cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,084 Documents
PEMETAAN POTENSI DESA MELALUI BUSINESS MODEL CANVAS UNTUK PENGELOLAAN BUMDES A. Ifayani Haanurat; Asri Jaya; Nurlina Nurlina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1780.517 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i2.7455

Abstract

Abstrak: Permasalahan mitra pada pengabdian ini, yaitu pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) di Kecamatan Toili Kabupaten Banggai belum memiliki konsep pemetaan bisnis dalam menentukan potensi bisnisnya, tujuan program pengabdian ini memberikan pelatihan dan pendampingan pemetaan potensi bisnis dengan menggunakan konsep Business Model Canvas (BMC). Metode yang digunakan berupa workshop dengan memberikan pelatihan dan pendampingan penyusunan BMC untuk menentukan pemetaan potensi bisnis dengan menentukan karakteristik dan value bisnisnya. Mitra pengabdian yaitu kepala desa dan pengurus BUMDes, dengan jumlah peserta sebanyak 14 orang yang merupakan wakil dari 8 desa. Hasil analisis evaluasi peserta menunjukkan 66% peserta mampu menggambarkan potensi desanya masing-masing; keaktifan dalam mengikuti pemaparan materi 94% dan 78% peserta dapat membuat konsep dan memetakan potensi bisnisnya melalui tehnik BMC; 75% peserta telah memahami penggunaan laporan keuangan dalam pengelolaan BUMDes. Artinya, program pelatihan ini dapat memberikan pemahaman yang mendalam dan berarti bagi peserta dalam menggambarkan potensi peluang bisnis, yang terlihat dari adanya prosentase kenaikan dari 8% menjadi 65,6%.Abstract: The obstacles of partners in this service, namely the management of Village Owned Enterprises (Bumdes) in Toili District of Banggai Regency did not have the concept of business mapping in determining its business potential, the purpose of this program provides training and mentoring mapping business potential using the concept of Business Model Canvas (BMC). The method used in the form of workshops by providing training and mentoring on the preparation of BMC to determine the mapping of business potential by determining the characteristics and values of its business. The partners were the village head and BUMDes manager, with14 participants as the representatives of 8 villages. The results of the evaluation analysis of participants showed that 66% of participants were able to describe the potential of their respective villages; the liveliness in following the exposure of material 94% and 78% of participants were able to conceptualize and map its business potential through BMC techniques; 75% of participants understood the use of financial statements in the management of BUMDes. That is, this training program could provide a deep and meaningful understanding for participants in describing the potential of business opportunities, as seen from the increase in initial and posttest-pretest percentage, from 8% to 65,6%
PEMBERDAYAAN PANTI ASUHAN MELALUI E-COMMERCE SEBAGAI MEDIA BISNIS UNTUK MENUNJANG KREATIVITAS DAN KEMANDIRIAN BERWIRAUSAHA Aksal Mursalat; Muh. Irwan; Muhammad Rais Rahmat Razak; Reza Asra
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.973 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i2.7146

Abstract

Abstrak Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu memberikan penyuluhan untuk meningkatkan jiwa wirausaha dan meningkatkan pengetahuan keterampilan penggunaan teknologi informasi e-commerce sebagai sarana untuk menjual produk yang mereka hasilkan secara online. Metode dalam pelaksanaan menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan tahapan rencana yaitu sosialisasi pelaksanaan kegiatan, penyuluhan kewirausahaan, perancangan aplikasi, pelatihan penggunaannya serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa anak panti asuhan Sejati Muhammadiyah telah mendapatkan pengetahuan berwirausaha kedalam beberapa hal yang meliputi tanggungjawab, inovasi, militansi, dan berbagi. Mereka juga mendapatkan pengetahuan kemudahan akses pemasaran melalui aplikasi "Sejati Mart". Dari kegiatan pendampingan tersebut, aspek pengetahuan, keterampilan, dan motivasi mengalami peningkatan nilai secara signifikan. Aspek pengetahuan dari 45,14% menjadi 90,14%, aspek keterampilan dari 33,8% menjadi 80,3%, dan aspek motivasi dari 60,4% menjadi 93,2%. Kenaikan nilai tersebut merupakan bukti bahwa anak panti asuhan sejati muhammadiyah rappang membutuhkan pendampingan teknolog E-commerce yang intensif.Abstract: The purpose of this community service activity is to provide counseling to improve the entrepreneurial spirit and increase knowledge of skills in using e-commerce information technology as a means to sell the products they produce online. The method in implementation uses the Participatory Rural Appraisal (PRA) method with the planning stages, namely socializing the implementation of activities, entrepreneurship counseling, application design, training on its use as well as monitoring and evaluation. The results of this community service activity show that the orphanage children Sejati Muhammadiyah Rappang have gained entrepreneurial knowledge into several things which include responsibility, innovation, militancy, and sharing. They also gain knowledge of easy access to marketing through the "Sejati Mart" application. From these mentoring activities, aspects of knowledge, skills, and motivation experienced a significant increase in value. Knowledge aspects from 45.14% to 90.14%, skills aspects from 33.8% to 80.3%, and motivational aspects from 60.4% to 93.2%. This increase in value is proof that the orphanage children Sejati Muhammadiyah Rappang needs intensive assistance from e-commerce technologists.
PEMANFAATAN PANGAN LOKAL UNTUK MENINGKATKAN OPTIMAL GROWTH SPURT PADA BALITA Juhartini Juhartini; Fadila Fadila; Warda Warda; Nurbaya Nurbaya
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.029 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i2.6780

