cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
telaah.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1, Pagesangan, Kota Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Telaah
ISSN : 24772429     EISSN : 26206226     DOI : 10.31764
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah Telaah adalah wadah publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Mataram. Artikel/karya tulis yang dimuat dalam jurnal ini adalah karya tulis hasil penelitian dan hasil pemikiran (telaah kritis) mengenai pendidikan, bahasa, serta sastra indonesia. Kontributor yang dapat mempublikasikan tulisanya pada jurnal ini adalah para akademisi (dosen dan guru), praktisi, dan pemerhati dibidang pendidikan, bahasa, dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 258 Documents
WUJUD DAN FUNGSI TINDAK TUTUR DIREKTIF DI KALANGAN JAMAAH TABLIG DALAM BERDAKWAH habiburrahman Habiburrahman; Rudi Arrahman; Siti Lamusiah
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 6, No 1: Januari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v6i1.3870

Abstract

Abstrak: Teori tindak tutur dikembangkan dari keyakinan dasar bahwa bahasa digunakan untuk melakukan tindakan. Jadi, faham fundamentalnya berfokus pada bagaimana makna dan tindakan dihubungkan dengan bahasa. Jika kegiatan bertutur dianggap sebagai tindakan, berarti setiap kegiatan bertutur atau menggunakan tuturan terjadi tindak tutur. Hakikat tindak tutur itu adalah tindakan yang dinyatakan dengan makna atau fungsi (maksud dan tujuan) yang melekat pada tuturan. Tindak tutur merupakan unit terkecil aktivitas bertutur (percakapan atau wacana) yang terjadi dalam interaksi sosial. Tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk mendeskripsikan dan menjelaskan fungsi tindak tutur direktif di kalangan jamaah tablig dalam berdakwah; 2) untuk mendeskripsikan dan menjelaskan strategi kesantunan tindak tutur direktif di kalangan jamaah tablig dalam berdakwah. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat dideskripsikan fungsi tindak tutur direktif di kalangan Jamaah Tablig dalam berdakwah menjadi 9, yaitu: (1) fungsi tindak tutur direktif untuk menyatakan ajakan, (2) suruhan, (3) peringatan, (4) seruan, (5) imbauan, (6) persilaan, (7) anjuran, (8) harapan, dan (9) larangan.Abstract: Speech act theory is developed from the basic belief that language is used to perform actions. So, its fundamentalism focuses on how meaning and action are related to language. If the speaking activity is considered an action, it means that every speaking activity or using speech occurs a speech act. The essence of said speech act is an action which is expressed by the meaning or function (purpose and objective) attached to the speech. Speech act is the smallest unit of speech activity (conversation or discourse) that occurs in social interactions. The objectives of this study were: 1) to describe and explain the function of directive speech acts among the tablig congregation in preaching; 2) to describe and explain the strategy of directive speech act politeness among the tablig congregation in preaching. In this study, researchers used qualitative research methods. Based on the research results, it can be described that the function of directive speech acts among Jamaah Tablig in preaching into 9, namely: (1) the function of directive speech acts to express invitations, (2) orders, (3) warnings, (4) calls, (5) appeals , (6) morality, (7) suggestions, (8) hopes, and (9) prohibitions.
Pembelajaran Bahasa Indonesia Siswa di SMA Labschool Jakarta Masrin Masrin
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 5, No 2: Juli 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v5i2.2630

