cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
Penguatan UMKM kuliner: pendekatan finansial, branding product, dan CSR Gea Dwi Asmara; Rahmat Saleh; Muhammad Safar Nasir; Rinda Kumala Wati; Agus Salim; Indanazulfa Qurrota A'yun
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.31462

Abstract

Abstrak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor kuliner memegang peran penting dalam mendukung perekonomian nasional. Namun demikian, masih banyak pelaku UMKM yang menghadapi berbagai tantangan dalam pengembangan usahanya, termasuk akses permodalan, keterbatasan pemasaran digital, serta rendahnya kesadaran akan pengelolaan limbah yang berkelanjutan. Warung Sate Kambing Pakdhe, yang berlokasi di Bantul, Yogyakarta, merupakan salah satu UMKM yang mengalami ketiga permasalahan tersebut. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan solusi melalui tiga pendekatan utama, yaitu: sosialisasi akses permodalan usaha bagi UMKM, pendampingan digital marketing dengan fokus pada pengelolaan media sosial Instagram, serta pelatihan dan praktik langsung pengelolaan sampah organik melalui metode biopori. Program pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan terstruktur melalui beberapa tahapan: survey awal untuk mengidentifikasi masalah, serta pendampingan dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam ketiga aspek tersebut. Pendekatan terintegratif ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas usaha mitra serta mendorong pertumbuhan usaha yang lebih berkelanjutan dan bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan. Kata kunci: akses modal usaha; digital marketing; pengelolaan limbah; UMKM kuliner. Abstract Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in the culinary sector play an important role in supporting the national economy. However, many MSME players still face various challenges in developing their businesses, including limited access to capital, inadequate digital marketing, and low awareness of sustainable waste management. Warung Sate Kambing Pakdhe, located in Bantul, Yogyakarta, is one of the MSMEs experiencing these three problems. This Community Service activity aims to provide solutions through three main approaches: socialization of access to business capital for MSMEs, digital marketing assistance with a focus on Instagram social media management, and training and hands-on practice of organic waste management through the biopore method. This community service programme employs a structured approach through several stages: an initial survey to identify problems, as well as assistance with pre-tests and post-tests to measure knowledge improvement. The results showed an increase in participants’ knowledge and skills in all three aspects. This integrated approach is expected to enhance the business capacity of partners and foster more sustainable, socially responsible, and environmentally responsible business growth. Keywords: access to business capital; digital marketing; waste management; culinary MSMEs.
Optimalisasi pembelajaran biologi dengan model-model pembelajaran inovatif: pelatihan guru-guru SMA di Kota Kupang Maria Novita Inya Buku; Sardina Ndukang; Getrudis Wilhelmina Nau
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.30282

