cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,711 Documents
PENGENALAN ALAT–ALAT PRAKTIKUM FISIKA PADA MATERI OPTIK BAGI SISWA SMA NEGERI 8 MUARO JAMBI S. Purwaningsih; Nehru Nehru; Jufrida Jufrida; H. Pathoni; L. Muliawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.032 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.2836

Abstract

ABSTRAKBerdasarkan observasi yang telah dilakukan di SMA Negeri 8 Muaro Jambi, banyak materi Fisika yang semestinya diajarkan melalui praktikum dan percobaan, karena berbagai faktor maka praktikum dan percobaan fisika sering tidak dilakukan, kendala yang paling banyak  dijumpai adanya keterbatasan alat-alat praktikum yang tersedia.  Kendala tersebut tentunya tidak dapat dibiarkan, harus dicari penyelesainnya  agar pembelajaran fisika dapat berjalan sesuai dengan indikatornya. Demikian pula pada saat pembelajaran alat-alat optik, selama ini hanya dipelajari secara teori saja, pada hal untuk memahami konsep yang baik, disamping mempelajari teori juga harus disertai dengan praktikum agar dapat memahami konsep dengan baik dan juga menambah minat belajar siswa. Di SMA Negeri 8 Muaro Jambi tidak selalu praktikum dapat dilakukan, hal ini terkendala oleh ketiadaan alat-alat yang tersedia, terutama praktikum alat-alat optik. Untuk mengatasi masalah itu perlu dilakukan pengenalan alat-alat optik dan pada akhirnya melakukan praktikumnya agar supaya siswa dapat membuktikan kebenaran teori-teori yang sudah dipelajari. Berdasarkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian sangat dibutuhkan bagi pihak sekolah terutama SMA Negeri 8 Muaro Jambi. Adanya kegiatan pengabdian ini guru fisika merasa terbantu dalam membelajarkan siswa-siswi dan mendapat inspirasi bagi guru untuk melakukan praktikum  alat-alat optik.. Kata Kunci: praktikum alat-alat optik; SMA Negeri  8 Muaro Jambi. ABSTRACTBased on observations in  SMA 8 Negeri Muaro Jambi, many Physics topic  should be taught with  practicum and experiment in laboratory.  Many  various factors the practicum and physics experiment was   not done. The most common obstacle was the lack of practicum tools available. These obstacles certainly can not be tolerated, solutions must be sought so that the learning of physics can proceed according to the indicators. Similarly, when learning optikal devices, so far only studied in theory only, in terms of understanding good concepts, besides studying theory must also be accompanied by a practicum in order to understand the concept well and also increased the  student interest in learning. In SMANegeri  8 Muaro Jambi not always practicum can be done, It was constrained by the lack of available equipment, especially practicum of optikal devices. To overcome this problem, it was necessary to introduce optikal devices and ultimately done the practicum . The students could  prove the truth of the theories  that they have learned. Based on community service activities that have been done,  it can be concluded that community service activities were  needed for schools, especially SMA Negeri 8 Muaro Jambi. Community service activity feel helped physics teachers in teaching students and got inspiration for teachers to doing the  practicum tools optiks. Keywords: optikal equipment practicum; SMA Negeri 8 Muaro Jambi.
PROMOSI KESEHATAN KERJA PADA PENGRAJIN TENUN Ratna Indriawati; Idiani Darmawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.787 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i2.4100

