cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Al-I´lam: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
ISSN : 25988883     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Komunikasi dan Dakwah merupakan isu yang saban hari semakin "panas". Komunikasi selalu menjadi panas karena isu-isu besar hari-hari ini muncul karena ulah. Komunikasi baik media, komunikator maupun konten komunikasi itu sendiri. Manakala dakwah merupakan "program agama" yang tidak mungkin lepas dari komunikasi maka tak berlebihan, jika komunikasi dan dakwah ibarat dua sisi mata uang yang berdampingan. Atas alasan inilah, Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Mataram merasa perlu menghadirkan Al-I'lam sebagai media untuk mengkaji dan menganalisa segala tetek bengek yang berkaitan dengan dua isu besar tersebut.
Arjuna Subject : -
Articles 150 Documents
Communication Strategy of North Sumatra Addakwah Institution in Developing Dai and Daiyah Public Speaking Skills Nabila, Frisca; Ritonga, Elfi Yanti
Al-I'lam: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9, No 1 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jail.v9i1.35280

Abstract

Abstrak: Lembaga Addakwah Sumatera Utara merupakan organisasi yang aktif dalam pengelolaan ajaran agama Islam khususnya di desa minoritas Muslim yang ada di Sumatera Utara. Public speaking menjadi fondasi dalam menyampaikan pesan dakwah kepada khalayak agar pesan tersampaikan secara efektif. Melalui penelitian ini, penulis ingin melihat strategi apa yang digunakan oleh Lembaga Addakwah Sumatera Utara dalam mengembangkan kemampuan public speaking kader dai dan daiyah serta efektivitasnya dalam kehidupan sehari-hari. Penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deksriptif yang dimana data hasil penelitian di peroleh dari lapangan dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Melalui metode penelitian tersebut Lembaga Addakwah Sumatera Utara melakukan tiga strategi pokok dalam mengembangkan kemampuan public speaking kader dai dan daiyahnya melalui pembinaan, pengabdian ke desa minoritas Muslim, dan pengembangan diri. Abstract: The North Sumatra Addakwah Institute is an organization that is active in the management of Islamic religious teachings, especially in Muslim minority villages in North Sumatra. Public speaking is the foundation in conveying da'wah messages to the audience so that the message is conveyed effectively. Through this study, the author wants to see what strategies are used by the North Sumatra Addakwah Institute in developing the public speaking skills of dai and daiyah cadres and their effectiveness in daily life. The author uses a qualitative approach with a descriptive method where research data is obtained from the field with data collection techniques through observation and interviews. Through this research method, the North Sumatra Addakwah Institute carries out three main strategies in developing the public speaking skills of its dai and daiyah cadres through coaching, service to Muslim minority villages, and self-development. 
Spiritualist Entrepreneurship in Pesantren Exploring the Potential for Economic Empowerment in Pesantren Communities Mutrofin, Mutrofin; Ni'amah, Luthfi Ulfa; Santoso, Bobby Rachman; Assidiis, Abdur Rohman
Al-I'lam: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9, No 1 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jail.v9i1.35285

