cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,306 Documents
UPGRADE PENGETAHUAN DAN SKILL DETEKSI DINI MATERNAL MENTAL HEALTH DI WILAYAH PUSKESMAS KOTA BANJARMASIN Rizki Amalia; Mahfuzhah Deswita Puteri; Zaiyidah Fathony; Fidyawati Aprianti A. Hiola; Dwi Puspita Rini; Ida Ristanti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.33886

Abstract

Abstrak: Depresi pada ibu hamil merupakan masalah serius yang perlu segera diselesaikan karena berdampak pada kesehatan ibu dan perkembangan janin. Faktor penyebab terjadinya depresi adalah faktor genetic, perubahan fisiologis dan hormone pada masa kehamilan, riwayat penyakit psikologis sebelumnya, adanya masalah psikososial dan rumah tangga. Tujuan kegiatan ini adalah kader posyandu mampu memahami dan melakukan skrining awal maternal mental health menggunakan SDQ atau SRQ-29, serta masyarakat terutama ibu hamil memahami pentingnya maternal mental health. Metode kegiatan edukasi ini diawali dengan memberikan soal pre-test kepada 8 ibu hamil dan 2 kader serta melakukan skrining SDQ atau SRQ-29 pada ibu hamil, kemudian diberikan edukasi selama 30 menit dengan menggunakan media booklet dan video edukasi. Evaluasi dilakukan dengan memberikan soal post-test. Rata-rata skor post-test 78,75 yang lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nilai pre-test 68,75 dan rata-rata nilai post-test kader 80 yang lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nilai posttest 70. Peningkatan upaya promotif dan preventif seperti edukasi dan skrining kesehatan mental yang berkesinambunganperlu ditingkatkan oleh tenaga kesehatan guna mengindentifikasi gangguan kesehatan mental pada ibu.Abstract: Depression in pregnant women is a serious problem that needs to be resolved immediately because it impacts the mother's health and fetal development. Factors that cause depression are genetic factors, physiological and hormonal changes during pregnancy, a history of previous psychological illness, and psychosocial and household problems. The aim of this activity is for Posyandu cadres to be able to carry out initial maternal mental health screening, and for the community, especially pregnant women, to understand the importance of maternal mental health. This educational activity method begins by giving pre-test questions to 8 pregnant women and 2 cadres and conducting SDQ or SRQ-29 screening on pregnant women, then providing education for 30 minutes using booklets and educational videos. The evaluation was conducted by administering a post-test. The average post-test score was 78.75, which was higher than the average pre-test score of 68.75, and the average post-test score of cadres was 80, which was higher than the average post-test score of 70. Health workers need to improve promotive and preventive efforts, such as continuous mental health education and screening, to identify mental health disorders in mothers.
PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA DALAM PENGOLAHAN SAMPAH MAKANAN (FOOD WASTE) MENJADI PAKAN IKAN Windi Wulandari; Rezania Asyfiradayati; Ima Aryani; Fairus El Had; Inessima Addhabie
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35919

