cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,306 Documents
MATA BERSIH (MAKAN BERGIZI TUMBUH AKTIF BERKEMBANG SEHAT DAN BEBAS STUNTING) Nadia Taha; Nancy Olii; Yusni Podungge; Endah Yulianingsih; Ika Suherlin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.32714

Abstract

Abstrak: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Akibat jangka panjang dari stunting yaitu terganggunya perkembangan fisik, mental, intelektual dan kognitif. Stunting dipengaruhi oleh bermacam factor, sehingga dibutuhkan program kerja dengan judul MATA BERSIH (Makan Bergizi, Tumbuh Aktif, Berkembang Sehat, dan Bebas Stunting) merupakan salah satu Upaya pencegahan stunting. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola makan bergizi dalam mendukung pertumbuhan anak yang optimal dan mencegah stunting. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan soft skill peserta, seperti kemampuan komunikasi, kerja sama tim, dan kepemimpinan dalam kegiatan penyuluhan masyarakat. dari sisi hard skill, kegiatan ini dirancang untuk mengembangkan keterampilan teknis seperti penyusunan menu bergizi seimbang, pemahaman tentang gizi anak dan stunting, serta kemampuan dalam melakukan edukasi gizi berbasis data dan bukti ilmiah. Metode yang digunakan ceramah, tanya jawab, dan demosntrasi. Sasaran kegiatan ini adalah ibu-ibu yang memiliki balita berjumlah 11 orang dan dilaksanakan di Desa Lauwonu Kecamatan Tilango. Monitoring dan evaluasi berupa pre dan post test dengan observasi langsung dan home visite 2 kali selama 1 minggu kegiatan. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan peserta dengan hasil pre-test 65% dan post-test 78% dan evaluai melalui ceklist KPSP balita, melakukan demonstrasi pemberian makanan tambahan 90% serta terdapat 11 balita yang mengalami peningkatan BB dan TB.Abstract: Stunting is a chronic nutritional problem that remains a public health challenge in Indonesia. The long-term effects of stunting include impaired physical, mental, intellectual, and cognitive development. Stunting is influenced by various factors, so a work program entitled MATA BERSIH (Nutritious Eating, Active Growth, Healthy Development, and Stunting-Free) is needed as one of the efforts to prevent stunting. The purpose of this activity is to increase public awareness of the importance of a nutritious diet in supporting optimal child growth and preventing stunting. Additionally, this activity also aims to improve participants' soft skills, such as communication skills, teamwork, and leadership in community outreach activities. In terms of hard skills, this activity is designed to develop technical skills such as preparing balanced nutritious menus, understanding child nutrition and stunting, and the ability to conduct nutrition education based on data and scientific evidence. The methods used were lectures, question and answer sessions, and demonstrations. The target audience for this activity was 11 mothers with toddlers, and it was carried out in Lauwonu Village, Tilango District. Monitoring and evaluation took the form of pre- and post-tests with direct observation and two home visits during the one-week activity. The results of this activity showed an increase in the knowledge and skills of the participants, with pre-test results of 65% and post-test results of 78%. Evaluation was conducted using the KPSP toddler checklist, with 90% of participants demonstrating the ability to provide supplementary food. In addition, 11 toddlers experienced an increase in weight and height.
OPTIMALISASI MOBILISASI DINI SEBAGAI PERCEPATAN PEMULIHAN PASIEN PASCA OPERASI: EDUKASI DI RUANG RAWAT INAP Reni Prima Gusty; Dewi Murni; Marsi Sekar Ningrum; Verra Oktavia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.33721

