cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,084 Documents
EDUKASI GIZI SERTA REVITALISASI PERMAINAN TRADISIONAL UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS FISIK PADA ANAK USIA SEKOLAH DI MASA ADAPTASI KEBIASAAN BARU Andi Eka Yunianto; Aveny Septi Astriani; Dea Silvani; Sitti Syakira; Sari Khairinisa; Siti Ratna Ningsih
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.701 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i2.7130

Abstract

Abstrak: Selama masa pandemi covid 19 anak usia sekolah lebih banyak melakukan aktivitasnya di rumah sehingga waktu yang dihabiskan anak di depan layar perangkat digital (screen time) menjadi meningkat. Screen-time yang tinggi, tingkat aktivitas fisik yang rendah, membuat pola makan menjadi kurang sesuai sehingga dalam jangka panjang dapat mempengaruhi status gizi. Edukasi gizi ini bekerjasama dengan SDIT At-Taufiq Al-Islamy dan SDN Cilolohan Tasikmalaya. Adapun jumlah siswa yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 83 orang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar mengenai gizi seimbang dan aktivitas fisik yang diaplikasikan melalui demo masak makanan sehat dan permainan tradisional. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan praktik. Media penyuluhan edukasi yang digunakan adalah power point, booklet dan video. Sedangkan media praktik aktivitas fisik yang digunakan adalah permainan egrang batok dan tarik tambang. Hasil menunjukkan bahwa terdapat perubahan yang baik pada pengetahuan siswa mengenai gizi seimbang dan aktivitas fisik.Abstract: During the covid 19 pandemic, school-age children do more activities at home so that the time spent by children in front of the screen of digital devices (screen time) becomes increased. High screen-time, low levels of physical activity, make the diet less appropriate so that in the long run it can affect nutritional status. This nutrition education is in collaboration with SDIT At-Taufiq Al-Islamy and SDN Cilolohan Tasikmalaya. The number of students who participated in this activity was 83 people. This activity aims to increase elementary school students' knowledge of balanced nutrition and physical activity applied through healthy food cooking demos and traditional games. The methods used are counseling and practice. Educational extension media used are power points, booklets and videos. While the medium of physical activity practice used is a game egrang batok and tarik tambang. The results showed that there were good changes in students' knowledge of balanced nutrition and physical activity.
WORKSHOP PEMBELAJARAN KOMPONEN INSTRUMEN TERPADU IPA BERBASIS LINGKUNGAN BAGI GURU-GURU SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Dewi Hikmah Marisda; Ma'ruf Ma'ruf; Riskawati Riskawati; Yusri Handayani Hamid
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.529 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i2.7280

