cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,084 Documents
PENERAPAN AUTOMATIC DISINFECTANT TUNNEL BERBASIS MICROCONTROLLER SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PROTOCOL KESEHATAN I Gusti Made Ngurah Desnanjaya; Ida Bagus Gede Sarasvananda; I Gede Adnyana; I Putu Edi Setiawan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.679 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i2.7438

Abstract

Abstrak: Penerapan Automatic Disinfectant Tunnel Berbasis Microcontroller Arduino Nano Sebagai Upaya Peningkatan Protocol Kesehatan merupakan salah satu cara untuk mencegah penularan virus covid-19. Dinas Koperasi dan UMKM kota Denpasar menjadi mitra dari kegitan penerapan teknologi automatic disinfectant tunnel. Tujuan dari kegitan ini adalah untuk memperkenalkan dan implementasi tepat guna mencegah penularan covid-19 lingkungan dinas UMKM kota Denpasar. Metode pelaksanaan dimulai dari identifikasi kebutuhan dan masalah mitra, merancang dan pembuatan sistem, implementasi dan pendampingan oprasional awal, serta memberikan sosialisasi kepada suluruh stakeholder di Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar. Dari hasil kegitan telah dirancang bangun sebuah alat automatic disinfectant tunnel berbasis microcontroller Arduino nano. Dari hasil pengujian dengan menyertakan 4 kondisi automatic disinfectant tunnel berjalan dengan semestinya. Melalui program pengabdian kepada masyarakat ini, Dinas Koperasi dan UMKM kota Denpasar telah mengenal teknologi penerapan Automatic Disinfectant Tunnel Berbasis Microcontroller Arduino Nano Sebagai Upaya Peningkatan Protocol Kesehatan.Abstract: The application of the Arduino Nano Microcontroller-Based Automatic Disinfectant Tunnel as an Effort to Improve Health Protocols is one way to prevent the transmission of the covid-19 virus. The Department of Cooperatives and SMEs in Denpasar is a partner in the application of automatic tunnel disinfectant technology. The purpose of this activity is to introduce and implement appropriate measures to prevent the transmission of COVID-19 within the Denpasar MSMEs office. The method starts from making the needs and problems of partners, designing and systems, implementation and initial assistance, as well as providing socialization to all stakeholders at the Denpasar City Cooperatives and MSMEs Office. From the results of the activity, an automatic disinfectant tunnel tool based on the Arduino Nano microcontroller has been designed. From the test results by including 4 tunnel conditions, the automatic disinfectant runs properly. Through this community service program, the Denpasar Cooperatives and MSMEs Service have recognized the technology for applying Automatic Disinfectant Tunnel Based on the Arduino Nano Microcontroller as an Effort to Improve Health Protocols.
PELATIHAN INTERNALISASI NILAI-NILAI PANCASILA BAGI PENDIDIK: STRATEGI PRAKTIS DI JENJANG SMP Hasan Subekti; Bambang Yulianto; Harmanto Harmanto; Martadi Martadi; Sueb Sueb
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (872.256 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i2.7141