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman mendalam tentang kurikulum, tujuan, materi, strategi, pendekatan, media, dan evaluasi pembelajaran bahasa Indonesia di SMA Labschool Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Creswell, yaitu: mengatur, membaca, mendeskripsikan, mengklasifikasi, menginterpretasi, dan menarasikan data.Hasil penelitian menunjukkan: (a) kurikulum, yaitu menggunakan kurikulum tahun 2013; (b) tujuan, yaitu untuk membentuk karakter, pengetahuan, keterampilan dan sikap bahasa; (c) materi, yaitu materi berbasis teks yang menekankan pada aspek pengalaman, pengetahuan, keterampilan dan sikap bahasa; (d) Strategi dan Pendekatan yaitu pembelajaran berpusat pada siswa (Student Centered) dengan pendekatan saintifik dan komunikatif; (d) Media yaitu papa tulis, laptop, dan Liquid Crystal Display; dan (e) Evaluasi, yaitumengukur keseluruhan kegiatan pembelajaran yang mencakup proses dan hasil belajar. Abstract: This study aims to gain an in-depth understanding of the curriculum, goals, materials, strategies, approaches, media, and evaluation of Indonesian language learning at SMA Labschool Jakarta. This research uses a qualitative approach with a phenomenological method. Data collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis using Creswell's model, namely: organizing, reading, describing, classifying, interpreting, and narrating data. The results showed: (a) the curriculum, which used the 2013 curriculum; (b) the purpose, which is to shape character, knowledge, skills and language attitudes; (c) material, namely text-based material that emphasizes aspects of experience, knowledge, skills and language attitudes; (d) Strategy and Approach that is student centered learning with a scientific and communicative approach; (d) Media, i.e. paperback, laptop, and Liquid Crystal Display; and (e) Evaluation, which measures overall learning activities that cover the learning process and outcomes.
KOMBINASI PEMBELAJARAN MEDIA DARING DENGAN STRATEGI HOME VISIT PADA MASA PANDEMI COVID-19 PADA SEKOLAH DASAR NEGERI 1 BATU LAYAR Sukran Makmun
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 6, No 1: Januari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v6i1.3351

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk dapat memberikan alternatif atau solusi dalam strategi mengajar pada masa Belajar Dari Rumah (BDR) atau istilah lain Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) dengan memanfaatkan media teknologi (Daring) di masa pandemi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penelitian ini menjelaskan tentang pendekatan yang dilakukan pada saat melakukan kegiatan pembelajaran dengan melihat, sikap, prilaku, dan kognitif selama proses kegiatan belajar mengajar. Sasaran penelitian ini adalah siswa Sekolah Dasar Negeri 1 Batu Layar Kecamatan Batu Layar. Sedangkan, hasil dari penelitian ini adalah dengan mengombinasikan model pembelajaran Daring dengan strategi Home Visit dapat dilihat dari penjabaran pada pembahasan, yaitu terdapat sebanyak 80 % menyatakan bahwa pembelajaran menggunakan media daring sebagai media penyampaian informasi pembelajaran belum dapat memenuhi kebutuhan belajar siswa. Adapun sisanya 20 % menyatakan bahwa dapat memenuhi kebutuhan belajar. Adapun model pembelaran yang dilakukan dengan home visit ini adalah dengan cara mengunjungi rumah siswa secara bergiliran sesuai kelompok. Sedangkan, jadwal dan waktu pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan cara membagi hari dan waktu pelaksanaan. Dalam 1 hari proses pembelajaran dilakukan untuk 1 kelompok dengan durasi waktu 25-30 menit. Dengan demikian, dengan strategi home visit dapat memenuhi kebutuhan siswa dalam melakukan pembelajaran. Walaupun tidak secara maksimal alokasi waktu pertemuan yang dilakukan, dikarenakan oleh pertemuan tatap muka dilakukan dengan cara bergiliran atau perkelompok belajar.  Abstract:  This study aims to be able to provide alternatives or solutions in teaching strategies during the Learning From Home (LFH) or other term Distance Education (DE) by utilizing technological media (online) during the pandemic. This research was conducted using descriptive qualitative methods. This study describes the approach taken when carrying out learning activities by seeing, attitudes, behaviors, and cognitive during the teaching and learning process. The target of this research is students of SD Negeri 1 Batu Layar, Batu Layar District. Meanwhile, the results of this study are that by combining the Online learning model with the Home Visit strategy, it can be seen from the explanation in the discussion, namely that 80% stated that learning using online media as a medium for delivering learning information has not been able to meet student learning needs. The remaining 20% stated that they can meet learning needs. The learning model carried out by home visit is by visiting students' homes in turns according to groups. Meanwhile, the schedule and time of learning is carried out by dividing the days and times of implementation. Within one day the learning process was carried out for one group with a duration of 25-30 minutes. Thus, the home visit strategy can meet the needs of students in learning. Although the time allocation for the meetings was not maximally carried out, it was because face-to-face meetings were held by taking turns or study groups.
Transaksi yang Mengandung Unsur Riba, Maysir, dan Gharar dalam Kajian Tindak Tutur habiburrahman Habiburrahman; Rudi Arahman; Siti Lamusiah; Supratman Supratman
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 5, No 2: Juli 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v5i2.2608

