cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 130 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 3 (2024): September" : 130 Documents clear
Penyuluhan pendidikan lingkungan hidup kawasan ekonomi khusus mandalika Lombok Tengah Muaini Muaini; Rosada Rosada; Ahmad Afandi; Putri Maya Masyitah; Dian Eka Mayasari; Ilmiawan Mubin; Syukuriadi Syukuriadi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26147

Abstract

AbstractEnvironmental education consulting to the community aims to help the community in the tourist area by educating the importance of protecting the surrounding environment. Each individual must have a sense of responsibility for the environment and a caring attitude to protect the environment. The purpose of this activity is to increase the community's knowledge and insight in clean and healthy environmental awareness education. The level of awareness and community participation in the field of environmental protection is quite high, but the level of awareness still needs to be increased so that it can continuously influence knowledge and behavior and encourage widespread activity or real action in an effort to keep the environment clean. The method used to achieve the goals and objectives that have been set is by conducting training and counseling activities that are expected to be useful for the community and tourism managers. The results of the consultation activities can provide insights into science, understanding how to maintain the surrounding environment in the tourist area and preserve the surrounding natural environment from the impact of tourism development. The community enthusiastically participated in the extension activities in Sade Rembitan Village, Pujut District, Central Lombok Regency.  Keywords: environmental education; special economic zones.   AbstrakPenyuluhan pendidikan lingkungan hidup kepada masyarakat bertujuan untuk membantu masyarakat dikawasan wisata dengan mengidukasi pentingnya menjaga lingkungan sekitar. Setiap individu harus memiliki rasa tanggung jawab  terhadap lingkungan dan sikap peduli untuk menjaga  lingkungan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk  meningkatkan  pengetahuan dan wawasan masyarakat mengenai pendidikan penyadaran lingkungan bersih da sehat. Tingkat kependulian dan peran serta masyarakat dalam bidang pelestarian lingkungan sudah cukup tinggi, tetapi tingkat kependulian  tersebut masih perlu ditingkatkan sehingga dapat mempengaruhi pengetahuan  dan perilaku secara terus menerus serta mendorong aktivitas atau tindakan nayata secara meluas dalam usaha menjaga kebersihan lingkungan. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan dan targetyang telah ditetapkan adalah dengan cara melaksanakan pelatihan dan penyuluhan yang diharapkan berguna bagi masyarakat dan pengelola wisata. Hasil dari kegiatan penyuluhan dapat memberikan wawasan ilmu pengetahuan, pemahaman cara menjaga lingkungan sekitar yang berada di kawasan wisata  dan menjaga lingkungan alam sekitar dari dampak perkembangan pariwisata. Masyarakat antusias mengikuti  kegiatan penyuluhan di Sade Desa Rembitan Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah.  Kata kunci: pendidikan lingkungan hidup; kawasan ekonomi khusus.  
Edukasi mangrove: upaya peningkatan literasi bagi kelompok perempuan kawasan konservasi mangrove Aceh Jaya Rahmawati Rahmawati; Fadli Afriandi; Eka Lisdayanti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25959