Abstract

Abstrak: Pembelajaran IPA di SMP Unismuh Makassar masih bersifat konvensional, yaitu pembelajaran didominasi oleh kegiatan ceramah dan diskusi. Keterbatasan Komponen Instrumen Terpadu (KIT) Praktikum dan kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu mendesain praktikum merupakan permasalahan mitra. Kegiatan Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kompetensi pengelolaan laboratorium Guru IPA melalui Workshop Pembelajaran KIT IPA Berbasis Lingkungan di SMP Unismuh Makassar, dengan jumlah peserta 6 (enam) orang. Metode pelaksanaan meliputi beberapa tahap yaitu: (1) Persiapan, berupa identifikasi sasaran kegiatan yang difokuskan pada guru IPA yang belum berpengalaman dengan KIT IPA, bahan materi, dan instruktur pelatihan yang kompeten di bidangnya, (2) Pelaksanaan pelatihan. Pada kegiatan ini dibagi sasaran kegiatan menjadi dua bagian, yang pertama untuk guru yang belum mengenal KIT IPA Berbasis Lingkungan sebagai sasaran pertama, dan untuk guru yang sudah mengenal KIT IPA Berbasis Lingkungan sebagai sasaran kedua. (3) evaluasi kegiatan workshop. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini yaitu pemahaman peserta meningkat sebanyak 80 persen, menghasilkan produk KIT IPA berbasis lingkungan yang kreatif dan inovatif. Serta guru dapat menjadi pelaku usaha bidang pemasaran KIT IPA Berbasis Lingkungan.Abstract: Science learning at SMP Unismuh Makassar is still conventional; lectures and discussions dominate knowledge. The limitations of the Practicum Integrated Instrument (KIT) and the lack of Human Resources who can design practicums are partner problems, this service activity aims to improve the competence of science teacher laboratory management through an Environmentally-Based Science KIT learning workshop at SMP Unismuh Makassar, with a total of 6 (six) participants. The implementation method includes several stages, namely (1) preparation, identifying activity targets focused on science teachers who are not experienced with KIT science, materials, and training instructors who are competent in their fields, (2) implementation of training. In this activity, the activity’s objectives are divided into two parts. The first is for teachers who are not familiar with the Environmental-Based Science KIT as the first target, and teacher who are familiar with the Environment-Based Science KIT as the second target. (3) evaluation of workshop activities. The results obtained from this activity are that participants’ understanding by 80 percent, resulting in creative and innovative environmental-based KIT science products. And teachers can become business actors in the marketing of Environmental-Based Science KIT.
INOVASI DESA CERDAS MELALUI PEMANFAATAN APLIKASI SIKIA UNTUK PENINGKATAN LAYANAN KESEHATAN IBU HAMIL DAN BALITA DI MASA PANDEMI COVID-19 DI DESA TRIHARJO, BANTUL Venny Vidayanti; Sri Hasta Mulyani; Rizky Erwanto
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.86 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i2.7000

Abstract

Abstrak: Pelayanan posyandu balita dan ibu hamil di Desa Triharjo terhenti pada bulan April sampai September 2020 dan pendokumentasian kegiatan posyandu tidak dapat dilakukan secara optimal karena pendokumentasian masih manual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang dikembangkan oleh tim ini melakukan pengembangan dan penerapan inovasi teknologi tepat guna berupa aplikasi dalam smartphone yang bertujuan untuk membantu pendokumentasian dan kegiatan pemantauan tumbuh kembang balita secara praktis menggunakan smartphone dalam Aplikasi SiKIA (Aplikasi Kesehatan Ibu dan Anak). Metode yang dilakukan mencakup 4 tahapan yaitu tahap survey dan persiapan kegiatan, tahap pengembangan sistem aplikasi SiKIA, tahap implementasi program dan pelatihan serta tahap akhir dan tindak lanjut program. Mitra yang terlibat dalam kegiatan ini adalah puskesmas pandak 2 dan kader kesehatan. Sasaran yang terlibat sebanyak 21 orang. Hasil yang di capai adalah terdapat pemanfaatan aplikasi SIKIA yang melibatkan beberapa mitra dan terjadi peningkatan nilai mean pengetahuan kader sebesar 18,41 poin setelah diberikan pelatihan dan demonstrasi pemanfaatan aplikasi, pelatihan tentang pemantauan kesehatan balita dan ibu hamil.Abstract: From April to September 2020, Posyandu services for toddlers and pregnant women in Triharjo Village were suspended due to manual documentation in Pandemic Covid-19. The community service program teams develop and implement appropriate technological advancements in the form of smartphone applications that aid in documenting and tracking the growth and development of children as well as pregnant women practically utilizing the SiKIA Application. The approach utilized consists of four stages: survey and activity preparation, construction of the SiKIA application system, program implementation and training, and final and follow-up stages of the program. Pandak 2 Public Health Center and health cadres are partners in this project. The aim encompassed up to 21 cadres in Triharjo Village. The outcomes included the use of the SIKIA application, which involved several partners, and an improvement in the mean value of cadre knowledge by 18.41 points following training and demonstrations on application use, as well as instruction on monitoring toddlers' and pregnant women's health.
PENINGKATAN PEMAHAMAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN PADA MASYARAKAT CIGANJUR DKI JAKARTA DENGAN MENGADOPSI SISTEM BANK SAMPAH “BERSERI” Maria Jashinta Elisabet Hamboer; Iswahyu Pranawukir; Reny Andriyanty
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (907.217 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i2.6922

