SEHAT DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT KRONIS Sri Rahayu; Faizah Betty Rahayuningsih; Bella Ananda Chairunnisa; Jaka Pamong Wahyujati; Kartika Indarti Pinanggih; Octafira Khoirunisa; Fany Dwi Lestari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35787

Abstract

Abstrak: Peningkatan penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes di usia produktif disebabkan oleh pola gaya hidup tidak sehat, sehingga kelompok remaja adalah sasaran utama intervensi preventif untuk membentuk kebiasaan sehat sejak dini. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi kesehatan kepada remaja mengenai pentingnya penerapan gaya hidup sehat sebagai upaya pencegahan penyakit kronis di masa mendatang. Metode yang digunakan yaitu edukasi kesehatan secara interaktif menggunakan media PowerPoint, diskusi terbuka, dan pemeriksaan kesehatan dasar. Kegiatan pengabdian ini telah sukses dilaksanakan pada hari Rabu, 24 Oktober 2025. Lokasi pelaksanaan pengabdian bertempat di salah satu sekolah di Kabupaten Sragen, dengan total 25 remaja berpartisipasi sebagai peserta. Evaluasi pretest posttest dilakukan untuk mengukur pengetahuan dan keterampilan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan: pengetahuan peserta meningkat dari 77.6% menjadi 91.2% dan kemampuan praktik pemeriksaan kesehatan dasar meningkat drastic dari 8% menjadi 92% peserta mampu melakukannya secara mandiri. Oleh karena itu, disimpulkan bahwa kegiatan edukasi dan demonstrasi praktik ini berhasil meningkatkan pemahaman kognitif dan keterampilan psikomotorik peserta, sehingga diharapkan mampu mendorong penerapan nyata gaya hidup sehat dan menciptakan generasi yang lebih sehat di masa depan.Abstract: The increasing incidence of chronic non-communicable diseases (NCDs), notably hypertension and diabetes, within the productive age group is predominantly linked to detrimental lifestyle patterns, consequently positioning adolescents as the optimal demographic for targeted preventive interventions aimed at establishing sustainable healthy habits. This community service initiative sought to provide comprehensive health education to adolescents regarding the critical importance of adopting a healthy lifestyle for future chronic disease prevention. The pedagogical approach utilized was interactive education, incorporating PowerPoint presentations, open discussions, and a hands-on demonstration of basic health check practice. The intervention was successfully executed on Wednesday, September 24, 2025, at one of school in Sragen, involving a total of 25 female adolescents. Evaluation was administered via an identical pretest posttest to quantify improvements in both knowledge and practical skills. The findings demonstrated a statistically significant enhancement in participants' knowledge, which rose from an initial mean score of 77.6% to 91.2%. Furthermore, psychomotor evaluation revealed a dramatic increase in practical competence: the proportion of participants able to perform basic health check practices independently increased substantially from only 8% to 92%. It can be concluded that this structured educational and practical demonstration activity successfully enhanced the participants' cognitive understanding and psychomotor skills, which is anticipated to actively promote the tangible adoption of a healthy lifestyle, thereby mitigating future NCD incidence.
PROGRAM PELATIHAN BENCANA: INOVASI DISASTER KIT TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI DAN PERILAKU KESIAPSIAGAAN PADA REMAJA Widya Addiarto; Rizka Yunita; Bawon Nul Hakim
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34797