Abstract

Abstrak Ekosistem mangrove memiliki peran penting bagi lingkungan pesisir, diantaranya sebagai sumber pangan dan sumber ekonomi bagi masyarakat. Keberlanjutan ekosistem mangrove sangat dipengaruhi oleh pengelolaan yang dilakukan dengan melibatkan masyarakat, khususnya kelompok perempuan. Perempuan merupakan salah satu kelompok masyarakat yang memegang peranan penting dalam  menjaga  kelestarian dan keberlanjutan ekosistem pesisir. Oleh sebab itu perempuan harus memahami dan ikut berpartisipasi dalam kegiatan pengelolaan mangrove.  Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengedukasi dan mensosialisasikan fungsi dan manfaat mangrove sebagai upaya pelestarian mangrove Aceh Jaya kepada kelompok perempuan sejumlah 15 orang di sekitar kawasan tersebut yang terdiri dari 12 orang perempuan dan 3 orang aparatur gampong. Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan metode diskusi partisipatif. Antusiasme dan partisipasi perempuan dalam kegiatan tersebut terlihat dari hasil pretest dan post test yang dilakukan terhadap pemahaman mangrove menjadi sangat tinggi dari rata rata skor 54 poin menjadi 86 poin atau meningkat sebesar 70 persen setelah dilakukannya kegiatan edukasi tentang menjaga dan melestarikan mangrove dan sangat membantu meningkatkan literasi dalam upaya pelestarian mangrove. Kata kunci: edukasi; mangrove; perempuan. Abstract Mangrove ecosystems have an essential role for the coastal environment, including as sources of nourishment and economic resources for the community. The sustainability of mangrove ecosystems is strongly influenced by management carried out by involving the community, especially women's groups. Women are one of the community groups that play an important role in maintaining the preservation and sustainability of coastal ecosystems. Therefore, women must understand and participate in mangrove management activities.  This service activity aims to educate and socialize the functions and benefits of mangroves as an effort to preserve Aceh Jaya mangroves to a group of 15 women around the area consisting of 12 women and 3 gampong officials. This activity was carried out using the participatory discussion method. The enthusiasm and participation of women in these activities can be seen from the results of the pretest and post test conducted on mangrove understanding to be very high from an average score of 54 points to 86 points or increased by 70 percent after the implementation of educational activities about maintaining and preserving mangroves and greatly helping to increase literacy in mangrove conservation efforts. Keywords: educate; mangrove; women.
Sosialisasi dan pelatihan konstruksi bangunan pada tanah kritis kepada tukang bangunan di kelurahan Sadeng Patria, Agustinus Sungsang Nana; Baene, Master Almoris; Mardiani, Wahyu Dwi; Wahyuningsih, Eka; Fauziah, Rifa; Legowo, Wahyu Okta; Amaral, Alfonso Naser S. Reis; Rafael, Wilson Edy; Saputra, Riyan Adi; Muttho'an, Arjuna; Bahiroh, Inna Fajrotul; Pangestuti, Ira Sephiana; Alathif, Thomas Azziz; Ramadhan, Rifqi Tri Wahyu; Hanifah, Iffah Nur; Chairudin, Muhamad
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26129

Abstract

AbstrakArtikel ini membahas tentang program sosialisasi dan pelatihan konstruksi bangunan pada tanah kritis yang ditujukan kepada tukang bangunan di Kelurahan Sadeng. Bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan tukang dalam mitigasi bencana, konstruksi bangunan, dan penggunaan teknologi konstruksi seperti AutoCAD. Program ini menggunakan tiga metode pembelajaran, yaitu ceramah, tanya jawab, dan praktik langsung. Hasil program yang dicapai adalah 25 tukang bangunan telah mengikuti program sosialisasi mitigasi bencana dan konstruksi, serta pelatihan pembacaan gambar dan program AutoCAD. Kesimpulannya, program ini sangat penting untuk dilaksanakan mengingat masih kurangnya pemahaman tentang tanah kritis dan kesadaran masyarakat akan pentingnya konstruksi yang aman. Diharapkan program ini dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan tukang dalam mitigasi bencana, konstruksi bangunan, serta penggunaan teknologi konstruksi seperti AutoCAD, sehingga dapat membangun konstruksi yang lebih aman dan berkelanjutan. Kata kunci: konstruksi bangunan; tanah kritis; konstruksi pondasi; AutoCAD. AbstractThis article discusses a program on socialization and training for building construction on critical land, aimed at construction workers in Sadeng Village. The program aims to improve the understanding and skills of construction workers in disaster mitigation, building construction, and the use of construction technology such as AutoCAD. The program utilizes three learning methods: lectures, question-and-answer sessions, and hands-on practice. The results show that 25 construction workers have participated in the socialization program for disaster mitigation and construction, as well as training in reading blueprints and AutoCAD software. In conclusion, this program is crucial to implement considering the lack of understanding about critical land and public awareness of the importance of safe construction. It is hoped that this program can enhance the understanding and skills of construction workers in disaster mitigation, building construction, and the use of construction technology such as AutoCAD, leading to safer and more sustainable construction. Keywords: : building construction; critical soil; foundation construction; AutoCAD.
Konservasi penanaman Mangrove di pantai Pangalisang, pulau Bunaken Musma Rukmana; Hasmiati Hasmiati; Tika Putri Agustina; Fernando Andre Watung
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25243

