cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,539 Documents
PENDAMPINGAN SISWA MADRASAH DALAM KOMPETISI UNMANNED SURFACE VEHICLE MEMPERSIAPKAN LULUSAN KOMPETITIF ERA DIGITAL Aditya Rio Prabowo; Fahri Setyo Utomo; Iwan Istanto; Rahman Wijaya; Hammam Satria Musyarraf; Prihantoro Eko Sulistyo
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.34802

Abstract

Abstrak: Program pengabdian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan fasilitas laboratorium robotika dan minimnya pengalaman guru serta siswa MAN 1 Surakarta dalam bidang otomasi dan pemrograman, yang berdampak pada rendahnya keterampilan praktis berbasis teknologi. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan kompetensi teknologi guru dan siswa melalui pendampingan kompetisi Unmanned Surface Vehicle (USV). Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan desain CAD, workshop manufaktur, praktik sistem mekanik dan elektronis, serta uji coba sea trial dengan melibatkan 2 guru pendamping dan 8 siswa terbaik. Evaluasi dilakukan melalui observasi, angket dalam 15 pertanyaan pre-test dan post-tes, dan wawancara untuk menentukan minat pembagain kelas. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan keterampilan siswa, antara lain penguasaan desain CAD dari 25% menjadi 80%, pembuatan prototipe dari 30% menjadi 89%, serta problem solving dari 32% menjadi 87%. Softskill seperti kerja sama tim, kepercayaan diri, dan jiwa kompetisi juga meningkat di atas 85%. Program ini berhasil melahirkan prestasi di tingkat nasional sekaligus memperkuat budaya inovasi di madrasah.Abstract: This community service program was motivated by the limited robotics laboratory facilities and the lack of experience of teachers and students at MAN 1 Surakarta in the fields of automation and programming, which resulted in low technology-based practical skills. The objective of the activity was to improve the technological competence of teachers and students through mentoring in the Unmanned Surface Vehicle (USV) competition. The implementation method included socialization, CAD design training, manufacturing workshops, mechanical and electronic system practices, and sea trial trials involving two mentor teachers and eight top students. Evaluation was carried out through observation, a 15-question pre-test and post-test questionnaire, and interviews to determine class division interests. The results of the activity showed a significant increase in student skills, including mastery of CAD design from 25% to 80%, prototyping from 30% to 89%, and problem solving from 32% to 87%. Soft skills such as teamwork, self-confidence, and a competitive spirit also increased above 85%. This program succeeded in producing achievements at the national level while strengthening the culture of innovation in madrasas.
PEMBERDAYAAN PPI BAITUSSALAM MELALUI DIGITAL MARKETING DAN BRANDING ISLAMI BERBASIS PRA UNTUK MENINGKATKAN DAYA TARIK CALON SANTRI Sri Mulyani; Vici Tiara Anjarsari; Purwatiningtyas Purwatiningtyas; Naufal Adgitya Nugraha
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35305