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh penumpukan sampah makanan di Desa Gajahan yang memerlukan penanganan berupa pemanfaatan teknologi terapan dalam pengolahan sampah sisa makanan. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan keterampilan tambahan terkait pengolahan sampah makanan menjadi pakan ikan mandiri yang bernilai guna. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini terdiri dari tiga tahapan utama, yaitu tahapan persiapan, pelaksanaan dan evaluasi dengan sasaran Kelompok Warga Tani (KWT) dan kelompok perikanan Mina Mandiri Desa Gajahan sebanyak 30 orang. Pemantauan kemandirian produksi dilakukan guna melihat keberlanjutan dalam produksi pakan secara mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta dan keberhasilan dalam penguasaan keterampilan, yang dievaluasi berdasarkan observasi partisipasi aktif peserta selama pelatihan dan penilaian praktik langsung. Selain itu, uji coba pakan ikan menunjukkan hasil positif. Keberhasilan ini diukur melalui observasi kualitatif terhadap tingkat penerimaan pakan, di mana ikan menunjukkan respon positif dan mau mengonsumsi pakan yang diberikan sesuai jadwal makan rutin. Secara keseluruhan program ini berhasil memberikan solusi pengolahan limbah sekaligus peningkatan ekonomi melalui produksi pakan secara mandiri.Abstract: This community service activity was motivated by the accumulation of food waste in Gajahan Village, which required treatment in the form of applied technology in food waste management. The objective of this community service activity was to provide additional skills related to processing food waste into useful fish feed. The method used in this community service activity consisted of three main stages, namely the preparation, implementation, and evaluation stages, targeting the Farmer Group and the Mina Mandiri fishing group in Gajahan Village, totaling 30 people. Production independence was monitored to observe the sustainability of independent feed production. The result of the activity showed high enthusiasm from the participants and success in mastering the skills, which was evaluated based on observation of active participant involvement during the training and direct practical assessment. Furthermore, the fish feeding trial demonstrated positive result. This success was measured through qualitative observation of the feed acceptance level, where the fish showed a positive response and willingly consumed the feed given according to the regular feeding schedule. Overall, the program successfully provided a solution for waste management while simultaneously boosting the economy through independent feed production.
PEMBERDAYAAN IBU DALAM PERBAIKAN STATUS GIZI BALITA MELALUI EDUKASI MENU GIZI SEIMBANG BERBASIS E-MODUL Ria Setia Sari; Rianti Rianti; Sri Wahyuni; Rara Farditha; Silvina Ardelia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34727

Abstract

Abstrak: Permasalahan gizi balita masih menjadi tantangan global dengan dampak serius terhadap kesehatan dan kualitas hidup anak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian ibu dalam pengelolaan gizi seimbang balita melalui edukasi berbasis e-modul. Mitra kegiatan adalah 42 ibu balita di wilayah kerja Puskesmas Bugel, Kota Tangerang. Metode yang digunakan berupa penyuluhan interaktif dan praktik penggunaan e-modul, diawali dengan pre-test, dilanjutkan edukasi, dan diakhiri post-test serta evaluasi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan, di mana pengetahuan ibu yang sebelumnya didominasi kategori kurang (88,1%) berubah menjadi 92,8% kategori baik setelah edukasi satu hari. Capaian ini merefleksikan peningkatan softskill dan hardskill lebih dari 80%, menegaskan efektivitas e-modul dalam memperkuat kapasitas ibu. Ke depan, intervensi berkelanjutan dengan pendampingan dan monitoring rutin direkomendasikan guna mendorong perubahan praktik yang konsisten serta pencegahan stunting.Abstract: Nutritional problems among toddlers remain a pressing global challenge with serious consequences for health, growth, and overall quality of life. This community service program aimed to enhance maternal knowledge, practical skills, and independence in managing balanced nutrition for toddlers through e-module–based education. The activity involved 42 mothers of toddlers under the working area of Puskesmas Bugel, Tangerang City. Methods included interactive counseling and guided practice using the e-module, beginning with a pre-test, followed by education sessions, and ending with a post-test and evaluation. Results demonstrated substantial improvement: prior to the intervention, 88.1% of mothers were in the poor knowledge category, while after one day of education, 92.8% achieved the good category. This reflects an improvement of more than 80% in both soft and hard skills, highlighting the effectiveness of the interactive e-module in strengthening maternal capacity. Continued interventions with structured mentoring and routine monitoring are recommended to sustain behavioral change and support stunting prevention efforts.
UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN LIMBAH ECENG GONDOK SEBAGAI SPRAY LUKA Juwita Ramadhani; Hasniah Hasniah; Dewi Rosaria; Aris Fadillah; Karina Erlianti; Muhammad Fauzi; M. Hasan Andryanto; Lia Mardiana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34501