Abstract

ABSTRAKMasalah kesehatan kerja mempengaruhi individu, keluarga dan masyarakat. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menambah pengetahuan kesehatan kerja, dampak kerja terhadap kesehatan serta pencegahannya. Disamping itu juga untuk menambah wawasan para pekerja mengenai pentingnya penerapan budaya kesehatan dan keselamatan kerja (K3) di tempat kerja serta menciptakan kondisi tempat kerja yang aman dan nyaman bagi para pekerja. Metode pengabdian masyarakat menggunakan promosi dan edukasi kesehatan kerja. Sasaran program pengabdian masyarakat ini adalah 15 orang pengrajin  tenun Sejati Desa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi : pembuatan media promosi kesehatan (leaflet); Edukasi dan promosi  kesehatan kerja; evaluasi kegiatan dengan tanya jawabHasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan adanya tambahan pengetahuan pekerja tenun terkait kesehatan kerja. Promosi kesehatan kerja masih diperlukan untuk menambah pengetahuan kesehatan kerja. Kata kunci: kesehatan; kerja; pengetahuan; tenun ABSTRACTOccupational health problems affect individuals, families and communities. This community service aims to increase knowledge of occupational health, the impact of work on health and its prevention. Besides that, it is also to increase the knowledge of workers about the importance of implementing a culture of occupational health and safety (K3) in the workplace and creating safe and comfortable workplace conditions for workers. Community service methods use promotion and occupational health education. The target of this community service program is 15 Sejati Desa weaving craftsmen. These community service activities include: making health promotion media (leaflets); Occupational health education and promotion; evaluation of activities with discussion. The results of this community service show that weaving workers have additional knowledge regarding occupational health. Occupational health promotion is still needed to increase occupational health knowledge. Keywords: health; work; knowledge; weaving
SIMULASI APLIKASI INTERAKTIF PHET BAGI SISWA SMA PLUS NUSA TIMOR Godelfridus Hadung Lamanepa; Petrus Ola Begu; Oktavianus Ama Ki’i; Rosenti Pasaribu
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.312 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.3286

Abstract

ABSTRAKPerkembangan teknologi informasi yang pesat mengubah pola kehidupan pada berbagai aspek.  Wujud perkembangannya bisa dilihat pada aspek pendidikan diantaranya pelaksanaan belajar secara online dan evaluasi belajar secara online. Dampak lain dari perubahan tersebut yakni kecenderungan siswa menggunakan media belajar yang disukai, mudah diakses, serta tertarik pada media-media belajar yang interaktif. Pergeseran pola belajar siswa yang demikian menuntut guru untuk mencari serta membiasakan diri untuk menggunakan media belajar interaktif sesuai kebutuhan belajar. Media simulasi interaktif PhET adalah salah satu cara guru menghadirkan pembelajaran interaktif di tengah pembelajaran. Tujuan kegiatan yakni menjaring informasi siswa tentang pembelajaran menggunakan aplikasi simulasi PhET. Topik simulasi dalam kegiatan mencakup kesetimbangan benda, hukum Hooke serta gaya dan gerak benda. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode simulasi. Evaluasi kegiatan menggunakan angket respon pembelajaran dengan simulasi PhET. Hasilnya menunjukkan 88% siswa puas terhadap pembelajaran interaktif dengan media PhET. Selanjutnya penggunaan aplikasi interaktif ini diharapkan mampu membangun konsep-konsep fisika dan keterampilan proses sains siswa. Kata kunci: pembelajaran interaktif; simulasi PhET; hasil belajar. ABSTRACTThe rapid development of information technology changes the pattern of life in various aspects. The form of its development can be seen in the educational aspects including online learning implementation and online learning evaluation. Another impact of this change is the tendency of students to use learning media that they like, are easily accessible, and are interested in interactive learning media. This shift in student learning patterns requires teachers to seek out and get used to using interactive learning media according to learning needs. PhET interactive simulation media is one way for teachers to present interactive learning in the middle of learning. The purpose of the activity is to collect student information about learning using the PhET simulation application. Simulation topics in activities include the equilibrium of objects, Hooke's law and the forces and motion of objects. The method used in this activity is the simulation method. Evaluation of activities using a learning response questionnaire with a PhET simulation. The results showed that 88% of students were satisfied with interactive learning using PhET media. Furthermore, the use of this interactive application is expected to be able to build students' physics concepts and science process skills. Keywords: interactive learning; PhET simulation; learning outcomes.
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR TAHU MENJADI PUPUK ORGANIK CAIR DI LOMBOK TENGAH NTB Suhairin Suhairin; Muanah Muanah; Earlyna Sinthia Dewi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.152 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.3144