Abstract

Abstrak Mangrove adalah tanaman khas daerah tropis yang dapat ditemukan baik di darat maupun di lautan. Mangrove berperan besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem pantai dan pesisir. Upaya konservasi diperlukan karena ekosistem mangrove di berbagai tempat yang terdapat di Pantai Pangalisang Pulau Bunaken akhir-akhir ini mengalami kerusakan dan pertumbuhan yang tidak baik. Tujuan dari proyek pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran mahasiswa akan nilai pengembangan dan pengelolaan kawasan mangrove secara berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah persiapan, sosialisasi, dan penanaman mangrove. Pelaksanaan pengabdian ini melibatkan 6 dosen Unima beserta 65 mahasiswa yang tergabung dalam organisasi HMJ Biologi FMIPAK Unima dan IKAHIMBI Wilayah Kerja VIII. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa mahasiswa merasakan manfaat dari pengembangan pola pikir peduli lingkungan pantai dan pesisir melalui penanaman mangrove secara langsung. Di samping itu,mereka menjadi sadar akan pentingnya lingkungan mangrove bagi kelangsungan hidup manusia serta berbagai jenis tumbuhan dan satwa. Kata kunci: konservasi; penanaman mangrove; peduli lingkungan Abstract Mangroves are plants typical of tropical regions that can be found both on land and in the ocean. Mangroves play a big role in maintaining the balance of coastal ecosystems. Conservation efforts are needed because the mangrove ecosystem in various places on Pangalisang Beach on Bunaken Island has recently experienced damage and poor growth. The aim of this service project is to increase students' knowledge, understanding, and awareness of the value of sustainable development and management of mangrove areas. The methods used in this activity are preparation, outreach, and planting mangroves. The implementation of this service involved six Unima lecturers and 65 students who were members of the HMJ Biology FMIPAK Unima organization and IKAHIMBI Work Area VIII. The results of this service activity show that students feel the benefits of developing a mindset of caring for the coastal and coastal environment through direct mangrove planting. In addition, they become aware of the importance of the mangrove environment for human survival as well as various types of plants and animals. Keywords: conservation; planting mangroves; caring for the environment
Pemanfaatan daun kelor sebagai olahan makanan “Moringa Cookies Bar (Mocoobar)” untuk mencegah stunting Sri Anisa Puspitasari; Eva Mulyani; Rida Norma; Ridwan Aditia; Rizky Nur Afifah; Salma Marifah; Sam Sam Mubarok; Widiana Yosika; Yati Restiani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26066

Abstract

Abstrak Hasil observasi di lapangan serta data SIGA 2023 Kecamatan Cipedes, Kelurahan Sukamanah memiliki 7.631 jumlah keluarga dengan 2.393 jumlah keluarga berisiko stunting (KRS), dengan data balita stunting-nya sebanyak 163 orang. Kelurahan Sukamanah juga banyak pohon kelor yang tumbuh liar namun jarang dimanfaatkan oleh warga sekitar. Salah satu penyebab pemanfaatan daun kelor yang tidak optimal di masyarakat adalah kurangnya pengetahuan mengenai manfaat daun kelor. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk memberikan edukasi, sosialisasi dan praktik kepada masyarakat di Kelurahan Sukamanah mengenai pemanfaatan daun kelor sebagai olahan makanan “Moringa Cookies Bar (Mocoobar)” untuk pencegahan stunting. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 11 Juli 2024 dengan mitra yang terlibat adalah anggota Kampung KB, ibu-ibu kader, jumlah peserta sebanyak 20 orang ibu rumah tangga usia produktif Kp Babakan Kalangsari, Sukamanah, Cipedes. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah service learning dengan 4 tahapan yaitu investigasi, persiapan, tindakan dan evaluasi. Hasil kegiatan yaitu perbandingan sebelum dan sesudah kegiatan terjadi peningkatan pengetahuan dari 55% masyarakat mengetahui manfaat daun kelor 70% dan 75% peserta dapat memahami penjelasan untuk mengikuti praktik pembuatan Mocoobar, 55% kemungkinan pembuatan “Mocoobar” secara mandiri. Olahan makanan dan resep yang diberikan pada kegiatan ini dapat dimanfaatkan sebagai cemilan untuk berbagai kegiatan atau sebagai PMT di posyandu.   Kata kunci: daun kelor; mocoobar; sosialisasi; stunting. Abstract The results of observations in the field as well as SIGA 2023 data, Cipedes District, Sukamanah Village, has 7,631 families with 2,393 families at risk of stunting (KRS), with data on 163 stunted toddlers. Sukamanah Village also has many wild moringa trees that grow but are rarely used by local residents. One of the causes of the suboptimal use of moringa leaves in the community is the lack of knowledge about the benefits of moringa leaves. The purpose of this community service activity is to provide education, socialization and practice to the community in Sukamanah Village regarding the use of moringa leaves as a processed food "Moringa Cookies Bar (Mocoobar)" to prevent stunting. The activity was carried out on July 11, 2024 with partners involved being members of the KB Village, cadre mothers, the number of participants was 20 productive-age housewives from Babakan Kalangsari Village, Sukamanah, Cipedes. The implementation method used is service learning with 4 stages, namely investigation, preparation, action and evaluation. The results of the activity, namely the comparison before and after the activity, there was an increase in knowledge from 55% of the community knowing the benefits of Moringa leaves 70% and 75% of participants could understand the explanation to follow the practice of making Mocoobar, 55% possibility of making "Mocoobar" independently. The processed food and recipes given in this activity can be used as snacks for various activities or as PMT at the integrated health post.   Keywords: moringa leaves; mocoobar; socialization; stunting.
Pemberdayaan wanita melalui pemanfaatan tahu menjadi produk tahu walik di desa Alai, kecamatan Lembak, kabupaten Muara Enim Kholila Salsabila Lestari; Muhammad Fadhilsyah; Dionisius Eka Saputra; Aisyah Tri Adinda; Amelia Lestari; Mutiara Kemala Ratu; Zenal Mutaqin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26121

