cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,306 Documents
EDUKASI PENGGUNAAN ANTIHIPERTENSI YANG TEPAT DAN POLA HIDUP SEHAT MENGGUNAKAN MODEL DIET DASH Primanitha Ria Utami; Syafira Nur Hayati; Tiara Jeni Rosadi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34613

Abstract

Abstrak: Tingginya tingkat kejadian penggunaan antihipertensi yang tidak sesuai dengan anjuran klinisi, menyebabkan pasien pada sasaran mitra kami yaitu pasien hipertensi sejumlah 32 pasien yang lokasinya di posyandu lansia Babat kerap kali menjadi tidak patuh minum obat, kurang memperhatikan pengaturan pola makan yang sesuai untuk menunjang keberhasilan terapi sehingga beresiko kurang maksimalnya keberhasilan terapi pasien dalam kontrol tekanan darah. Tujuan PKM ini adalah memberikan edukasi dengan menggunakan metode Focus Group Discussion (FGD) kepada masyarakat agar lebih tepat dalam menggunakan antihipertensi dan mengetahui pola hidup sehat menggunakan Diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension). Hasil evaluasi kegiatan menggunakan kuesioner pengukuran tingkat pengetahuan dengan 10 pertanyaan, menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan pasien hipertensi antara lain: tingkat pengetahuan yang cukup 62,50%, tingkat pengetahuan kurang (34,38%), dan pengetahuan baik (3,12%). Tingkat kepatuhan menghasilkan tidak patuh 40,63%, cukup patuh 18,74% dan patuh 40,63%. Kegiatan ini menunjukkan akan pentingnya menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam penggunaan obat yang tepat sesuai dengan anjuran yang diberikan demi keberhasilan terapi yang diharapkan.Abstract: Hypertension can lead to complications, including microvascular and macrovascular complications. Complications can contribute to a decreased quality of life, an increased risk of death, and increased medical costs as complications arise. The condition that emerged in our community service targets, namely 32 Aisyiyah mothers at the Babat elderly health post (posyandu) for the elderly. The problem that emerged was that many patients still did not take antihypertensives according to the prescribed dosage instructions, which risked affecting the success of patient therapy. The purpose of this Community Service Program (PKM) was to educate the community to be more appropriate in using antihypertensives and to learn about healthy lifestyles using the DASH DIET (Dietary Approaches to Stop Hypertension). The results of the activity evaluation using a questionnaire measuring the level of knowledge with 10 questions, showed that the level of knowledge of hypertension patients included: sufficient knowledge level (62.50%), poor knowledge level (34.38%), and good knowledge (3.12%). The compliance level resulted in non-compliant 40.63%, 18.74% moderately compliant and 40.63% compliant. This activity demonstrated the importance of raising public awareness in the proper use of medication according to the recommendations given for the expected success of therapy. 
PEMBELAJARAN SDGS SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN SOFT SKILL DAN HARD SKILL GENERASI MUDA DI INDONESIA DAN FILIPINA Malik, Ihyani; Prianto, Andi Luhur; Cortez, Estefanie G.
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.32961