Abstract

Abstrak: Masa balita merupakan periode growth spurth dimana pertumbuhan dan perkembangan otak pada balita terbentuk secara yang optimal. Masalah gizi pada balita akan menghambat growth spurth. Kekurangan gizi pada masa balita akan dapat menyebabkan gangguan serius bagi perkembangan otak yang mengakibatkan tingkat kecerdasan anak terhambat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu dan ibu balita dalam mengolah bahan pangan lokal dalam pengolahan pangan lokal tersebut untuk memperbaiki status gizi balita. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi dan demonstrasi pembuatan makanan berbasis ikan tuna, sebagai salah satu pangan lokal khas Kota Ternate. Kader lalu melakukan pendampingan pada keluarga balita gizi kurang sebagai salah satu bentuk evaluasi. sebanyak 51,07% balita mengalami penambahan berat badan. Balita yang tidak mengalami penambahan atau penurunan berat badan perlu mendapatkan pendampingan oleh Kelompok Peduli Gizi yang telah dibentuk pada kegiatan ini.Abstract : Under-five children is a period of growth spurt where body growth and brain development are formed optimally. Malnutrition in Under-five children will inhibit the growth spurt. Malnutrition can cause serious disturbances in brain development which results in the child's intelligence level being hampered. This community service activity aimed to increase the knowledge and skills of Posyandu cadres and under-five mothers in processing local food ingredients to improve the nutritional status of children. The method used is lectures, discussions, and demonstrations of making tuna-based food, as one of the local foods of Ternate City. The Posyandu cadres then provide assistance to families of undernourished children under five as a form of evaluation. as much as 51.07% of children under five experienced weight gain. Children who do not experience weight gain or loss need to get assistance from the Nutrition Care Group that has been formed in this activity.
PELATIHAN STRATEGI SOCIAL MEDIA MARKETING MENGGUNAKAN INSTAGRAM DALAM MENINGKATKAN PENJUALAN ONLINE Ana Noor Andriana; Lailatul Hijrah; Diana Aulia Putri; Widya Utami Putri; Silma Fauziah; Cantika Oktamel Darus
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.203 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i2.7336