Abstract

Abstrak: Hakikat tindak tutur itu adalah tindakan yang dinyatakan dengan makna atau fungsi (maksud dan tujuan) yang melekat pada tuturan. Beberapa permasalahan yang ditemukan dalam peristiwa tindak tutur yang mengandung unsur riba, maysir dan gharar menjadi obyek penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur yang mengandung unsur riba, maysir, dan gharar dalam syariat Islam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini sebagai berikut: (1) persiapan pengumpulan data, (2) teknik observasi, dan (3) teknik wawancara. Analisis data kualitatif dalam penelitian ini terdiri atas tiga alur kegiatan yang terjadi secara simultan, yaitu kegiatan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data atau menarik simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bentuk tindak tutur yang mengandung unsur riba, maysir, dan gharar dalam syariat Islam menggunakan dua bentuk, yaitu 1) strategi langsung dan strategi tidak langsung. Kedua strategi tindak tutur tersebut melekat pada tujuh bentuk tindak tutur dalam akad transaksi yang mengandung unsur riba, maysir, dan gharar dalam syariat Islam, yaitu 1) akad transaksi yang mengandung unsur riba fadl, 2) akad transaksi yang mengandung riba nasî’ah, 3) akad transaksi yang mengandung maysir dalam bentuk permainan, 4) akad transaksi yang mengandung maysir dalam bentuk taruhan, 5) akad transaksi yang mengandung gharar dalam bentuk jual beli ma’dum, 6) akad transaksi yang mengandung gharar dalam bentuk jual beli barang majhul, 7) akad transaksi yang mengandung gharar dalam bentuk jual beli barang yang tidak dapat diserahterimakan. Katujuh bentuk akad transaksi tersebut mengandung peristiwa tindak tutur sebagai media komunikasi. Dengan demikin, strategi tindak tutur yang digunkan tidak terlepas dari strategi langsung dan strategi tidak langsung. Hal ini disebabkan karena transasksi yang menimbulkan permasalahan riba, maysir, dan gharar tidak terlepas dari aspek bahasa yang digunakan dalam bertransaksi yaitu dalam kajian tindak tutur.Abstract: The fact of the Act is an act expressed by meaning or function (purpose and purpose) inherent to speech. Some of the problems found in the event of a follow-up that contain the element riba, Maysir and Gharar become the object of this research. The purpose of this research is to describe the form of action that contains elements riba, Maysir, and Gharar in Islamic sharia. This research uses qualitative descriptive research methods. The collection of data in this study is as follows: (1) Preparation of data collection, (2) Observation techniques, and (3) interview techniques. Qualitative data analysis In this study consists of three simultaneous flows of activities, i.e. data reduction activities, data presentation, and data verification or attracting sympulsion. The results of the study showed a form of action that contains elements riba, Maysir, and Gharar in Islamic sharia using two forms, namely 1) direct strategy and indirect strategy. Both these follow-up strategies are attached to seven forms of action in transactions that contain elements of Riba, Maysir, and Gharar in Islamic Shari'a, ie 1) transactions Akad containing riba Fadl element, 2) transaction contract containing RIBA Nasî'ah, 3) contract agreement containing Maysir in the form of games, 4) contract transactions containing Maysir in the form of bets, 5) transaction Akad containing Gharar in the form of buying and selling Ma'dum , 6) transaction contract containing Gharar in the form of buying and selling goods Majhul, 7) transaction agreement containing Gharar in the form of buying and selling goods that can not be handed over. The form of the transaction agreement contains a follow-up event as a communication medium. With Demikin, the speech strategy used is not detached from the direct strategy and indirect strategy. This is due to the transasction that raises the problem of Riba, Maysir, and Gharar not regardless of the aspect of the language used in the transaction that is in the study of the follow-up.
Buku Teks Bahasa Indonesia SMP Kelas VIII (Sebuah Kajian Kualitas) titin untari; Nurmiwati Nurmiwati
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 6, No 1: Januari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v6i1.3867

