cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
Pelatihan Guru UKS se-Kota Samarinda untuk mewujudkan sekolah sehat mencetak generasi hebat Riyan Ningsih; Ayudhia Rachmawati; Syamsir Syamsir; Vivi Filia Elvira; Morrin Choirunnisa Thohira
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.34042

Abstract

AbstrakSekolah menjadi institusi pendidikan yang bertanggung jawab dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan siswa, baik secara fisik, mental, dan sosial. Namun, di Kota Samarinda, banyak sekolah dasar yang menghadapi berbagai tantangan, seperti fasilitas sanitasi yang tidak memadai, pengelolaan limbah yang buruk, dan kurangnya pendidikan kesehatan. Data menunjukkan bahwa dari 227 SD yang ada, hanya 8,37% yang meraih penghargaan adiwiyata, yang mana menunjukkan masih rendahnya optimalisasi program sekolah sehat berbasis lingkungan. Guru UKS memiliki peran strategis dalam membina perilaku hidup bersih dan sehat. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas guru UKS melalui pelatihan terpadu yang mencakup peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta rencana penyusunan rencana sekolah sehat yang aplikatif dan berkelanjutan. Mitra dalam kegiatan adalah Dinas Pendidikan Kota Samarinda dengan peserta 72 guru UKS dari SD Negeri dan Swasta, yang mengalami tantangan dalam aspek perencanaan program dan keterbatasan SDM yang terlatih. Pelaksanaan kegiatan melalui tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan pelatihan (penyajian materi, pembagian booklet, dan diskusi), serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Materi yang diberikan meliputi konsep sekolah sehat, gizi seimbang, PHBS, kesehatan mental, dan mekanisme pelaporan kegiatan UKS. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta sebesar 27,55% setelah pelatihan (p-value 0,000, uji Wilcoxon). Kegiatan ini juga menghasilkan modul pelatihan, panduan pelaporan UKS, serta penandatanganan kerja sama (MOA dan IA) antara Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Mulawarman dan Dinas Pendidikan Kota Samarinda. Secara keseluruhan, kegiatan ini efektif meningkatkan kompetensi guru UKS dan memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan sekolah yang sehat, aman, dan berkelanjutan, guna meningkatkan kuantitas sekolah dengan predikat adiwiyata. Kata kunci: sekolah sehat; Guru UKS; pelatihan; perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS); sekolah dasar Abstract Schools play a crucial role in fostering students’ physical, mental, and social health by providing supportive learning environments. In Samarinda, many elementary schools still face significant obstacles such as inadequate sanitation, poor waste management, and limited health education. Data show that only 8.37% of the 227 elementary schools have received the Adiwiyata award, reflecting the low optimization of environment-based healthy school programs. UKS (school health unit) teachers hold a strategic role in promoting clean and healthy behavior among students. To address these issues, a community engagement program was initiated to improve the capacity of UKS teachers through integrated training that enhances knowledge, skills, and the ability to develop sustainable school health action plans. Conducted in partnership with the Samarinda City Education Office, the program engaged 72 UKS teachers from public and private elementary schools, many of whom face challenges in planning and lack access to trained human resources. The program was carried out in three phases: preparation, training (including material presentation, booklet distribution, and discussion), and evaluation using pre- and post-tests. The training covered topics such as healthy school concepts, balanced nutrition, clean and healthy living behaviors (PHBS), mental health, and UKS reporting mechanisms. Evaluation results revealed a 27.55% increase in participant knowledge (p-value = 0.000, Wilcoxon test). The initiative also produced a training module, a UKS reporting guide, and a formal collaboration agreement (MOA and IA) between the Faculty of Public Health, Mulawarman University, and the Samarinda City Education Office. Overall, the program successfully enhanced teacher competence and promoted cross-sector collaboration to support the development of healthier, safer, and more sustainable schools, with the long-term goal of increasing Adiwiyata recognition. Keywords: healthy school; school health unit (UKS); teacher training; clean and healthy living behavior (PHBS); elementary school
Pemberdayaan guru dalam pembuatan media pembelajaran digital di sekolah dasar Perawati Bte Abustang; Firmansah Koesyomo Efendi; Nur Fasbir Rusaji Absar; Muhammad Taufiq; Rifqa Nur Amalina; Priska Vivinda Rosarin; Ransi Rande; Merianti Penda; Nur Afni Aprilia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.33442