Abstract

Abstrak: Masyarakat RW.06 Kelurahan Ciganjur pada dasarnya sudah mengelola, merawat serta dan memelihara lingkungan. Namun upaya tersebut belum optimal dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk lebih meningkatkan pemahaman penanggulangan sampah rumah tangga bagi warga ibu rumaha tanggal anggota dasawisma RW.06 dengan mencontoh model bank sampah “Berseri”. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan metode penyuluhan dan pelatihan pemilahan sampah yang terdiri atas kegiatan perencanaan, pelaksanan dan monitoring dan evaluasi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman masyarakat mitra pada kegiatan pengelolaan lingkungan sebesar 80 persen. Masyarakat juga bersedia memilah sampah rumah tangganya dan memiliki tabungan sampah secara personal dan komunal. Seluruh mitra peserta kegiatan ini juga 100 persen bersedia memiliki buku tabungan sampah. Kedua hal tersebut, menjadi salah satu perwujudan partisipasi masyarakat terhadap penciptaan wilayah yang asri dan lestari di Jakarta Selatan.Abstract: The RW.06 Ciganjur region community has managed, cared for, and maintained their environment. However, these efforts have not been optimal in managing household waste. The community service aims to enhance the understanding of household waste management for housewives of the RW.06 residents who are a member of dasawisma. The program activity was adopting the "Berseri" waste bank model. The activities were counseling methods and waste sorting training, which contained three main activities. The activities were planned, actuating then monitored and evaluated. The results showed that there was an increase in the partner's understanding of environmental management activities by 80 percent. They were also willing to sort their household waste and held personal and communal waste savings. All partners participating in this activity were also 100 percent willing to have a waste savings book. These two things are one of the manifestations of community participation in the creation of a scenic and sustainable area in South Jakarta.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN MASYARAKAT TENTANG PENGOLAHAN HASIL BUDIDAYA IKAN LELE MELALUI DIVERSIFIKASI PADA OLAHAN IKAN LELE Muhammad Ikhsan Amar; Budhi Martana; Reda Rizal; Ahid Nur Hidayati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.534 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i2.7204

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat yang melibatkan kelompok budidaya ikan lele dan Dengan mitra TP- PKK Desa Curug, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melibatkan kelompok pembudidaya lele dan TP-PKK Desa Curug merupakan desa yang termasuk wilayah yang berkembang dengan Kawasan Minapolitan Budidaya Ikan di Kabupaten Bogor. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah belum maksimalnya pemanfaatan hasil panen ikan menjadi produk olahan terutama ikan lele, dan masih adanya ketidaktahuan masyarakat tentang diversifikasi olahan dari produk ikan lele. Tujuan dari kegiatan ini adalah membantu masyarakat dalam pemanfaatan potensi hasil budidaya menjadi produk olahan ikan lele. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi perencanaan, sosialisasi penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. Kegiatan pengembangan desa mitra ini memberikan kontribusi dan manfaat kepada mitra dalam penerapan teknologi tepat guna dan pengembangan hasil panen budidaya ikan lele menjadi produk olahan sebagai upaya meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat desa. Terjadi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan tentang pengolahan hasil budidaya ikan lele menjadi produk olahan ikan seperti fillet ikan lele, bakso ikan lele, dan kerupuk ikan lele menunjukkan peningkatan dengan ketercapaian sekitar 70% dari sebelumnya.Abstract: Community service involves groups of fish cultivators and PKK women in Curug Village, Gunung Sindur District, Bogor Regency. Curug Village is one of the villages included in the Minapolitan Development Area for Freshwater Fish Cultivation, Bogor Regency. The problems faced by partners are that the utilization of fish harvests into processed products, especially catfish, has not been maximized, and the partners' ignorance about the diversification of processed catfish products. The purpose of this activity is to assist partners in exploiting the potential of aquaculture products into processed catfish products. Methods of implementing activities include socialization or counseling, training and mentoring. This partner village development activity contributes and benefits partners in the application of appropriate technology and the development of catfish cultivation yields into processed products as an effort to increase the independence and welfare of rural communities.
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SKRINING HIPERURISEMIA PADA MASYARAKAT PANTAI Meti Kusmiati; Meri Meri; Rianti Nurpalah; Hendro Kasmanto
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.715 KB)