Abstract

Abstrak: Tujuan PKM untuk memberikan pemahaman secara koseptual dan praktis berbagai strategi dalam menginternalisasi nilai-nilai Pancasila melalui pembelajaran dan budaya sekolah bagi pendidik jenjang SMP di Kabupaten Magetan. Jumlah partisipan dari pelatihan internalisasi nilai-nilai Pancasila di Kabupaten Magetan sebanyak 34 SMP Negeri dengan jumlah peserta 96 orang. Metode kegiatan pelatihan melalui sosialisasi dan workshop yang terdiri tiga tahap, yaitu: persiapan, pelaksanaan pelatihan, dan pendampingan. Hasil yang dicapai menunjukkan respons partisipan pelatihan secara umum untuk tiap indikator urgensi materi PKM menunjukkan preferensi positif dengan mayoritas skor berkategori sangat baik dan baik. Ragam strategi menginternalisasi nilai-nilai Pancasila yang dominan disampaikan oleh partisipan melalui budaya di sekolah dan pembelajaran. Jumlah peserta pelatihan melaksanakan hasil PKM di sekolah dan menuliskannya dalam bentuk best practice sebanyak 67 orang (70%). Rekomendasi yang dapat disampaikan adalah perlu dilakukan pengembangan strategi yang digunakan dalam internalisasi nilai-nilai Pancasila di SMP yang diintegrasikan ke dalam kegiatan ekstrakurikuler, peran serta masyarakat, berbasis dengan kearifan lokal sehingga dapat membumikan nilai-nilai Pancasila ke dalam kultur masyarakat setempat.Abstract: The purpose of the community service was to conduct training providing conceptual and practical understanding on various strategies in internalizing the values of Pancasila through learning and school culture for junior high school educators in Magetan, East Java. The number of participants involved in the training on internalization of the values of Pancasila was 96 school principals and teachers from 34 public junior secondary schools in the area. The method of the training activities was through socialization and workshops which consisted of three stages, namely preparation, training implementation, and mentoring. In general, the results show positive responses from the participants in each indicator of the urgency of the materials, with the majority of scores being categorized as very good and good. Most of the strategies employed by the participants to internalize the values of Pancasila were through culture at schools and learning activities. There were 67 participants (70%) of the training implementing the results of the training at schools and writing in the form of best practice. It is necessary to develop strategies used in internalizing the values of Pancasila in junior high schools that are integrated into extracurricular activities and community participation based on local wisdom so that Pancasila can be embedded into the culture of the local community.
PENINGKATAN PEMAHAMAN DAN PENGETAHUAN SISWA MELALUI PRAKTIKUM HUKUM KIRCHOFF DI MADRASAH TSANAWIYAH Syarifah Muthia Putri; Fadhila Azmi; Nurul Khairina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.738 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i2.6767

Abstract

Abstrak: Listrik merupakan salah satu kebutuhan yang paling utama di dalam kehidupan manusia saat ini. Pengenalan terkait dengan kelistrikan penting diberikan kepada siswa/i sejak di tingkat menengah pertama agar menimbulkan pemahaman terkait kelistrikan yang digunakan sehari-hari. Teori listrik yang didasari oleh Hukum Kirchoff 1 dan 2 dapat digunakan untuk mengetahui parameter kelistrikan di dalam sebuah rangkaian listrik. Pada kegiatan pengabdian masyarakat ini, tim pengabdian melakukan pengenalan media praktikum Hukum Kirchoff 1 dan 2 yang dilakukan dengan metode pengajaran teori dan penggunaan media praktikum sebagai percobaan secara langsung pada rangkaian listrik. Sehingga dapat memberikan pemahaman secara teori dan praktek kepada siswa/i. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan pada sekolah MTs Parmiyatu Wassa’adah dengan tim yang terdiri dari 3 (tiga) dosen, 2 (dua) mahasiswa, dan 32 siswa/i MTs. Evaluasi hasil kegiatan dilakukan dengan menyebarkan angket instrumen evaluasi kegiatan yang terdiri dari 7 (tujuh) pernyataan. Adapun hasil rekapitulasi angket menunjukkan bahwa sebagian besar siswa/i telah setuju mendapatkan pelatihan tentang Hukum Kirchoff 1 dan 2 secara teori dan praktek yang dapat dipahami dengan baik. Hal ini terlihat dari hasil angket bahwa terdapat 66% siswa sangat setuju, 26% siswa setuju, 9% siswa kurang setuju, dan 0% siswa tidak setuju. Sehingga melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, siswa/i mendapatkan pengalaman yang baik dalam meningkatkan pemahaman terkait Hukum Kirchoff 1 dan 2.Abstract: Electricity is one of the most important requirement in human life today. An introduction related to electricity is important given to students from the junior high school level in order to generate an understanding of electricity that is used daily. Electrical theory based on Kirchoff’s Law 1 and 2 can be used to determine the electrical parameters in an electrical circuit. In this community service activity, the team introduced the Kirchoff’s Law 1 and 2 which was carried out using theoretical teaching methods and the utilization of practicum media as direct experiments on electrical circuits. Furthermore, it can provide theoretical and practical understanding to students. This community service activity was implemented at MTs Parmiyatu Wassa’adah school with a team consisting of 3 (three) lecturers, 2 (two) college student, and 32 MTs students. Evaluation of the results on that activities is carried out by distributing a questionnaire of activity evaluation instruments which consist of 7 (seven) statements. The result of the questionnaire recapitulation indicate that most students have agreed to receive training on Kirchoff’s Law 1 and 2 in theory and practice which can be understood well. This can be seen from the results of the questionnaire that there are 66% of students strongly agree, 26% of students agree, 9% of students weakly agree, and 0% students disagree. So that through this community service activity, students get a good experience in increasing understanding related to Kirchoff’s Law 1 and 2. 
UPAYA PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU DENGAN MOTIVATION TRAINING Marhan Taufik; Reni Dwi Susanti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.708 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i2.7316