Abstract

Abstrak Pemberdayaan guru adalah proses memberikan kemampuan kepada guru sehingga mampu memberikan pertimbangan terkait baik atau tidaknya cara mengajar, kemudian mampu mengambil keputusan sendiri untuk menyelesaikan permasalahan mengajar yang dihadapi di dalam kelas sehingga bisa bekerja dengan kinerja yang lebih tinggi dan lebih baik lagi. Penggunaan media pembelajaran digital dapat meningkatkan kemampuan guru untuk menggunakan berbagai aplikasi yang tersedia dan menjadikannya sumber pembelajaran yang menarik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pemberdayaan guru dalam pembuatan media pembelajaran digital, Metode yang di gunakan pada penelitian ini adalah workshop, yang dilaksanakan pada tanggal 20 Januari 2025 dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang guru. Dalam workshop, peserta aktif terlibat dari rata-rata 2,6 sebelum workshop menjadi 3,8 setelah workshop dalam kegiatan belajar yang praktis dan interaktif, seperti diskusi kelompok, latihan, dan simulasi. Pada kegiatan ini terdapat 3 tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kata kunci: media pembelajaran; pemberdayaan guru; sekolah dasar. Abstract Teacher empowerment is the process of providing teachers with the ability to provide considerations regarding the goodness or badness of teaching methods, then being able to make their own decisions to solve teaching problems faced in the classroom so that they can work with higher and better performance. The use of digital learning media can improve teachers' ability to use various available applications and make them an interesting learning resource. The purpose of this study was to determine how teacher empowerment in creating digital learning media, The method used in this study was a workshop, which was held on January 20, 2025 with a total of 30 teachers as participants. In the workshop, participants were actively involved from an average of 2.6 before the workshop to 3.8 after the workshop in practical and interactive learning activities, such as group discussions, exercises, and simulations. In this activity there are 3 stages: preparation, implementation, and evaluation. Keywords: learning media; teacher empowerment; elementary school.
Satukan persepsi teguhkan hati dalam bingkai qurban edukatif di Kampung Cibanteng, Kabupaten Bandung Riska Rachmawati; Dtm Rifky Annas; Ar-Rais Mujaddidul Islam Huda Al-Hadist; Iim Ibrohim
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.33712