Abstract

Abstrak: Hiperurisemia (asam urat dalam darah meningkat) dapat disebabkan salah satunya karena makan makanan yang mengandung tinggi purin seperti seafood. Akibatnya dapat menimbulkan berbagai penyakit seperti hipertensi, diabetes, gangguan jantung serta gagal ginjal. Daerah pantai memiliki matapencaharian sebagai nelayan, yang diasumsikan selalu mengkonsumsi makanan laut sebagai hasil tangkapannya. Desa Sidomulyo merupakan daerah yang dekat dengan pantai. Wilayah ini memiliki POSBINDU yang dapat membina secara terpadu terhadap masyarakat dalam pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM). Sejalan dengan kegiatan pemerintah yaitu pengendalian PTM, maka pengabdian masyarakat ditujukan kepada sasaran masyarakat pantai yang diasumsikan selalu mengkonsumsi makanan laut yang kaya purin sebagai penyebab hiperurisemia, yang akan berdampak terhadap penyakit degeneratif. Kegiatan dilakukan dalam bentuk penyuluhan dan skrining hiperurisemia dengan alat digital. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kadar asam urat dalam darah dan segala hal yang berkaitan dengan hiperurisemia. Sedangkan skrining hiperurisemia bertujuan untuk mengendalikan kejadian penyakit tidak menular. Sasaran yang menjadi mitra adalah 50 orang. Proses monitoring dan evaluasi adalah dengan cara memberikan pretest dan postest serta hasil analisis kejadian hiperurisemia dalam darah berupa hasil persentase. Hasil pengabdian masyarakat adalah meningkatnya pengetahuan masyarakat yaitu 75% menjadi 100%. Hasil skrining hiperurisemia pada laki-laki sebesar 4,5% sedangkan pada perempuan sebesar 22,5%. Hasil skrining kadar asam urat yang normal pada lali-laki adalah 27,3% sedangkan pada perempuan adalah 45,5%. Secara dominan, masyarakat wilayah Desa Sidomulyo Pangandaran tidak mengalami hiperurisemia.Abstract: Eating foods that contain high purines such as seafood can cause hyperuricemia (increased uric acid in the blood). As a result, it can cause various diseases such as hypertension, diabetes, heart problems, and kidney failure. The coastal area has an eye-catching number of fishermen, who are assumed to always consume seafood as a catch. The village of Sidomulya is in an area close to the beach. This area has POSBINDU, which can help people work together to fight Non-Communicable Diseases (PTM).Community service is aimed at coastal communities that are thought to always eat purines-rich seafood as the cause of hyperuricemia, which will have an effect on degenerative diseases. Activities are carried out in the form of counseling and screening for hyperuricemia with digital tools. The goal is to increase public knowledge about uric acid levels in the blood and everything related to hyperuricemia. While hyperuricemia screening aims to control the incidence of non-communicable diseases. The target of being a partner is 50 people. The process of monitoring and evaluation is to provide pretest and posttest and the results of the analysis of hyperuricemia events in the blood in the form of percentage results. The result of community service is an increase in public knowledge that is 75% to 100%. The screening results of hyperuricemia in men were 4.5%, while in women it was 22.5%. The screening results for normal uric acid levels in men were 27.3%, while in women it was 45.5%. Predominantly, the people of Sidomulyo Pangandaran village do not experience hyperuricemia.
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PETANI DESA TANAH WULAN MELALUI PELATIHAN PELUANG EKSPOR KOPI Helda Wika Amini; Rizki Fitria Darmayanti; Dyah Ayu Savitri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.296 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i2.7153