Abstract

ABSTRAKPembuatan tahu menghasilkan volume limbah yang cukup banyak terutama limbah cairnya. Limbah cair tahu ini mengandung protein tinggi yang mudah terurai dengan cepat. Cairan ini apabila dibuang ke lingkungan tanpa dilakukan pengolahan terlebih dahulu dapat menyebabkan bau busuk dan suasana yang tidak enak. Maka dari itu tujuan kegiatan pengabdian ini untuk mengolah limbah cair tahu menjadi pupuk organik dengan cara fermentasi. Proses fermentasi membutuhkan waktu selama 14 hari dengan tambahan EM4, air kelapa, gula putih, dan air secukupnya. Semua bahan dicampur dan diaduk merata kemudian dimasukkan ke dalam wadah tertutup. Setelah dua minggu pupuk organik cair sudah dapat dimanfaatkan untuk pemupukan tanaman oleh masyarakat di desa Mertak Tombok Kabupaten Lombok Tengah.  Kegiatan ini melibatkan 15 orang mahasiswa KKN dan 12 orang masyarakat dikumpulkan dalam satu ruang siap menerima materi dan penjelasan. Bentuk evaluasi dilakukan secara berkala dengan melakukan kunjungan, memantau secara langsung proses fermentasi; dan pemanfaatan produk pupuk cair ini secara terbatas.Kata kunci: limbah cair tahu; fermentasi; pupuk organik cair. ABSTRACTMaking tofu produces a large volume of waste, especially liquid waste. Tofu liquid waste contains high protein which is easily broken down quickly. If this liquid is disposed of into the environment without treatment it can cause a bad smell and an unpleasant atmosphere. Therefore, the aim of this service is to process the tofu liquid waste into organic fertilizer by means of fermentation.The fermentation process takes 14 days with the addition of EM4, coconut water, white sugar, and enough water. All ingredients are mixed and stirred evenly then put in a closed container. After two weeks, the liquid organic fertilizer can be used for fertilizing plants by the community in Mertak Tombok village, Central Lombok Regency. This activity involved 15 KKN students and 12 community members gathered in one room ready to receive material and explanations. This form of evaluation is carried out periodically by conducting visits, directly monitoring the fermentation process; and limited use of this liquid fertilizer product. Keywords: Tofu liquid waste, fermentation, liquid organic fertilizer.
PELATIHAN PENGGUNAAN PRAKTIKUM VIRTUAL PhET BAGI GURU SD TLOGOSARI WETAN 01 SEMARANG Iryan Dwi Handayani; Seno Suharyo; Wahjoerini Wahjoerini
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.843 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i2.3948

Abstract

ABSTRAKPembelajaran daring sekarang sedang dilaksanakan oleh semua jenjang pendidikan di dunia karena adanya pendemi covid 19. Tenaga pendidik diminta membuat pembelajaran semenarik mungkin walaupun lewat online. DPhet merupakan praktikum simulasi interaktif fenomena Fisika, matematika, biologi dan kimia yang berbasis riset. Tim pengabdian memberikan pelatihan tentang penggunaan PhET dengan tujuan memberikan alternatif praktikum secara online kepada guru SD Tlogosari Wetan 01. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pelatihan langsung kepada guru dan tenaga kependidikan di lingkungan SD Tlogosari Wetan 01 Semarang tentang penggunaan PhET dalam proses pembelajaran terutama praktikum. Kata kunci: PhET; praktikum simulasi ABSTRACTOnline learning is now being carried out by all levels of education in the world because of the Covid 19 epidemic. Educators are asked to make learning as interesting as possible even though it is online. DPhet is a research-based interactive simulation practicum of physics, mathematics, biology and chemistry phenomena. The community service team provides training on the use of PhET with the aim of providing an alternative online practicum for SD Tlogosari Wetan 01 teachers.The method used in this service is direct training for teachers and education personnel in SD Tlogosari Wetan 01 Semarang on the use of PhET in the learning process, especially practicum. Keywords: PhET; simulation practicum
PENINGKATAN KAPASITAS PENDAMPING DALAM DETEKSI DINI MASALAH KESEHATAN MENTAL MAHASISWA UNIRES UMY Iman Permana; Tesaviani Kusumastiwi; Muhammad Arif Rizqi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.779 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i2.3997