Abstract

Abstrak Program Berkah Qurban PAI Vol. 5 (1446 H/2025 M) bertema “Satukan Persepsi, Teguhkan Hati dalam Bingkai Qurban Edukatif di Kampung Cibanteng, Kabupaten Bandung” merupakan bentuk pengabdian masyarakat berbasis nilai Islam yang diselenggarakan oleh Prodi PAI Universitas Muhammadiyah Bandung bersama Pimpinan Komisariat IMM PAI. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan akses masyarakat terhadap ibadah qurban dan kebutuhan integrasi antara pendidikan agama dengan aksi sosial. Tujuan kegiatan adalah menyalurkan hewan qurban, memberikan edukasi spiritual, serta meningkatkan kapasitas kepemimpinan mahasiswa. Mitra sasaran adalah masyarakat Kampung Cibanteng dengan jumlah partisipan lebih dari 50 warga dan 41 mahasiswa. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang menekankan partisipasi aktif mulai dari tahap perencanaan hingga distribusi. Hasil kegiatan meliputi pendistribusian dua ekor sapi dan enam ekor kambing menjadi 450 paket qurban, peningkatan keterlibatan anak dalam edukasi hingga 98%, serta penguatan solidaritas sosial antara mahasiswa dan masyarakat. Secara kualitatif, kegiatan ini menciptakan pemaknaan baru terhadap qurban sebagai sarana pemberdayaan dan edukasi keagamaan. Temuan ini menegaskan bahwa pengabdian masyarakat tidak hanya memenuhi tridharma perguruan tinggi, tetapi juga berdampak nyata pada penguatan nilai religius dan sosial masyarakat. Kata kunci: kata kunci: qurban edukatif; pengabdian masyarakat; participatory action research; solidaritas sosial; pemberdayaan masyarakat. Abstract The Berkah Qurban PAI Vol. 5 (1446 H/2025 M) program, themed “Unite Perceptions, Strengthen Hearts through Educational Qurban in Cibanteng Village, Bandung Regency,” is a community service initiative based on Islamic values organized by the Islamic Education Study Program at Universitas Muhammadiyah Bandung in collaboration with the IMM PAI Commissariat. This activity was motivated by the limited access of the local community to qurban practices and the need to integrate religious education with social action. The objectives of the program are to distribute qurban animals, provide spiritual education, and enhance students’ leadership capacity. The target partners were the residents of Cibanteng Village, involving more than 50 local participants and 41 students. The implementation method used the Participatory Action Research (PAR) approach, emphasizing active involvement from the planning stage to the distribution process. The results include the distribution of two cows and six goats into 450 qurban packages, an increase in children’s participation in educational activities up to 98%, and strengthened social solidarity between students and the community. Qualitatively, the program fostered a new understanding of qurban as a medium for empowerment and religious education. This initiative demonstrates that community service not only fulfills the university’s tridharma but also creates tangible impacts on strengthening religious and social values within society. Keywords: educational qurban; community service; participatory action research; social solidarity; community empowerment.
Optimalisasi kader posyandu dalam meningkatkan gizi pada anak dengan pangan lokal di wilayah kerja Puskesmas Astambul Andri Nur Rahman; Sari Wahyunita; Adies Riyana; Bandawati Bandawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.33602

Abstract

AbstrakKurangnya pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber gizi keluarga, terutama ikan patin dan daun kelor, menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap rendahnya status gizi anak di wilayah kerja Puskesmas Astambul, Kabupaten Banjar. Kondisi ini juga diperburuk dengan keterbatasan pengetahuan mitra, yaitu kader Posyandu dan ibu rumah tangga, dalam hal variasi menu berbasis pangan lokal serta keterampilan mengolah bahan makanan menjadi produk bergizi yang menarik untuk anak-anak. Akibatnya, meskipun ikan patin dan daun kelor mudah diperoleh di sekitar wilayah tersebut, pemanfaatannya dalam menu harian keluarga masih rendah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi makanan yang bergizi dan menarik bagi anak-anak. Sasaran kegiatan ini adalah kader Posyandu dan ibu rumah tangga dengan total peserta sebanyak 24 orang. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan gizi dan demonstrasi pengolahan pangan lokal berupa pembuatan nugget ikan patin dan daun kelor, yang disampaikan melalui media video interaktif dan diskusi langsung. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap manfaat gizi ikan patin dan daun kelor sebesar 71%, dari 12% sebelum kegiatan menjadi 83% setelah kegiatan. Selain itu, peserta menyatakan bahwa pendekatan visual melalui video mempermudah mereka memahami dan tertarik mempraktikkan resep di rumah. Kegiatan ini tidak hanya menjawab permasalahan mitra berupa keterbatasan pengetahuan dan keterampilan pengolahan pangan lokal, tetapi juga memperkuat potensi pemanfaatan sumber daya lokal sebagai alternatif pemenuhan gizi keluarga. Lebih jauh, kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis visual dan praktik langsung efektif dalam meningkatkan keterampilan pengolahan pangan lokal dan berpotensi mendukung program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN). Kata kunci: pangan lokal; nugget ikan patin; daun kelor; edukasi gizi; pengabdian masyarakat. AbstractThe lack of utilization of local food as a source of family nutrition, especially catfish and moringa leaves, is one of the factors contributing to the low nutritional status of children in the Astambul Community Health Center (Puskesmas) working area, Banjar Regency. This condition is also exacerbated by the limited knowledge of partners, namely Posyandu cadres and housewives, regarding the variety of local food-based menus and the skills to process food ingredients into nutritious products that are attractive to children. As a result, although catfish and moringa leaves are easily obtained around the area, their utilization in the daily family menu is still low. This community service activity aims to improve the knowledge and skills of the community in processing local food ingredients into nutritious and attractive foods for children. The target of this activity is Posyandu cadres and housewives with a total of 24 participants. The implementation method includes nutrition counseling and demonstrations of local food processing in the form of making catfish and moringa leaf nuggets, which are delivered through interactive video media and live discussions. The evaluation results showed an increase in participants' understanding of the nutritional benefits of catfish and moringa leaves by 71%, from 12% before the activity to 83% after the activity. Furthermore, participants stated that the visual approach through videos made it easier for them to understand and encourage them to practice the recipes at home. This activity not only addressed partners' limited knowledge and skills in local food processing but also strengthened the potential of utilizing local resources as an alternative way to meet family nutritional needs. Furthermore, this activity demonstrated that visual-based education and hands-on practice are effective in improving local food processing skills and have the potential to support the Movement to Promote Fish Eating (GEMARIKAN) program. Keywords: local food; catfish nuggets; moringa leaves; nutrition education; community service.
Pengembangan inovasi produk garam ikan untuk meningkatkan nilai tambah pada KUB Fajar Samudra, Blitar Wiwik Handayani; Firra Rosariawari; Roudlotul Badi'ah; Ihya Nidarul Ishthifaiyah; Mohammad Bintang Wibowo; Rino Damara
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.34173