Abstract

Abstrak: Mobilisasi dini merupakan intervensi bergerak sedini mungkin untuk mempercepat pemulihan dan mencegah komplikasi setelah paska operasi yang dimulai dari rumh sakit sampai ke rumah. Pengabdian masyarakat bertujuan memberikan pengetahuan, meningkatkan kemampuan pasien untuk melakukan mobilisasi sedini mungkin. Kegiatan ini melibatkan 10 orang pasien paska operasi dan keluarganya di Ruang Rawat Bedah di sebuah Rumah Sakit. Untuk menilai peningkatan keterampilan (skill) mitra, dapat digunakan kombinasi beberapa metode evaluasi yaitu pre-test dan post-test untuk menilai pengetahuan mitra sebelum dan sesudah diberikan edukasi, observasi langsung untuk menilai keterampilan mitra dalam mempraktikkan mobilisasi dini dan Checklist keterampilan digunakan sebagai instrumen standar untuk menilai langkah-langkah prosedur mobilisasi dini. Hasil didapatkan peningkatan pengetahuan baik dari 57 % menjadi 100% serta pasien mampu melakukan mobilisasi dini secara mandiri dengan sedikit bantuan. Hasil edukasi kesehatan terbukti meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mobilisasi dini pasien paska operasi. Melalui kegiatan ini penting untuk menyediakan modul yang bisa dijadikan panduan bagi pasien dan keluarga di rumah. keterlibatan keluarga menjadi poin penting untuk mempercepat pemulihan.Abstract: Early mobilization is an intervention that involves moving as early as possible to accelerate recovery and prevent post-operative complications, starting from the hospital and continuing at home. Community service aims to provide knowledge and improve patients' ability to mobilize as early as possible. This activity involves 10 post-operative patients and their families in the Surgical Ward of a hospital. The method used was to provide information through education, demonstrations, and redemonstrations of early mobilization actions for post-operative patients, targeting both 10 patients and their families. The results showed an increase in knowledge from 57% to 100%, and patients were able to perform early mobilization independently with minimal assistance. The outcomes of health education demonstrate a noteworthy influence on enhancing patients' understanding and proficiency concerning the need of prompt mobilisation following surgery. Through this activity, it is important to provide modules that can serve as a guide for patients and families at home. Family involvement is a crucial point for accelerating recovery.
TRANSFER TEKNOLOGI BIOPESTISIDA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PETANI PADA KELOMPOK TANI DI PALANGKA RAYA Muhammad Priyadi; Rian Ka Praja; Rts Sherly Dwi Jayanti; Decenly Decenly; Jonathan Kaharati; Mohammad Bimo Prakosa; Betrand Fernando
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.34861

Abstract

Abstrak: Masalah yang sering dihadapi petani adalah gangguan hama dan mahalnya harga pestisida kimiawi. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok petani dalam membuat hingga menggunakan biopestisida nabati yang ramah lingkungan dan lebih ekonomis. Metode pengabdian terdiri dari penyuluhan, pelatihan, dan praktik langsung bagi 20 anggota kelompok tani. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan menggunakan instrumen pre-test dan post-test sebagai pengukur tingkat pemahaman peserta. Dilihat dari skor pre-test yang berkisar 40-80% menjadi 100% pada post-test, kegiatan ini berhasil memberikan solusi bagi petani dalam pengendalian hama dengan pembuatan biopestisida alami dan bertransisi menuju sistem pertanian yang lebih organik, efisien, dan berkelanjutan.Abstract: The problems often faced by farmers are pest infestations and the high cost of chemical pesticides. This community service program aimed to improve farmers' knowledge and skills in producing and using plant-based biopesticides as an eco-friendly and economical alternative. The method involved counseling, training, and hands-on practice for 20 members of the farmer group. The program was evaluated using pre- and post-tests method to measure the increase in participants' understanding. Judging by the pre-test scores, which ranged from 40-80% and increased to 100% in the post-test, this activity successfully provided a solution for farmers in pest control through the production of natural biopesticides, enabling them to transition to a more organic, efficient, and sustainable agricultural system.
PENGUATAN LITERASI DIGITAL DAN EDUKASI SANITASI LINGKUNGAN DI KAWASAN WISATA RAMMANG-RAMMANG Faisal Rizal Zaenal; Risma Haris; Nurkhalik Wahdanial Asbara; Badriani Badawi; Irma Irma; Muh Isnan Khaeran Haris
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35368