Abstract

Abstrak: Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan Profesionalisme Guru dengan memberikan Motivation Training. Kegiatan ini dilakukan di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen yang terdiri dari 65 subjek. Permasalahan ini didapatkan melalui kegiatan FGD dengan kepala sekolah dan disampaikan perlunya pemberian Motivation training kepada guru. Metode yang digunakan yaitu melalui kegiatan workshop dan kegiatan pendampingan. Selain pemberian Motivation training, kegiatan ini juga dilakukan dengan penjelasan Kurikulum Blok dan PjBL guna menunjang bagaimana implementasi yang dilakukan pendidik setelah pemberian motivation Training. Hasil dari kegiatan Workshop dan pendampingan mendapatkan hasil bahwa pelaksanaanya berjalan dengan baik dan mendapatkan animo yang baik dari subjek. Kemudian dari hasil evaluasi keterlaksanaan dan dilakukan perhitungan persentase didapatkan peningkatan Profesionalisme Guru sebelum dan sesudah kegiatan melalui kegiatan yang memuat bagaimana ketekunan dalam mengajar, keuletan, kemandirian, pemberian reward dan minat dalam mengajar serta bagaimana guru mempersiapkan perangkat pembelajaran. Adapun rata-rata peningkatannya adalah 4,83%.Abstract: The purpose of this service activity is to improve Teacher Professionalism by providing Motivation Training. This activity was carried out at SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen which consisted of 65 subjects. This problem was obtained through FGD activities with school principals and conveyed the need for providing motivation training to teachers. The method used is through workshop activities and mentoring activities. In addition to providing motivation training, this activity is also carried out with an explanation of the Block Curriculum and PjBL to support how the implementation is carried out by educators after giving motivation training. The results of the workshop and mentoring activities showed that the implementation went well and got good interest from the subject. Then from the results of the implementation evaluation and a percentage calculation, it was found that there was an increase in Teacher Professionalism before and after the activity through activities that included how perseverance in teaching, tenacity, independence, giving rewards and interest in teaching and how teachers prepare learning tools. The average increase is 4.83%
INOVASI TEKNOLOGI BUDIDAYA SAYURAN ORGANIK MENGGUNAKAN PUPUK VERMIKOMPOS DI KOTA BATU Sunawan Sunawan; Sama’ Iradat Tito; Nurhidayati Nurhidayati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.114 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i2.7009

