cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
Sosialisasi dan pendampingan keterampilan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) pada komunitas pengemudi angkut online di Kota Malang Tahun 2022 Nafilatul Fitri; Ani Asriani Basri; Rizki Mustika Riswari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30798

Abstract

AbstrakLatar Belakang: Kecelakaan lalu lintas merupakan suatu peristiwa di jalan raya yang tidak diduga dan tidak disengaja. Dalam Global Status Report on Road Safety pada tahun 2015 lebih dari 1,25 juta korban tewas dalam kecelakaan lalu lintas dan 50 juta orang mengalami luka berat setiap tahunnya. Menurut data Kepolisian, di Indonesia, rata-rata 3 orang meninggal setiap jam akibat kecelakaan jalan. Kondisi kegawatdaruratan dapat terjadi secara tiba-tiba dan dimana saja termasuk di jalan raya. Ojek online merupakan profesi yang dituntut bekerja lebih banyak di jalan sehingga berpotensi menghadapi kondisi kegawatdaruratan. Tujuan: untuk mengembangkan peran serta prodi sarjana terapan keselamatan dan kesehatan kerja Poltekkes Kemenkes Malang dalam meningkatkan kemampuan dasar P3K berbasis penerapan keselamatan berkendara pada Komunitas Angkutan Online pekerja di Kota Malang. Metode Pelaksanaan: Pengabdian masyarakat yang dilaksanakan pada bulan Desember 2022. Partisipan terdiri driver ojek online. Metode penelitian yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini menggunakan 3 tahapan yakni tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap pembuatan laporan.Hasil: Kegiatan dilaksanakan dengan pemaparan materi dan praktek terkait penanganan pertama saat kecelakaan terjadi. Peserta kegiatan pengabdian masyarakat merupakan pengemudi angkutan online yang berjumlah 23 orang dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 83% dan 17% sisanya berjenis kelamin perempuan. Kesimpulan: Pengemudi angkutan online dapat memahami secara umum tentang P3K, pengemudi angkutan online mampu mempraktekkan langkah-langkah pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) dengan benar dan tepat, serta terjalinnya kerjasama antar komunitas pengemudi angkutan online dengan Poltekkes Kemenkes Malang. Kata kunci: pengabdian masyarakat: sosialisasi; pertolongan pertama pada kecelakaan; pengemudi angkut online: malang. Abstract Background: A traffic accident is an unexpected and unintentional road event. In the Global Status Report on Road Safety in 2015 more than 1.25 million people were killed in traffic accidents and 50 million people were seriously injured each year. According to police data, in Indonesia, an average of 3 people die every hour due to road accidents. Emergency conditions can occur suddenly and anywhere including on the highway. Online motorcycle taxi is a profession that is required to work more on the road so that it has the potential to face emergency conditions. Objective: to develop the role of the applied undergraduate program of occupational safety and health of the Poltekkes Kemenkes Malang in improving basic first aid skills based on the application of driving safety in the Online Transportation Community of workers in Malang City. Method of Implementation: Community service carried out in December 2022. Participants consist of online motorcycle taxi drivers. The research method used in this community service uses 3 stages, namely the preparation stage, the implementation stage and the report writing stage. Results: Activities are carried out with material presentation and practice related to the first handling when an accident occurs. Participants in community service activities are online transportation drivers totaling 23 people with 83% male gender and the remaining 17% are female. Conclusion: Online transportation drivers can understand in general about first aid, online transportation drivers are able to practice the steps of first aid in accidents (P3K) correctly and precisely, and the establishment of cooperation between the online transportation driver community and the Poltekkes Kemenkes Malang. Keywords: community service: socialization; first aid in accidents; online transport drivers: malang.
Pendampingan terhadap Kelompok Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (POKLAHSAR) di Dusun Kuranji Bangsal Luh Gede Sumahiradewi; Naning Dwi Sulystyaningsih; Lalu Achmad Tantilar Wangsajati Sukmarin; Aryani Rahmawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.29920