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas buku teks yang diterbitkan oleh pemerintah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, untuk mengetahui kualitas isi, kualitas bahasa, kualitas penyajian dan kualitas rancangan buku. Hasil dari penelitian   ini menyatakan bahwa, buku teks pemerintah masih ada yang tidak menggunakan syarat yang telah disebutkan dalam syarat buku teks. Pada buku teks Bahasa Indonesia Kelas VIII SMP/MTsKurikulum 2013 edisi revisi 2017 dilihat dari kualitas isi dengan kategori kesesuain isi dengan KI dan KD persentase 100% skor 3, keaktualan materi  persentase 100% skor 3, keakuratan materi persentase 70% skor 2. Kualitas bahasa dengan kategori ketepatan penggunaan ejaan 66,7% skor 2, kesesuaian perkembangan peserta didik persentase 100% skor 3, kelugasan 100% skor 3. Kualitas penyajian kategori pembangkit motivasi belajar siswa persentase 100% skor 3,ada tidaknya soal latihan pada setiap bab persentase 100% skor 3, glosarium indeks persentase 100% skor 3. Kualitas rancangan buku kategori ukuran buku persentase 100% skor 3, ukuran, jenis dan format persentase 100% skor 3, dan penggunaan ilustrasi persentase 94,11% skor 3. Secara keseluruhan nilai untuk buku teks pemerintah skor 34. Abstract: This study aims to determine the quality of textbooks published by the government. This study used a qualitative descriptive method, to determine the quality of the content, the quality of the language, the quality of the presentation and the quality of the book design. The results of this study state that there are still government textbooks that do not use the conditions mentioned in the textbook requirements. In the Indonesian language textbook Class VIII SMP / MTs Curriculum 2013 revised edition 2017 seen from the quality of the content with the category of content conformity with KI and KD percentage 100% score 3, quality material percentage 100% score 3, accuracy of material percentage 70% score 2. Language quality with the category of accuracy in using spelling 66.7% score 2, the suitability of student development percentage 100% score 3, straightforwardness 100% score 3.The quality of presentation in the category of generating student learning motivation percentage 100% score 3, whether or not there are practice questions in each chapter percentage 100 % score 3, glossary index percentage 100% score 3. Quality of book design category book size percentage 100% score 3, size, type and format percentage 100% score 3, and use of illustration percentage 94.11% score 3. Overall score for government textbooks score 34.
Relasi Semantik Sinonimi Bahasa Sasak di Desa Aikmel Kabupaten Lombok Timur Hilmiyatun Hilmiyatun
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 5, No 2: Juli 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v5i2.2650

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang jenis relasi semantik sinonimi bahasa Sasak di Desa Aikmel. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yaitu menjelaskan, menguraikan, menganalisis, dan menginterpretasikan data yang berupajenis relasi semantik sinonimi. Data yang ditampilkan dalam penelitian ini adalah contoh jenis kata sinonimi masyarakat Aikmel yang dikumpulkan dengan metode wawancara denganteknik catat dan introspeksi. Data yang sudah terkumpulkan, dianalisis dengan menggunakan metode padanintralingual dan metode padanekstralingual. Setelah dianalisis, data-data yang bersinonimi tersebut disajikan dalam bentuk formal dan informal. Kata tersebut kemudian dikelompokkan berdasarkan jenis melekatinya menjadi sebuah data yang siap dianalisis. Selanjutnya, data-data tersebut dilekatkan pada konteks kalimat, kemudian dikelompokkan dan diartikan ke dalam bahasa Indonesia. Adapun metode analisis yang digunakan adalah metode padan intralingual dan metode padan ekstralingual. Hasil analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara formal dan informal.Berdasarkan hasil analisis data, penelitian ini dapat disimpulkan bahwa jenis-jenis relasi semantik sinonimi dalam bahasa Sasak di Desa Aikmel ada empat bagian yaitu: 1) Perangkat sinonimi yang pemakaiannya bergantung pada waktu, 2) Perangkat sinonimi yang salah satu lebih memiliki nilai rasa dari yang lain, 3) Perangkat sinonimi yang pemakaiannya terbatas pada kata-kata tertentu, 4) Perangkat sinonimi yang salah satu lebih umum maknanya dari yang lain. Abstract:This study aims to describe the types of semantic relations in Sasak synonymy in Aikmel Village. This type of research is descriptive qualitative, which explains, describes, analyzes, and interprets data in the form of synonym semantic relations. The data presented in this study is an example of Aikmel's community synonymy type collected by interview method with note taking and introspection techniques. Data that has been collected is analyzed using the intralingual equivalent method and the extralingual equivalent method. After being analyzed, the synonymized data is presented in formal and informal forms. The word is then grouped by type of attachment into a data that is ready to be analyzed. Furthermore, the data is attached to the context of the sentence, then grouped and interpreted into Indonesian. The analytical method used is the intralingual equivalent method and the extralingual equivalent method. The results of data analysis in this study were carried out in formal and informal ways. Based on the results of data analysis, this research can be concluded that the types of synonymic semantic relations in the Sasak language in Aikmel Village there are four parts, namely: 1) Synonymy devices whose use depends on time, 2) Synonymy devices, one of which has more sense value than others, 3) Synonymy devices whose use is limited to certain words, 4) Synonymy devices that have one more general meaning than the other.
Analisis Perbandingan Penggunaan Kalimat Majemuk pada Pemberitaan Covid-19 dalam Media Online Kompas.Com dan Liputan6.Com Nina, Nina; Dewi, Risma; Sunengsih, Kanah; Alpiah, Siti; Kholisoh, Siti
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 6, No 2: Juli 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v6i2.5312