Abstract

AbstrakKabupaten Blitar bagian selatan memiliki potensi besar dalam produksi garam rakyat, namun produk yang dihasilkan masih berupa garam krosok dengan nilai tambah rendah. Kelompok Usaha Bersama (KUB) Fajar Samudra di Dusun Peh Pulo, Desa Sumbersih, Kecamatan Panggungrejo, merupakan salah satu produsen garam yang menghadapi tantangan rendahnya harga jual dan terbatasnya inovasi produk. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dan keterampilan anggota KUB melalui pelatihan diversifikasi produk garam ikan (white salt, blue salt, dan yellow salt) sebagai upaya peningkatan nilai tambah dan daya saing. Kegiatan diikuti oleh 10 peserta dengan pendekatan partisipatif-aplikatif melalui ceramah, diskusi, dan praktik langsung. Evaluasi kognitif menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta, dengan nilai rata-rata pre-test 74 meningkat menjadi 90 pada post-test. Sementara itu, evaluasi psikomotorik memperlihatkan bahwa seluruh peserta mampu memproduksi garam ikan inovatif sesuai standar teknis, dengan hasil produk yang memiliki potensi untuk dipasarkan lebih luas. Selain itu, pelatihan ini juga meningkatkan kepercayaan diri, keterampilan kewirausahaan, serta kesiapan peserta dalam mengembangkan usaha berbasis garam fungsional. Program ini membuktikan bahwa inovasi produk garam ikan dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat pesisir, memperkuat kemandirian kelembagaan, dan membuka peluang perluasan pasar. Kata kunci: diversifikasi produk; ekonomi biru; garam ikan; garam rakyat; kelompok usaha bersama. AbstractSouthern Blitar Regency has excellent potential in smallholder salt production, but the product produced is still coarse salt with low added value. The Fajar Samudra Joint Business Group (KUB) in Peh Pulo Hamlet, Sumbersih Village, Panggungrejo District, is one of the salt producers struggling with the challenges of low selling prices and limited innovative products. This community service program aims to increase the knowledge and skills of KUB members through training in the diversification of fish salt products (white salt, blue salt, and yellow salt) as an effort to increase added value and competitiveness. The activity was attended by 10 participants with a participatory-applicative approach through lectures, discussions, and direct practice. Cognitive evaluation showed an increase in participant understanding, with an average pre-test score of 74 increasing to 90 in the post-test. Meanwhile, psychomotor evaluation showed that all participants were able to produce innovative fish salt according to technical standards, with the resulting product having the potential to be marketed more widely. In addition, this training also increased participants' self-confidence, entrepreneurial skills, and readiness to develop functional salt-based businesses. This program proves that fish salt product innovation can be an effective strategy to increase the economic added value of coastal communities, strengthen institutional independence, and open up opportunities for market expansion. Keywords: product diversification; blue economy; fish salt; people's salt; joint business group.
Peningkatan pengetahuan warga melalui konseling kesehatan dalam pencegahan hipertensi Musfirah Musfirah; Indah Tri Prasetyaningsih; Rametha Rametha; Puspita Cinderella Maharani; Kalyana Maharani; Niken Arina Puspita; Bismi Anggini
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.34073