Abstract

Abstrak Kelompok pengolahan dan pemasaran hasil perikanan (POKLAHSAR) di Dusun Kuranji Bangsal adalah kelompok usaha ibu – ibu atau istri nelayan yang melakukan pengolahan terhadap hasil perikanan yang didapatkan dari hasil tangkapan nelayan. Hasil tangkapan berupa Ikan teri yang selama ini hanya diolah dengan cara pemindangan dan dujual langsung. Kegiatan pendampingan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada kelompok pengolahan mengenai pentingnya diversifikasi olahan ikan teri menjadi stik ikan yang memiliki ketahanan, gizi dan nilai jual yang lebih baik. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu dengan observasi, penyuluhan, demonstrasi, dan evaluasi. Hasil dari kegiatan pengabdian yang telah dilakukan yaitu mampu mengolah stik ikan teri secara madiri serta kepuasan terhadap kegiatan yang dilakukan sebesar 98%. Kata kunci: ikan teri; stik ikan; diversifikasi Abstract The Fishery Products Processing and Marketing Group (POKLAHSAR) in Dusun Kuranji Bangsal is a women's business group consisting of fishermen’s wives who process the fishery products obtained from local catches. One of the main catches, anchovies, has traditionally only been processed through boiling and sold directly. This community service activity aims to provide knowledge and skills to the processing group regarding diversifying anchovy-based products by turning them into fish sticks, which offer better shelf life, nutritional value, and marketability. The implementation methods used in this activity include observation, counseling, demonstration, and evaluation. The results of the program showed that the group is now capable of independently producing anchovy sticks, with a satisfaction rate of 98% among participants. Keywords: anchovies; fish sticks; diversification
Pemberdayaan perempuan melalui pelatihan kewirausahaan pembuatan berbagai produk olahan kurma kepada majelis taklim Attin di Kota Kupang Merlyn Kurniawati; Rolland E. Fanggidae; Markus Bunga; Jachielin H. Lada; Familya M.D. Moensaku
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.31192

Abstract

AbstrakProgram pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan bertujuan untuk merespons kebutuhan perempuan dalam meningkatkan kapasitas ekonomi keluarga melalui keterampilan praktis yang dapat dikembangkan menjadi usaha mandiri. Kegiatan pemberdayaan perempuan ini dilakukan pada anggota kelompok perempuan Majelis Taklim Attin, Kota Kupang untuk pengembangan kewirausahaan pembuatan produk olahan kurma. Metode pendampingan pemberdayaan yang dilakukan adalah dalam bentuk pemaparan materi, demonstrasi, dan praktik langsung pembuatan berbagai produk olahan kurma, seperti susu kurma, cokelat kurma, dan kurma isi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengolah bahan pangan menjadi produk bernilai jual, serta tumbuhnya minat untuk memulai usaha kecil. Program ini diharapkan menjadi fondasi dalam membangun kemandirian ekonomi perempuan dan memperkuat peran komunitas dalam kewirausahaan lokal. Kata Kunci: pemberdayaan perempuan; kewirausahaan; pelatihan; olahan kurma. AbstractThis community service program was carried out to respond to the needs of women in improving their family's economic capacity through practical skills that can be developed into independent businesses. This women empowerment activity was conducted with members of the women's group Majelis Taklim Attin in Kupang City, focusing on entrepreneurship development through the production of processed date-based products. The empowerment assistance method involved material presentations, demonstrations, and hands-on practice in making various date-based products, such as date milk, date chocolate, and stuffed dates. The results of the activity showed an increase in participants’ knowledge and skills in processing food ingredients into marketable products, as well as a growing interest in starting small businesses. This program is expected to serve as a foundation for building women's economic independence and strengthening the role of communities in local entrepreneurship. Keywords: women empowerment; entrepreneurship; training; date-based products.
Small action today for a pollution-free future: pemberdayaan masyarakat di Desa Lok Baintan dalam memalui pembuatan ecobrcik Yeyen Rosalinda; Rahmi Rahmi; Syahrini Dwi Sundari; Mutiara Mutiara; Dina Khairina; Ihya Hazairin Noor
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.28856