Abstract

Abstrak: Permasalahan limbah eceng gondok yang melimpah di Desa Sungai Arfat mendorong perlunya inovasi pemanfaatan agar memiliki nilai tambah ekonomi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah eceng gondok menjadi produk kesehatan bernilai jual serta memperkenalkan strategi promosi digital. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi potensi eceng gondok, penyuluhan mengenai urgensi pengelolaan limbah, serta workshop pembuatan spray luka berbasis eceng gondok. Kegiatan diikuti oleh 29 anggota PKK Desa Sungai Arfat dengan pendampingan langsung dari tim pelatih, sedangkan evaluasi dilakukan melalui angket pemahaman. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan postest, dengan indikator keberhasilan berupa peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta. Hasil menunjukkan rata-rata nilai pretest 51,03 meningkat menjadi 97,93 pada postest dengan kenaikan rata-rata 46,90 atau 149,71%. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan hardskill masyarakat dalam produksi, tetapi juga membuka peluang pengembangan UMKM berbasis eceng gondok yang berorientasi pada peningkatan ekonomi lokal secara berkelanjutan.Abstract: The problem of abundant water hyacinth waste in Sungai Arfat Village has prompted the need for innovative utilization to add economic value. This community service activity aims to increase the knowledge and skills of the community in processing water hyacinth into marketable health products and introducing digital promotion strategies. The methods used included socialization of the potential of water hyacinth, counseling on the urgency of waste management, and workshops on making water hyacinth-based wound sprays. The activity was attended by 29 members of the Sungai Arfat Village PKK with direct assistance from the training team, while the evaluation was conducted through a comprehension questionnaire. The evaluation was conducted through pre-tests and post-tests, with the success indicators being an increase in the participants' knowledge and understanding. The results showed that the average pretest score of 51.03 increased to 97.93 in the posttest, with an average increase of 46.90 or 149.71%. This activity not only improved the community's hard skills in production but also opened up opportunities for the development of water hyacinth-based MSMEs oriented towards sustainable local economic improvement.  
PEMBERDAYAAN KELOMPOK NELAYAN MALANGKE SEBAGAI KEKUATAN EKONOMI KELUARGA DAERAH PESISIR Syamsuddin Syamsuddin; Nirsal Nirsal; Nur Annisa; Andi Jumardi; Aryadi Nurfalaq; Nurasia Nurasia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.33263

Abstract

Abstrak: Kelompok Nelayan Malangke menghadapi masalah produktivitas hasil tangkapan yang rendah, penyimpanan ikan yang tidak efisien, serta keterbatasan akses pasar. Tujuan program ini adalah meningkatkan keterampilan nelayan dalam teknologi penangkapan, pengolahan, dan pemasaran hasil laut. Kelompok Nelayan Malangke beranggotakan 25 orang. Metode yang digunakan dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat ini meliputi pelatihan, pendampingan, dan sosialisasi. Materi kegiatan yang diberikan kepada mitra yakni., Strategi Manajemen Usaha Perikanan, Penggunaan GPS Fish Finder, Diversifikasi olahan ikan berbasis frozen food serta Strategi pemasaran digital untuk produk olahan ikan. Evaluasi dilakukan melalui pengamatan langsung dan pembagian kuesioner kepada peserta yang berisi 12 item pertanyaan untuk mengetahui peningkatan pemahaman peserta dalam aspek manajemen usaha perikanan, penggunaan GPS Fish Finder, Pengolahan ikan (frozen food) dan pemasaran digital dan praktik mitra setelah diberikan pelatihan dan pendampingan. Hasil menunjukkan peningkatan keterampilan teknologi sebesar 85%, kemampuan manajemen usaha sebesar 70%, serta peningkatan pendapatan hingga 40% dari penjualan produk olahan ikan. Program ini berkontribusi pada pemberdayaan ekonomi pesisir melalui pendekatan berkelanjutan berbasis IPTEK.Abstract: The Malangke Fishermen Group faces problems of low catch productivity, inefficient fish storage, and limited market access. The goal of this program is to improve fishermen's skills in fishing, processing, and marketing technology for seafood. The Malangke Fishermen Group has 25 members. The methods used in this community empowerment activity include training, mentoring, and socialization. The activity materials provided to partners are, Fisheries Business Management Strategy, Use of GPS Fish Finder, Diversification of frozen food-based fish processing and Digital marketing strategy for processed fish products. Evaluation was carried out through direct observation and distribution of questionnaires to participants containing 12 questions to determine the increase in participants' understanding of aspects of fisheries business management, use of GPS Fish Finder, fish processing (frozen food) and digital marketing and partner practices after being given training and mentoring. The results showed an increase in technological skills by 85%, business management capabilities by 70%, and an increase in income of up to 40% from the sale of processed fish products. This program contributes to coastal economic empowerment through a sustainable approach based on science and technology.
IMPLEMENTASI POSYANDU ILP DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING MENUJU HEALTH GREEN VILLAGE Nyoman Utari Vipriyanti; Ni Made Nopita Wati; Ni Wayan Rustiarini; Ni Nyoman Wahyu Udayani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.36243