Abstract

Abstrak: Seiring dengan perubahan perilaku masyarakat yang mengurangi aktivitas bepergian keluar rumah saat pandemi Covid-19 merebak, membuat setiap usaha menerapkan strategi yang bervariasi. Strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan penjualan khususnya online. Permasalahan yang terjadi adalah tidak semua usaha mampu menerapkan strategi social media marketing yang sedang populer dimasa sekarang. Berdasarkan permasalahan tersebut perlu dilakukan pelatihan strategi sosial media marketing agar mampu meningkatkan penjualan secara online. Tujuan dari kegiatan ini adalah tercapainya pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dan meningkatkan wawasan pelaku usaha terkait penerapan strategi sosial media marketing di usaha yang sedang dikelola sehingga mampu berdampak pada peningkatan penjualan online. Metode pelaksanaan kegiatan yaitu sosialisasi secara daring melalui webinar. Jumlah peserta pada kegiatan ini sebanyak 41 yang terdiri dari pelaku usaha. Hasil yang dicapai yaitu sebanyak 75% peserta memahami dan berupaya mengelola media sosial yang dimiliki serta menentukan rencana penerapan sosial media marketing dalam kebutuhan bisnisnya. Abstract: Along with changes in people's behavior which reduces the activity of traveling out of the house during the Covid-19 pandemic, that's making every effort to implement various strategies. This strategy is expected to increase sales, especially online. The problem is that not all businesses can implement social media marketing strategies that are currently popular. Based on these problems, it is necessary to conduct social media marketing strategy training to increase online sales. The purpose of this activity is to achieve the implementation of community service and improve the insight of business actors regarding the implementation of social media marketing strategies in businesses that are being managed so that they can impact increasing online sales. The method of implementing the activity is online socialization through webinars. The number of participants in this activity was 41 consisting of business actors. The results are that 75% of participants understand and try to manage their social media and determine plans for implementing social media marketing in their business needs.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN BANTUAN HIDUP DASAR DAN PENANGGULANGAN KEGAWATDARURATAN PADA KADER KESEHATAN Ahmat Pujianto; Maria Imaculata Ose; Hendy Lesmana; Citra Alpiani; Putri Aulia Rohmadiana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.116 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i2.7054

Abstract

Abstrak: Keterlambatan pemberian pertolongan pertama di fase pre hospital pada korban kegawatdaruratan dapat memperburuk kondisi korban. Pertolongan yang cepat dan tepat pada korban gawat darurat akan mencegah korban dari kematian maupun kecacatan permanen. Kader kesehatan memegang peranan penting terutama sebagai first responder (orang yang pertama kali menemukan korban), sehingga harus memiliki kemampuan melakukan bantuan hidup dasar. Saat ini, hanya ada 1 orang dari total 20 kader kesehatan Kelurahan Juata Permai yang sudah pernah mengikuti pelatihan BHD. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan BHD dan penanggulangan kegawatdaruratan pada kader kesehatan. Kegiatan ini diikuti oleh 20 kader kesehatan. Pelatihan ini terbagi dalam 2 tahap, yaitu penyampaian teori terkait BHD dan penanggulangan kegawatdaruratan dan praktik. Setelah mengikuti kegiatan ini, pengetahuan dan juga keterampilan peserta terkait BHD dan penanggulangan kegawatdaruratan mengalami peningkatan minimal 60%. Hal tersebut terbukti dengan peningkatan nilai post test dan juga setiap peserta mampu mempraktikkan skill resusitasi jantung paru dan pembebasan jalan napas pada korban tersedak baik itu korban dewasa, anak maupun bayi.Abstract: The delay of the first responder to provide first aid in the pre-hospital phase for emergency victims can worsen the victim's condition. Prompt and appropriate help for victims with emergency conditions will prevent victims from death or permanent disability. Health volunteers play an important role, especially as first responders, so that the ability to carry out basic life support must be possessed by health cadres and the wider community. Currently, there is only 1 person out of a total of 20 health volunteers in Juata Permai Village who has attended Basic Life Support (BLS) training. The purpose of this activity is to increase BHD knowledge and skills and to respond to emergencies in health volunteers. This activity was attended by 20 health volunteers. This activity includes 2 stages, including the delivery of the theory/concept of BLS and emergency response using the lecture method, question and answer, and the practice. After participating in this activity, participants' knowledge and skills related to BLS and emergency response increased 60%. This is evidenced by the increase in post-test scores and also that each participant can practice cardiopulmonary resuscitation skills and airway clearance for choking victims, both adult victims, children and infants.
PENDAMPINGAN OPTIMALISASI TANAMAN PANGAN DI LAHAN PEKARANGAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN TAMBAHAN Ninik Sudarwati; Nurul Aini
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1652.736 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i2.7260