Abstract

Abstrak: Desa Tanah Wulan merupakan salah satu pemasok kopi utama di Bondowoso. Desa ini memiliki potensi sumber daya manusia yang besar dengan mata pencaharian utama sebagai petani. Sebagian besar hasil produksi kopi penduduk masih dijual dalam bentuk buah kopi sehingga hasil penjualan masih belum maksimal. Tingkat ekonomi dan pendidikan di desa ini masih relatif rendah dengan mayoritas keluarga prasejahtera dan penduduk belum tamat Sekolah Dasar. Solusi yang ditawarkan pada kegiatan ini berupa pemberdayaan perempuan melalui produksi kopi rempah instan. Kopi rempah adalah pengolahan biji kopi menjadi bubuk kopi dengan penambahan rempah untuk meningkatkan cita rasa. Rangkaian kegiatan ini dibagi dalam beberapa fokus: community upgrading dan sosialisasi prosedur ekspor, produksi, pemasaran serta inovasi packaging. Selain itu dilakukan pendampingan kelompok salah satunya melalui pelatihan peluang ekspor kopi Desa Tanah Wulan. Adanya pelatihan peluang ekspor kopi Tanah Wulan memberikan wawasan baru serta motivasi bagi perempuan petani di Desa Tanah Wulan untuk bersinergi bersama dan memperoleh kesuksesan bersama-sama.Abstract: Tanah Wulan Village is one of the leading coffee suppliers in Bondowoso. This village has excellent potential for human resources with the main livelihood as farmers. Most of the population's coffee production is still sold in coffee cherries, so the sales are still not maximized. The level of economy and education in this village is still relatively low, with most poor families and residents not completing elementary school. The solution offered in this activity is empowering women through the production of instant spiced coffee. Spice coffee is the processing of coffee beans into coffee powder with spices to enhance the taste. This series of activities is divided into several focuses: community upgrading and socialization of export, production, marketing, and packaging innovation procedures. In addition, group assistance was carried out, one of which was through training on coffee export opportunities in Tanah Wulan Village. Tanah Wulan coffee export opportunities provide new insights and motivation for women farmers in Tanah Wulan Village to work together and achieve mutual success.
PENINGKATAN KETERLIBATAN MASYARAKAT DAN PENGUATAN KAPASITAS TATA KELOLA BADAN USAHA MILIK DESA Shanti Veronica Br Siahaan; Deli Deli; Friska Debi; Helminus Mardi; Novelni Clara
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.518 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i2.6806

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat program matching fund kedaireka tahun 2021 kerjasama Institut Shanti Bhuana dan BUM Desa Panyanggar di Desa Cipta Karya, Bengkayang bertujuan untuk meningkatkan peran masyarakat khususnya ibu PKK dan juga kaum muda desa agar dapat lebih terlibat dalam kegiatan wirausaha mendukung BUM Desa Panyanggar yang mengelola unit usaha wisata dan juga melakukan penguatan kapasitas tata kelola BUM Desa yang dilakukan bersama Kepala Desa, Badan Permusyawaran Desa, Direktur, Sekretaris dan Bendahara BUM Desa Panyanggar dengan mengacu pada Peraturan Pemerintah No 11 Tahun 2021 dan Permendesa No.3 Tahun 2021. Kegiatan dilaksanakan dengan cara melakukan focus group discussion, penyuluhan, pelatihan dan evaluasi kegiatan. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini adalah adanya kegiatan perintisan usaha kuliner yang dilakukan oleh ibu PKK dan kaum muda desa serta peningkatan kemampuan peserta pelatihan dalam membuat laporan keuangan, rencana program kerja, perbaikan peraturan desa dan anggaran rumah tangga BUM Desa yang dapat dilihat melalui dokumen hasil kerja.Abstract : The community service activity of the matching fund kedaireka program in 2021 in collaboration with the Shanti Bhuana Institute and Panyanggar Village-Owned Enterprises (BUM Desa) in Cipta Karya Village, Bengkayang aims to increase the role of the community, especially PKK members and youth so that they can be more involved in business activities to support BUM Desa Panyanggar which manages the tourism business unit and also strengthens the governance of BUM Desa which is carried out with the Village Head, Village Consultative Body, Director, Secretary and Treasurer of BUM Desa Panyanggar with reference to Government Regulation No. 11 of 2021 and Permendesa No. 3 of 2021. Activities carried out by conducting focus group discussions, counseling, simulations and evaluation of activities. The results achieved from this activity are the existence of pioneering culinary business activities as well as increasing the ability of training participants in making financial reports, work program plans, improving village regulations and BUM Desa household budgets through the results document’s work.
IMPROVING TEACHERS’ COMPETENCE THROUGH THE IMPLEMENTATION OF THE 21ST CENTURY COMPETENCIES IN A POST-COVID-19 PANDEMIC Ridwin Purba; Herman Herman; Anita Purba; Ahmad Fakhri Hutauruk; Dumaris E. Silalahi; Julyanthry Julyanthry; Ernest Grace
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.326 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i2.7340