Abstract

AbstrakDi Desa Alai UMKM mengalami beberapa permasalahan yakni kurangnya modal usaha, keterampilan, dan pengetahuan ibu-ibu dalam mengelola bisnis dan pemasaran. Solusi yang ditawarkan adalah dengan dilaksanakannya program pelatihan dan pendampingan pengolahan tahu walik di Desa Alai, yang diadakan pada 18 Juli 2024 oleh Tim 12 KKN-T UIGM 2024, bertujuan untuk memberdayakan wanita guna mengatasi keterbatasan keterampilan dan pengetahuan ibu-ibu rumah tangga dalam mengolah produk makanan bernilai ekonomis. Program ini menggunakan metode persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi karya untuk meningkatkan kualitas produk dan memperoleh umpan balik dari masyarakat. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan partisipasi aktif dari 30 peserta yang sangat antusias, dengan materi pelatihan yang dianggap mudah dipahami dan diterapkan. Selain teknik pengolahan tahu walik, pelatihan juga mencakup aspek manajemen usaha dan pemasaran, yang sangat penting untuk keberlanjutan usaha kecil. Evaluasi menunjukkan bahwa peserta termotivasi dan mampu mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, baik untuk konsumsi pribadi maupun sebagai peluang usaha. Kata kunci: pemberdayaan wanita; pelatihan; tahu walik; UMKM; desa Alai AbstractIn Alai Village, MSMEs experience several problems, namely the lack of business capital, skills, and knowledge of mothers in managing business and marketing. The solution offered is the implementation of a training and mentoring program on walik tofu processing in Alai Village, which was held on July 18, 2024 by Team 12 KKN-T UIGM 2024, aiming to empower women to overcome the limited skills and knowledge of housewives in processing economically valuable food products. The program used methods of preparation, implementation, and evaluation of the work to improve the quality of the products and obtain feedback from the community. The results of this training showed active participation from 30 participants who were very enthusiastic, with training materials that were considered easy to understand and apply. In addition to walik tofu processing techniques, the training also covered aspects of business management and marketing, which are crucial for small business sustainability. Evaluation showed that participants were motivated and able to apply the knowledge and skills acquired, both for personal consumption and as a business opportunity. Keywords: women empowerment; training; walik tofu; MSMEs; Alai village
Emotional demonstration pada ibu menyusui tentang kebutuhan ASI bayi sampai dengan usia 1 bulan Rini Mustikasari Kurnia Pratama; Damayanti Damayanti; Indah Oktari Wijayanti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25907