Abstract

Abstrak: Zaman sekarang ini kebutuhan ekonomi semakin meningkat. Sehingga ibu-ibu rumah tangga harus benar-benar kreatif, salah satunya mengoptimalisasi lahan pekarangan. Hal tersebut, dapat menghasilkan pendapat tambahan dan dapat mencukupi kebutuhan pangan sehari-hari tanpa mengeluarkan uang. Tujuan pengabdian masyarakat adalah melakukan pendampingan kepada ibu PKK Desa Sengon sebanyak lebih 20 orang, Kabupaten Jombang dengan cara meningkatkan softskill dan hardskill dalam mengoptimalisasi tanaman pangan dilahan pekarangan sebagai upaya peningkatan pendapatan tambahan,. Metode yang dilakukan yaitu sosialisasi, praktek penanaman sayur terbimbing sampai pengawasan. Untuk mengevalusi kegiatan pengabdi menggunakan wawancara dan angket. Hasil pengabdian adalah pemanfaat pekarangan lebih dari 50%, ibu-ibu PKK, rata-rata dapat. menghemat 25% keperluan sayur keluarga, sehingga dengan begitu bisa bisa dialokasikan ke keperluan rumah tangga yang lain. Selain itu, mitra mendapatkan pendapatan tambahan, hasil dari penjualan hasil panen sekitar 75 % dari hasil panen.Abstract: Today's economic needs are increasing. So housewives must be really creative, one of which is optimizing the yard. This can generate additional income and can meet daily food needs without spending money. The purpose of community service is to provide assistance to more than 20 people from PKK Sengon Village, Jombang Regency by increasing soft skills and hard skills in optimizing food crops in the yard as an effort to increase additional income. The methods used are socialization, guided vegetable planting practices to supervision. To evaluate service activities using interviews and questionnaires. The results of the service are that more than 50% of the use of the yard, PKK mothers, on average can. save 25% of the family's vegetable needs, so that it can be allocated to other household needs. In addition, partners get additional income, the result of selling the harvest is about 75% of the harvest.
OPTIMALISASI MITIGASI BAHAYA GEMPA BUMI MELALUI PENYULUHAN RUMAH TAHAN GEMPA DI KELURAHAN REWARANGGA SELATAN PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Yohanes Laka Suku; Mikael Wora; Veronika Miana Radja; Thomas Aquino A. S; Marselinus Y. Nissanson; Silvester M. Siso; Ernesta Arita Ari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1866.147 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i2.6970

Abstract

Abstrak: Permasalahan utama mitra adalah adanya bangunan rumah tinggal yang rentan terhadap bahaya gempa bumi, dan belum adanya pengetahuan yang baik tentang tatacara membangun rumah tahan gempa sesuai standar yang berlaku. Tujuan kegiatan Pengabdian Masyarakat (PkM) ini untuk mencegah bencana akibat gempa melalui peningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat khususnya para tukang bangunan tentang rumah tahan gempa. Mitra kegiatan ini adalah Lurah Kelurahan Rewarangga Selatan dan kelompok sasarannya adalah masyarakat khususnya para tukang bangunan di RT 02 RW 01 Kelurahan Rewarangga Selatan. Peserta pelatihan dan bimbingan teknis berjumlah 30 orang, dan metode yang digunakan adalah penyuluhan dan pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningatan sebesar 16% terhadap kemampuan dan keterampilan peserta yang diperoleh dengan membandingkan hasil test awal dan akhir, sedangkan evaluasi kepuasan mitra terhadap pelaksanaan PkM menunjukkan 80% menyatakan sangat puas, dengan demikian PkM yang dilaksanakan berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang mitigasi bencana gempa melalui bangunan rumah tinggal tahan gempa.Abstract: The partners' main problem is the existence of residential buildings that are vulnerable to earthquake hazards, and the lack of good knowledge about procedures for building earthquake-resistant houses according to applicable standards. The purpose of this Community Service (PkM) activity is to prevent earthquake-induced disasters by increasing the knowledge and skills of the community, especially the builders about earthquake-resistant houses. The partner of this activity is the Head of the South Rewarangga Sub-district and the target group is the community, especially the builders in RT 02 RW 01, South Rewarangga Sub-district. The participants of the training and technical guidance are 30 people, and the method used is counseling and training. The results of the evaluation showed an increase of 16% in the abilities and skills of the participants obtained by comparing the results of the initial and final tests, while the evaluation of partner satisfaction with the implementation of the PkM showed 80% stated that they were very satisfied, thus the PkM implemented succeeded in increasing the knowledge and skills of the community about mitigation. Earthquake disasters through earthquake-resistant residential buildings.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PENGUASAAN TEKNOLOGI MELALUI PENGGUNAAN APLIKASI KAHOOT DAN QUIZIZZ BAGI GURU PADA PROSES EVALUASI PEMBELAJARAN DARING Febblina Daryanes; Diah Anugrah Dipuja; Fitra Suzanti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.193 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i2.6871