Abstract

Abstrak: Stunting masih menjadi permasalahan global yang memiliki dampak serius sehingga diperlukan upaya untuk menanganinya. Salah satu faktor penyebab stunting yaitu belum optimalnya peran dan pemahaman kader posyandu tentang layanan kesehatan terintegrasi dan tidak adanya alat deteksi dini berbasis digital yang presisi untuk mengidentifikasi kasus stunting. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan kader terkait posyandu integrasi layanan primer dan keterampilan kader posyandu dalam penggunaan alat deteksi dini berbasis digital yang presisi untuk mengidentifikasi kasus stunting. Metode yang digunakan yaitu sosialisasi dan penyuluhan dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Instrumen yang digunakan dalam melakukan evaluasi yaitu kuesioner dan lembar observasi. Kegatan ini melibatkan sebanyak 20 orang kader posyandu. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan peningkatan pengetahuan kader, dimana nilai rata-rata pengetahuan kader posyandu sebelum diberikan sosialisasi dan penyuluhan adalah 66.75 sedangkan setelahnya mejadi 87.50 dengan selisihnya sebesar 20.75. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi dan penyuluhan yang disertai dengan demonstrasi mampu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader posyandu.Abstract: Stunting remains a global problem with serious impacts, necessitating efforts to address it. One contributing factor to stunting is the suboptimal role and understanding of integrated health services by Posyandu (Integrated Health Post) cadres and the lack of precise digital-based early detection tools to identify stunting cases. The purpose of this community service activity is to increase cadre knowledge regarding integrated primary care services at Posyandu and their skills in using precise digital-based early detection tools to identify stunting cases. The method used was outreach and counseling with planning, implementation, and evaluation stages. The instruments used in conducting the evaluation were questionnaires and observation sheets. This activity involved 20 Posyandu cadres. The results of this community service activity showed an increase in cadre knowledge, where the average score of Posyandu cadre knowledge before the outreach and counseling was 66.75, while after the outreach and counseling was 87.50, with a difference of 20.75. This indicates that the outreach and counseling activities accompanied by demonstrations can improve the knowledge and skills of Posyandu cadres.
PENCEGAHAN STUNTING PADA ANAK USIA 6-23 BULAN MELALUI PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI BERBASIS INOVASI PANGAN LOKAL Mariene Wiwin Dolang; Rahma Tunny; Stenly J. Ferdinandus; Herlien Sinay
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35469

Abstract

Abstrak: Stunting merupakan suatu kondisi dimana anak mengalami gangguan pertumbuhan. Stunting memerlukan perhatian yang lebih besar, dikarenakan dapat menghambat pertumbuhan fisik dan kognitif mereka jika tidak ditangani dengan hati-hati. Salah satu cara untuk mengatasi masalah stunting adalah dengan mengonsumsi hotong. Tanaman hotong atau yang dikenal dengan Hotong Buru (Setaria italica (L)) merupakan tanaman jenis alang-alang yang tumbuh subur di Pulau Buru, Provinsi Maluku. Tujuan dilaksanakannya Pengabdian Kepada Masyarakat adalah untuk meningkatkan pemahaman kader terkait stunting dan memberikan pelatihan pembuatan biskuit berbahan dasar hotong untuk mencegah stunting. Mitra dalam kegiatan ini adalah kader posyandu negeri lima sebanyak 26 peserta. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan memberikan sosialisasi dalam bentuk penyuluhan dan memberikan pelatihan secara langsung terkait cara membuat biskuit berbahan dasar hotong. Hasil pengabdian diketahui metode edukasi yang diberikan berhasil meningkatkan pemahaman responden dari rata-rata skor pengetahuan 49 menjadi 84 berdasarkan hasil kuesioner pre-test dan post-test. Evalusi dilakukan dengan melihat produk biskuit berbahan dasar hotong dan iklan online yang telah dibuat.Abstract: Stunting is a condition in which children experience growth disorders. Stunting requires greater attention because it can hinder their physical and cognitive growth if not handled carefully. One way to address stunting is by consuming hotong. The hotong plant, also known as Hotong Buru (Setaria italica (L)), is a type of reed that grows abundantly on Buru Island, Maluku Province. The purpose of this Community Service Program is to increase cadres' understanding of stunting and provide training in making hotong-based biscuits to prevent stunting. The partners in this activity were 26 Posyandu Negeri Lima cadres. The activity was carried out by providing outreach in the form of counseling and providing direct training on how to make hotong-based biscuits. The results of the community service program showed that the educational method successfully increased respondents' understanding from an average knowledge score of 49 to 84 based on the results of the pre-test and post-test questionnaires. Evaluation was conducted by examining hotong-based biscuit products and online advertisements that had been created.
ANALISIS PENGARUH KEMUDAHAN, KENYAMANAN DAN RISIKO PENGGUNAAN PEMBAYARAN DIGITAL (QRIS) TERHADAP MINAT PENGGUNAAN DI PEDAGANG PASAR WONOKROMO SURABAYA Nurfarisa Yuristya; Noor Rizkiyah; Nisa Hafi Idhoh Fitriana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.35259