Abstract

Abstrak Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa guru biologi di Kota Kupang, termasuk guru biologi SMAN 9 Kota Kupang, diketahui bahwa guru telah mengenal banyak model pembelajaran inovatif dan telah mencantumkannya dalam perangkat pembelajaran yang mereka susun namun dalam pelaksanaan di kelas guru tidak melaksanakannya seperti apa yang tertulis karena guru belum memahami sintaks model-model pembelajaran inovatif dengan baik sehingga masih mengalami kesulitan dalam mengimplementasikan model-model pembelajaran tersebut sesuai dengan karakteristik mata pelajaran yang diampu Berdasarkan permasalahan yang dihadapi oleh mitra, maka tim pelaksana melakukan kegiatan pengabdian pada masyarakat dengan tema pelatihan penyusunan perangkat pembelajaran biologi berbasis model-model pembelajaran inovatif bagi guru-guru SMA di Kota Kupang. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatan pemahaman dan pengetahuan guru-guru biologi di Kota Kupang terkait penyusunan perangkat pembelajaran biologi berbasis model-model pembelajaran inovatif sehingga guru-guru biologi dapat menerapkannya model-model pembelajaran tersebut di dalam pembelajaran. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah yaitu pelatihan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada Bulan April 2024, dihadiri oleh 34 peserta, dan dilaksanakan di SMA Negeri 9 Kota Kupang. Hasil dari kegiatan pelatihan, terdapat peningkatan pemahaman guru dalam menyusun perangkat pembelajaran biologi berbasis model-model pembelajaran inovatif sebesar 22,83 dengan nilai N-gain 0,21 dan setelah dilakukan kegiatan pendampingan, pemantauan dan evaluasi diketahui bahwa guru-guru biologi dapat melaksanakan sintaks model pembelajaran discovery, inquiry dan problem based learning secara baik dan dapat melaksanakan sintaks model project base learning dengan sangat baik. Kata kunci: pelatihan; perangkat pembelajaran; model-model pembelajaran inovatif. Abstract Based on the results of interviews with several biology teachers in Kupang City, including biology teachers of SMAN 9 Kupang City, it is known that teachers are familiar with many innovative learning models and have included them in the learning tools they compile but in the implementation in the classroom teachers do not implement them as written because teachers do not understand the syntax of innovative learning models well so that they still have difficulty in implementing these learning models according to the characteristics of the subjects they teach Based on the problems faced by partners, the implementation team conducted community service activities with the theme of training in the preparation of biology learning tools based on innovative learning models for high school teachers in Kupang City. The purpose of this activity is to increase the understanding and knowledge of biology teachers in Kupang City related to the preparation of biology learning tools based on innovative learning models so that biology teachers can apply these learning models in learning. The methods used in this activity are training, mentoring, and monitoring and evaluation. This community service activity was carried out in April 2024, attended by 34 participants, and held at SMA Negeri 9 Kupang City. As a result of the training activities, there was an increase in teachers' understanding in preparing learning tools. Keywords: training; learning tools; innovative learning models.
Pemberdayaan UMKM Desa Gelebak dalam melalui edukasi keuangan syariah dan penguatan nilai ekonomi Islam Choiriyah, Choiriyah; Noviani, Dwi; Nopriansyah, Waldi; Juleha, Juleha; Sari, Emilia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.31607

Abstract

AbstrakRendahnya literasi keuangan syariah menjadi hambatan utama bagi pelaku UMKM di Desa Gelebak Dalam dalam mengakses sistem keuangan yang adil, halal, dan sesuai syariat. Pemberdayaan melalui edukasi keuangan syariah diperlukan untuk meningkatkan pemahaman dan praktik keuangan Islami di tingkat desa. Kegiatan dilakukan dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan observasi kebutuhan, pelatihan langsung, diskusi kelompok, studi kasus, dan simulasi. Materi meliputi prinsip dasar keuangan syariah, pengenalan akad mudharabah dan musyarakah, serta pencatatan keuangan sederhana berbasis syariah. Terdapat peningkatan rata-rata pemahaman peserta sebesar 45% terhadap prinsip transaksi tanpa riba, jenis akad syariah, pencatatan keuangan usaha, dan kewajiban zakat. Peserta juga menunjukkan ketertarikan pada model pembiayaan tanpa bunga yang lebih adil dan transparan. Diskusi kelompok kecil terbukti efektif untuk mendorong pemahaman konsep keuangan syariah secara praktis. Kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan kesadaran, keterampilan, dan motivasi peserta dalam mengelola usaha secara halal dan berkelanjutan. Diperlukan pendampingan lanjutan, pelatihan digital sederhana, dan kerja sama dengan lembaga keuangan syariah agar dampak positif dapat dipertahankan dan diperluas. Kata Kunci: UMKM; keuangan Syariah; edukasi; pemberdayaan; ekonomi Islam. AbstractLow Islamic financial literacy is a major barrier for MSME actors in Gelebak Dalam Village to access fair, halal, and sharia-compliant financial systems. Empowerment through Islamic financial education is needed to improve understanding and financial practices at the village level. This community service used a participatory approach involving needs assessment, direct training, group discussions, case studies, and simulations. Training materials covered the basic principles of Islamic finance, introduction to mudharabah and musyarakah contracts, and simple sharia-based financial recordkeeping. There was an average 45% increase in participants’ understanding of interest-free transactions, types of Islamic contracts, business financial recording, and zakat obligations. Participants also showed strong interest in fairer, interest-free financing models. Small-group discussions proved effective in fostering practical understanding of Islamic financial concepts. The program contributed to increased awareness, skills, and motivation among MSME actors to manage businesses in a halal and sustainable manner. Continued support is needed in the form of follow-up mentoring, basic digital training, and collaboration with Islamic financial institutions to sustain and expand the program’s positive impact. Keywords: MSMEs; Islamic finance; education; empowerment; Islamic economy.
Peningkatan literasi keuangan dan keterampilan public speaking melalui gamification smart pocket dan metode C.A.N Saragih, Susanti; Margaretha, Yolla; Kristine, Fanny; Margaretha, Meily; Nursalin, Kezia Kurniawati; Sherlywati, Sherlywati; Kuswoyo, Chandra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.31925