Abstract

Abstrak: PPI Baitussalam mengalami penurunan pendaftar dan promosi digital yang sporadis. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas lembaga dalam digital marketing, branding Islami, serta pengelolaan konten media sosial yang kreatif dan efektif. Melalui pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA), kegiatan dirancang partisipatif sesuai kebutuhan lembaga. Tahapan meliputi pemetaan kebutuhan digital, penyusunan kalender konten 12 bulan, pelatihan storytelling, produksi foto–video, pengenalan SEO dasar, dan pendampingan manajemen media sosial. Sebanyak 20 peserta dari pengelola, humas, tim media, santri, dan alumni terlibat aktif. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kepercayaan diri produksi konten dengan skor rata-rata 7,07/10, serta 67% siap bergabung dalam Tim Media Pesantren. Luaran konkret mencakup poster penerimaan santri baru, video profil, serta peningkatan unggahan Instagram dari 479 menjadi 543 dalam empat bulan. Analitik menunjukkan 68.107 tayangan dan 5.159 akun terjangkau di Instagram, serta kenaikan 1.006,2% tayangan Facebook. Program ini memperkuat kapasitas organisasi, konsistensi komunikasi, dan visibilitas digital pesantren, yang berpotensi meningkatkan daya tarik calon santri. Tahap lanjutan difokuskan pada implementasi website dan SEO, penguatan analitik, serta orkestrasi konten lintas kanal.Abstract: PPI Baitussalam experienced a decline in registrants and sporadic digital promotions. This community service program aims to increase the institution's capacity in digital marketing, Islamic branding, and creative and effective social media content management. Through a Participatory Rural Appraisal (PRA) approach, activities were designed in a participatory manner according to the institution's needs. Stages included mapping digital needs, preparing a 12-month content calendar, storytelling training, photo-video production, an introduction to basic SEO, and social media management mentoring. A total of 20 participants from management, public relations, the media team, students, and alumni were actively involved. Evaluation results showed an increase in confidence in content production with an average score of 7.07/10, and 67% were ready to join the Pesantren Media Team. Concrete outputs included new student admission posters, profile videos, and an increase in Instagram posts from 479 to 543 in four months. Analytics showed 68,107 impressions and 5,159 reachable accounts on Instagram, as well as a 1,006.2% increase in Facebook views. This program strengthens the Islamic boarding school's organizational capacity, communication consistency, and digital visibility, potentially increasing its appeal to prospective students. The next phase focuses on website implementation and SEO, strengthening analytics, and orchestrating cross-channel content.
PEMANFAATAN PANGAN LOKAL KOMBINASI IKAN DAN SAYUR DENGAN LITERASI DIGITAL UNTUK PENCEGAHAN STUNTING Juana Linda Simbolon; Emilia Silvana Sitompul; Hetty Panggabeaan; Putri Pakpahan; Cicilia Aritonang; Dumaria Dumaria
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34560

Abstract

Abstrak: Stunting menjadi permasalahan gizi di Indonesia. Angka Kejadian Stunting di Indonesia tahun 2022 adalah 21,6%, di Tapanuli Utara 27,4%. Di desa Sitampurung Kecamatan Tarutung ditemui 9 orang balita stunting umur 6–24 bulan. Pencegahan stunting sangat efektif dibandingkan dengan pengobatan stunting, salah satu intervensi spesifik stunting adalah memberikan MPASI yang kaya protein hewani, ikan kaya akan protein dengan pengolahan dan penyajian yang bervariasi. Pengabdian masyarakat bertujuan untuk mengoptimalkan pengetahuan ibu dalam penggunaan pangan lokal berbasis ikan dan sayur dengan pendekatan edukasi dan literasi digital sebagai upaya pencegahan stunting. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan melalui demonstrasi. Mitra dalam kegiatan ini adalah Desa Sitampurung serta 25 ibu dengan anak usia 6 bulan - 2 tahun. Metode evaluasi menggunakan kuesioner dengan test di awal dan test diakhir, dengan indikator peningkatan pengetahuan ibu tentang manfaat pangan lokal kombinasi ikan dan sayur untuk pencegahan stunting. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan ibu berpengetahuan baik tentang pangan lokal dalam mencegah stunting test awal (12%) dan test akhir (92%). Pemanfaatan pangan lokal yang didukung literasi digital dapat menjadi solusi preventif terhadap stunting yang dapat dilaksanakan di desa.Abstract: Stunting represents a nutritional issue in Indonesia. Indonesia's stunting rate in 2022 was 21.6%, in North Tapanuli 27.4%. In Sitampurung Village, Tarutung District, 9 toddlers with stunting aged 6–24 months were found. Prevention of stunting is very effective compared to treatment of stunting. One of the specific interventions for stunting is providing complementary foods (MPASI) rich in animal protein. Fish is rich in protein with varied processing and presentation. The goal of community service is to optimize women with children knowledge regarding to use of local food based on fish and vegetables with an educational and digital literacy approach as an attempt to prevent stunting. The techniques employed include counseling, training through demonstrations. Collaborators in this activity are Sitampurung Village and 25 mothers with children aged 6 months - 2 years. The evaluation method employed involves distributing questionnaires (pre-test and post-test), with indicators of increasing mothers' knowledge about the benefits of local food combinations of fish and vegetables for preventing stunting. The activity's results indicated an increase in mothers having good knowledge regarding local food for prevention stunting increasing from 12% on the initial test to 92% on the final test. Utilizing local food supported by digital literacy can be a preventive solution against stunting that can be implemented in villages.
PEMBERDAYAAN PETANI MELALUI SMART FARMING BERBASIS IOT UNTUK PERTANIAN BERKELANJUTAN Arnita Arnita; Fanny Ramadhani; Nurul Maulida Surbakti; Dian Septiana; Nadrah Afiati Nasution
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.33756