Abstract

Abstrak: Artikel ini mengkaji tentang pesantren berbasis entrepreneurship spiritualis. Pesantren merupakan sebuah lembaga tradisional mengalami perkembangan yang sangat signifikan dari masa ke masa. Keberhasilan pesantren ditunjukkan dari eksistensinya yang mampu mengintegrasikan antara nilai-nilai agama dengan nilai-nilai keterampilan kewirausahaan. Di satu sisi, pesantren dengan konsep tafaqquh fi addin, di sisi lain pesantren mampu mengajarkan spirit praktek bisnis. Perpaduan pesantren sebagai pusat pembelajaran agama dan pesantren sebagai wadah inkubasi usaha memiliki potensi untuk meningkatkan dan memberdayakan perekonomian masyakarat di lingkungan pesantren. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi. Penelitian ini menggarisbawahi adanya proses integrasi proses pembelajaran agama dengan pengajaran keterampilan berbisnis yang diajarkan oleh pengasuh pondok pesantren kepada seluruh santrinya. Hal ini memberikan kesempatan dan peluang bagi masyarakat sekitar pesantren untuk memanfaatkan sumber daya lokal yang dimiliki. Selain itu implementasi pesantren berbasis entrepreneurship dapat memperkuat rasa tanggungjawab dengan pendekatan spiritual yang berbasis pada nilai-nilai agama dan etika Abstract: This article examines pesantren based on spiritualist entrepreneurship. Pesantren, as a traditional institution, has undergone significant development over time. The success of pesantren is demonstrated by its ability to integrate religious values with entrepreneurial skills. On one hand, pesantren emphasizes tafaqquh fi ad-din (deep understanding of religion), on the other hand, it instills the spirit of business practice. The combination of pesantren as a center for religious learning and as an entrepreneurial incubation hub has the potential to enhance and empower the local economy within the pesantren community. This research employs a descriptive qualitative method with an ethnographic approach. It highlights the integration process between religious education and business skill development, which is taught by pesantren leader to all santri. This integration provides opportunities for the surrounding community to utilize local resources effectively. Furthermore, the implementation of pesantren based entrepreneurship can strengthen a sense of responsibility through a spiritual approach grounded in religious and ethical values 
The Development Strategy of Islamic Da'wah Communication Through Instagram Social Media in Batu Mekar Village, Lingsar District Sukarta, Sukarta; Madani, Abdul Malik
Al-I'lam: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9, No 1 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jail.v9i1.35494

Abstract

Abstrak: Teknologi dan media sosial telah membawa pengaruh besar dalam pengembangan dakwah Islam. Penelitian ini menguraikan tentang Strategi Pengembangan Komunikasi Dakwah Islam Melalui Media Sosial Instagram di Desa Batu Mekar Kecamatan Lingsar dengan metode penelitian kualitatif. Salah satu platform media sosial yang paling populer adalah Instagram. Hasil penelitian ini menemukan adanya beberapa tantangan yang harus diatasi dalam memanfaatkan media sosial Instagram untuk pengembangan dakwah di Desa Batu Mekar, Kecamatan Lingsar. Dalam jurnal ini, dibahas tentang masalah akses internet dan keterbatasan teknologi, evaluasi konten dakwah, dan analisis pengaruh dan dampak penggunaan media sosial Instagram. Dengan strategi yang tepat, Instagram dapat menjadi alat yang efektif untuk mengembangkan dakwah Islam di Desa Batu Mekar, Kecamatan Lingsar dan seluruh dunia. Abstract: Technology and social media have brought great influence in the development of Islamic da'wah. This research describes the Development Strategy of Islamic Da'wah Communication Through Instagram Social Media in Batu Mekar Village, Lingsar District, using a qualitative research method. One of the most popular social media platforms is Instagram. The results of this study found several challenges that must be overcome in utilizing Instagram social media for the development of da'wah in Batu Mekar Village, Lingsar District. This journal discusses the problem of internet access and technological limitations, evaluation of da'wah content, and an analysis of the influence and impact of using Instagram social media. With the right strategy, Instagram can be an effective tool to develop Islamic da'wah in Batu Mekar Village, Lingsar District, and throughout the world." 
Destroying Hoaxes by Framing the Justice of the Qur’an Farid, Ahmad Salman; Munir, Sirajul
Al-I'lam: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9, No 1 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jail.v9i1.35493

