cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
telaah.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1, Pagesangan, Kota Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Telaah
ISSN : 24772429     EISSN : 26206226     DOI : 10.31764
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah Telaah adalah wadah publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Mataram. Artikel/karya tulis yang dimuat dalam jurnal ini adalah karya tulis hasil penelitian dan hasil pemikiran (telaah kritis) mengenai pendidikan, bahasa, serta sastra indonesia. Kontributor yang dapat mempublikasikan tulisanya pada jurnal ini adalah para akademisi (dosen dan guru), praktisi, dan pemerhati dibidang pendidikan, bahasa, dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 258 Documents
Analisis Aktivitas Belajar Siswa melalui Media Pembelajaran Monopoli RAGANUSA pada Mata Pelajaran IPAS di Kelas V SD Aulia Rahmadanti, Daffa; Putri Sintiyawati, Ersha; Ardelia Qatrunada, Talitha; Wijayanti, Kurnia; Dwi Aryanti, Ratna; Masfuah, Siti
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 10, No 2: July 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v10i2.32780

Abstract

Low learning activity is still a challenge in learning Natural and Social Sciences (IPAS) in elementary schools, especially on the material of Indonesian cultural diversity. This study aims to analyze the effectiveness of using RAGANUSA monopoly learning media in increasing the learning activities of fifth grade students in IPAS subjects. Monopoly RAGANUSA is a learning media based on a modified monopoly game with the content of the archipelago's cultural diversity to create contextual, fun, and meaningful learning. This research uses descriptive qualitative methods with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The research subjects consisted of teachers and 10 fifth grade students of SD 4 Dersalam. Data analysis used the Miles and Huberman model which includes the stages of data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the RAGANUSA Monopoly media was able to significantly increase students' learning activities, especially in the aspects of interest, active involvement, and positive attitudes towards learning. Validation by material experts, media, and practitioners stated that this media is very feasible to use, both from the aspects of content, concept clarity, visual design, technical, and innovation. The response of teachers and students to the use of the media was also very positive; students showed high enthusiasm, while teachers felt helped in delivering the material in a more interesting and interactive manner.
Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas 6 SDN 13 Ampenan pada Materi Titik Koordinat Menggunakan Media Interaktif Pakartus (Papan Koordinat Kartesius) Ismi, Rosiatul; Raodah, Zahratur; Astuti, Zulfa Tri; Jannah, Miftahul; Assyifa, St Hur’ien; Muhdar, Syafruddin; Yuniartri, Dian; Banun, Sri
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 10, No 2: July 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v10i2.34323

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas VI SDN 13 Ampenan pada materi titik koordinat melalui penerapan media interaktif Pakartus (papan koordinat kartesius). Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 25 siswa kelas VI. Instrumen pengumpulan data berupa tes uraian sebanyak tiga soal, yang diberikan pada akhir setiap siklus. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan terhadap hasil belajar siswa, dengan ketuntasan klasikal meningkat dari 68% pada pra siklus menjadi 100% pada siklus I dan II. Rata-rata nilai siswa juga mengalami peningkatan dari 83,2 pada pra siklus menjadi 96,8 pada siklus I dan 97,6 pada siklus II. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan media interaktif Pakartus secara efektif dapat meningkatkan pemahaman konsep titik koordinat. Hasil ini sejalan dengan teori konstruktivisme dan pembelajaran multimedia yang menekankan pentingnya keterlibatan aktif peserta didik dan penggunaan media visual dalam membangun pemahaman konseptual.Abstract:  This study aims to improve the learning outcomes of sixth-grade students at SDN 13 Ampenan on the topic of coordinate points through the use of an interactive learning medium called Pakartus (Cartesian coordinate board). The method employed is classroom action research (CAR) using a quantitative approach. The subjects of the study were 25 sixth-grade students. Data were collected using three open-ended test items administered at the end of each cycle. The study was conducted in two cycles, each consisting of the stages of planning, action implementation, observation, and reflection. The results indicated a significant improvement in student learning outcomes, with classical completeness increasing from 68% in the pre-cycle to 100% in both the first and second cycles. The students' average scores also increased from 83.2 in the pre-cycle to 96.8 in the first cycle and 97.6 in the second cycle. These findings demonstrate that the use of the interactive Pakartus medium effectively enhances students’ conceptual understanding of coordinate points. The results align with constructivist theory and multimedia learning principles, which emphasize the importance of active student engagement and the use of visual media in building conceptual understanding.
KESANTUNAN BERBAHASA SANTRI DALAM PERGAULAN DI LINGKUNGAN PONDOK PESANTREN AL BAYAN MAKASSAR Supratman, Supratman
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 10, No 2: July 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v10i2.34143