Abstract

Abstrak: Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) menuntut keterlibatan aktif generasi muda sebagai agen perubahan strategis, khususnya di Indonesia dan Filipina. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis dan mengembangkan peran strategis generasi muda dalam mendukung pencapaian SDGs di kedua negara tersebut. Metode kegiatan yang digunakan adalah sosialisasi partisipatif, yang memadukan ceramah interaktif dan Forum Group Discussion (FGD) guna mendorong keterlibatan aktif peserta. Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta aktif, terdiri dari mahasiswa dan pemuda komunitas di Indonesia dan Filipina. Instrumen evaluasi yang digunakan adalah observasi langsung, yang dilakukan secara kontinu oleh tim pelaksana selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung, serta wawancara semi-terstruktur setelah sesi FGD untuk menggali pemahaman dan sikap peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa generasi muda berperan sebagai agen perubahan melalui partisipasi aktif dalam kegiatan sosial dan komunitas (15%), advokasi serta keterlibatan dalam pengambilan keputusan (25%), peningkatan kesadaran dan pendidikan SDGs (20%), pemanfaatan teknologi dan inovasi digital (18%), serta penerapan gaya hidup berkelanjutan (22%). Persentase ini menegaskan bahwa advokasi dan keterlibatan dalam pengambilan keputusan menjadi kontribusi terbesar, diikuti oleh penerapan gaya hidup berkelanjutan dan peningkatan literasi SDGs. Temuan ini mengindikasikan adanya kesadaran kritis yang berkembang serta kemampuan implementasi nilai-nilai SDGs dalam kehidupan sehari-hari.Abstract: The achievement of Sustainable Development Goals (SDGs) requires the active involvement of the younger generation as strategic agents of change, especially in Indonesia and the Philippines. This community service aims to analyze and develop the younger generation's strategic role in supporting SDG achievement in both countries. The activity method used is participatory socialization, which combines interactive lectures and Forum Group Discussion (FGD) to encourage active involvement of participants. This activity was attended by 50 active participants, consisting of students and community youth in Indonesia and the Philippines. The evaluation instruments used were direct observation, which was carried out continuously by the implementation team during the entire series of activities, and semi-structured interviews after the FGD session to explore participants' understanding and attitudes. The evaluation results show that young people play a role as agents of change through active participation in social and community activities (15%), advocacy and involvement in decision-making (25%), increasing SDGs awareness and education (20%), utilizing technology and digital innovation (18%), and implementing sustainable lifestyles (22%). These percentages confirm that advocacy and involvement in decision-making are the biggest contributions, followed by applying sustainable lifestyles and increasing SDG literacy. This finding indicates a growing critical awareness and ability to implement SDGs values in daily life.
MENINGKATKAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG PENCEGAHAN PELECEHAN SEKSUAL MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN Siti Robeatul Adawiyah; Heryanah Heryanah; Habsy Panca Shafani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35783

Abstract

Abstrak: Tahap kehidupan remaja merupakan periode yang paling rawan menjadi korban pelecehan seksual, mengingat remaja seharusnya mendapatkan dukungan dan fasilitas yang memadai untuk mengembangkan potensi diri. Namun, proses perkembangan mereka dapat terganggu apabila menjadi salah satu korban pelecehan seksua. Kasus kekerasan pada anak menjadi permasalahan serius di Indonesia, salah satu jenis kekerasan pada anak adalah pelecehan seksual. Tingkat prevalensi tertinggi ditemukan Denmark sebanyak 37%, di Indonesia mencapai 520 kasus. Tujuan: Tujuan dari pengabdian kepada Masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang pencegahan pelecehan seksual. Metode: Metode yang digunakan meliputi secara langsung dengan metode ceramah dan tanya jawab menggunakan alat power pont, pembagian leaflet edukasi. dengan jumlah 36 siswi, serta evaluasi pre test dan postes. Kegiatan penyuluhan ini dilakukan selama satu hari dengan target remaja dan difokudkan tentang pencegahan pelecehan seksual.Hasil: hasil dari pengabdian Masyarakat didapatkan ada perbedaan Tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan Kesehatan.Abstract: Adolescence is the period most vulnerable to sexual abuse, given that adolescents should receive adequate support and facilities to develop their potential. However, their development process can be disrupted if they become victims of sexual abuse. Child abuse is a serious problem in Indonesia, and one type of child abuse is sexual abuse. The highest prevalence rate was found in Denmark at 37%, while in Indonesia there were 520 cases. The purpose of this community service program is to increase adolescents' knowledge about the prevention of sexual abuse. The methods used included direct lectures and question-and-answer sessions using PowerPoint presentations, the distribution of educational leaflets to 36 female students, and pre-test and post-test evaluations. This outreach activity was conducted over one day, targeting adolescents and focusing on the prevention of sexual abuse. The results of this community service showed a difference in the level of knowledge before and after the health outreach.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI DIVERSIFIKASI BELIMBING WULUH MENJADI SAUS, PERMEN JELLY DAN SABUN CUCI PIRING Nasrianti Syam; Nafisah Eka Puteri; Cukri Rahma; Safrida Safrida; Rinawati Rinawati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34801