Abstract

ABSTRAKUnires UMY didirikan untuk membentuk karakter lulusan yang kompeten dan berakhlaqul karimah. Program ini ditawarkan kepada mahasiswa baru selama 1 tahun pertama. Pendampingan diberikan melalui senior resident (SR) dan asisten senior resident (ASR). Terdapat beberapa kasus mahasiswa yang tidak mampu melakukan adaptasi secara baik, bahkan sampai adanya tanda masalah kesehatan. Kemampuan pendampingan yang baik sangat diperlukan oleh SR dan ASR. Program pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan mengadakan upaya peningkatan kapasitas SR dan ASR dalam mendeteksi secara dini adanya gangguan kesehatan mental dan melakukan pendekatan teman sebaya. Upaya pelatihan dilakukan secara daring dengan peserta 38 orang dan 20 orang telah mengikuti pre dan post test dengan hasil menunjukkan adanya peningkatan skor baik untuk pelatihan pendampingan teman sebaya maupun pendeteksian masalah mental. Untuk yang pertama, dari 20 peserta yang mengisi pre dan post nilai meningkat pada 14 peserta dengan 5 peserta tidak mengalami perubahan dan 1  peserta mengalami penurunan post test. Sementara, untuk pendeteksian masalah mental, didapatkan peningkatan rat-rata nilai dari 73,94 menjadi 85,36. Selain itu, dari kesan dan pesan peserta didapatkan persepsi yang positif atas pelaksanaan pelatihan ini. Sedangkan koneksi internet dan waktu di hari kerja pelaksanaan menjadi keluhan yang mengganggu. Kesimpulan: peningkatan kapasitas dalam hal konseling dan deteksi dini dapat diperoleh melalui pelatihan. Kata kunci: unires; deteksi dini; konseling; kesehatan mental. ABSTRACTUnires UMY was established to build a competent graduates with a good Islamic characteristics. This program was offered to new students in the first year with supervision from the senior residents (SR) and tha assistant of senior residents (ASR). Despite the progress of the program several cases of mental health problems have arisen. This community empowerment program was aimed to increase the capacity the SR and ASR in early detection of any mental health problem and conducting a peer assistance program. An online training was held to 38 participants and 20 had completed the pre and post test. Fourteen out of 20 showed increasing score for the peer assistance program, and the average score was increasing in the early detection training test, from 73.94 to 85.36. Several encouraging comments were retrieved from the participants, addressing that the training has been positively influenced them. While, internet connection and the execution time of the program was regarded as the minor downside of th program. Conclusion: capacity building can be achieved by conducting a training in peer counceling and early detection in mental health. Keywords: unires; early detection; counseling; mental health.
PEMANFAATAN DAUN KEMANGI (Ocinum sanctum) SEBAGAI PRODUK ANTISEPTIK UNTUK PREVENTIF PENYAKIT DI DESA BATUJAI KABUPATEN LOMBOK TENGAH Abdul Rahman Wahid; Dzun Haryadi Ittiqo; Nurul Qiyaam; Melati Permata Hati; Yuli Fitriana; Anjeli Amalia; Atis Anggraini
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.087 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.2841