Abstract

Abstrak: Kawasan pertanian organik di Paloh Naga, Desa Denai Lama, masih menghadapi kendala dalam pengendalian hama secara ramah lingkungan dan terbatasnya pemanfaatan teknologi pertanian berbasis data. Tujuan kegiatan ini adalah memberdayakan kelompok tani melalui penerapan sistem Smart Farming berbasis Internet of Things (IoT), yang mencakup alat pengendali hama otomatis, sensor Automatic Weather Station (AWS), dan platform Teman Tani Menanam (TTM). Metode kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan lapangan kepada lima kelompok tani yang diwakili 25 orang petani. Evaluasi dilakukan melalui angket, observasi, dan wawancara. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman teknologi sebesar 87%, serta efektivitas alat dalam menurunkan serangan hama hingga 60% pada lahan uji. Sistem AWS juga membantu petani mengatur waktu pemupukan dan menekan biaya produksi. Kegiatan ini membuktikan bahwa adopsi teknologi presisi dapat diterapkan secara adaptif di kawasan pertanian edukatif dan berkelanjutan.Abstract: Organic farming areas in Paloh Naga, Denai Lama Village, still face challenges in implementing environmentally friendly pest control and utilizing data-driven agricultural technology. This community engagement program aims to empower farmer groups through the application of Smart Farming systems based on the Internet of Things (IoT), including an automatic pest control device, an Automatic Weather Station (AWS), and the Teman Tani Menanam (TTM) platform. The activities included socialization, training, and on-site assistance for five farmer groups, represented by 25 farmers. Evaluation was conducted through questionnaires, observations, and interviews. The results showed an 87% increase in technological understanding and up to 60% reduction in pest attacks on test plots. The AWS system also helped farmers optimize fertilization timing and reduce production costs. This initiative demonstrates that precision technology adoption can be effectively applied in educational and sustainable farming areas.
PENINGKATAN LITERASI ARTIFICIAL INTELLIGENCE DAN GREEN CONSUMER BEHAVIOR MELALUI NUNI IT ONLINE SEMINAR 2026 Feliks Prasepta Sejahtera Surbakti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40380