Abstract

Abstrak: Hoaks merupakan tantangan serius di era informasi yang dapat merusak tatanan sosial. Dalam konteks Islam, Al-Qur’an memberikan pedoman tentang keadilan dan kebenaran yang relevan untuk menangkal penyebaran hoaks. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep keadilan dalam Al-Qur’an sebagai kerangka strategis dalam mengatasi fenomena penyebaran hoaks. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan keadilan dan kebenaran. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji literatur dan studi kasus tentang penyebaran hoaks serta penerapan nilai-nilai Qur’ani dalam komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep keadilan dalam Al-Qur’an tidak hanya mencakup keseimbangan dalam menegakkan kebenaran, tetapi juga pencegahan terhadap penyebaran fitnah dan hoaks melalui prinsip tabayyun sebagaimana termaktub dalam QS. Al-Hujurat: 6. Strategi pembingkaian keadilan berbasis nilai-nilai Qur’ani menunjukkan potensi yang signifikan dalam menangkal hoaks melalui pendekatan yang menekankan kejujuran, verifikasi informasi, serta kesejahteraan sosial. Penelitian ini juga mengidentifikasi efektivitas penerapan nilai-nilai tersebut dalam kampanye literasi digital dan komunikasi Islami. Pendekatan yang berlandaskan nilai-nilai keadilan Qur’ani dapat menjadi strategi yang efektif dalam memerangi hoaks. Implementasi kerangka ini tidak hanya meningkatkan literasi informasi masyarakat, tetapi juga memperkuat nilai-nilai moral dan spiritual dalam praktik komunikasi. Abstract: Hoaxes are a serious challenge in the information age that can damage social order. In the context of Islam, the Qur'an provides guidance on justice and truth that are relevant to countering hoaxes. This study aims to explore the concept of justice in the Qur'an as a strategic framework in overcoming the phenomenon of the spread of hoaxes. This study uses a qualitative approach with a content analysis method of the verses of the Qur'an related to justice and truth. In addition, this study reviews literature and case studies on the spread of hoaxes and the application of Qur'anic values in communication. This study found that the concept of justice in the Qur'an not only includes balance in upholding the truth, but also preventing the spread of slander and hoaxes through the principle of “tabayyun” as stated in QS Al- Hujurat: 6. The justice framing strategy based on Qur'anic values shows significant potential in countering hoaxes through an approach that emphasizes honesty, verification of information, and social welfare. The study also identified the effectiveness of implementing these values in digital literacy campaigns and Islamic communication. An approach based on Qur'anic justice values can be an effective strategy to combat hoaxes. The implementation of this framework not only improves public information literacy but also strengthens moral and spiritual values in communication 
Philanthropic Communication Strategy: A Case Study of Sahabat Yatim Dhuafa Community of South Oku Regency, South Sumatera Muthoharoh, Ulfiah; Syaripudin, M Apun; Istiani, Ade Nur
Al-I'lam: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9, No 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jail.v9i2.38945

Abstract

Abstrak: Sahabat Yatim Dhuafa (Sahabat Anak Yatim dan Miskin) bergerak dalam pemberdayaan sosial agama bagi anak yatim piatu dan kurang mampu di Sumatera Selatan. Kesadaran publik yang rendah akan filantropi mendorong perlunya strategi komunikasi yang efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi yang diterapkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan filantropi di Kabupaten Buay Pemaca dan mengkaji dampaknya terhadap perluasan jangkauan manfaat program. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, didukung oleh data sekunder berupa laporan kegiatan dan dokumen kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi berbasis nilai-nilai agama, transparansi dalam pengelolaan dana, dan kedekatan sosial antara administrator dan masyarakat mampu membangun kepercayaan publik dan mendorong partisipasi yang berkelanjutan. Strategi ini memperluas jangkauan penerima manfaat sementara Memperkuat keterlibatan masyarakat dalam kegiatan filantropi. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan studi komunikasi filantropi berbasis masyarakat dan berfungsi sebagai acuan praktis bagi organisasi sosial dalam merancang strategi komunikasi yang adaptif dan efektif. Abstract:Sahabat Yatim Dhuafa is engaged in socio-religious empowerment for orphans and the poor in South Sumatra. The low awareness of philanthropy in the community encourages the need for an effective and sustainable communication strategy. This study aims to analyze the communication strategies applied in increasing community philanthropic awareness in Buay Pemaca District and examine its impact on expanding the range of program benefits. A qualitative descriptive approach is used with data collection techniques through in-depth interviews, observations, and documentation, supported by secondary data in the form of activity reports and policy documents. The results of the study show that communication based on religious values, transparency in fund management, and social closeness between administrators and the community can build public trust and encourage participation in a sustainable manner. The strategy expands the reach of beneficiaries while strengthening community involvement in philanthropic activities. These findings contribute to the development of community-based philanthropic communication studies and become a practical reference for social organizations in designing adaptive and effective communication strategies
Ustadz Khalid Basalamah's Da'wah Communication Strategy in the ‘Curhat Bang’ Podcast: A Persuasive Approach to the Issues of Tawhid and Religious Pluralism Prayitno, Adrian Dwi; Suhadah, Suhadah; Rohmah, Nurliya Ni'matul
Al-I'lam: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9, No 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jail.v9i2.38946