Abstract

Abstrak Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik bayi yang memiliki kandungan lengkap sesuai kebutuhan bayi. Kebutuhan bayi usia 0-6 bulan dapat terpenuhi gizinya dengan hanya mengonsumsi ASI saja (ASI eksklusif). Pemberian ASI eksklusif menjadi salah satu cara untuk mencegah kejadian stunting di kemudian hari. Tetapi beberapa ibu menyusui merasa bahwa bayinya tidak cukup ASI sehingga menjadi rewel dan khawatir tidak tercukupinya gizi hanya dengan pemberian ASI saja selama 6 bulan. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan mengubah persepsi ibu tentang kebutuhan ASI bayi dengan berfokus pada perut bayi sampai dengan usia 1 bulan melalui pendekatan emotional demonstration menggunakan modul GAIN ‘ASI Saja Cukup”dan memberikan pengetahuan tentang kebutuhan ASI bayi usia 1 hari, 3 hari, 1 minggu, dan 1 bulan. Kegiatan ini dilakukan di Kelurahan Kemumu, Kecamatan Arma Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu. Bengkulu Utara memiliki risiko stunting sebesar 14,2% dari total keluarga berisiko stunting di Provinsi Bengkulu. Peserta adalah ibu menyusui yang memiliki bayi usia di bawah dua tahun dan kader dengan jumlah peserta sebanyak 28 orang. Kegiatan dilakukan dengan demonstrasi menggunakan alat peraga dan Modul GAIN “ASI Saja Cukup). Pengumpulan data menggunakan kuesioner pre-posttest. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan ibu, dan perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan edukasi emotional demonstration pada ibu menyusui tentang kebutuhan ASI bayi sampai dengan usia 1 bulan, dengan p-value 0,001. Bidan desa dan kader dapat bekerja sama untuk memberikan persepsi tentang kebutuhan ASI bayi secara mandiri kepada ibu menyusui menggunakan Modul “ASI Saja Cukup” yang telah disediakan oleh GAIN. Kata kunci: pengabdian; edukasi emo-demo; kebutuhan ASI bayi Abstract Breast milk is the best baby food which contains complete ingredients according to the baby’s needs. The nutritional needs of babies aged 0-6 months can be met by consumsing only breast milk (exlusive breast milk). Exclusive breastfeeding is one way to prevent stunting in the future. However, some breastfeeding mothers feel that their babies do not have enough breast milk, so they become fussy and worry that nutrition will not be met by breastfeeding alone for 6 months. The aim of this community service activity is to increase knowledge and change mothers’ perceptions by focusing on the stomachs of babies up to 1 month old through an emotional demonstration approach using the GAIN module ‘ASI Saja Cukup’ and providing knowledge about the breast milk needs of babies aged 1 day, 3 days, 1 week, and 1 month. This activity was carried out in Kemumu Village, Arma Jaya District, North Bengkulu Regency, Bengkulu Province. North Bengkulu has a stunting risk of 14.2% of the total families at risk of stunting in Bengkulu Province. Participants are breastfeeding who have babies under two years old and cadres with a total of 28 participants. Activities were carried out intensively using props and the GAIN Module “ASI Saja Cukup”. Data collection used a pre-posttest questionnaire. The conclusion of this service activity is that there is an increase in mothers’ knowledge, and the difference before and after the emotional education demonstration was carried out for breastfeeding mothers about the breast milk needs of babies up to 1 month of age, with a p-value of 0.001. Midwives and cadres can work together to provide breastfeeding mothers with an independent perception of their baby’s breast milk needs using the ‘ASI Saja Cukup’ Module provided by GAIN. Keywords: community service; knowledge; educational of emotional demonstration
Peningkatan pengetahuan terhadap sosialisasi dagusibu pada siswa SMA An Namiroh kota Pekanbaru Djohari, Meiriza; Susanti, Adriani; Ulfa, Rodhia; Parina, Ana Bella; Putri, Atika; Fadila, Azhariah; Winekas, Bintang Bayu; Setyowati, Bonita Dwi; Adilla, Dea; Amrianis, Delfi; Farahdilla, Dinda; Rizki, Rahmi Asrina; Ikhwani, Ulfha; Sinulingga, Yori Yunita
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25929