Abstract

Abstrak Masalah sampah masih menjadi persoalan serius di Desa Lok Baintan Dalam terutama karena tipe pemukiman yaitu wilayah perairan, sehingga memudahkan masyarakat untuk membuang sampahnya ke sungai. Minimnya tempat pembuangan sampah dan rendahnya kesadaran masyarakat memperburuk kondisi lingkungan, memicu timbulnya pencemaran serta potensi gangguan kesehatan. berdasarkan analisis situasi tersebut, maka dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat melalui program “Lingkungan KEREN (Knowledge, Empowerment, ReiNforce facility)” yang bertujuan untuk (1) meningkatkan pemahaman warga mengenai pengelolaan sampah rumah tangga, (2) mengurangi timbunan sampah melalui pembuatan ecobrick dan sistem pengangkutan sampah, dan (3) menyediakan fasilitas pembuangan sampah sementara di beberapa titik. Kegiatan dilaksanakan selama 10–17 Juli 2024 di RT 01 dan RT 03 Desa Lok Baintan Dalam, dengan mitra masyarakat setempat dan dukungan Puskesmas Sungai Tabuk II. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, workshop pembuatan ecobrick, pembagian tempat sampah dan kantong plastik, pembentukan kader lingkungan, serta evaluasi melalui pre-post test dan uji statistik Wilcoxon. Jumlah peserta aktif dalam kegiatan inti sebanyak 10 orang. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat terhadap pengelolaan sampah, dengan nilai signifikansi uji Wilcoxon sebesar 0,005 (< 0,05). Selain itu, terbentuk 4 kursi ecobrick dari sampah anorganik dan sistem pengangkutan sampah oleh kader secara berkala mulai dijalankan. Secara umum, kegiatan ini meningkatkan softskill warga dalam bentuk kesadaran lingkungan dan partisipasi aktif, serta hardskill berupa kemampuan teknis membuat ecobrick dan memilah sampah. Dampak ekonomis mulai terlihat dari produk hasil olahan ecobrick yang memiliki potensi nilai jual di masa depan. Kata kunci: ecobrick; pengelolaan sampah; lingkungan; pemberdayaan masyarakat. AbstractThe waste problem is still a serious problem in Lok Baintan Dalam Village, especially because the type of settlement is a water area, making it easy for people to throw their waste into the river. The lack of waste disposal sites and low public awareness worsen environmental conditions, triggering pollution and potential health problems. Based on the analysis of the situation, community service activities were carried out through the "Environmental KEREN (Knowledge, Empowerment, ReiNforce facility)" program which aims to (1) increase residents' understanding of household waste management, (2) reduce waste accumulation through the manufacture of ecobricks and waste transportation systems, and (3) provide temporary waste disposal facilities at several points. The activities were carried out during 10-17 July 2024 in RT 01 and RT 03 Lok Baintan Dalam Village, with local community partners and support from the Sungai Tabuk II Health Center. The methods used include counseling, ecobrick making workshops, distribution of trash bins and plastic bags, formation of environmental cadres, and evaluation through pre-post tests and Wilcoxon statistical tests. The number of active participants in the core activities was 10 people. The results of the activities showed a significant increase in community knowledge, attitudes, and actions towards waste management, with a Wilcoxon test significance value of 0.005 (<0.05). In addition, 4 ecobrick chairs were formed from inorganic waste and a waste transportation system by cadres was started periodically. In general, this activity improves residents' soft skills in the form of environmental awareness and active participation, as well as hard skills in the form of technical skills in making ecobricks and sorting waste. The economic impact begins to be seen from the processed ecobrick products that have potential selling value in the future. Keywords: ecobrick; waste management; environment; community empowerment.
Bimbingan teknis dan pendampingan pembuatan laporan keuangan pada UMKM di Desa Kopo, Kabupaten Bandung Roosaleh Laksono; Erly Sherlita; Ignatius Oki Dewabrata; Bunga Indah Bayunitri; Eriana Kartadjumena
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.31085