Abstract

Abstrak: Banjir merupakan salah satu fenomena bencana alam yang sering kali terjadi. Banjir terjadi karena resapan air tidak mampu menampung debit air yang meluap sehingga menggenangi wilayah sekitar. Tujuan kegiatan ini meningkatkan pemahaman remaja dan peningkatan perilaku kesiapsiagaan bencana banjir melalui kegiatan pelatihan Inovasi Disaster Kit. Metode pada kegiatan ini dengan cara memberikan pelatihan literasi bencana kepada remaja. Pada kegiatan ini diikuti oleh 50 orang. Sebelum kegiatan program pelatihan bencana, dilakukan penilaian tentang pemahaman literasi bencana dan keterampilan kesiapsiagaan menggunakan kuesioner. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa pre test-post test pemahaman literasi bencana remaja rata-rata 56 dan 66, sedangkan pada keterampilan kesiapsiagaan pre tes-post test menunjukkan adanya peningkatan dari 54-63. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa pelatihan Inovasi Disaster Kit dapat meningkatkan literasi dan keterampilan remaja dalam menggunakan alat kesiapsiagaan pada bencana banjir. Remaja diharapkan dapat berperan aktif dalam mensosialisasikan kebencanaan sehingga seluruh masyarakat dapat menjadi lebih siap dan siaga saat menghadapi bencana banjir.Abstract: Flooding is a frequent natural disaster phenomenon that often occurs. Floods happen when water absorption capacity is unable to accommodate the overflowing water, causing it to inundate surrounding areas. The purpose of this activity is to enhance the understanding of adolescents and improve their disaster preparedness behavior, specifically regarding flood disasters, through the Disaster Kit Innovation training program. This activity employed a disaster literacy training method for adolescents, with 50 participants. Prior to the disaster training program, a questionnaire was administered to assess baseline levels of disaster literacy and preparedness skills. The results of this activity showed an increase in disaster literacy scores from an average of 56 in the pre-test to 66 in the post-test. In terms of preparedness skills, pre-test scores of 54 increased to 63 in the post-test. These results indicate that the Disaster Kit Innovation training program can improve adolescents' literacy and skills in using preparedness tools for flood disasters. It is hoped that adolescents will play an active role in promoting disaster awareness, enabling the community to become more prepared and alert when facing flood disasters.
PENINGKATAN KESADARAN HUKUM DAN AKSES PELAYANAN PENGAJUAN PERMOHONAN ISBAT NIKAH PADA MASYARAKAT Zulfiani Zulfiani; Nur Asyiah; Andi Khadafi; Rifka Fitria; Poppy Setyaningsih
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34688

Abstract

Abstrak: Masyarakat yang menjalani pernikahan secara Agama masih ada sekitar 25% tanpa pencatatan resmi, yang berdampak pada keterbatasan akses terhadap hak-hak hukum, sosial, dan administratif. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan upaya peningkatan kesadaran hukum serta memberikan akses terhadap pelayanan pengajuan isbat nikah kepada masyarakat yang ingin mengajukan isbat nikah. Metode yang digunakan meliputi identifikasi permasalahan, edukasi melalui brosur dan penyuluhan langsung, serta pendampingan berkelanjutan dalam proses pengajuan isbat nikah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pencatatan perkawinan meningkat 85% setelah terlaksananya kegiatan. Edukasi ini menjadi langkah awal menuju legalitas pernikahan yang sah secara hukum, serta membuka akses masyarakat terhadap perlindungan dan layanan hukum. Kegiatan ini juga menunjukkan perlunya keberlanjutan program serta dukungan dari lembaga terkait, khususnya Mahkamah Syar’iyah, guna memastikan masyarakat mendapatkan dokumen pernikahan yang sah.Abstract: Approximately 25% of the community in East Aceh Regency still conducts marriages solely based on religious provisions without official registration, which limits access to legal, social, and administrative rights. This Community Service Program (PKM) was designed to enhance public legal awareness and provide access to isbat nikah application services for those who wish to legalize their marriages. The program employed three main methods problem identification, educational efforts through brochures and direct counseling, and continuous assistance in the isbat nikah application process. The results indicate a significant improvement, with an 85% increase in public understanding of the importance of marriage registration. This initiative serves as an essential step toward the legal recognition of marriages, enabling broader access to legal protection and administrative services. Moreover, the findings underscore the need for program sustainability and institutional support, particularly from the Mahkamah Syar’iyah (Religious Court), to ensure that communities obtain legally valid marriage documents.
PENDAMPINGAN BUDIDAYA DAN PENGOLAHAN PRODUK OLAHAN BERBASIS MIKRO ALGAE PADA KELOMPOK TANI WANITA SRI TANJUNG KABUPATEN MALANG Agustina Shinta Hartati; Riyanti Isaskar; Fitria Dina Riana; Zainal Abidin; Gladys Oryz Berlian; Priskilah Febi Widya Ningrum
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.30710