Abstract

Abstrak: Tujuan dari program pengabdian ini adalah untuk menanamkan wawasan dan juga pengetahuan perihal keterampilan yang wajib dimiliki oleh seorang guru di masa setelah pandemi Covid-19. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan melalui metode ceramah dengan menggunakan presentasi powerpoint, tanya jawab dan juga diskusi tentang berbagai permasalahan yang muncul di sekolah. Kegiatan seminar dalam rangka pengabdian kepada masyarakat Kepala sekolah dan guru anggota KN-LWF anggota KN-LWF Pematangsiantar yang berjumlah 63 orang ini hadir dalam seminar yang bertempat di GKPS Jalan Jenderal Sudirman Pematangsiantar pada tanggal 23 November 2021 ini. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini adalah guru menjadi paham dan juga mendapatkan gambaran terhadap apa yang perlu dipersiapkan oleh diri mereka dalam mendapatkan kemampuan keterampilan 4C abad ke 21 melalui diskusi dan juga tanya jawab setelah pemaparan selesai. Dari kegiatan pengabdian tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa guru dalam dunia pendidikan harus memiliki 4C 21st Century Learning Skills dan memberikan dampak yang mendalam bagi generasi penerus bangsa, memungkinkan mereka menghadapi dan mengatasi tantangan kehidupan abad ke-21.Abstract: The purpose of this community service program is to instill insight and knowledge about the skills that a teacher must possess in the post-Covid-19 pandemic. This community service was done through a lecture method using PowerPoint presentations, questions and answers and also discussions on a variety of issues that arise in the school. The seminar activities in the context of community service Pematangsiantar's KN-LWF members' principals and teachers, a total of 63 people, were in attendance at this seminar which was located at GKPS Jalan Jenderal Sudirman Pematangsiantar on November 23, 2021. The result of the implementation of this activity is that teachers understand and also get an idea of what they need to be prepared for in gaining 21st century 4C skills through discussion and also question and answer after the presentation was completed. After completing the community research, the researchers summarized that teachers in the world of education must have the 4C 21st Century Learning Skills and have a profound impact on the nation's next generation, enabling them to face and overcome 21st-century life's challenges.
SOSIALISASI MANAJEMEN PENGELOLAAN PAUD UNTUK MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN Fatma Zuhra; Nurhayati Nurhayati; Novysa Basri; Jasmaniah Jasmaniah; Faizah M. Nur; Aminah Aminah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.469 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i2.7074