Abstract

Abstrak:  Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi yang digunakan Ustadz Khalid Basalamah (UKB) dalam podcast Curhat Bang, khususnya dalam topik tauhid dan pluralisme agama. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis, penelitian ini mengkaji gaya komunikasi, pola persuasi, dan nilai-nilai yang disampaikan melalui media digital. Temuan utama menunjukkan bahwa UKB memadukan tiga elemen utama: rasionalitas (logos) melalui argumen logis tentang perbedaan agama, kredibilitas (etos) dengan kelembutan dan empati yang menghindari penghakiman dengan tetap menjaga etika Islam, serta aspek emosional dan spiritual untuk membangun kedekatan dengan audiens. Strategi asertifnya tegas namun lembut memungkinkan pesan Da’wah diterima secara luas tanpa menimbulkan penolakan, sehingga menciptakan model "Da’wah Lembut-Rasional" sebagai pendekatan baru dalam Da’wah digital. Kesimpulannya, efektivitas Da’wah di era media baru bergantung pada kemampuan penDa’wah untuk menyesuaikan komunikasinya dengan konteks psikologis dan sosial pendengarnya. Abstract: This study aims to analyze the communication strategies used by Ustadz Khalid Basalamah (UKB) in the Curhat Bang podcast, particularly in the topics of monotheism and religious pluralism. Using a qualitative approach with descriptive-analytical methods, this study examines the communication style, persuasion patterns, and values conveyed through digital media. The main findings show that UKB combines three main elements: rationality (logos) through logical arguments about religious differences, credibility (ethos) with gentleness and empathy that avoids judgment while maintaining Islamic ethics, and emotional and spiritual aspects to build closeness with the audience. Its assertive strategy firm but gentle enables da'wah messages to be widely accepted without causing rejection, creating a “Gentle-Rational Da'wah” model as a new approach in digital da'wah. In conclusion, the effectiveness of da'wah in the new media era depends on the ability of preachers to adapt their communication to the psychological and social context of their listeners
Netizen Responses and Interaction Patterns to Motivational Videos on Youtube Elistiani, Winda; Iskandar, Iskandar; Wahyuddin, Wahyuddin
Al-I'lam: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9, No 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jail.v9i2.38941