Abstract

Abstrak: Penerapan QRIS sebagai standar pembayaran digital, khususnya di Pasar Wonokromo Surabaya, menunjukkan bahwa masih banyak pedagang yang pengetahuan mereka tentang sistem pembayaran digital ini terbatas. Keragaman usia di antara para pedagang diyakini sebagai salah satu alasan mengapa adaptasi terhadap teknologi digital ini belum berlangsung dengan cepat. Dalam konteks ini, penelitian ini memiliki tujuan yaitu menganalisis pengaruh kemudahan penggunaan, kenyamanan penggunaan, dan risiko penggunaan terhadap minat pedagang di Pasar Wonokromo, Surabaya, dalam menggunakan pembayaran digital QRIS. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan menggunakan simple random sampling, yang melibatkan 70 responden. Untuk menganalisis data, penelitian ini menggunakan metode SEMPLS. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kemudahan penggunaan dan kenyamanan penggunaan masing-masing memiliki pengaruh positif terhadap minat penggunaan. Sebaliknya, risiko penggunaan terbukti memiliki pengaruh negatif terhadap minat penggunaan QRIS. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa secara teoretis penelitian ini memperkuat model penerimaan teknologi (TAM), dan secara praktis dapat menjadi dasar bagi pihak terkait untuk meningkatkan edukasi dan sosialisasi penggunaan QRIS kepada pedagang agar lebih memahami manfaat serta keamanan QRIS, sehingga dapat mempercepat adopsi pembayaran digital di lingkungan pasar tradisional.Abstract: The implementation of QRIS as a digital payment standard, particularly in Wonokromo Market, Surabaya, shows that many merchants still have limited knowledge about this digital payment system. The diversity in age among merchants is believed to be one of the reasons why adaptation to this digital technology has not been rapid. In this context, this study aims to analyze the influence of ease of use, convenience of use, and risk of use on the interest of merchants at Wonokromo Market, Surabaya, in using QRIS digital payments. Sampling in this study was conducted using simple random sampling, involving 70 respondents. To analyze the data, this study used the SEMPLS method. The findings of this study indicate that ease of use and comfort of use each have a positive influence on interest in use. Conversely, risk of use has been proven to have a negative influence on interest in using QRIS. This study provides implications that theoretically, it strengthens the technology acceptance model (TAM), and practically, it can be the basis for related parties to improve education and socialization of QRIS use to merchants so that they can better understand the benefits and security of QRIS, thereby accelerating the adoption of digital payments in traditional market environments.
PENINGKATAN LITERASI DIGITAL UNTUK PELESTARIAN BUDAYA INDONESIA Feliks Prasepta Sejahtera Surbakti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34219