Abstract

Abstrak: Budidaya sayuran di Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu masih dilakukan secara konvensional menggunakan pupuk kimia dan pestisida sintetis. Sistem budidaya semacam ini dalam kurun waktu yang lama akan menurunkan kesuburan tanah dan kualitas sayuran yang dihasilkan lebih rendah dibandingkan dengan sayuran organik. Tujuan kegiatan ini adalah: mempraktekkan pembuatan vermikompos hasil riset Perguruan Tinggi, mengaplikasikan vermikompos dalam budidaya sayuran organik dan mengevaluasi ketertarikan terhadap vermikompos kepada khalayak sasaran yang berasal dari Gapoktan, Taruna Tani dan Kelompok Wanita Tani sebanyal 34 responden. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah melakukan praktek pembuatan vermikompos, demoplot aplikasi vermikompos dalam budidaya sayuran organik dan penyebaran kuisioner. Cara pembuatan vermikompos: (1) persiapan bahan organik sebagai bahan vermikompos, (2) Bahan organik yang sudah dihancukan dimasukkan ke dalam kotak vermicomposting, (3) Inokulasi cacing Lumbricus rubellus ke dalam kotak vermicomposting, (4) proses vermicomposting berlangsung selama 1 bulan. Kegiatan berikutnya adalah penyuluhan tentang cara budidaya sayuran organic menggunakan vermikompos dan pembuatan demoplot penanaman sayuran menggunakan vermikompos hasil dari produk riset. Hasil kegiatan ini menunjukkan antusias yang tinggi dari masyarakat Desa Torongrejo untuk membuat vermikompos yang ditunjukkan dengan hasil survey bahwa sebanyak 94.18% responden tertarik dan menginginkan informasi lebih lanjut tentang penggunaan vermikompos.Abstract: Vegetable cultivation in Torongrejo Village, Junrejo District, Batu City is still done conventionally using chemical fertilizers and synthetic pesticides. This kind of cultivation system for a long time will reduce soil fertility and the quality of the vegetables produced is lower than organic vegetables. The objectives of this activity are: to practice making vermicompost as a result of university research, applying vermicompost in organic vegetable cultivation and evaluating the interest in vermicompost to respondents from Gapoktan, Taruna Tani and Women Farmers Group as many as 34 respondents. The method of implementing this activity was to practice making vermicompost, demoplot the application of vermicompost in organic vegetable cultivation and distributing questionnaires. Methods for making vermicompost: (1) preparation of organic matters as vermicompost material, (2) crushed organic matters in the vermicomposting bin, (3) Lumbricus rubellus worm inoculation into the vermicomposting bin, (4) the vermicomposting process lasts for 1 month. The next activity was counseling on how to cultivate organic vegetables using vermicompost and making a vegetable planting demonstration plot using research product vermicompost. The results of this activity showed the high enthusiasm of the people of Torongrejo Village to make vermicompost as shown from the survey results that as many as 94.18% of respondents were interested and wanted more information about the use of vermicompost.
PENYEGARAN KADER KESEHATAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG PENCEGAHAN HIPERTENSI DAN DIABETES MELITUS Yuanita Panma; Hertuida Clara
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.907 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i2.7216