Abstract

Abstrak: Pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI) menuntut masyarakat akademik memiliki pemahaman yang memadai mengenai pemanfaatannya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Namun, hasil observasi pada peserta NUNI IT Online Seminar 2026 menunjukkan bahwa pemahaman mengenai keterkaitan AI dengan Green Consumer Behavior masih terbatas dan umumnya AI hanya dipahami sebagai teknologi otomatisasi tanpa dikaitkan dengan perilaku konsumsi yang ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi dan kapasitas peserta dalam memahami peran AI sebagai pendukung (enabler) perilaku konsumsi berkelanjutan. Intervensi dilakukan melalui seminar daring berbasis edukasi partisipatif yang mencakup penyampaian materi, diskusi interaktif, studi kasus, sesi tanya jawab, serta evaluasi menggunakan pre-test, post-test, dan survei kepuasan peserta. Materi yang disampaikan mengacu pada model Extended Theory of Planned Behavior yang mengintegrasikan variabel Environmental Knowledge, Environmental Attitude, AI Personalization, Green Purchase Intention, dan Green Purchase Behavior. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki antusiasme yang tinggi terhadap topik yang dibahas. Evaluasi kegiatan menunjukkan tingkat kepuasan peserta sebesar 93,5%, sementara hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan rata-rata pemahaman sebesar 30%. Temuan ini mengindikasikan bahwa seminar daring efektif sebagai media diseminasi hasil penelitian sekaligus sarana peningkatan literasi mengenai pemanfaatan AI dalam mendukung perilaku konsumsi berkelanjutan. Kegiatan ini juga memperkuat pemahaman bahwa AI berperan sebagai enabler yang mendukung pengambilan keputusan yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan dan berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.Abstract: The rapid advancement of Artificial Intelligence (AI) requires the academic community to develop an adequate understanding of its potential to support sustainable development. However, initial observations of participants in the NUNI IT Online Seminar 2026 revealed that their understanding of the relationship between AI and Green Consumer Behavior was still limited, with AI generally perceived only as an automation technology rather than as a tool that can promote environmentally responsible consumption. This community engagement program aimed to enhance participants' literacy and capacity to understand the role of AI as an enabler of sustainable consumption behavior. The intervention was implemented through a participatory educational online seminar consisting of knowledge-sharing sessions, interactive discussions, case studies, question-and-answer sessions, and evaluations using pre-tests, post-tests, and participant satisfaction surveys. The presented material was based on an Extended Theory of Planned Behavior model integrating Environmental Knowledge, Environmental Attitude, AI Personalization, Green Purchase Intention, and Green Purchase Behavior. The evaluation results indicated a participant satisfaction rate of 93.5%, while the comparison between pre-test and post-test scores revealed an average increase of 30% in participants’ understanding of the topic. The findings demonstrate that online seminars can serve as an effective medium for disseminating research outcomes and improving public literacy regarding the role of AI in promoting sustainable consumption behavior. Furthermore, the activity strengthened participants’ understanding that AI functions as an enabler that supports more environmentally responsible decision-making and contributes to sustainable development goals.
SEKOLAH TANDUR: TRANSFORMASI PETANI MILENIAL MENUJU PERTANIAN BERBASIS DIGITIAL Purwanto Purwanto; Bagus Setiabudi Wiwoho; Adip Wahyudi; Moh. Wahyu Kurniawan Zain; Corrie Teresia Purba; Erisa Elvada; Febriza Cindy Indrawati; Imam Nurhadi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35158

Abstract

Abstrak: Pengabdian Sekolah Tandur di Desa Parakan, Trenggalek dilaksanakan sebagai upaya peningkatan softskill dan hardskill petani serta penyuluh dalam memanfaatkan teknologi digital pada sektor pertanian. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan literasi digital petani milenial dan penyuluh melalui pemanfaatan aplikasi e-TANDUR agar mampu menginput, memvalidasi, mengelola, serta menganalisis data pertanian secara lebih efektif. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, Focus Group Discussion (FGD), pelatihan, dan praktik langsung dengan melibatkan 40 peserta yang terdiri dari petani, penyuluh, dan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek. Evaluasi dilakukan melalui angket dengan jumlah 20 pertanyaan berbasis skala Likert yang diolah menjadi persentase. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan dengan capaian rata-rata yang signifikan. Berdasarkan hasil evaluasi, persepsi petani menunjukkan peningkatan drastis dari rata-rata 62,0%–71,0% menjadi 99,0%–100%. Sementara itu, penyuluh juga mengalami peningkatan dari 69,45%–76,00% menjadi 98,91%–100%. Peningkatan ini membuktikan bahwa program Sekolah Tandur berhasil mengatasi hambatan digital dan mengubah persepsi pasif menjadi adopsi teknologi yang positif di kalangan petani dan penyuluh di Trenggalek.Abstract: The Tandur School Service Program in Parakan Village, Trenggalek was implemented as an effort to improve the soft skills and hard skills of farmers and extension workers in utilizing digital technology in the agricultural sector. The purpose of this activity was to improve the digital literacy of millennial farmers and extension workers through the use of the e-TANDUR application so that they are able to input, validate, manage, and analyze agricultural data more effectively. The methods used included socialization, Focus Group Discussions (FGD), training, and hands-on practice involving 40 participants consisting of farmers, extension workers, and the Trenggalek Regency Agriculture and Food Service. The evaluation was conducted through a questionnaire consisting of 20 questions based on a Likert scale, which were then processed into percentages. The results of the activity showed a significant improvement in skills with significant average achievements. Based on the evaluation results, farmers' perceptions showed a drastic increase from an average of 62.0%–71.0% to 99.0%–100%. Meanwhile, extension workers also experienced an increase from 69.45%–76.00% to 98.91%–100%. This increase proves that the Tandur School program has succeeded in overcoming digital barriers and changing passive perceptions into positive technology adoption among farmers and extension workers in Trenggalek.
PEMANFAATAN SUMBER NUTRISI LOKAL (TOMAT) SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN ANEMIA MENUJU DESA BEBAS STUNTING Mercy Joice Kaparang; Yuli Admasari; Sarliana Sarliana; Ni Made Ridla Nilasanti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34782