Abstract

ABSTRAKTangan merupakan anggota badan yang sering terkontaminasi oleh mikroba. Salah satu cara untuk menghilangkan mikroba di tangan yaitu dengan mencuci tangan menggunakan sabun. Selain menggunakan sabun, mencuci tangan dapat juga menggunakan handsanitizer. Salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan handsanitizer adalah daun kemangi. Ekstrak daun kemangi mengandung senyawa yang berperan sebagai antibakteri yaitu tanin, flavonoid dan minyak atsiri. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan dan pelatihan pembuatan gel handsanitizer dari ekstrak kemangi. Metode yg digunakan pada pengabdian ini adalah model ceramah dan demonstrasi praktik pemanfaatan daun kemangi sebagai bahan gel handsanitizer. Pendampingan kegiatan ini agar masyarakat mampu mengolah dan memanfaatkan daun kemangi sebagai sebuah produk gel handsanitizer. Selain itu, hasil produk yang dihasilkan dapat dipergunakan sehari-hari untuk membersihakan tangan yang sehari-hari masyarakat beraktivitas di sawah dan peternak. Kata kunci: daun kemangi, antiseptik, gel handsanitizer ABSTRACTThe hand is a limb that is often contaminated by microbes. One way to eliminate microbes in the hands is by washing hands using soap. In addition to using soap, hand washing can also use a handsanitizer. One of the plants that can be used as a handsanitizer is basil leaves. Basil extract contains compounds that act as antibacterial namely tannins, flavonoids and essential oils. This activity aims to provide counseling and training to make a handsanitizer gel from basil extract. The method used in this service is a model of lectures and demonstrations of the practice of using basil leaves as a handsanitizer gel. Assistance of this activity is so that the community is able to process and utilize basil leaves as a gel handsanitizer product. In addition, the products produced can be used daily to clean the hands of people who are active every day in the fields and ranchers. Keywords: basil leavef, antiseptic, handsanitizer gel
SOSIALISASI BUDIDAYA TOGA DI LAHAN TERBATAS DENGAN VERTICAL GARDEN UNTUK MENUNJANG PRIMARY HEALTH CARE DALAM UPAYA PENCEGAHAN COVID-19 DI LINGKUNGAN BENDEGA I Gusti Agung Ayu Hari Triandini; Isviyanti Isviyanti; Ni Made Gita Gumangsari; Diana Hidayati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.033 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.3378