Abstract

Abstrak Hipertensi merupakan salah satu terjadinya kematian dini dan penyakii jantung di berbagai belahan dunia. Adanya kasus hipertensi yang ditemukan pada warga akibat kurangnya pengetahuan mengenai pencegahan hipertensi dan kurangnya aktivitas fisik seperti olahraga. Apabila masalah hipertensi tidak ditangani dan dikontrol dengan maksimal maka akan menyebabkankan kecacatan dan kematian, serta komplikasi dengan komorbid lainnya seperti gagal ginjal akut, stroke, dan penyakit jantung. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pengetahuan warga melalui konseling kesehatan dalam pencegahan hipertensi. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang digunakan yaitu kegiatan konseling kesehatan disertai pengecekan kesehatan khususnya cek tekanan darah. Selama pelaksanaan kegiatan dilakukan penyebaran kuisioner untuk mengukur pengetahuan warga Pre-Test dan Post-Test. Kegiatan konseling kesehatan dilakukan dengan pemaparan materi hipertensi dan pembagian leaflet, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Skor pengetahuan warga pada saat post-test lebih tinggi dari pre-test dengan persentase rata-rata peningkatan skor sebsar 20,1%. Hasil uji Paired T-Test diperoleh nilai p-value yaitu 0,003 (< 0,05) yang signifikan bermakna artinya terdapat pengaruh pemberian leaflet dan konseling kesehatan terhadap pengetahuan warga terkait hipertensi. Pemberian edukasi konseling kesehatan dapat mempengaruhi pengetahuan dan selanjutnya akan mudah dalam upaya perbaikan level tekanan darah warga RT 12 dan RT 13 Dusun Wonocatur. Kata kunci: hipertensi; intervensi; konseling kesehatan; pengetahuan. Abstract Hypertension is a leading cause of premature death and heart disease worldwide. Hypertension cases found among residents are due to a lack of knowledge about hypertension prevention and insufficient physical activity, such as exercise. If left untreated and uncontrolled, it can lead to disabilities, death, and complications with other comorbidities such as acute kidney failure, stroke, and heart disease. This community service project aims to assess the improvement of residents' knowledge through health counseling on hypertension prevention. The method used in this community service involves health counseling activities combined with health checks, particularly blood pressure monitoring. During the activity, questionnaires were distributed to measure residents' knowledge through a Pre-Test and Post-Test. Health counseling activity was conducted by presenting material on hypertension and distributing leaflets, followed by a question-and-answer session. The residents' knowledge scores in the post-test were higher than in the pre-test, with an average score increase of 20.1%. The Paired T-Test results showed a p-value of 0.003 (< 0.05), indicating a statistically significant impact of the leaflet distribution and health counseling on residents' knowledge of hypertension. Providing health education and counseling positively influenced residents' understanding and will facilitate efforts to improve blood pressure levels in RT 12 and RT 13, Wonocatur Village. Keywords: hypertension; intervention; health counseling; knowledge.
Pendayagunaan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan aspek higienis dalam pemberdayaan dasa wisma “Dahlia” Yunia Mulyani Azis; Widyastuti Nurmalia Utami; Dita Rari Dwi Rinining Tyastuty; Wiendy Puspita Sari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.32930