Abstract

Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat ini penting dilaksanakan karena potensi tanaman belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) di Desa Padang Mancang, belum dimanfaatkan secara optimal, meskipun memiliki nilai ekonomi dan fungsi ekologis yang tinggi. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan ibu-ibu PKK melalui peningkatan hardskill dalam pengolahan pangan dan produk rumah tangga berbasis bahan alami, khususnya dalam diversifikasi olahan belimbing wuluh menjadi produk bernilai ekonomi dan memiliki masa simpan lebih lama. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan produksi yang menghasilkan tiga produk utama, yaitu saus belimbing wuluh, permen jelly, dan sabun cuci piring. Evaluasi dilakukan menggunakan sistem pre-test dan post-test, observasi langsung, serta penilaian terhadap kualitas produk yang dihasilkan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta, di mana seluruh anggota PKK (50 orang) hadir dan aktif mengikuti proses pelatihan. Survei awal juga menunjukkan bahwa 100% responden mengetahui dan memiliki tanaman belimbing wuluh di pekarangan rumah, namun pemanfaatannya selama ini hanya terbatas pada pembuatan asam sunti. Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh keterampilan baru dalam diversifikasi olahan belimbing wuluh yang berpotensi menjadi produk unggulan lokal. Dengan pengemasan dan strategi pemasaran yang tepat, produk ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus mendukung ketahanan ekonomi masyarakat desa.Abstract: This community service is important because the potential of star fruit (Averrhoa bilimbi L.) in Padang Mancang Village has not been optimally utilized, despite its high economic value and ecological function. This activity aims to empower PKK women through the enhancement of hard skills in food processing and household products based on natural ingredients, particularly in diversifying starfruit processing into products with economic value and a longer shelf life. The implementation methods included socialization, training, and production assistance, which resulted in three main products, namely starfruit sauce, jelly candy, and dishwashing soap. The evaluation was conducted using a pre-test and post-test system, direct observation, and assessment of the quality of the products produced by the participants. The results of the activity showed high enthusiasm from the participants, where all PKK members (50 people) attended and actively participated in the training process. The initial survey also showed that 100% of respondents knew and had star fruit plants in their yards, but their use had been limited to making sunti vinegar. Through this activity, the community gained new skills in diversifying star fruit processed products, which have the potential to become local flagship products. With proper packaging and marketing strategies, these products are expected to increase family income while supporting the economic resilience of the village community.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA CIPANGERAN MELALUI PENGOLAHAN BUNGA TELANG SEBAGAI MINUMAN HERBAL ANTIOKSIDAN Ellen Stephanie Rumaseuw; Carissa Wityadarda; Maria Alfa Raniadita
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34494

Abstract

Abstrak: Masyarakat Desa Cipangeran, memiliki potensi tanaman bunga telang (Clitoria ternatea, L.) yang selama ini hanya dipandang sebagai tanaman hias, padahal kaya antioksidan alami. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengenalkan manfaat ilmiah bunga telang sekaligus melatih masyarakat dalam pengolahannya sebagai minuman herbal bernilai kesehatan dan ekonomi. Program dilaksanakan melalui penyuluhan, diseminasi ilmiah, dan workshop pengolahan teh rempah telang yang diikuti 20 peserta dari kader posyandu, perangkat desa, dan ibu rumah tangga. Evaluasi dilakukan dengan Pretest–Posttest, observasi praktik, dan wawancara. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 43% serta seluruh peserta mampu mengolah produk secara mandiri. Bahkan, muncul inisiatif untuk membentuk usaha kecil berbasis telang dengan dukungan perangkat desa. Kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga menumbuhkan keterampilan praktis dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat berbasis potensi lokal.Abstract: Thec community inc Cipangeranc Village, has long viewed butterfly pea (Clitoria ternatea L.) mainly as an ornamental plant, despite its potential as a rich source of natural antioxidants. This program aimed to introduce its health benefits while equipping the community with practical skills to process it into herbal tea with both health and economic value. The activities involved educational sessions, scientific dissemination, and a hands-on workshop with 20 participants, including health cadres, village officials, and housewives. Evaluation was carried out through pretest–posttest, direct observation, and interviews. Results showed a 43% increase in knowledge, and all participants were able to independently process butterfly pea products. Moreover, the community initiated small-scale businesses supported by local authorities. Beyond improving knowledge and skills, this program encouraged economic empowerment and showcased butterfly pea as a promising local resource. 
PENGUATAN KETERAMPILAN SISWA SMK PETERNAKAN, KABUPATEN MANGGARAI DALAM PENYUSUNAN PAKAN TERNAK MELALUI METODE PEARSON SQUARE Roselin Gultom; Hendrikus Demon Tukan; Maria Tarsisia Luju; Maria Aprilia Ade Karlina; Aleksius Arwandi Jeramat
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.33481