Abstract

Abstrak: Anemia pada remaja putri dan ibu hamil berkaitan erat dengan peningkatan risiko stunting pada anak, karena kekurangan zat besi dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan janin. Di Desa Guntarano, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, prevalensi anemia dan stunting masih tinggi, sehingga pencegahan anemia menjadi langkah penting dalam menurunkan risiko stunting di masa depan. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja, ibu hamil, serta kader mengenai pencegahan anemia melalui edukasi dan pemanfaatan sumber nutrisi lokal. Kegiatan dilaksanakan pada 4 dan 14 September 2025 dengan melibatkan 30 responden (ibu hamil, remaja, dan kader) serta dukungan pemerintah desa. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukasi dan pemberdayaan masyarakat, meliputi pemeriksaan kesehatan, edukasi anemia, hibah alat Easy Touch dan juicer, serta kampanye pemanfaatan tomat sebagai sumber nutrisi lokal kaya zat besi dan vitamin C. Evaluasi dilakukan dengan metode Pre-Test dan Post-Test menggunakan kuesioner untuk mengukur perubahan pengetahuan. Hasil menunjukkan 85% peserta mengalami peningkatan pengetahuan tentang anemia. Disarankan agar deteksi dini anemia dilakukan rutin dan pemanfaatan tanaman lokal seperti tomat terus disosialisasikan untuk mendukung pencegahan anemia dan penurunan risiko stunting.Abstract: Anemia in adolescent girls and pregnant women is closely related to an increased risk of stunting in children, because iron deficiency can inhibit fetal growth and development. In Guntarano Village, Donggala Regency, Central Sulawesi, the prevalence of anemia and stunting is still high, so anemia prevention is an important step in reducing the risk of stunting in the future. The purpose of this service activity is to increase the knowledge and awareness of adolescents, pregnant women, and cadres regarding anemia prevention through education and the use of local nutritional sources. The activity was carried out on September 4 and 14, 2025 with the involvement of 30 respondents (pregnant women, teenagers, and cadres) as well as the support of the village government. The implementation method uses an education and community empowerment approach, including health checks, anemia education, grants of Easy Touch and juicer tools, and a campaign to use tomatoes as a source of local nutrition rich in iron and vitamin C. Evaluation was carried out using Pre-Test and Post-Test methods using questionnaires to measure changes in knowledge. The results showed that 85% of the participants had increased knowledge about anemia. It is recommended that early detection of anemia be carried out routinely and the use of local plants such as tomatoes continues to be socialized to support the prevention of anemia and reduce the risk of stunting. 
PANGGUNG VIRTUAL: PELATIHAN AUGMENTED REALITY UNTUK PENINGKATAN KREATIVITAS BAGI KOMUNITAS TEATER SAJA Maximus Tamur; Eliterius Sennen; Leonardus Par; Kanisius Supardi; Zephisius Rudiyanto Eso Ntelok; Marcelus Ungkang; Fransiskus Nendi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.33922