Abstract

Abstrak: Peranan jurnalistik dalam penyampaian informasi mengenai Covid-19 kepada masyakarat diliput di berbagai media massa, media elektronik, termasuk media online. Setiap media online memiliki ciri khas masing-masing, peneliti ingin mengetahui gaya bahasa media online dari sudut pandang kalimat majemuk. Kalimat majemuk ialah kajian sintaksis dari sebuah kalimat yang terdiri dari beberapa klausa. Kalimat majemuk terbagi kedalam beberapa bagian, diantaranya : (1) Kalimat majemuk setara, (2) Kalimat majemuk rapatan, (3) Kalimat majemuk bertingkat, (4) Kalimat majemuk perluasan, dan (5) Kalimat majemuk campuran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gaya bahasa media online pada pemberitaan Covid-19  dengan cara membandingkan sudut pandang kalimat majemuk dari media online Kompas.com dengan media online Liputan6.com. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif.Sumber data adalah berita Covid-19 di media online Kompas.com dan Liputan6.com. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dengan teknik simak bebas libat cakap. Data dianalisis dengan reduksi data, dilanjutkan dengan penyajian data dan verifikasi. Dari hasil penelitian pada pemberitaan media online Kompas.com dengan Liputan6.com diketahui kajian sintaksis dapat ditemukan dalam kalimat majemuk setara yang lebih mendominasi yaitu pada media online Kompas.com sebanyak 4 kalimat, sedangkan dalam kalimat majemuk bertingkat yang lebih mendominasi yaitu pada media online Liputan6.com sebanyak 7 kalimat.Abstract: The role of journalism in delivering information about Covid-19 to the public is covered in various mass media, electronic media, including online media. Each online media has their own characteristics, the researcher wants to see the language style of online media from the point of view of compound sentences. Compound sentence is a syntactic study of a sentence consisting of several clauses. Compound sentences are divided into several parts, including: (1) compound sentences are equivalent, (2) compound sentences, (3) compound sentences with levels, (4) compound sentences for expansion, and (5) mixed compound sentences. The purpose of this study was to see the language style of online media on Covid-19 reporting by comparing the multiple viewpoints of the online media Kompas.com with the online media Liputan6.com. This research uses descriptive qualitative method. The source of the data is Covid-19 news on online media Kompas.com and Liputan6.com. The data was collected by observation with the technique of listening to the free to speak competently. Data were analyzed by data reduction, analyzed by data presentation and levers. From the results of research on online media coverage of Kompas.com with Liputan6.com, it is known that syntactic studies can be found in equivalent compound sentences which are more dominant, namely in online media Kompas.com as many as 4 sentences, while in multilevel compound sentences that are more dominant, namely in the online media Liputan6. .com in 7 sentences.
Penggunaan Taci dalam Meningkatkan Kemampuan Menyimpulkan Teks Bacaan Siswa Kelas VI SD Negeri 6 Mataram Aminah, Siti
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 6, No 2: Juli 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v6i2.5353