Abstract

Abstrak Dasa wisma (dawis) sebagai salah satu program dari PKK mempunyai tugas selain membantu pengurus PKK dalam pendataan warga, juga mempunyai tugas kemasyarakatan, kemanusian, dan peningkatan kesejahteraan anggotanya. Begitu pula dengan dawis “Dahlia” yang berada di RT.01 RW.14 desa Ngijo Kabupaten Malang, yang mempunyai kegiatan positif di bidang koperasi dengan penambahan modal diperoleh dari tabungan, jasa pinjaman dan penjualan hasil TOGA. Dalam pelaksanaan pengadaan TOGA, dawis “Dahlia” sebagai mitra mempunyai kendala kurangnya pengetahuan keberagaman jenis TOGA dan manfaatnya, serta kurang higienisnya mitra dalam pembuatan jamu. Berdasarkan kesepakatan bersama maka tim pengabdian memberikan beberapa solusi  yaitu (1) sosialisasi tentang variasi TOGA dan manfaatnya, (2) bantuan bibit TOGA, (3) bantuan blender dan chopper untuk pembuatan jamu yang higienis, (4) edukasi tentang pentingnya aspek higienis, dan (5) praktek pembuatan jamu yang higienis. Hasil dari pengabdian menunjukkan mitra mengalami peningkatan dalam pengetahuan tentang jenis-jenis TOGA dan higienisasi. Antusias mitra dalam mengikuti seluruh kegiatan, mitra bersedia melanjutkan program higienis setelah pengabdian berakhir, serta peningkatan wawasan mengenai TOGA dan pemanfaatannya merupakan kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini. Kata kunci: dasa wisma; TOGA; higienis. Abstract Dasa wisma (dawis) as one of the PKK programs has the task of assisting PKK administrators in resident data collection, also has social, humanitarian tasks, and improving the welfare of its members. Likewise with dawis "Dahlia" located in RT.01 RW.14 Ngijo village, Malang Regency, which has positive activities in the cooperative sector with additional capital obtained from savings, loan services and sales of TOGA results. In implementing TOGA procurement, dawis "Dahlia" as a partner has obstacles in the form of lack of knowledge about the diversity of TOGA types and their benefits, as well as the lack of hygiene of partners in making herbal medicine. Based on a joint agreement, the community service team provided several solutions, namely (1) socialization about TOGA variations and their benefits, (2) TOGA seed assistance, (3) blender and chopper assistance, (4) education about the importance of hygiene aspects, and (5) hygienic herbal medicine making practices. The results of the community service showed that partners experienced an increase in knowledge about TOGA types and hygiene. The enthusiasm of partners in participating in all activities, partners are willing to continue the hygiene program after the service ends, and increased insight into TOGA and its utilization are the conclusions of this service activity. Keywords: dasa wisma; TOGA; hygiene.
Green entrepreneurship: pemberdayaan ibu-ibu PKK Nagari Matua Hilia melalui aneka olahan produk kolang-kaling berbasis zero waste Tri Kurniawati; Desnita Desnita; Fauzan Aulia; Yura Witsqa Firmansyah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.33901