Abstract

Abstrak Peran dan kontribusi UMKM di Indonesia sangat besar dalam menopang pembangunan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Hal ini dibuktikan dari beberapa hasil penelitian bahwa UMKM dapat menekan jumlah angka pengangguran. Mengingat begitu pentingnya kehadiran UMKM di Indonesia, maka sasaran mitra dalam kesempatan melakukan pengabdian kepada masyarakat yang telah kami laksanakan di desa Kopo kecamatan Kutawaringin KabupatenBandung adalah para UMKM yang tergabung di desa Kopo yang berjumlah 15 orang dari berbagai usaha mereka. Sehingga tujuan pelaksanaan kegiatan kepada masyarakat ini adalah agar  para UMKM di desa kopo dapat membuat laporan keuangan dengan baik dan benar yang sebelumnya pelaku UMKM tersebut belum dapat membuat laporan keuangan di harapkan usaha yang mereka bangun dapat berkembang dan maju dengan adanya bimbingan teknis dan pengarahan yang telah dilakukan dan dapat meningkatkan pengelolaan keuangan mereka. Metoda yang di gunakan dalam pelaksanaan kegiatan PkM ini adalah berupa pelatihan dan pendampingan bimbingan teknis pembuatan laporan keuangan, melakukan diskusi dan tanya jawab serta melakukan evaluasi denga diberikan soal-soal. Selain juga diberikan modul yang berfungsi sebagai pedoman bagi pengurus yang memiliki fungsi manajerial mengembangkan bisnis jasa dan meyusun kebijakan / pedoman / petunjuk pelaksanaan penyusunan laporan keuangan unit usaha desa. Hasil yang telah dicapai dari kegiatan PkM ini adalah para UMKM yang mengikuti pelatihan bimbingan teknis ini telah mampu menguasai bagaimana menyusun laopran keuangan untuk menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan, evaluasi usaha, dan kontrol internal. Kata Kunci: pelatihan; pendampingan; laporan keuangan; UMKM Abstract The role and contribution of MSMEs (Micro, Small, and Medium Enterprises) in Indonesia are significant in supporting economic development and employment absorption. This is evidenced by several research findings showing that MSMEs can reduce unemployment rates. Considering the importance of MSMEs in Indonesia, our target partners for this community service activity, which was carried out in Kopo Village, Kutawaringin District, Bandung Regency, were 15 MSME actors from various types of businesses in Kopo Village. The aim of this community engagement activity was to enable MSMEs in Kopo Village to prepare proper and accurate financial reports, as previously many of them were unable to do so. It is expected that with technical guidance and direction provided during the activity, their businesses will grow and improve through enhanced financial management. The method used in this community service activity included training and technical guidance in preparing financial statements, conducting discussions and Q&A sessions, as well as evaluations through exercises. In addition, a module was provided to serve as a guide for administrators with managerial functions in developing service businesses and formulating policies/guidelines/instructions for preparing financial reports for village business units.The outcome of this activity was that the participating MSMEs were able to understand how to prepare financial reports to provide information for decision-making, business evaluation, and internal control. Keywords: training; assistance; financial reports; MSMEs
Peran edukasi dalam menjaga kebersihan dan kesehatan gigi anak di masyarakat Ratna Kusuma; Samsurianto Samsurianto; Darnah Darnah; Andrea Tri Rian Dani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30289