Abstract

Abstrak: Pelatihan formulasi pakan berbasis metode Pearson Square dilakukan untuk meningkatkan kapasitas siswa SMK Peternakan Manggarai dalam menyusun ransum seimbang menggunakan bahan pakan lokal. Masalah yang dihadapi meliputi keterbatasan pemahaman nutrisi ternak dan rendahnya keterampilan praktis formulasi pakan. Kegiatan melibatkan 40 siswa dengan metode demonstratif-partisipatif, mencakup teori, diskusi, latihan, proyek ransum, dan evaluasi pre-test serta post-test. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan siswa dari 43,3% menjadi 90%, dengan kemampuan kreatif dalam memanfaatkan bahan lokal seperti jagung, dedak, dan tepung ikan. Pelatihan ini efektif mendukung penguatan keterampilan praktis siswa serta optimalisasi sumber daya pakan lokal, sehingga berkontribusi pada ketahanan pakan dan peningkatan kapasitas calon praktisi peternakan.Abstract: A Pearson Square-based feed formulation training was conducted to enhance the capacity of vocational high school students in Manggarai to prepare balanced rations using local feed resources. The main challenges included a limited understanding of animal nutrition and low practical feed formulation skills. The program involved 40 students using a demonstrative-participatory method, including theory, discussion, exercises, project-based ration preparation, and pre- and post-test evaluation. Results showed an improvement in student knowledge and skills from 43.3% to 90%, with creative utilization of local ingredients such as corn, rice bran, and fish meal. This training effectively strengthened practical skills and optimized local feed resources, contributing to feed security and the capacity development of future livestock practitioners.
PAPUA BERSINAR: PAPUA BERSIH NARKOBA MELALUI INOVASI KOMIK BERGAMBAR Fransina Alfonsina Izaac; Fajrin Violita; Yulindra Margaretha Numberi; Aprilia Krey; Risky Melkisedek Ratte; Vyona Mantayborbir
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35546

Abstract

Abstrak: Narkoba menjadi masalah serius. Mirisnya remaja merupakan kelompok usia yang paling banyak terlibat dengan kasus narkoba baik sebagai pengguna maupun pengedar. Untuk mencegah, solusi edukasi merupakan hal yang penting dilakukan. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan melibatkan 25 siswa-siswi sekolah dasar kelas IV, V, dan VI. Kegiatan bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai bahaya narkoba melalui inovasi media komik bergambar berbasis kearifan lokal. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan baca komik, pendampingan dalam memahami isi komik, penerapan teknologi untuk mengakses komik digital, serta evaluasi keberhasilan program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan komik bergambar berbasis kearifan lokal memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan siswa. Evaluasi yang dilakukan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebesar 30% setelah mengikuti rangkaian kegiatan. Temuan ini mengindikasikan bahwa media komik berbasis kearifan lokal efektif digunakan sebagai sarana edukasi siswa sekolah dasar dalam memahami bahaya narkoba.Abstract: Drugs have become a serious problem, with adolescents being the age group most frequently involved in drug-related cases, both as users and distributors. To prevent this, educational solutions play a crucial role. This community service program was carried out by involving 25 elementary school students from grades IV, V, and VI. The activity aimed to provide education about the dangers of drugs through the innovation of illustrated comics based on local wisdom. The implementation methods included socialization, comic reading training, guided reading sessions, the application of technology to access digital comics, and program evaluation. The results showed that the use of illustrated comics based on local wisdom had a positive impact on increasing students’ knowledge. The evaluation indicated a 30% improvement in knowledge after participating in the activities. These findings suggest that comics based on local wisdom are effective educational media for elementary school students in understanding the dangers of drugs.
BUDIDAYA ANGGUR RAMAH LINGKUNGAN SEBAGAI UPAYA PENGELOLAAN LIMBAH ORGANIK BERKELANJUTAN Ahmad Jahrudin; Shafa Noer; Nur Amega Setiawati; Popi Purwanti; Farah Diena; Alifia Rossa Nurfarenty; Muhamad Sanus
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34455