Abstract

Abstrak Program Green Entrepreneurship ini bertujuan meningkatkan keterampilan teknis dan non-teknis Ibu-Ibu PKK Nagari Matua Hilia dalam mengolah kolang-kaling menjadi produk bernilai tambah berbasis zero waste. Kegiatan diikuti oleh 30 peserta dan dilaksanakan di Balai Pertemuan Nagari Matua Hilia pada Agustus 2025 menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Pelatihan mencakup pembuatan selai, mie, dan es krim kolang-kaling, pengolahan limbah menjadi eco-enzyme dan pupuk organik, penguatan branding dan kemasan, pemasaran offline dan digital, serta pengurusan izin PIRT. Hasil analisis angket menunjukkan faktor pendorong utama adalah potensi sumber daya alam yang sangat tinggi (rata-rata skor 4,56), diikuti oleh semangat gotong royong dan keterampilan panen yang baik. Faktor penghambat yang menonjol adalah keterbatasan teknologi dan inovasi (rata-rata skor 4,29), pemasaran terbatas (4,22), kelembagaan lemah (4,22), serta kendala sumber daya manusia (4,00). Program ini mampu mengatasi sebagian hambatan tersebut melalui peningkatan inovasi produk, penguatan pemasaran, dan pembentukan kelembagaan usaha bersama yang mandiri. Model ini efektif mendukung peningkatan ekonomi rumah tangga, keberlanjutan lingkungan, dan layak direplikasi di wilayah lain dengan potensi serupa. Kata kunci: green entrepreneurship; kolang-kaling; pemberdayaan masyarakat; PKK; zero waste. Abstract The Green Entrepreneurship program aimed to improve the technical and non-technical skills of the PKK women in Nagari Matua Hilia in processing sugar palm fruit (kolang-kaling) into value-added products based on a zero wasteapproach. The program involved 30 participants and was conducted at the Nagari Matua Hilia Meeting Hall in August 2025 using the Participatory Action Research (PAR) approach. The training covered the production of kolang-kaling jam, noodles, and ice cream, the processing of waste into eco-enzyme and organic fertilizer, branding and packaging development, offline and digital marketing, and the registration of home industry food permits (PIRT). The survey results showed that the main driving factor was the very high potential of natural resources (average score 4.56), followed by strong community cooperation and good harvesting skills. The most prominent inhibiting factors were limited technology and innovation (average score 4.29), limited marketing (4.22), weak institutional support (4.22), and human resource constraints (4.00). The program addressed some of these barriers by improving product innovation, strengthening marketing, and establishing an independent community business group. This model proved effective in supporting household economic improvement, promoting environmental sustainability, and was feasible to replicate in other areas with similar potential. Keywords: community empowerment; green entrepreneurship; kolang-kaling; PKK; zero waste.
Pemberdayaan guru dengan inovasi model PBL menggunakan Canva untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa Silvia Harleni; Mardiana Mardiana; Risma Dina
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.34141

Abstract

Abstrak Banyak faktor yang menyebabkan hasil belajar matematika siswa rendah, salah satunya adalah ketidaksesuaian penggunaan model dengan materi, serta media pembelajaran yang digunakan. Guru sebagai salah satu komponen penentu proses belajar mengajar haruslah terampil mendayagunakan model dan media agar menjamin keberhasilan proses belajar mengajar.  Salah satu model pembelajaran yang direkomendasikan untuk dikuasai guru adalah model PBL (Problem Based Learning). Model PBL mengutamakan keaktifan siswa dalam berfikir kritis dan selalu terampil ketika dihadapkan pada penyelesaian suatu permasalahan. Selain model pembelajaran yang tepat, media pendukung juga dibutuhkan dalam proses belajar matematika agar tercipta pembelajaran inovatif dan interaktif, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar dengan maksimal. Salah satu media pembelajaran yang inovatif dan interkatif adalah aplikasi canva. Canva merupakan aplikasi desain online yang dapat membuat kegiatan pembelajaran peserta didik lebih terfokus dalam memahami pelajaran karena tampilannya yang menarik dan kreatif. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk melakukan pemberdayaan guru dalam meningkatkan keterampilan mengajar dengan Inovasi model PBL berbantukan media berupa aplikasi canva untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa. Mitra sasaran pengabdian ini adalah guru-guru MTs Miftahul Khair. Setelah melaksanakan pengabdian ini, guru menjadi mengetahui, memahami, dan dapat menerapkan model PBL menggunakan aplikasi canva, serta terjadi peningkatan pada hasil belajar matematika siswa. Kata kunci: PBL; Canva; hasil belajar matematika. Abstract Many factors contribute to low student mathematics learning outcomes, including the mismatch between the model used and the material used, as well as the learning media used. Teachers, as a key component in the teaching and learning process, must be skilled at utilizing models and media to ensure the success of the teaching and learning process. One of the recommended learning models for teachers to master is the PBL (Problem Based Learning) model. The PBL model prioritizes student activeness in critical thinking and always being skilled when faced with solving a problem. In addition to the appropriate learning model, supporting media are also needed in the mathematics learning process to create innovative and interactive learning, thereby maximizing learning outcomes. One such innovative and interactive learning medium is the Canva application. Canva is an online design application that can make students' learning activities more focused on understanding the lesson because of its attractive and creative appearance. The purpose of this community service is to empower teachers in improving their teaching skills with the innovative PBL model assisted by media in the form of the Canva application to improve students' mathematics learning outcomes. The target partners for this service are teachers of MTs Miftahul Khair. After carrying out this community service, teachers learned, understood, and were able to apply the PBL model using the Canva application, and students' mathematics learning outcomes improved. Keywords: PBL; Canva; mathematics learning outcomes.
Pemberdayaan peternak muda melalui pelatihan pembuatan silase pakan komplit untuk meningkatkan produktivitas ternak sapi lokal Mohamad Ervandi; Terri Repi; Meity Melani Mokoginta; Wahyu Sulistyo; Ahmad Syamsu Rijal S.; Risman Jaya; Sandi Prahara; Dewa Oka Suparwata; Darmawaty Abd. Razak
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.33773