Abstract

AbstrakKesehatan gigi dan mulut merupakan aspek penting dalam mendukung kesejahteraan anak-anak serta mencegah penyakit gigi sejak dini. Namun, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan gigi menyebabkan tingginya prevalensi karies gigi pada anak-anak. Untuk mengatasi permasalahan ini, program sosialisasi dan edukasi kesehatan gigi dilaksanakan pada 26 Juli 2024 di SDN 001 Tabalar Muara sebagai bagian dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mulawarman. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan gigi serta mengajarkan teknik menyikat gigi yang benar melalui pendekatan interaktif, seperti pemaparan materi, praktik langsung, dan diskusi kelompok. Hasil kegiatan berdasarkan observasi menunjukkan peningkatan kesadaran siswa, meskipun masih ditemukan kebiasaan kurang baik, seperti konsumsi makanan manis berlebihan dan tidak menyikat gigi sebelum tidur. Sebagai tindak lanjut, poster edukatif disebarluaskan di lokasi strategis untuk memperkuat pesan yang disampaikan. Edukasi berkelanjutan serta dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat membentuk kebiasaan menjaga kesehatan gigi sejak dini dan menurunkan angka penyakit gigi pada anak-anak. Kata kunci: edukasi; gigi anak; kebersihan; kesehatan; sosialisasi AbstractOral health is an important aspect in supporting children's welfare and preventing dental disease from an early age. However, low public awareness of dental hygiene causes a high prevalence of tooth decay in children. To overcome this problem, a dental health socialization and education program was implemented on July 26, 2024 at SDN 001 Tabalar Muara as part of the Mulawarman University Community Service Program (KKN). This activity aims to increase students' understanding of the importance of maintaining dental hygiene and teach proper tooth brushing techniques through an interactive approach, such as material presentation, direct practice, and group discussions. The results of the activity based on observations showed an increase in student awareness, although there were still bad habits, such as excessive consumption of sweet foods and not brushing their teeth before going to bed. As a follow-up, educational posters were distributed in strategic locations to reinforce the message conveyed. Continuous education and support from various parties are expected to form the habit of maintaining dental health from an early age and reduce the number of dental diseases in children. Keywords: education; children's dental health; hygiene; health; socialization
Upaya peningkatan pengetahuan berhenti merokok melalui edukasi dan peragaan bahaya rokok dengan alat sederhana Yuwono Tulus Kurniawan; Sekar Arum Artanti; Nadya Fitrianisa; Anang Wiwik Indriatno; Naufal Al Faris Wardhana; Sekarayu Septia Khairunnisa; Nazzala Luthfin Amellia; Yusuf Kusuma Dewa; Rani Windasari Pratami; Indy Anindya Damayanti; Nafisyah Nafisyah; Zahir Khan Gaddy Shaquille Egan; Salsabila Amarti Nisaa; Salsabila Ratna Dea; Tania Octavia; Siti Thomas Zulaikhah; Purwito Soegeng Prasetijono; Suparmi Suparmi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30202