Abstract

AbstrakLiterasi keuangan dan keterampilan public speaking merupakan kompetensi penting bagi siswa dalam menghadapi era digital. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kedua keterampilan tersebut di kalangan siswa kelas IX SMPK BPK Penabur Holis Bandung melalui pendekatan edukatif interaktif. Kegiatan dilaksanakan dalam satu hari melibatkan 114 siswa dan delapan guru pendamping. Pemetaan kebutuhan dilakukan melalui survei daring sebelum pelatihan. Materi literasi keuangan menggunakan konsep SMART POCKET, sedangkan keterampilan berbicara menerapkan metode C.A.N (Creative, Artikulasi, Nada) dengan pendekatan gamification. Evaluasi menggunakan pre dan post-test serta survei kepuasan. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman signifikan dengan rata-rata skor meningkat dari 83,2 menjadi 100. Survei kepuasan menunjukkan peserta menilai kegiatan relevan, bermanfaat, dan mampu meningkatkan kepercayaan diri. Meskipun terbatas waktu pelaksanaan, kegiatan ini berhasil mencapai tujuan dan mencerminkan komitmen Tri Dharma Perguruan Tinggi serta berkontribusi pada pencapaian SDGs No. 8. Kata kunci: pengabdian; pelatihan; literasi digital; public speaking; generasi z Abstract Financial literacy and public speaking skills are essential competencies for students in facing the digital era. This Community Service (PKM) activity aims to enhance both skills among ninth-grade students at SMPK BPK Penabur Holis Bandung through an interactive educational approach. The activity was conducted in one day involving 114 students and eight accompanying teachers. Needs mapping was conducted through an online survey before the training. Financial literacy material used the SMART POCKET concept, while speaking skills applied the C.A.N method (Creative, Articulation, Tone) with a gamification approach. Evaluation used pre and post-tests as well as satisfaction surveys. Results showed significant improvement in understanding with average scores increasing from 83.2 to 100. Satisfaction surveys indicated that participants found the activity relevant, beneficial, and capable of boosting their confidence. Despite time constraints in implementation, this activity successfully achieved its objectives and reflects the commitment to Tri Dharma Perguruan Tinggi while contributing to the achievement of SDGs No. 8. Keywords: community service; training; digital literacy; public speaking; generation z
Penguatan kompetensi akuntan muda dalam menyongsong generasi emas Indonesia 2045 Junarti, Junarti; Husnayetti, Husnayetti; Astuti, Tri Budi; Novida, Irma; Yudiman, Atika Tri; Mardika, Isnan Hari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32295