Abstract

Abstrak: Rumah baca mitra menghadapi tantangan berupa rendahnya literasi digital pengelola, belum adanya sistem manajemen berbasis teknologi, serta kurangnya integrasi aspek sanitasi lingkungan dalam kegiatan literasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelola melalui penguatan literasi digital, digitalisasi manajemen rumah baca, dan edukasi sanitasi lingkungan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu (1) sosialisasi partisipatif untuk menggali kebutuhan mitra, (2) pelatihan literasi digital meliputi penggunaan QR Code dan optimalisasi media sosial dalam pengelolaan rumah baca, serta (3) pelatihan edukasi sanitasi mencakup penerapan PHBS, penggunaan media edukatif, dan simulasi pilah sampah. Evaluasi dilakukan dengan pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan literasi digital dan pengetahuan sanitasi peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kedua aspek tersebut: 46,7% peserta mencapai tingkat literasi digital sedang dan 46,7% menunjukkan pengetahuan sanitasi tinggi. Peserta terdiri dari 15 orang pengelola rumah baca (60% pria dan 40% wanita). Program ini berhasil memperkuat kapasitas komunitas dalam manajemen rumah baca berbasis teknologi sekaligus menumbuhkan kesadaran terhadap pentingnya sanitasi lingkungan.Abstract: The partner reading houses face challenges in the form of low digital literacy among managers, the absence of technology-based management systems, and a lack of integration of environmental sanitation aspects into literacy activities. This community service activity aims to increase the capacity of managers through strengthening digital literacy, digitizing the management of reading houses, and providing education on environmental sanitation. The activity was carried out in three stages, namely (1) participatory socialization to explore the needs of partners, (2) digital literacy training covering the use of QR codes and optimization of social media in reading house management, and (3) sanitation education training covering the application of healthy lifestyles, the use of educational media, and waste sorting simulations. Evaluation was conducted through pre-tests and post-tests to measure improvements in participants' digital literacy and sanitation knowledge. The results showed significant improvements in both aspects: 46.7% of participants achieved moderate digital literacy and 46.7% demonstrated high sanitation knowledge. The participants consisted of 15 reading house managers (60% men and 40% women). This program succeeded in strengthening the community's capacity in technology-based reading house management while raising awareness of the importance of environmental sanitation.
INTEGRASI TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK DIGITALISASI BISNIS DAN MANAJEMEN PRODUKSI UMKM SILMARILS Fanny Ramadhani; Dian Septiana; Andy Satria
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34586

Abstract

Abstrak: UMKM Silmarils di Kota Medan menghadapi permasalahan pencatatan inventori manual, ketiadaan sistem Key Performance Indicator (KPI), pemasaran yang masih bergantung pada marketplace pihak ketiga, serta proses pemotongan roti yang manual. Program pengabdian ini bertujuan mengintegrasikan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing. Metode meliputi sosialisasi, penyuluhan, dan pelatihan dengan 14 peserta inti. Evaluasi dilakukan melalui observasi, wawancara, dan angket berisi 14 pertanyaan yang mencakup aspek relevansi, pelaksanaan, manfaat dan hasil, serta dampak dan kepuasan. Target minimal satu orang peserta memahami alur sistem tercapai dengan pemilik UMKM yang sudah mampu memahami alur dan mengoperasikan sistem, sementara karyawan masih dalam tahap adaptasi. Pada aspek produksi, mesin pemotong roti otomatis meningkatkan efisiensi waktu pemotongan 1 roti tawar sebesar 98,3% dengan hasil seragam. Seluruh responden menilai program relevan, bermanfaat, dan dapat langsung diterapkan, dengan 100% menyatakan keterampilan baru digunakan dalam pekerjaan harian. Program ini berdampak nyata pada peningkatan hardskill, efisiensi operasional, serta potensi nilai ekonomis UMKM.Abstract: UMKM Silmarils in Medan faces challenges of manual inventory recording, the absence of a Key Performance Indicator (KPI) system, marketing that still relies on third-party marketplaces, and manual bread cutting processes. This community service program aims to integrate digital technology to enhance efficiency and competitiveness. Methods included socialization, counseling, and training with 14 core participants. Evaluation was carried out through observation, interviews, and a questionnaire consisting of 14 questions covering aspects of relevance, implementation, benefits and outcomes, as well as impact and satisfaction. The target of having at least one participant understand the system workflow was achieved, as the UMKM owner successfully operated the system, while the employees are still in the process of adaptation. Evaluation was carried out through observation, interviews, and satisfaction surveys. The results showed improved digital skills among participants in operating the web-based inventory system, KPI dashboard, and online store management. In terms of production, the automatic bread slicer increased cutting efficiency by 98.3% with uniform results. All respondents rated the program relevant, useful, and directly applicable, with 100% reporting that the new skills were applied in daily work. The program had a tangible impact on hardskill development, operational efficiency, and the economic potential of UMKM.
REGENERASI PESISIR: PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PENGELOLA MANGROVE TRANSFORMASI EKOLOGI DAN EKONOMI MELALUI EDUWISATA MANGROVE Octafian, Ray; Putra, Dyan Triana; Putra, Rizal Ichsan Syah; Fitra, Saskia Cahya Khaylila; Aprilia, Erlina Mutiara; Mistriani, Nina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.34917