Abstract

Abstrak Hasil analisa situasi menunjukkan bahwa indikator keberhasilan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) di RW 02 Kelurahan Bangetayu Kulon, Kota Semarang untuk anggota keluarga tidak ada yang merokok baru mencapai 36,7% dari target 100%. Tingginya perokok di RW ini saah satunya disebabkan oleh rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat tentang bahaya merokok. Pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan mengenai bahaya merokok bagi kesehatan sebelum dan sesudah edukasi dan peragaan bahaya rokok dengan alat sederhana. . Pelaksanaan PkM melaiputi 3 tahapan yaitu persiapan berupa analisa situasi menggunakan kuesioner PIS-PK dan mawas diri, edukasi dan evaluasi menggunakan kuesioner pretest dan posttest. Edukasi berupa penyuluhan dengan tema “Lepaskan Rokok, Gapai Awet Sehat (LEGA)”. Edukasi menggunakan media leaflet, powerpoint,video dan alat peraga. Tingkat pengetahuan peserta  pada saat pre test  sebesar 6,00±1,75 dan posttest sebesar 8.34 ±1,45, sehingga terdapat peningkatan pengetahuan sebesar 28,05%. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan (p<0.05) antara tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah edukasi Edukasi dan peragaan bahaya rokok dengan alat sederhana terbukti dapat meningkatkan tingkat pengetahuan untuk berhenti merokok bagi warga RW 02 Kelurahan Bangetayu Kulon, Kota Semarang. Upaya menurunkan bahaya rokok di masyarakat perlu memperoleh dukungan dari semua pihak diantaranya keluarga, tokoh masyarakat dan puskesmas. Tindak lanjut yang bisa dilakukan adalah pemasangan poster bahaya merokok di pojok rokok untuk terus mengedukasi masyarakat tentang bahaya rokok. Kata kunci: rokok; edukasi; leaflet; video; alat peraga.. Abstract The situational analysis showed that the success indicator of the Healthy Indonesia Program with a Family Approach (PIS-PK) in RW 02, Bangetayu Kulon Subdistrict, Semarang City, for the criterion of having no family members who smoke has only reached 36.7% of the 100% target. The high number of smokers in this area is partly due to the low level of public knowledge about the dangers of smoking. This community service (PkM) aims to assess the level of knowledge regarding the health hazards of smoking before and after education and demonstrations using simple tools. The implementation of the PkM consists of three stages: preparation (including situational analysis using the PIS-PK questionnaire and self-assessment), education, and evaluation using pretest and posttest questionnaires. The education activity carried the theme "Lepaskan Rokok, Gapai Awet Sehat (LEGA)" or “Let Go of Cigarettes, Embrace Lasting Health.” It used leaflets, PowerPoint presentations, videos, and simple demonstration tools. The participants’ knowledge score increased from a pretest average of 6.00±1.75 to a posttest average of 8.34±1.45, indicating a 28.05% improvement. The Wilcoxon test results showed a significant difference (p<0.05) between participants' knowledge levels before and after the educational session. Education and demonstrations using simple tools proved effective in increasing knowledge about quitting smoking among residents of RW 02, Bangetayu Kulon Subdistrict, Semarang City. Efforts to reduce the dangers of smoking in the community require support from all parties, including families, community leaders, and health centers. A recommended follow-up action is to install anti-smoking posters in smoking corners to continuously educate the public about the dangers of smoking. Keywords: : smoking; education; leaflet; video; teaching aids.
Pelatihan public speaking dan penyiaran bagi siswa SMAN 1 Belahbatuh dalam meningkatkan keterampilan komunikasi Anak Agung Gede Adi Mega Putra; Dewa Ayu Eka Ratna Dewi; I Nyoman Yudi Anggara Wijaya
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30451