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperbaiki tingkat kemampuan siswa dalam menyimpulkan isi teks bacaan siswa kelas VI SDN 6 Mataram. Peneliti menerapkan metode pembelajaran yaitu penggunaan taci (kata kunci) dalam menyimpulkan isi teks bacaan. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu (1) metode observasi, (2) metode dokumentasi, dan (3) metode tugas. Sementara itu analisis data menggunakan PAP yang menganggap bahwa kemampuan individu adalah sama. Berdasarkan hasil analisis data  dapat disimpulkan bahwa  dalam pelaksanaan prasiklus diperoleh aspek kemampuan tinggi sebanyak 20 orang atau 58,82%, kemampuan sedang sebanyak 14 orang atau 41,17% dan yang berkemampuan rendah atau 0%. Secara kelompok (IPK) termasuk normal dengan nilai  65,00.  Sementara  itu,  dalam  pelaksanaan  siklus  I diperoleh  kemampuan tinggi sebanyak 27 orang atau 79,41%, kemampuan sedang 7 orang atau 20,58% dan yang berkemampuan rendah tidak ada atau 0%. Secara kelompok (IPK) termasuk  tinggi  dengan  nilai  76,00.  Siklus  II  diperoleh  kemampuan  tinggi sebanyak 33 orang atau 97,05%, kemampuan sedang 1 orang atau 2,94%, dan kemampuan rendah atau 0%. Secara kelompok (IPK) termasuk sangat tinggi dengan nilai 95,00. Berdasarkan data tersebut, pembelajaran menggunakan taci menunjukkan hasil peningkatan yang optimal dari prasiklus, siklus I ke siklus II. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata siswa prasiklus 65,00 menjadi 76,00, dan dari siklus I ke seklus II 76,00 menjadi 97,05 peningkatannya sebesar 21,05. Dengan peningkatan tersebut dapat dikatakan  bahwa penggunaan taci dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menyimpulkan isi teks bacaan.Abstract: The purpose of this study was to improve the level of students' ability in concluding the contents of the reading texts of class VI SDN 6 Mataram. The researcher applies the learning method, namely the use of taci (key words) in concluding the contents of the reading text. The data collection methods used are (1) the observation method, (2) the documentation method, and (3) the assignment method. Meanwhile, data analysis uses PAP which assumes that individual abilities are the same. Based on the results of data analysis, it can be concluded that in the implementation of the pre-cycle, 20 people or 58.82% of high ability aspects were obtained, 14 people or 41.17% medium ability and 0% low abilities. In the group (GPA) including normal with a value of 65.00. Meanwhile, in the implementation of the first cycle, 27 people or 79.41% had high abilities, 7 people or 20.58% medium abilities and none or 0% low abilities. The group (GPA) is high with a value of 76.00. Cycle II obtained high ability as many as 33 people or 97.05%, medium ability 1 person or 2,94%, and low ability or 0%. The group (GPA) is very high with a value of 95.00. Based on these data, learning using taci showed optimal improvement results from pre-cycle, cycle I to cycle II. This can be seen from the average score of pre-cycle students from 65.00 to 76.00, and from cycle I to second cycle from 76.00 to 97.05 the increase was 21.05. With this increase, it can be said that the use of taci can improve students' ability to conclude the contents of the reading text.
Konflik Sosial Penanganan Covid-19 dalam Kajian Kesantunan Habiburrahman, habiburrahman; Mus, Ahmad H; Arrahman, Rudi; Lamusiah, Siti
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 6, No 2: Juli 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v6i2.5303