Abstract

Abstrak: Kebutuhan sumber pangan yang inovatif, berkelanjutan, dan bernilai gizi tinggi menjadi salah satu kebutuhan yang mendesak untuk masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan berdasarkan analisis permasalahan yang ada di KWT Sri Tanjung, Desa Sukosari, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang yaitu kurangnya pengetahuan tentang manfaat mikroalga. Tujuan pemberdayaan masyarakat ini dilakukan agar masyarakat dapat mengetahui manfaat mikroalga untuk kesehatan, selain itu juga untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui inovasi inovasi produk turunan dari mikroalga. Pengabdian ini dilakukan dengan kegiatan sosialisasi dan pendampingan. Kegiatan yang dilakukan di KWT Sri Tanjung dengan peserta pengabdian sebanyak 34 peserta Pengabdian ini memiliki 3 tahap yaitu tahap persiapan, tahap sosialisasi dan pendampingan, dan tahap monitoring dan evaluasi. Berdasarkan evaluasi dan monitoring menggunakan kuesioner setelah dilakukannya sosialisasi dan pendampingan menunjukkan bahwa peserta pengabdian memiliki pengetahuan, pemahaman, serta keterampilan baru dalam membudidayakan mikroalga. Persentase jawaban tertinggi dari peserta menunjukkan bahwa peserta sangat setuju bahwa mikroalga bisa menjadi pangan alternatif di masa depan (68.75%) dan mikroalga dapat menjadi sumber protein (65,63%). Hal tersebut menunjukkan bahwa pendampingan yang telah dilakukan mampu memberikan dampak baik kepada masyarakat.Abstract: The need for innovative, sustainable, and high nutritional value food sources is one of the urgent needs for the community. This community service activity was carried out based on an analysis of the problems that exist in KWT Sri Tanjung, Sukosari Village, Kasembon District, Malang Regency, namely the lack of knowledge about the benefits of microalgae. The purpose of this community empowerment is carried out so that the community can find out the benefits of microalgae for health, but also to improve the community's economy through innovation of microalgae derivative products. This service was carried out with socialization and mentoring activities. Activities carried out at KWT Sri Tanjung with 34 service participants This service has 3 stages, namely the preparation stage, the socialization and mentoring stage, and the monitoring and evaluation stage. Based on evaluation and monitoring using questionnaires after socialization and mentoring, it shows that service participants have new knowledge, understanding, and skills in cultivating microalgae. The highest percentage of answers from participants showed that participants strongly agreed that microalgae could be an alternative food in the future (68.75%) and microalgae could be a source of protein (65.63%). This shows that the mentoring that has been carried out is able to have a good impact on the community.
PEMBERDAYAAN SISWA PERHOTELAN MENGGUNAKAN APLIKASI SPEECH RECOGNITION UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA INGGRIS Rini Sovia; Shally Amna; Randy Permana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35886

Abstract

Abstrak Pentingnya penguasaan Bahasa Inggris bagi lulusan SMK jurusan perhotelan Padang menjadi perhatian penting bagi kepala sekolah dan guru, karena mayoritas siswanya masih belum mampu menguasai bahasa Inggris dengan baik. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa mulai dari kemampuan dasar kosakata dan pengucapan Bahasa Inggris. Kegiatan ini dimulai dengan memberikan modul dan aplikasi dengan speech recognition software (SRS) yang materinya telah disesuaikan dengan kebutuhan siswa, kemudian memberikan pelatihan dan pendampingan kepada 30 siswa dengan metode partisipatif selama tiga hari. Evaluasi dilakukan dengan melihat peningkatan nilai siswa dari hasil pre-test dan post-test. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan nilai dengan selisih peningkatan nilai sebanyak 22,67 poin. Kegiatan PKM ini dinilai dan diakui oleh siswa dan guru memberikan manfaat untuk meningkatkan kemampuan pronunciation dan vocabulary bahasa Inggris siswa, terutama dengan diberikannya modul dan aplikasi pendamping.Abstract: The importance of English proficiency for vocational school graduates majoring in hospitality in Padang is a major concern for school principals and teachers, as the majority of students are still unable to master English well. Therefore, this community service activity aims to improve students' skills, starting with basic English vocabulary and pronunciation. This activity began with providing modules and applications with speech recognition software (SRS) whose material had been tailored to the students' needs, then providing training and assistance to 30 students using participatory methods for three days. The evaluation was carried out by looking at the increase in student scores from the pre-test and post-test results. The results of the activity evaluation showed an increase in scores with a difference of 22.67 points. This PKM activity was assessed and recognised by students and teachers as beneficial for improving students' English pronunciation and vocabulary skills, particularly through the provision of modules and supporting applications.
ANALYSIS OF THE MULTIDIMENSIONAL PERFORMANCE OF REGIONAL GOVERNMENTS IN ACHIEVING THE SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGS) IN PACITAN REGENCY 2024 Markus Patiung; Hamdi Sarimaryoni; Ernawati Ernawati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35844