Abstract

Abstrak: Selama pembelajaran dalam jaringan guru harus mampu mendesain pembelajaran online yang efektif, efisien, dan inovatif,. Berdasarkan wawancara dengan guru-guru MGMP IPA SMP di Pekanbaru diperoleh informasi bahwa mayoritas guru masih banyak yang kesulitan melakukan evaluasi saat pembelajaran daring. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan teknologi guru dalam penggunaan aplikasi Kahoot dan Quizizz sebagai evaluasi selama pembelajaran daring. Metode dalam kegiatan pengabdian terdiri dari: (1) Persiapan, pada tahap ini dilakukan komunikasi, observasi dan survey awal terhadap permasalahan yang ada dilapangan, (2) Pelaksanaan, tahap ini dilakukan kegiatan pengabdian pada tempat munculnya permasalahan berdasarkan hasil observasi dan komunikasi awal berupa pelatihan pembuatan kuis interaktif menggunakan aplikasi Kahoot dan Quizizz melalui tatap muka dan bimbingan online. (3) Evaluasi, pada tahap ini dilakukan evaluasi dan refleksi terhadap kegiatan pengabdian yang dilakukan. Mitra pada kegiatan ini adalah guru IPA SMP kota Pekanbaru berjumlah 19 orang. Peserta diberikan soal pretest dan posttest untuk melihat ketercapaian konten materi serta diberikan penugasan. Diketahui bahwa rerata nilai pretest peserta pelatihan yaitu 61,58 dan nilai posttest peserta yaitu 91,58. Terlihat adanya peningkatan nilai peserta. Kualitas luaran tugas yang dikumpulkan oleh para peserta juga sudah sangat baik. Dapat disimpulkan bahwa peserta pengabdian sudah dapat membuat kuis interaktif berbasis Kahoot dan Quizizz dan mampu mengaplikasikannya dalam proses pembelajaran.Abstract: During learning in the network, the teacher must be able to design effective, efficient, and innovative online learning. Based on interviews with MGMP science teachers at junior high schools in Pekanbaru, information was obtained that the majority of teachers still had difficulty evaluating online learning. This service activity aims to improve teachers' mastery of technology in using the Kahoot and Quizizz applications as evaluations during online learning. The methods in service activities consist of: (1) Preparation, at this stage communication, observation and initial surveys are carried out on the problems that exist in the field, (2) Implementation, at this stage service activities are carried out at the place where problems arise based on the results of observations and initial communication in the form of training in making interactive quizzes using the Kahoot and Quizizz applications through face-to-face and online tutoring. (3) Evaluation, at this stage evaluation and reflection are carried out on the service activities carried out. Partners in this activity are science teachers at the Pekanbaru City Middle School, totaling 19 people. Participants were given pretest and posttest questions to see the achievement of material content and were given assignments. It is known that the average pretest value of the trainees is 61.58 and the posttest value of the participants is 91.58. Seen an increase in the value of participants. The quality of the output of the tasks collected by the participants was also very good. It can be concluded that the service participants have been able to create interactive quizzes based on Kahoot and Quizizz and are able to apply them in the learning process.
STRATEGI PENGELOLAAN KEUANGAN, TATA KELOLA, DAN AKUNTABILITAS UMKM DI MASA PANDEMI COVID-19 Muhammad Taqi; Rudi Zulfikar; Windu Mulyasari; Tubagus Ismail; Dirvi Surya Abbas; Nela Dharmayanti; Rosedian Andriani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.937 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i2.7167