Abstract

Abstrak: Desa Pekayon terletak tak jauh dari daerah pesisir tanjung kait, daerah sana memiliki potensi iklim atau lingkungan yang mendukung untuk bididaya anggur, selain itu di desa Pekeyaon kab Tangerang masih banyak daerah persawahan yang mana memiliki residu seperti sekam padi yang melimpah, untuk pembuatan medi ataman khususnya tanaman anggur, dan di sana juga masih minim kesadaran atas pengolahan sampah organik, oleh sebab itu kami tertarik melakukan kegiatan PKM bertema budidaya anggur ramah lingkungan dengan pemanfaatan limbah orrganik, yang bertujuan untuk mitra dapat mengolah limbah organik dengan baik dan juga budidaya tanaman anggur dengan memanfaatkan sumber daya yang ada, adapun mitra kami adalah ibu-ibu PKK desa Pekayon, dari 3 kali pelatihan budidaya anggur kami memberikan materi berupa ceramah dan praktek dan ditutup dengan diberikan tugas-tugas kepada peserta untuk mengevaluasi hasil dari kegiatan ini dan mendapatkan hasil peresentase keberhasilan dari 21 jumlah peserta perawatan anggur 80.9%, untuk pembuatan pupuk organik cair presentase keberhasilan 67%, dan pada pembuatan air lindi dari limbah pasar sebesar 61.9%. diharpakan dari kegiatan ini peserta dapat berkelanjutan merawat tanaman anggur yang diberikan dan mengoptimalkan limbah dapur sebagai pupuk cair dan limbah pasar seperti buah dan sayur menjadi kompos dan air lindi yang baik untuk tanaman).Abstract: Pekayon Village is located not far from the coastal area of Tanjung Kait, the area has the potential for a climate or environment that supports grape cultivation, in addition in Pekeyaon Village, Tangerang Regency, there are still many rice fields which have abundant residues such as rice husks, for making garden media, especially grape plants, and there is also still minimal awareness of organic waste processing, therefore we are interested in carrying out PKM activities with the theme of environmentally friendly grape cultivation by utilizing organic waste, which aims for partners to be able to process organic waste properly and also cultivate grape plants by utilizing existing resources, while our partners are PKK mothers in Pekayon Village, from 3 grape cultivation trainings we provide material in the form of lectures and practices and are closed by giving tasks to participants to evaluate the results of this activity and get the results of the success percentage of 21 participants in grape care 80.9%, for making liquid organic fertilizer the success percentage is 67%, and in making leachate from market waste by 61.9%. It is hoped that from this activity, participants can sustainably care for the grape plants they are given and optimize kitchen waste as liquid fertilizer and market waste such as fruit and vegetables into compost and leachate which is good for plants).
EFEKTIVITAS DIGITAL PARENTING BERBASIS ROLE MODELLING DALAM PENGASUHAN ANAK PENGGUNA GADGET DI ERA DIGITAL Rini Fitriani; Zaki Ulya
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34393