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan menyediakan evaluasi komprehensif mengenai komitmen dan kinerja multidimensi pemerintah daerah Kabupaten Pacitan dalam mencapai standar pembangunan global. Kajian ini berfungsi sebagai studi kasus penting bagi ilmu kebijakan dan tata kelola regional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder. Capaian total 92 indikator diklasifikasikan ke dalam empat Pilar Pembangunan: Sosial, Ekonomi, Lingkungan, dan Hukum/Tata Kelola. Status capaian setiap indikator dinilai menggunakan sistem scorecard berbasis tiga kategori: Tercapai (A), Akan Tercapai/Membaik (B), dan Perlu Perhatian Khusus (C). Evaluasi menunjukkan kinerja yang kuat dan progresif di Kabupaten Pacitan pada tahun 2024, dengan 73 dari 92 indikator (79,35%) berhasil mencapai target (status Hijau). Pilar Pembangunan Ekonomi menunjukkan kinerja paling unggul tanpa indikator yang berstatus Perlu Perhatian Khusus (Merah). Secara kumulatif, Prestasi Capaian SDGs Kabupaten Pacitan mencapai 91,11%. Meskipun demikian, terdapat 7 indikator (7,61%) yang masih memerlukan intervensi khusus (status Merah). Kendala struktural utama yang diidentifikasi adalah keterbatasan fiskal daerah dalam pembiayaan pembangunan.Abstract: This study aims to provide a comprehensive evaluation of the multidimensional commitment and performance of the Pacitan Regency government in achieving global development standards. This study serves as an important case study for regional policy and governance science. This study uses a descriptive quantitative approach utilizing secondary data. The achievement of a total of 92 indicators is classified into four development pillars: Social, Economic, Environmental, and Legal/Governance. The achievement status of each indicator is assessed using a three-category scorecard system: Achieved (A), Will Be Achieved/Improved (B), and Needs Special Attention (C). The evaluation revealed strong and progressive performance in Pacitan Regency in 2024, with 73 of 92 indicators (79.35%) achieving their targets (Green status). The Economic Development Pillar demonstrated the highest performance, with no indicators requiring Special Attention (Red) status. Cumulatively, Pacitan Regency's SDGs Achievement reached 91.11%. However, 7 indicators (7.61%) still require special intervention (Red status). The main structural constraint identified was regional fiscal limitations in development financing.
EDUKASI PENINGKATAN KEBUGARAN LANSIA MELALUI SENAM CERIA Tri Siswantini; Purnamadyawati Purnamadyawati; Apriningsih Apriningsih; Mira Rahmi; Hasna Haura; Aufa A. Ulhaq; Belvaninda Zahira; Subandiah Subandiah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34539