Abstract

Abstrak: Pentingnya pemahaman mengenai pengelolaan keuangan tata kelola dan akuntanbilitas sebagai pendukung dalam kegiatan usahanya agar dapat terus bertahan dimasa covid-19. Selain itu, pemahaman akan tata kelola dan akuntanbilitas terkait dari kegiatan dengan melibatkan 509 peserta yang mengikuti kegiatan ini, antara lain UKM, souvenir, catering, seafood, fashion, snack, dan jajanan tradisional lainnya, serta anggota masyarakat. Tujuan dari dilakukannya kegiatan terdiri dari tiga hal. Pertama, untuk meningkatkan pemahaman tata kelola pelaku umkm. Kedua, untuk meningkatkan pemahaman pengelolaan keuangan pelaku umkm. Ketiga, untuk meningkatkan pemahaman akuntabilitas bagi pelaku umkm. tahap dalam metode pelaksaan kegiatan ini. Terdiri dari empat tahap. Tahap pertama, adalah Tahap Persiapan. Tahap kedua, adalah tahap pelaksanaan. Tahap ketiga, adalah evaluasi program dan tahap keempat, adalah pelaporan. Agar pelaksanaan tersebut dapat berjalan dengan baik, maka dilakukan dua pendekatan, yakni, sosialisasi dan diskusi. Di masa pandemi COVID-19, konten yang ditawarkan dalam sosialisasi tersebut adalah pengenalan konsep pengelolaan keuangan, tata kelola, dan tanggung jawab UMKM. Berdasarkan hasil kegiatan yang telah dilakukan, Dengan terselenggaranya program ini, tatanan nilai-nilai masyarakat di bidang pendidikan, khususnya di bidang ekonomi, semakin membaik. Hal tersebut dapat diketahui berdasarkan penilaian yang telah dilakukan dilapangan. Pertama, meningkatnya pemahaman tata kelola pelaku umkm sebesar 85%. Kedua, meningkatnya pemahaman pengelolaan keuangan pelaku umkm sebesar 85%. Ketiga, meningkatnya pemahaman akuntabilitas bagi pelaku umkm sebesar 85%.Abstract: Understanding financial management, governance, and responsibility as a supporter in its economic operations is critical to its survival in the Covid-19 era. In addition, 509 participants in this activity, including SMEs, souvenirs, catering, seafood, fashion, snacks, and other traditional foods, as well as community people, gained an awareness of governance and responsibility. The activity's goal consists of three components. First, to have a better grasp of how MSME actors are governed. Second, to increase knowledge of MSME players' financial management. Third, to improve MSME actors' knowledge of accountability. stage in the process of carrying out this action There are four phases. The Preparation Stage is the initial stage. The implementation stage is the second stage. The third stage is program assessment, followed by reporting. To ensure that the adoption went smoothly, two tactics were used: socializing and dialogue. During the COVID-19 epidemic, the socialization curriculum included an introduction to the ideas of financial management, governance, and MSMEs' responsibilities. Based on the outcomes of previous activities, the execution of this program is improving the order of community values in the field of education, particularly in the economic field. This can be determined depending on the evaluation performed in the field. First, 85 percent of MSME actors now have a better knowledge of how to regulate themselves. Second, 85 percent of MSME players now have a better knowledge of financial management. Third, an 85 percent increase in knowledge of accountability for MSME actors.
UTILIZATION OF MANGO LEAVES AS ECO-FRIENDLY HERBAL TEAS TO SUPPORT THE CREATIVE ECONOMY Destiana Destiana; Reine Suci Wulandari; Dian Iswandaru
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.912 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i2.7398

Abstract

Abstrak: Tanaman mangga merupakan tanaman yang mudah ditemukan di masyarakat dan kaya akan manfaat. Daun mangga dapat menjadi obat alternatif penyakit diabetes dan kolesterol, akan tetapi belum sejalan dengan pemanfaatannya. Hal ini diduga karena kurangnya informasi dan pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan daun mangga. Tujuan PKM ini adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan pemanfaatan daun manga dan pengolahannya menjadi teh herbal. Metode pelaksanaan dilakukan dengan cara sosialisasi yaitu dengan cara interaktif tentang potensi mangga, demonstrasi cara pembuatan teh dari daun mangga dan pendampingan pelatihan kepada peserta tentang cara pembuatan teh daun mangga. Hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta tentang potensi, peluang, teknik serta proses pembuatan teh herbal daun mangga, hal ini dibuktikan dengan kemampuan para peserta membuat dan menghasilkan produk teh herbal daun mangga selama kegiatan berlangsung.Abstract: The Mango plant is one of the plants that are found in many communities and rich in benefits.Mango leaves can treat various diseases such as diabetes and cholesterol but have not been in line with their utilization. This is thought to be due to the lack of information and public knowledge about the management of mango leaves. This PKM aims to provide knowledge and skills of mango leaf utilization and its processing into herbal tea. The implementation method is carried out by socialization, namely by interactive ways about the potential of mango, demonstration of how to make tea from mango leaves and training assistance to participants on how to make mango leaf tea. The results of the activity showed an increase in participants' knowledge and skills about the potential, opportunities, techniques and process of making manga leaf herbal tea, this is evidenced by the ability of the participants to make and produce mango leaf herbal tea products during the activity.

Page 78 of 309 | Total Record : 3084