Abstract

Abstrak: Perkembangan teknologi digital telah membawa dampak besar terhadap pola pengasuhan anak, khususnya dalam mengatasi risiko kecanduan gawai, cyberbullying, hingga paparan konten negatif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan orang tua dalam menerapkan digital parenting sebagai pendekatan strategis dalam pengasuhan anak di era digital. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan 50 orang tua dan mahasiswa KKN melalui metode penyuluhan, diskusi kelompok terarah, serta simulasi kasus. Sistem evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pra–pasca kegiatan dan refleksi diri peserta untuk menilai peningkatan pengetahuan serta internalisasi peran orang tua sebagai role model digital. Indikator keberhasilan kegiatan meliputi peningkatan pemahaman peserta terhadap strategi digital parenting, keterlibatan aktif dalam diskusi dan simulasi, serta komitmen menyusun rencana tindak lanjut pengasuhan digital di rumah. Hasil menunjukkan bahwa 76% peserta memahami konsep dan strategi digital parenting seperti mediasi aktif, role modelling digital, serta penggunaan aplikasi kontrol orang tua. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan edukatif-partisipatoris efektif dalam membentuk perilaku digital anak yang sehat dan bertanggung jawab serta menciptakan lingkungan pengasuhan yang adaptif dan suportif.Abstract: The advancement of digital technology has significantly influenced parenting patterns, particularly in addressing gadget addiction, cyberbullying, and exposure to harmful content. This community service program aimed to enhance parents’ understanding and skills in implementing digital parenting as a strategic approach to child-rearing in the digital era. Conducted in collaboration with 50 parents and university students, the program employed counseling sessions, focus group discussions, and case simulations. The evaluation system applied pre–post questionnaires and self-reflection to assess changes in participants’ knowledge and awareness, as well as their ability to internalize their role as digital role models. Success indicators included improved understanding of digital parenting strategies, active engagement in discussions and simulations, and the formulation of follow-up parenting plans at home. Results showed that 76% of participants demonstrated good comprehension of digital parenting concepts and strategies, such as active mediation, digital role modeling, and the use of parental control applications. These findings confirm that an educative-participatory approach is effective in fostering healthy and responsible digital behavior in children while creating a supportive and adaptive parenting environment.
PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI APLIKASI AKUNTANSI DALAM PENCATATAN BANK MINI DI SMK Sri Sumaryati; Asri Diah Susanti; Sudiyanto Sudiyanto; Elvia Ivada; Lies Nurhaini; Astuning Saharsini; Indra Faisal Rizki Mufid
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.33170

Abstract

Abstrak: Bank Mini masih menjalankan proses pencatatan keuangan secara manual dan belum menghasilkan laporan keuangan, sehingga kinerja keuangan belum dapat dievaluasi secara optimal. Kegiatan pengabdian diikuti oleh guru akuntansi sejumlah lima orang yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru dalam melakukan pencatatan keuangan menggunakan aplikasi Accurate. Kemudian guru akan berperan penting sebagai pendamping siswa dalam mengelola pencatatan keuangan bank mini secara digital. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, pelatihan, dan praktik langsung yang melibatkan pengelola bank mini. Kegiatan terbagi dalam tiga tahapan, persiapan, pelaksanaan pelatihan setting aplikasi dan transaksi, serta tahap evaluasi dan penyerahan aplikasi. Evaluasi dilakukan melalui observasi praktik dan pengumpulan umpan balik dari peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan teknis (hardskill) hingga 83,2%. Bank Mini juga mulai mampu menyusun laporan keuangan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendampingan dalam digitalisasi pencatatan keuangan sangat efektif untuk diterapkan di SMK. Abstract: The Mini Bank still operates its financial recording manually and has not yet produced financial reports, making it difficult to evaluate its financial performance optimally. The community service activity was attended by five accounting teachers with the aim of enhancing their capacity in financial recording using the Accurate application. Subsequently, the teachers will play a vital role as mentors for students in managing the digital financial records of the school mini bank The implementation methods include socialization, training, and hands-on practice involving the Mini Bank managers. The activity is divided into three stages: preparation, training on application setup and transactions, and the evaluation and handover phase. Evaluation was conducted through practice observation and feedback collection from participants. The results showed an improvement in technical skills (hardskills) of up to 83,2%. The Mini Bank has also started preparing financial reports. This activity demonstrates that assistance in the digitalization of financial recording is highly effective for implementation in vocational high schools (SMKs).