Abstract

Abstrak: Pelestarian budaya Indonesia menghadapi tantangan besar di era digital akibat derasnya arus informasi dan dominasi budaya global seperti Korean Wave. Rendahnya literasi digital masyarakat menyebabkan misinformasi dan berkurangnya apresiasi terhadap budaya lokal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan soft skill kesadaran kritis (seperti kemampuan memverifikasi informasi dan memahami konteks budaya) serta hardskill teknis (seperti pengaturan privasi digital dan produksi konten kreatif) guna melestarikan identitas budaya Indonesia. Metode pelaksanaan meliputi observasi awal, pre-test, pelatihan literasi digital, webinar nasional, dan post-test. Webinar bertema “Menjaga Budaya Indonesia dengan Bijak di Era Digital” melibatkan akademisi, legislator, dan praktisi, dengan partisipasi 130 peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai pentingnya verifikasi informasi, konteks budaya, dan penghormatan nilai tradisional saat berbagi konten daring sebesar 70%. Kesimpulannya, pelestarian budaya Indonesia di era digital memerlukan literasi digital yang kuat, kolaborasi multipihak, serta optimalisasi media digital sebagai sarana edukasi budaya.Abstract: The preservation of Indonesian culture faces major challenges in the digital era due to the overwhelming flow of information and the dominance of global cultures such as the Korean Wave. The low level of digital literacy in society often leads to misinformation and a decline in appreciation for local culture. This community service program aims to enhance critical awareness soft skills (such as the ability to verify information and understand cultural context) as well as technical hard skills (such as managing digital privacy and producing creative content) in order to preserve Indonesia’s cultural identity. The implementation methods included initial observation, pre-test, digital literacy training, a national webinar, and post-test. The webinar, themed “Preserving Indonesian Culture Wisely in the Digital Era,” involved academics, legislators, and practitioners, with the participation of 130 attendees. The results showed a significant improvement in participants’ understanding of the importance of information verification, cultural context, and respect for traditional values when sharing online content, with an increase of 70%. In conclusion, preserving Indonesian culture in the digital era requires strong digital literacy, multi-stakeholder collaboration, and the optimization of digital media as a means of cultural education.
PENGELOLAAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK PRA SEKOLAH Selvi Mohamad; Eka Rati Astuti; Magdalena Martha Tompunuh; Desak Made Yulianti; Silfana Silfana; Anisa Putri Lasulika; Siti Handrika Usman
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.32572

Abstract

Abstrak: Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian dari kesehatan tubuh secara keseluruhan. Pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada orang tua anak akan mempengaruhi perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada anak, karena orang tua yang menjaga perawatan kesehatan gigi dan mulutnya. Penyebab terjadinya karies pada anak-anak adalah kurangnya pengetahuan tentang waktu menyikat gigi dan cara menyikat yang tepat. Tujuan penyuluhan ini untuk meningkatkan pengetahuan orang tua tentang kesehatan gigi dan mulut pada anak-anak Metode pada pengabdian melalui tiga pendekatan utama: observasi, wawancara dan penyuluhan. Observasi untuk mengamati perilaku dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut secara langsung. Hasil kegiatan penyuluhan tentang kesehatan gigi dan mulut pada anak prasekolah menunjukkan peningkatan dimana pre-test yang dilakukan menunjukkan 36% anak memiliki pengetahuan yang baik, sedangkan 64% berada dalam kategori kurang baik. Selanjutnya setelah dilakukan penyuluhan, hasil post-test menunjukkan 94% anak berada dalam kategori baik dari 30 responden. Hal ini menunjukkan adanya perubahan yang sangat positif dalam pemahaman mereka mengenai kesehatan gigi dan mulut.Abstract: Oral health is an integral part of overall physical health. Parents' knowledge of oral health influences their children's oral health maintenance behaviors, as parents who maintain their own oral health are more likely to encourage their children to do the same. The primary cause of dental caries in children is a lack of knowledge about the proper timing and technique for brushing teeth. The objective of this health education program is to enhance parents' knowledge about children's oral health. The program employs three primary approaches: observation, interviews, and health education sessions. Observation is used to directly observe behaviors related to maintaining oral health. The results of the educational activity on oral health in preschool children showed an improvement, where the pre-test indicated that 36% of children had good knowledge, while 64% were in the poor category. After the educational activity, the post-test results showed that 94% of the 30 respondents were in the good category. This indicates a very positive change in their understanding of oral health.