Abstract

Abstrak: Bahasa sebagai alat interaksi sosial untuk menyampaikan ide atau gagasan yang digunakan oleh manusia, tentu harus memperhatikan konsep kesantunan dalam menggunakan bahasa agar penerima informasi (mitra tutur) dapat merespon dengan baik. Konsep kesantunan berbahasa salah satu teori yang mengkajinya adalah kajian pragmatik, khususnya yang berkaitan dengan kosep kesantunan berbahasa daan wujud kesantunan. Maka untuk mengetahui konsep kesantunan berbahasa santri di lingkungan Pondok Pesantren Al Bayan Makassar perlu diteliti. Masalah dalam penelitian ini (1) bagaimana penggunaan maksim kesantunan berbahasa Indonesia santri dalam pergaulan di lingkungan Pondok Pesantren Al Bayan Makassar, (2) bagaimana wujud kesantunan imperatif berbahasa Indonesia santri dalam pergaulan di lingkungan Pondok Pesantren Al Bayan Makassar.Tujuan penelitian ini (1) mengkaji penggunaan maksim kesantunan berbahasa Indonesia santri dalam pergaulan di lingkungan Pondok Pesantren Al Bayan Makassar, (2) mengkaji wujud kesantunan imperatif berbahasa Indonesia santri dalam pergaulan di lingkungan Pondok Pesantren Al Bayan Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data perekaman, mencatat, dan transkripsi.Hasil penelitian menunjukkan bahawa: ada beberapa tuturan santri bertentangan dengan enam macam maksim kesantunan yang dikemukakan oleh Leech yaitu, (1) maksim kebijaksanaan, (2) maksim kedermawanan, (3) maksim penghargaan, (4) maksim kesederhaan, (5) maksim pemufatan atau kecocokan, dan (6) maksim kesimpatisan. Wujud kesantunan imperatif tuturan santri dalam penelitian ini meliputi: (1) imperatif perintah, (2) imperatif suruhan, (3) imperatif permintaan, (4) imperatif desakan, (5) imperatif yang bermakna bujukan, (6) imperatif dengan makna ajakan, (7) imperatif dengan makna larangan, (8) imperatif yang menyatakan makna harapan, (9) tuturan imperatif umpatan, (10) imperatif yang mengandung makna anjuran, dan (11) tuturan imperatif ngelulu. Diharapkan kepada santri agar memperhatikan kesantunan dalam berbahasa agar mencerminkan bahasa yang santun. Kepada peneliti selanjutnya tesis ini bisa dijadikan sebagai referensi tambahan untuk meneliti selanjutnya.Abstract: Language as social interaction tool to convey idea used by human must certainly notice the politeness consept in using language so the recipient of the infromation (intelekutor) could respond well. Language politeness consept is a theory which is exemined in pragmatic, particulary aligned with language politeness concept ang politeness form. Thus, the student language politeness concept in the environment of Pondok Pesantren Al Bayan Makassar needs to be studied. The problems of the research are (1) how is the utilization of Bahasa Indonesia politeness maxims of the student in intercommunication in the environment of Pondok Pesantren Al Bayan Makassar, (2) hoe re the forms of Bahasa Indonesia politeness maxims of the student in the intercommunication in the environment of Pondok Pesantren Al Bayan Makassar. The objektives of the research are to examine (1) the utilization of Bahasa Indonesia politeness maxims of the student in intercommunication in the environment of Pondok Pesantren Al Bayan Makassar, (2) hoe re the forms of Bahasa Indonesia politeness maxims of the student in the intercommunication in the environment of Pondok Pesantren Al Bayan Makassar. The research is qualitative descriptive research. Data were collected by employing recording, note-taking, and transcription techniques.The results of the research reveal that: there are several of the student’ speeches which are contradictid with the six types of politeness maxims as stated by Leech, namely (1) wisdom maxim, (2) generosity maxim, (3) appreciation maxim, (4) simplicity maxim, (5) agreement and suitability maxim, and (6) symphaty maxim. The forms of the students’ imperative politeness speeches in the research cover: (1) order imperative, (2) errand imperative, (3) request imperative, (4) insistence imperative, (5) persuation imperative, (6) solicitation imperative, (7) prohibition imperative, (8) hope imperative, (9) swearing imperatif, (10) suggestion imperatif, and (11) satirize imperative. The student are axepected to notice politeness in the speaking so it can reflec polite language. It is axepected thet the next researchers can use this study as additional reference to conduct further research.
Peran Orang Tua dalam Meningkatkan Literasi Membaca Anak Pada Kelas Rendah di Madsrasah Ibtidaiyah Ainul Yakin NW Punikasih Desa Masmas Lindayana, Lindayana
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 10, No 2: July 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v10i2.34145