Abstract

Abstrak Kelompok Peternak Muda ‘Bulalo Cerdas’ di Desa Bulalo memiliki potensi sumber daya alam yang sangat mendukung kegiatan peternakan, seperti padang rumput yang luas dan ketersediaan bahan pakan lokal. Namun, potensi ini belum dimanfaatkan secara optimal karena sebagian besar peternak masih menerapkan metode konvensional tanpa dukungan teknologi tepat guna. Tantangan yang dihadapi antara lain kurangnya efisiensi dalam pemanfaatan pakan, manajemen pemeliharaan ternak yang belum sistematis, serta lemahnya sistem pengawasan kesehatan ternak. Masalah utama yang kerap muncul adalah kekurangan pakan berkualitas, terutama saat musim kemarau, yang berdampak pada penurunan produktivitas ternak sapi lokal. Program PkM ini bertujuan meningkatkan kapasitas peternak muda melalui edukasi dan pelatihan pembuatan silase pakan komplit berbasis bahan lokal. Metode pelaksanaan PkM meliputi tahap persiapan dan observasi lapangan, implementasi program berupa penyuluhan dan pelatihan, serta kegiatan monitoring dan evaluasi. Sebanyak 15 anggota kelompok “Bulalo Cerdas” berpartisipasi aktif dalam pelaksanan program ini. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan mitra, khususnya dalam pengolahan silase pakan komplit sebagai solusi cadangan pakan saat musim kering. Selain itu, silase ini terbukti dapat disimpan dalam jangka panjang dan memiliki nilai ekonomis tinggi, menjadikannya alternatif pakan strategis yang mendukung keberlanjutan usaha peternakan sapi lokal. Kata kunci: pemberdayaan; peteranak muda; pelatihan dan pendampingan; silase pakan komplit; produktivitas ternak. Abstract The ‘Bulalo Cerdas’ Young Breeders Group in Bulalo Village has potential natural resources that are very supportive of livestock activities, such as vast grasslands and the availability of local feed ingredients. However, this potential has not been optimally utilised because most farmers still apply conventional methods without the support of appropriate technology. Challenges faced include a lack of efficiency in feed utilisation, unsystematic livestock rearing management, and a weak livestock health monitoring system. The main problem that often arises is the lack of quality feed, especially during the dry season, which has an impact on reducing the productivity of local cattle. This PkM programme aims to increase the capacity of young farmers through education and training in making complete feed silage based on local ingredients. The PkM implementation method includes preparation and field observation stages, programme implementation in the form of counselling and training, as well as monitoring and evaluation activities. A total of 15 members of the ‘Bulalo Cerdas’ group actively participated in the implementation of this programme. The results of the service activities showed a significant increase in partners' knowledge and skills, especially in the processing of complete feed silage as a feed reserve solution during the dry season. In addition, this silage is proven to be able to be stored in the long term and has high economic value, making it a strategic feed alternative that supports the sustainability of local cattle farming businesses. Keywords: empowerment; youth; training and mentoring; complete feed silage; livestock productivity.