Abstract

Abstrak: Kawasan pesisir Tapak Tugu, mengalami degradasi ekosistem mangrove sebesar 45% akibat abrasi pantai (3,2 meter/tahun), penurunan permukaan tanah (8-10 cm/tahun), dan intensitas rob 12-15 kali per bulan. Tujuan pengabdian ini adalah mentransformasi kondisi ekologi dan ekonomi masyarakat melalui eduwisata mangrove berkelanjutan dengan menekankan pada aspek pemberdayaan masyarakat agar mampu berpartisipasi aktif dalam pengelolaan sumber daya alam secara mandiri dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan meliputi: (1) sosialisasi program kepada Pokdarwis Bina Tapak Lestari dan stakeholder; (2) pelatihan produksi olahan mangrove dan manajemen eduwisata; (3) implementasi eduwisata penanaman mangrove partisipatif; (4) kampanye edukasi melalui program kunjungan rombongan wisatawan; dan (5) monitoring dan evaluasi berkelanjutan dilakukan untuk menilai efektivitas program melalui observasi wawancara, serta analisis data capaian kegiatan. Sehingga keberhasilan program dapat diukur secara objektif dari aspek pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan lingkungan. Mitra sasaran adalah kelompok Pokdarwis yang berjumlah 35 orang. Hasil yang dicapai adalah praktik pembuatan dodol mangrove oleh 12 anggota kelompok perempuan dengan omzet Rp 2.250.000 per bulan, terlaksananya program eduwisata penanaman mangrove dengan partisipasi 24 rombongan wisatawan (480 orang), kampanye edu wisata melalui kegiatan menanam dan kunjungan tambak yang melibatkan akademisi, serta peningkatan kesadaran lingkungan masyarakat sebesar 78%. Program ini berhasil mentransformasi kawasan mangrove menjadi destinasi eduwisata berkelanjutan dengan peningkatan pendapatan masyarakat sebesar 65%.Abstract: The Tapak Tugu coastal area has experienced a 45% degradation of its mangrove ecosystem due to coastal abrasion (3.2 meters/year), land subsidence (8-10 cm/year), and tidal flooding 12-15 times per month. The objective of this community service program is to transform the ecological and economic conditions of the community through sustainable mangrove ecotourism, emphasizing community empowerment so that they can actively participate in the independent and sustainable management of natural resources. The implementation methods include: (1) socialization of the program to Pokdarwis Bina Tapak Lestari and stakeholders; (2) training in mangrove processing and ecotourism management; (3) implementation of participatory mangrove planting ecotourism; (4) educational campaigns through tourist group visit programs; and (5) continuous monitoring and evaluation to assess program effectiveness through observation interviews and analysis of activity achievement data. Thus, the success of the program can be measured objectively in terms of community empowerment and environmental management. The target partners are the Pokdarwis group, consisting of 35 people. The results achieved were the production of mangrove dodol by 12 members of a women's group with a turnover of Rp 2,250,000 per month, the implementation of an educational mangrove planting program with the participation of 24 tourist groups (480 people), an educational campaign through planting activities and visits to fish ponds involving academics, and a 78% increase in community environmental awareness. This program has successfully transformed the mangrove area into a sustainable edutourism destination with a 65% increase in community income.
IMPLEMENTASI CHECKSHEET SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN MUTU DALAM UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PRODUKSI UMKM Muzayanah, Fety Nurlia; Miharja, Rediawan; Tazliqoh, Agustifa Zea; Avionita, Venni; Akbar, Silvia; Nurhajijah, Ristia; Mahdarifa, Lissiya Zahra; Mazaya, Siti Syadzwana; Fabian, Rehan Aldi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35391