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk webinar nasional dengan tema "Strategi Pengembangan Akuntan Muda Toward Indonesia's Golden Generation 2045". Tema tersebut diangkat sebagai respons atas pentingnya peran akuntan muda dalam mendukung visi besar Indonesia Emas 2045. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman strategis kepada mahasiswa akuntansi mengenai kompetensi yang harus dimiliki di era digital, pentingnya etika profesional, serta kesiapan menghadapi tantangan global melalui sertifikasi dan literasi teknologi. Kegiatan diikuti oleh sekitar 100 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting. Metode kegiatan mencakup penyampaian materi oleh narasumber, sesi tanya jawab interaktif, serta pelaksanaan pre-test sebagai alat ukur pemahaman awal. Hasil pre-test menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memiliki pengetahuan dasar yang cukup baik, namun masih kurang pada aspek konseptual seperti visi Indonesia Emas, literasi digital, dan peran strategis profesi akuntan. Webinar ini berhasil meningkatkan kesadaran peserta akan pentingnya penguatan kompetensi teknis dan non-teknis sebagai akuntan muda. Diperlukan program lanjutan dalam bentuk pelatihan, mentoring, serta kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri agar transisi mahasiswa ke dunia profesional dapat berlangsung lebih optimal dan adaptif. Kata kunci: akuntansi; akuntan muda; webinar; literasi digital; indonesia emas AbstractThis community service activity was conducted in the form of a national webinar titled "Strategies for Developing Young Accountants Toward Indonesia's Golden Generation 2045." The theme was raised in response to the crucial role of young accountants in supporting Indonesia's 2045 vision. The objective was to provide accounting students with strategic insights into the competencies required in the digital era, the importance of professional ethics, and the readiness to face global challenges through certification and digital literacy. The event was attended by approximately 100 students from various universities across Indonesia and held virtually via Zoom Meeting. The methods included material presentations by speakers, interactive Q&A sessions, and a pre-test to assess baseline understanding. Pre-test results revealed that while participants had a good foundational knowledge, gaps remained in conceptual areas such as the Golden Indonesia vision, digital literacy, and the strategic role of accountants. The webinar successfully increased participants' awareness of the importance of strengthening both technical and non-technical competencies. Further follow-up is needed through training programs, career mentoring, and collaboration between academia and industry to ensure a smooth and adaptive transition from campus to professional environments. Keywords: accounting; young accountants; webinar; digital literacy; golden indonesia
Menggali manfaat Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai solusi kesehatan mandiri di Desa Rantau Langsat Mukhtar, Harun; Handayani, Fitri; Amran, Hasanatul Fuadah; Yordan, Gibril; Danillo, Amadel; Hartanto, Fizhra Dwi Putra; Benu, M. Rajib Owiendra; Maulana, Ade Irvan; Irawan, Eldi; Wijaya, Peter
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32068

Abstract

Abstrak Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan pengembangan TOGA di Desa Rantau Langsat melalui sosialisasi, pelatihan pengelolaan tanaman obat, simulasi penggunaan formularium ramuan obat tradisional, serta pendirian kebun TOGA. Kegiatan dilaksanakan oleh tim KKN dengan melibatkan masyarakat, khususnya kader PKK, dan mendapatkan dukungan dari pemerintah desa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengenali, menanam, merawat, dan memanfaatkan tanaman obat secara mandiri. Sebuah kebun TOGA percontohan seluas 4 x 4 meter berhasil dibangun dan berfungsi sebagai pusat pembelajaran masyarakat. Keberlanjutan program ini ditunjang oleh pendampingan yang konsisten dan evaluasi efektivitas pemanfaatan tanaman obat sebagai terapi tradisional. Selain itu, kegiatan ini membuka peluang pemberdayaan ekonomi melalui pengembangan produk olahan dan pemanfaatan limbah tanaman obat. Secara keseluruhan, pemanfaatan TOGA berpotensi menjadi alternatif pengobatan yang efektif sekaligus sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat Desa Rantau Langsat. Kata kunci: tanaman obat keluarga; pemanfaatan; pengabdian masyarakat; kesehatan; pemberdayaan ekonomi. Abstract The utilization of Family Medicinal Plants (TOGA) is one of the efforts to improve public health and welfare independently. This study aims to describe the implementation of TOGA development activities in Rantau Langsat Village through socialization, training on medicinal plant management, simulations of traditional herbal formulations, and the establishment of a TOGA demonstration garden. The activities were carried out by a community service team (KKN) involving local residents, particularly PKK women’s group members, with support from the village government. The results indicated an increase in community knowledge and skills in identifying, cultivating, maintaining, and independently utilizing medicinal plants. A 4 x 4 meter TOGA demonstration garden was successfully established and serves as a community learning center. The program's sustainability is supported by continuous mentoring and evaluation of the effectiveness of medicinal plant-based therapies. Furthermore, the initiative opens up opportunities for economic empowerment through the development of processed products and the use of medicinal plant waste. Overall, the utilization of TOGA has the potential to become an effective alternative treatment and a supplementary source of income for the residents of Rantau Langsat Village. Keywords: family medicinal plants; utilization, community service; health; economic empowerment.
Pembangunan smart hydroponic greenhouse sebagai media pembelajaran berkebun bagi siswa SDIT Al Munawwaroh Balikpapan Musyarofah, Musyarofah; Prayitno, Budi; Utomo, Zinedine Zidane; Simanjuntak, Cristovel; Ardhansyah, Mukti; Andrie, Attila Alief Anugrah; Sihaloho, Elisabeth Romanauli; Agung R., Risa Rahelia; Saputra, Dwi Mulia Nur; Sastrawan, Febrian Dedi; Sa'adiyah, Devy Setiorini
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32194