Abstract

AbstrakIkatan Apoteker Indonesia melakukan edukasi baru yang disebut DAGUSIBU, yang merupakan singkatan dari "Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang". Dengan mengikuti langkah-langkah yang diuraikan dalam program DAGUSIBU yang dimulai dengan perolehan obat-obatan dan diakhiri dengan pembuangannya. Salah satu lapisan masyarakat yang sejak dini harus mengetahui tentang penggunaan obat adalah Siswa SMA. Untuk memastikan siswa tidak melakukan kesalahan dalam menggunakan obat, kegiatan sosialisasi DAGUSIBU dilaksanakan karena siswa masih belum memiliki cukup informasi tentang cara menggunakan obat yang benar.  Siswa SMA An Namiroh Kota Pekanbaru mengikuti sosialisasi DAGUSIBU dengan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah tes untuk mengukur pengetahuan mereka. Sebanyak 50 siswa yang mengikuti sosialisasi menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan yaitu dari 75% pada pretest menjadi 93,4% pada posttest. Hasil menunjukkan bahwa pemahaman siswa terhadap DAGUSIBU dapat meningkat sebesar 18,4% ketika sosialisasi ini diadakan. Kata kunci: dagusibu; pengetahuan; obat. AbstractThe Indonesian Pharmacists Association is conducting a new education program called DAGUSIBU, which stands for “Get, Use, Store, and Dispose”. By following the steps outlined in the DAGUSIBU program that starts with the acquisition of medicines and ends with their disposal. One of the layers of society that should know about the use of medicines from an early age is high school students. To ensure that students do not make mistakes in using medicines, DAGUSIBU socialization activities are carried out because students still do not have enough information about how to use medicines correctly.  Students of An Namiroh High School in Pekanbaru City participated in the DAGUSIBU socialization using pre- and post-test questionnaires to measure their knowledge. A total of 50 students who participated in the socialization showed an increase in knowledge from 75% in the pretest to 93.4% in the posttest. The results show that students' understanding of DAGUSIBU can increase by 18.4% when this socialization is held. Keywords: dagusibu; knowledge, medicine.
Penyuluhan pencegahan resistensi antibiotik pada masyarakat desa Cogreg di kabupaten Tasikmalaya Dichy Nuryadin Zain; Ala Anistia Widya; Nizzar Nazzah Nugraha; Elvira Nadia Dikrama; Intan Puji Sri Rahayu; Nabila Khairunnisa Agustin; Tanty Yulianty
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25565

Abstract

Abstrak Resistensi antibiotik merupakan salah satu tantangan kesehatan global yang disebabkan oleh penggunaan antibiotik yang tidak tepat. Hal ini dapat mengakibatkan infeksi yang sulit diobati dan peningkatan angka kematian. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penggunaan antibiotik yang benar menjadi faktor utama dalam penyebaran resistensi antibiotik, terutama di daerah pedesaan. Oleh karena itu, edukasi masyarakat melalui program penyuluhan menjadi langkah penting untuk mengatasi masalah ini. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Cogreg, Kabupaten Tasikmalaya, mengenai penggunaan antibiotik yang tepat dan mencegah resistensi antibiotik melalui penyuluhan berbasis multimedia. Metode penelitian menggunakan pendekatan penyuluhan dengan tahapan yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Penyuluhan dilakukan dengan fokus pada penggunaan antibiotik yang tepat, menggunakan media ajar berbasis multimedia untuk memaksimalkan pemahaman peserta. Setiap tahapan penyuluhan dirancang secara sistematis, dimulai dari perencanaan yang matang, pelaksanaan kegiatan penyuluhan, hingga evaluasi untuk mengukur efektivitas dan peningkatan pengetahuan peserta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluhan mengenai penggunaan antibiotik yang tepat di Desa Cogreg telah berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang antibiotik. Hal ini terlihat dari hasil test yang dilakukakan terdapat peningkatan dari 5% menjadi 62%. Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang antibiotik ini membuktikan bahwa pemberian edukasi dapat efektif meningkatkan pemahaman tentang antibiotik. Namun, untuk mencapai perubahan yang diharapkan, pendidikan harus dilakukan secara berkelanjutan hingga terjadi perubahan perilaku masyarakat dalam penggunaan antibiotik. Penyuluhan mengenai penggunaan antibiotik yang tepat di Desa Cogreg telah berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang antibiotik. Kata kunci: antibiotik; infeksi; penyuluhan; resistensi. Abstract Antibiotic resistance is one of the global health challenges caused by the inappropriate use of antibiotics. This can result in difficult-to-treat infections and increased mortality. Lack of public knowledge about the correct use of antibiotics is a major factor in the spread of antibiotic resistance, especially in rural areas. Therefore, community education through counselling programmes is an important step to overcome this problem. This study was conducted to improve the knowledge of the people of Cogreg Village, Tasikmalaya Regency, regarding the proper use of antibiotics and preventing antibiotic resistance through multimedia-based counselling. The research method used an extension approach with stages consisting of planning, implementation, and evaluation. Extension was conducted with a focus on the use of appropriate antibiotics, using multimedia-based teaching media to maximise participants' understanding. Each stage of counselling is designed systematically, starting from careful planning, implementation of counselling activities, to evaluation to measure the effectiveness and improvement of participants' knowledge. The results showed that the counselling on the proper use of antibiotics in Cogreg Village has succeeded in increasing community knowledge about antibiotics. This can be seen from the results of the test conducted there is an increase from 5% to 62%. The increase in community knowledge about antibiotics proves that education can be effective in increasing understanding about antibiotics. However, to achieve the expected changes, education must be carried out continuously until there is a change in people's behaviour in the use of antibiotics. Counselling on the proper use of antibiotics in Cogreg Village has succeeded in increasing people's knowledge about antibiotics. Keywords: antibiotics; infection; education; resistance.
Pembinaan numerasi siswa SMP Tadika Pertiwi untuk meningkatkan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Shelly Morin; Hafsah Adha Diana; Ayu Agustianingsih; Gisela Anastacia Rosalind
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26222