Abstract

Abstrak: Hipertensi dan Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit degeneratif yang paling banyak diderita oleh masyarakat. Kedua penyakit tersebut perlu untuk dikendalikan secara terus-menerus. Salah satu faktor yang mempengaruhi pengendalian hipertensi dan diabetes melitus yaitu peran kader kesehatan. Kader merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat. Penyegaran kader kesehatan perlu dilakukan secara rutin agar pengetahuan dan keterampilan kader tetap update. Kegiatan penyegaran kader ini dilakukan pada 22 (dua puluh dua) orang kader kesehatan di wilayah RT 05 RW 01, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan mengenai DM dan hipertensi dan cara melakukan pengukuran tekanan darah yang benar. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk pretest, penyuluhan (penyampaian materi dan demonstrasi cara pengukuran tekanan darah) dan posttest (evaluasi materi dan redemonstrasi cara mengukur tekanan darah). Pada hasil pretest diperoleh rata-rata pengetahuan kader untuk hipertensi yaitu 62,0 dan untuk DM 60,0. Setelah mengikuti penyuluhan dan demonstrasi, terdapat peningkatan skor yang signifikan dimana rata-rata skor posttest pengetahuan kader untuk hipertensi yaitu 88,0 dan untuk DM 82,0. Seluruh kader dapat mendemonstrasikan kembali cara mengukur tekanan darah dengan sangat baik. Dari penyegaran kader ini diharapkan peran kader dapat lebih maksimal dalam melakukan screening tekanan darah dan diabetes di masyarakat.Abstract: Hypertension and Diabetes Melitus (DM) are the most common degenerative diseases suffered by the community. Both diseases need to be controlled continuously. One of the factors that influence the control of hypertension and diabetes melitus is the role of health cadres. Cadres are the spearhead of health services in the community. Refreshment of health cadres needs to be done regularly so that the knowledge and skills of cadres are kept up to date. This cadre refresher activity was carried out on 22 (twenty two) health cadres in the area of RT 05 RW 01, Susukan Village, Ciracas District. The purpose of this community service activity is to increase the knowledge of health cadres about DM and hypertension and how to measure blood pressure correctly. This activity is carried out in the form of pre-test, counseling (submission of material and demonstration of how to measure blood pressure) and post-test (evaluation of material and redemo- ration of how to measure blood pressure). In the pretest results, the average knowledge of cadres for hypertension was 62.0 and for DM 60.0. After attending the counseling and demonstration, there was a significant increase in the score where the average posttest knowledge of cadres for hypertension was 88.0 and for DM 82.0. All cadres can demonstrate again how to measure blood pressure very well. From this cadre refresher, it is hoped that the role of cadres can be maximized in screening blood pressure and diabetes in the community.
KAMPUNG DOLANAN DAN SENI: RINTISAN PAGAR BUDAYA BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI KABUPATEN MAGETAN Sesaria Prima Yudhaningtyas; Nur Samsiyah Samsiyah; Endang Sri Maruti; Bambang Eko Hari Cahyono
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i2.6967

Abstract

Abstrak: Pandemic Covid-19 menyebabkan siswa belajar secara online menggunakan gadged, yang menjadikan siswa individualis, tidak berkomunikasi dengan teman dan menyendiri tanpa ada kegiatan. Tujuan pengabdian ini untuk mengembangkan rintisan Kampung Dolanan dan Seni yang merupan program lanjutan dari KKN Pagar Budaya MBKM sebagai bentuk literasi budaya. Kegiatan ini dilaksanaan dengan tahap sosialisasi proses pengembangan rintisan Kampung Dolanan dan Seni kemudian pendampingan anak-anak dalam mengenal permainan tradisional dan belajar seni. Kegitan ini bermitra dengan kepala dan perangkat desa, serta anak-anak desa Puntukdoro kecamatan Plaosan kabupaten Magetan dengan jumlah anak 20 anak. Evaluasi dilakukan dengan melihat kemampuan anak dalam berlatih tembang dolanan, praktik dolanan dan hasil seni. Hasil yang telah dicapai yaitu kemampuan melakukan tembang dolanan 80% anak sangat baik dan antusias, hasil praktik dolanan tradisional sebesar 100% anak aktif ikut bermain dan hasil seni 70% anak menghasilkan melakukan dengan baik. Hasil tersebut menunjukkan anak-anak sangat antusias dengan adanya Kampung Dolanan dan Seni. Hal ini menjadi acuan pengembangan Kampung Dolanan dan Seni dapat dilanjutkan hingga dikenal masyarakat luas serta mendukung tumbuhnya potensi wisata budaya Desa Puntukdoro. Selain itu dapat mengurangi kebiasaan anak ketergantungan pada gadget.Abstract: The Covid-19 pandemic causes students to study online using gadgets, which makes students individualistic, not communicating with friends and being alone without any activities. The purpose of this service is to develop the pilot for Kampung Dolanan and the Arts which is an advanced program of the MBKM Pagar Budaya KKN as a form of cultural literacy. This activity was carried out with the socialization stage of the pioneering development process of Kampung Dolanan and Seni then assisting children in getting to know traditional games and learning art. This activity is partnered with village heads and officials, as well as children from the village of Puntukdoro, Plaosan sub-district, Magetan district, with a total of 20 children. The evaluation is done by looking at the child's ability to practice the dolanan song, the practice of the dolanan and the result of art. The results that have been achieved are that 80% of children are very good and enthusiastic about performing traditional dolanan songs, 100% of children are active in playing traditional dolanan practices, and 70% of children's art results are doing well. These results show that the children are very enthusiastic about the existence of Kampung Dolanan and the Arts. This is a reference for the development of Kampung Dolanan and the arts can be continued until it is known to the wider community and supports the growth of the cultural tourism potential of Puntukdoro Village. In addition, it can reduce children's habits of dependence on gadgets.
PENINGKATAN PENGETAHUAN PENGEMASAN BERSTANDAR FOOD GRADE MELALUI SOSIALISASI BAHAN PENGEMAS DAGING BAGI MASYARAKAT Siti Nurhasanah; Syamsul Huda; Nandi Sukri; Feni Windarningsih
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2044.928 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i2.6825