Abstract

Abstrak: Perkembangan media sosial telah menjadikan kolom komentar YouTube sebagai ruang penting untuk mengukur respons publik terhadap konten pendidikan dan motivasi. Video Sherly Annavita berjudul “Stop Buang Waktu” menunjukkan tingkat keterlibatan penonton yang tidak hanya reaktif, tetapi juga reflektif dan emosional. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pola interaksi sentimen, toksisitas, dan orientasi makna yang terbentuk dalam diskursus digital melalui respons-respons tersebut. Studi ini bertujuan untuk menganalisis reaksi netizen terhadap konten motivasi di YouTube secara mendalam. Tujuan selanjutnya adalah mengeksplorasi bagaimana netizen menafsirkan pesan manajemen waktu melalui ekspresi linguistik, emosi, dan interaksi di bagian komentar. Selain itu, penelitian ini berusaha mengidentifikasi pola bagaimana netizen menerima pesan motivasi dalam konteks komunikasi digital. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan desain deskriptif-interpretatif. Analisis dilakukan pada 254 komentar, menggunakan Social Network Analysis untuk memetakan hubungan dan analisis teks digital, termasuk word cloud dan emoji, analisis sentimen, analisis toksisitas, dan analisis kesamaan semantik, melalui Communalytic.org. Pendekatan kualitatif ini memungkinkan peneliti untuk mengkontekstualisasikan makna, emosi, dan orientasi resepsi netizen. Hasil menunjukkan bahwa respons netizen didominasi oleh sentimen positif dengan tingkat toksisitas yang sangat rendah. Polanya interaksi menunjukkan keterlibatan netizen yang relatif konsisten, dengan beberapa individu yang lebih aktif berperan sebagai pemicu diskusi. Analisis topik mengungkapkan bahwa pembicaraan netizen berpusat pada apresiasi terhadap pembicara dan refleksi pribadi tentang manajemen waktu. Temuan ini signifikan karena menunjukkan kemampuan konten motivasi untuk menghasilkan resonansi emosional yang kuat di ruang digital. Ketidakhadiran konflik dan ucapan negatif menunjukkan pembentukan ruang komunikasi yang sehat dan konstruktif. Temuan ini dapat dijadikan acuan bagi pembuat konten dan praktisi komunikasi dalam merancang pesan yang resonan dengan netizen. Dari perspektif akademis, penelitian ini memperkaya bidang studi komunikasi digital kualitatif dengan mengintegrasikan analisis jaringan, sentimen, toksisitas, dan topik dalam kerangka interpretatif yang terpadu. Abstract: The development of social media has made YouTube comment sections an important space for gauging public response to educational and motivational content. Sherly Annavita's video titled "Stop Buang Waktu" shows a level of audience engagement that is not only reactive but also reflective and emotional. This study aims to analyze the patterns of interaction, sentiment, toxicity, and meaning orientation formed in digital discourse through these responses. This study aims to deeply analyze netizens' reactions to motivational content on YouTube. The next objective is to explore how netizens interpret time management messages through linguistic expressions, emotions, and interactions in the comment section. Additionally, this research seeks to identify patterns in how netizens receive motivational messages in the context of digital communication. The research method used is qualitative, with a descriptive-interpretative design. Analysis was conducted on 254 comments, using Social Network Analysis to map relationships and digital text analysis, including word clouds and emojis, sentiment analysis, toxicity analysis, and semantic similarity analysis, through Communalytic.org. This qualitative approach allows researchers to contextualize the meaning, emotions, and reception orientation of netizens. The results show that netizens' responses are dominated by positive sentiment with very low levels of toxicity. The interaction patterns show relatively consistent netizen engagement, with some more active individuals acting as discussion triggers. Topic analysis reveals that netizen conversations center on appreciation for the speaker and personal reflection on time management. These findings are significant because they demonstrate the ability of motivational content to generate strong emotional resonance in the digital space. The absence of conflict and negative speech indicates the formation of a healthy and constructive communication space. These findings can serve as a reference for content creators and communication practitioners in designing messages that resonate with the audience. From an academic perspective, this research enriches the field of qualitative digital communication studies by integrating network, sentiment, toxicity, and topic analysis within a unified interpretive framework.
Digital Religious Discourse and Audience Reception: Sentiment and Semantic Analysis of YouTube Comments Aminullah, Aminullah; Qadaruddin, Muhammad; Reynaldi, Reynaldi
Al-I'lam: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9, No 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jail.v9i2.38949