Abstract

Abstrak Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan suatu usaha pemerintah untuk sistem pendidikan Indonesia yang dirancang untuk mengukur kompetensi dasar siswa dalam literasi dan numerasi. AKM tidak hanya untuk mengevaluasi pencapaian akademik siswa, tetapi juga untuk mengukur kesiapan mereka dalam berkontribusi dan berpartisipasi secara efektif dalam kehidupan sosial dan ekonomi. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) melalui pembinaan AKM Numerasi di sekolah SMP Tadika Pertiwi bertujuan untuk melatih penguasaan Numerasi  dengan Model Blended Learning melalui modul dan latihan soal Asesmen Nasional. Metode yang dilakukan meliputi tahap persiapan awal seperti mempersiapkan modul sebagai bahan pembelajaran , tahap pelaksanaan seperti mengadakan sesi tanya jawab dan diskusi baik di google meet ataupun whatsapp, tahap akhir seperti Menyusun laporan akhir hasil pelaksanaan kegiatan. Hasil dari PKM ini menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap soal-soal AKM, kesiapan siswa dalam menghadapi AKM, dan peningkatan kualitas sekolah yang masuk dalam kategori kelas menengah. Berdasarkan kegiatan pembinaan AKM Numerasi di SMP Tadika Pertiwi dapat disimpulkan bahwa (1) program PKM berjalan dengan lancar dan diikuti oleh 23 siswa dari kelas 8 SMP Tadika Pertiwi, (2) siswa lebih memahami soal-soal AKM dan lebih siap mengikuti AKM di sekolah, serta (3) SMP Tadika Pertiwi masuk dalam kelas menengah berdasarkan hasil AKM. Kata kunci: Asesmen Kompetensi Minimum; kurikulum merdeka; sekolah menengah pertama Abstract Minimum Competency Assessment (AKM) is a government effort for the Indonesian education system to measure students' basic competencies in literacy and numeracy. AKM is used to assess students' academic achievements and measure their readiness to contribute and participate effectively in social and economic life. The Community Service Program (PKM), through coaching AKM Numeracy at Tadika Pertiwi Middle School, aims to train Numeracy mastery using the Blended Learning Model through modules and practice on National Assessment questions. The methods used include the initial preparation stage, such as preparing modules as learning materials; the implementation stage, such as holding question and answer sessions and discussions on Google Meet and WhatsApp; and the final stage, such as preparing a final report on the results of the activity implementation. The results of this PKM show an increase in students' understanding of AKM questions, readiness to face AKM, and an increase in the quality of schools that fall into the middle-class category. Based on the AKM Numeracy Development activities at Tadika Pertiwi Middle School, it can be concluded that (1) the PKM event ran smoothly and was attended by 23 grade 8 students at Tadika Pertiwi Middle School, (2) students better understand AKM questions and are better prepared to take part in AKM at school, and (3) Tadika Pertiwi Middle School is included in the middle class based on AKM results. Keywords: Minimum Competency Assessment (AKM); merdeka curriculum; junior high school

Page 9 of 13 | Total Record : 130