Abstract

Abstrak: Secara alamiah lansia mengalami penurunan fungsi fisiologis, yang berdampak negatif pada kebugaran dan meningkatkan risiko penyakit degeneratif dan menurunkan kualitas hidup.Tujuan kegiatan ini adalahuntuk mengoptimalkan Kesehatan lansia,dengan memberikan edukasi tentang kesehatan lansia, melalui aktivitas olah raga secara teratur, ringan, sehat,aman dengan menyesuaikan tingkat kemampuan, kesanggupan dan kekuatan tubuh lansia masing masing.Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dilakukan pada 30 warga lansia, Tangerang Selatan, Banten yang menjadi lanjutan kegiatan tahun sebelumnya. Kegiatan berupa edukasi dan simulasi senam ceria yang dapat dilakukan lansia dirumahnya (home exercise) secara teratur. Kegiatan dievaluasi menggunakan metode pretest dan psottest. Hasil PkM menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan yang terlihat dari adanya peningkatan nilai 80 sebesar 11% dan nilai 100 seebsar 19% serta adanya antusiasme warga lansia yang sangat baik.Abstract: Naturally, older adults experience a decline in physiological function, which harms fitness and increases the risk of degenerative diseases, and reduces quality of life. To optimize the health of older adults, it is necessary to conduct educational activities about older adult health, which explain that older adults should remain active, such as through regular, light, healthy, and safe exercise, adjusting to the level of ability, capacity, and strength of each older adult's body. The Community Service Activity (CSA) was conducted with 30 elderly residents of RW 010, Benda Baru, Pamulang Barat, South Tangerang, Banten, as a continuation of the previous year's activity. The activity consisted of education and simulation of cheerful exercises that the elderly can do at home (home exercise) regularly. The results of the CSA showed an increase in the level of knowledge, as seen from an 11% increase in the score of 80 and a 19% increase in the score of 100, as well as the enthusiasm of the elderly residents.
INOVASI DAN PENGUATAN RANTAI NILAI MELALUI DIVERSIFIKASI PRODUK DAGING RAJUNGAN PADA KELOMPOK PENGOLAH DAN PEMASAR HARAPAN IBU ACEH TAMIANG Muhammad Fauzan Isma; Safrizal Safrizal; Meutia Dewi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34375

Abstract

Abstrak: Aceh Tamiang memiliki potensi perikanan rajungan yang tinggi, namun pengolahan dan pemasarannya masih menghadapi berbagai kendala. Mitra dalam sehari mampu menghasilkan 70 kg daging rajungan tapi masih terkendala pada aspek produksi, pemasaran, serta keuangan. Mitra bernama Poklahsar Harapan Ibu (15 anggota, berdiri 2022) berlokasi di Desa Sungai Kuruk 3. Pengabdian ini bertujuan memperkuat kapasitas Poklahsar Harapan Ibu melalui inovasi produk rajungan kupas dan penguatan rantai nilai, dengan meningkatkan keterampilan produksi, pemasaran, dan manajemen keuangan. Kegiatan dilaksanakan lewat sosialisasi, workshop, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan. Evaluasi menggunakan kuesioner pra–pasca, dengan keberhasilan ditandai peningkatan skor lebih besar dari 50%. Hasil menunjukkan 1) 85% mitra mengalami peningkatan pengetahuan tentang tata kelola produksi yang higienis, 2) 88% mitra mengalami peningkatan ketrampilan dalam pemasaran dan manajemen keuangan, 3) 78% mitra mengalami peningkatan kualitas dan kuantitas produk, 4) 70% mitra mengalami peningkatan jumlah omset. Program ini terbukti efektif memberdayakan kelompok mitra dan meningkatkan daya saing usaha olahan rajungan.Abstract: Aceh Tamiang has high potential for crab fisheries, but its processing and marketing still face various obstacles. Partners are able to produce 70 kg of crab meat per day but still face constraints in production, marketing, and financial aspects. The partner named Poklahsar Harapan Ibu (15 members, established in 2022) is located in Sungai Kuruk 3 Village. This community service aims to strengthen the capacity of Poklahsar Harapan Ibu through innovation of peeled crab products and strengthening the value chain, by improving production, marketing, and financial management skills. Activities are carried out through socialization, workshops, demonstrations, direct practice, and mentoring. Evaluation used a pre-post questionnaire, with success marked by an increase in scores greater than 50%. The results show 1) 85% of partners experienced increased knowledge of hygienic production management, 2) 88% of partners experienced increased skills in marketing and financial management, 3) 78% of partners experienced increased product quality and quantity, 4) 70% of partners experienced increased turnover. This program has proven effective in empowering partner groups and increasing the competitiveness of crab processing businesses.
PELATIHAN PENGOLAHAN PANGAN BERBASIS JAGUNG UNTUK MENGATASI STUNTING DAN KEMISKINAN EKSTREM DI DESA WATU MORI, NUSA TENGGARA TIMUR Reyna Virginia Nona; Kristono Yohanes Fowo; Agustinus J. P. Ana Saga; Arifin Noor Sugiharto; Nur Baladina; Atiek Iriany
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35893