Abstract

Abstrak:  Evolusi pesat media digital, khususnya platform podcast, telah merevolusi cara publik menengahi dan menanggapi wacana agama yang sensitif tentang Tuhan, agama, dan iman. Studi ini mengkaji bagaimana podcast "Curhat Bang Denny Sumargo" memfasilitasi wacana publik tentang moderasi agama dan pemahaman antaragama, secara khusus berfokus pada episode "Tuhan Hanya Satu, Mengapa Agama Berbeda?" yang menampilkan Ustadz Khalid Basalamah. Menggunakan studi kasus kualitatif yang terintegrasi dengan metode ilmu sosial komputasi, penelitian ini menganalisis kumpulan data yang kuat dari 33.290 komentar YouTube menggunakan platform Communalytic.org. Analisis menggunakan algoritma VADER dan TextBlob untuk klasifikasi sentimen, API Perspektif untuk pemetaan toksisitas, dan HDBSCAN untuk pengelompokan kesamaan semantik 3D, dievaluasi melalui lensa teoretis Teori Penerimaan Stuart Hall. Temuan mengungkapkan bahwa penerimaan publik didominasi oleh sentimen netral (51,05% hingga 75,38%) dan positif (22,22% hingga 42,64%), menunjukkan bahwa mayoritas audiens memproses masalah teologis sensitif secara reflektif dan kognitif daripada reaktif. Interaksi publik di bagian komentar ditemukan sangat beradab, ditandai dengan skor toksisitas umum rata-rata yang sangat rendah 0,10086, dengan resistensi oposisi dan komentar beracun tetap terisolasi secara semantik di pinggiran. Pada akhirnya, studi ini menyimpulkan bahwa interaksi audiens sebagian besar selaras dengan posisi Negosiasi Resepsionis, membuktikan bahwa podcast hiburan yang diselenggarakan oleh tokoh publik non-otoritatif dapat secara efektif berfungsi sebagai ruang wacana publik digital inklusif (digital majlis) yang mengurangi polarisasi dan mendorong komunikasi yang beradab    Abstract:  The rapid evolution of digital media, particularly podcast platforms, has revolutionized how the public mediates and responds to sensitive religious discourses concerning God, religion, and faith. This study examines how the "Curhat Bang Denny Sumargo" podcast facilitates public discourse on religious moderation and interfaith understanding, specifically focusing on the episode "God is Only One, Why Are Religions Different?" featuring Ustadz Khalid Basalamah. Employing a qualitative case study integrated with computational social science methods, this research analyzed a robust dataset of 33,290 YouTube comments using the Communalytic.org platform. The analysis utilized VADER and TextBlob algorithms for sentiment classification, Perspective API for toxicity mapping, and HDBSCAN for 3D semantic similarity clustering, evaluated through the theoretical lens of Stuart Hall’s Reception Theory. The findings revealed that public reception was dominated by neutral (51.05% to 75.38%) and positive (22.22% to 42.64%) sentiments, indicating that the majority of audiences process sensitive theological issues reflectively and cognitively rather than reactively. Public interaction in the comment section was found to be highly civilized, marked by a very low average general toxicity score of 0.10086, with oppositional resistance and toxic comments remaining semantically isolated at the periphery. Ultimately, the study concludes that audience interaction predominantly aligns with a Negotiated Reception position, proving that entertainment podcasts hosted by non-authoritative public figures can effectively function as inclusive digital public discourse spaces (digital majlis) that reduce polarization and foster civilized communication.
Philanthropic Da'wah Messages in Digital Media: Content Analysis Study on Rumah Zakat YouTube Videos Abdillah, Muhammad Wildan; Nurfirdaus, Muhammad Naufal; Zuhriyah, Luluk Fikri; Labibah, Singgih Muflihhafiz
Al-I'lam: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9, No 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jail.v9i2.38942

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi dakwah filantropi dalam konten video YouTube Rumah Zakat melalui pendekatan analisis konten kualitatif. Di era digital, media visual memiliki peran signifikan dalam menyampaikan pesan dakwah secara lebih persuasif, terutama melalui narasi visual, audio, dan simbol-simbol yang dikonstruk dalam ruang digital. Penelitian ini mengkaji berbagai elemen konten seperti thumbnail, judul, caption, hashtag, transkrip naratif, serta visual layanan kesehatan dan pembagian sembako dalam video “Ekspedisi Bakti Relawan Hari Pahlawan”. Hasil analisis menunjukkan bahwa Rumah Zakat secara konsisten menampilkan nilai-nilai dakwah bil-hal melalui representasi kepedulian sosial, layanan kesehatan gratis, pemberdayaan pendidikan, mitigasi bencana, hingga kepedulian lingkungan. Setiap elemen visual dan verbal berfungsi membangun citra lembaga sebagai aktor kemanusiaan berbasis Islam yang profesional, empatik, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Selain itu, narasi video memperkuat nilai solidaritas, rahmah, ta’awun, serta semangat kepahlawanan modern. Penelitian ini menegaskan bahwa YouTube menjadi ruang strategis untuk memperluas jangkauan dakwah filantropi melalui penguatan pesan visual dan digital storytelling. Abstract:This study aims to analyze the representation of philanthropic preaching in Rumah Zakat's YouTube video content through a qualitative content analysis approach. In the digital age, visual media plays a significant role in conveying preaching messages more persuasively, especially through visual narratives, audio, and symbols constructed in the digital space. This study examines various content elements such as thumbnails, titles, captions, hashtags, narrative transcripts, as well as visuals of health services and food distribution in the video “Ekspedisi Bakti Relawan Hari Pahlawan” (Heroes' Day Volunteer Expedition). The analysis results show that Rumah Zakat consistently displays the values of dakwah bil-hal through representations of social care, free health services, educational empowerment, disaster mitigation, and environmental awareness. Each visual and verbal element serves to build the institution's image as a professional, empathetic, and responsive Islamic humanitarian actor. Additionally, the video's narrative reinforces the values of solidarity, compassion, cooperation, and the spirit of modern heroism. This study confirms that YouTube is a strategic space for expanding the reach of philanthropic da'wah through the strengthening of visual messages and digital storytelling
Transformation of Conventional Graphic Design in the Era of Artificial Intelligence Saudi, Yusron
Al-I'lam: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9, No 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jail.v9i2.38943