Abstract

Abstrak: Kemasan berfungsi sebagai pelindung produk dari kerusakan lingkungan, menjaga kualitas dari produk serta menjadi media informasi mengenai produk. Perlu memperhatikan tingkat kesesuaian produk, aspek kesehatan dan perlindungan kemasan terhadap produk. Daging merupakan komoditi yang penting untuk Kesehatan akan tetapi mudah mengalami kerusakan mikrobiologi. Sebagian masyarakat masih banyak yang menyimpan bahan pangan seperti daging segar dengan mengandalkan plastik dari tempat belanja dan menyimpannya dalam lemari pendingin atau freezer tanpa memperhatikan kecocokkan dan keamanan kemasan yang digunakan. Oleh karena itu perlu adanya pengetahuan mengenai pengemasan food grade pada masyarakat. Mitra pengabdian adalah Majelis Taklim Ummahatul Movement dengan melibatkan 20 orang peserta karena masih dalam masa pandemi. Topik ini menjadi pengetahuan yang tepat untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Komunikasi antara mitra dan pelaksana menggunakan aplikasi Whatsapp, Zoom Meeting dan Trello sebagai tempat pengumpulan informasi. Evaluasi dilakukan dengan post-test menunjukan pemahaman mitra terhadap kemasan berstandar food grade meningkat menjadi lebih dari 85 % setelah diadakan workshop pengemasan daging dan produk olahannya.Abstract : Packaging functions as a product protector from environmental damage, maintains the quality of the product and becomes a medium of information about the product. It is necessary to pay attention to the level of product suitability, health aspects and packaging protection of the product. Meat is an important commodity for health, but it is susceptible to microbiological damage. Some people still store food ingredients such as fresh meat by relying on plastic from shopping places and store them in the refrigerator or freezer without paying attention to the suitability and safety of the packaging used. Therefore it is necessary to have knowledge about food grade packaging in the community. The service partner is Majelis Taklim Ummahatul Movement involving 20 participants because it is still in the pandemic period. This topic becomes the right knowledge to be applied in everyday life. Communication between partners and implementers uses the Whatsapp, Zoom Meeting and Trello applications as a place to collect information. The evaluation was carried out by post-test showing partners' understanding of food-grade standardized packaging increased to more than 85% after a workshop on packaging of meat and processed products was held. processed product packaging workshop was held.
PENDAMPINGAN PRAKTIK PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI PADA ANAK USIA 6–24 BULAN Ruslan Hasani; Akuilina Semana; Abd. Kadir Ahmad; Hamsina Hamsina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.377 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i2.7158