Abstract

Abstrak: Stunting masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia, terutama di wilayah dengan kemiskinan ekstrem seperti di Kabupaten Manggarai Timur. Rendahnya pemanfaatan potensi pangan lokal, khususnya jagung, berkontribusi terhadap tingginya angka stunting dan kemiskinan ekstrem. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkanpengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK serta kader desa yang berjumlah 30 orang, dalam mengolah jagung menjadi pangan bergizi dan bernilai ekonomi sebagai strategi penanggulangan stunting dan kemiskinan. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) melalui tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasilnya, terjadi peningkatan pengetahuan peserta dari rata-rata pre-test 60 menjadi 85 pada post-test, serta peningkatan keterampilan teknis dalam mengolah produk seperti tepung, tempe, puding, es, bubur ayam, dodol, mie dan beras jagung. Kegiatan ini juga mendorong munculnya potensi wirausaha lokal dan mendapat dukungan pemerintah desa. Intervensi ini terbukti efektif, kontekstual, dan berkelanjutan, serta layak direplikasi di daerah lain dengan karakteristik serupa dalam upaya percepatan penurunan stunting dan kemiskinan.Abstract: Stunting remains a major public health issue in Indonesia, especially in poverty-stricken areas like East Manggarai Regency. Limited use of local food resources, particularly corn, contributes to both stunting and poverty. This community service program aimed to improve the knowledge and skills of 30 members of the Family Welfare Movement (PKK) and village cadres in processing corn into nutritious and marketable food products as a strategy to reduce stunting and poverty. Using the Participatory Rural Appraisal (PRA) approach covering preparation, implementation, and evaluation stages the program significantly increased participants’ knowledge, with scores rising from 60 (pre-test) to 85 (post-test). Skills improved in producing various corn-based products, including flour, tempeh, pudding, desserts, porridge, dodol, noodles, and corn rice. The activity also stimulated local entrepreneurship and gained strong support from the village government. Overall, the intervention proved effective, contextually relevant, and sustainable, and is recommended for replication in similar regions.
PELATIHAN ASUHAN KEPERAWATAN VENTILATOR DAN TRAKEOSTOMI UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PERAWAT ICU Nova Maryani; Maria Ulfa
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35181

Abstract

Abstrak: Perawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) memiliki peran krusial dalam menjaga keselamatan pasien yang bergantung pada ventilator dan trakeostomi. Namun, hasil wawancara dengan perawat ICU RS PKU Muhammadiyah Gamping menunjukkan masih terdapat kebutuhan peningkatan kompetensi terkait manajemen pasien kritis tersebut. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan hardskill dan softskill perawat dalam penerapan perawatan pasien dengan ventilator dan trakeostomi. Pelatihan dilaksanakan dalam bentuk one day workshop melalui metode ceramah interaktif, diskusi, dan praktik langsung (skill station). Kegiatan diikuti oleh 43 perawat ICU. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. Hasil analisis menunjukkan peningkatan rata-rata sebesar 44,42 poin setelah pelatihan. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan efektif dalam memperkuat kompetensi perawat ICU dalam perawatan pasien dengan ventilator dan trakeostomi.Abstract: Nurses in the Intensive Care Unit (ICU) play a crucial role in ensuring the safety of patients who depend on ventilators and tracheostomies. However, interviews with ICU nurses at PKU Muhammadiyah Gamping Hospital revealed that there is still a need to improve their competence in managing these critical patients. This community service activity aimed to improve nurses' hard skills and soft skills in the application of care for patients with ventilators and tracheostomies. The training was conducted in the form of a one-day workshop using interactive lectures, discussions, and hands-on practice (skill stations). The activity was attended by 43 ICU nurses. Evaluation was carried out using pre-test and post-test instruments to assess the improvement in participants' knowledge and skills. The analysis results showed an average increase of 44.42 points after the training. These findings indicate that the training activity was effective in strengthening the competence of ICU nurses in caring for patients with ventilators and tracheostomies.