Abstract

Abstrak: Pada hakikatnya, realisasi prinsip kesantunan digunakan untuk menunjukkan citra baik aparatur desa sebagai orang yang santun di tengah masyarakat. Untuk mencapai tujuan tersebut, aparatur desa mengendalikan percakapan dengan cara mengatur pola tutur, memberikan, mengambil giliran tutur, mengatasi penyimpangan, dan mengatasi kesalahpahaman.  Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunanaan kesantuanan tindak tutur penyelesaian konflik sosial penanganan covid-19. Penelitian kesantunan ini merupakan salah satu penelitian dalam kajian sosiopragmatik. Sesuai dengan pandangan tersebut, penelitian ini tergolong penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini berkaitan dengan hal-hal sebagai berikut: (1) persiapan pengumpulan data, (2) teknik observasi, dan (3) teknik wawancara. Analisis. Hasil peneltian menunjukkan bahwa aparatur desa bajur merealisasikan enam maksim kesantunan untuk menyelesaikan masalah konflik sosial penanganan covid-19. Keenam maksim tersebut yaitu, yakni maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim penghargaan, maksim kesederhanaan, maksim permufakatan atau kecocokan, dan maksim kesimpatian. Keenam maksim tersebut sangat erat kaitannya dengan jiwa besar seorang pemimpin yang patut diteladani dan dihormati dalam bertutur sehingga permasalahan dalam masyarakat dapat terselesaikan dengan baik dan pemimpin tersebut dikategorikan sebagai seorang yang santun. Selain itu, keenam maksim tersebut cocok untuk diterapkan di tengah masyarakat pedesaan dalam menciptakan keharmonisasian antar warga masyarakat dan tokoh masyarakat.   Abstract: In essence, the realization of the principle of politeness is used to show a good image of the village apparatus as a polite person in the community. To achieve this goal, village officials control the conversation by regulating speech patterns, giving, taking turns, overcoming deviations, and overcoming misunderstandings. The purpose of this study is to describe the use of politeness speech acts to resolve social conflicts in the handling of COVID-19. This politeness research is one of the studies in sociopragmatic studies. In accordance with this view, this research is classified as a qualitative descriptive study. The data collection in this study relates to the following matters: (1) preparation of data collection, (2) observation techniques, and (3) interview techniques. Analysis. The results of the study show that the Bajur village apparatus realizes the six maxims of politeness to solve the problem of social conflict in handling COVID-19. The six maxims are the maxim of wisdom, the maxim of generosity, the maxim of appreciation, the maxim of simplicity, the maxim of agreement or compatibility, and the maxim of sympathy. The six maxims are closely related to the great spirit of a leader who should be imitated and respected in speaking so that problems in society can be resolved properly and the leader is categorized as a polite person. In addition, the six maxims are suitable to be applied in rural communities in creating harmony between community members and community leaders.
Eksistensi Gaya Bahasa Pengguna Media Sosial Milenial di Era Digitalisas dan Kondisi Psikologis Penggunanya Makmun, Sukran; Purnawarman, Purnawarman
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 6, No 2: Juli 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v6i2.5313

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah Eksistensi Gaya Bahasa Pengguna Media Sosial Milenial di Era Digitalisas dan Kondisi Psikologis Penggunanya Metode penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan untuk dapat mendeskripsikan data yang telah dikumpulkan dari hasil temuan rekam digital. Metode pengumpulan data dilakukan dengan melakukan telaah teks dan dokumntasi. Sumber data diambil dari meida sosial seperti, Facebook (FB), WhatsApp (WA), dan Instagram (IG) dan media lainnya. Temuan dalam penelitian ini berupa status-status pengguna media tersebut. Terkandung misi atau motif si pengguna berdasarkan eksistensi penggunaan bahasanya pada saat status itu dibuat bermacam-macam. Terdapat beberapa maksud dan tujuan si pengguna media sosial pada saat membuat status, diantaranya, (1) topik pembicaraan seperti, Politik, Religi, Curhatan, Pengumuman, Trends, Pashion, Jual Beli, dan lain-lain (2) Modifikasi bahasa, (3) Memberikan Respon, (4) pengggunaan simbol-simbol (5) kondisi pengguna. Oleh karena itu, kajian ini dilakukan untuk mengetahui maksud dan makna dari status yang dibuat oleh si pengguan sosial media berdasarkan eksistensi penggunaan bahasanya.  Abstract: This study aims to determine how the existence of the language style of millennial social media users in the digitalisas era and the psychological conditions of its users. This research method is qualitative research. This research was conducted to be able to describe the data that has been collected. The method of data collection is done by studying texts and documentations. Data sources are taken from social media such as, Facebook (FB), WhatsApp (WA), and Instagram (IG) and other media. The findings in this study are the status of these media users. Contains the mission or motives of the user based on the existence of the use of the language at the time the status was made diverse. There are several purposes and objectives of the social media user when making a status, including, (1) topics such as, Politics, Religion, Prayer, confide in, Announcements, Trends, Fashion, Buying and Selling, (2) the use of images (photos) , (3) Give response, (4) use of symbols (5) user conditions. Therefore, this study was conducted to determine the purpose and meaning of the status made by the user of social media based on the existence of the use of the language.

Page 6 of 26 | Total Record : 258