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran krusial dan hambatan orangtua dalam meningkatkan literasi membaca anak pada jenjang Madrasah Ibdtidaiyah di kelas rendah. Literasi membaca pada anak merupakan fondasi penting bagi keberhasilan akademik dan perkembangan kognitif anak secara keseluruhan. Orang tua, sebagai pendidik pertama dan utama, memiliki pengaruh signifikan dalam menumbuhkan minat baca pada anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriftif. Subjek penelitian ini adalah orang tua dari siswa Madrasah Ibtidaiyah NW Punikasih sebanyak 10 orang. Pengambilan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil yang ditemukan dalam peneliti adalah, 1) Peran orang tua dalam upaya meningkatkan literasi membaca pada anak yakni orang tua sebagai pendidik, teladan, fasilitator, motivator, dan orang tua sebagai pemberi reward 2) Hambatan yang dialami oleh orang tua yaitu orang tua tidak mempunyai banyak waktu bersama anak, orang tua tidak menyediakan ruang belajar, minimnya sumber bacaan, serta orang tua yang kurang mengetahui metode yang pas dalam membaca untuk anak. Beberapa peran tersebut dapat menjadi faktor untuk meningkatan literasi membaca pada anak, di mana peran orang tua mernjadi salah satu bentuk dukungan yang dibutuhkan oleh seorang seorang anak dalam meningkatkan literasi membaca. Abstract: This study aims to examine the crucial role and obstacles of parents in improving children's reading literacy at the Madrasah Ibtidaiyah level in lower grades. Reading literacy in children is an important foundation for academic success and overall cognitive development of children. Parents, as the first and foremost educators, have a significant influence in fostering reading interest in children. This study uses a descriptive qualitative method. The subjects of this study were parents of 10 students of Madrasah Ibtidaiyah NW Punikasih. Data collection used observation, interview, and documentation techniques. The results found in the researcher are, 1) The role of parents in efforts to improve reading literacy in children, namely parents as educators, role models, facilitators, motivators, and parents as reward givers 2) Obstacles experienced by parents are parents do not have much time with their children, parents do not provide study space, minimal reading resources, and parents who do not know the appropriate method in reading for children. Some of these roles can be factors in increasing reading literacy in children, where the role of parents is one form of support needed by a child in increasing reading literacy.                   
Tindak Tutur Ekspresif Bahasa Indonesia dalam Transaksi Jual-Beli di Pasar Tradisional Kota Mataram Sahril, Muhamad; Mahyuni, Mahyuni; Burhanuddin, Burhanuddin
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 8, No 1: January 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v8i1.34853