Abstract

Abstrak: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan komunitas Teater Saja di Kota Ruteng untuk mengintegrasikan teknologi digital, khususnya Augmented Reality (AR), guna memperkaya bentuk penyajian seni pertunjukan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kreativitas anggota komunitas melalui pemanfaatan AR dalam proses produksi dan pementasan teater. Kegiatan melibatkan 7 anggota komunitas Teater Saja yang mengikuti pelatihan dalam bentuk workshop, diawali dengan pengisian angket awal dan diakhiri dengan angket akhir untuk mengukur tingkat kreativitas peserta. Indikator kreativitas yang dinilai meliputi kelancaran ide, orisinalitas, keluwesan berpikir, dan kemampuan elaborasi dalam merancang pertunjukan. Hasil evaluasi melalui angket observasi menunjukkan rata-rata skor kreativitas keseluruhan sebesar 4,11 atau 82,14% dari skor maksimal. Data kuantitatif tersebut menegaskan bahwa pelatihan berbasis AR efektif dalam meningkatkan kreativitas anggota komunitas, khususnya pada kemampuan berpikir fleksibel dan mengembangkan ide secara detail. Kedepannya disarankan agar pelatihan serupa dilanjutkan dengan pendalaman teknik AR serta kolaborasi lintas komunitas seni untuk menghasilkan karya yang lebih inovatif dan berdampak luas.Abstract: This Community Service Program was motivated by the need of the Teater Saja community in Ruteng City to integrate digital technology, particularly Augmented Reality (AR), in order to enrich the presentation of performing arts. The main objective was to enhance the creativity of community members through the application of AR in theater production and performance. The program involved 7 participants from Teater Saja, who took part in a workshop-based training. The activities began with a pre-questionnaire and concluded with a post-questionnaire to measure the participants’ creativity. The creativity indicators assessed included fluency of ideas, originality, flexibility in thinking, and elaboration in designing performances. The results showed a significant increase in creativity, with an improvement rate of 82,14% among participants. Moving forward, it is recommended that similar training programs continue with more advanced AR techniques and foster cross-community artistic collaborations to produce more innovative works with broader impact.
MENUJU SEKOLAH TAHAN BENCANA: PENGUATAN LITERASI DAN SIMULASI SATUAN PENDIDIKAN AMAN BENCANA DI WILAYAH RAWAN BANJIR I Putu Yoga Bumi Pradana; Syukur Muhaimin Adang Djaha; Ardy Pandie; Andreas Penni; Arsenius A. R. Baru
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.33461

Abstract

Abstrak: Bencana alam merupakan ancaman nyata bagi keberlangsungan proses pendidikan, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerentanan tinggi. Sekolah sebagai institusi pendidikan formal memiliki peran strategis dalam membentuk budaya sadar bencana melalui penguatan literasi kebencanaan dan keterampilan mitigasi risiko sejak dini. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan warga sekolah, khususnya pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri dalam menghadapi situasi darurat, melalui penerapan prinsip Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan metode ceramah interaktif, diskusi partisipatif, dan simulasi penyelamatan diri. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 78% peserta mengalami peningkatan pemahaman terhadap materi kebencanaan, 65% mampu mengidentifikasi jalur evakuasi dan titik kumpul, serta 52% merasa lebih percaya diri menghadapi keadaan darurat. Antusiasme peserta dan dukungan pihak sekolah menjadi faktor pendukung utama, sedangkan keterbatasan waktu menjadi kendala dalam pendalaman praktik. Rekomendasi yang dihasilkan meliputi integrasi SPAB ke dalam kurikulum, penyediaan sarana evakuasi dan alat keselamatan yang memadai, serta penguatan kolaborasi lintas sektor. Program ini berpotensi direplikasi di berbagai satuan pendidikan sebagai model penguatan kesiapsiagaan bencana berbasis sekolah.Abstract: This Community Service Program (PkM) aimed to strengthen school preparedness for disasters by implementing the Safe School Program (SPAB) at SMA Negeri 2 Kupang Timur, Kupang Regency, East Nusa Tenggara. The school is located in a flood-prone area but lacks a disaster curriculum, mitigation infrastructure, and preparedness training. The program was implemented in three phases: preparation, implementation, and evaluation. Methods included lectures, participatory discussions, and self-rescue simulations during earthquake scenarios. The implementation phase demonstrated strong enthusiasm from students and teachers and solid support from the school and local government. Evaluation results showed that 78% of participants improved their understanding of SPAB content, 65% could identify evacuation routes and assembly points, and 52% felt more confident in responding to emergencies at school. Time constraints were noted as a limitation in delivering in-depth practice and discussion. Recommendations include integrating SPAB into the school curriculum, improving safety infrastructure and equipment, and fostering multi-sectoral collaboration. The program is expected to be a replicable model for promoting disaster awareness and preparedness in other schools.
PEMBERDAYAAN LANSIA MELALUI EDUKASI DAN PRAKTIK LATIHAN PEREGANGAN (STRETCHING) SEBAGAI UPAYA PEMELIHARAAN KESEHATAN FISIK Ballsy Cicilia Albertina Pangkey; Agustina Saputri; Bima Adi Saputra; Santa Maya Pramusita
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40615