Abstract

Abstrak: Perkembangan pesat kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam lima tahun terakhir telah secara fundamental mengubah cara desainer grafis menciptakan, memproduksi, dan mendistribusikan komunikasi visual. Survei global menunjukkan bahwa 93% desainer web dan grafis kini mengintegrasikan alat AI ke dalam alur kerja mereka, dengan 62% melaporkan pengurangan waktu pengerjaan tugas hingga 20% dan 44% menyatakan bahwa AI mampu mengotomatisasi tugas-tugas yang bersifat repetitif. Platform seperti Adobe Firefly, Midjourney, DALL·E, dan Canva AI telah menjadi bagian integral dari ekosistem desain, dengan mengotomatisasi tugas-tugas teknis seperti retouching, penghapusan latar belakang, pembuatan variasi tata letak, dan sintesis teks menjadi gambar. Bagi desainer yang dilatih dalam praktik konvensional yang berakar pada sketsa manual dan penyempurnaan visual secara bertahap, AI menawarkan peningkatan produktivitas sekaligus menimbulkan kekhawatiran terkait orisinalitas, homogenisasi gaya, serta perubahan kompetensi profesional. Penelitian ini menganalisis bagaimana integrasi AI mentransformasi praktik desain grafis konvensional dengan mengkaji perubahan alur kerja, dampak terhadap kreativitas, serta bentuk-bentuk baru kolaborasi antara manusia dan AI dalam proses desain visual. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara mendalam dengan desainer grafis konvensional yang mengadopsi alat AI, observasi alur kerja, serta analisis dokumen terhadap hasil desain sebelum dan sesudah implementasi AI. Temuan penelitian menunjukkan bahwa AI mempercepat eksplorasi visual hingga 40%, mengurangi beban kerja teknis, dan memungkinkan desainer untuk lebih fokus pada pemikiran konseptual serta pengarahan kreatif; namun demikian, desainer perlu memposisikan diri sebagai co-creator yang mengarahkan, mengkurasi, dan mengontekstualisasikan hasil visual yang dihasilkan melalui kemitraan dengan sistem AI. Abstract: The rapid advancement of artificial intelligence (AI) over the past five years has fundamentally reshaped how graphic designers create, produce, and distribute visual communication. Global surveys indicate that 93% of web and graphic designers now integrate AI tools into their workflows, with 62% reporting up to 20% reduction in task time and 44% stating that AI automates repetitive tasks. Platforms such as Adobe Firefly, Midjourney, DALL·E, and Canva AI have become integral to the design ecosystem, automating technical tasks including retouching, background removal, layout variation generation, and text-to-image synthesis. For designers trained in conventional practices rooted in manual sketching and gradual visual refinement, AI offers productivity gains while raising concerns about originality, stylistic homogenization, and shifts in professional competencies. This study analyzes how AI integration transforms conventional graphic design practices by examining workflow changes, creativity impacts, and emerging forms of human–AI collaboration in visual design processes. A qualitative descriptive approach is adopted through in- depth interviews with conventional graphic designers adopting AI tools, workflow observations, and document analysis of design outputs before and after AI implementation. Findings show that AI accelerates visual exploration by up to 40%, reduces technical workload,andenablesdesignerstofocusonconceptualthinkingand creativedirection;however,designersmustrepositionthemselvesas co-creators who guide, curate, and contextualize visual outcomes generated in partnership with AI systems