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan modus dan fungsi,  tuturan ekspresif penjual dan pembeli dalam peristiwa transaksi jual-beli di pasar tradisional Kota Mataram. Data dikumpulkan menggunakan metode cakap dan simak teknik catat dan rekam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan  modus tuturan penjual terdiri atas modus deklaratif, modus interogatif, dan modus imperatif. Modus interogatif penjual digunakan untuk menanyakan sekaligus mempersilahkan pembeli untuk mencari dan memilih barang yang dibutuhkan. Modus deklaratif penjual digunakan untuk mempertahankan harga (menolak) tawaran pembeli dengan cara menyebutkan sumber dan harga barang. Modus imperatif penjual digunakan untuk membujuk pembeli agar mencoba tiap-tiap barang yang ditawarkan oleh penjual. Modus tuturan pembeli terdiri atas modus deklaratif, interogatif, dan imperatif. Modus deklaratif  digunakan  pembeli  untuk menawar harga barang dengan cara menyampaikan bahwa dirinya merupakan langganan yang sering membeli barangnya. Modus interogatif digunakan pembeli untuk bertanya sekaligus menawar harga, sedangkan modus imperatif digunakan pembeli untuk meminta penjual agar mengurangi harga barang sesuai permintaan pembeli, Adapun fungsi tuturan ekspresif penjual adalah mengucapkan terima kasih, memuji, mengeluh dan marah. Selanjutnya, fungsi tuturan ekspresif pembeli, yaitu mengucapkan terima kasih, memuji, mengeluh, dan mengejek. Abstract:  This research aims to describe the uses of speech modus and the function of the exspressive speech of the seller and buyers in the traditional market in Mataram City. The data collecting is used observation and interview method through the techniques of recording and noting. The results showed that the seller speech mode consists of modes declarative, interrogative, and imperative. Interrogative mode is used to ask the seller as well invite shoppers to browse and select items they need. Seller declarative mode is used to maintain prices (reject) the buyer's bid by way of mentioning the source and price of goods. Seller imperative mood used to persuade buyers to try every item offered by a seller. Furthermore, mode buyer consists of declarative, interrogative, and imperative.  Declarative mode is used  buyers  in  an  attempt to bargain the price of goods in a way to convey that he is a subscription often buy goods sold sellers. Modus interrogative used buyers to ask at once aimed at bargain prices, The imperative mood used buyers who aimed ask the seller to reduce the price of goods according to buyer demand. The function of utterances expressive sellers consist of a function to thank you, praise, complaining and function angry. Furthermore, buyers expressive speech functions, namely the function thanked, praised, and mock complained.
Integrating a Mobile English Learning Application and Reflective Learner Diaries: A Classroom-Based Study of First-Year University Students Herayana, Desi; Hijriati, Sartika
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 11, No 1: January 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v11i1.37503

Abstract

This study, based on learning practices in English classes at a university, aims to describe changes in students' English skills and explore the development of their independent learning abilities through digital application-assisted learning and reflective learner diaries. The study was conducted on first-semester Biology students taking an English course at an Indonesian university using a one-group pretest–post-test design for three months. During the intervention, students routinely used an English learning application as a means of independent learning and wrote daily diaries reflecting on the material and their learning experiences. The research data included English proficiency test results before and after the intervention, as well as student learner diaries. The analysis showed a trend toward improving students' English skills, particularly in vocabulary and grammar. Furthermore, the learner diaries indicated a growing awareness of their learning process and the emergence of independent learning behaviours. Although exploratory in nature, this study demonstrates that combining a learning application and written reflections has the potential to support the development of both English skills and students' independent learning abilities in heterogeneous university classes
Strategi Penerapan Pembelajaran Berbasis Proyek Terhadap Kreatifitas Siswa Sekolah Dasar wiguna, ferdi adrista; Haifaturrahmah, Haifaturrahmah; Mariyati, Yuni
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 11, No 1: January 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v11i1.36383

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan berbagai strategi pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning, atau PjBL) dan pengaruhnya terhadap kreativitas siswa di sekolah dasar melalui pendekatan Tinjauan Pustaka Sistematis (SLR) untuk publikasi literatur yang relevan dalam kurun waktu 2020–2025. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa implementasi PjBL yang konsisten berdampak positif terhadap peningkatan kreativitas siswa. Hal ini terutama berlaku untuk strategi PjBL, yang biasanya mencakup tahapan pemecahan masalah, perencanaan kegiatan, pengumpulan data, serta refleksi dan penyajian hasil, yang semuanya mendorong siswa untuk berpikir kritis, berkolaborasi, dan berinovasi secara mandiri. Keberhasilan strategi ini sangat dipengaruhi oleh kemampuan guru dalam membimbing dan memfasilitasi pembelajaran, menyediakan sarana dan prasarana, serta memelihara sekolah dan komunitas siswa. Namun, penelitian juga mengidentifikasi beberapa kekurangan, termasuk keterbatasan waktu, kurangnya pengalaman guru dengan konsep PjBL, dan kurangnya fasilitas.
STRATEGI GURU DAN DUKUNGAN SEKOLAH DALAM MENGATASI MASALAH KECANDUAN GADGET UNTUK MENINGKATKAN KONSENTRASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Putri, Zulfa Jahiya; Haifaturrahmah, Haifaturrahmah; Fujiaturrahman, Sukron
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 11, No 1: January 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v11i1.35651