Abstract

Abstrak: Hasil identifikasi dan observasi mitra menunjukan bahwa UMKM menghadapi tantangan dalam menjaga kualitas produk akibat keterbatasan pemahaman dan keterampilan dalam penerapan sistem manajemen mutu terutama pada proses produksi. Atas permasalahan yang dihadapi oleh mitra, maka tujuan pengabdian kepada Masyarakat ini yaitu meningkatnya pengetahuan mitra terkait manajemen kualitas yang tergambar pada desain proses produksi dan penggunaan checksheet sebagai alat kendali mutu. Metode yang diterapkan pada pengabdian ini adalah pendampingan melalui ceramah dan praktik langsung pebuatan diagram alur produksi dan checksheet . Mitra dalam kegiatan ini adalah Kelompok UMKM Pesona Rasa yang terdiri dari 24 UMKM. Kegiatan dilaksanakan di Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Evaluasi dilakukan melalui penyebaran kuesioner dalam bentuk pre-test dan post-test yang terdiri dari 10 pertanyaan terkait manajemen operasi pada umumnya dan pengendalian mutu pada khususnya. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta dari 59% menjadi 85%.Abstract: The results of partner identification and observation show that MSMEs face challenges in maintaining product quality due to limited understanding and skills in implementing quality management systems, especially in the production process. Given the problems faced by partners, the objective of this community service is to increase partners' knowledge of quality management as reflected in production process design and the use of checksheets as a quality control tool. The method applied in this community service program was mentoring through lectures and hands-on practice in making production flowcharts and checksheets. The partners in this activity were the Pesona Rasa MSME Group, consisting of 24 MSMEs. The activity was carried out in Karawang Regency, West Java Province. Evaluation was conducted through the distribution of questionnaires in the form of pre-tests and post-tests consisting of 10 questions related to operations management in general and quality control in particular. The evaluation results showed an increase in participants' understanding from 59% to 85%.
PELATIHAN KESIAPSIAGAAN BENCANA MELALUI E-BOOK MITIGASI GEMPA BUMI TERINTEGRASI PEMBELAJARAN FISIKA DAN KIMIA Raidil, M.; W., Silvia A.; S., Agustina; P., Wilda W.
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34600