Abstract

Abstrak Pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan karakter masih jarang diterapkan secara optimal di tingkat sekolah dasar. SDIT Al-Munawwaroh Balikpapan sebagai mitra kegiatan memiliki semangat kuat dalam mendukung inovasi pembelajaran lingkungan, namun belum memiliki sarana praktik pertanian yang memadai. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membangun Smart Hydroponic Greenhouse sebagai media pembelajaran aktif berbasis teknologi hidroponik yang ramah lingkungan dan mudah dioperasikan oleh siswa. Mitra kegiatan adalah SDIT Al-Munawwaroh yang memiliki 93 siswa dan 9 guru, dengan lokasi di Kelurahan Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara, Kalimantan Timur. Metode pelaksanaan terdiri dari tiga tahap: survei dan perencanaan, pembangunan greenhouse dan instalasi sistem hidroponik metode NFT, serta pelatihan dan pendampingan siswa dalam praktik bercocok tanam, pemantauan pertumbuhan tanaman, dan panen. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat keberhasilan tumbuh tanaman di atas 90%, keterlibatan aktif seluruh siswa dalam praktik berkebun, serta integrasi kegiatan dengan pembelajaran di kelas. Guru menyatakan peningkatan minat dan pemahaman siswa terhadap sains dan lingkungan. Greenhouse ini juga menjadi sarana pembentukan karakter, khususnya tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian lingkungan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa teknologi pertanian sederhana dapat diadopsi sebagai media pembelajaran yang efektif dan berkelanjutan di sekolah dasar, serta dapat direplikasi pada lembaga pendidikan serupa. Kata kunci: berkebun; greenhouse pintar; hidroponik; metode NFT; pendidikan dasar. Abstract Contextual learning that integrates science, technology, and character education is still rarely implemented effectively at the elementary school level. SDIT Al-Munawwaroh Balikpapan, as the partner institution, has shown strong enthusiasm for promoting environmental-based learning, yet lacks adequate facilities for practical agricultural education. This community service program aimed to establish a Smart Hydroponic Greenhouse as an active learning medium based on environmentally friendly hydroponic technology that is easy to operate by students. The partner, SDIT Al-Munawwaroh, consists of 93 students and 9 teachers and is located in Karang Joang Subdistrict, North Balikpapan District, East Kalimantan. The program was implemented in three stages: initial survey and planning, construction of the greenhouse and installation of the NFT-based hydroponic system, followed by training and mentoring of students and teachers in plant cultivation, growth monitoring, and harvesting. The results showed a plant growth success rate above 90%, active student involvement in gardening practices, and successful integration with classroom learning. Teachers observed increased student interest and understanding in science and environmental topics. The greenhouse also served as a character development platform, particularly in nurturing responsibility, cooperation, and environmental awareness. This program demonstrates that simple agricultural technology can be effectively adopted as a sustainable and replicable learning tool for primary education institutions. Keywords: gardening; smart greenhouse; hydroponics; NFT Method; primary education
Upaya pencegahan dini komplikasi postpartum melalui inovasi cerdas (cek rutin dan edukasi seputar nifas) Cahyaningtyas, Dwi; Rospia, Evi Diliana; Liantanty, Firda; Pertiwi, Silvi Anggraini; Syaswari, Alya Syarah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32222