Abstract

Perkembangan teknologi digital membawa pengaruh besar terhadap kehidupan siswa sekolah dasar. Penggunaan gadget yang berlebihan menyebabkan penurunan konsentrasi, prestasi akademik, serta perubahan perilaku sosial anak. Artikel ini membahas strategi guru dan dukungan sekolah dalam mengatasi kecanduan gadget demi meningkatkan fokus belajar siswa. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif berbasis studi pustaka, penelitian ini menganalisis fenomena penggunaan gadget, peran guru dalam mengarahkan dan membatasi penggunaannya, serta kebijakan sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang seimbang. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa kecanduan gadget muncul akibat kurangnya pengawasan, kebiasaan digital yang tidak terkontrol, dan minimnya aktivitas alternatif. Guru berperan penting melalui pendekatan edukatif, pembelajaran interaktif, dan penguatan karakter siswa. Sekolah mendukung melalui penyusunan tata tertib, penyediaan kegiatan non-digital, serta kerja sama dengan orang tua. Kesimpulannya, sinergi antara guru dan sekolah menjadi kunci untuk mengurangi kecanduan gadget dan meningkatkan konsentrasi belajar siswa sekolah dasar.
PERSEPSI SISWA TERHADAP PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN AKTIF Suriandani, Suriandani; Haifaturrahmah, Haifaturrahmah; Fujiaturrahman, Sukron
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 11, No 1: January 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v11i1.35726

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa sekolah dasar terhadap penggunaan metode pembelajaran aktif di kelas. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik survei. Subjek penelitian adalah 40 siswa kelas V SD yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen penelitian berupa angket persepsi yang disusun berdasarkan indikator keterlibatan siswa, motivasi belajar, dan respon terhadap aktivitas pembelajaran aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki persepsi positif terhadap pembelajaran aktif. Sebanyak 75% siswa merasa lebih terlibat dalam kegiatan belajar, 80% siswa mengaku lebih termotivasi, dan 70% siswa memberikan respon positif terhadap variasi aktivitas pembelajaran. Meski demikian, sebagian kecil siswa masih merasa canggung atau lebih nyaman dengan metode konvensional. Kesimpulannya, metode pembelajaran aktif berpotensi meningkatkan keterlibatan, motivasi, dan respon positif siswa SD, meskipun penerapannya perlu disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik.
Analisis Pembelajaran Problem Based Learning Pada Siswa Sekolah Dasar Dalam Penerapan Kurikulum Merdeka Endang, Sri; Haifaturrahmah, Haifaturrahmah; Fujiaturrahman, Sukron
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 11, No 1: January 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v11i1.35659

Abstract

Hasil dari studi ini mengungkapkan empat penemuan kunci yang mencerminkan hubungan yang kuat antara penerapan Problem Based Learning (PBL) dan keberhasilan penerapan Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. (1) PBL terbukti berhasil dalam meningkatkan keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, kreatif, berkolaborasi, dan melakukan refleksi, yang selaras dengan prinsip Merdeka Belajar yang menjadikan siswa sebagai pusat dari proses belajar. (2) PBL berkontribusi signifikan dalam menanamkan nilai-nilai karakter yang terdapat dalam Profil Pelajar Pancasila, termasuk kemandirian, kerja sama, berpikir kritis, dan berakhlak mulia, melalui kegiatan belajar yang berbasis masalah dan relevan serta reflektif. (3) Studi ini juga menemukan berbagai tantangan dalam pelaksanaan PBL, seperti keterbatasan pemahaman guru tentang filosofi Kurikulum Merdeka, kesulitan dalam merancang modul pembelajaran berbasis masalah, kekurangan fasilitas pendukung, serta rendahnya pelatihan profesional yang berkelanjutan. (4) sebagai langkah strategis, riset ini merekomendasikan pentingnya pelatihan intensif bagi para guru, dukungan kebijakan yang fleksibel dari pihak sekolah dan pemerintah, serta penguatan sumber belajar digital dan panduan implementasi agar PBL dapat dilaksanakan secara maksimal sebagai metode pembelajaran utama untuk mencapai tujuan Kurikulum Merdeka di tingkat sekolah dasar.