Abstract

Abstrak: Salah satu tujuan utama dari PAUD yaitu untuk membentuk karakteristik anak yang berkualitas. Untuk mencapai hal tersebut maka manajemen pengelolaan PAUD untuk meningkatkan mutu pendidikan atau pembelajaran pada anak usia dini menjadi hal yang sangat diperhitungkan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan tujuan memberikan pengetahuan kepada pengelola, tenaga pendidik dan kependidikan di Lembaga PAUD Alfarisyi Cot Aneuk Batee tentang manajemen pengelolaan PAUD yang sesuai dengan standart Nasional Pendidikan (SNP) PAUD. Kegiatan ini dilaksanakan di PAUD Alfarisyi desa Cot Aneuk Batee Kec. Peusangan Siblah Krueng Kabupaten Bireuen, yang diikuti oleh 14 orang peserta yang terdiri dari pengelola PAUD dan orang tua wali peserta didik. Evaluasi dilakukan dengan mengedarkan angket untuk melihat mutu pembelajaran kepada seluruh peserta. Hasil evaluasi diperoleh rata-rata 87,14% yang berarti bahwa manajemen pengelolaan PAUD yang baik dan sesuai Standart Nasional Pendidikan (SNP) PAUD akan meningkatkan mutu pembelajaran terutama di PAUD Alfarisyi Desa Cot Aneuk Batee. Abstract: One of the main goals of PAUD (Early Childhood Education) is to build the good characteristic and quality for children. To achieve this goal, the management of PAUD in improving the quality of education or learning for children at earliest age is very important. The objective of this service community was to provide the knowledge to boards, educators and education staff at PAUD Institute of Alfarisyi, Cot Aneuk Batee regarding PAUD management in accordance with the National Education Standards (NES). This activity was carried out at PAUD Alfarisyi, Cot Aneuk Batee Village, Peusangan Siblah Krueng District, Bireuen Regency. This activity was attended by 14 participants consisting of PAUD managers and parents and guardians of students. Evaluation was carried out by distributing questionnaires to see the quality of learning to all participants. The evaluation results obtained an average of 87.14%, which means that the PAUD management was classified into good category according to the National Education Standards (NES) of PAUD and it will improve the quality of learning, especially at PAUD Alfarisyi, Cot Aneuk Batee Village.Abstrak: Salah satu tujuan utama dari PAUD yaitu untuk membentuk karakteristik anak yang berkualitas. Untuk mencapai hal tersebut maka manajemen pengelolaan PAUD untuk meningkatkan mutu pendidikan atau pembelajaran pada anak usia dini menjadi hal yang sangat diperhitungkan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan tujuan memberikan pengetahuan kepada pengelola, tenaga pendidik dan kependidikan di Lembaga PAUD Alfarisyi Cot Aneuk Batee tentang manajemen pengelolaan PAUD yang sesuai dengan standart Nasional Pendidikan (SNP) PAUD. Kegiatan ini dilaksanakan di PAUD Alfarisyi desa Cot Aneuk Batee Kec. Peusangan Siblah Krueng Kabupaten Bireuen, yang diikuti oleh 14 orang peserta yang terdiri dari pengelola PAUD dan orang tua wali peserta didik. Evaluasi dilakukan dengan mengedarkan angket untuk melihat mutu pembelajaran kepada seluruh peserta. Hasil evaluasi diperoleh rata-rata 87,14% yang berarti bahwa manajemen pengelolaan PAUD yang baik dan sesuai Standart Nasional Pendidikan (SNP) PAUD akan meningkatkan mutu pembelajaran terutama di PAUD Alfarisyi Desa Cot Aneuk Batee. Kata Kunci: Manajemen; Mutu Pembelajaran; Sosialisasi Abstract: One of the main goals of PAUD (Early Childhood Education) is to build the good characteristic and quality for children. To achieve this goal, the management of PAUD in improving the quality of education or learning for children at earliest age is very important. The objective of this service community was to provide the knowledge to boards, educators and education staff at PAUD Institute of Alfarisyi, Cot Aneuk Batee regarding PAUD management in accordance with the National Education Standards (NES). This activity was carried out at PAUD Alfarisyi, Cot Aneuk Batee Village, Peusangan Siblah Krueng District, Bireuen Regency. This activity was attended by 14 participants consisting of PAUD managers and parents and guardians of students. Evaluation was carried out by distributing questionnaires to see the quality of learning to all participants. The evaluation results obtained an average of 87.14%, which means that the PAUD management was classified into good category according to the National Education Standards (NES) of PAUD and it will improve the quality of learning, especially at PAUD Alfarisyi, Cot Aneuk Batee Village. Keywords: Management; Quality of Learning; Socialization. 

Page 79 of 309 | Total Record : 3084