Abstract

AbstrakKomplikasi postpartum merupakan salah satu penyebab utama tingginya angka kematian ibu, terutama dalam 42 hari pertama pascapersalinan. Minimnya edukasi, rendahnya kesadaran kunjungan nifas, serta keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan menjadi faktor utama terjadinya komplikasi seperti anemia dan hipertensi. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan deteksi dini komplikasi postpartum melalui inovasi CERDAS (Cek Rutin dan Edukasi Seputar Nifas) yang mengintegrasikan edukasi partisipatif dan pemeriksaan kesehatan sederhana. Kegiatan dilaksanakan pada 15 ibu nifas, menggunakan metode action research yang terdiri dari empat tahap: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan ibu setelah intervensi edukatif, dengan nilai posttest meningkat dari 13% menjadi 93%. Pemeriksaan tekanan darah dan kadar hemoglobin mengidentifikasi 13% peserta mengalami hipertensi tingkat I dan 53% mengalami anemia ringan. Inovasi ini terbukti efektif menjembatani kesenjangan informasi dan meningkatkan kesadaran ibu terhadap komplikasi pascapersalinan. Program ini direkomendasikan untuk direplikasi secara berkala dengan dukungan lintas sektor guna memperkuat layanan kesehatan ibu berbasis komunitas. Kata kunci: ibu nifas; komplikasi postpartum; edukasi kesehatan; anemia; hipertensi AbstractPostpartum complications are one of the main causes of high maternal mortality, especially in the first 42 days postpartum. Lack of education, low awareness of postpartum visits, and limited access to health services are the main factors for the occurrence of complications such as anemia and hypertension. This community service program aims to improve early detection of postpartum complications through the innovation of CERDAS (Routine Check and Education About Postpartum) which integrates participatory education and simple health checks. Activities were carried out on 15 postpartum women, using an action research method consisting of four stages: planning, action, observation, and reflection. Results showed a significant increase in maternal knowledge after the educational intervention, with posttest scores increasing from 13% to 93%. Examination of blood pressure and hemoglobin levels identified 13% of participants had grade I hypertension and 53% had mild anemia. This innovation proved effective in bridging the information gap and increasing maternal awareness of postpartum complications. This program is recommended for regular replication with cross-sector support to strengthen community-based maternal health services Keywords: postpartum mothers; postpartum complications; health education; anemia; hypertension
Penyuluhan hukum tingkat pemahaman mengenai pembuatan akta otentik oleh notaris di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya Simanjuntak, Kristi Warista; Hidaya, Wahab Aznul; Rakia, A. Sakti R. S.
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32594