Abstract

Abstrak: Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah (1) memberikan pemahaman dan memperkaya pengetahuan ibu-ibu terkait makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI) (2) mempraktekkan cara pembuatan makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI) sesuai rekomendasi WHO. Metode pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah partisipatif, dimana anggota sasaran dilibatkan secara aktif mulai dari perencanaan, monitoring dan evaluasi. Proses pendampingan kepada ibu-ibu meliputi: (1) penyuluhan (2) kegiatan praktik pembuatan makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI) sesuai rekomendasi WHO. Jumlah peserta sebanyak 10 orang. Hasil kegiatan pengabdian adalah mendapatkan respon positif dari peserta penyuluhan dan penguasaan peserta cukup baik terhadap materi penyuluhan dimana rata-rata nilai pengetahuan sebelum pemberian penyuluhan MP ASI (pretest) adalah 45,0, setelah penyuluhan (posttest) didapatkan nilai rata-rata sebesar 93,5. Sedangkan tingkat kemanfaatan kegiatan pengabdian masyarakat tentang pemberian MP-ASI yang baik didapatkan skor rata-rata adalah 4 (sangat bermanfaat sekali) dari rentang skor 0-4 pada skala likert.Abstract. The objectives of this community service are (1) to provide understanding and enrich knowledge of mothers regarding complementary foods for breast milk (MP-ASI) (2) to practice how to make complementary foods for breast milk (MP-ASI) according to WHO recommendations. The approach method used in this activity is participatory, where target members are actively involved starting from planning, monitoring and evaluation. The mentoring process for mothers includes: (1) counseling (2) practical activities for making complementary foods for breast milk (MP-ASI) according to WHO recommendations. The number participants is 10 people. The results of the service activities are getting a positive response from the counseling participants and the participants' mastery of the counseling material is quite good where the average value of knowledge before giving MP ASI counseling (pretest) is 45.0, after counseling (posttest) the average value is 93, 5. While the level of usefulness of community service activities regarding the provision of good complementary feeding, the average score is 4 (very useful) from a score range of 0-4 on the Likert scale.
KIAT SUKSES MEMULAI USAHA PENJUALAN ONLINE BAGI MASYARAKAT DESA LOGAS Cut Endang Kurniasih; Nobel Aqualdo; Hilmah Zuryani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.032 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i2.7365

Abstract

Abstrak: Pola transaksi penjualan pada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Desa Logas masih dilakukan secara tradisional. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan mereka terhadap penggunaan internet untuk usaha. Padahal internet tidak hanya digunakan sebagai media komunikasi saja, tetapi internet dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memulai usaha. Tujuan dilakukannya kegiatan pengabdian ini adalah memberikan informasi mengenai E-commerce dan pelatihan teknik penjualan usaha secara online. Metode penerapan yang digunakan yaitu ceramah dan demonstrasi/pelatihan langsung kepada 25 orang. Khalayak sasaran dari kegiatan pengabdian ini adalah masyarakat Desa Logas khususnya para remaja dan pemuda desa serta pelaku usaha yang sudah ada. Hasil akhir kegiatan pengabdian ini adalah tingkat kepemahaman masyarakat terhadap teknik usaha penjualan online meningkat dari 80% menjadi 96% dan keinginan untuk memulai usaha penjualan online meningkat dari 92% menjadi 100%. Harapannya kegiatan pengabdian ini dapat membantu pemerintah dalam membentuk masyarakat yang inklusif secara digital di daerah perdesaan sekaligus membangun ekonomi masyarakat setempat lebih baik.Abstract: The patterns of sales transaction in the Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in Logas Village are still carried out traditionally. This is due to their lack of knowledge about using the internet for business. Today, the internet is not only used as a communication medium, but the internet can be used to start a business. The purpose of this community service is to provide information about E-commerce and online business sales technique training. The method used is lectures and direct demonstrations/training to 25 participants. The target audience of this activity is the community of Logas Village, especially teenager and village youth as well as existing business actors. The result of this service activity is that the level of community understanding of online business sales increased from 80% to 96% and interest in starting an online sales business increased from 92% to 100%. It is hoped that this service activity can help the government in forming a digitally inclusive society in rural areas while improving a better local economy.

Page 75 of 309 | Total Record : 3084