Abstract

Abstrak: Indonesia termasuk wilayah rawan gempa bumi, khususnya di Kota Jayapura yang mengalami ribuan gempa susulan pada tahun 2023–2025. Rendahnya pemahaman dan persepsi siswa SMA terkait kesiapsiagaan bencana menjadikan pelatihan mitigasi gempa bumi sebagai kebutuhan mendesak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta didik tentang kesiapsiagaan dan mitigasi bencana gempa bumi, membangun persepsi positif tentang pentingnya kesiapsiagaan serta memudahkan siswa dalam memahami konsep mitigasi melalui media digital. Metode pelaksanaan berupa sosialisasi, ceramah, dan simulasi menggunakan e-book mitigasi bencana gempa bumi yang diintegrasikan dengan materi fisika dan kimia. Peserta kegiatan adalah siswa SMA YPPK Taruna Dharma sebanyak 150 orang dengan evaluasi menggunakan angket pretest–posttest mengenai kesiapsiagaan sebanyak 20 butir pernyataan. Aspek yang diukur adalah pengetahuan dan sikap terhadap risiko bencana; kebijakan dan panduan; rencana untuk keadaan darurat bencana; sistem peringatan bencana gempa bumi; dan mobilisasi sumber daya. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman kesiapsiagaan dari kategori tidak siap sebesar 50,61 menjadi sangat siap dengan rata-rata seluruh aspek 70,09, perubahan persepsi positif sebesar 87,5%, serta respon siswa terhadap e-book pada kategori sangat baik dengan skor rata-rata 69,15. Kegiatan ini berdampak pada peningkatan literasi kebencanaan dan kesiapsiagaan sekolah terhadap bencana.Abstract: Indonesia is one of the earthquake-prone countries, particularly Jayapura City, which experienced thousands of aftershocks during 2023–2025. The low understanding and perception of high school students regarding disaster preparedness make earthquake mitigation training urgently needed. This community service aimed to improve students’ understanding of earthquake disaster preparedness and mitigation, build positive perceptions of the importance of preparedness and facilitate students in comprehending mitigation concepts through digital media. The methods included socialization, lectures, and simulations using an earthquake disaster mitigation e-book integrated with physics and chemistry materials. Participants were 150 high school students from YPPK Taruna Dharma, with evaluation using a 20-item pretest-posttest questionnaire on preparedness. The aspects measured were knowledge and attitudes toward disaster risk; policies and guidelines; emergency plans; earthquake warning systems; and resource mobilization. The results showed an increase in preparedness understanding, from 50.61 to very prepared, with an average score of 70.09 for all aspects, an 87.5% positive change in perception, and student responses to e-books were in the very good category with an average score of 69.15. This activity resulted in improved disaster literacy and school preparedness for disasters.
EDUKASI PENCEGAHAN STUNTING PADA WANITA USIA SUBUR DI DESA SUKARATU MELALUI MEDIA LEAFLET Kusmawan, Rayhanah Firdaus; Sandi, Dena Nur Alfira; Nurpaujiah, Asri; Fajriah, Ai Siti Nur; Tsabita, Zellin Qoulan; Rahayuningsih, Nur
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.33670

Abstract

Abstrak: SDG 2 (Zero Hunger) menegaskan bahwa malnutrisi, termasuk stunting pada anak di bawah 5 tahun, merupakan salah satu permasalahan utama yang ditujukan pada target 2.2. Menurut laporan UN SDG 2025, prevalensi stunting di bawah 5 tahun menurun dari 26,4% pada tahun 2012 menjadi 23,2% pada 2024, namun hal ini tidak akan cukup mencapai target 2025 dan 2030 global. Area rural (pedesaan) menjadi konteks kritis untuk penanganan stunting karena faktor ketidakamanan pangan dan kemiskinan yang berlapis. Demikian halnya perbaikan gizi pada ibu hamil merupakan bagian strategi global untuk mencegah stunting. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan wanita usia subur (WUS) mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak dini, dimulai sejak kehamilan untuk menghindari terjadinya stunting pada anak khususnya periode usia balita. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan secara langsung dengan media leaflet, pembagian leaflet edukasi, serta evaluasi berupa pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan selama satu hari dan diikuti oleh 25 peserta wanita usia subur. Materi penyuluhan difokuskan pada pentingnya gizi seimbang, perawatan kehamilan, dan dampak jangka panjang dari stunting. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan peserta, di mana persentase kategori pengetahuan "baik" meningkat dari 12% menjadi 64% setelah kegiatan. Hal ini membuktikan bahwa media leaflet dan penyuluhan efektif sebagai alat bantu edukasi yang sederhana, terjangkau, dan mudah dipahami dalam mendukung upaya pencegahan stunting sejak masa kehamilan.Abstract: SDG 2 (Zero Hunger) emphasizes that malnutrition, including stunting in children under 5 years of age, is one of the main issues addressed in target 2.2. According to the UN SDG 2025 report, the prevalence of stunting in children under 5 years of age decreased from 26.4% in 2012 to 23.2% in 2024, however this will not be sufficient to achieve the 2025 and 2030 global targets. Rural areas are a critical context for addressing stunting due to factors such as food insecurity and layered poverty. Similarly, improving nutrition for pregnant women is part of the global strategy to prevent stunting. This initiative aims to enhance the knowledge of reproductive-age women (RAW) about the importance of preventing stunting from an early stage, starting during pregnancy to avoid stunting in children, particularly during the toddler age period. The methods used include direct counseling using leaflets, distribution of educational leaflets, and evaluation through pre-tests and post-tests. The activity was conducted over one day and attended by 25 reproductive-age women. The counseling materials focused on the importance of balanced nutrition, pregnancy care, and the long-term impacts of stunting. Evaluation results showed a significant increase in participants' knowledge, with the percentage of the “good” knowledge category rising from 12% to 64% after the activity. This demonstrates that leaflets and counseling are effective as simple, affordable, and easy-to-understand educational tools in supporting efforts to prevent stunting from the prenatal stage.
PENGENALAN CLIMATE SMART AGRICULTURE PADA KELOMPOK WANITA TANI SEBAGAI UPAYA ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM Emi Roslinda; Dwi Astiani; Wiwik Ekyastuti; Hanna Artuti Ekamawanti; Lolyta Sisilia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35577