Abstract

ABSTRAKSalah satu peran keluarga dalam Primary Health Care (PHC) yaitu penyediaan tanaman obat keluarga (toga) dalam apotek hidup sebagai bahan baku utama dalam manajemen pencegahan dan penanganan penyakit termasuk COVID-19. Lingkungan Bendega merupakan salah satu lingkungan yang ada di Kelurahan Tanjung Karang Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat. Lingkungan Bendega terbilang lingkungan yang padat penduduk. Luas pekarangan di masing-masing KK di Lingkungan Bendega, rata-rata kurang memadai untuk dijadikan lahan bercocok tanam. Kurangnya ruang terbuka hijau dan kawasan padat penduduk menyebabkan sanitasi di Lingkungan Bendega menjadi kurang diperhatikan. Terlebih di saat pandemi COVID-19 seperti sekarang ini. Pada umumnya remaja di lingkungan Bendega tersebut mempunyai banyak waktu karena aktivitas pembelajaran yang belum secara tatap muka dan Ibu-ibu rata-rata bekerja sebagai pedagang sehingga dari sore sampai malam hari dapat digunakan waktunya untuk mengikuti sosialisasi. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat kali ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam menanam dan mengolah jenis toga yang secara ilmiah berfungsi mencegah COVID-19, serta menyebarluaskan informasi tentang cara menanam toga di lahan terbatas guna mewujudkan apotek hidup mandiri dengan teknik vertical garden. Metode pelaksanaan: survei lokasi, pengurusan izin, pendataan lahan dan inventarisasi, pengumpulan bahan baku, pembuatan poster & penyuluhan, sosialisasi teknik budidaya & pengolahan tanaman toga, evaluasi kegiatan, dokumentasi dan pelaporan. Dari hasil kegiatan, didapatkan sebanyak 90 % mitra mengalami peningkatan pengetahuan tentang tanaman toga. Mitra memperoleh keterampilan baru dalam bercocok tanam dengan teknik vertical garden. Kata kunci: Bendega; COVID-19; herbal; toga; vertical garden  ABSTRACTOne of the roles of families in Primary Health Care (PHC) is the provision of family medicinal plants (toga) in living pharmacies as the main raw material in the management of prevention and management of diseases including COVID-19. Bendega neighborhood is one of the neighborhoods in Tanjung Karang Village, Sekarbela District, Mataram City, West Nusa Tenggara Province. Bendega is a densely populated environment. The area of yards in each household in the Bendega neighborhood is inadequate to be used as land for cultivation. Lack of green open space and densely populated areas causes sanitation in the Bendega Neighborhood to be less attention. Especially during the COVID-19 pandemic like now. In general, adolescents in the Bendega neighborhood have a lot of time because the learning activities are doing not face-to-face and the average mothers work as traders so that from the afternoon until the evening they can use the time to attend the socialization. The aim of this community service activity is to increase the knowledge and skills of partners in planting and processing types of toga that scientifically function to prevent COVID-19, as well as disseminating information about how to grow toga in limited land in order to create independent living pharmacies with vertical garden techniques. Methods of implementation: survey, permition, land data collection and inventory, collection of raw materials, making posters & counseling, socialization of toga cultivation & processing techniques, evaluation of activities, documentation and reporting. From the results of the activity, an increase in knowledge about toga was obtained by 90% sample. The object groups acquire new skills in farming with vertical garden techniques. Keywords: Bendega; COVID-19; herbs; toga; vertical garden
MENINGKATKAN IMUNITAS TUBUH DALAM MENGHADAPI PANDEMI COVID-19 DI KARANGTARUNA KEDUNGGUPIT, SIDOHARJO, WONOGIRI, JAWA TENGAH Akhmad Mustofa; Nanik Suhartatik
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.758 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.3100

Abstract

ABSTRAKKondisi pandemi saat ini memaksa masyarakat untuk mengurangi sebagian aktifitas di luar rumah. Namun demikian bagi warga desa, dengan keterbatasan ekonomi yang ada, maka pengurangan kegiatan di luar akan sangat berpengaruh terhadap pendapatan mereka. Dengan adanya kondisi new normal, maka masyarakat sudah dapat beraktifitas kembali. Namun demikian terbatasnya informasi khususnya dalam menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh, maka diperlukan sosialisasi pada masyarakat desa akan pentingnya imunitas tubuh di masa pandemi ini. Kedunggupit sebagai salah satu desa di Kecamatan Sidoharjo yang memiliki 9 dusun di Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah juga terdampak oleh kondisi pandemi ini. Masyarakat desa khususnya pemuda yang sebagian besar bekerja di bidang pertanian, mau tidak mau harus tetap beraktifitas untuk dapat memperoleh penghasilan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan wawasan pada generasi muda yang tergabung dalam Karang Taruna Kedunggupit Sidoharjo tentang bagaimana meningkatkan dan mempertahankan imunitas tubuh di masa pandemi ini.. Peningkatan imunitas ini meliputi pola hidup dan pola makan yang harus dilakukan. Generasi muda Kedunggupit khususnya Karang Taruna yang berjumlah 50 orang menjadi sasaran kegiatan ini. Kegiatan dilakukan dalam bentuk diskusi secara online maupun offline melalui group whatsapp dan pertemuan terbatas dengan pengurus Karang Taruna. Dari kegiatan ini generasi muda telah memperoleh pemahaman yang baik tentang apa yang harus dilakukan di masa pandemi ini, tidak hanya sebatas mematuhi protokol kesehatan, tetapi juga dalam mengatur pola hidup dan pola makan.     Kata kunci: pandemi; pola hidup; pola makan; karang taruna. ABSTRACTThe current pandemic condition forces people to reduce some of their activities outside their house. However, for villagers, with existing economic limitations, the reduction in outside activities will greatly affect their income. With the new normal condition, people can return to their activities. Kedunggupit as one of the villages in Sidoharjo District which has 9 villages in Wonogiri Regency, Central Java was also affected by this pandemic condition. Village communities, especially youths, who mostly work in agriculture, inevitably have to continue activities to earn income. This service activity aims to provide insight to the younger generation who are members of the Kedunggupit Sidoharjo Youth Organization on how to increase and maintain body immunity during this pandemic. This increase in immunity includes a lifestyle and a diet that must be done. Nearly 50 Kedunggupit young people especially youth organization were the target of this activity. Activities are carried out in the form of online and offline discussions through the WhatsApp group and limited meetings with the Karang Taruna management. From this activity, the young generation has gained a good understanding of what to do in this pandemic, not only in adhering to health protocols, but also in regulating their lifestyle and diet. Keywords: pandemic; lifestyle; diet; youth organization.
PKM PEMBUATAN MINUMAN HERBAL UNTUK MITIGASI COVID 19 KEPADA MASYARAKAT GAMPONG SIMPANG WIE, LANGSA TIMUR Cut Mulyani; Iswahyudi Iswahyudi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.244 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i2.3340