Abstract

Abstrak: Proses penuaan memicu berbagai perubahan fisiologis, termasuk penurunan massa otot, fleksibilitas, dan elastisitas jaringan, yang dapat meningkatkan risiko gangguan muskuloskeletal serta mengurangi kemampuan fungsional pada lansia. Latihan peregangan adalah salah satu bentuk aktivitas fisik yang aman, mudah dilakukan, dan bermanfaat untuk menjaga fleksibilitas serta mendukung kualitas hidup lansia. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan lansia mengenai manfaat dan cara melakukan latihan peregangan secara mandiri. Kegiatan ini melibatkan 84 orang lansia di GBI Bethel Area Kota Salatiga, melalui tahapan skrining kesehatan, edukasi dengan metode ceramah dan diskusi, demonstrasi, serta praktik langsung latihan peregangan yang dipandu oleh tim pelaksana. Evaluasi dilakukan dengan desain pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta setelah intervensi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 79,40 ± 21,97 pada pre-test menjadi 83,69 ± 14,20 pada post-test, dengan peningkatan rata-rata sebesar 4,29 poin. Selain itu, semua peserta mampu mengikuti praktik latihan peregangan sesuai tahapan yang diajarkan dan menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi yang dipadukan dengan demonstrasi dan praktik langsung efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta mengenai latihan peregangan. Program serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan melalui pendampingan dan evaluasi berkala agar pengetahuan yang diperoleh dapat diimplementasikan menjadi perilaku hidup aktif yang mendukung kesehatan dan kemandirian lansia.Abstract: The aging process triggers various physiological changes, including decreased muscle mass, flexibility, and tissue elasticity, which can increase the risk of musculoskeletal disorders and reduce functional capacity in older adults. Stretching exercises are a safe, easy-to-perform, and beneficial form of physical activity for maintaining flexibility and supporting the quality of life of older adults. This Community Service Activity aims to improve the knowledge and skills of older adults regarding the benefits of and methods for independently performing stretching exercises. This activity involved 84 elderly participants at GBI Bethel Area, Salatiga City, through stages of health screening, education using lectures and discussion, demonstrations, and hands-on stretching exercises guided by the implementation team. Evaluation was conducted using a pre-test and post-test design to measure changes in participants’ knowledge after the intervention. The results showed that the average knowledge score increased from 79.40 ± 21.97 in the pre-test to 83.69 ± 14.20 in the post-test, with an average increase of 4.29 points. In addition, all participants were able to follow the stretching exercise practice according to the stages taught and showed high enthusiasm throughout the activity. These results indicate that education combined with demonstration and hands-on practice is effective in increasing participants' understanding of stretching exercises. A similar program needs to be implemented continuously through ongoing support and regular evaluation so that the knowledge gained can be implemented as active living behaviours that support the health and independence of older adults.