Abstract

Abstrak Penyuluhan hukum mengenai pembuatan akta otentik oleh Notaris di Kabupaten Sorong bertujuan untuk meningkatkan pemahaman hukum masyarakat, khususnya terkait dengan fungsi dan prosedur pembuatan akta otentik yang memiliki kekuatan hukum. Masyarakat yang menjadi sasaran kegiatan ini terdiri dari perangkat desa, tokoh masyarakat, dan pihak-pihak yang berpotensi melakukan tindakan hukum, seperti jual beli dan perjanjian waris. Pengabdian ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) dengan pendekatan partisipatif, yang melibatkan masyarakat secara aktif melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman. Kegiatan ini dilaksanakan dalam beberapa tahap, termasuk persiapan, sosialisasi, penyuluhan, dan evaluasi. Hasil yang dicapai menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman masyarakat mengenai akta otentik setelah dilakukan penyuluhan. Sebelum kegiatan, sebagian besar peserta berada dalam kategori pemahaman "Cukup" dan "Kurang", namun setelah penyuluhan, mayoritas peserta berada dalam kategori "Baik" dan "Sangat Baik". Dengan demikian, kegiatan penyuluhan ini berhasil meningkatkan kesadaran hukum masyarakat dan memperkenalkan peran Notaris dalam menjaga kepastian hukum. Penyuluhan hukum ini diharapkan dapat dilanjutkan secara berkelanjutan untuk menciptakan budaya hukum yang taat asas dan menjamin perlindungan hukum bagi masyarakat. Kata kunci: penyuluhan hukum; akta otentik; notaris; participatory action research; Kabupaten Sorong. Abstract Legal counseling on the preparation of authentic deeds by notaries in Sorong Regency aims to improve the community's understanding of the law, particularly regarding the functions and procedures for preparing authentic deeds that have legal force. The target audience for this activity consists of village officials, community leaders, and parties who are likely to engage in legal transactions, such as sales and inheritance agreements. This outreach program employs the Participatory Action Research (PAR) method with a participatory approach, actively involving the community through pre-tests and post-tests to measure improvements in understanding. The program is implemented in several stages, including preparation, socialization, outreach, and evaluation. The results achieved demonstrate a significant improvement in the community's understanding of authentic deeds following the outreach program. Before the activity, most participants were categorized as having “Adequate” and “Inadequate” understanding, but after the education, the majority of participants were categorized as having ‘Good’ and “Very Good” understanding. Thus, this legal education activity successfully increased public legal awareness and introduced the role of Notaries in maintaining legal certainty. This legal education is expected to continue on an ongoing basis to create a culture of law-abiding principles and ensure legal protection for the community. Keywords: legal education; authentic deeds; notaries; participatory action research; Sorong Regency.
Mengenal kriptografi sejak dini: membangun kesadaran keamanan data pribadi Anwar, Yunita Septriana; Abdillah, Abdillah; Sirajudin, Sirajudin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32534

Abstract

AbstrakKegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan konsep dasar kriptografi, khususnya Caesar Cipher dan Vigenère Cipher, secara sederhana kepada siswa kelas V sebagai upaya menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keamanan data pribadi sejak usia dini. Pelaksanaan kegiatan meliputi penyampaian materi, kerja kelompok dalam menyusun dan memecahkan sandi, serta evaluasi melalui observasi dan kuesioner. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme yang tinggi dari para siswa serta dukungan penuh dari pihak sekolah. Rata-rata skor penilaian kegiatan sebesar 3,6 (kategori baik), yang mencerminkan efektivitas pendekatan yang digunakan. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan literasi digital siswa, sekaligus membuka peluang untuk pengembangan program lanjutan, seperti pelatihan bagi guru dan pengembangan media pembelajaran berbasis keamanan digital. Kata kunci: kriptografi; caesar cipher; vigenère cipher; literasi digital. AbstractThis activity aimed to introduce the basic concepts of cryptography, particularly the Caesar Cipher and Vigenère Cipher, in a simple manner to fifth-grade students as an effort to raise awareness of the importance of personal data security from an early age. The implementation of the activity included the delivery of material, group work in creating and deciphering codes, and evaluation through observation and questionnaires. The results showed a high level of enthusiasm from the students and strong support from the school. The average assessment score was 3.6 (categorized as good), reflecting the effectiveness of the approach used. This activity made a tangible contribution to enhancing students’ digital literacy and opened opportunities for the development of follow-up programs, such as teacher training and the creation of learning media focused on digital security. Keywords: cryptography; caesar cipher; vigenère cipher; digital literacy.