Abstract

Abstrak: Perubahan iklim yang terjadi saat ini berakibat pada kegiatan dan produktivitas pertanian yang merupakan sumber penghidupan masyarakat desa sekitar kawasan hutan dengan tujuan khusus (KHDTK) Universitas Tanjungpura. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkenalkan pendekatan Climate Smart Agriculture (CSA) kepada masyarakat/petani di desa Kayu Tanam. Metode yang diterapkan adalah sosialisasi dan diskusi, serta penyebaran kuesioner untuk mengevaluasi kegiatan yang dilaksanakan.Hasil pelaksanaan menunjukkan mitra pengabdian yang merupakan anggota Kelompok Wanita Tani berjumlah 35 orang sebagian besar belum mengenal CSA. Hanya 9% peserta yang pernah mendengar dan 6% yang memahami CSA tanpa satupun yang menerapkannya, namun setelah sosialisasi, 94% peserta menilai materi sangat relevan dan bermanfaat, 97% menilai penyampaian baik, 62% mudah memahami materi, serta 23% bersedia menerapkan CSA dalam kegiatan pertanian mereka. Sehingga kegiatan sosialisasi ini memberikan pengetahuan baru dan dirasakan perlu untuk dipelajari lebih lanjut. Mitra pengabdian mengharapkan ada kegiatan praktek langsung untuk menerapkan CSA dalam bentuk plot, agar selanjutnya bisa diadaptasi dalam praktek pertanian masyarakat sebagai bentuk adaptasi perubahan iklim. Abstract: Current climate change has impacted agricultural activities and productivity, which are the source of livelihood for the village community around the Special Purpose Forest Area (KHDTK) of Tanjungpura University. This community service activity aims to introduce the Climate Smart Agriculture (CSA) approach to the community/farmers in Kayu Tanam village. The methods applied are socialization and discussion, as well as distributing questionnaires to evaluate the activities carried out. The results of the implementation show that the community service partners who are members of the Women Farmers Group, numbering 35 people, are mostly unfamiliar with CSA. Only 9% of participants have heard of it, and 6% understand CSA without any of them implementing it; however, after the socialization, 94% of participants considered the material very relevant and helpful, 97% thought the delivery good, 62% easily understood the material, and 23% were willing to implement CSA in their agricultural activities. Therefore, this socialization activity provides new knowledge and is necessary for further study. The community service partners hope there will be direct practical activities to implement CSA in the form of plots, so that it can be adapted in community agricultural practices as a form of climate change adaptation.