Abstract

AbstrakKemampuan berbicara di depan umum (public speaking) dan keterampilan penyiaran kini telah menjadi kebutuhan penting bagi generasi muda untuk dapat tampil percaya diri, komunikatif, dan siap menghadapi tantangan di masa depan. Namun, tidak sedikit siswa yang masih merasa gugup, kurang percaya diri, bahkan menghindari kesempatan tampil karena minimnya pelatihan dan pengalaman dalam berkomunikasi. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Blahbatuh ini, tim pelaksana berupaya menjawab tantangan tersebut dengan mengadakan edukasi dan pelatihan yang berfokus pada teknik dasar public speaking, etika komunikasi, dan penyiaran. Kegiatan ini melibatkan 42 siswa dari kelas X hingga XII yang tergabung dalam ekstrakurikuler dan OSIS. Program pelatihan ini dirancang dalam lima tahap, mulai dari sosialisasi, penyusunan materi, pelatihan teori, praktik dan simulasi, hingga evaluasi. Siswa tidak hanya mendapatkan pemahaman teoritis, tetapi juga pengalaman langsung melalui simulasi siaran dan praktik berbicara di depan publik. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa mayoritas peserta mengalami peningkatan keterampilan secara signifikan. Secara kuantitatif, 88% peserta menyatakan pelatihan ini efektif dan bermanfaat. Secara kualitatif, terlihat peningkatan kepercayaan diri, teknik vokal yang lebih terarah, dan pemahaman mendalam terhadap etika komunikasi. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya komunikasi yang lebih terbuka, dinamis, dan beretika di lingkungan sekolah. Kata Kunci: pengabdian; edukasi dan pelatihan; public speaking; penyiaran; etika komunikasi. Abstract Public speaking and broadcasting are essential skills for the younger generation to develop confidence, communication competence, and readiness to face future challenges. However, many students still struggle with anxiety and lack of experience, limiting their ability to speak publicly. This Community Service Program at SMA Negeri 1 Blahbatuh aimed to overcome these barriers by providing targeted training on basic public speaking, communication ethics, and broadcasting techniques. A total of 42 students from grades X to XII, active in extracurricular activities and OSIS, participated in the program. The training was conducted in five stages: socialization, material preparation, theoretical sessions, practice and simulation, and final evaluation. Students gained both conceptual understanding and practical experience through speech exercises and broadcast simulations. The evaluation showed significant improvement: 88% of participants reported the training was effective. Qualitatively, students exhibited higher confidence, improved vocal skills, and stronger ethical awareness in communication. This program is expected to lay the foundation for cultivating a more open, ethical, and dynamic communication culture within the school. Keywords: community service; education and training; public speaking; broadcasting; communication ethics.
Peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengendalian DBD melalui strategi komunikasi kader di Kelurahan Titipapan Kota Medan Nur Indah Rahma Dilla; Maharani Zahra Nasution; Irwansyah Lubis; Suryani Suryani; Husnida Putriyana Hutabarat; Sayyidati Zahira; Dwi Fanny Amanda Natasya; Ayu Sukma Putri Sembiring
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.31044

Abstract

AbstrakDemam Berdarah Dangue (DBD) masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang serius di Indonesia. Untuk mengendalikan penyebarannya, dibutuhkan kerja sama dari semua pihak, terutama peran aktif masyarakat. Dalam hal ini, kader kesehatan memegang peranan penting sebagai jembatan antara tenaga medis dan masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan peran kader dalam edukasi dan sosialisasi pengendalian DBD kepada masyarakat.. Pengabdian masyarakat dilakukan di Kota Medan, tepatnya di Jalan Platina 2, Lingkungan 8, Kelurahan Titipapan. Metode yang digunakan adalah pelatihan, penyuluhan, dan pendampingan kepada lima kader kesehatan yang berperan sebagai edukator bagi masyarakat. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan lima orang informan, terdiri dari satu ketua kader dan empat anggota kader penanggulangan DBD. Wawancara ini bertujuan untuk memahami strategi komunikasi yang digunakan kader dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Selain itu, dilakukan observasi terhadap penerapan komunikasi interpersonal dan pendekatan persuasif dalam sosialisasi pengendalian DBD. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa komunikasi langsung dari hati ke hati (interpersonal), pendekatan yang bersifat membujuk dan menyadarkan (persuasif), serta penggunaan media lokal seperti poster atau pengeras suara di lingkungan setempat, terbukti efektif untuk meningkatkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat. Peran kader sangat penting karena merekalah yang paling dekat dengan warga dan bisa menyampaikan informasi dengan cara yang mudah diterima. Keaktifan kader dalam menyampaikan pesan dan menjalin hubungan baik dengan warga menjadi salah satu kunci keberhasilan pengendalian DBD di tingkat lokal. Kata kunci: pengabdian masyarakat; kader kesehatan; partisipasi masyarakat; demam berdarah; pengendalian penyakit AbstractDangue Hemorrhagic fever (DHF) is still a serious health problem in Indonesia. To control its spread, cooperation from all parties is needed, especially the active role of the community. In this case, health cadres play an important role as a bridge between medical personnel and the community. This community service activity aims to increase the role of cadres in educating and socializing dengue control to the community. The community service was conducted in Medan City, precisely on Jalan Platina 2, Neighborhood 8, Titipapan Village. The method used was training, counseling, and mentoring to five health cadres who act as educators for the community. Data were collected through in-depth interviews with five informants, consisting of one cadre leader and four members of the DHF cadre. The interviews aimed to understand the communication strategies used by the cadres in delivering information to the community. In addition, observations were made on the application of interpersonal communication and persuasive approaches in the socialization of DHF control. The results of the community service showed that direct heart-to-heart communication (interpersonal), persuasive approaches, and the use of local media such as posters or loudspeakers in the local environment, proved effective in increasing community awareness and involvement. The role of cadres is very important because they are the ones closest to the community and can convey information in a way that is easily accepted. The activeness of cadres in delivering messages and establishing good relationships with residents is one of the keys to successful dengue control at the local level.  Keywords: community service; health cadres; community participation; Dangue fever; disease control
Optimalisasi kesehatan ibu hamil dalam mencegah komplikasi kehamilan dan persiapan laktasi melalui edukasi kesehatan Fitri Ayatul Azlina; Rieh Firdausi; Nana Astriana Hasibuan; Latifah Widianzah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32081