Abstract

ABSTRAKPermasalahan utama yang dihadapi masyarakat Gampong Simpang Wie pada masa wabah Covid 19 seperti saat ini adalah minimnya pengetahuan masyarakat tentang mitigasi wabah Covid 19, mahal dan sulitnya memperoleh multivitamin dan tingkat perekonomian yang rendah. Mencermati permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan edukasi pemanfaatan bahan-bahan herbal untuk meningkatkan imunitas tubuh. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang jenis-jenis bahan herbal dan manfaatnya serta melakukan pelatihan pembuatan minuman herbal untuk mitigasi Covid 19. Setelah Kegiatan pengabdian ini selesai dilakukan, diharapkan peserta pelatihan mengetahui berbagai jenis bahan herbal serta manfaatnya dan mampu mengolah bahan-bahan tersebut menjadi minuman herbal. Ada lima tahapan yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini, yaitu: observasi dan pengurusan izin pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada kepala desa, sosialisasi jenis-jenis bahan herbal dan manfaatnya bagi kesehatan, praktek pembuatan minuman herbal, evaluasi terhadap kegiatan pengabdian yang telah dilakukan dan pemberian bantuan bibit tanaman herbal. Dari hasil evaluasi terhadap kegiatan  pengabdian yang telah dilakukan terlihat bahwa pengetahuan peserta pelatihan terhadap jenis, manfaat dan cara pembuatan minumam herbal semakin meningkat. Kata Kunci : Covid 19; herbal; imunitas tubuh; mitigasi; minuman herbal. ABSTRACTThe main problem which was the Simpang Wie Village community during the Covid 19 outbreak as it is today is the lack of public knowledge about the mitigation of the Covid 19 outbreak, expensive and difficult to obtain multivitamins and a low economic level. Observing this problem, it is necessary to educate on the use of herbs ingredients to increase body immunity. This community service activity aims to provide information about the types of herbs ingredients and their benefits and conduct training in making herbs drinks to mitigate Covid 19. After this service activity is completed, it is hoped that the training participants will see various types of herbs ingredients and their benefits and be able to process these ingredients these ingredients become herbs drinks. There are five stages carried out in this service activity, namely: observing and obtaining permits for the implementation of community service activities to the village head, socializing the types of herbs ingredients and their health benefits, the practice of making herbs drinks, evaluating community service activities that have been carried out and providing assistance for herbs plant seeds. From the results of the evaluation of the service activities that have been carried out, there has been an increase in the knowledge of the training participants on the types, benefits and ways of making herbs drinks. Keywords: Covid 19; herbs; body immunity; mitigation; herbs drinks.

Page 23 of 272 | Total Record : 2711