Abstract

Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan indikator dalam menilai kualitas pembangunan kesehatan. Salah satu penyebab kematian maternal adalah terjadinya komplikasi kehamilan. Ibu hamil perlu mencegah komplikasi kehamilan dengan mengenali tanda bahaya kehamilan. Selain itu, ibu hamil juga memerlukan informasi mengenai persiapan laktasi setelah melahirkan. Hal ini merupakan upaya agar ibu hamil dapat mempersiapkan diri untuk mampu menyusui secara eksklusif. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ibu hamil untuk mengenali tanda bahaya kehamilan dan mempersiapkan laktasi pasca persalinan. Kegiatan ini dilaksanakan di Poliklinik Kandungan Rumah Sakit Islam Sultan Agung Banjarbaru. Topik yang dibawakan yakni pencegahan tanda bahaya kehamilan, perawatan payudara, dan teknik menyusui. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi dengan masing-masing topik diberikan selama 30 menit. Jumlah responden yang hadir dalam kegiatan tersebut berjumlah 25 orang. Hasil evaluasi disampaikan bahwa ibu dapat memahami tanda bahaya kehamilan, cara perawatan payudara dan teknik menyusui yang benar. Perlunya kegiatan serupa sebagai bagian dari promosi kesehatan dalam mendukung kebijakan pemerintah. Kata kunci: edukasi kesehatan; kehamilan; perawatan payudara; tanda bahaya kehamilan; teknik menyusui. AbstractMaternal Mortality Rate (MMR) is an indicator in assessing the quality of health development. One of the causes of maternal death is pregnancy complications. Pregnant women need to prevent pregnancy complications by recognizing pregnancy danger signs. In addition, pregnant women also need information about preparing for lactation after giving nirth. This in an effort so that pregnant women can prepare themselves to be able to breastfeed exclusively. This community service aims to improve the understanding of pregnant women to recognize pregnancy danger signs and prepare for postpartum lactation. This activity was carried out at the Obstetrics Polyclinic of Sultan Agung Islamic Hospital, Banjarbaru. The topics presented were prevention of pregnancy danger signs, breast care, and breastfeeding techniques. The method used was lectures and discuccions with each topic given for 30 minutes. The number of respondents who attended the activity was 25 people. The evaluastion results showed that mothers could understans pregnancy danger signs how to care for breast and correct breastfeeding techniques. The need for similar activities as part of health promotion in supporting governmeny policies.  Keywords: health education; pregnancy; breast care; danger signs of pregnancy; breastfeeding techniques.